Disporapar Balikpapan terima kunker anggota DPRD Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus mengoptimalkan strategi pengembangan sektor pariwisata. Upaya ini tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga peningkatan kualitas dan inovasi di berbagai destinasi wisata unggulan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, usai menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Balikpapan, Kamis (23/10/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari langkah-langkah Pemkot Balikpapan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ratih menjelaskan, pihaknya berbagi pengalaman terkait strategi promosi dan penguatan destinasi wisata yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah daerah.

“Yang pertama tentu promosi. Kita punya kalender event tahunan dan juga event bulanan. Promosi itu penting agar masyarakat tahu dan tertarik berkunjung,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan promosi harus diiringi dengan peningkatan daya tarik dan fasilitas di lokasi wisata. “Kita perbanyak event karena event itu salah satu cara efektif menarik wisatawan. Tapi harus diimbangi dengan kesiapan akomodasi seperti hotel, kafe, dan sarana pendukung lainnya. Jangan sampai wisatawan datang tapi tidak ada tempat menginap,” katanya.

Menurut Ratih, infrastruktur dan akomodasi di Balikpapan saat ini tergolong memadai. Namun, pihaknya tetap mendorong pengelola destinasi agar terus berinovasi. “Kita ingin destinasi wisata di Balikpapan tidak stagnan. Harus ada sesuatu yang baru dan menarik agar wisatawan selalu ingin kembali,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kawasan wisata Pringgodani sebagai destinasi yang terus berkembang. “Saya terakhir ke sana tiga bulan lalu, sekarang sudah ada kolam renang baru dan atraksi menumbuk padi. Mereka selalu berinovasi menambah daya tarik,” tutur Ratih.

Selain itu, kawasan Pantai Manggar juga menjadi perhatian dengan hadirnya beragam atraksi baru. “Di sana sudah ada Hoky Water Sport, glamping, hingga atraksi Pesona Balikpapan. Jadi wisatawan tidak hanya datang sekali, tapi ingin kembali lagi,” ujarnya.

Ratih menegaskan, konsep pengembangan pariwisata Balikpapan kini berorientasi pada ‘perjalanan berulang’. Dengan konsep ini, wisatawan didorong untuk terus datang kembali karena selalu ada pengalaman baru yang ditawarkan. “Harapan kami, wisatawan tidak hanya singgah, tapi datang berulang kali. Itu yang akan memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan PAD,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Raihanah Rahmah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Sorak sorai semangat atlet menggema di Lapangan Squash Balikpapan saat pembukaan Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Squash Open 2025, Rabu (23/10/2025).

Turnamen bergengsi ini diikuti 91 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Timur, Jakarta, Bekasi, hingga Sulawesi Tenggara. Para peserta akan beradu ketangkasan dan kecepatan untuk memperebutkan total hadiah Rp150 juta.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Raihanah Rahmah, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya pemuda melalui olahraga. “Kegiatan ini sangat positif karena menjadi wadah pembinaan dan pengembangan potensi atlet muda. Squash memiliki prospek cerah, dan Balikpapan siap berkontribusi melahirkan atlet-atlet unggul,” ujarnya.

Balikpapan sendiri mengirim delapan atlet terbaik untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Raihanah berharap para atlet dapat menampilkan performa maksimal dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat juang.

“Kami ingin mereka menikmati prosesnya dan terus meningkatkan kemampuan. Dengan pembinaan berkelanjutan, saya yakin Balikpapan dapat ikut membawa Kalimantan Timur menembus tiga besar nasional pada 2028,” tuturnya optimistis.

Turnamen yang berlangsung hingga 26 Oktober 2025 ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari usia 9, 11, 13, 17, 19 tahun, hingga kategori senior. Selain menjadi ajang adu kemampuan, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai seleksi dan evaluasi menuju kompetisi tingkat nasional. 

“Melalui turnamen seperti ini, kita bisa mengukur sejauh mana perkembangan para atlet daerah dan memperkuat jejaring antar pelatih serta komunitas olahraga,” tambah Raihanah.

Apresiasi turut disampaikan Ketua KONI Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, yang menilai ajang ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat. 

“Target kami jelas, satu medali emas dari cabang squash. Kompetisi seperti ini menjadi pemanasan dan tolok ukur kesiapan atlet menuju PON,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut pelaksanaan turnamen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga prestasi.

