Taman wisata Bukit Kebo Balikpapan timur

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Di balik hijaunya perbukitan Jalan Soekarno-Hatta KM 8, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, berdiri sebuah destinasi wisata yang kini semakin dikenal masyarakat: Bukit Kebo.

Kawasan ini menjadi contoh nyata bagaimana keindahan alam, kreativitas warga, dan semangat pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan membentuk daya tarik wisata baru di Kota Minyak, Jumat (17/10/2025)

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengapresiasi geliat positif yang terjadi di Bukit Kebo. Menurutnya, destinasi ini menunjukkan bahwa potensi wisata dapat tumbuh dari inisiatif lokal tanpa harus mengorbankan keaslian alam.

“Dulu Bukit Kebo itu sangat sederhana. Sekarang sudah ada gazebo, area glamping, bahkan villa untuk menginap. Mereka juga tengah merencanakan pembangunan skybridge agar akses ke puncak lebih mudah,” jelas Ratih.

Perkembangan tersebut tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memperluas daya tarik wisata alam yang kini banyak digemari generasi muda. Dengan udara sejuk dan panorama perbukitan yang asri, Bukit Kebo kini menjadi lokasi favorit untuk foto prewedding, photoshoot, hingga aktivitas glamping keluarga.

Ratih sendiri pernah melakukan sesi pemotretan di lokasi ini, menandakan bahwa pesona Bukit Kebo tak hanya memikat warga sekitar, tetapi juga kalangan pelaku industri kreatif yang mencari nuansa alami. Meski begitu, ia tetap menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan wisata dan kelestarian ekosistem di sekitarnya.

“Kalau ada kegiatan, sebaiknya yang bersifat alami seperti camping atau sarasehan. Kalau konser besar, khawatir bisa mengganggu habitat hewan liar di sana,” ujarnya mengingatkan.

Selain mengandalkan pesona alam, pengelola Bukit Kebo juga mulai membuka ruang bagi UMKM lokal untuk ikut berpartisipasi. Meskipun masih dalam skala kecil, kehadiran usaha warga menjadi langkah awal menuju penguatan ekonomi masyarakat. Ke depan, konsep sport tourism seperti hiking dan kegiatan outdoor lainnya akan dikembangkan tanpa mengubah karakter alam yang sudah ada.

Ratih menilai pola pengembangan Bukit Kebo mirip dengan konsep Desa Wisata Meranti, di mana wisata, UMKM, dan kelestarian lingkungan berjalan seimbang. “Mereka ingin melihat dulu minat masyarakat. Secara perlahan, konsepnya akan matang,” ujarnya.

Nama Bukit Kebo sendiri berasal dari sejarah unik tempat ini. Dahulu, kawasan tersebut merupakan peternakan kerbau. Dalam bahasa Jawa, “kebo” berarti kerbau. Setelah viral di media sosial karena hamparan rumput hijaunya yang luas, kawasan ini kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata, tanpa meninggalkan identitas aslinya.

Kini, Bukit Kebo bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga simbol baru pariwisata berwawasan lingkungan di Balikpapan dengan perpaduan harmonis antara keindahan alam, kreativitas masyarakat, dan tanggung jawab menjaga bumi.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Gelaran Indonesia Internasional Motor Show bersama Disporapar Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Deru mesin dan gemerlap mobil mewah di Atrium Pentacity Mall Balikpapan bukan hanya sekadar pameran mata. Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage Balikpapan 2025 menjadi momentum besar yang menandai transformasi wajah industri kreatif di Kota Minyak.

Di balik kemegahan acara ini, tersimpan visi ambisius: menjadikan Balikpapan sebagai pusat otomotif terkemuka di kawasan timur Indonesia. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa penyelenggaraan IIMS Garage bukan sekadar ajang pamer kendaraan, melainkan gerbang menuju kebangkitan ekonomi kreatif. “Balikpapan selama ini identik dengan kota migas.

