SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Ribuan warga Balikpapan memadati Lapangan Marketing Gallery Grand City pada Minggu (9/11/2024) pagi untuk mengikuti kegiatan jalan santai yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan. Acara ini menjadi ajang olahraga sekaligus sosialisasi Pilkada 2024 yang akan berlangsung serentak pada 27 November mendatang.

Dimulai pukul 06.00 WITA, kegiatan ini diawali dengan sesi senam bersama untuk memanaskan tubuh, diikuti jalan santai mengelilingi kawasan Grand City. Selain mempromosikan gaya hidup sehat, acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan hak pilih.

Komisioner Divisi Penyelenggaraan KPU Kota Balikpapan, Farida Asmauanna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye agar masyarakat aktif berpartisipasi dalam Pilkada. “Kami ingin mengajak seluruh warga, termasuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 November nanti,” kata Farida saat diwawancarai.

Ia juga menegaskan pentingnya menjadi pemilih cerdas dengan memastikan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Masyarakat Kota Balikpapan harus menggunakan hak pilihnya, jangan Golput. Pilih pemimpin terbaik yang memiliki visi, misi, dan program kerja yang jelas,” imbuhnya.

Farida menambahkan, dalam Pilkada serentak 2024, warga Balikpapan akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan. Ia berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi ini. “Kami juga mengimbau warga yang belum terdaftar di DPT untuk segera mengecek datanya melalui laman resmi kpu.go.id. Pastikan hak pilih Anda terjamin,” katanya.

Selain menjadi sarana sosialisasi, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara KPU dengan PPK dan PPS dari enam kecamatan dan 34 kelurahan di Balikpapan. “Apa yang kami sosialisasikan hari ini diharapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat agar mereka tergerak untuk memilih,” tambah Farida. Ia pun mengakhiri dengan ajakan tegas, “Mari sukseskan Pilkada serentak pada 27 November mendatang.

Tentukan pilihan Anda, gunakan hak suara Anda demi masa depan Kota Balikpapan yang lebih baik.” Acara ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, menjadi momentum penting untuk meningkatkan partisipasi warga dalam Pilkada 2024.

(ADV/J)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dalam rangka memastikan kesiapan teknis pemilu serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur serta Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan.

Acara ini diadakan pada Rabu, 6 November 2024, di Kantor KPU Balikpapan dan melibatkan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan pemilu. Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudo Lelono, menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan petugas pemilu di tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Simulasi ini berfungsi sebagai gladi bersih bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar mereka dapat memahami dan mengantisipasi potensi permasalahan di lapangan," ujar Yudo.

Salah satu fokus dalam simulasi ini adalah pengelolaan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), serta Daftar Pemilih Khusus (DPK). Yudo menjelaskan bahwa ketidakakuratan dalam daftar pemilih bisa berpotensi mengakibatkan pemungutan suara ulang (PSU), yang tentunya akan berdampak pada jalannya pemilu.

Selain itu, ketelitian dalam penghitungan dan pencatatan hasil suara turut menjadi perhatian untuk meminimalkan kesalahan teknis. "Terkadang kesalahan kecil dalam penghitungan atau penulisan hasil bisa berakibat fatal. Kami ingin memastikan hal tersebut tidak terjadi dengan menjalankan prosedur sesuai aturan," tambah Yudo.

Menjelang hari pemungutan suara pada 27 November, KPU Balikpapan telah menyusun serangkaian kegiatan. Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dilaksanakan pada 7 November, disusul bimbingan teknis untuk KPPS pada 10-13 November.

Dari sisi logistik, persiapan sudah dimulai dengan tahapan sortir, pengepakan, dan pelabelan surat suara serta alat-alat pendukung di TPS. "Distribusi logistik ke kelurahan akan dimulai pada 24 November dan ditargetkan semua sudah tiba di TPS pada 26 November," jelas Yudo.

Selain persiapan teknis, perhatian khusus juga diberikan pada kualitas surat suara. Yudo menjelaskan bahwa dua jenis kerusakan yang kerap terjadi adalah cacat produksi dan kerusakan akibat pengepakan. "Beberapa masalah seperti tinta yang luber atau potongan kertas tidak sempurna sudah diantisipasi melalui proses sortir ketat," kata Yudo.

