Pelantikan 75 pejabat dilingkungan pemerintah kota Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Langkah pembenahan struktur pemerintahan kembali dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan melalui pelantikan puluhan pejabat di berbagai sektor. Kebijakan ini diambil sebagai upaya memperkuat kinerja birokrasi agar semakin profesional, adaptif, serta mampu memberikan pelayanan publik yang optimal.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menegaskan bahwa penataan ini menjadi bagian penting dalam mendorong efektivitas roda pemerintahan. Sebanyak 75 pejabat resmi dilantik untuk mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Mereka berasal dari berbagai jenjang, mulai dari jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, kepala puskesmas, kepala sekolah, hingga jabatan fungsional tertentu. Penempatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta meningkatkan kinerja di masing-masing perangkat daerah. Tidak hanya itu, sebanyak 119 Aparatur Sipil Negara (ASN) juga turut mengucapkan sumpah dan janji jabatan.

Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat, dengan menjunjung tinggi integritas, loyalitas, serta tanggung jawab dalam bekerja. Dalam sambutannya, Rahmad menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau rotasi jabatan semata.

Ia menyebut, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penyegaran organisasi sekaligus penempatan aparatur sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Menurutnya, kesesuaian antara jabatan dan kemampuan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan memastikan setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat. Saya minta seluruh pejabat bekerja dengan profesional, menjaga integritas, serta mampu menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik,” ujarnya saat kegiatan berlangsung di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa seluruh aparatur yang telah dilantik akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap program berjalan efektif serta sejalan dengan target pembangunan daerah.

Dengan pengawasan yang konsisten, diharapkan kualitas tata kelola pemerintahan di Balikpapan semakin meningkat dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat secara luas.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Balikpapan mendorong pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah cepat. Dalam waktu dekat, sekitar 100 posisi guru dengan skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) akan dibuka guna menutup kekosongan yang masih terjadi di berbagai sekolah.

Rencana rekrutmen tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode April hingga Mei 2026. Langkah ini difokuskan untuk membantu sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang saat ini paling terdampak kekurangan tenaga pengajar, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tetap berjalan dengan baik.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut kebijakan ini sebagai solusi praktis dalam menghadapi kondisi yang ada. Ia memastikan proses pembukaan formasi tengah dipersiapkan agar bisa segera direalisasikan, Kamis, (16/4/2026)

“Sekitar 100 formasi guru PJLP akan kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kekosongan tenaga pendidik tidak terjadi begitu saja. Sejumlah faktor menjadi penyebab, mulai dari terbatasnya penerimaan ASN, hingga adanya guru yang pensiun atau berpindah tugas. Kondisi ini membuat distribusi guru belum merata, bahkan di beberapa sekolah masih kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran utama.

“Beberapa sekolah masih kekurangan guru, khususnya untuk mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Ini menjadi perhatian kami karena berdampak langsung pada proses pembelajaran,” jelas Irfan.

Dalam situasi tersebut, skema PJLP dinilai menjadi pilihan paling efektif. Dengan mekanisme ini, pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat tanpa harus menunggu proses panjang dari pemerintah pusat terkait pengangkatan ASN.

“Melalui PJLP, kami bisa segera menempatkan tenaga pengajar di sekolah yang membutuhkan, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” tambahnya.

Di sisi lain, Disdikbud juga terus melakukan evaluasi dan pemetaan kebutuhan tenaga pengajar di setiap sekolah. Upaya ini dilakukan agar distribusi guru tidak menumpuk di satu lokasi, melainkan merata sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

“Kami ingin penempatan guru benar-benar berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan menumpuk di satu sekolah saja,” tegasnya.

Irfan menegaskan, keberadaan guru tetap menjadi elemen kunci dalam dunia pendidikan. Menurutnya, sarana dan prasarana yang lengkap tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak diimbangi dengan jumlah tenaga pengajar yang memadai.

