Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma secara resmi lepas para duta Balikpapan menuju pemilihan Duta wisata Nasional 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali mengirimkan wakil terbaiknya untuk tampil di panggung nasional. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, secara resmi melepas para Duta Wisata Balikpapan yang akan mengikuti ajang Pemilihan Duta Wisata Nasional 2025.

Prosesi pelepasan tersebut berlangsung pada Selasa, 4 November 2025, di kantor Disporapar Balikpapan, dimulai pukul 06.30 Wita hingga selesai. Dalam kesempatan itu, Ratih Kusuma menegaskan bahwa para duta yang terpilih merupakan figur generasi muda yang telah melalui berbagai tahapan seleksi dan dinilai siap mengemban tanggung jawab besar sebagai wajah Kota Balikpapan.

Mereka akan mengikuti rangkaian Pra Karantina yang digelar pada 4–9 November 2025 di Novotel Balikpapan, sebelum melanjutkan ke tahapan final tingkat nasional. Ratih menyampaikan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan potensi daerah, budaya, dan karakter masyarakat Balikpapan yang dikenal ramah serta menjunjung tinggi nilai keberagaman.

Oleh karena itu, ia berharap para peserta mampu membawa nama baik daerah dengan menunjukkan kualitas terbaik yang mereka miliki. “Kami ingin para duta ini memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Mereka sudah dibekali dengan wawasan yang luas, kemampuan komunikasi yang baik, serta integritas yang harus dijaga. Selain itu, jiwa sosial juga menjadi aspek penting yang perlu ditunjukkan selama mengikuti kegiatan nasional ini,” ujar Ratih dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan di ajang nasional tidak hanya diukur dari gelar, tetapi juga dari kemampuan peserta mempromosikan potensi wisata dan memperkuat citra positif Balikpapan. Menurutnya, partisipasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berprestasi, dan membawa daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Ratih juga menuturkan bahwa dukungan masyarakat memegang peranan penting dalam keberhasilan perwakilan Balikpapan. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur untuk memberikan doa serta dukungan moral bagi para duta wisata yang akan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Balikpapan dan Kaltim. Semoga wakil kita mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kota Balikpapan di kancah nasional,” tambahnya.

Dengan semangat dan bekal yang telah diberikan, para Duta Wisata Balikpapan diharapkan mampu menunjukkan dedikasi dan profesionalisme selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pemerintah Kota Balikpapan optimistis bahwa keikutsertaan mereka akan memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata daerah serta memperkuat posisi Balikpapan sebagai salah satu kota dengan potensi wisata yang terus berkembang di Kalimantan Timur.

(ADV/Disporapar)

Ketua HDCI Balikpapan Ahmad Rustam

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Akhir tahun di Kota Balikpapan bakal semakin semarak. Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan siap menggelar pesta akbar bertajuk Balikpapan Fest 2025, yang akan menghadirkan konser gratis Dewa 19 serta rangkaian kegiatan sosial dan olahraga untuk masyarakat.

Event bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi antara HDCI Balikpapan dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan. Tidak hanya menampilkan hiburan musik dari band legendaris Indonesia, acara ini juga menghadirkan pelaku UMKM lokal serta ratusan bikers dari berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.

Ketua HDCI Balikpapan, Ahmad Rustam, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membuktikan komunitas motor besar bukan sekadar ajang hobi, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat dan ekonomi daerah. “Tahun ini kami berkolaborasi dengan Disporapar Balikpapan.

Kami ingin memberikan hiburan gratis untuk masyarakat, menghadirkan Dewa 19, melibatkan UMKM lokal, dan menyambut sekitar 500 bikers dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada dari Brunei dan Malaysia,” ujar Rustam saat konferensi pers di Atrium Plaza Balikpapan, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025, yang menjadikan Balikpapan sebagai salah satu pusat perhatian pariwisata nasional pada penghujung tahun. Selain konser, HDCI Balikpapan turut menyiapkan kegiatan sosial dan olahraga.

Pada 9 November nanti akan digelar Fun Run bekerja sama dengan komunitas lari Balikpapan, dengan titik start dan finish di Grand City. Disusul turnamen golf terbuka dan aksi bakti sosial di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), berupa santunan untuk 256 anak stunting.

