Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Pendidikan Kota Balikpapan memastikan SDN 022 Batakan di Kecamatan Balikpapan Timur siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepastian tersebut sekaligus menjawab berbagai informasi yang beredar mengenai penempatan siswa baru yang diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan seluruh siswa yang telah diterima di SDN 022 Batakan akan bersekolah di gedung baru tersebut.

Ia memastikan tidak ada pemindahan peserta didik ke sekolah lain sebagaimana isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat. Menurut Irfan, kabar yang menyebutkan murid SDN 022 akan menjalani proses belajar sementara di SDN 021 Balikpapan Timur tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Pemerintah Kota Balikpapan telah menyiapkan seluruh kebutuhan operasional sehingga sekolah dapat berfungsi secara penuh saat tahun ajaran baru dimulai.

“Seluruh siswa yang diterima melalui SPMB akan belajar di SDN 022 Batakan. Tidak ada pemindahan ke sekolah lain karena sekolah ini sudah siap digunakan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan pembangunan fisik sekolah telah rampung sejak awal tahun 2026. Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hanya menyelesaikan proses distribusi berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Beragam fasilitas penunjang telah disiapkan, mulai dari tenaga pendidik, jaringan listrik, pasokan air bersih, layanan internet, hingga meja dan kursi untuk ruang kelas maupun ruang administrasi sekolah. Seluruh kebutuhan tersebut ditargetkan sudah tersedia sebelum siswa mulai masuk sekolah pada Juli mendatang.

“Fasilitas utama sudah siap. Saat ini tinggal proses pengiriman dan penataan di lokasi sekolah agar seluruh sarana dapat digunakan saat kegiatan belajar dimulai,” katanya.

Selain menyiapkan operasional sekolah, pemerintah juga melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung. Salah satunya adalah pemasangan pagar sekolah yang proses pengadaannya telah selesai dan akan segera memasuki tahap pengerjaan.

Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, wilayah layanan SDN 022 Batakan mencakup 11 RT, yakni RT 66, RT 67, RT 75, RT 76, RT 77, RT 78, RT 79, RT 80, RT 87, RT 88, dan RT 94. Irfan mengimbau masyarakat, khususnya warga Balikpapan Timur, agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Ia memastikan SDN 022 Batakan siap beroperasi sesuai jadwal dan seluruh siswa yang telah terdaftar akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sejak hari pertama tahun ajaran baru dimulai.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dengan menggalakkan budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga. Langkah ini menjadi strategi utama untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga 50 persen, sekaligus mempertahankan predikat Balikpapan sebagai salah satu kota bersih di Indonesia.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai regulasi sebagai dasar pelaksanaan pengelolaan sampah. Mulai dari peraturan daerah hingga peraturan wali kota, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sekaligus membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menekan timbulan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan.

“Pemerintah Kota Balikpapan sudah memiliki peraturan daerah maupun peraturan wali kota yang mengatur pemilahan sampah. Selain itu, penggunaan plastik sekali pakai dalam berbagai aktivitas perdagangan juga terus dibatasi sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan,” ujar Bagus saat ditemui usai mengikuti kegiatan Aksi Bersih-Bersih Pantai Bandara Lama, Minggu (21/6/2026).

Bagus menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas, pelaku usaha hingga berbagai organisasi, agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Karena itu, Pemkot Balikpapan terus mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik dinilai masih memiliki nilai manfaat karena dapat diolah menjadi kompos maupun dimanfaatkan melalui budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF), yang kini mulai banyak diterapkan sebagai solusi pengurangan sampah rumah tangga.

“Kalau pemilahan sampah dilakukan secara konsisten dari rumah, maka beban sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang hingga 50 persen. Penggunaan kompos dan maggot menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pola pengelolaan sampah yang hanya bergantung pada Tempat Pemrosesan Akhir sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan Kota Balikpapan.