“Fasilitas boleh lengkap, teknologi bisa maju, tetapi tanpa guru yang cukup, proses pembelajaran tidak akan optimal,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, Pemkot Balikpapan tetap akan mengusulkan penambahan formasi ASN. Namun, dalam kondisi saat ini, rekrutmen PJLP menjadi langkah strategis agar kekurangan guru segera teratasi dan kualitas pendidikan tetap terjaga.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Puskesmas Mekar sari kecamatan Balikpapan Tengah dalam agenda mini lokakarya

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat terus digencarkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah. Salah satunya melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang dikemas dalam kegiatan mini lokakarya, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kader Posyandu, hingga perwakilan tenaga pendidik dari berbagai jenjang sekolah. Sinergi ini dinilai penting untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kepala Puskesmas Mekar Sari, drg Lily Anggraini, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah tingginya intensitas hujan yang terjadi belakangan ini. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan tempat penampungan air guna mencegah berkembangnya jentik nyamuk. Selain itu, kegiatan kerja bakti massal juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungan sekitar.

" Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa dan membersihkan tempat penampungan air, selain kerja Bhakti massal  juga harus dimanfaatkan untuk memberantas sarang nyamuk," ujarnya.

Tak hanya itu, percepatan penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama pada tahun ini. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan indikator D/S, yakni perbandingan jumlah balita yang datang dan ditimbang di Posyandu dengan total sasaran yang ada. Menurut Lily, Posyandu memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat penimbangan dan pemberian vitamin, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak secara optimal.

Di sisi layanan, Puskesmas Mekar Sari juga terus menghadirkan inovasi. Salah satunya melalui program Sayunara (Sayangi Ibu Hamil dengan Persalinan Paripurna), yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan persalinan sekaligus pengurusan dokumen kependudukan secara terintegrasi, seperti akta kelahiran dan Kartu Keluarga.

Program ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat Balikpapan yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan. Sementara itu, layanan bagi masyarakat umum tetap tersedia dengan tarif retribusi sesuai Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025, mulai dari Rp13 ribu untuk rawat jalan hingga Rp156 ribu untuk tindakan medis tertentu.

Dalam aspek kesehatan pelajar, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi perhatian. Menjelang akhir tahun ajaran, pemeriksaan kesehatan akan difokuskan bagi siswa kelas VI SD, sementara untuk tingkat SMA akan mencakup seluruh jenjang kelas.

Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kelurahan Mekar Sari, Agus Salim, menyambut positif langkah yang dilakukan Puskesmas dalam upaya pencegahan stunting. Ia menyebut, pemerintah juga turut mendorong pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin serta peningkatan kualitas layanan Posyandu.

" Pemerintah juga mendorong pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin serta peningkatan fasilitas layanan posyandu. Ini  bagian dari upaya pencegahan sejak dini, ungkapnya.

Ia juga selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak menutup saluran air, karena dapat memicu berbagai permasalahan lingkungan, seperti penumpukan sampah hingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit.

"Kami terus mengingatkan warga agar tidak menutup saluran air, karena bisa mengakibatkan penumpukan sampah dan menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit," Pungkasnya.

 

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya penanganan persoalan sampah di kawasan perkotaan mulai diarahkan ke pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah pusat kini mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik, dan Kota Balikpapan masuk dalam daftar daerah yang dipersiapkan untuk mengadopsi program tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengungkapkan bahwa Balikpapan menjadi salah satu dari 33 kota di Indonesia yang dinilai memiliki potensi dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang telah dibahas di tingkat pusat dan mulai ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian.

“Balikpapan masuk dalam kebijakan terbaru pemerintah pusat terkait pengolahan sampah menjadi energi listrik. Hal ini sudah dibahas dalam rapat terbatas dan saat ini mulai ditindaklanjuti bersama Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Sudirman, Kamis (16/4/2026).

Dalam implementasinya, pengembangan proyek ini tidak hanya dilakukan secara mandiri oleh satu daerah, melainkan menggunakan pendekatan kawasan atau aglomerasi.

Untuk wilayah Kalimantan Timur, konsep ini akan mencakup Balikpapan Raya dan Samarinda Raya, termasuk melibatkan sejumlah daerah penyangga seperti Kutai Kartanegara hingga kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Sudirman, wilayah seperti Samboja dan Muara Jawa memiliki peluang untuk bergabung dalam sistem pengelolaan sampah terpadu tersebut.

“Konsepnya berbasis kawasan. Daerah sekitar bisa terintegrasi sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efisien dan terpusat,” ujarnya.

Peluang Balikpapan untuk masuk dalam program ini semakin terbuka setelah adanya revisi terhadap persyaratan kapasitas produksi sampah.

