Dewa 19 tampil memukau dihadapan ribuan Penonton di malam puncak Balikpapan Fest 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Malam minggu di Balikpapan berubah menjadi lautan cahaya dan sorak kegembiraan ketika ribuan penonton memadati Halaman BSCC Dome, Sabtu (8/11/2025).

Puncak Balikpapan Fest 2025 menghadirkan band legendaris Dewa 19 feat Virzha yang sukses mengguncang panggung dengan aksi spektakuler dan deretan lagu hits yang membawa nostalgia sekaligus euforia bagi seluruh penonton. Sejak sore, arus pengunjung dari berbagai penjuru kota sudah memadati area Dome.

Antusiasme luar biasa tampak dari kalangan muda hingga keluarga yang datang untuk menikmati pesta musik terbesar tahun ini. Sebelum penampilan utama, acara dibuka dengan seremoni Kalimantan Bike Week 2025 yang ditandai dengan pemukulan gendang oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Ketua HDCI Balikpapan Ahmad Rustam. Band lokal Teras Kaca kemudian menghidupkan suasana dengan lagu-lagu enerjiknya.

Tepat saat malam merayap, Dewa 19 menaiki panggung dan membawakan belasan lagu legendaris seperti Pupus, Kangen, Risalah Hati, Dua Sejoli, dan Separuh Nafas. Penonton larut dalam lantunan musik dan sorotan lampu yang menciptakan atmosfer megah, menjadikan malam itu salah satu momen tak terlupakan dalam sejarah BPN Fest. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengungkapkan rasa bangga atas suksesnya ajang tersebut. “Event ini benar-benar melampaui ekspektasi. Penonton membludak, acara berjalan lancar, dan masyarakat sangat menikmati,” ujarnya usai acara.

Ratih menegaskan, kesuksesan ini menjadi bukti bahwa BPN Fest bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Ia mengungkapkan, satu hari pelaksanaan saja mampu menarik lebih dari 40 ribu pengunjung dengan perputaran ekonomi yang tinggi. “Kami akan terus memperluas konsep kolaboratif, melibatkan UMKM, sanggar seni, dan komunitas lokal agar event ini semakin berdaya guna. Intinya, kolaborasi menjadi kunci,” tambahnya.

Dengan keberhasilan ini, Balikpapan Fest 2025 menegaskan posisi kota minyak sebagai pusat kreativitas dan destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

(ADV/disporapar)

Malam puncak pemilihan Duta wisata Indonesia 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Malam puncak Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Minggu (9/11/2025), berlangsung megah dan penuh semangat kebudayaan. Sebanyak 13 provinsi menampilkan potensi daerah masing-masing dalam ajang bergengsi yang menobatkan Bali sebagai Juara I Duta Wisata Indonesia tahun ini.

Acara diawali dengan penampilan tarian pembuka dari para Duta Wisata, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para official finalis oleh Yayasan Duta Wisata Indonesia. Dalam kesempatan itu, turut diumumkan bahwa Provinsi Bali akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Duta Wisata Indonesia 2026, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman serta penyerahan pataka.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan sebagai tuan rumah ajang nasional tersebut. Ia menilai, kegiatan ini menjadi bukti kesiapan Balikpapan dalam menggelar event berskala besar sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi yang ramah pariwisata.

“Baik pemenang maupun finalis adalah generasi muda yang menjadi garda terdepan kemajuan pariwisata nasional. Saya berharap mereka mampu berkontribusi nyata dalam isu-isu penting, mulai dari pemulihan pasca pandemi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga digitalisasi destinasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Rahmad.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan ini menunjukkan bahwa Balikpapan siap menjadi motor penggerak industri kreatif dan pariwisata di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Malam final semakin meriah saat para finalis menampilkan busana adat dari 13 provinsi, mulai Aceh hingga Sumatera Barat. Delapan finalis terbaik yang lolos ke babak speech challenge berasal dari Aceh, Bali, Bengkulu, DIY, Jawa Tengah, Lampung, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Dalam sesi debat bertema keseimbangan ekonomi dan pelestarian lingkungan, perwakilan Bali tampil memukau dan berhasil meraih gelar utama. Sementara wakil Kalimantan Timur, Muhammad Nizam Ihsan Fadil dan Arum Janitra Larasati, meraih posisi runner-up nasional.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengaku bangga atas prestasi tersebut. “Masuk dua besar sudah luar biasa. Ini pertama kalinya Kaltim, khususnya Balikpapan, menembus ajang nasional.