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menerima Audiensi sejumlah mahasiswa di Aula Pemkot Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai aliansi kemahasiswaan di Kota Balikpapan menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan dalam audiensi yang berlangsung di Aula Balai Kota, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah untuk membahas berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Audiensi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu dihadiri langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, perwakilan Pertamina Balikpapan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam forum tersebut, sebanyak 31 mahasiswa menyampaikan sembilan poin aspirasi yang mencakup berbagai sektor pembangunan dan pelayanan publik. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain distribusi hasil pertanian yang belum optimal, kekurangan tenaga pendidik, minimnya penerangan jalan umum di sejumlah ruas jalan, pelanggaran jam operasional kendaraan berat, meningkatnya gangguan keamanan di kawasan Kilometer 8 ke atas, parkir kendaraan besar di bahu jalan, hingga kelanjutan pembangunan RSUD Sayang Ibu.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rahmad Mas’ud memberikan penjelasan secara terbuka. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pembangunan RSUD Sayang Ibu yang saat ini belum dapat dilanjutkan akibat permasalahan kontrak dengan pihak pelaksana proyek.

Menurut Rahmad, progres pembangunan rumah sakit tersebut baru mencapai sekitar 20 persen sebelum kontrak diputus karena pihak kontraktor dinilai tidak mampu memenuhi kewajibannya. Pemerintah Kota Balikpapan pun memilih menghentikan sementara proyek tersebut sambil menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan proses hukum yang masih berlangsung.

“Pembangunan kita hentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2027. Saya tidak ingin ada proyek mangkrak di masa kepemimpinan saya. Ini menjadi tanggung jawab yang harus diselesaikan,” tegas Rahmad.

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan untuk melanjutkan proyek tersebut setelah seluruh proses administrasi dan lelang ulang selesai dilakukan.

Selain itu, Rahmad juga menanggapi keluhan warga terkait dampak aktivitas pembangunan terhadap lingkungan sekitar. Pemerintah, kata dia, akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang terdampak setelah seluruh pekerjaan konstruksi utama rampung agar hasilnya lebih maksimal.

Terkait persoalan lain yang disampaikan mahasiswa, seperti distribusi pertanian, kebutuhan guru, penerangan jalan dan pengawasan kendaraan berat, Rahmad meminta perangkat daerah terkait segera melakukan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.

Ia turut mengapresiasi cara mahasiswa menyampaikan aspirasi secara santun, berbasis data, dan mengedepankan solusi. Menurutnya, kritik konstruktif merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan pelayanan publik serta memperkuat kualitas demokrasi di daerah. Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis.

Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan serta membuka ruang komunikasi yang berkelanjutan dengan kalangan mahasiswa dan masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

.

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya menciptakan tata kelola parkir yang tertib dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menertibkan keberadaan juru parkir liar yang masih ditemukan beroperasi di sejumlah kawasan usaha dan pusat kuliner.

Penertiban tersebut dilakukan sebagai respons atas berbagai laporan masyarakat yang mengeluhkan praktik parkir tidak resmi di beberapa lokasi.

Selain melakukan pengawasan langsung di lapangan, Dishub juga memberikan surat peringatan kepada juru parkir binaan yang dinilai belum menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, M. Fadli Pathurrahman, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sistem perparkiran yang lebih tertata dan transparan.

“Laporan masyarakat kami tindak lanjuti melalui kegiatan monitoring dan penertiban di sejumlah titik. Tujuannya agar pengelolaan parkir berjalan sesuai aturan dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi pengguna jasa parkir,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Sebagai tindak lanjut, petugas Dishub turun langsung melakukan pemantauan di beberapa lokasi yang kerap menjadi sorotan masyarakat. Pengawasan dilakukan di sejumlah ruas jalan strategis, di antaranya Jalan Marsma R. Iswahyudi, Jalan MT Haryono, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Letjen Soeprapto.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan beberapa juru parkir yang belum terdaftar dalam sistem resmi. Mereka kemudian diberikan arahan untuk berkoordinasi dengan pengelola yang sah serta mengikuti proses administrasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Fadli menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata bersifat penindakan. Menurutnya, pembinaan menjadi bagian penting agar para juru parkir dapat bekerja secara legal dan terintegrasi dalam sistem pengelolaan parkir yang resmi.

