Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi libur akhir tahun, terutama di kawasan objek wisata Pantai Manggar Segara sari. Persiapan tersebut akan dimulai pada awal Desember, sebagai upaya memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas wisatawan yang diprediksi meningkat signifikan.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa pola pengamanan yang diterapkan pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya akan menggandeng seluruh unsur terkait yang memiliki peran dalam pengelolaan kawasan wisata. “Untuk pengamanan obyek wisata akhir tahun nanti, kita mulai persiapan dari awal Desember bersama Kepala PTD Pantai Manggar Segarasari. Sama seperti tahun sebelumnya, kami melibatkan Noresta Balikpapan, Polsek Balikpapan Timur, Koramil Balikpapan Timur, dan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Ratih menyebutkan, target jumlah kunjungan pada periode libur akhir tahun ini minimal sama seperti tahun lalu. Namun, Disporapar tetap berharap adanya peningkatan kunjungan, terutama melihat kondisi pergerakan wisatawan Nusantara yang menunjukkan tren positif. “Targetnya minimal sama, tetapi kami berharap bisa lebih, melihat kondisi wisatawan Nusantara saat ini,” jelasnya.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Ratih memastikan bahwa sektor wisata pantai sejauh ini telah memenuhi target yang ditetapkan. Bahkan, Disporapar berharap pencapaian bisa melampaui target seperti yang berhasil diraih pada tahun sebelumnya. “Sampai saat ini PAD dari sektor pantai sudah memenuhi target, dan harapan kami bisa melebihinya,” tambahnya.

Untuk aspek keamanan, Disporapar juga memperkuat koordinasi dengan berbagai tim pendukung di lapangan. Ratih menyampaikan bahwa pengamanan di area wisata akan didukung oleh Saka Pariwisata, Tim Kamladu, serta tim keamanan terpadu yang berada di wilayah Balikpapan Timur. Kolaborasi ini diyakini menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman dan tertib selama puncak kunjungan akhir tahun.

Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, Disporapar Balikpapan optimistis dapat memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah. Peningkatan layanan serta optimalisasi koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama untuk memastikan libur akhir tahun berjalan lancar tanpa gangguan.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Semangat dan optimisme memenuhi aula SMPN 1 Balikpapan ketika para anggota Marching Band Gita Bahana (MBGB) menggelar Konser Pamit menjelang keberangkatan mereka ke ajang Batavia Marching Band Competition 2025 di Jakarta.

Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para pelajar yang sejak berbulan-bulan terakhir telah mempersiapkan diri untuk tampil di salah satu kompetisi marching band terbesar di tingkat nasional. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menyampaikan dukungan penuh atas langkah besar yang diambil tim MBGB.

Kepala Disparpora, CI Ratih Kusuma, menyebut bahwa partisipasi para siswa dalam kompetisi seni seperti ini merupakan cerminan dari perkembangan positif generasi muda Balikpapan, (16/11/2025).

Menurutnya, hadirnya MBGB di kancah nasional bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga upaya memperkenalkan kualitas talenta muda Balikpapan kepada publik luas. “Kami selalu mendorong anak-anak muda untuk berkarya dan berprestasi. Aktivitas seni seperti marching band ini sangat berperan dalam membentuk karakter yang disiplin, kreatif, dan percaya diri,” ujar Ratih.

Ratih juga menegaskan bahwa keikutsertaan MBGB akan menjadi representasi sekolah sekaligus membawa identitas Kota Balikpapan di mata peserta lain dari seluruh Indonesia. Ia berharap para siswa mampu memaksimalkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman mereka di luar lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Ratih memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembinaan MBGB, mulai dari guru, pelatih, hingga para orang tua yang tidak henti memberikan dukungan moral maupun waktu selama masa latihan. “Kerja keras semua pihak inilah yang membuat anak-anak kita siap tampil,” ungkapnya.

Di sisi lain, Agustina, Ketua Panitia Keikutsertaan MBGB dalam Batavia Competition 2025, mengungkapkan bahwa proses latihan telah melalui perjalanan panjang. Dimulai sejak April, seluruh anggota MBGB menjalani program pelatihan ketat yang semakin intens memasuki bulan-bulan terakhir sebelum keberangkatan. “Kami terus memperbaiki teknik, kekompakan, dan fisik mereka. Latihan dilakukan dari pagi hingga malam demi mencapai standar performa yang kami targetkan,” jelasnya.