Semoga tahun depan wakil kita tampil lebih baik di Bali,” ucapnya. Selain penobatan pemenang, acara juga disertai pelantikan pengurus baru Dewan Duta Wisata Indonesia periode 2025–2029, dengan Anak Agung Gede A. Fajar Pramesta terpilih sebagai ketua umum. Ajang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia siap membawa semangat baru untuk memajukan pariwisata nasional yang kreatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma dalam kegiatan Soccer Clinic 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Suasana semangat olahraga mewarnai Stadion Batakan pada Sabtu (8/11/2025) pagi. Kegiatan Soccer Clinic resmi dibuka oleh Wali Kota Balikpapan melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Ratih Kusuma.

Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara PT Bayan Resources Tbk, yang dipimpin Ir. Suhud Wahyudi, dan Ventforet Kofu dari Jepang yang diwakili langsung oleh Presiden Direktur, Mr. Sakuma Satoru.

Dalam sambutannya, Ratih Kusuma menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar latihan sepak bola, tetapi juga media pembelajaran karakter bagi anak-anak usia dini. “Soccer Clinic ini menjadi wadah edukatif bagi anak-anak untuk mengenal teknik dasar sepak bola dengan cara yang menyenangkan, sambil menanamkan nilai sportivitas sejak dini,” ujarnya.

Ratih menambahkan, pembinaan olahraga di Balikpapan tidak hanya berfokus pada satu cabang, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih luas dan berkelanjutan. Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi perusahaan lain agar ikut ambil bagian dalam pengembangan berbagai cabang olahraga di Kota Minyak.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Bayan Resources dan Ventforet Kofu terhadap pembinaan sepak bola anak. Semoga langkah ini memotivasi pihak lain untuk mendukung cabor lain yang juga potensial di Balikpapan,” tuturnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 Wita itu diikuti oleh puluhan anak dari berbagai sekolah dan komunitas sepak bola lokal. Selain mempelajari teknik dasar seperti dribbling, passing, dan shooting, peserta juga mendapat pembinaan tentang pentingnya kerja sama tim, disiplin, serta menjaga semangat sportif di lapangan.

Lebih dari sekadar pelatihan, Soccer Clinic ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter positif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak internasional dalam memperkuat pembinaan atlet usia dini di Balikpapan.

“Semangat kami adalah menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. Anak-anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi atlet profesional maupun generasi yang mencintai olahraga,” tutup Ratih Kusuma.

Dengan semangat kolaborasi ini, Balikpapan meneguhkan diri sebagai kota yang tidak hanya peduli pada prestasi olahraga, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda melalui pendidikan dan sportivitas.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Rombongan Asosiasi perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Kaltim 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kilauan cahaya dan gemerlap warna memenuhi BSCC Dome Balikpapan pada malam ketiga Balikpapan Fest 2025, Jumat (7/11/2025).

Ribuan pengunjung tampak antusias menikmati rangkaian penampilan yang memadukan kreativitas, budaya, dan seni fashion dari berbagai daerah di Indonesia. Panggung utama dibuka dengan parade busana dari Duta Wisata Indonesia yang menampilkan perwakilan dari 15 provinsi.

Setiap peserta tampil percaya diri memperagakan busana yang memadukan gaya modern dengan sentuhan kearifan lokal khas daerah masing-masing. Setelah itu, giliran Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Kalimantan Timur unjuk karya melalui deretan koleksi yang memukau.

Deretan karya yang ditampilkan antara lain Pesona Hutan Perawan oleh Ida Syachruni, ILLIMITE karya Ayu Anjaswara, Queen of Linggang Bingung Valley oleh Inggrid Assa R, Borneo Obscura karya Heni Harum, Asmaradana di Kota Raja karya Imam Mardioto, Senja di Bumi Borneo oleh Rones, hingga The Rebirth karya Tyasdani.