“Kami juga mengarahkan beberapa juru parkir untuk bergabung ke dalam sistem resmi yang dikelola melalui Gedung Parkir Klandasan. Dengan begitu, pengelolaan parkir bisa lebih tertib, terdata, dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penataan parkir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, warga diimbau untuk aktif melaporkan apabila menemukan praktik parkir yang tidak sesuai aturan.

Melalui langkah penertiban dan pembinaan yang berkelanjutan, Dishub berharap sistem perparkiran di Balikpapan semakin tertata, mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya ketertiban di ruang-ruang publik kota.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM Di BSCC Dome

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali ditegaskan melalui Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang digelar Kementerian UMKM Republik Indonesia di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperoleh akses lebih luas terhadap perizinan, sertifikasi, pembiayaan, hingga pengembangan kapasitas usaha. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Balikpapan sebagai lokasi penyelenggaraan festival.

Menurutnya, agenda tersebut menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.

Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional, terutama saat berbagai sektor usaha menghadapi tekanan ekonomi. "Para pelaku UMKM telah membuktikan bahwa usaha kecil mampu bertahan dan tumbuh di tengah badai ekonomi. Ketika pengusaha besar banyak yang kolaps, UMKM justru menjadi penopang perekonomian nasional," ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga akhir 2025 jumlah UMKM di daerah ini mencapai 293.525 unit. Sebagian besar merupakan usaha mikro sebanyak 291.947 unit, disusul 1.293 usaha kecil dan 280 usaha menengah. Rudy menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah UMKM, tetapi juga mendorong mereka naik kelas melalui legalitas usaha, digitalisasi, dan perluasan pasar.

"Kita ingin UMKM Kaltim bertransformasi, dari usaha yang belum memiliki legalitas menjadi usaha yang tertib administrasi, dari usaha tradisional menjadi usaha berbasis digital, serta dari usaha yang bertahan menjadi usaha yang berkembang dan berdaya saing," katanya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Kaltim telah menyiapkan sejumlah program prioritas pada 2026. Salah satunya adalah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) ekspor bagi 100 UMKM potensial agar mampu menembus pasar internasional.

Selain itu, pemerintah juga memberikan pendampingan sertifikasi, penguatan koperasi modern, perlindungan usaha, serta peningkatan literasi digital. Tak hanya itu, sebanyak 1.050 pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan terpadu sepanjang 2025 hingga 2026.

Program tersebut mencakup bidang kuliner, barista, digital printing, dan menjahit guna meningkatkan kompetensi serta produktivitas pelaku usaha. Dalam jangka panjang, Pemprov Kaltim juga membangun berbagai infrastruktur pendukung seperti Rumah Produksi Bersama di Kutai Kartanegara, kawasan industri, dan Pusat Distribusi Provinsi yang ditargetkan beroperasi pada 2026.

Sementara itu, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai berhasil menciptakan iklim usaha yang ramah bagi pelaku UMKM.

"Ini adalah angin segar. Ketika UMKM diberikan akses pelayanan perizinan dan pembiayaan yang maksimal, maka perekonomian di Kalimantan Timur akan bergerak," ujar Maman.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan UMKM.

"Kolaborasi adalah kunci. Semoga upaya kita bersama untuk mendorong dan memberdayakan UMKM di Kalimantan Timur dapat benar-benar terwujud," pungkasnya.

Melalui berbagai program pemberdayaan yang disiapkan, pemerintah optimistis UMKM Kalimantan Timur mampu berkembang lebih cepat, memperluas pasar, serta menjadi kekuatan ekonomi daerah yang mampu bersaing hingga tingkat global.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com,Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus mendorong rencana pembangunan pos pemadam kebakaran baru di wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur guna memperkuat layanan penanganan kebakaran serta mempercepat waktu respons petugas di lapangan.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan rencana pembangunan pos tersebut saat ini masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan administrasi dan penganggaran yang melibatkan organisasi perangkat daerah terkait. Menurutnya, proses pembangunan tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pembahasan mengenai status lahan, penganggaran, hingga pemenuhan sarana dan sumber daya manusia yang akan bertugas di lokasi baru nantinya.