Di sisi lain, HDCI juga menggelar aksi sosial di Balikpapan berupa pembangunan sumur bor air bersih bagi warga yang masih kesulitan air. “Kami menyalurkan bantuan untuk anak-anak dan membangun sumur bor yang bisa dimanfaatkan oleh sekitar 50 kepala keluarga serta musala di kawasan tersebut,” jelas Rustam.

Seluruh kegiatan ini dibuka gratis untuk masyarakat, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan daerah. Rustam menegaskan, acara ini menjadi wujud nyata dari moto organisasi HDCI, “Brotherhood in the Name of Charity.” Kami ingin membuktikan bahwa komunitas motor besar bukan hanya soal gaya hidup, tapi wadah untuk berbagi, membantu, dan membangun kebersamaan,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat Balikpapan untuk hadir dan meramaikan pesta akhir tahun yang dijanjikan berlangsung meriah dan berkesan.

(*)

Disporapar rapat kordinasi Event kepariwisataan 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Semangat pariwisata dan kreativitas lokal akan berpadu di Kota Balikpapan yang dipercaya menjadi tuan rumah Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025, salah satu kegiatan bergengsi dalam kalender Event Kepariwisataan Nasional 2025.

Acara ini akan berlangsung awal November di Hotel Novotel Balikpapan dengan menghadirkan peserta dari 17 provinsi di seluruh Indonesia. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyebut ajang ini bukan sekadar kompetisi duta wisata, tetapi juga sarana strategis untuk menampilkan potensi unggulan daerah. 

“Balikpapan dipercaya menjadi tuan rumah karena dianggap siap dari segi fasilitas dan koordinasi lintas instansi. Kami berharap kegiatan ini memberi dampak pada promosi wisata dan penguatan ekonomi kreatif lokal,” ujarnya usai rapat koordinasi di Aula Disporapar, Senin (3/11/2025).

Rangkaian kegiatan dimulai 5 November 2025 dengan pembukaan resmi dan gala dinner bersama Wali Kota Balikpapan, tamu kehormatan daerah, serta perwakilan dari seluruh provinsi peserta. Keesokan harinya, para finalis akan melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Galeri Dekranasda, dan sentra oleh-oleh Kebun Sayur untuk mengenal potensi lokal sekaligus mengikuti motion challenge, ujian tertulis, dan sesi wawancara menjelang malam penobatan.

Pada 7 November, peserta dijadwalkan mengunjungi Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan diterima langsung oleh Kepala Otorita IKN, dilanjutkan dengan fashion show busana adat dari seluruh provinsi. Kemudian pada 8 November, acara akan diramaikan dengan Kalimantan Bike Week, Kongres ADWINDO, serta konser musik menampilkan Dewa 19 sebagai bintang utama.

Malam puncak Grand Final akan digelar 9 November 2025. Perwakilan event organizer Poros Senyawa, Deanlin, menuturkan bahwa seluruh kebutuhan teknis dan tata panggung telah disiapkan sejak awal pekan.

“Kami memasang dekorasi utama menghadap area ATM dengan backstage di belakang. Selain itu, tersedia stan UMKM, pos kesehatan, serta parkir VIP. Pengunjung umum diarahkan ke area perkantoran,” jelasnya.

Deanlin menambahkan, di lantai atas juga akan berlangsung Balikpapan Tourism Forum, yang mempertemukan pelaku pariwisata, investor, dan pengusaha kreatif, disertai zona interaktif serta mini games bagi pengunjung.

“Kami ingin setiap kegiatan memberi ruang partisipatif, bukan hanya tontonan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Balikpapan Kompol Jajat Sudrajat memastikan kesiapan keamanan sesuai standar nasional. “Pos utama kami berada di luar pagar depan area bendera. Seluruh akses pengunjung difokuskan ke jalur lapangan bendera untuk menjaga kelancaran arus,” terangnya.

Ia menambahkan, kapasitas parkir diperkirakan meningkat karena penampilan Dewa 19. “Kami menyiapkan barier tambahan dan pengamanan VIP sebelum izin final diterbitkan,” tegasnya. Seluruh kegiatan akan berakhir 10 November, bertepatan dengan kepulangan peserta ke daerah asal.