Namun, kami ingin memperluas identitas itu melalui industri otomotif yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat urban,” ujarnya, Kamis (16/10/2025)

Ratih menuturkan, event berskala nasional seperti IIMS Garage memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Para pelaku UMKM, pengrajin merchandise, hingga pedagang kuliner turut menikmati perputaran ekonomi selama pameran berlangsung. “Kita melihat dampak langsung di lapangan. Banyak sektor lokal yang ikut bergerak, dari penjualan produk hingga promosi merek,” jelasnya.

Ia menambahkan, arah pembangunan ekonomi Balikpapan kini mulai beralih dari ketergantungan terhadap sumber daya alam menuju penguatan sektor kreatif dan inovatif. Industri otomotif dinilai mampu menjadi penghubung antara kemajuan teknologi, kreativitas anak muda, dan dinamika gaya hidup modern.

“Mobilitas masyarakat di Balikpapan tinggi, komunitas otomotif aktif, dan fasilitas kota sudah sangat mendukung. Ini menjadi fondasi kuat bagi kami untuk menjadikan Balikpapan pusat kegiatan otomotif di Indonesia timur,” terangnya.

Ratih juga mencontohkan keberhasilan kota lain seperti Surabaya dan Makassar, yang mampu mengemas event otomotif sebagai magnet wisata sekaligus wadah ekspresi generasi muda. “Balikpapan memiliki potensi yang sama, asalkan konsisten menggelar kegiatan serupa setiap tahun,” tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya tengah mempersiapkan kolaborasi lintas sektor agar geliat otomotif tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Pemerintah berencana menggandeng komunitas, pelaku usaha, hingga sekolah vokasi untuk melahirkan talenta muda di bidang otomotif.

“Kami ingin Balikpapan bukan hanya tempat pameran kendaraan, tapi juga tempat lahirnya inovasi dan karya anak bangsa. Inilah langkah awal menuju kota otomotif masa depan,” pungkas Ratih.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Wisata Kebun Raya di kawasan hutang lindung Sungai WAin Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan wisata alam yang tak hanya indah, tetapi juga sarat nilai edukasi dan konservasi. Salah satu wujud nyatanya adalah pengembangan Kebun Raya Balikpapan (KRB) yang kini tampil semakin lengkap sebagai destinasi wisata botani unggulan di Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa pengembangan KRB tidak sekadar difokuskan pada keindahan lanskapnya, tetapi juga pada peningkatan fungsi sebagai ruang belajar dan rekreasi alam bagi masyarakat. 

“Kebun Raya bukan hanya tempat melihat tanaman, tapi ruang untuk belajar, berinteraksi dengan alam, dan berkontribusi menjaga lingkungan,” ujar Ratih, Kamis (16/10/2025).

Kebun Raya Balikpapan terletak di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Dengan luas mencapai 309,8 hektare, kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KDTK) melalui Keputusan Menteri Kehutanan.

Penetapan tersebut menegaskan peran penting KRB dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi ruang penelitian dan konservasi flora Kalimantan. Salah satu daya tarik baru yang mencuri perhatian pengunjung adalah Orchidarium, taman khusus anggrek yang mulai dibangun pada 2022 dan diresmikan pada 2025 bertepatan dengan HUT ke-128 Kota Balikpapan.

Dengan luas 1,5 hektare dan jalur tracking sepanjang 550 meter, Orchidarium menampung 205 spesies anggrek dengan 2.456 spesimen yang dibagi ke dalam empat zona berbeda. Area ini menjadi magnet baru bagi pecinta tanaman hias dan fotografer alam. Tak berhenti di situ, pemerintah juga tengah menyiapkan jogging track sepanjang 5–10 kilometer yang akan menjadi ruang aktivitas olahraga seperti fun run dan nature walk.

Ratih menuturkan, penambahan jalur tersebut diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih dekat dengan alam melalui kegiatan yang menyehatkan. Selain Orchidarium dan jalur olahraga, pemerintah juga terus melengkapi fasilitas pendukung seperti rumah persemaian, embung, rumah kompos, guest house, serta information centre.