Simulasi ini mencerminkan komitmen KPU Balikpapan untuk menjamin kelancaran pemilu yang aman, transparan, dan tertib. Dengan persiapan yang matang dan antisipasi terhadap berbagai tantangan, KPU berharap proses pemilu dapat berlangsung tanpa hambatan yang berarti, memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa suara mereka akan dihitung dengan jujur dan akurat.

(ADV/J)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, KPU Balikpapan Siapkan 6.972 Anggota KPPS untuk Pilkada 2024 melalui Pelantikan dan Bimbingan Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan bersiap melantik ribuan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Pelantikan yang dijadwalkan pada 7 November 2024 ini akan dilakukan serentak di seluruh kota, dengan tujuan memastikan kesiapan para petugas dalam mengawal proses pemungutan suara.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Balikpapan, Suhardy, menegaskan bahwa pelantikan ini akan berlangsung di masing-masing kelurahan agar seluruh anggota KPPS siap menjalankan tugasnya.

"Pelantikan akan dilakukan serentak di seluruh Balikpapan, dan tidak boleh ada yang berbeda tanggal,” kata Suhardy dalam wawancaranya pada Senin, 4 November 2024.

Ia menekankan bahwa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan pelantikan di tingkat kelurahan berjalan sesuai rencana.

Setelah dilantik, anggota KPPS akan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang direncanakan berlangsung pada 10 hingga 13 November 2024 di 34 kelurahan.

Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, menjelaskan bahwa Bimtek ini bertujuan memberi pemahaman mendalam kepada petugas terkait tata cara pemungutan dan penghitungan suara. “Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan setiap anggota KPPS memahami peran dan tanggung jawab mereka secara rinci, sehingga proses pemungutan suara dapat berjalan lancar dan sesuai aturan,” ujar Yudho.

Bimtek ini mencakup berbagai materi teknis, seperti prosedur penerimaan pemilih, tata cara pencoblosan, hingga penghitungan dan pencatatan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tak hanya itu, simulasi juga akan dilakukan untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin terjadi selama proses pemungutan suara. Dengan demikian, petugas KPPS diharapkan mampu menangani situasi darurat dengan sigap dan profesional.

KPU Kota Balikpapan berharap pelatihan ini tidak hanya memperkuat pemahaman teknis, tetapi juga menanamkan integritas dan profesionalisme kepada setiap petugas KPPS. “Tujuan kami adalah menciptakan proses pemungutan suara yang aman, transparan, dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” ungkap Yudho menutup pernyataannya.

Dengan rangkaian pelantikan dan Bimtek ini, KPU Balikpapan menunjukkan komitmennya untuk mempersiapkan setiap elemen pelaksana Pilkada agar tercipta pemilu yang berjalan lancar, aman, dan kredibel.

(ADV/J)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) untuk mempersiapkan debat kedua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan dalam rangka Pilkada 2024, pada Senin, 4 November 2024, bertempat di Gedung KPU Kota Balikpapan.

Acara ini dihadiri oleh Liaison Officer (LO) dari masing-masing pasangan calon serta sejumlah pemangku kepentingan terkait, di antaranya Bawaslu, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Kesbangpol, dan instansi-instansi lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan pilkada.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Balikpapan, Suhardy, menjelaskan bahwa debat kedua para calon ini dijadwalkan akan berlangsung pada 7 November 2024, di Grand Senyiur Hotel Balikpapan. Debat tersebut akan dimulai pada pukul 20.00 Wita dengan durasi total 150 menit. “Dari durasi tersebut, 30 menit akan dialokasikan untuk iklan, sementara 120 menit akan digunakan untuk debat yang membahas visi dan misi para calon,” ungkap Suhardy.

Suhardy juga menyampaikan bahwa debat ini akan disiarkan secara langsung melalui TVRI untuk memastikan seluruh masyarakat Balikpapan dapat menyaksikan dan mengikuti pemaparan visi serta program dari masing-masing calon.

“Dengan adanya siaran langsung ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah menilai dan memahami gagasan serta solusi yang akan diusung oleh para calon dalam menghadapi berbagai tantangan kota ini,” ujar Suhardy.

Tema yang diusung dalam debat kedua ini adalah “Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Publik”, yang akan membahas peran calon dalam mengatasi masalah-masalah dasar masyarakat serta pengembangan infrastruktur untuk mendukung kemajuan kota. Suhardy menjelaskan bahwa debat akan terbagi dalam dua subtema utama.

