Kabid Bidang PSU Disperkim Kota Balikpapan Edy Saputra, S.T.

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melakukan penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang berdampak pada perubahan sejumlah kewenangan perangkat daerah.

Salah satu perubahan tersebut adalah pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang akan kembali menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan mulai tahun depan.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Disperkim Balikpapan, Edy Saputra, ST. menjelaskan bahwa penyesuaian itu merupakan tindak lanjut dari terbitnya Perda baru terkait susunan dan fungsi perangkat daerah di tahun 2025, Selasa (3/3/2026)

“Pemerintah kota telah melakukan penyesuaian SOTK. Salah satu dampaknya, urusan pemakaman umum yang sebelumnya ditangani DLH akan kembali ke Disperkim. Untuk perencanaan tahun 2027, kami sudah diminta memasukkan program terkait TPU ke dalam Renja Disperkim,” ujar Edy.

Ia menuturkan, pengelolaan TPU sejatinya bukan hal baru bagi Disperkim. Sebelum tahun 2016, urusan pemakaman memang berada di bawah Disperkim. Namun, setelah terjadi penyusunan SOTK pada 2016, kewenangan tersebut bergeser ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kini, melalui penyesuaian terbaru, kewenangan itu dikembalikan dan direncanakan efektif berjalan pada 2026 untuk pelaksanaan program 2027. Menurut Edy, dalam dokumen perencanaan 2027, Disperkim telah memasukkan berbagai program terkait TPU, mulai dari pembangunan, pemeliharaan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga pengembangan kawasan pemakaman.

“Seluruh urusan pemakaman umum akan kami tangani, termasuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas. Harapannya, pelayanan TPU ke depan semakin baik dan mendukung visi kota,” katanya.

Ia menegaskan, pengelolaan TPU yang baik tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga berpengaruh terhadap penataan kota. TPU yang tertata rapi dan nyaman akan memberikan kemudahan bagi masyarakat saat berziarah sekaligus menghilangkan kesan kumuh.

“Kalau TPU dikelola dengan baik, tentu memberikan kenyamanan bagi peziarah dan membuat kota lebih tertata. Jangan sampai ada kesan TPU tidak terurus,” tambahnya.

Terkait jumlah TPU, Edy menyebut berdasarkan informasi yang beredar terdapat sekitar 31 TPU yang tersebar di seluruh wilayah Balikpapan, dari timur hingga barat, utara hingga selatan. Salah satu yang terbesar adalah TPU Terpadu Kilometer 15 yang saat ini masih dalam proses pengembangan.

Namun demikian, ia mengakui penanganan seluruh TPU akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Prioritas akan diberikan pada lokasi yang paling mendesak, termasuk TPU yang daya tampungnya sudah terbatas atau overload.

“Kami akan berkoordinasi dengan DLH untuk memetakan TPU mana yang sudah penuh dan hanya perlu pemeliharaan, mana yang masih memiliki daya tampung, serta mana yang perlu pengembangan,” jelas Edy.

Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar TPU di dalam kota sudah memiliki keterbatasan lahan. Ke depan, pemerintah akan mendorong pemanfaatan TPU yang masih memiliki ruang cukup, seperti Kilometer 15, yang juga memberikan kemudahan layanan administrasi kematian secara terintegrasi bagi masyarakat.

Dengan pengalihan kewenangan ini, Disperkim berharap tata kelola pemakaman umum di Balikpapan semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah resmi dalam menyikapi duka nasional dengan menerbitkan surat edaran terkait pengibaran bendera setengah tiang. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.14.1/476/E/SETDA yang sekaligus menetapkan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya tokoh penting bangsa, (2/3/2026)

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia tertanggal 2 Maret 2026. Edaran tersebut diterbitkan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno.

Dalam ketentuan yang disampaikan, seluruh elemen masyarakat diminta mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari berturut-turut, mulai 2 hingga 4 Maret 2026. Periode tersebut secara resmi ditetapkan sebagai Hari Berkabung Nasional.

Rahmad menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud penghormatan tertinggi kepada almarhum yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam pelaksanaan kebijakan tersebut dengan penuh kesadaran dan rasa hormat.

“Sebagai bentuk penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut,” ujarnya.