Jika sebelumnya dibutuhkan minimal 1.000 ton sampah per hari, kini ambang batasnya diturunkan menjadi 500 hingga 1.000 ton per hari. Dengan produksi sampah harian yang mencapai sekitar 550 ton, Balikpapan dinilai telah memenuhi kriteria tersebut. “Dengan ketentuan baru ini, posisi kita sudah memenuhi syarat untuk mengembangkan teknologi tersebut,” jelasnya.

Selain mengandalkan sampah harian, pemerintah juga tengah mempertimbangkan pemanfaatan sampah lama melalui metode landfill mining, yakni penggalian kembali sampah yang telah tertimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Langkah ini diharapkan dapat menambah pasokan bahan baku sekaligus mengurangi beban timbunan lama.

“Tidak hanya sampah baru, tetapi sampah lama yang ada di TPA juga bisa dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi,” tambah Sudirman.

Apabila proyek ini berhasil direalisasikan, maka sistem pengelolaan sampah di Balikpapan diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan. Metode penimbunan yang selama ini menjadi andalan akan mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem pengolahan yang lebih efisien.

“Selama ini kita masih bergantung pada sanitary landfill yang membutuhkan lahan luas. Dengan teknologi ini, volume sampah bisa berkurang drastis karena diolah menjadi energi,” ujarnya.

Tidak hanya menghasilkan listrik, proses pengolahan tersebut juga menyisakan residu berupa abu yang masih memiliki nilai guna, misalnya sebagai material penimbunan atau kebutuhan konstruksi tertentu. Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan kebijakan pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada peran aktif masyarakat.

“Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah tetap menjadi kunci utama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Koperasi, Usaha mikro kecil, Menengah dan perindustrian (DKUMKMP) kota Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan kini memusatkan perhatian pada penguatan legalitas usaha di tengah pesatnya pertumbuhan pelak Usaha mikro kecil u Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap pelaku usaha memiliki dasar hukum yang jelas sehingga mampu berkembang lebih terarah dan berdaya saing tinggi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2025 jumlah UMKM di Balikpapan telah mencapai sekitar 98 ribu unit, Rabu (15/4/2026)

Jumlah tersebut berasal dari berbagai skala usaha, mulai dari pelaku usaha mikro hingga yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Potensi ekonomi ini sangat besar, namun masih ada pelaku usaha yang belum memiliki legalitas formal,” ujarnya.

Ia menegaskan, legalitas usaha bukan hanya sekadar kelengkapan administrasi, melainkan menjadi faktor penting dalam membuka akses terhadap berbagai peluang.

“Legalitas bukan hanya administrasi, tetapi menjadi kunci untuk membuka akses pembiayaan perbankan hingga peluang masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” jelasnya.

Menurut Heruressandy, pertumbuhan UMKM yang terus meningkat juga mencerminkan tingginya semangat kewirausahaan di tengah masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Balikpapan memiliki semangat usaha yang tinggi dan terus berkembang dari waktu ke waktu,” katanya.

Dari sisi komposisi usaha, sektor kuliner masih mendominasi dengan kontribusi hampir 40 persen dari total UMKM di Balikpapan. Tingginya minat di bidang makanan dan minuman menjadikan sektor ini sebagai salah satu penggerak utama ekonomi lokal yang terus berkembang. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal persaingan usaha yang semakin ketat.

Pelaku UMKM dituntut untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, serta memperkuat identitas usaha agar mampu menarik minat konsumen. Pemerintah pun terus mendorong pelaku UMKM untuk segera melengkapi legalitas usahanya.

“Kami terus mengajak pelaku usaha untuk mengurus legalitas agar bisa mendapatkan berbagai manfaat dan dukungan yang telah disiapkan pemerintah,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala BPPDRD kota Balikpapan Idham

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Transformasi layanan perpajakan di Kota Balikpapan kini semakin berkembang dengan pendekatan berbasis digital.

Melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD), pemerintah setempat menghadirkan inovasi baru dengan menggandeng ketua RT untuk ikut memantau pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui aplikasi Sapa Warga.

Program ini diperkenalkan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Novotel Balikpapan pada Rabu, (15 April 2026). Forum tersebut menjadi ajang penting untuk memperkuat komitmen percepatan digitalisasi layanan publik, khususnya di sektor perpajakan daerah.