Subtema pertama, “Kebutuhan Dasar Publik”, akan membahas isu-isu terkait dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan ketersediaan air bersih, yang merupakan pilar-pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balikpapan.

Sementara itu, subtema kedua akan fokus pada “Infrastruktur”, mencakup pembahasan mengenai peran Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) dan upaya pengembangan sektor transportasi serta teknologi untuk mendukung pertumbuhan kota.

“Debat ini memberi kesempatan bagi para calon untuk memaparkan program-program unggulan mereka, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga rencana pembangunan infrastruktur yang lebih baik,” kata Suhardy.

Dengan adanya debat ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami komitmen dan visi masing-masing pasangan calon dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di Balikpapan. Hal ini akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh calon pemimpin Balikpapan dalam membangun kota, baik sebagai kota mandiri maupun sebagai penyangga IKN.

(ADV/J)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 27 November 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan mengadakan kegiatan Training of Trainer (ToT) untuk fasilitator Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan Bimbingan Teknis bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas dalam pemungutan suara di tingkat kelurahan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 3 November 2024, di Hotel Grand Senyiur Balikpapan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, yang didampingi oleh anggota KPU lainnya, seperti Farida Asmauanna, Makta, Muhammad Rizal, dan Suhardy.

Dalam sambutannya, Prakoso Yudho Lelono mengungkapkan bahwa ToT ini menjadi bekal penting bagi PPK dan PPS dalam meningkatkan kapasitas mereka sebagai fasilitator. "PPK dan PPS harus siap memberikan pelatihan kepada anggota KPPS dengan pemahaman yang mendalam. KPPS memiliki peran yang sangat krusial dalam keberhasilan Pilkada 2024 sebagai ujung tombak pelaksanaan pemungutan suara," ujarnya.

Prakoso juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi tantangan besar di hari pemilihan. "Pilkada tinggal 24 hari lagi. Saya berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan kesiapan mental, karena kita adalah abdi negara yang memiliki tanggung jawab besar untuk kesuksesan pemilu ini," kata Prakoso.

ToT ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas fasilitator dalam mengelola berbagai aspek teknis Pilkada. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang tugas dan peran KPPS, agar proses pemungutan suara berjalan dengan transparan, akuntabel, dan partisipatif. "Kegiatan ini penting agar seluruh proses Pilkada mendatang berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip integritas dan keberhasilan," tambah Prakoso.

Adapun beberapa materi yang akan disampaikan dalam pelatihan kepada KPPS antara lain: pengantar, harapan, dan komitmen belajar KPPS; tata kerja, kode etik, dan kode perilaku KPPS; modul pemungutan suara; modul penghitungan suara; serta aplikasi SIREKAP Pilkada 2024.

Prakoso juga mengingatkan kepada seluruh badan ad hoc, termasuk PPK dan PPS, untuk selalu menjaga kode etik dalam penyelenggaraan pemilu. "Memahami dengan baik regulasi terkait pemilu sangat penting untuk kelancaran proses Pilkada. Kami berharap tidak ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaan Pilkada pada 27 November 2024," pungkasnya.

Dengan persiapan yang matang, KPU berharap PPK dan PPS dapat memberikan bimtek yang optimal kepada KPPS, sehingga mereka mampu menjalankan tugasnya dengan baik pada hari pencoblosan.

(ADV/J)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan resmi memulai proses penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Tahapan ini berlangsung di Gudang Logistik KPU yang terletak di Jalan Alam Baru Somber, Selasa (29/10/2024).

Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, menjelaskan bahwa surat suara yang dikerjakan kali ini meliputi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan. “Proses penyortiran dan pelipatan surat suara hari ini melibatkan 100 petugas khusus yang kami rekrut,” ungkapnya.

Pada hari pertama, hanya 90 dari 100 petugas yang hadir, sedangkan 10 lainnya digantikan oleh petugas cadangan. “Kami sudah siapkan 20 petugas cadangan dari total 120 pendaftar untuk berjaga-jaga jika ada yang tidak bisa hadir,” kata Yudho.

Ia menambahkan, proses ini ditargetkan selesai dalam waktu lima hari. Selama bekerja, petugas penyortiran dan pelipatan surat suara wajib mematuhi aturan yang ketat, seperti hadir 30 menit sebelum jadwal, mengenakan tanda pengenal, dan tidak diperbolehkan membawa makanan, minuman, atau merokok di area kerja.