“Semua harus berproses. Urusannya terlebih dahulu berkaitan dengan lahan dan administrasi yang ditangani instansi terkait. Setelah itu baru masuk ke tahap penganggaran, kemudian dilanjutkan dengan penyediaan sarana, prasarana, dan kebutuhan personel,” ujar Usman Ali, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, penambahan pos pemadam kebakaran otomatis akan diikuti dengan kebutuhan armada dan personel baru. Karena itu, perencanaan harus dilakukan secara matang agar keberadaan pos tersebut benar-benar dapat berfungsi secara optimal saat mulai beroperasi.

Usman mengungkapkan, beberapa lokasi yang masuk dalam rencana pembangunan berada di kawasan Karyangau, Balikpapan Barat, serta wilayah Gunung Tembak yang berada di Balikpapan Timur. Kedua kawasan tersebut dinilai strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan BPBD kepada masyarakat. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait proses yang sedang berjalan, termasuk keputusan mengenai kesiapan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang masih diterapkan pemerintah.

“Kami tetap berupaya mengawal rencana ini. Namun kondisi saat ini juga harus menjadi pertimbangan karena ada kebijakan efisiensi. Kami tidak bisa memaksakan apabila prosesnya belum memungkinkan,” katanya.

Lebih lanjut, Usman menjelaskan bahwa pembangunan pos pemadam memiliki standar fasilitas yang harus dipenuhi. Selain ruang kantor, pos juga harus dilengkapi area parkir armada, ruang operator, ruang istirahat petugas, serta fasilitas pendukung lainnya untuk menunjang operasional selama 24 jam.

“Kami berharap pembangunan dapat direalisasikan secepatnya. Namun seluruh tahapan harus tetap mengikuti regulasi dan menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang ada saat ini,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi yang mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Usman, berdasarkan informasi dari BMKG, aktivitas gempa kini tidak hanya terjadi di wilayah yang selama ini dikenal rawan gempa, tetapi juga mulai dirasakan di beberapa daerah di Kalimantan, seperti Berau dan Kutai Timur.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya perubahan pola aktivitas kegempaan yang perlu diantisipasi bersama.

“Sekarang isu kebencanaan yang perlu mendapat perhatian adalah gempa bumi. Beberapa wilayah di Kalimantan sudah mulai merasakan getaran gempa, sehingga masyarakat harus mulai meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. Rabu(17/6/2026)

Ia menjelaskan, BPBD Balikpapan saat ini terus mempelajari berbagai regulasi dan prosedur penanganan bencana gempa sebagai bagian dari upaya mitigasi. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan mulai memahami langkah-langkah pencegahan dari lingkungan terdekat, termasuk memperhatikan kualitas konstruksi bangunan agar lebih tahan terhadap guncangan.

Usman menuturkan bahwa meskipun sebagian besar gempa yang tercatat masih berada pada magnitudo rendah, potensi gempa dengan kekuatan yang lebih besar tetap perlu diantisipasi. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko ketika bencana terjadi.

Selain ancaman gempa bumi, Balikpapan juga perlu memperhatikan potensi dampak lanjutan berupa gelombang tsunami. Posisi geografis kota yang berada di kawasan pesisir membuat masyarakat harus memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa besar yang berpotensi memicu tsunami.

Menurutnya, aktivitas patahan di wilayah Sulawesi, khususnya sekitar Palu, dapat memberikan dampak yang perlu diwaspadai oleh daerah lain di sekitarnya, termasuk Balikpapan.

“Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir harus mengetahui tanda-tanda alam yang tidak biasa, seperti air laut yang tiba-tiba surut. Mereka harus paham ke mana harus menyelamatkan diri dan keluarga jika situasi darurat terjadi,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Balikpapan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Namun, penyampaian informasi dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Usman menegaskan bahwa upaya tersebut bukan untuk menakut-nakuti warga, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa potensi bencana dapat terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan individu, keluarga, dan lingkungan menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

“Dulu mungkin puluhan hingga ratusan tahun tidak pernah ada gempa yang dirasakan di Kalimantan. Namun sekarang kondisinya mulai berubah. Karena itu kita harus lebih siap dan lebih waspada,” tutupnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

 
Kepala DKP3 Kota Balikpapan Sri Wahjuningsih

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal untuk mengembangkan peternakan ayam petelur skala rumahan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus mendukung program urban farming yang terus didorong pemerintah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan konsep urban farming tidak hanya berfokus pada budidaya sayuran, tetapi juga mencakup peternakan dan perikanan yang dapat diterapkan di kawasan perkotaan.