Agustina menegaskan bahwa MBGB datang dengan target ambisius. Dengan banyaknya kategori yang akan dipertandingkan, pihaknya mempersiapkan strategi khusus untuk memaksimalkan peluang. “Harapan kami sederhana tapi besar: pulang membawa sebanyak mungkin medali. InsyaAllah, target kami adalah 22 medali. Anak-anak sudah bekerja keras untuk itu,” katanya penuh keyakinan.

Ia menutup dengan menyampaikan bahwa seluruh anggota MBGB kini berada dalam kondisi siap tempur. Dengan tekad kuat dan semangat mengharumkan nama sekolah serta Kota Balikpapan, mereka berangkat dengan rasa bangga dan keyakinan tinggi bahwa pengalaman ini akan menjadi salah satu perjalanan paling berharga dalam kehidupan mereka sebagai generasi muda.

(ADV/Disporapar)

Kepala Disporapar Ratih Kusuma berikan apresiasi atas capaian babak kualifikasi di Porprov Kaltim 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan menorehkan hasil memuaskan pada Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026. Berdasarkan rekap awal sejumlah cabang olahraga (cabor), Balikpapan untuk sementara menempati posisi teratas perolehan poin meski rangkaian pertandingan masih berlangsung di berbagai daerah.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, menyambut capaian tersebut dengan penuh apresiasi. Ia menilai hasil sementara ini menjadi sinyal positif sekaligus penyemangat bagi cabor yang belum menjalani pertandingan BK. “Kami bersyukur Balikpapan masih memimpin BK Porprov sejauh ini. Harapannya, capaian awal ini dapat memacu semangat cabor lain yang belum bertanding,” ujarnya.

Ratih menjelaskan bahwa jadwal BK berlangsung tidak serentak. Setiap cabor memiliki kalender pertandingan masing-masing sehingga proses kualifikasi akan terus berjalan hingga Desember 2025. Disporapar, kata dia, memantau perkembangan atlet per pekan untuk memastikan kesiapan dan kebutuhan teknis tetap terpenuhi. “Karena jadwalnya berbeda-beda, BK akan berproses sampai akhir tahun. Kami terus mengikuti progresnya setiap minggu,” jelasnya.

Di tengah kesibukan BK Porprov, Disporapar juga sedang menangani pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang tahun ini dipusatkan di Penajam Paser Utara. Dua agenda besar yang berlangsung hampir bersamaan membuat ritme kerja Disporapar dan tim teknis semakin padat. “Popda juga sedang berjalan, jadi kami harus mengawal dua kegiatan sekaligus,” kata Ratih.

Lebih lanjut, Ratih menegaskan bahwa kesiapan atlet tidak hanya ditentukan dari intensitas latihan. Partisipasi dalam berbagai kejuaraan menjadi elemen penting untuk membangun mental tanding dan mengukur kemampuan secara objektif sebelum memasuki Porprov. “Fasilitas latihan sudah kami siapkan. Tetapi atlet juga harus aktif turun di berbagai event untuk menguji kemampuan. Kompetisi itu bagian dari proses pembinaan,” tegasnya.

Ratih berharap posisi Balikpapan tetap stabil hingga seluruh rangkaian BK selesai. Ia mengimbau seluruh cabor mempertahankan performa dan tidak lengah meski berada di puncak sementara. “Kami ingin capaian ini bertahan sampai akhir. Balikpapan memiliki peluang besar mempertahankan keunggulan, asalkan semua cabor menjaga konsistensi,” tutupnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda, olahraga dan Pariwisata Ratih Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk membangun pola kerja sama yang lebih kuat bersama jajaran pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan.

Penegasan ini disampaikan menyusul tuntasnya pelaksanaan Musyawarah Kota Luar Biasa (Musorkotlub), yang melahirkan formasi kepengurusan baru sebagai motor penggerak organisasi olahraga di daerah. Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menilai bahwa momentum pergantian pengurus merupakan titik awal bagi pemerintah daerah dan KONI untuk menyusun ulang strategi pembinaan olahraga secara lebih terpadu.