Instruksi ini tidak hanya ditujukan kepada instansi pemerintah, tetapi juga mencakup lembaga vertikal, BUMN, BUMD, institusi pendidikan, hingga masyarakat umum. Pelaksanaan pengibaran bendera ini mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta aturan keprotokolan yang berlaku secara nasional.

Diketahui, Try Sutrisno menghembuskan napas terakhir pada Senin pagi, 2 Maret 2026, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto sekitar pukul 06.58 WIB dalam usia 90 tahun. Semasa hidupnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998, mendampingi Soeharto.

Berdasarkan informasi yang beredar, jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada hari yang sama. Melalui momentum Hari Berkabung Nasional ini, Pemerintah Kota Balikpapan juga mengajak masyarakat untuk mengenang jasa serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

Selain itu, warga diimbau untuk turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Pemkot berharap pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang dapat berjalan dengan tertib, khidmat, dan penuh makna sebagai simbol duka cita nasional yang dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud jalani Safari ramadhan dimasjid Agung At Taqwa Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Suasana religius menyelimuti Masjid Agung At Taqwa Balikpapan, Minggu (1/3/2026) malam.

Pemerintah Kota Balikpapan kembali menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari komitmen mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ulu tersebut dihadiri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Yono Suherman, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rangkaian acara diawali dengan Salat Isya berjamaah bersama masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan penyerahan bantuan secara simbolis dari Pemkot Balikpapan kepada pengurus masjid. Bantuan yang diberikan berupa dua unit AC berkapasitas 2 PK, satu unit vacuum cleaner, dan tiga unit kipas angin guna mendukung kenyamanan jamaah saat beribadah.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa Safari Ramadan merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun selama bulan suci. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai sarana membangun kedekatan dan memperkuat komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

“Safari Ramadan ini adalah agenda rutin Pemerintah Kota Balikpapan. Malam ini merupakan pelaksanaan yang ketiga. Tujuan utamanya untuk mempererat silaturahmi dan membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan ulama serta masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan juga diisi tausyiah yang disampaikan ustadz Sartono dengan tema makna Ramadan dan keutamaan pahala bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.

Ketua Masjid Agung At Taqwa Balikpapan, Habib Agil Abu Bakar Al Qadri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemkot Balikpapan. Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang kenyamanan jamaah. “Atas nama pengurus masjid, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Semoga menjadi amal kebaikan,” katanya.

Ia juga menginformasikan bahwa pihak masjid tengah membuka donasi untuk perbaikan kubah yang mengalami kebocoran. Penggalangan dana dilakukan melalui infak dan sedekah dari para jamaah dan masyarakat luas.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Sosial Edy Gunawan serahkan bantuan kepantai asuhan Yaumiddin Km 24

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Sosial Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Melalui program bantuan pangan, ratusan karung beras disalurkan ke sejumlah panti asuhan, khususnya yang berada di kawasan pinggiran dan memiliki keterbatasan akses terhadap sumber kebutuhan pokok.

Kepala Dinsos Balikpapan, Edy Gunawan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kali ini dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan jumlah anak asuh serta kondisi operasional masing-masing panti. Menurutnya, tidak seluruh panti menerima bantuan pada tahap ini karena pihaknya memprioritaskan lembaga yang dinilai paling membutuhkan.

“Kami menyalurkan bantuan beras ke beberapa panti, termasuk yang berada di Kilometer 24 dan daerah yang cukup jauh. Tidak semua panti menerima, karena kami selektif dan memprioritaskan yang benar-benar membutuhkan,” ujar Edy saat ditemui, Kamis (26/2/2026).

Secara keseluruhan, bantuan yang didistribusikan mencapai sekitar 475 karung beras dengan berat masing-masing lima kilogram. Total tersebut diharapkan mampu membantu mencukupi kebutuhan konsumsi anak-anak panti dalam beberapa waktu ke depan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok.

“Totalnya kurang lebih 475 karung, masing-masing lima kilogram. Untuk tahap ini bantuannya memang berupa beras saja,” jelasnya.

Edy menambahkan, fokus pada komoditas beras dilakukan karena bahan pangan tersebut merupakan kebutuhan paling mendasar dan mendesak bagi anak-anak panti. Sementara itu, bantuan dalam bentuk lain seperti minyak goreng atau paket sembako tambahan masih menunggu dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.