Nuansa pertunjukan semakin megah saat Kemala Etam Bhayangkari tampil dengan fashion dance yang memukau penonton. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, menyebut hari ketiga Balikpapan Fest menjadi bukti nyata sinergi antara kreativitas dan budaya. “Parade busana kali ini menampilkan kolaborasi luar biasa dari Duta Wisata Indonesia, Bhayangkari Polda Kaltim, dan APPMI Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ratih menilai karya-karya yang dipamerkan sarat dengan nilai kearifan lokal dan memperlihatkan keberagaman budaya Nusantara. “Saya melihat masyarakat sangat menikmati karena ada perpaduan antara musik, fashion, dan budaya yang kuat,” katanya.

Ia juga menegaskan, tahun ini menjadi sejarah baru bagi Balikpapan yang dipercaya sebagai tuan rumah pertama pemilihan Duta Wisata Indonesia tingkat nasional. “Biasanya acara ini digelar di tingkat provinsi, tapi kini Balikpapan dipercaya menjadi tuan rumah. Ada 15 provinsi yang ikut, dan grand final akan berlangsung Minggu besok,” jelasnya.

Dengan penuh semangat, Ratih mengaku optimistis perwakilan Kalimantan Timur mampu menembus tiga besar. “Optimis 100 persen! Kalau menang, kita rayakan bersama,” ucapnya tersenyum. Selain parade busana, delapan desainer lokal asal Kalimantan Timur turut tampil memamerkan karya yang mengangkat tema kearifan lokal. “Kami ingin menunjukkan bahwa Kaltim memiliki potensi besar di bidang fashion,” tutup Ratih.

Balikpapan Fest 2025 akan berlanjut hingga Minggu (9/11/2025) dengan puncak acara Grand Final Duta Wisata Indonesia 2025, menegaskan Balikpapan sebagai kota kreatif dan pusat budaya yang bersinar di kancah nasional.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Gelaran Duta wisata Indonesia 2025 di BSCC Dome

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung pariwisata nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang Duta Wisata Indonesia 2025 digelar di tingkat nasional oleh sebuah kota, bukan provinsi.

Pencapaian ini menegaskan posisi Balikpapan sebagai salah satu daerah dengan geliat pariwisata dan ekonomi kreatif yang semakin kuat di Indonesia timur.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan untuk menjadi tuan rumah perhelatan bergengsi tersebut. “Ini pertama kalinya kegiatan Duta Wisata Indonesia tingkat nasional dilaksanakan oleh kota, bukan provinsi.

Balikpapan menjadi pelopor dan hal ini menunjukkan bahwa keberadaan forum Duta Wisata Balikpapan diakui secara nasional,” ujarnya saat ditemui di BSCC Dome, Jumat (7/11/2025) malam.

Ratih menjelaskan, penghargaan ini menjadi bukti nyata kiprah aktif Forum Duta Wisata Balikpapan yang selama ini konsisten mempromosikan potensi daerah melalui berbagai kegiatan kreatif. Tidak hanya dikenal di tingkat lokal, forum ini juga telah berulang kali meraih prestasi di ajang nasional. “Anak-anak muda kita luar biasa.

Mereka bukan hanya berperan sebagai duta pariwisata, tapi juga agen perubahan yang membawa semangat positif untuk memperkenalkan Balikpapan ke seluruh Indonesia,” tuturnya. Lebih dari sekadar kompetisi, penyelenggaraan Duta Wisata Indonesia 2025 turut memberikan dampak ekonomi bagi warga kota.

Selama kegiatan berlangsung, sektor UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal ikut merasakan manfaat dari peningkatan aktivitas wisata dan transaksi perdagangan. “Dari rangkaian acara ini, kami menargetkan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp5 miliar dengan kunjungan lebih dari 40 ribu orang. Realisasinya bahkan sudah melampaui ekspektasi awal,” jelas Ratih.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak utama pariwisata daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media menjadi kunci untuk terus memperkuat citra Balikpapan sebagai destinasi unggulan. “Saya optimistis potensi Balikpapan akan semakin dikenal luas. Peran media sangat penting untuk membantu mempromosikan kota ini agar lebih banyak wisatawan datang,” ujarnya sambil tersenyum.