Menurutnya, tren masyarakat yang mulai tertarik memelihara ayam petelur menjadi peluang positif untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga. Program tersebut juga telah menjadi bagian dari RPJMD Wali Kota Balikpapan periode 2026–2029.

Sri menilai masih banyak lahan di lingkungan perumahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, ruang kosong tersebut dapat diubah menjadi lahan produktif yang mampu menyediakan kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

“Urban farming itu tidak hanya bicara soal sayur-mayur, tetapi juga ikan dan ayam petelur. Jadi sangat dimungkinkan dilakukan dalam skala kecil oleh masyarakat,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Selain membantu memenuhi kebutuhan protein hewani melalui produksi telur, budidaya ayam petelur juga dinilai dapat menekan pengeluaran rumah tangga. Jika hasil produksi melimpah, masyarakat bahkan berpeluang memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan telur.

Meski demikian, Sri mengingatkan agar aktivitas peternakan di kawasan permukiman tetap memperhatikan kebersihan lingkungan. Pengelolaan kandang serta limbah harus dilakukan secara baik agar tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar. Ia juga mendorong penerapan sistem urban farming terpadu yang ramah lingkungan.

Dalam konsep tersebut, kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sedangkan limbah makanan rumah tangga diolah menjadi maggot sebagai pakan alternatif bagi ayam maupun ikan.

“Kalau dikelola dengan baik, semuanya bisa saling mendukung. Kotoran ayam menjadi pupuk, limbah makanan diolah menjadi maggot, lalu maggot bisa menjadi pakan ikan atau ayam,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Arus lalu lintas di kawasan Jalan Al Munawar, tepatnya di sekitar samping Masjid Rapak, kini kembali diberlakukan seperti sebelum pelaksanaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Perubahan tersebut dilakukan setelah seluruh pekerjaan proyek rampung dan sejumlah rekayasa lalu lintas yang sebelumnya diterapkan resmi dihentikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memastikan sistem pengaturan lalu lintas sementara yang selama ini digunakan untuk mendukung aktivitas proyek, seperti jalur dua arah sementara dan contraflow, tidak lagi diberlakukan, Kamis (11/6/2026)

Pengguna jalan kini kembali mengikuti pola lalu lintas normal sebagaimana sebelum proyek berjalan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, M. Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pengembalian sistem lalu lintas ke kondisi awal dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk selesainya pekerjaan proyek serta aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Pengaturan lalu lintas ini kami kembalikan seperti kondisi semula setelah pekerjaan proyek selesai. Selain itu, kebijakan ini juga merupakan respons atas masukan masyarakat agar arus kendaraan kembali normal,” kata Fadli.

Dengan diberlakukannya pengaturan baru tersebut, kendaraan yang datang dari arah Jalan Ahmad Yani melalui simpang Jalan Ibnu Sina tidak lagi diperbolehkan berbelok ke kiri menuju Jalan Al Munawar.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Bundaran Karang Anyar kini sudah dapat melintas dengan pola lalu lintas normal seperti sebelumnya. Tak hanya itu, akses belok kiri dari arah Klinik Ibnu Sina menuju Jalan Al Munawar juga kembali ditutup secara penuh.

Ketentuan ini menggantikan kebijakan sementara yang sebelumnya masih memberikan akses pada waktu-waktu tertentu selama masa pengerjaan proyek berlangsung. Menurut Fadli, penerapan kembali pola lalu lintas lama ini akan memasuki masa uji coba selama satu bulan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala guna mengetahui dampaknya terhadap kelancaran arus kendaraan dan mengantisipasi potensi hambatan yang mungkin muncul di lapangan.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, Dishub Balikpapan juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna melakukan penyempurnaan infrastruktur jalan di sekitar kawasan tersebut.