Semua ini dirancang agar KRB tak hanya menjadi ruang wisata, tetapi juga pusat penelitian, edukasi, konservasi ex situ, dan pengembangan jasa lingkungan yang berkelanjutan. Dengan tata kelola yang semakin profesional dan fasilitas yang terus bertambah, Kebun Raya Balikpapan kini menjelma sebagai destinasi wisata botani yang memadukan keindahan, ilmu pengetahuan, dan keseimbangan ekologi menjadikannya kebanggaan baru Kota Minyak di tengah pesona alam Kalimantan.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kota Balikpapan Ratih kusuma

SWARARRPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Reputasi Balikpapan sebagai kota kreatif dan penuh inovasi kembali mendapat pengakuan nasional. Dua agenda budaya unggulan, Balikpapan Fest dan Borneo Culture Week, berhasil lolos tahap kurasi awal Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Keberhasilan ini menempatkan Balikpapan sejajar dengan kota-kota besar lain di Indonesia yang dikenal aktif mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisatanya. Kabar tersebut disambut dengan penuh rasa bangga oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma.

Ia menilai capaian ini menjadi bukti nyata bahwa geliat sektor budaya dan pariwisata di Balikpapan terus menunjukkan pertumbuhan positif. “Alhamdulillah, dua event unggulan kita lolos kurasi awal KEN. Ini hasil kerja keras semua pihak yang konsisten menjaga semangat kolaborasi. Tidak mudah bisa tembus tahap ini, karena hanya sedikit daerah di Kalimantan Timur yang berhasil,” ungkap Ratih, Kamis (16/10/2025).

Ratih menjelaskan, tahap berikutnya adalah menghadapi kurasi lanjutan yang akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2025. Apabila kembali lolos, kedua event tersebut akan resmi masuk dalam kalender promosi nasional Kemenparekraf dan dipublikasikan di berbagai kanal nasional. “Jika kita bisa melewati tahap ini, maka Balikpapan akan semakin dikenal sebagai kota penyelenggara event besar yang berkelas dan berdaya tarik wisata tinggi,” jelasnya.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan Balikpapan Fest 2025 yang akan digelar pada 5–10 November di BSCC Dome. Tahun ini, konsepnya dibuat lebih kolaboratif dengan melibatkan berbagai komunitas kreatif, termasuk ADCI dan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) melalui agenda Kalimantan Bike Week.

Event ini akan menjadi perpaduan antara budaya, musik, kuliner, UMKM, hingga sport tourism, mencerminkan semangat kota yang terbuka dan dinamis. Tak hanya itu, rangkaian kegiatan juga akan disemarakkan dengan Investment Forum, yang menghadirkan perwakilan kementerian, investor, dan pelaku ekonomi kreatif untuk menjajaki peluang kerja sama serta potensi wisata daerah.

Ratih menargetkan jumlah kunjungan antara 25 hingga 42 ribu pengunjung, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami sudah menyiapkan segalanya dengan lebih matang, termasuk kebersihan, keamanan, dan manajemen keramaian.

Harapannya, Balikpapan semakin bersinar di mata nasional dan menjadi ikon kebanggaan Kalimantan Timur,” pungkasnya penuh optimisme.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kawasan wisata karang Joang Meranti Etam

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan terus memperkuat pengembangan Wisata Meranti sebagai destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Kepala Disporapar Ratih Kusuma, kawasan yang berada di Kelurahan Karang Joang ini disiapkan menjadi ruang wisata berkelanjutan yang dikelola langsung oleh warga. Ratih menuturkan, Wisata Meranti kini tak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tumbuh bersama.

Ia menyebut, kegiatan rutin seperti senam pagi dan pasar senggol telah menjadi agenda mingguan yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. “Setiap minggu ada senam dan UMKM. Pasar senggol itu sudah kita resmikan dan sampai sekarang tetap berjalan,” ujar Ratih, Kamis (16/10/2025).