“Pembentukan atlet tidak bisa instan. Harus melalui latihan disiplin dan pengalaman bertanding. Harapan kami, dari ajang ini lahir generasi baru squash yang siap mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) terus mendorong transformasi kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) menjadi destinasi wisata unggulan yang hidup dan dinamis.

Tidak hanya sebagai simbol sejarah, Monpera diharapkan menjadi ruang publik yang memadukan unsur rekreasi, olahraga, serta seni dan budaya. Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa Monpera memiliki potensi besar berkat letaknya yang strategis di jantung kota dan berdekatan dengan kawasan wisata pantai.

Melihat peluang itu, pemerintah berencana mengoptimalkan kawasan tersebut agar tidak sekadar menjadi tempat singgah, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat. “Kalau Monpera itu sudah strategis, tinggal bagaimana kita mengembangkan atraksi dan aktivitas masyarakat di sana. Misalnya, pengunjung bisa menonton tarian, menikmati pertunjukan seni, atau berolahraga pagi di kawasan itu,” ujar Ratih, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, konsep pengembangan Monpera akan dilakukan secara kolaboratif, melibatkan pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat menghidupkan kawasan dengan berbagai kegiatan positif dan rutin.

Sebagai contoh, Ratih menyebut kegiatan mingguan di Lapangan Bekapai, yang setiap Minggu diisi dengan senam massal dan berbagai aktivitas komunitas. “Nah, harapannya Monpera bisa dikelola seperti itu juga. Ada sport tourism-nya, ada kegiatan masyarakat yang rutin sehingga destinasi ini terasa hidup,” tambahnya.

Lebih lanjut, Disporapar juga tengah mendorong pemerataan pengembangan destinasi wisata di seluruh wilayah kota, baik di kawasan barat maupun timur Balikpapan. Ratih menilai langkah ini penting agar setiap wilayah memiliki daya tarik tersendiri dan tidak hanya terpusat di area tertentu. “Ke depan, kita ingin semua destinasi punya karakter dan aktivitas masing-masing, sehingga wisatawan punya banyak pilihan,” jelasnya.

Selain itu, Monpera dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi berbagai event berskala kota maupun nasional. Dengan fasilitas memadai dan posisi yang strategis, Ratih optimistis Monpera akan menjadi salah satu lokasi favorit bagi komunitas dan penyelenggara kegiatan publik. “Kalau destinasi sudah hidup dan menarik, tentu akan banyak event yang datang sendiri. Orang akan memilih Monpera sebagai tempat kegiatan karena strategis dan punya nilai historis,” pungkasnya.

Langkah pengembangan ini diharapkan dapat menjadikan Monpera bukan sekadar monumen bersejarah, tetapi juga ikon wisata budaya dan ruang interaksi sosial yang memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota modern yang tetap menghargai nilai perjuangan dan kebersamaan warganya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Tugu Australia dikawasan lapangan merdeka Pertamina 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Berdiri kokoh di kawasan Lapangan Merdeka, Tugu Australia menjadi salah satu penanda sejarah penting yang melekat dalam perjalanan Kota Balikpapan. Monumen tersebut tidak sekadar menjadi simbol hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia, tetapi juga wujud penghormatan terhadap para prajurit yang gugur dalam pertempuran sengit pada masa Perang Dunia II.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan bahwa Tugu Australia menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah yang layak dikembangkan. Menurutnya, keberadaan monumen ini memiliki nilai edukatif sekaligus emosional yang mampu memperkuat karakter kota.

“Kalau kita melihat daya tarik Tugu Australia, seharusnya ini menjadi bagian penting dalam promosi wisata sejarah. Contohnya saat peringatan Anzac Day, kegiatan yang diadakan benar-benar melibatkan pihak dari Australia dan masyarakat sekitar,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Ratih menambahkan, lokasi tugu yang berada di jantung kota membuatnya mudah dijangkau oleh masyarakat maupun wisatawan. Namun, ia menilai masih diperlukan penguatan dalam hal penyampaian cerita sejarah agar pengunjung dapat memahami nilai perjuangan yang terkandung di balik monumen tersebut. “Selama ini pengunjung hanya melihat bentuk fisik tugu. Padahal akan jauh lebih menarik bila dilengkapi dengan storytelling yang menceritakan latar berdirinya Tugu Australia itu sendiri. Memang sudah ada peta di lokasi, tapi akan lebih baik jika disertai narasi yang informatif dan menyentuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Disporapar berkomitmen mengembangkan Tugu Australia sebagai bagian dari rencana besar promosi wisata sejarah Balikpapan. Upaya ini akan dilakukan melalui berbagai kegiatan pariwisata, publikasi di media digital, hingga kerja sama dengan komunitas pemerhati sejarah.