Ratih menekankan bahwa agenda persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 memerlukan koordinasi yang menyeluruh, mengingat banyaknya program pembinaan dan kebutuhan teknis yang berjalan secara paralel. “Terpilihnya pengurus baru KONI ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat komunikasi dan menyamakan arah pembinaan. Persiapan menuju Porprov bukan pekerjaan satu pihak, tetapi harus dikerjakan melalui langkah kolaboratif antara pemerintah dan KONI,” ujar Ratih, Minggu (16/11/2025).

Menurutnya, tantangan pembinaan olahraga saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan kemampuan atlet, namun juga keterpaduan program lintas lembaga. Ia melihat masih ada beberapa agenda yang berjalan sendiri-sendiri, sehingga penyelarasan perlu dilakukan agar arah pembinaan lebih tepat dan terukur.

Ratih juga berharap berbagai kegiatan yang direncanakan KONI, seperti roadshow ke cabang olahraga (cabor) untuk memantau kondisi atlet maupun sarana latihan, dapat dilakukan dengan keterlibatan aktif Disporapar. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memahami situasi di lapangan agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap program pembinaan saling melengkapi. Jika KONI melakukan kunjungan ke cabor, Disporapar harus ikut mendampingi. Dengan begitu, kebutuhan dan persoalan bisa langsung kami cermati sebelum ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ratih menambahkan bahwa persiapan menuju Porprov 2026 akan semakin padat setelah seluruh rangkaian Babak Kualifikasi (BK) selesai. Oleh karena itu, penguatan komunikasi dan sinergi harus dipercepat agar setiap agenda tidak saling berbenturan. Ia menekankan bahwa jadwal latihan, kesiapan venue, hingga dukungan pelatih harus dipantau secara rutin karena merupakan bagian yang menentukan performa atlet. “Banyak kegiatan yang berjalan bersamaan, dan itu memerlukan koordinasi yang rapi. Karena itu, sinergi dengan KONI menjadi hal mendesak agar seluruh program selaras dan tidak saling menghambat,” terangnya.

Ia berharap harmonisasi Disporapar dan KONI dapat menghasilkan pola pembinaan atlet yang lebih kuat, meningkatkan daya saing cabor, serta memberi peluang lebih besar bagi Balikpapan untuk tampil kompetitif pada Porprov Kaltim 2026. Dengan kerja sama yang solid, Ratih optimistis target prestasi yang diharapkan masyarakat dapat tercapai.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Disporapar melepaskan 322 atlet di POPDA 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Semangat tinggi mengiringi keberangkatan kontingen Kota Balikpapan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025. Menjelang diberangkatkannya rombongan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memastikan seluruh persiapan telah rampung, mulai dari kesiapan fisik atlet hingga dukungan sarana latihan.

Jumat (14/11/2025) Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa persiapan tahun ini menjadi salah satu yang paling matang. Ia menyampaikan bahwa para atlet akan dilepas secara resmi pada Sabtu pagi dan kini seluruh rangkaian pembekalan memasuki tahap akhir. Ratih menuturkan bahwa Balikpapan menargetkan prestasi tertinggi setelah dua tahun sebelumnya menempati posisi kedua. “Target kami jelas, Balikpapan harus bisa meraih juara umum tahun ini,” ujarnya dengan optimistis.

Disporapar selama beberapa bulan fokus memperkuat kualitas latihan di seluruh cabang olahraga. Pemerintah menyediakan fasilitas lengkap, termasuk dojo dan ruang pendukung yang digunakan untuk pemusatan latihan. Selain itu, koordinasi intensif dengan seluruh cabang olahraga dilakukan guna memastikan kesiapan teknis dan mental. “Kemarin kami sudah melakukan pertemuan akhir dengan seluruh cabor untuk mematangkan strategi,” jelas Ratih.

Ia menambahkan bahwa pelepasan kontingen menuju PPU akan digelar pada Sabtu. Pelaksanaan POPDA 2025 tersebar di sejumlah daerah. Balikpapan menjadi tuan rumah bagi 15 cabang olahraga yang dipusatkan di Balikpapan Tennis Stadium. Karate dan judo juga dilaksanakan di tempat yang sama. Sementara itu, cabang senam digelar di Samarinda, cabang renang berlangsung di Kutai Kartanegara, dan sisanya dipertandingkan di Penajam Paser Utara.