Saat ini, terdapat sekitar 180 pelaku UMKM yang aktif berpartisipasi di kawasan tersebut. Namun, Ratih menegaskan, tidak semua bisa ikut serta secara otomatis. Setiap UMKM harus melalui proses kurasi, agar yang berjualan benar-benar siap berkomitmen dan mampu menjaga konsistensi. “Kami ingin pelaku usaha yang berpartisipasi bukan hanya hadir sekali lalu hilang minggu berikutnya,” imbuhnya.

Selain mendorong penguatan UMKM, Disporapar juga memperkaya aktivitas wisata dengan menambah beragam atraksi di alam terbuka. Mulai dari pelatihan, kegiatan edukasi lingkungan, hingga fasilitas berkemah kini diarahkan agar lebih dekat dengan nuansa alam Meranti. “Jika ada kegiatan kepemudaan, kami arahkan untuk dilaksanakan di destinasi wisata, bukan hanya di hotel. Dengan begitu, mereka bisa menikmati suasana alam sekaligus belajar mencintai lingkungan,” terang Ratih.

Penelitian dan pengabdian masyarakat sebelumnya mencatat bahwa kawasan Wisata Meranti, yang mencakup wilayah RT 32 dan RT 27 Karang Joang seluas 74 hektare, dikelola secara mandiri oleh warga sebagai proyek wisata lestari. Ke depan, pemerintah berencana menambah gazebo, homestay, spot foto menarik, serta area camping untuk menambah daya tarik pengunjung.

Ratih berharap, seluruh upaya ini dapat menjadikan Wisata Meranti sebagai contoh nyata destinasi wisata berbasis alam dan masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. “Kami ingin Wisata Meranti tidak hanya cantik dipandang, tapi juga memberi manfaat bagi warga, menjaga kelestarian lingkungan, dan menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan,” tutupnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Cabang Olahraga Angkat berat kota Balikpapan berikan ucapan terima kasih atas dukungan  pemerintah kota khususnya kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma

 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Cabang olahraga angkat berat Kota Balikpapan kembali menunjukkan geliatnya di dunia olahraga daerah. Setelah berhasil mengharumkan nama kota dengan torehan empat medali emas, satu perak, dan tiga perunggu pada ajang sebelumnya, tim kini menatap tahun 2025 dengan semangat baru dan tekad yang lebih besar untuk berprestasi.

Pelatih tim angkat berat Balikpapan menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma. Menurutnya, dukungan dari pemerintah kota menjadi motivasi kuat bagi para atlet dalam menjalani latihan.

“Terima kasih kepada Ibu Ratih dan Disporapar atas perhatian yang luar biasa. Tahun lalu kami sempat berangkat secara mandiri, namun alhamdulillah tetap mampu membawa pulang hasil terbaik untuk Balikpapan,” ujarnya penuh rasa bangga.

Ia kemudian mengenang perjalanan tim di kejuaraan tahun 2024 lalu, yang sempat diwarnai dengan rencana pembatasan usia atlet maksimal 30 tahun. Gagasan itu berasal dari tuan rumah Kabupaten Paser sebagai bentuk dorongan terhadap regenerasi atlet muda. “Kami menyambut baik inisiatif tersebut karena membuka ruang bagi pembinaan usia muda. Namun, keputusan akhir tetap mengikuti regulasi umum tanpa batasan usia,” jelasnya.

Meski menghadapi sejumlah penyesuaian, performa atlet Balikpapan tetap stabil dan bahkan menunjukkan peningkatan di beberapa kategori. “Kami memiliki potensi luar biasa, terutama di kelas 53 kilogram putra dan 43 kilogram putri, yang terus menunjukkan progres positif,” tambah sang pelatih.

Memasuki tahun kompetisi baru, tim kini tengah memfokuskan latihan untuk memperbaiki catatan angkatan dan meningkatkan daya tahan fisik. “Kami bertekad menjaga semangat, kedisiplinan, dan kerja keras agar bisa kembali mempersembahkan medali emas untuk kota tercinta,” tuturnya.