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, menjelaskan bahwa keterlibatan ketua RT dipandang efektif karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat. Dengan dukungan teknologi, peran RT kini tidak hanya sebatas administratif, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengawasan pajak yang lebih transparan dan akurat.

“Aplikasi Sapa Warga ini kami siapkan agar ketua RT dapat memantau secara langsung apakah warganya sudah melunasi kewajiban PBB atau belum,” ungkap Idham di sela kegiatan.

Ia menambahkan, sistem dalam aplikasi tersebut telah terhubung dengan e-Manuntung, platform layanan digital milik Pemerintah Kota Balikpapan. Integrasi ini memungkinkan akses data pembayaran secara cepat dan real time, sehingga proses pengawasan menjadi lebih efisien tanpa harus melalui mekanisme manual. Selain memberikan kemudahan bagi aparat lingkungan, inovasi ini juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Warga kini tidak perlu lagi menunggu pembagian dokumen fisik, karena seluruh berkas terkait PBB sudah dapat diakses secara mandiri melalui aplikasi.

“Kalau sebelumnya masyarakat harus menunggu surat cetak, sekarang cukup membuka aplikasi dan dokumen bisa langsung diunduh. Ini tentu lebih praktis dan mempercepat pelayanan,” jelasnya.

Melalui langkah ini, Pemkot Balikpapan berharap tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat. Di sisi lain, transparansi dan akurasi data juga dapat lebih terjaga.

Digitalisasi yang melibatkan RT ini diyakini menjadi strategi efektif dalam membangun sistem perpajakan daerah yang modern, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kota Balikpapan mencatatkan capaian ekonomi yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Laju pertumbuhan ekonomi daerah ini melonjak tajam hingga mencapai 10,24 persen, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 3,23 persen.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas ekonomi di kota minyak tersebut tengah bergerak ke arah yang lebih progresif. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menjelaskan bahwa peningkatan signifikan ini didorong oleh peran besar sejumlah sektor unggulan, khususnya industri pengolahan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Selain itu, sektor konstruksi serta transportasi dan pergudangan turut memberikan kontribusi penting dalam menopang pertumbuhan. “Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 48,31 persen. Kemudian disusul konstruksi sebesar 12,8 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 11,59 persen,” jelasnya pada Selasa (14/4/2026).

Tak hanya dari sisi pertumbuhan, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mengalami peningkatan dari Rp214 juta pada 2024 menjadi Rp233 juta di tahun 2025, mencerminkan meningkatnya daya beli dan pendapatan masyarakat.

Stabilitas ekonomi turut tercermin dari tingkat inflasi yang tetap terjaga. Balikpapan mencatat inflasi sebesar 2,71 persen, menjadikannya yang terendah di antara kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Di bidang pembangunan manusia, capaian juga menunjukkan tren positif.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 83,23 atau meningkat 0,61 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Balikpapan sebagai daerah dengan capaian IPM terbaik kedua di wilayah tersebut.

Perbaikan juga terjadi pada sektor ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,84 persen dari sebelumnya 6,22 persen. Sementara angka kemiskinan juga menurun dari 2,23 persen menjadi 1,97 persen.

Namun demikian, ketimpangan pendapatan masih menjadi pekerjaan rumah. Indeks Gini mengalami kenaikan tipis dari 0,324 menjadi 0,325. “Persoalan seperti pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan tetap menjadi fokus evaluasi kami,” ujar Bagus.

Ia menegaskan, capaian ini merupakan hasil dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Meski begitu, tantangan seperti banjir, keterbatasan infrastruktur, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan masih perlu perhatian serius.

Ke depan, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan inklusif, sejalan dengan peran strategisnya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara yang modern, nyaman, dan berdaya saing.

“Sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara berkelanjutan,” tutupnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

 
Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Program pemberian makanan bergizi gratis bagi pelajar di Kota Balikpapan untuk sementara waktu dihentikan. Keputusan ini diambil Pemerintah Kota sebagai bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan program, khususnya pada 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi pusat distribusi.

Kebijakan tersebut berdampak pada sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama yang sebelumnya rutin menerima bantuan makanan tambahan. Selama masa pembenahan berlangsung, para siswa tidak lagi mendapatkan layanan tersebut hingga seluruh proses evaluasi rampung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa penghentian ini bersifat sementara dan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu program secara keseluruhan.