“Untuk sembako lain belum ada. Tapi kami membuka kemungkinan jika ada dukungan dari CSR perusahaan atau sumber lain yang bisa menambah jenis bantuan,” katanya.

Selain penyaluran dari Dinsos, dalam waktu dekat bantuan juga akan disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional kepada ribuan penerima manfaat di Balikpapan. “Hari Sabtu nanti rencananya ada penyaluran bantuan dari Baznas untuk sekitar 4.000 penerima,” tambahnya.

Ia menegaskan, sinergi antar lembaga dan partisipasi berbagai pihak sangat diperlukan agar kebutuhan dasar kelompok rentan, termasuk anak-anak panti asuhan, tetap terjamin. Dinsos pun memastikan distribusi bantuan dilakukan langsung ke lokasi guna memastikan ketepatan sasaran sekaligus meringankan beban operasional panti dalam menjaga ketahanan pangan anak-anak asuh.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan agar tidak menjadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk menurunkan performa kerja. Penegasan tersebut disampaikannya di hadapan jajaran pejabat dan pegawai, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, meskipun selama Ramadan terjadi penyesuaian jam kerja, kualitas layanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal tanpa ada penurunan standar. Ia menekankan bahwa status sebagai pelayan publik melekat pada setiap ASN dan tidak mengenal waktu maupun kondisi tertentu.

“Kualitas pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal. Kedisiplinan aparatur harus dijaga. Puasa bukan alasan untuk menurunkan kinerja,” tegasnya.

Bagus menjelaskan, perubahan jam operasional selama bulan suci merupakan kebijakan yang lumrah diterapkan setiap tahun. Namun demikian, kebijakan tersebut tidak boleh berdampak pada menurunnya produktivitas maupun melambatnya respons terhadap kebutuhan warga.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat tetap membutuhkan berbagai layanan dasar, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, hingga urusan publik lainnya. Karena itu, profesionalitas dan kecepatan pelayanan harus tetap menjadi perhatian utama.

“Sebagai abdi negara, komitmen kita melayani tidak boleh berubah, termasuk di bulan Ramadan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan etika kerja. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta empati terhadap masyarakat dinilai sejalan dengan semangat ibadah yang dijalankan selama bulan suci.

“Kita memiliki tanggung jawab tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menjaga integritas, etika, dan akhlak dalam setiap pekerjaan,” katanya.

Baginya, Ramadan bukan sekedar peningkatan ibadah personal, melainkan juga kesempatan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. Spiritualitas dan profesionalitas, lanjutnya, harus berjalan beriringan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

“Ramadan harus menjadi sarana introspeksi dan memperkuat komitmen kita memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Balikpapan,” tutupnya.

Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh perangkat daerah mampu menjaga ritme kerja secara konsisten. Dengan begitu, pelayanan publik tetap prima, sementara nilai-nilai keagamaan turut memperkaya budaya kerja yang berintegritas dan bertanggung jawab.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo Safari Ramadhan di masjid Jami Al- Azhar kelurahan kecamatan Balikpapan Utara

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Masjid Jami’ Al-Azhar, Jalan Bangkirai Raya Perumnas RT 10, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kamis (26/2/2026).

Pemerintah Kota Balikpapan melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menyambangi langsung jamaah dan warga sekitar dalam agenda yang sarat nilai silaturahmi dan kepedulian. Kegiatan tersebut menjadi titik kedua pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini, setelah sebelumnya dibuka di rumah jabatan wali kota.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Balikpapan H. Bagus Susetyo bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memenuhi masjid untuk melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah.

Dalam sambutannya, Bagus menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

“Setelah kita awali di rumah jabatan wali kota, malam ini kita lanjutkan di masjid agar silaturahmi terjalin lebih dekat. Ini menjadi momentum menyatukan pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah selama bulan suci. Menurutnya, Ramadan harus dimaknai sebagai kesempatan memperkuat persaudaraan dan persatuan, terlebih di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Kami berharap para orang tua membimbing anak-anaknya agar mengisi Ramadan dengan kegiatan positif dan tidak terlibat aktivitas yang kurang bermanfaat. Bulan suci ini harus menjadi penguat persatuan,” katanya.