Seluruh pembagian venue tersebut telah ditetapkan panitia provinsi. Kontingen Balikpapan mengirimkan 322 atlet dari cabang-cabang unggulan. Sejumlah atlet menunjukkan perkembangan positif melalui berbagai ajang pra-kualifikasi sebelumnya. Disporapar juga menggelar program “Balikpapan Juara” untuk meningkatkan kemampuan pelatih dan atlet. “Program itu sangat membantu meningkatkan kualitas pembinaan dan kemampuan teknis atlet,” ujarnya.

Meski sebagian cabang masih memerlukan penguatan, Ratih memastikan pendampingan terus berjalan hingga hari pertandingan. Mengenai bonus atlet, pihaknya masih melakukan perhitungan final sesuai kemampuan keuangan daerah. Dengan persiapan yang matang, Ratih berharap POPDA 2025 menjadi momentum bagi Balikpapan untuk mencapai prestasi puncak dan meraih gelar juara umum.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya Kota Balikpapan dalam memperkuat identitasnya sebagai kota tujuan wisata kembali membuahkan hasil manis. Pada ajang Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025, perwakilan Balikpapan berhasil mengamankan posisi runner-up nasional dan menembus beberapa kategori tiga besar terbaik.

Prestasi ini menambah deretan capaian positif sektor kepariwisataan daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan promosi wisata daerah. Ia menyebut, pencapaian itu membuktikan bahwa generasi muda Balikpapan mampu bersaing di panggung nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata kota.

Ratih menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras para finalis yang telah mengharumkan nama Balikpapan. Menurutnya, ini adalah kali pertama Balikpapan mampu menembus posisi puncak dalam pemilihan tingkat nasional. “Prestasi tahun ini luar biasa. Untuk pertama kalinya wakil Balikpapan tampil dan langsung mampu meraih posisi runner-up. Ini kebanggaan yang tidak hanya milik peserta, tetapi seluruh warga kota,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peran Duta Wisata tidak lagi sebatas representasi lokal. Setelah meraih posisi nasional, para pemenang kini membawa tanggung jawab yang lebih besar, yakni memperkenalkan kekayaan destinasi di Balikpapan sekaligus menjadi wajah promosi pariwisata Kalimantan Timur. Ratih percaya bahwa kiprah mereka dapat membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan potensi daerah kepada publik nasional.

Selain mengapresiasi capaian tahun ini, Ratih juga menyoroti pentingnya evaluasi untuk meningkatkan kesiapan peserta di masa mendatang. Salah satu aspek yang akan diperkuat adalah penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, mengingat kompetisi tingkat nasional menuntut kemampuan komunikasi lintas daerah. “Minimal peserta harus fasih berbahasa Inggris. Ini menjadi salah satu penilaian penting, terutama jika ingin maju sampai tingkat internasional,” terangnya.

Disporapar juga mulai mempersiapkan perwakilan untuk ajang tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Bali. Dua wakil Balikpapan, Rachsele dan Hayden, yang sebelumnya menjadi juara tingkat provinsi, telah disiapkan untuk menjalani pembinaan, mulai dari penyusunan program kerja, penguatan wawasan kebangsaan, hingga pelatihan komunikasi publik.

Ratih berharap para duta wisata dapat terus membawa nama baik Balikpapan di panggung nasional. “Mudah-mudahan tahun depan kita bisa meraih gelar juara pertama. Yang terpenting mereka terus berkembang, percaya diri, dan membawa energi positif untuk memajukan pariwisata daerah,” tutupnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Gelaran Balikpapan Fest 2025 kembali menunjukkan kontribusinya sebagai salah satu agenda kota yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan mencatat, total perputaran ekonomi yang tercipta sepanjang rangkaian kegiatan tahun ini mencapai sekitar Rp7 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), tenant kuliner dan produk kreatif, hingga sektor jasa transportasi yang ikut terdorong selama acara berlangsung.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa pergerakan ekonomi tersebut menggambarkan semakin besarnya daya tarik Balikpapan Fest sebagai ruang promosi, kolaborasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Ia menegaskan, acara ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang usaha yang langsung dirasakan masyarakat. “Perputaran ekonominya, baik dari tenant maupun sektor perhotelan, mencapai kurang lebih Rp7 miliar. Semua sektor ikut bergerak, dari UMKM, MGM, sampai transportasi,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (13/11/2025).