Ajang ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat citra Balikpapan sebagai kota wisata penyangga IKN sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif di kawasan timur Indonesia. 

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Press Conference Balikpapan FEST 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan nasional lewat penyelenggaraan Balikpapan Fest 2025, agenda tahunan yang kini memasuki edisi keenam.

Festival ini akan digelar pada 6–9 November 2025 di Dome Balikpapan, mengusung tema “Harmoni Nusantara” sebagai wujud persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan tiga identitas kultural Kalimantan Timur: pesisir, pedalaman, dan keraton. “Lambang Balikpapan Fest berbentuk tiga batu bertumpuk yang bermakna ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Filosofi ini menjadi semangat kami dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” ujarnya dalam konferensi pers di Plaza Balikpapan, Senin (3/11/2025).

Ratih menuturkan, Balikpapan Fest kembali lolos kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjadikannya satu dari 114 event nasional tahun ini. Sejak 2020, Balikpapan Fest konsisten masuk daftar KEN dan kini tengah mempersiapkan seleksi untuk 2026. Tahun ini, festival melibatkan 2.794 talenta, 41 komunitas seni dan olahraga, serta 120 tenant UMKM, dengan target kunjungan 40.000 orang dan potensi perputaran ekonomi mencapai Rp5 miliar. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya hiburan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi pelaku kreatif lokal,” ujar Ratih.

Rangkaian acara dimulai 6 November dengan pembukaan dan pertunjukan seni, disusul Fashion Ceremony bersama HIPMI Kaltim dan Metamodel Bhayangkari pada 7 November. Puncak kemeriahan hadir 8 November dengan Tarian Kolosal dan konser Dewa 19, lalu ditutup 4 Point Run yang diikuti 1.300 peserta.

Dalam waktu bersamaan, Balikpapan juga menjadi tuan rumah Pemilihan Duta Wisata Indonesia ke-17, Balikpapan Tourism Forum dengan konsep Business to Business untuk mempertemukan investor dan pelaku wisata, serta Kalimantan Bike Week yang menampilkan budaya urban dan otomotif. Ratih menegaskan, kesiapan akomodasi dan layanan wisata menjadi perhatian utama.

“Kami ingin Balikpapan tumbuh sebagai kota global yang memadukan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma dalam Forum Duta Wisata Balikpapan 

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN — Forum Duta Wisata Balikpapan (FDB) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pemuda yang solid, kreatif, dan berprestasi.

Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025, FDB dinobatkan sebagai Organisasi Kepemudaan Berprestasi Kota Balikpapan, sebuah penghargaan yang menegaskan komitmen mereka dalam memajukan pariwisata serta mengembangkan potensi generasi muda.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut. Ia menilai FDB berhasil menjadi contoh organisasi kepemudaan yang dikelola secara profesional, dengan program yang berkesinambungan dan berdampak positif bagi masyarakat. “Ini menandakan bahwa mereka sudah mampu memanajemen organisasi dengan baik. Setiap kegiatan dikemas secara matang dan penuh inovasi,” ujarnya saat konferensi pers, Minggu (2/11/2025).

Ratih menambahkan, penghargaan ini mencerminkan semangat sinergi pemuda Balikpapan yang semakin menguat. Menurutnya, FDB telah menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk terus berkontribusi melalui kegiatan kreatif dan edukatif yang mendukung kemajuan pariwisata kota. Ia juga memberikan dukungan khusus kepada dua anggota FDB, Muhammad Fadil dan Arum, yang mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025. “Kami sangat bangga, semoga Fadil dan Arum bisa membawa nama baik Kalimantan Timur di tingkat nasional,” tuturnya.

Ratih turut menyoroti kebanggaan lain bagi Balikpapan karena dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang nasional tersebut. “Kita bersyukur Balikpapan menjadi lokasi pelaksanaan. Dari 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten kota, kesempatan ini adalah kebanggaan besar. Ini menandakan Balikpapan siap sebagai kota kreatif, wisata, dan inovatif,” ucapnya penuh semangat.