Tak hanya bersilaturahmi, Pemkot Balikpapan turut menyerahkan bantuan untuk mendukung operasional masjid. Bantuan tersebut berupa satu set perangkat komputer lengkap dengan printer serta dana hibah sebesar Rp34 juta.

“Semoga bantuan ini dapat menunjang kegiatan administrasi dan operasional masjid sehingga jamaah semakin nyaman dan semakin banyak yang memakmurkannya,” ungkap Bagus.

Ia menjelaskan, anggaran bantuan bersumber dari APBD 2026 melalui pos hibah dan kesejahteraan rakyat. Penyalurannya telah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas masing-masing rumah ibadah.

“Kami pastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi jamaah,” jelasnya.

 Melalui Safari Ramadan ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap sinergi dengan masyarakat terus terjalin erat, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial di tengah kehidupan warga kota.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Camat Balikpapan Utara Umar Hadi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kecamatan Balikpapan Utara menjadikan bulan suci Ramadan sebagai titik tolak untuk memperkuat denyut perekonomian warga tanpa mengabaikan stabilitas sosial.

Momentum tahunan ini dipandang bukan sekadar periode peningkatan aktivitas ibadah, tetapi juga peluang strategis untuk mendorong produktivitas masyarakat sekaligus menjaga suasana tetap aman dan tertib.

Camat Balikpapan Utara, Umar Hadi, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas menjadi perhatian utama selama Ramadan. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah memfasilitasi penyelenggaraan Pasar Ramadan di sejumlah kelurahan. Kehadiran pasar musiman tersebut diharapkan mampu membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

“Ramadan ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga kesempatan menggerakkan ekonomi warga. Pasar Ramadan kita dorong agar pelaku UMKM bisa meningkatkan pendapatan,” ujar Umar, Rabu (25/2/2026).

Selain sektor perdagangan, geliat ekonomi juga terlihat pada bidang pertanian dan wisata edukasi. Di Kelurahan Batu Ampar, kebun melon “Sumber Berkah” telah memasuki masa panen dan mulai dikenal sebagai destinasi wisata edukasi berbasis pertanian.

Sementara itu, di kawasan Karang Joang KM 21, Kelompok Wanita Tani berhasil mengembangkan budidaya buah naga serta memproduksi tepung singkong mocaf yang memiliki nilai tambah di pasaran.

“Potensi di kelurahan terus tumbuh. Ada pertanian, olahan pangan, sampai wisata edukasi. Ini menunjukkan ekonomi masyarakat makin bergerak,” jelasnya.

Kreativitas masyarakat juga muncul dari sektor ekonomi kreatif. Di wilayah KM 15, warga mengembangkan usaha ecoprint dengan memanfaatkan pewarna alami dari kayu ulin. Produk ramah lingkungan ini dinilai memiliki prospek cerah karena memadukan nilai estetika dan keberlanjutan.

Di sisi lain, sektor pariwisata alam turut mendapat penguatan dengan diluncurkannya destinasi Tirta Wahana. Kehadiran lokasi wisata baru tersebut tidak hanya menjadi alternatif rekreasi keluarga, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi warga sekitar.

Meski aktivitas ekonomi meningkat, Umar memastikan aspek keamanan tetap menjadi prioritas. Koordinasi intensif dilakukan bersama lurah, aparat keamanan, dan unsur masyarakat untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban seperti perang sarung maupun tawuran remaja.

“Kami merapatkan barisan bersama lurah dan unsur terkait agar wilayah tetap kondusif. Gangguan sosial harus dicegah sejak awal,” tegasnya.

Ia mengakui sempat terjadi beberapa insiden kecil, namun situasi dapat segera dikendalikan berkat komunikasi dan kerja sama yang solid. Setelah Ramadan dan Idulfitri, pemerintah kecamatan berencana melanjutkan fokus pada penguatan pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan tata kelola pemerintahan, serta memperluas kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci. Kalau semua unsur bergerak bersama, Balikpapan Utara bisa terus tumbuh sebagai wilayah yang produktif dan tetap aman,” pungkas Umar.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memproyeksikan lonjakan volume sampah signifikan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada malam takbiran, saat aktivitas masyarakat meningkat drastis.