“Harapannya, pengunjung yang datang tidak hanya sekadar melihat tugu, tetapi juga memahami makna dan semangat perjuangan yang diwakilinya,” pungkas Ratih.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Pantai Segara sari Manggar berikan hiburan seni kuda lumping bagi seluruh pengunjung

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Denting gamelan berpadu dengan debur ombak sore itu di Pantai Manggar Segara Sari (PMSS). Di bawah langit jingga, para penari jaranan dengan kostum warna-warni menari penuh energi, memikat setiap mata yang hadir.

Itulah suasana meriah dalam Gebyar Budaya yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan pada Minggu (19/10/2025).

Acara ini menjadi bagian dari agenda promosi wisata yang bertujuan mengangkat kekayaan seni tradisional lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Balikpapan. Disparpora menghadirkan Paguyuban Jaranan Buto Suryo Jati Arum, kelompok seni yang sudah dikenal piawai menampilkan tarian kuda lumping dengan unsur mistik dan teatrikal yang kuat.

Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa Gebyar Budaya merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan pelaku seni untuk menghadirkan atraksi wisata yang berkelanjutan. “Ini salah satu daya tarik wisata yang kami dorong agar masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus mengenal budaya lokal. Kegiatan seperti ini menjadi bentuk kolaborasi kami dengan para seniman daerah,” ujar Ratih.

Ia menambahkan, Disparpora secara rutin menggelar berbagai kegiatan serupa, termasuk Pesona Balikpapan, yang setiap bulannya menampilkan beragam pertunjukan seni dan hiburan rakyat. “Kami ingin setiap agenda pariwisata memiliki unsur budaya dan keterlibatan masyarakat, agar ekonomi kreatif juga ikut tumbuh,” tambahnya.

Acara yang terbuka untuk umum ini juga menggandeng pelaku UMKM lokal. Di sepanjang area pantai, deretan tenda kuliner dan kerajinan tangan menambah semarak suasana. Pengunjung bebas menikmati atraksi sambil mencicipi jajanan tradisional khas Balikpapan. “Selain hiburan, kegiatan ini juga memberi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka,” kata Ratih.

Melalui Gebyar Budaya, Disparpora berharap wisatawan dan warga semakin mencintai kekayaan budaya Indonesia.“Harapannya, masyarakat bisa terhibur sekaligus ikut melestarikan warisan budaya yang kita miliki,” tutup Ratih.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kegiatan APJI 41th Anniversary FoodRun 2025 dikawasan Grand City Dengan dihadiri Disporapar Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan APJI 41th Anniversary Food Run 2025 yang digelar di kawasan Grand City Balikpapan, Minggu (19/10/2025).

Acara tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Sejak pagi, suasana kebersamaan dan keceriaan sudah tampak di lokasi acara. Tidak hanya menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat hidup sehat, serta mengenalkan beragam kuliner lokal kepada masyarakat.

Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. “Kami dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Balikpapan memberikan apresiasi kepada APJI yang telah menginisiasi kegiatan fun run ini. Ajang seperti ini mendorong masyarakat untuk lebih bugar dan aktif berolahraga,” ujarnya usai melepas peserta secara simbolis.

Ratih menilai, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat hidup sehat telah menjadi bagian dari gaya hidup warga Balikpapan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin agar semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk berpartisipasi. “Antusiasme masyarakat menandakan Balikpapan adalah kota yang sehat dan maju. Terima kasih kepada APJI, baik tingkat provinsi maupun kota, yang telah menyelenggarakan kegiatan positif ini,” tambahnya.