Dengan lantang, Ratih pun membuka ajang bergengsi itu secara resmi. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Arum dan Fadil goes nasional Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025, secara resmi saya nyatakan dibuka,” serunya disambut tepuk tangan meriah. Sementara itu, Ketua Adwindo Kalimantan Timur, Dwie Arum Meynina, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan harapan besar bagi kedua perwakilan tersebut. “Kami tidak hanya berharap kemenangan, tetapi juga agar mereka mampu membawa semangat baru bagi pariwisata Kalimantan Timur,” katanya.

Ia menilai Fadil merupakan figur muda yang telah berkontribusi nyata dalam pengembangan pariwisata inklusif di daerah. “Fadil banyak memberikan dampak positif di sektor pariwisata inklusif. Kami yakin Fadil dan Arum mampu memberikan yang terbaik serta mengharumkan nama Kalimantan Timur di kancah nasional,” tambahnya.

Rangkaian apresiasi dan dukungan itu menjadi motivasi baru bagi FDB untuk terus berkarya. Forum ini kini tidak hanya dikenal sebagai wadah duta wisata, tetapi juga sebagai simbol kreativitas dan regenerasi pemuda Balikpapan yang siap membawa pariwisata daerah menuju masa depan yang lebih gemilang.

(ADV/disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih Kusuma diacara penutupan  WiraMuda  EXPO di BSCC Dome

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Rangkaian kegiatan Wiramuda Expo, Jambore Vespa, dan Ekraf Balikpapan Selatan resmi berakhir pada Minggu (2/11/2025) di BSCC Dome Balikpapan. Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, yang sekaligus menandai berakhirnya perjalanan kegiatan serupa di enam kecamatan se-Kota Balikpapan.

Dalam sambutannya, Ratih menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disporapar dengan Kecamatan Balikpapan Selatan. Ia menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di lima kecamatan lainnya, mulai dari Balikpapan Utara, Tengah, Kota, Timur, hingga Barat, sebelum akhirnya ditutup di wilayah Balikpapan Selatan.

“Program ini menjadi wujud kolaborasi pemerintah daerah dengan para pemuda di seluruh kecamatan. Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi, dan berwirausaha,” ujar Ratih.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran dan pemberdayaan pemuda agar lebih produktif dan mandiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul semangat baru bagi generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan potensi wirausaha lokal. “Harapan kami, para pemuda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membuka usaha dan lapangan kerja baru,” lanjutnya.

Ratih juga menyoroti pentingnya sektor ekonomi kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, Ekraf Balikpapan Selatan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota yang terus berinovasi dan kreatif. “Kegiatan ekonomi kreatif seperti ini sangat penting untuk memajukan potensi lokal dan menjadi bagian dari identitas Kota Balikpapan sebagai Kota Kreatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh kecamatan kini berperan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kreativitas masyarakat menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.  “Setiap kecamatan sudah memiliki kegiatan serupa, dan itu menjadi bukti semangat kreatif di seluruh wilayah kota,” katanya.

Menutup sambutannya, Ratih berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan setiap tahun sebagai wadah bagi pelaku UMKM, komunitas, dan pemuda Balikpapan untuk memperluas jejaring serta memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  “Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM serta generasi muda yang kreatif,” tuturnya.

Dengan penuh rasa syukur, Ratih kemudian menutup acara tersebut secara resmi. “Dengan mengucap Alhamdulillahirabbilalamin, kegiatan Wiramuda Expo, Jambore Vespa, dan Ekraf Balikpapan Selatan saya nyatakan ditutup,” ucapnya.

Penutupan kegiatan ini menjadi penanda eratnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem kreatif serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda Balikpapan.

(ADV/Disporapar)

Tim dewan juri Wonderful Indonesia Award(WIA) 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Keceriaan pagi menyelimuti Taman Wisata Pringgodani di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, Sabtu (1/11/2025). Sejak matahari terbit, ribuan warga sudah memadati area taman untuk menyambut kedatangan tim dewan juri Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Kedatangan tim juri menjadi momen istimewa bagi masyarakat dan pelaku wisata lokal. Mereka menyiapkan penyambutan hangat dengan berbagai atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi Kalimantan Timur. Tari-tarian khas daerah menjadi pembuka acara, diiringi alunan musik etnik yang menggugah semangat para pengunjung.