“Kami berharap semua aturan ini ditaati agar proses berjalan lancar dan efisien,” imbuhnya. Sebagai bentuk apresiasi, KPU menyediakan uang transportasi dan makan bagi petugas. Selain itu, honor petugas dihitung berdasarkan jumlah surat suara yang mereka selesaikan, dengan tarif Rp220 per lembar untuk surat suara Gubernur dan Rp330 untuk surat suara Wali Kota. “Kami pastikan mereka mendapatkan hak sesuai dengan hasil kerja yang diselesaikan,” ujar Yudho.

Sementara itu, Komisioner KPU Balikpapan Divisi Hukum dan Pengawasan, Muhammad Rizal, menambahkan bahwa logistik surat suara tiba di Gudang Logistik Balikpapan pada 26 Oktober 2024. “Surat suara sebelumnya tiba di Pelabuhan Peti Kemas Palaran, Samarinda, pada 25 Oktober 2024 sekitar pukul 18.30 Wita, bersama logistik untuk Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser,” jelas Rizal.

Ia menekankan bahwa sebelum logistik dikirim ke Balikpapan, surat suara tersebut telah diperiksa secara menyeluruh guna memastikan tidak ada kerusakan selama pengiriman. Setelah dinyatakan aman, logistik diangkut ke Balikpapan dengan pengawalan ketat oleh 15 personel dari Polresta Balikpapan.

Proses sortir dan pelipatan ini menjadi tahapan penting dalam persiapan Pilkada, memastikan kesiapan logistik sebelum didistribusikan ke seluruh TPS di Balikpapan.

(ADV/J)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan telah berhasil mengikuti jadwal ketat yang ditetapkan oleh KPU Pusat dalam melaksanakan tahapan pembentukan badan AdHoc untuk Pilkada 2024. Proses ini mencakup pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sekretariat PPK, dan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Balikpapan.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Aula kantor KPU Balikpapan pada Rabu (29/5/2024), Prakoso Yudho Lelono, Ketua KPU Balikpapan, menyampaikan bahwa tahapan-tahapan penting telah dilaksanakan sesuai jadwal.

Pelantikan 30 Anggota PPK dilaksanakan pada 16 Mei, diikuti dengan penandatanganan Pakta Integritas Sekretariat PPK pada 22 Mei, dan pelantikan 102 anggota PPS pada 26 Mei. "Pelantikan badan AdHoc harus dilakukan dalam waktu tujuh hari setelah penetapan. Kami telah melaksanakannya sehari setelah terbentuk, sesuai ketentuan KPU Pusat," jelas Yudho.

Yudho menekankan bahwa seluruh badan AdHoc yang dibentuk untuk Pilkada November mendatang telah melalui seleksi ketat sesuai aturan yang berlaku. Semua instrumen seleksi dan tes telah diterapkan dengan cermat kepada calon anggota badan AdHoc yang lolos seleksi dan terpilih.

Komposisi keanggotaan PPS yang terdiri dari 54 pria dan 48 wanita sudah memenuhi persentase keterwakilan perempuan sebesar 47 persen. Sedangkan, keanggotaan PPK yang terdiri dari 17 pria dan 13 wanita, juga mencukupi persentase keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.

"Dengan jumlah persentase tersebut, KPU Balikpapan telah melampaui batas minimum keterwakilan perempuan," tegas Yudho.

Suhardy, Anggota Komisioner KPU Balikpapan, menambahkan bahwa proses pembentukan sekretariat PPS akan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas pada 1 Juni mendatang.

Ia juga meminta dukungan dari media di Balikpapan untuk membantu menyebarkan informasi kepada publik mengenai tahapan-tahapan yang dilakukan oleh KPU Balikpapan.

"Kami berharap media berperan aktif dalam meningkatkan informasi kepada publik, sehingga partisipasi pemilih pada 27 November mendatang dapat lebih tinggi dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya," kata Suhardy.

Ia menambahkan bahwa tujuan dari semua ini adalah agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang berkualitas untuk memajukan Kota Balikpapan.

Dengan adanya partisipasi aktif dari media dan masyarakat, KPU Balikpapan berharap dapat mencapai hasil yang baik dalam Pilkada tahun ini. "Kami berharap masyarakat dapat memilih pemimpin yang berkualitas untuk memajukan Kota Balikpapan," pungkasnya.