“Ini bukan penghentian permanen. Kami sedang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian, agar kualitas gizi dan keamanan makanan benar-benar terjamin,” jelas Irfan, Selasa (14/4/2026).

Ia mengungkapkan, salah satu aspek penting yang tengah diperbaiki adalah sistem pengelolaan limbah, termasuk optimalisasi fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menurutnya, faktor kebersihan dan dampak lingkungan menjadi perhatian serius agar program tidak menimbulkan persoalan baru.

“Evaluasi ini dilakukan secara menyeluruh. Kami tidak ingin program berjalan tanpa kesiapan yang matang, sehingga perlu jeda untuk melakukan perbaikan agar ke depan lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, momentum penghentian dinilai tidak terlalu mengganggu aktivitas belajar siswa karena bertepatan dengan periode ujian sekolah. Fokus kegiatan belajar saat ini lebih diarahkan pada penilaian akademik, sehingga dampaknya relatif minim.

Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan program tersebut dapat kembali dilaksanakan setelah seluruh tahapan pembenahan selesai. Nantinya, distribusi makanan diharapkan hadir dengan kualitas yang lebih baik, baik dari segi kandungan gizi, kebersihan, maupun sistem operasionalnya.

“Kami ingin saat program ini kembali berjalan, manfaatnya bisa dirasakan secara optimal oleh para siswa,” tutur Irfan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen dalam mendukung pemenuhan gizi pelajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak di Balikpapan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Sejumlah dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan terpaksa menghentikan sementara aktivitasnya. Kebijakan ini diambil menyusul belum terpenuhinya berbagai persyaratan teknis yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai regulator program.

Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa penghentian tersebut bukan keputusan daerah, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang harus dipatuhi oleh seluruh mitra penyedia layanan. Setiap dapur diwajibkan memenuhi standar yang telah ditentukan demi menjaga kualitas dan keamanan program.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menjelaskan bahwa ada sejumlah syarat utama yang masih belum dipenuhi oleh beberapa pengelola dapur. Di antaranya adalah kepemilikan sertifikat bagi tenaga memasak, dokumen kelayakan higienis, serta ketersediaan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL.

“Ini merupakan kebijakan dari pusat yang harus kita jalankan. Beberapa dapur belum melengkapi persyaratan seperti sertifikat juru masak, surat layak higienis, hingga IPAL,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, BGN telah memberikan waktu kepada para mitra untuk melengkapi seluruh ketentuan tersebut. Karena itu, ia meminta agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik agar operasional dapur bisa kembali berjalan tanpa hambatan.

“Kalau sudah ada aturan dan tenggat waktu, sebaiknya dipenuhi. Dapur ini adalah mitra BGN, jadi harus mengikuti semua ketentuan agar tidak dihentikan operasionalnya,” tegasnya.

Bagus juga menekankan bahwa keberadaan IPAL menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Limbah dapur yang mengandung minyak maupun zat tertentu berpotensi menjadi bahan berbahaya jika langsung dibuang ke lingkungan tanpa proses pengolahan.

“Itu bukan sekadar imbauan, tapi kewajiban. Limbah harus diolah terlebih dahulu agar aman sebelum dialirkan ke saluran umum,” jelasnya.

Pemkot Balikpapan turut mengingatkan bahwa standar kebersihan dan kelayakan dapur harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Hal ini penting untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada para siswa tetap aman, sehat, dan sesuai standar gizi.

Selain melindungi kesehatan penerima manfaat, kepatuhan terhadap aturan juga menjadi kunci keberlangsungan program. Pemerintah kota pun mendorong seluruh mitra MBG agar segera melengkapi persyaratan yang ada, sehingga program dapat kembali berjalan optimal tanpa kendala di lapangan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Perbaikan wajah transportasi publik terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub). Salah satu langkah nyata yang kini dijalankan adalah penataan ulang halte angkutan umum di berbagai titik strategis dengan menambahkan identitas nama serta pesan keselamatan bagi masyarakat.

Program ini tidak sekadar menghadirkan perubahan visual, tetapi juga bertujuan meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menumbuhkan kesadaran berlalu lintas. Halte-halte yang sebelumnya terkesan sederhana kini tampil lebih informatif, dilengkapi stiker imbauan keselamatan hingga ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai media iklan.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pembenahan tersebut difokuskan pada halte-halte yang berada di jalur utama kota. Menurutnya, fungsi halte kini terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang lebih modern.