Rabu, 25/2/2026), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyebutkan bahwa selama Ramadan volume sampah justru relatif terkendali. Dari rata-rata harian sekitar 550 ton pada hari biasa, terjadi penurunan sekitar 120 ton berkat optimalisasi pengelolaan di TPS3R, dan ITF.

Dengan kondisi tersebut, sampah yang masuk ke TPA Manggar selama Ramadan berada pada kisaran 380 hingga 400 ton per hari. Namun situasi berbeda diprediksi terjadi menjelang Lebaran. Pada malam takbiran, volume sampah berpotensi melonjak hingga 800 ton dalam satu malam.

"Selama bulan Ramadan, volume sampah yang masuk ke TPA Manggar masih relatif terkendali, berada di kisaran 380 hingga 400 ton per hari. Namun, kami memprediksi akan terjadi lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri, khususnya pada malam takbiran, di mana volume sampah berpotensi meningkat hingga 800 ton dalam satu malam. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas konsumsi masyarakat, baik dari rumah tangga, pusat perbelanjaan, maupun berbagai kegiatan di ruang publik,” ujarnya.

Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga, pusat perbelanjaan, hingga kegiatan masyarakat di ruang publik. Mengantisipasi hal itu, DLH menyiapkan langkah taktis dengan meningkatkan ritase armada pengangkut sampah. Dalam kondisi normal, satu unit kendaraan melakukan dua kali ritase per hari.

Menjelang Idulfitri, ritase dapat ditingkatkan menjadi empat hingga lima kali per unit.

“Kita siapkan kerja ekstra, termasuk lembur bagi petugas kebersihan agar sampah tidak menumpuk,” jelas Sudirman.

DLH memastikan tidak ada pengurangan jam operasional selama Ramadan maupun menjelang Lebaran. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai pembagian wilayah di masing-masing kecamatan.

Terkait pasar Ramadan, DLH menilai kontribusinya terhadap lonjakan sampah relatif terkendali karena pengurus pasar telah menyiapkan titik pengumpulan sebelum sampah diangkut ke TPS.

Dengan kesiapsiagaan tersebut, DLH optimistis lonjakan sampah musiman dapat diatasi tanpa mengganggu kebersihan kota. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap menjaga disiplin dalam membuang dan memilah sampah, khususnya pada momen perayaan Idulfitri.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya pengendalian sampah di Kota Balikpapan kini diarahkan lebih tegas pada sumber utamanya, yakni rumah tangga dan lingkungan pendidikan.

Rabu, (25/2/2025) Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menegaskan, pola lama yang hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan peningkatan volume sampah perkotaan.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri Lingkungan Hidup yang telah diperkuat melalui surat edaran Wali Kota Balikpapan. Penekanan utamanya adalah pembatasan sampah sejak dari hulu sebelum masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurutnya, langkah konkret telah dilakukan melalui sosialisasi masif ke sekitar 600 sekolah, mulai tingkat SD, SMP hingga MTs yang berada dalam kewenangan pemerintah daerah. Materi yang disampaikan mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pembiasaan budaya bersih di lingkungan sekolah.

“Penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya, baik di rumah tangga maupun di sekolah. Tujuannya jelas, untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pengolahan akhir,” ujarnya.

DLH menilai sekolah menjadi titik strategis dalam membangun perubahan perilaku. Anak-anak didorong menjadi agen perubahan yang membawa kebiasaan positif tersebut ke lingkungan keluarga. Dengan pendekatan ini, pengurangan sampah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga kultural.

Selain sektor pendidikan, rumah tangga menjadi perhatian utama karena menyumbang porsi terbesar produksi sampah harian kota. DLH terus mendorong optimalisasi peran TPS3R dan fasilitas pengolahan berbasis masyarakat agar beban pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan.

Sudirman menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari banyaknya sampah yang diangkut, tetapi dari seberapa besar pengurangan yang terjadi sebelum sampah tersebut sampai ke TPA. Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga pola pengelolaan berbasis sumber dapat berjalan berkelanjutan.

Dengan strategi tersebut, Balikpapan ditargetkan mampu menjaga kapasitas TPA tetap terkendali sekaligus memperkuat komitmen sebagai kota yang peduli lingkungan.