Pemerintah Kota Balikpapan pun mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah terpasang serta mengutamakan keselamatan saat berkendara. Dengan berakhirnya rekayasa lalu lintas pasca proyek RDMP, arus kendaraan di kawasan Jalan Al Munawar diharapkan semakin tertib, aman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

 

  
Dinas Sosial kota Balikpapan Arfiansyah, terima audiensi bersama( NPC)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, H. Arfiansyah, S.T., M.Si., menerima audiensi jajaran National Paralympic Committee (NPC) Kota Balikpapan pada Selasa (11 Juni 2026)

Pertemuan tersebut menjadi langkah untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan atlet penyandang disabilitas di Kota Balikpapan.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial itu juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan terbaru NPC Kota Balikpapan. Selain membangun komunikasi yang lebih erat, kedua belah pihak membahas sejumlah program kerja yang berfokus pada pembinaan atlet, peningkatan kesejahteraan, serta pengembangan potensi penyandang disabilitas melalui bidang olahraga.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga disabilitas. Menurutnya, sinergi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap upaya pembinaan atlet sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas.

"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga disabilitas dalam mendukung pengembangan potensi, prestasi, serta kesejahteraan para atlet penyandang disabilitas di Kota Balikpapan," ujarnya.

Ia berharap hasil koordinasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi atlet maupun masyarakat penyandang disabilitas. Dengan dukungan dari berbagai pihak, pembinaan diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan sehingga semakin banyak atlet disabilitas yang mampu mengembangkan potensi serta meraih prestasi di berbagai ajang.

"Melalui sinergi yang baik, diharapkan berbagai program pembinaan dan pemberdayaan sosial dapat berjalan secara optimal, sehingga mampu menciptakan ruang yang lebih inklusif serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas," katanya.

Arfiansyah menegaskan Dinas Sosial akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi yang memiliki komitmen dalam mewujudkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan Kota Balikpapan semakin inklusif, berdaya, serta ramah bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, 

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

  1. Jalan Syarifuddin Yoes Ditutup, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Hingga Agustus
  2. Verifikasi Calon Penerima Bantuan Lansia Dimulai, Dinsos Balikpapan Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
  3. Dinas Perdagangan Balikpapan Perketat Pengawasan Swalayan, Dorong Kepatuhan Aturan dan Dukung
  4. Posko SPMB Permudah Layanan Administrasi
  5. UMKM Hijau Jadi Investasi Masa Depan
  6. Disdukcapil dan Disdikbud Balikpapan Buka Posko Terpadu, Permudah Warga Urus Administrasi Jelang SPMB 2026
  7. Pemkot Bidik 50 Sekolah Direvitalisasi
  8. Disdikbud Balikpapan Pastikan Tak Ada Kursi Kosong, Jalur Reguler SPMB 2026 Resmi Dibuka
  9. Anak Usia 5 Tahun Bisa Masuk SD dengan Syarat Khusus, Disdikbud Balikpapan Perkuat Pendidikan Pra-SD
  10. Balikpapan Jadi Percontohan Nasional Perlinsos Digital
  11. Peringati Hari Lahir Pancasila, Rahmad Mas’ud Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan Bangsa
  12. Waspada Aksi Kriminal, Pemkot Balikpapan Perkuat Patroli dan Pengawasan CCTV
  13. Harkitnas 2026, Pemkot Balikpapan Ajak Generasi Muda Bijak Hadapi Era Digital
  14. Dishub Balikpapan Kembangkan Videotron Komersial, Dorong PAD dan Informasi Publik Digital
  15. Tinggalkan Masa Dinas, ASN Balikpapan Terima Apresiasi dan Santunan dari Pemkot
  16. Dishub Balikpapan Perluas Pengawasan Digital, 167 Kamera AI Dipasang untuk Dukung ETLE
  17. Dishub Balikpapan Siapkan Langkah Besar Atasi Parkir Liar dan Kemacetan Truk Barang
  18. Disdikbud Balikpapan Siapkan Aturan Baru, Ijazah PAUD Jadi Syarat Masuk SD Mulai 2027
  19. Program Magang Disabilitas di Balikpapan Dorong Kemandirian dan Kompetensi Kerja
  20. BPBD Balikpapan Imbau Warga Waspadai Kebakaran Saat Cuaca Kering