Menurut Ratih, tahun ini Balikpapan Fest membawa dampak yang lebih luas karena melibatkan lebih banyak komunitas dan menampilkan konsep yang semakin matang. Kehadiran berbagai komunitas besar seperti Harley Davidson Club, serta partisipasi pegiat seni dari sejumlah kota, turut menambah daya tarik acara dan meningkatkan arus pengunjung. Balikpapan Fest 2025 mengusung tema “Pesisir Nusantara”, sebuah konsep yang menekankan identitas Balikpapan sebagai kota pesisir dan bagian penting dari kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tema ini dipilih untuk mengangkat kekayaan budaya pesisir, potensi maritim, serta karakter masyarakat yang hidup dan berkembang di wilayah pesisir Kalimantan Timur. “Tahun lalu kita menggunakan tema Harmoni Nusantara untuk menonjolkan keberagaman suku dan budaya. Tahun ini kita lebih spesifik mengangkat kekayaan pesisir untuk memperkuat positioning Balikpapan sebagai destinasi pesisir skala nasional,” jelasnya. Di sisi lain, Ratih juga mengungkapkan bahwa Balikpapan Fest tengah diusulkan kembali masuk dalam Kalender Event Nasional Kemenparekraf 2026.

Pemaparan konsep acara dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/11/2025) melalui Zoom Meeting di hadapan tim kurasi kementerian. Sebelumnya, Balikpapan Fest telah berhasil lolos kurasi nasional tahun lalu bersama sejumlah event besar lainnya dari Kalimantan Timur. “Tahun ini kita kembali bersaing bersama empat event lainnya, yaitu Borneo Culture Week, Lom Plai di Kutai Timur, dan Erau Adat Kutai. Semoga Balikpapan Fest kembali lolos dan mendapat dukungan yang lebih besar,” ujarnya.

Ratih berharap, masuknya Balikpapan Fest dalam kalender nasional dapat membuka akses pendanaan, memperluas jangkauan promosi, dan semakin menguatkan kontribusi ekonomi kreatif kota. “Ini wujud bahwa Balikpapan siap menjadi penyelenggara event berskala nasional dengan konsep yang kuat dan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma melepas 322 atlet untuk berlaga di POPDA XVII penajam Paser Utara 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kontingen Kota Balikpapan menegaskan kesiapan penuh menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 20–27 November 2025.

Sebanyak 322 atlet dan pelatih dipastikan mengikuti kejuaraan tersebut, membawa harapan besar untuk mengukir prestasi terbaik bagi kota. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menerima perlengkapan bertanding serta uang saku sebagai bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Kota Balikpapan.

Pembagian dilakukan bertahap hingga menjelang sore agar seluruh kontingen benar-benar siap sebelum hari keberangkatan. “Perlengkapan untuk semua cabang olahraga sudah kami serahkan lengkap, mulai dari tas, sepatu, jaket, kaos, topi, sampai kebutuhan latihan. Uang saku pun telah disalurkan sesuai kemampuan anggaran daerah, yaitu Rp430 ribu per hari selama tiga hari bagi atlet dan pelatih yang bertanding di PPU,” ujar Ratih saat pelepasan kontingen di Aula Disporapar Balikpapan, Kamis (13/11/2025).

Tahun ini, Balikpapan menurunkan 16 cabang olahraga, di antaranya atletik, bola voli indoor, bulu tangkis, basket, panahan, pencak silat, renang, sepak bola, taekwondo, tinju, senam, karate, menembak, judo, pickleball, dan woodball. Sebanyak 12 cabang dijadwalkan bertanding di PPU, sedangkan empat cabang lainnya disebar di beberapa daerah: judo dan karate di Balikpapan, senam di Samarinda, dan renang di Kutai Kartanegara.

Ratih menambahkan bahwa proses keberangkatan dimulai pada 15 November, dengan seluruh atlet dijadwalkan berkumpul di Balikpapan Tennis Stadium untuk mengikuti pelepasan resmi oleh Wali Kota sebelum melanjutkan perjalanan menuju venue pertandingan. Untuk kenyamanan kontingen, Disporapar telah menyiapkan kebutuhan akomodasi, konsumsi, serta transportasi selama kegiatan.