Ajang Duta Wisata Indonesia 2025 sendiri merupakan bagian dari Balikpapan Fest 2025, yang digelar di BSCC Dome dengan beragam kegiatan seperti fashion show, pameran UMKM, dan pertunjukan budaya dari 15 provinsi di Indonesia. Dari Kalimantan Timur, dua wakil daerah, Muhammad Fadil dan Arum, tampil membanggakan membawa nama daerah di panggung nasional.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kejuaraan Pickle Ball Balikpapan Open 2025 resmi dibuka

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Lapangan Pickle Ball Balikpapan Tennis Stadium (BTS) dipenuhi semangat sportivitas pada Kamis (6/11/2025) saat kejuaraan Pickle Ball Balikpapan Open 2025 resmi dibuka. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 November, ini mengusung tema “Olahraga Maju, Balikpapan Juara.”

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan peserta, tamu undangan, dan penonton. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, hadir mewakili Wali Kota Balikpapan untuk membuka kegiatan secara resmi.

Turut hadir Ketua IPF Balikpapan Yudhi Saharuddin, serta Kabid Keolahragaan Disparpora Balikpapan M. Norhan yang mendampingi jalannya seremoni pembukaan. Dalam keterangannya, M. Norhan menyebutkan bahwa kejuaraan tahun ini mendapat sambutan luar biasa dari komunitas pickle ball, baik nasional maupun internasional.

“Dari Balikpapan sendiri ada sekitar 150 peserta. Bahkan ada yang datang dari luar negeri seperti Perancis, Australia, dan Singapura,” ujarnya.

Norhan menambahkan, total terdapat 205 peserta yang terdaftar mewakili berbagai daerah di Indonesia, termasuk NTB, Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, serta seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Menurutnya, antusiasme besar ini menjadi bukti bahwa pickle ball mulai digemari masyarakat luas. “Dulu olahraga ini dikenal sebagai permainan rekreasi, namun kini sudah berkembang menjadi cabang prestasi. Melalui turnamen ini, kami ingin menularkan semangat itu ke masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya minat kalangan pelajar terhadap olahraga tersebut. “Sekarang banyak anak SD hingga SMA yang ikut bermain dan bertanding. Ini menjadi harapan besar untuk lahirnya atlet-atlet muda berbakat di Balikpapan,” tambahnya optimistis.

Sementara itu, Irfan Taufik dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini yang dianggap sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya olahraga di kota minyak. “Pickle ball berkembang pesat karena bisa dimainkan oleh semua usia. Ajang seperti ini memperkuat nilai sportivitas sekaligus memperluas partisipasi warga dalam kegiatan olahraga,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan akan terus mendukung kegiatan olahraga yang berdampak positif terhadap pembentukan karakter, persaudaraan, dan gaya hidup sehat. “Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan turnamen ini ajang mempererat persahabatan,” pesannya.

Kejuaraan Pickle Ball Balikpapan Open 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan olahraga pickle ball di Balikpapan, sekaligus membuka peluang bagi kota ini untuk menjadi tuan rumah kejuaraan berskala nasional bahkan internasional di masa mendatang.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Gelaran Balikpapan Fest 2025 resmi dibuka

SWARAREPUBLIKA.comBALIKPAPAN — Gelaran Balikpapan Fest 2025 resmi dibuka secara meriah di Dome Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), Kamis (6/11/2025) malam.

Festival bergengsi yang dibuka langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud ini menjadi satu-satunya perwakilan Kalimantan Timur dalam daftar 110 Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kemeriahan tampak sejak awal acara. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan, pembukaan festival diawali penampilan paduan suara dan tari khas Barito Timur. Suasana semakin semarak dengan kolaborasi empat sanggar seni lokal, yakni Mawar, Mathilda, AW Studio, dan Leli Master. “Simbol dimulainya festival ditandai dengan pemukulan Jatung Utang. Setelah itu, pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan seperti tarian, musik, hingga peragaan busana,” ungkap Ratih.

Ia menambahkan, Balikpapan Fest akan berlangsung selama empat hari, 6–9 November 2025. “Akan ada Balikpapan Got Talent, fashion show dari Duta Wisata, Bhayangkari Polda Kaltim, dan Asosiasi Perancang Mode Kaltim.