Ketekunan para atlet muda menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di Balikpapan terus berjalan kokoh di bawah perhatian pemerintah kota, dengan satu tujuan: mengibarkan bendera kemenangan di setiap arena kompetisi.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Rombongan tim tinju Balikpapan Berikan ucapan terimakasih kepada Disporapar Balikpapan atas dukungan kepada atlet tinju

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Semangat juang atlet tinju Balikpapan kembali membara. Setelah menorehkan prestasi membanggakan di ajang Kejuaraan Junior dengan raihan satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu, kini para petinju muda bersiap menghadapi tantangan baru di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan berlangsung di Samarinda pada 18 Oktober mendatang.

Pelatih tim tinju Balikpapan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Ia mengaku perhatian Kepala Disporapar, Ratih Kusuma, menjadi dorongan besar bagi tim untuk terus berkembang.

“Alhamdulillah, Ibu Ratih sudah dua kali memberikan dukungan penuh kepada kami. Beliau benar-benar memperhatikan cabang olahraga tinju. Terima kasih atas kepedulian dan bantuannya selama ini,” ujarnya.

Rombongan tim tinju Balikpapan dijadwalkan bertolak ke Samarinda untuk menjalani laga selama dua hingga tiga hari. Para atlet yang ikut merupakan hasil pembinaan berjenjang dari kompetisi tingkat junior yang telah digelar sebelumnya. “Kami berangkat dengan semangat tinggi dan optimisme besar. Dukungan masyarakat Balikpapan menjadi kekuatan kami untuk tampil maksimal di atas ring,” tambahnya.

Menurut sang pelatih, potensi cabang olahraga tinju di Kota Minyak terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menargetkan hasil lebih baik di setiap kejuaraan, termasuk pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) mendatang. “Untuk Popda nanti, kami menargetkan minimal tujuh medali emas. Sementara di Kejurnas kali ini, insyaallah kami berharap bisa membawa pulang lebih dari satu medali emas,” ucapnya penuh keyakinan.

Ia menegaskan, pembinaan dan disiplin tetap menjadi kunci utama dalam menjaga performa para atlet agar siap menghadapi lawan dari berbagai daerah. “Semoga dukungan dari pemerintah menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus mengharumkan nama Balikpapan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Keikutsertaan para petinju muda ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di Balikpapan terus hidup dan berkembang berkat sinergi antara pelatih, atlet, dan Disporapar.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma  berikan arahan menjelang keberangkatan para atlet 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Menjelang keberangkatan para atlet Balikpapan menuju berbagai ajang kejuaraan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, memberikan pesan penuh makna kepada seluruh kontingen. Dalam arahannya, Ratih menegaskan pentingnya kesiapan mental, fisik, dan kedisiplinan selama mengikuti kejuaraan.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan atlet bukan sekadar bertanding, tetapi juga membawa nama baik kota dan orang tua. “Kami titip nama baik Balikpapan. Jaga kekompakan, semangat, dan solidaritas di antara sesama atlet dan pendamping,” ujarnya.

Ratih juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan dan adaptasi dengan lingkungan di tempat tujuan. “Ada yang berangkat ke Surabaya, Samarinda, hingga Bontang. Pastikan kondisi fisik prima, daya tahan tubuh terjaga, dan adaptasi dengan cuaca. Keselamatan selama perjalanan juga harus menjadi prioritas,” pesannya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya surat dispensasi agar pihak sekolah mengetahui keberadaan para atlet. “Mohon pastikan surat dispensasi tersampaikan agar sekolah bisa memahami tugas mulia ini,” imbuhnya. Ratih berpesan agar seluruh atlet fokus beristirahat dan tidak teralihkan oleh media sosial. “Ingat, ini bukan wisata.