Para atlet akan memperoleh tiga kali makan, dua kali snack, serta suplai air mineral setiap hari. Masing-masing cabang juga didampingi pelatih, pendamping dari Disporapar, dan pengemudi khusus. Ratih turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama kompetisi. Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan akan siaga untuk memastikan penanganan cepat jika ada peserta yang mengalami keluhan.

Lebih jauh, Ratih menyampaikan bahwa Balikpapan menargetkan gelar juara umum pada POPDA tahun ini. “Pada POPDA 2022 kita berada di posisi kedua. Tahun ini kami ingin naik dan menjadi juara umum. Dengan kesiapan atlet, pelatih, dan dukungan fasilitas, kami optimistis bisa meraih hasil terbaik,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh pemerintah kota dan semangat juang para atlet muda, Balikpapan berharap dapat membawa pulang medali emas dan mengharumkan nama daerah.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma rapat bersama DPRD Balikpapan terkait dua perda wisata dan Olahraga 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan berencana memperbarui dua peraturan daerah (perda) yang dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi dan arah pembangunan kota saat ini. Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), dua perda tersebut akan dimasukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026.

Keduanya adalah Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPDA) Nomor 6 Tahun 2016 serta Perda Penyelenggaraan Olahraga Nomor 9 Tahun 2012.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa masa berlaku RIPPDA akan berakhir pada 2026, sehingga perlu direvisi agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan terbaru, termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). “RIPPDA berlaku 20 tahun, dari 2016 hingga 2026. Kami ingin dilakukan review agar arah pengembangan wisata tetap sejalan dengan dinamika baru, terutama dengan adanya IKN,” ujarnya seusai rapat dengar pendapat bersama DPRD Balikpapan, Selasa (11/11/2025).

Ratih menambahkan, dalam naskah akademik yang sedang disusun, pihaknya memasukkan sejumlah poin penting terkait potensi wisata baru yang belum terakomodasi dalam regulasi lama. “Banyak peluang wisata yang muncul karena pengaruh IKN, mulai dari wisata budaya, pesisir, hingga ekowisata. Revisi ini penting agar Balikpapan punya pijakan hukum yang lebih kuat,” jelasnya.

Selain itu, Disporapar juga mengajukan revisi Perda Penyelenggaraan Olahraga Nomor 9 Tahun 2012 yang sudah lebih dari satu dekade berlaku. Menurut Ratih, aturan tersebut perlu disesuaikan dengan pola pembinaan dan kolaborasi olahraga masa kini. “Kami ingin perda olahraga yang lebih adaptif, sehingga bisa mendorong pembinaan atlet dan kegiatan olahraga masyarakat yang berkelanjutan,” katanya.

Ratih turut mengulas hasil sementara pelaksanaan Balikpapan Fest 2025 yang mencatat peningkatan jumlah pengunjung signifikan. “Saat penampilan Dewa 19 saja tercatat hampir 40 ribu penonton, belum termasuk peserta dan pengunjung di hari lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Balikpapan, Andi Arif Agung, menyatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi pembahasan dua perda tersebut dalam Propemperda 2026. “Setiap usulan harus memiliki urgensi dan naskah akademik yang kuat agar hasilnya benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Ratih berharap, pembaruan regulasi ini mampu memperkuat fondasi hukum pembangunan sektor wisata dan olahraga, sekaligus memantapkan posisi Balikpapan sebagai kota penyangga utama IKN.

(ADV/Disparpora Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma hadir di upacara pelepasan atlet Popda dihalaman Balai Kota Balikpapan 

 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan resmi melepas 322 atlet pelajar yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang dijadwalkan berlangsung pada 20–27 November mendatang.

Upacara pelepasan yang digelar di Halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (10/11/2025), dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan penuh kepada para atlet muda yang akan membawa nama daerah di ajang olahraga pelajar terbesar se-Kaltim tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menuturkan bahwa Popda bukan hanya wadah kompetisi, melainkan sarana pembinaan karakter dan mental generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi tangguh dan berintegritas. “Popda bukan sekadar mencari juara, tapi membentuk pelajar yang berdisiplin, sportif, dan pantang menyerah. Dari sinilah lahir atlet berprestasi yang membawa nama baik daerah,” ujarnya.