Puncaknya, penampilan Dewa 19 dan Faris Adam akan menutup festival pada Sabtu malam,” jelasnya. Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan dan para pelaku UMKM. “Balikpapan Fest adalah wadah kreativitas sekaligus panggung bagi UMKM lokal. Inilah bukti nyata bahwa pemerintah terus berpihak pada pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Rahmad menargetkan nilai transaksi UMKM di ajang ini bisa mencapai Rp5 miliar, naik dari capaian tahun lalu Rp5,2 miliar dengan target awal Rp4 miliar. “Pemerintah memang efisien dalam anggaran, tetapi ekonomi tetap digerakkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Kemenparekraf melalui Staf Ahli Menteri, Dadang Rizki Rahman, yang menilai Balikpapan sukses menghidupkan semangat kolaborasi dan kreativitas daerah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Baihaqi, menegaskan, “Balikpapan Fest bukan sekadar hiburan, melainkan wadah memperkuat karakter dan solidaritas masyarakat.” Selama empat hari pelaksanaan, festival ini menargetkan 40 ribu pengunjung dengan menampilkan pameran UMKM, pertunjukan budaya, musik, kompetisi olahraga, hingga hiburan keluarga.

“Melalui Balikpapan Fest, kami ingin menegaskan bahwa Balikpapan bukan hanya kota industri, tapi juga kota kreatif yang kaya potensi pariwisata,” tutup Rahmad Mas’ud.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Balikpapan Fest 2025 perkuat sektor UMKM

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Balikpapan Fest 2025. Ajang tahunan ini bukan sekadar pameran produk, melainkan wadah strategis bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan inovasi sekaligus memperluas jaringan bisnis mereka.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan tahun ini meningkat pesat. Dari total 207 pendaftar, hanya 90 UMKM yang dinyatakan lolos kurasi dan mendapatkan kesempatan untuk memamerkan produknya. “Animo masyarakat luar biasa tinggi.

Proses seleksi dilakukan dengan ketat agar peserta yang tampil benar-benar siap dari segi kualitas produk, kemasan, dan pelayanan,” ujarnya saat ditemui di Dome BSCC Balikpapan, Kamis (6/11/2025) malam.

Selain UMKM terpilih, festival ini juga menghadirkan 20 stan dari instansi pemerintah, termasuk jajaran Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, Kodam VI/Mulawarman, dan Dharma Wanita, serta 10 tenant dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Ragam produk yang dipamerkan pun beragam—mulai dari kuliner, minuman, dessert, kriya, hingga fashion khas daerah.

Ratih menegaskan, Balikpapan Fest bukan sekadar arena jualan musiman, melainkan langkah nyata pemerintah untuk membantu UMKM naik kelas. “Tujuannya agar para pelaku usaha tidak hanya memperoleh keuntungan sesaat, tapi juga membangun jejaring yang kuat dan berkelanjutan,” terangnya.

Tahun ini, Disporapar menargetkan nilai transaksi sebesar Rp5 miliar selama empat hari pelaksanaan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme itu muncul dari antusiasme pengunjung dan kualitas produk yang semakin baik setiap tahunnya. “Melihat tren positif dari penyelenggaraan sebelumnya, kami yakin target tahun ini bisa tercapai,” tutur Ratih.

Untuk memperluas peluang penjualan, area festival dibuka sejak pagi hingga malam hari dengan berbagai aktivitas pendukung seperti pertunjukan musik, lomba tematik, dan promosi interaktif bagi tenant. Konsep ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus memperkuat branding UMKM Balikpapan. Dari pemerintah pusat, Staf Ahli Kemenparekraf, Dadang Rizki Rahman, turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas pelaku usaha di kota ini.

“Balikpapan Fest menunjukkan bahwa ekonomi kreatif di luar Jawa juga tumbuh pesat. Para pelaku UMKM di sini mampu menghadirkan inovasi yang tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Baihaqi, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting menuju kemandirian ekonomi daerah. “Kami ingin ekonomi Kaltim tidak lagi bergantung pada sumber daya alam, tapi juga berkembang lewat produk lokal yang bernilai tambah tinggi,” katanya.