 (ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Perdagangan kota Balikpapan Haemusri

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan semakin memperkuat langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi lonjakan harga yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat menjelang dan selama bulan suci, Rabu (25/2/2026)

Melalui Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, pemerintah daerah bergerak cepat membangun komunikasi intensif dengan para distributor dan pemasok utama. Fokus pengawasan diarahkan pada komoditas strategis, khususnya bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan harga. Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga tersebut masih dalam batas terkendali.

Menurutnya, kenaikan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Untuk komoditas bumbu memang ada kenaikan, tetapi relatif masih wajar. Sekitar 90 persen kebutuhan kita dipasok dari luar daerah, sehingga sangat bergantung pada kondisi di sentra produksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, faktor cuaca di daerah penghasil pascapanen turut memengaruhi distribusi barang ke Balikpapan. Selain itu, pertumbuhan pembangunan dan aktivitas industri yang terus meningkat juga berimbas pada melonjaknya kebutuhan pangan di pasaran.

“Bukan hanya rumah tangga, sektor industri juga membutuhkan pasokan pangan. Itu sebabnya, untuk komoditas tertentu terjadi kenaikan harga,” jelas Haemusri.

Dari sisi ketersediaan lahan, Balikpapan memang memiliki keterbatasan. Produksi pangan lokal diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar lima hingga sepuluh persen dari total kebutuhan masyarakat. Selebihnya, pasokan didatangkan dari berbagai wilayah, seperti Sulawesi untuk hortikultura dan Pulau Jawa untuk beras serta daging ayam.

“Luas lahan pertanian kita sangat minim, sehingga ketergantungan terhadap daerah lain masih cukup tinggi,” katanya.

Meski demikian, Disdag tidak tinggal diam. Pengawasan rutin terus digelar melalui inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan ritel modern bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan aparat kepolisian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi praktik penimbunan. Dengan penguatan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha,

Pemkot Balikpapan optimistis stabilitas harga pangan dapat terjaga hingga Idulfitri. Pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar selama Ramadan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

  1. USULKAN PERPANJANGAN RUTE BCT HINGGA KM 23, DUKUNG MOBILITAS PELAJAR
  2. Pemkot Balikpapan Perkuat Pengendalian Pangan, Stok Beras 7.000 Ton Dipastikan Aman hingga Pertengahan Tahun
  3. Delapan Rumah Potong Unggas di Balikpapan Kantongi Sertifikat Halal, Pemkot Perluas Pengawasan
  4. Animo Masyarakat Tinggi, Armada BCT Balikpapan Naik Jadi 24 Unit
  5. Disperkim Genjot Penyerahan PSU demi Tata Kota Optimal
  6. Rumah Penampungan Gunung Pasir di Perbaiki, Dinsos Beri Pelatihan Untuk Penghuni
  7. Disdik Pastikan Seragam Sekolah Gratis Tetap Berjalan
  8. Dinas Sosial Tangani Kasus Tanpa Identitas, Siapkan Bantuan Beras Buat LKSA
  9. Isu Patahan Lempeng di Kaltim Dipastikan Hoaks, BPBD Balikpapan Minta Warga Tak Panik
  10. Disdik Balikpapan Uji Coba CCTV Terintegrasi, Orang Tua Bisa Pantau Aktivitas Siswa Secara Daring
  11. Safari Ramadan 1447 H Dimulai, Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi dan Spirit Madinatul Iman
  12. Ramadan 2026, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan Kedepankan Pendekatan Humanis Tanpa Razia
  13. DKK Balikpapan Tekankan Pentingnya Pola Hidup Sehat Selama Ramadan 2026
  14. Ramadhan Balikpapan Vaganza 129, Perpaduan Syiar Ramadan dan Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal
  15. BPBD Balikpapan Perkuat Kesiapsiagaan Ramadan, Enam Posko Siaga Aktif 24 Jam
  16. Program Sejadah Kembali Digelar, Disdik Balikpapan Ajak Siswa Bersedekah di Ramadan
  17. Disdik Balikpapan Sesuaikan Jam Belajar Selama Ramadan, Sekolah Diminta Gelar Amaliah
  18. Pemkot Balikpapan Perpanjang Program Keringanan Pajak Sampai Akhir September
  19. Disparpora Dorong Pelaku Ekraf Balikpapan Daftarkan Karya ke HAKI
  20. Puskesmas Balikpapan Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan, Dinkes Minta Dukungan Pusat