Dengan segala persiapan dan langkah-langkah yang sudah diambil, KPU Balikpapan optimis bahwa Pilkada 2024 akan berjalan lancar dan sukses, serta mampu meningkatkan partisipasi pemilih secara signifikan.

Pelantikan PPK Dihotel Platinum Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Sebanyak 30 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah dilantik dan siap mengawal tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan 2024. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, menyatakan bahwa setiap kecamatan akan diisi oleh lima anggota PPK.

"Alhamdulillah, PPK sudah ditetapkan dan bisa segera membantu KPU melaksanakan berbagai tugas di tingkat kecamatan," kata Yudho usai pelantikan di Hotel Platinum, Kamis (16/5/2024). Tugas pertama PPK adalah membentuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tingkat kelurahan, dengan setiap kelurahan diisi oleh tiga anggota PPS.

Kota Balikpapan memiliki 37 kelurahan, sehingga akan ada 111 anggota PPS yang bertugas membantu PPK dan KPU dalam menjalankan tahapan Pilkada. "Semoga berjalan dengan lancar sehingga tahapan yang ada dapat kita selesaikan secara tuntas dan maksimal," harap Yudho.

Selain itu, PPK juga bertanggung jawab membentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Yudho menekankan pentingnya Pilkada 2024 berjalan dengan aman, lancar, dan damai. "Kami berharap Pilkada 2024 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai. Sehingga Pilkada dapat sukses, tuntas, dan berkualitas," ujarnya.

Berkaca pada Pemilu 2024 yang meliputi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang berjalan lancar dan aman, kondisi serupa diharapkan terjadi pada Pilkada Balikpapan yang akan digelar 27 November mendatang. "Jika ada dinamika, harapannya tidak krusial," tambah Yudho.

KPU menginginkan seluruh elemen penyelenggara, termasuk Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) serta pengamanan dari TNI-Polri dan masyarakat, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan Pilkada Balikpapan 2024. "Yang utama ini bukan hanya tugas KPU, PPK, dan PPS, tetapi semua unsur dan elemen masyarakat Balikpapan harus mendukung Pilkada 2024 ini," ujar Yudho.

Dia juga berharap pemimpin yang terpilih nanti bisa memberikan kebijakan yang bijak dan bermanfaat bagi masyarakat Balikpapan. Terkait keamanan, Yudho menekankan pentingnya soliditas seluruh stakeholder. "Kesolidan adalah yang paling utama. Sama-sama bekerja dan bisa bekerja sama," pungkasnya.

SWARAREPUBLIKA.com , Balikpapan - Proses pencoklitan Dikediaman rumah pribadi Ir. H Ahmad Basir ST sekeluarga dihadiri Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha didampingi dengan petugas Pantarlih (pemutakhiran Data Pemilih) serta panwaslu . Mengawali jalannya proses pencoklitan ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha memberikan penjelasan bahwa pencoklitan ini didahulukan kepada tokoh tokoh masyarakat yang ada di Balikpapan dengan harapan dapat memberikan himbauan himbauan yang ada dibawah, (17/2/2023)

Demikian halnya kepada tokoh tokoh partai politik punya pengurus atau konstituen ditingkat paling bawah namun secara jelas yakin dapat dipastikan bahwa seluruh anggotanya terdaftar , terangnya.

KPU (Komisi Pemilihan Umum) aktif dalam memberikan sosialisasi kepada tenaga kerja luar daerah yang ada di Balikpapan, hal ini KPU diupayakan untuk menyiapkan TPS khusus dengan persyaratan yang tidak mudah dimana yang mengerahkan tenaga kerja harus memiliki dokumen atau data pemilih diantaranya 11 elemen seperti nomor Nik, alamat, nama dan lain sebagainya, kata Thoha.

Kemudian perusahaan yang merekrut tenaga kerja luar daerah dengan jumlah besar agar dapat memohon kepada KPU untuk didirikan TPS ditempat tersebut. akan tetapi KPU tidak boleh berinisiatif sendiri untuk mendirikan TPS ditempat seperti itu karena ketika ditempat tersebut jika KPU mendirikan TPS ditempat dimana tenaga kerja luar daerah yang jumlahnya sangat besar ternyata dimenangkan salah satu calon.

Dengan tegas Thoha mengatakan Inilah yang harus dihindari oleh KPU jangan sampai KPU sebagai penyelenggara dianggap tidak fair (adil) atau ada keberpihakan memenangkan salah satu calon ditempat tersebut, ucapnya.