Salah satu momen menarik terjadi ketika dewan juri, Udi Hartoko, ikut menari bersama penampil setelah mengenakan pakaian adat Suku Dayak. Suasana pun semakin hidup, disambut tepuk tangan dan sorak riuh dari pengunjung yang menikmati interaksi hangat tersebut.

Tak hanya disuguhi pertunjukan budaya, tim juri juga meninjau beragam stand kuliner dan karya seni hasil kreativitas masyarakat sekitar. Di kawasan kuliner, pengunjung menggunakan “uang kayu” sebagai alat transaksi dengan nilai nominal Rp5.000.

Inovasi ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana edukasi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Tak ketinggalan, sistem pembayaran digital melalui QRIS juga diterapkan untuk mendukung wisata berbasis teknologi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, yang turut mendampingi rombongan, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tahap verifikasi lapangan atas dokumen administrasi yang telah diserahkan sebelumnya.  “Mereka ingin melihat langsung bagaimana penerapan program dan kegiatan yang sudah kami laporkan, mulai dari atraksi wisata, peran UMKM, hingga pelayanan bagi wisatawan,” ujarnya.

Ratih menambahkan, tim juri juga menilai penerapan prinsip Sapta Pesona, seperti kebersihan, kenyamanan, ketertiban, dan keramahan warga.  “Karena areanya cukup luas, penilaian dibagi hingga mencakup destinasi Berlibur Rumah Kakek yang menjadi bagian dari Pringgodani,” jelasnya.

Ratih menyampaikan optimismenya terhadap semangat warga Teritip dalam menjaga budaya dan mengembangkan wisata edukatif.  “Pemberdayaan masyarakat di sini luar biasa. Saya yakin Pringgodani bisa meraih hasil terbaik,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Wisata Pringgodani Kuliner dan buah Ndeso 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Di balik laju modernisasi Kota Balikpapan yang kian pesat, masih tersisa ruang yang menenangkan bagi mereka yang ingin kembali pada akar budaya dan kesejukan alam.

Di kawasan Jalan Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, berdiri Taman Wisata Bukit Pringgodani, destinasi yang memadukan keindahan alam, warisan budaya, dan edukasi dalam satu kesatuan yang memikat. Pringgodani tidak sekadar tempat berlibur. Kawasan ini dirancang sebagai ruang hidup yang menjaga nilai-nilai tradisi agar tak terkikis oleh waktu.

Setiap sudutnya menampilkan nuansa lokal, mulai dari tata ruang, ornamen kayu, hingga interaksi pengunjung yang berpadu dengan harmoni alam sekitar. “Konsepnya ya tradisi, semua tradisi. Makanan yang dijual tradisi, pedagangnya juga berpakaian tradisi, bahkan alamnya pun dijaga agar tetap alami,” ujar Surata, pendiri sekaligus pengelola Pringgodani, saat ditemui Sabtu (1/11/2025).

Surata tidak hanya membangun tempat wisata, melainkan menumbuhkan ruang yang memuliakan kearifan lokal. Di area ini tumbuh ratusan pohon endemik Kalimantan, seperti ulin, kapur, dan meranti. “Totalnya sekitar 66 spesies, jumlahnya kurang lebih 5.000 pohon,” jelasnya sambil menunjukkan deretan pepohonan rindang yang menaungi kawasan tersebut.

Ciri khas lain Pringgodani adalah konsep ekonomi kreatif berbasis budaya. Pengunjung menggunakan “uang tradisi” dari bambu atau kayu sebagai alat tukar untuk bertransaksi di area wisata, menciptakan pengalaman unik dan edukatif. Sekitar 150 pedagang lokal berjualan tiap hari, menyajikan kuliner khas seperti nasi bakar, pisang gapit, dan minuman rempah.

Saat musim buah, jumlahnya bisa mencapai 200 pedagang. “Sekarang musim matoa, sebentar lagi cempedak mulai panen. Kalau musim buah, pengunjung makin ramai,” katanya. Lebih jauh, Pringgodani menjadi sarana pemberdayaan bagi tujuh RT di sekitarnya. Warga dilibatkan dalam pengelolaan lahan pertanian, kebun buah, dan sayuran. “Kami ingin anak-anak mengenal tradisi dari hasil bumi sendiri,” tutur Surata.

