SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Gelaran Balikpapan Fest 2025 kembali menunjukkan kontribusinya sebagai salah satu agenda kota yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan mencatat, total perputaran ekonomi yang tercipta sepanjang rangkaian kegiatan tahun ini mencapai sekitar Rp7 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), tenant kuliner dan produk kreatif, hingga sektor jasa transportasi yang ikut terdorong selama acara berlangsung.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa pergerakan ekonomi tersebut menggambarkan semakin besarnya daya tarik Balikpapan Fest sebagai ruang promosi, kolaborasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Ia menegaskan, acara ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang usaha yang langsung dirasakan masyarakat. “Perputaran ekonominya, baik dari tenant maupun sektor perhotelan, mencapai kurang lebih Rp7 miliar. Semua sektor ikut bergerak, dari UMKM, MGM, sampai transportasi,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (13/11/2025).
Menurut Ratih, tahun ini Balikpapan Fest membawa dampak yang lebih luas karena melibatkan lebih banyak komunitas dan menampilkan konsep yang semakin matang. Kehadiran berbagai komunitas besar seperti Harley Davidson Club, serta partisipasi pegiat seni dari sejumlah kota, turut menambah daya tarik acara dan meningkatkan arus pengunjung. Balikpapan Fest 2025 mengusung tema “Pesisir Nusantara”, sebuah konsep yang menekankan identitas Balikpapan sebagai kota pesisir dan bagian penting dari kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tema ini dipilih untuk mengangkat kekayaan budaya pesisir, potensi maritim, serta karakter masyarakat yang hidup dan berkembang di wilayah pesisir Kalimantan Timur. “Tahun lalu kita menggunakan tema Harmoni Nusantara untuk menonjolkan keberagaman suku dan budaya. Tahun ini kita lebih spesifik mengangkat kekayaan pesisir untuk memperkuat positioning Balikpapan sebagai destinasi pesisir skala nasional,” jelasnya. Di sisi lain, Ratih juga mengungkapkan bahwa Balikpapan Fest tengah diusulkan kembali masuk dalam Kalender Event Nasional Kemenparekraf 2026.
Pemaparan konsep acara dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/11/2025) melalui Zoom Meeting di hadapan tim kurasi kementerian. Sebelumnya, Balikpapan Fest telah berhasil lolos kurasi nasional tahun lalu bersama sejumlah event besar lainnya dari Kalimantan Timur. “Tahun ini kita kembali bersaing bersama empat event lainnya, yaitu Borneo Culture Week, Lom Plai di Kutai Timur, dan Erau Adat Kutai. Semoga Balikpapan Fest kembali lolos dan mendapat dukungan yang lebih besar,” ujarnya.
Ratih berharap, masuknya Balikpapan Fest dalam kalender nasional dapat membuka akses pendanaan, memperluas jangkauan promosi, dan semakin menguatkan kontribusi ekonomi kreatif kota. “Ini wujud bahwa Balikpapan siap menjadi penyelenggara event berskala nasional dengan konsep yang kuat dan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
(ADV/Disporapar Balikpapan)