Gunakan waktu istirahat dengan baik, kurangi penggunaan gadget, dan fokus pada pertandingan,” katanya. Tak kalah penting, ia meminta pendamping turut memperhatikan pola makan para atlet, mengingat beberapa di antaranya sensitif terhadap makanan. “Pendamping harus aktif memantau kondisi anak-anak asuhnya,” tambahnya.

Menutup arahannya, Ratih mengajak seluruh pihak untuk berdoa demi kelancaran dan kesuksesan. “Semoga seluruh cabang olahraga mulai dari korfball, woodball, angkat berat, binaraga, tinju, hingga hapkido mampu menorehkan prestasi terbaik,” tuturnya. Dengan semangat kebersamaan, Ratih melepas keberangkatan atlet Balikpapan dengan ucapan, “Bismillahirrahmanirrahim, selamat berjuang dan harumkan nama kota kita tercinta.”

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Balikpapan Wahyu Mulai Doni Saputra 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kembali mempersiapkan dua agenda besar yang berfokus pada pengembangan generasi muda, yakni Pemuda Berprestasi dan Wiramuda Expo 2025.

Kedua kegiatan ini menjadi ajang tahunan yang dirancang untuk mengapresiasi potensi, kreativitas, dan kontribusi pemuda dalam membangun kota. Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Balikpapan, Wahyu Mulia Doni Saputra, menjelaskan bahwa proses penilaian Pemuda Berprestasi akan digelar selama dua hari. “Mulai besok pagi hingga siang kita lakukan penilaian untuk organisasi kepemudaan, sedangkan untuk pemuda berprestasi dilanjutkan pada hari Jumat,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Doni menerangkan, peserta yang mengikuti ajang ini adalah para pemuda yang telah mencatatkan prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Penilaian dilakukan berdasarkan bukti prestasi, sertifikasi, serta kontribusi nyata selama satu tahun terakhir. “Kita lihat bagaimana mereka berkontribusi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” jelasnya.

Tak hanya menyoroti individu, Disporapar juga memberikan perhatian pada organisasi kepemudaan yang aktif dan berdampak positif di lingkungan sekitar. Doni mencontohkan salah satu organisasi yang masuk penilaian. “Seperti DPC Pepelikasi yang aktif dalam kegiatan sosial, misalnya membersihkan lingkungan. Keaktifan dan dampak kegiatan mereka terhadap masyarakat menjadi poin penting dalam penilaian,” tambahnya.

Selain ajang penghargaan tersebut, Disporapar juga tengah mempersiapkan Wiramuda Expo 2025, yang menjadi wadah bagi wirausaha muda dan komunitas kreatif untuk menampilkan karya serta produk mereka. Semula kegiatan ini dijadwalkan pada 24–25 Oktober, namun setelah dilakukan koordinasi dengan Kepala Disporapar Ratih Kusuma, pelaksanaannya dimundurkan menjadi 31 Oktober hingga 2 November 2025.

Event yang akan digelar di kawasan Balikpapan Selatan ini mencakup berbagai kegiatan, seperti Wiramuda Expo, Jambore Vespa, dan Ekonomi Kreatif Selatan yang dikemas dalam satu rangkaian acara besar. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang aktualisasi, kolaborasi, serta ajang memperkuat semangat wirausaha bagi anak muda Balikpapan,” pungkas Doni.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Dispora Kalimantan Utara kunjungan kerja ke Disporapar Kota Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan pada Rabu (15/10/2025).

Kunjungan ini menjadi ajang bertukar pengalaman terkait strategi pembinaan kepemudaan dan pengelolaan organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di tingkat daerah. Kabid Kepemudaan Disporapar Balikpapan, Wahyu Mulia Donny Saputra, menjelaskan bahwa Balikpapan dipilih sebagai daerah percontohan karena dinilai berhasil menjaga soliditas organisasi kepemudaan tanpa adanya dualisme kepengurusan.

“Teman-teman dari Kaltara ingin belajar bagaimana pola pembinaan di Balikpapan, karena di sini KNPI-nya berjalan satu suara dan kompak, sementara di beberapa daerah lain masih terpecah,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas berbagai aspek penguatan kelembagaan pemuda, mulai dari manajemen organisasi hingga pengembangan kegiatan yang melibatkan komunitas kepemudaan.