Dukungan pemerintah turut memperkuat eksistensinya. Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengungkapkan, Pringgodani kini menjadi salah satu kandidat Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025. “Penilaian menitikberatkan pada atraksi wisata, pengelolaan UMKM, dan penerapan Sapta Pesona. Saya yakin Pringgodani bisa menjadi yang terbaik,” ujarnya optimistis.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma di lokasi wisata Pringgodani Balikpapan timur 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Taman Wisata Pringgodani terus menorehkan prestasi membanggakan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkembang pesat. Berlokasi di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, kawasan ini berhasil masuk dalam 30 besar nominasi Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa tim penilai dari Kemenparekraf berkunjung langsung ke lokasi Pringgodani pada Jumat (31/10/2025) sore. Sebanyak 12 orang juri hadir untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus mencocokkan data dengan dokumen yang telah dikirimkan sebelumnya.

“Tadi tim dari Wonderful Indonesia Award hadir, kurang lebih sekitar 12 orang. Mereka melakukan verifikasi terhadap dokumen dan mendengarkan paparan dari kami,” jelas Ratih.

Menurut Ratih, hasil paparan tersebut mendapatkan apresiasi positif dari tim penilai. “Mereka menilai progres Pringgodani sangat cepat. Dari tahap rintisan hingga kini berkembang pesat, inovasinya banyak, pemberdayaan masyarakatnya berjalan baik, dan keberlanjutannya juga diperhatikan,” ujarnya.

Ratih menambahkan, pihaknya optimistis Pringgodani dapat melangkah lebih jauh di ajang nasional ini. “Kami berharap bisa masuk lima besar. Saat ini kami menunggu hasil akhir setelah seluruh 30 destinasi wisata selesai dinilai,” tuturnya. Ia menyebut, saran dari tim penilai terutama menekankan pentingnya menjaga aspek keberlanjutan dan regenerasi pengelola wisata. “Supaya pesonanya tetap terjaga dan tidak berhenti di generasi ini saja,” tambahnya.

Sementara itu, Udi Hartoko, salah satu dewan juri Wonderful Indonesia Award 2025, turut memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Ia menyebut prestasi Pringgodani merupakan bukti nyata peran aktif masyarakat dalam menggerakkan ekonomi melalui pariwisata lokal. “Kami ucapkan selamat untuk Pringgodani yang masuk sebagai salah satu terbaik di kategori desa wisata. Ini menarik, karena di kota besar seperti Balikpapan masih ada kelompok masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi berbasis pariwisata,” ungkapnya.

Udi menjelaskan, ajang Wonderful Indonesia Award tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan penguatan kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). “Kami tidak hanya menilai, tetapi juga memberikan pembinaan dan sosialisasi agar kelembagaan wisata di daerah semakin kuat,” terangnya.

Ia menambahkan, tahap penilaian awal masih berfokus pada pemeriksaan dokumen. “Hari ini kami melihat dokumen yang telah disubmit, dan besok kami akan meninjau langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian data,” pungkasnya.

(ADV/disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma bersama wakil walikota di acara Wira Muda Expo 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pemuda menggema di BSCC Dome Balikpapan. Jumat (31/10/2025) malam, Wira Muda Expo 2025 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Ratih Kusuma.

Dalam laporannya, Ratih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Disporapar dan Kecamatan Balikpapan Selatan, melibatkan berbagai organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif. “Kegiatan ini adalah kolaborasi kami bersama Kecamatan Balikpapan Selatan, di mana terdapat rangkaian Wira Muda Expo, Jambore Vespa, serta Ekraf Balikpapan Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025, di BSCC Dome Balikpapan. Agenda yang digelar antara lain Jambore Vespa, kontes Vespa, lomba dai muda, debat pemuda, menyanyi solo pop dan dangdut, serta berbagai lomba khas Balikpapan Selatan seperti lomba tumpeng, masakan nusantara, dan tarian daerah.

“Selain itu, kami juga mengadakan pemilihan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kebersihan dan lingkungan,” jelasnya.