Ratih menjelaskan, seluruh atlet telah melewati proses seleksi yang ketat dan menjalani pemusatan latihan selama beberapa bulan terakhir. Persiapan mencakup peningkatan kemampuan teknik, kondisi fisik, serta penguatan mental bertanding. “Mereka berangkat dengan semangat tinggi dan tekad membawa pulang hasil terbaik,” katanya.

Adapun Popda XVII akan mempertandingkan 14 cabang olahraga utama serta beberapa cabang eksibisi. Balikpapan menurunkan atlet di sejumlah cabang andalan seperti atletik, renang, panahan, pencak silat, dan bulu tangkis. Ratih menargetkan hasil maksimal tanpa mengabaikan nilai sportivitas. “Kemenangan memang penting, tapi yang utama adalah membangun mental juara dan semangat pantang menyerah. Itulah hakikat olahraga,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, KONI, pelatih, dan sekolah dalam pembinaan jangka panjang agar regenerasi atlet berjalan berkelanjutan. “Kami ingin prestasi olahraga Balikpapan terus meningkat dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

Dengan penuh optimisme, Ratih menutup sambutannya, “Bertandinglah dengan hati, rendah hati saat menang, dan jangan menyerah saat kalah. Jadilah kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan Kota Balikpapan.”pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

  1. Balikpapan Fest 2025 Pecahkan Rekor, Dewa 19 Guncang BSCC Dome dan Dongkrak Ekonomi Kota
  2. Bali Juara Duta Wisata Indonesia 2025, Balikpapan Buktikan Diri Sebagai Tuan Rumah Nasional yang Sukses
  3. Soccer Clinic di Stadion Batakan, Wujud Sinergi Balikpapan dan Dunia Usaha Kembangkan Bakat Muda
  4. Balikpapan Fest 2025 Semarak dengan Parade Busana Nusantara dan Karya Desainer Lokal
  5. Balikpapan Catat Sejarah, Jadi Kota Pertama Gelar Ajang Duta Wisata Indonesia Tingkat Nasional
  6. Semarak Pickle Ball Balikpapan Open 2025: 205 Atlet Ramaikan Ajang Internasional di Kota Balikpapan
  7. Balikpapan Fest 2025 Tampilkan Keberagaman Budaya dan Semangat Ekonomi Kreatif
  8. Balikpapan Fest 2025 Jadi Panggung Kebangkitan UMKM Lokal
  9. Disporapar Balikpapan Gaet Sanggar Seni untuk Dongkrak Wisata Berbasis Budaya
  10. Duwis Talk ITK Hadirkan Diskusi Inspiratif, Dorong Peran Generasi Muda dalam Promosi Wisata Kaltim
  11. Balikpapan Kirim Wakil Terbaik, Ratih Kusuma Lepas Duta Wisata Menuju Ajang Nasional 2025
  12. Dewa 19 Guncang Balikpapan Tanpa Tiket Masuk! HDCI Hadirkan Pesta Spektakuler
  13. Balikpapan Siap Jadi Pusat Perhatian Nasional di Ajang Duta Wisata Indonesia 2025
  14. Balikpapan Fest 2025: Panggung Kolaborasi Budaya dan Kebangkitan Ekonomi Kota Minyak
  15. FDB Raih Predikat Organisasi Kepemudaan Berprestasi, Bukti Kiprah Pemuda Balikpapan Makin Bersinar
  16. Kolaborasi Pemuda dan Ekraf Warnai Penutupan Wiramuda Expo Balikpapan Selatan
  17. Semangat Lokal Sambut Tim WIA 2025 di Taman Wisata Pringgodani
  18. Pringgodani, Harmoni Alam dan Tradisi yang Menyatu di Balikpapan Timur
  19. Taman Wisata Pringgodani Masuk 30 Besar Wonderful Indonesia Award 2025, Bukti Keberhasilan Wisata Berbasis Masyarakat
  20. Wira Muda Expo 2025 Resmi Dibuka, Ajang Kolaborasi dan Kreativitas Pemuda Balikpapan