Ketua DPD Partai Nasdem Ir. H. Ahmad Basir beserta istri mengucapkan terimakasih kepada ketua KPU, petugas Pantarlih dan Panwaslu yang telah berkenan hadir dalam kegiatan Coklit. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan tahapan kegiatan rencana pesta 2024 supaya punya hak pilih.

Dalam pandangannya Kegiatan Coklit adalah sesuatu ikhtiar yang harus dilakukan secara maksimal, proses Coklit ini penting untuk memastikan hak suara semua warga negara tersedia. Mulai dari pendataan, ketersediaan logistic dan lain lain. Yang tidak kalah pentingnya seberapa besar tingkat partisipasi warga pada saat hari H nya warga mencoblos.

"Dengan melihat banyaknya tenaga kerja dari luar daerah yang jumlahnya begitu besar ini semua tidak bisa dihindarkan", terlepas Balikpapan menjadi kota penyangga IbU kota Negara (IKN) Nusantara masih ada proyek nasional RDMP. Sebagai warga masyarakat kota Balikpapan kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar aktif bersama sama untuk memastikan seluruh warga kita dapat menjalankan dengan baik.Dalam pelaksanaan pesta demokrasi, ungkapnya.

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN, - KPU Kota Balikpapan menggelar pelantikan panitia pemilihan kecamatan (PPK) Kota Balikpapan pada pemilihan umum tahun 2024 di Ballroom Novotel Hotel Balikpapan.

Pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diikuti 30 peserta dari 6 kecamatan dengan dihadiri seluruh komisioner KPU Kota Balikpapan, Bawaslu, Kesbangpol, Walikota Balikpapan yang diwakilkan asisten1 zulkifli, DPRD kota Balikpapan yang diwakilkan Laisa Hamisa, Tokoh agama dan seluruh jajaran Forkopimda kota Balikpapan.

Dalam sambutannya ketua KPU Kota Balikpapan mengucapkan selamat kepada 30 peserta PPK yang telah dilantik.Menurutnya sudah dipastikan rekan-rekan PPK sudah resmi menjadi bagian dari penyelenggara pemilu tahun 2024 yang diikat dengan kode etik dan semua apa yang dilakukan diatur lewat peraturan PKPU, jelasnya. Satu tahapan telah dibentuk Badan Adhoc pada fase pelantikan PPK yang merupakan perangkat ditingkat kecamatan.

Namun proses ini akan berlanjut pada pembentukan panitia pemungutan suara ditingkat kelurahan sebagaimana yang telah tertuang dalam peraturan PKPU No 8 tahun 2022.

Tahapan berikutnya akan dilakukan pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih yang bertugas menginformasikan dan memberikan saran kepada pengendali data pribadi atau prosesor data pribadi agar mematuhi ketentuan dalam UU PDP, ungkapnya.

Rabu (16/12/2020)-KPU Kota Balikpapan melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat kota. Dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Balikpapan Tahun 2020.

Agenda kegiatan Rapat pleno perhitungan suara diselenggarakan di Hotel Horizon sagita Gn malang yang dipimpin langsung oleh ketua KPU Noor Thoha.

Mekanisme pleno adalah mekanisme dalam rangka memperbaiki dalam hal ada salah hitung, salah jumlah dan salah input, secara umum perolehan suara terkunci dan tidak ada perubahan., Kata Thoha. Yang menjadi koreksi adalah data DPT, penggunaan data DPT, DPTB dan DPPH yang cukup membingungkan inilah yang menjadi catatan untuk dilakukan koreksi.

Ketua KPU Noor Thoha menyampaikan Tujuan dari pleno itu mengoreksi adanya kekeliruan dalam hal input tapi tidak merubah, hari ini Rabu 16 Desember 2020 akan ditetapkan perolehan suaranya.

Setelah ditetapkan akan diberikan waktu selama 3 hari bagi pihak pihak yang mempunyai legal standing untuk melakukan upaya hukum apakah ada gugatan gugatan dan mengadu ke MK.

Thoha menambahkan,Jika gugatan tersebut melalui MK maka akan dilakukan rilis daerah mana saja yang mengajukan sengketa dicatat didalam buku registrasi perkara MK. Jika Balikpapan tidak termasuk didalam nya maka 5 hari setelah rilis maka KPU Balikpapan dapat melakukan penetapan.