Selain lari santai, acara juga dimeriahkan oleh senam Zumba dan partisipasi puluhan UMKM lokal yang menampilkan beragam kuliner khas Balikpapan. Kolaborasi antara olahraga dan kuliner ini menjadikan suasana semakin hidup dan menarik minat pengunjung. Sementara itu, Ketua DPC APJI Balikpapan, Yuli Shinta Noviyanti, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang tinggi. “Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta fun run, 400 peserta Zumba, serta 36 tenant UMKM yang turut meramaikan acara,” jelasnya.

Yuli menambahkan, momentum peringatan hari jadi ke-41 ini diharapkan menjadi dorongan bagi APJI untuk semakin maju dan terus berkolaborasi dengan pemerintah serta pelaku usaha kuliner di Balikpapan. “Semoga APJI bisa terus bermanfaat bagi kota dan menjadi wadah bagi seluruh pelaku kuliner lokal,” tutupnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Giat Diskusi kepemuda menjelang Hari Sumpah pemuda 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, semangat kolaborasi dan aksi nyata kembali digaungkan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan.

Melalui berbagai kegiatan sosial dan dialog kepemudaan, pemerintah kota ingin memastikan nilai-nilai perjuangan pemuda tidak hanya berhenti sebagai simbol, tetapi diwujudkan dalam tindakan yang berdampak bagi masyarakat.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi refleksi dan kebangkitan bagi generasi muda untuk memperkuat peran mereka dalam pembangunan daerah. “Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah waktu bagi kita semua, terutama para pemuda, untuk bersatu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya usai berdiskusi bersama DPW Ayo Bergerak Indonesia Balikpapan di Aula Disporapar, Minggu (19/10/2025).

Sepanjang bulan Oktober, Disporapar aktif menggandeng berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan dalam kegiatan lintas sektor. Rangkaian acaranya meliputi kerja bakti di lima rumah ibadah lintas agama, sosialisasi kebangsaan, hingga pemilihan pemuda dan organisasi berprestasi tingkat kota.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan antar generasi dan lintas agama masih kuat dan terjaga,” kata Ratih.

Tak berhenti pada kegiatan sosial, Disporapar juga membuka ruang diskusi terbuka bagi para pemuda untuk menyampaikan ide, kritik, dan aspirasi. Hasil forum tersebut akan menjadi bahan penyusunan program kepemudaan yang lebih relevan dan adaptif. “Setiap masukan mereka sangat berarti bagi kami. Pemerintah ingin hadir sebagai mitra, bukan sekadar penyelenggara kegiatan,” tegasnya.

Ratih menambahkan, pihaknya kini berfokus pada tiga pilar utama, yakni pelayanan, pengembangan, dan pemberdayaan pemuda. Ia berharap semangat Sumpah Pemuda menjadi api yang terus menyala di hati generasi muda Balikpapan. “Mulailah dari hal kecil, dari lingkungan sendiri. Jadilah agen perubahan dan inspirasi bagi banyak orang,” tutupnya penuh semangat.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan Halili AdiNegara reses masa sidang I tahun 2025-2026di RT 28 Gunung Samarinda 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Komitmen Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, dalam menindaklanjuti aspirasi warga kembali terlihat melalui kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 yang berlangsung di RT 28, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Minggu (19/10/2025) malam.

Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut atas sejumlah masukan warga yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan dialog di lokasi yang sama. Dalam reses yang digelar selepas salat Isya itu, Halili tidak datang sendiri. Ia turut menghadirkan perwakilan instansi teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau dulu dikenal sebagai PDAM, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Kehadiran mereka dimaksudkan agar berbagai aspirasi warga dapat segera ditangani langsung oleh pihak terkait. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh antusiasme. Ratusan warga hadir menyampaikan beragam persoalan, mulai dari kualitas air bersih, kondisi jalan lingkungan, hingga permasalahan drainase yang kerap menimbulkan genangan air saat hujan turun.