Pemerintah menargetkan 40 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Dengan dukungan kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Balikpapan Fest 2025 diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu membawa UMKM Balikpapan menembus pasar nasional bahkan internasional.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma diacara pembukaan BPN Fest 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus memperkuat identitas kota melalui pengembangan wisata berbasis seni dan budaya lokal. Salah satu strategi yang kini dijalankan adalah menggandeng berbagai sanggar seni untuk berkolaborasi dalam agenda pariwisata dan event daerah.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam menarik minat wisatawan sekaligus memperkaya pengalaman mereka saat berkunjung. “Kami memiliki banyak potensi budaya yang bisa dikemas menjadi atraksi menarik. Karena itu, kami menggandeng sanggar-sanggar seni agar kearifan lokal dapat tampil di setiap destinasi wisata,” ujarnya saat ditemui di BSCC Dome Balikpapan, Kamis (6/11/2025) malam.

Ratih menjelaskan, saat ini sudah ada 13 sanggar seni yang tergabung dalam program Pesona Balikpapan. Namun, jumlah tersebut masih akan terus bertambah. Disporapar berencana menggelar pertemuan besar pada akhir tahun nanti untuk melakukan evaluasi sekaligus membuka peluang bagi sanggar-sanggar baru yang ingin bergabung.

“Masih banyak sanggar yang aktif namun belum tergabung. Kami ingin mereka memiliki wadah dan kolaborasi yang jelas. Jadi nanti kami lakukan evaluasi agar sanggar-sanggar baru bisa ikut serta dan memberikan warna baru bagi pariwisata Balikpapan,” katanya.

Selain membuka ruang kolaborasi, Disporapar juga terus melakukan pendampingan administratif dan tata kelola agar para pelaku seni dapat beroperasi secara profesional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sanggar seni memiliki struktur organisasi, legalitas, serta alamat yang jelas sehingga memudahkan kerja sama dengan pemerintah. “Kami dorong mereka untuk tertib administrasi. Dengan begitu, Disporapar bisa memberikan dukungan secara resmi, termasuk dari sisi promosi dan peluang tampil di berbagai acara tingkat kota maupun nasional,” tambah Ratih.

Ratih menilai, semakin sering sanggar seni mendapat kesempatan tampil, semakin besar pula peluang mereka berkembang dan dikenal luas. Pemerintah pun berharap kreativitas para pelaku seni Balikpapan bisa menembus panggung nasional bahkan internasional. “Semakin sering mereka tampil, semakin tajam kemampuan dan kreativitasnya. Kami ingin karya mereka dikenal lebih luas, sehingga Balikpapan bukan hanya dikenal sebagai kota minyak, tetapi juga sebagai kota yang hidup dengan budaya,” tutur Ratih.

Ia menegaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan promosi, melainkan juga harus menumbuhkan kekuatan budaya lokal. “Yang membuat wisatawan datang kembali bukan hanya pemandangan atau fasilitas, tapi pengalaman otentik yang menyentuh hati. Dan di situlah peran sanggar seni sebagai roh pariwisata Balikpapan,” tutupnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma diacara Challenge Duwis Talk di ITK

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Upaya memperkuat peran generasi muda dalam memajukan sektor pariwisata kembali digaungkan melalui kegiatan Challenge Duwis Talk yang digelar di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Kamis, 6 November 2025.

Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita ini menjadi ruang edukasi sekaligus kolaborasi bagi para peserta untuk memahami lebih dekat potensi besar wisata Kalimantan Timur dan bagaimana kaum muda bisa turut mengambil peran strategis dalam pengembangannya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan hadir sekaligus membuka secara resmi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa promosi pariwisata tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif anak muda yang memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi, serta jejaring yang luas.

Menurutnya, Duta Wisata merupakan representasi penting dalam menyebarkan narasi positif tentang kekayaan budaya dan destinasi lokal kepada masyarakat nasional maupun internasional. Kehadiran sejumlah tokoh penting turut memperkuat kualitas diskusi dalam kegiatan ini. Wakil Rektor ITK, Ketua Yayasan Duta Wisata Indonesia, Ketua DPN ADWINDO, serta para dewan juri Pemilihan Duta Wisata hadir memberikan pandangan terkait tantangan dan peluang pariwisata daerah.