Rombongan Dispora Kaltara juga meninjau sejumlah program yang telah dijalankan Pemerintah Kota Balikpapan sebagai wujud nyata dukungan terhadap generasi muda. Menurut Wahyu, salah satu bahasan penting dalam diskusi adalah mengenai landasan hukum pembinaan pemuda di daerah. Kota Balikpapan saat ini telah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Kepemudaan, sementara di Kaltara, Peraturan Gubernur (Pergub) Kepemudaan masih dalam tahap penyusunan.

“Mereka sedang menyusun Pergub Kepemudaan sebagai payung hukum utama. Setelah itu, baru bisa menyiapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) agar kegiatan kepemudaan di Kaltara punya arah dan pijakan yang kuat,” terang Wahyu.

Ia menambahkan, pihaknya sangat terbuka terhadap kerja sama lintas daerah. Baginya, kolaborasi antardinas menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kepemudaan yang produktif dan berkelanjutan.

“Semakin banyak daerah yang memperkuat pembinaan pemudanya, maka percepatan pembangunan sumber daya manusia nasional juga akan semakin optimal,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

  1. Disporapar Balikpapan Gencarkan Program Kepemudaan Jelang Akhir Tahun
  2. IIMS Garage 2025 Hidupkan Semangat Otomotif dan Pariwisata di Balikpapan
  3. Disporapar Balikpapan Matangkan Empat Event Besar, Balikpapan Fest 2026 Lolos Kurasi Nasional
  4. Batu Ampar Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya Baru di Balikpapan
  5. Balikpapan Fest 2025 Hadirkan Kolaborasi Besar Seni, Olahraga, dan Investasi
  6. Stadion Batakan Disulap Jadi Ruang Publik Kreatif dan Pusat Aktivitas Warga
  7. Pendapatan Wisata Balikpapan Tembus Rp5 Miliar, Disporapar Optimistis Target Tahun Ini Tercapai
  8. Dewa 19 Meriahkan Puncak Balikpapan Fest 2025, Gaungkan. Budaya Kaltim
  9. Balikpapan Fest 2025 Masuk Kurasi Nasional, Kota Minyak Siap Jadi Pusat Harmoni Nusantara
  10. Turnamen Wali Kota Balikpapan 2025 Sukses Lahirkan Talenta Muda Bulu Tangkis
  11. Semarak 7 Tahun TKCI Balikpapan, Ratih Kusuma Apresiasi Sinergi Komunitas Otomotif di Pantai Manggar
  12. Ratih Kusuma Apresiasi Sukses Bayan Run 2025 Sebagai Wujud Antusiasme Warga Balikpapan Berolahraga
  13. IDI Dan Disporapar Balikpapan Rancang Program Panduan Olahraga Untuk Masyarakat
  14. Islamic Center Disiapkan Jadi Ruang Religius dan Ekonomi Baru di Balikpapan
  15. Ratih Kusuma : KJS Batu Ampar Bukti Hidup Sehat Bisa dimulai Dari Kebersamaan Warga
  16. Ratih Kusuma: Pemkot Balikpapan Kembangkan Islamic Center Jadi Pusat Wisata Religi dan Ekonomi Kreatif
  17. Semarak ASN Idol 2025 : Flashmob Lintas Generasi Warnai Peringatan Hari Batik Nasional
  18. Kejuaraan Bulu Tangkis Wali Kota Balikpapan 2025: 335 Atlet Muda Adu Skill di GOR Tennis Stadium
  19. Kepala Disporapar Apresiasi Satu Dekade Pentacity Balikpapan Sebagai Pusat Kreativitas, Olahraga, dan UMKM Lokal
  20. Disporapar Balikpapan Matangkan Rencana Pembangunan Kolam Renang Internasional, Tergantung kekuatan Anggaran