Halili, yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, menegaskan bahwa setiap keluhan warga akan menjadi perhatian serius, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu warga sempat mengeluhkan air yang keruh di wilayah RT 28. “Begitu menerima laporan, saya langsung berkoordinasi dengan pihak PDAM. Alhamdulillah, responnya cepat dan mereka segera memasang filter tambahan agar air yang diterima warga lebih bersih,” ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Selain air bersih, Halili juga menyoroti kondisi infrastruktur di kawasan Gunung Samarinda. Ia menjelaskan, sebagian besar pembangunan jalan di wilayah tersebut sudah mulai dikerjakan sejak dirinya masih menjabat sebagai Ketua LPM. Meski demikian, masih terdapat beberapa titik yang perlu penanganan lanjutan, terutama pada sistem drainase. “Untuk tahun 2026, saya sudah mengusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar dua titik drainase di RT 28 bisa segera diperbaiki.

Persoalan ini penting karena sebelumnya pernah menimbulkan ketegangan kecil antarwarga akibat genangan air. Kami berharap tidak ada lagi masalah seperti itu ke depan,” jelasnya. Ia menambahkan, masih ada satu ruas jalan di RT tersebut yang belum pernah tersentuh pembangunan, dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar 3 meter. Pekerjaan itu diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp100 juta.

“Secara umum kondisi infrastruktur di Gunung Samarinda sudah cukup baik. Hanya perlu penyempurnaan di beberapa titik agar lingkungan menjadi lebih nyaman dan bebas dari genangan,” tutup Halili.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Ajang Miss Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ajang Miss Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di Balikpapan tidak hanya menampilkan pesona dan kecerdasan para finalis, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda terutama perempuan untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, dan kreativitas di dunia otomotif yang terus berkembang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa pemerintah kota memberikan dukungan penuh terhadap event ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang terbuka terhadap penyelenggaraan berbagai ajang berskala nasional.

“Peran kami tentu mempromosikan. Karena Balikpapan adalah kota MICE, kami terbuka bagi semua penyelenggara untuk menggelar event di sini,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025) malam.

Ratih menyebut, dampak ekonomi dari pelaksanaan IIMS sangat terasa di berbagai sektor. Mulai dari akomodasi hotel, transportasi, hingga pelaku UMKM, semuanya ikut merasakan peningkatan omzet. “Transaksi sudah mencapai Rp27 miliar dari target Rp10 miliar. Artinya, capaian ini lebih dari 100 persen. Ini bukti bahwa kegiatan seperti ini memberikan efek domino bagi ekonomi lokal,” jelasnya.

Selain dampak ekonomi, Ratih menilai ajang otomotif seperti IIMS membuka ruang bagi perempuan muda untuk menembus batas-batas konvensional. “Dunia otomotif kini sudah modern. Perempuan tidak hanya bisa mengendarai kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari penyelenggaraan event besar. Dari sini mereka belajar banyak hal, mulai dari teknik berkendara aman, tanggung jawab di arena, hingga menghadapi kendala seperti ban pecah,” katanya.

Sebagai Ketua IMI Balikpapan selama empat tahun, Ratih menegaskan geliat otomotif di Balikpapan kini semakin kuat. “Adanya IIMS di Balikpapan menunjukkan kepercayaan besar kepada kita. Kami terus mempromosikan potensi wisata seperti Pantai Manggar, wisata kuliner, dan belanja di Pentacity. Balikpapan bukan hanya kota minyak, tapi juga kota event dan kreativitas,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Pantai kilang Mandiri Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan destinasi wisata dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Pesan itu disampaikannya seiring meningkatnya aktivitas hiburan di kawasan Pantai Kilang Mandiri, yang kini kerap menjadi lokasi berbagai konser dan kegiatan masyarakat.

Ratih menyampaikan, pemerintah kota pada dasarnya mendukung penuh kreativitas dan inisiatif masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata. Namun, ia menekankan bahwa kemajuan pariwisata tidak boleh mengikis identitas budaya serta ciri khas Kota Balikpapan sebagai Madinatul Iman.

“Saya sangat mendukung perkembangan seluruh destinasi wisata di Balikpapan, termasuk Pantai Kilang Mandiri. Tapi yang tidak kalah penting, tetap jaga kearifan lokal, sopan santun, dan kenyamanan pengunjung di setiap kegiatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan wisata yang baik tidak hanya dinilai dari banyaknya pengunjung, tetapi juga dari tanggung jawab menjaga kebersihan dan lingkungan. Peningkatan jumlah wisatawan, menurutnya, harus diiringi dengan kesadaran untuk mengelola sampah dan menjaga keasrian pantai agar keindahan alam tetap lestari.