Mereka sepakat bahwa transformasi sektor pariwisata membutuhkan figur-figur muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan advokasi, teknologi digital, serta kepekaan terhadap isu keberlanjutan. Melalui Duwis Talk, peserta diajak mendalami bagaimana peran Duta Wisata telah berkembang dari sekadar ikon promosi menjadi agen perubahan.

Dalam sesi diskusi, para Duta Wisata Nasional yang hadir membagikan pengalaman mereka dalam menjalankan tugas di daerah masing-masing. Mulai dari strategi mengenalkan destinasi lokal, membangun konten kreatif di media sosial, hingga menghadirkan inovasi kegiatan berbasis komunitas, semuanya menjadi inspirasi baru bagi mahasiswa dan peserta lainnya.

Para peserta juga diberi pemahaman bahwa sektor pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa memperhatikan aspek pelestarian budaya, kesejahteraan masyarakat lokal, dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, setiap gagasan yang lahir dari generasi muda diharapkan mampu membawa dampak positif jangka panjang.

Kegiatan Duwis Talk di ITK ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi pariwisata merupakan langkah penting dalam mencetak generasi muda yang siap menjadi wajah baru promosi wisata Kalimantan Timur. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, acara ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga momentum untuk membangun komitmen bersama demi memperkuat identitas pariwisata daerah di panggung nasional.

(ADV/Disporapar)

  1. Balikpapan Kirim Wakil Terbaik, Ratih Kusuma Lepas Duta Wisata Menuju Ajang Nasional 2025
  2. Dewa 19 Guncang Balikpapan Tanpa Tiket Masuk! HDCI Hadirkan Pesta Spektakuler
  3. Balikpapan Siap Jadi Pusat Perhatian Nasional di Ajang Duta Wisata Indonesia 2025
  4. Balikpapan Fest 2025: Panggung Kolaborasi Budaya dan Kebangkitan Ekonomi Kota Minyak
  5. FDB Raih Predikat Organisasi Kepemudaan Berprestasi, Bukti Kiprah Pemuda Balikpapan Makin Bersinar
  6. Kolaborasi Pemuda dan Ekraf Warnai Penutupan Wiramuda Expo Balikpapan Selatan
  7. Semangat Lokal Sambut Tim WIA 2025 di Taman Wisata Pringgodani
  8. Pringgodani, Harmoni Alam dan Tradisi yang Menyatu di Balikpapan Timur
  9. Taman Wisata Pringgodani Masuk 30 Besar Wonderful Indonesia Award 2025, Bukti Keberhasilan Wisata Berbasis Masyarakat
  10. Wira Muda Expo 2025 Resmi Dibuka, Ajang Kolaborasi dan Kreativitas Pemuda Balikpapan
  11. Eksotika Teritip: Rumah Adat Dayak dan Penangkaran Buaya Jadi Pesona Baru Balikpapan
  12. Kebun Raya Balikpapan Disulap Jadi Magnet Wisata Edukasi dan Sentra UMKM Kreatif
  13. Pringgodani Masuk 15 Besar ADWI 2025, Disporapar Balikpapan Perkuat Pembinaan Wisata Berbasis Masyarakat
  14. Pemuda Balikpapan Raih Best Delegate di Ajang Inovasi Internasional
  15. Natsya Sintia: Pelopor Muda Balikpapan yang Bawa Dunia Modeling ke Level Nasional
  16. Lukman Ari, Sosok Pemuda Menginspirasi yang Persembahkan Prestasi untuk Balikpapan
  17. SKEMA Kembali Ukir Prestasi, Wujud Semangat Pemuda Balikpapan di Hari Sumpah Pemuda
  18. HDCI Balikpapan Gelar Kalimantan Bike Week 2025, Dewa 19 Siap Guncang Balikpapan Fest
  19. Semangat Sumpah Pemuda, Disporapar Teguhkan Kolaborasi Pemuda Balikpapan Bangun Daerah
  20. FOSSBI U12 2025: Ajang Cetak Bibit Muda Sepak Bola Balikpapan