Setelah ditetapkan KPU akan membuat surat pengusulan kepada gubernur untuk dilantik. Waktu dalam melakukan pelantikan adalah domainnya Gubernur, pungkasnya.

SWARAREPUBLIKA-Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Balikpapan Utara menggelar Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020, Minggu (13/12/2020).

Rapat pleno terbuka tingkat kecamatan ini mengumumkan seluruh hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada 2020 diwilayah Balikpapan Utara. Dengan diumumkan seluruh hasil Rekapitulasi makan tahapan perhitungan suara tingkat Kecamatan, telah selesai.

Rapat pleno rekapitulasi Perhitungan suara dipimpin langsung ketua PPK Balikpapan utara Kudsiah, Spd. Dan berlangsung di Aula kantor Kecamatan, Jln Projakal RT 22, Kelurahan Graha Indah, Km 5,5, Dalam rapat pleno ini, turut dihadiri Ketua DPRD Balikpapan, Camat Balikpapan utara, Kapolsek Balikpapan utara, Danramil, lurah se-Balikpapan utara, Panwascam, Saksi dan pemantau, serta Petugas PPS se- Balikpapan Utara.

Usai memimpin rapat pleno terbuka Kudsiah mengatakan bahwa kami telah melaksanakan rapat pleno tingkat kelurahan selama 3 hari yang dilakukan oleh panitia pemungutan suara (PPS) terhadap Tempat pemungutan suara (TPS) sesuai kelurahannya masing-masing.

"Kami sudah laksanakan untuk rapat pleno setiap kelurahan selama 3 hari, mulai dari tanggal 11 hingga 13 Desember 2020," Ujar Kudsiah.pada awak media ini. Kudsiah menjelaskan, terdapat 344 TPS yang tersebar di 6 Kelurahan yang ada di wilayah Balikpapan utara.

Rekapitulasi di tingkat Kelurahan semuanya berjalan aman, tertib dan lancar. "Ya alhamdulillah Perhitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020 untuk tingkat kelurahan berjalan dengan aman, tertib dan lancar walaupun ada sedikit kendala dalam menginput data namun semua bisa teratasi" jelas kudsiah.

Hasil penghitungan suara disetiap Kelurahan sudah dibacakan keseluruhannya. Kemudian disampaikan kepada saksi, panwascam dan tim pemantau yang hadir, setelah proses ini selesai hasil perhitungan suara akan dibawa ke KPU untuk di Plenokan diTingkat Kota.

Selama proses rekapitulasi Kudsiah juga menjelaskan bahwa adanya kendala selama proses menginput data, Diantaranya, sering terjadi kesalahan dalam pengisian Model C Hasil KWK yang salah dalam penempatan pengisian Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

kemudian ada juga yang salah dalam menjumlah pemilih DPT, Akan tetapi kejadian tersebut tidak mempengaruhi hasil yang diperoleh oleh Peserta Pilkada Baik itu Kolom Kosong atau Pasangan Calon.

"Sebanyak 344 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari Enam Kelurahan yang ada di Kecamatan Balikpapan Utara hanya sebagian kecil saja yang mengalami kendala seperti itu, namun semua dapat teratasi" tegas Kudsiah.

Ketua PPK Balikpapan Utara Juga Menambahkan, ada juga kendala lain yakni Pada saat pleno rekapitulasi perhitungan suara ditanggal 11 Desember 2020 aplikasi SIREKAP sempat mengalami gangguan. Dimana, data yang di Input dari tingkat Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) terjadi keterlambatan (pending). Namun saat ini data yang sudah masuk di dalam aplikasi SIREKAP sudah mencapai 100 persen.

"Alhamdulillah..proses rekapitulasi ditingkat Kecamatan sudah selesai, semua tahapan dari tingkat KPPS, PPS dan PPK sudah mencapai 100 persen. Terima kasih untuk semua yang terlibat atas kerjasamanya," Tutup Kudsiah.

Dari hasil Rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Tahun 2020 di wilayah Balikpapan utara, Dari Jumlah Pemilih yang menggunakan Hak Pilihnya yakni: Laki -laki = 28.621 Pemilih Permpuan = 32.245 Pemilih Pasangan Rahmad - Thohari Memperoleh suara 34.315 suara sah, sedangkan kolom kosong memperoleh suara 24.479 suara.