Ratih juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan dalam setiap kegiatan wisata, terutama konser dan acara berskala besar. Ia menilai perlu adanya pengawasan ketat terhadap fasilitas, tata letak, serta kapasitas area agar keamanan dan kenyamanan tetap terjamin.

“Ketika ada konser, konsepnya harus tetap safety. Masyarakat boleh berkreasi, tapi pengelola perlu memperhatikan lokasi dan sarana pendukungnya,” tuturnya.

Ia mencontohkan pengelolaan di Balikpapan Sport and Business (BSB) yang tertata dengan rapi dan memperhatikan keselamatan pengunjung melalui pengaturan area dan fasilitas yang baik. Selain keamanan, Ratih menekankan pentingnya pelayanan prima dan keramahan petugas di lapangan.

“Pelayanan yang ramah dan profesional akan menjadi kesan pertama bagi wisatawan. Kalau petugasnya baik, pengunjung pasti ingin kembali lagi,” katanya.

Ia berharap pengelola Pantai Kilang Mandiri terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga fasilitas publik, dan memastikan tarif masuk tetap transparan serta wajar. Dengan pengelolaan yang tertib dan berkarakter, Pantai Kilang diyakini mampu menjadi ikon wisata yang tidak hanya ramai, tetapi juga mencerminkan kepribadian warga Balikpapan yang santun, bersih, dan bersahabat.

Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, sekitar 1,9 kilometer dari Pelabuhan Semayang, Pantai Kilang Mandiri mudah dijangkau dari pusat kota. Kawasan ini berdekatan dengan Pantai Banua Patra dan Pantai Kemala, sehingga sering menjadi pilihan wisata pantai yang lengkap.

Dengan fasilitas yang terus berkembang dan panorama senja yang memukau, Pantai Kilang Mandiri kini menjadi salah satu destinasi favorit warga dan wisatawan untuk bersantai menikmati keindahan pesisir Balikpapan.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

  1. Bukit Kebo, Simbol Pariwisata Hijau Baru di Balikpapan Timur
  2. Balikpapan Bidik Predikat Kota Otomotif Masa Depan Lewat IIMS Garage 2025
  3. Kebun Raya Balikpapan Kian Menawan, Gabungkan Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan
  4. Balikpapan Fest dan Borneo Culture Week Masuk Kurasi Awal KEN 2026, Bukti Kota Kreatif yang Kian Bersinar
  5. Wisata Meranti Kian Berkembang, Disporapar Dorong Sinergi Alam dan UMKM Lokal
  6. Angkat Berat Balikpapan Mantapkan Diri Hadapi Musim Kejuaraan 2025
  7. Petinju Muda Balikpapan Siap Buktikan Diri di Kejurnas Samarinda
  8. Sebelum Bertanding, Ratih Kusuma Beri Pesan Menyentuh Untuk Atlet Balikpapan
  9. Pemkot Balikpapan Siapkan Ajang Pemuda Berprestasi dan Wiramuda Expo 2025
  10. Dispora Kaltara Pelajari Pembinaan Pemuda ke Balikpapan
  11. Disporapar Balikpapan Gencarkan Program Kepemudaan Jelang Akhir Tahun
  12. IIMS Garage 2025 Hidupkan Semangat Otomotif dan Pariwisata di Balikpapan
  13. Disporapar Balikpapan Matangkan Empat Event Besar, Balikpapan Fest 2026 Lolos Kurasi Nasional
  14. Batu Ampar Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya Baru di Balikpapan
  15. Balikpapan Fest 2025 Hadirkan Kolaborasi Besar Seni, Olahraga, dan Investasi
  16. Stadion Batakan Disulap Jadi Ruang Publik Kreatif dan Pusat Aktivitas Warga
  17. Pendapatan Wisata Balikpapan Tembus Rp5 Miliar, Disporapar Optimistis Target Tahun Ini Tercapai
  18. Dewa 19 Meriahkan Puncak Balikpapan Fest 2025, Gaungkan. Budaya Kaltim
  19. Balikpapan Fest 2025 Masuk Kurasi Nasional, Kota Minyak Siap Jadi Pusat Harmoni Nusantara
  20. Turnamen Wali Kota Balikpapan 2025 Sukses Lahirkan Talenta Muda Bulu Tangkis