“Halte tidak lagi hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga kami dorong menjadi media edukasi melalui pesan-pesan keselamatan yang dipasang,” ujarnya saat ditemui pada Senin (13/4/2026).

Sejumlah halte yang telah mendapat sentuhan pembaruan antara lain Halte B-Connect dan Halte Beller di kawasan Jalan MT Haryono. Selain itu, penataan juga dilakukan di Halte Balikpapan Permai, Halte Nuansa, Halte Samsat Markoni, hingga Halte PNW yang berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Fadli menuturkan, penamaan halte menjadi aspek penting dalam pembenahan ini.

Dengan adanya identitas yang jelas, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali titik pemberhentian, sehingga penggunaan transportasi umum menjadi lebih terarah dan efisien.

“Penamaan halte ini membantu pengguna agar tidak lagi bingung saat bepergian. Ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keteraturan layanan transportasi,” jelasnya.

Selain aspek identitas, Dishub juga menaruh perhatian pada peningkatan disiplin berlalu lintas. Melalui pemasangan pesan keselamatan di halte, diharapkan baik pengemudi maupun penumpang dapat lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan.

Tidak hanya itu, penambahan ruang iklan pada halte juga menjadi strategi untuk mengoptimalkan fungsi fasilitas publik sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan daerah. Dengan konsep ini, halte tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Fadli menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih tertata, modern, dan ramah bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa merasakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan semakin tertib di Balikpapan,” tutupnya.

Ke depan, Dishub Balikpapan berencana terus melakukan evaluasi serta pengembangan fasilitas transportasi, termasuk memperluas penataan halte ke lebih banyak titik di seluruh wilayah kota.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

  1. Transformasi Puskesmas di Balikpapan Dikebut, Dinkes Fokuskan Layanan Sehat dan Aman bagi Warga
  2. Antisipasi El Nino 2026, PTMB Perkuat Strategi Amankan Pasokan Air di Balikpapan
  3. Pemkot Balikpapan Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan, Ribuan Tenaga Informal Diusulkan Terima Jaminan Sosial
  4. Pemkot Balikpapan Genjot Pembenahan Jalan AW Syahrani demi Kelancaran Mobilitas
  5. Keuangan Balikpapan Surplus, Pemkot Percepat Realisasi Anggaran
  6. Butuh Rp2 Triliun, Pemkot Balikpapan Dorong Penguatan Program Pengendalian Banjir
  7. Menuju Akselerasi, Balikpapan Kunci Arah Pembangunan 2027 Lewat Musrenbang
  8. Balikpapan Tambah Dua Taman Berstandar Nasional, Perkuat Komitmen Kota Ramah Anak
  9. Soroti Jalan Rusak, Wali Kota Balikpapan Desak Pemprov Kaltim Segera Bertindak
  10. Lima Pekerja Asal Malang Terlantar di Balikpapan, Dinsos Fasilitasi Pemulangan ke Surabaya
  11. Stok Bahan Pokok di Balikpapan Dipastikan Aman Selama Ramadan, Pemerintah Intensifkan Pengawasan
  12. Muhammad Anwar: Kenaikan Harga Pangan Masih Relatif terkendali
  13. Akhiri Safari Ramadan, Pemkot Balikpapan Ingatkan Warga Soal Sampah dan Belanja Bijak Jelang Lebaran
  14. Dinkes Balikpapan Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Siaga Selama Libur Idulfitri
  15. DLH Balikpapan Ingatkan Warga Bijak Kelola Sampah Jelang Lebaran
  16. Disperkim Balikpapan Siap Ambil Alih PSU Perumahan Terlantar di 2026
  17. Waspada Campak Saat Mudik Lebaran, Dinkes Balikpapan Ingatkan Protokol Kesehatan
  18. Pemkot Balikpapan Siap Patuhi Edaran Mendagri soal Pembatasan Perjalanan Kepala Daerah Jelang Lebaran
  19. Sidak Parcel Lebaran, Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan
  20. Satpol PP Balikpapan Intensifkan Penertiban Pengemis dan Manusia Gerobak Selama Ramadan