Ratih menambahkan, Wira Muda Expo tahun ini menjadi lanjutan dari program roadshow yang sebelumnya telah digelar di sejumlah kecamatan. “Dari Balikpapan Utara, Tengah, Barat, dan kini di Balikpapan Selatan. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang memberikan wadah bagi pemuda serta pelaku UMKM untuk menyalurkan bakat, berwirausaha, dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai relevan dengan semangat Sumpah Pemuda. “Kegiatan seperti ini penting, karena memberi ruang bagi anak muda untuk berkarya dan berkreasi, baik melalui komunitas maupun wirausaha. Ini ajang yang mendorong mereka lebih percaya diri, inovatif, dan produktif,” ungkapnya.

Bagus menyebut, kegiatan ini juga menjadi upaya menggali isu-isu strategis yang sejalan dengan arah pembangunan nasional. “Kegiatan ini mengakomodasi tema besar seperti ketahanan pangan, energi, dan transformasi digital. Semua itu penting dalam membangun ketahanan ekonomi berbasis kreativitas anak muda,” katanya.

Ia menyinggung rendahnya tingkat entrepreneurship di Indonesia dibanding negara-negara ASEAN. Menurutnya, kegiatan seperti Wira Muda Expo dapat menjadi titik awal untuk membangun semangat berwirausaha. “Anak-anak muda sekarang punya akses digital yang luas. Banyak peluang usaha bisa dikembangkan, tinggal bagaimana mereka berani mencoba. Prinsipnya sederhana: amati, tiru, dan modifikasi. Dari situ, inovasi bisa lahir sesuai karakter daerah,” tuturnya.

Bagus berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk mengoptimalkan potensi kepemudaan. “Kita ingin para pemuda menjadi agen perubahan, menjadi contoh di masyarakat. Pemerintah akan terus memberi dukungan agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, ia secara resmi membuka kegiatan tersebut. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian kegiatan Wira Muda Expo 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.

  1. Eksotika Teritip: Rumah Adat Dayak dan Penangkaran Buaya Jadi Pesona Baru Balikpapan
  2. Kebun Raya Balikpapan Disulap Jadi Magnet Wisata Edukasi dan Sentra UMKM Kreatif
  3. Pringgodani Masuk 15 Besar ADWI 2025, Disporapar Balikpapan Perkuat Pembinaan Wisata Berbasis Masyarakat
  4. Pemuda Balikpapan Raih Best Delegate di Ajang Inovasi Internasional
  5. Natsya Sintia: Pelopor Muda Balikpapan yang Bawa Dunia Modeling ke Level Nasional
  6. Lukman Ari, Sosok Pemuda Menginspirasi yang Persembahkan Prestasi untuk Balikpapan
  7. SKEMA Kembali Ukir Prestasi, Wujud Semangat Pemuda Balikpapan di Hari Sumpah Pemuda
  8. HDCI Balikpapan Gelar Kalimantan Bike Week 2025, Dewa 19 Siap Guncang Balikpapan Fest
  9. Semangat Sumpah Pemuda, Disporapar Teguhkan Kolaborasi Pemuda Balikpapan Bangun Daerah
  10. FOSSBI U12 2025: Ajang Cetak Bibit Muda Sepak Bola Balikpapan
  11. Pemkot Balikpapan Perkuat Strategi Promosi dan Inovasi Destinasi Wisata
  12. Ajang Piala Gubernur Kaltim Squash Open 2025, 91 Atlet Adu Ketangkasan di Balikpapan
  13. Monpera Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Hidup dan Dinamis di Balikpapan
  14. Tugu Australia, Jejak Sejarah yang Perkuat Identitas Wisata Balikpapan
  15. Gamelan di Tepi Laut Iringi Semarak Gebyar Budaya di Pantai Manggar
  16. Pemkot Balikpapan Apresiasi Antusiasme Warga di APJI 41th Anniversary Food Run 2025
  17. Sumpah Pemuda Jadi Energi Baru, Disporapar Balikpapan Gerakkan Kolaborasi Generasi Muda
  18. Reses Halili Adinegara Fokus Tuntaskan Perbaikan Drainase di Gunung Samarinda
  19. Miss IIMS 2025 Jadi Panggung Perempuan Muda Balikpapan Menembus Dunia Otomotif
  20. Jaga Keseimbangan Wisata dan Budaya, Disporapar Balikpapan Ingatkan Pengelola Pantai Kilang Mandiri