Mahasiswa Soroti Beragam Persoalan Kota, Wali Kota Balikpapan Janjikan Tindak Lanjut

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menerima Audiensi sejumlah mahasiswa di Aula Pemkot Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai aliansi kemahasiswaan di Kota Balikpapan menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan dalam audiensi yang berlangsung di Aula Balai Kota, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah untuk membahas berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Audiensi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu dihadiri langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, perwakilan Pertamina Balikpapan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam forum tersebut, sebanyak 31 mahasiswa menyampaikan sembilan poin aspirasi yang mencakup berbagai sektor pembangunan dan pelayanan publik. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain distribusi hasil pertanian yang belum optimal, kekurangan tenaga pendidik, minimnya penerangan jalan umum di sejumlah ruas jalan, pelanggaran jam operasional kendaraan berat, meningkatnya gangguan keamanan di kawasan Kilometer 8 ke atas, parkir kendaraan besar di bahu jalan, hingga kelanjutan pembangunan RSUD Sayang Ibu.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rahmad Mas’ud memberikan penjelasan secara terbuka. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pembangunan RSUD Sayang Ibu yang saat ini belum dapat dilanjutkan akibat permasalahan kontrak dengan pihak pelaksana proyek.

Menurut Rahmad, progres pembangunan rumah sakit tersebut baru mencapai sekitar 20 persen sebelum kontrak diputus karena pihak kontraktor dinilai tidak mampu memenuhi kewajibannya. Pemerintah Kota Balikpapan pun memilih menghentikan sementara proyek tersebut sambil menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan proses hukum yang masih berlangsung.

“Pembangunan kita hentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2027. Saya tidak ingin ada proyek mangkrak di masa kepemimpinan saya. Ini menjadi tanggung jawab yang harus diselesaikan,” tegas Rahmad.

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan untuk melanjutkan proyek tersebut setelah seluruh proses administrasi dan lelang ulang selesai dilakukan.

Selain itu, Rahmad juga menanggapi keluhan warga terkait dampak aktivitas pembangunan terhadap lingkungan sekitar. Pemerintah, kata dia, akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang terdampak setelah seluruh pekerjaan konstruksi utama rampung agar hasilnya lebih maksimal.

Terkait persoalan lain yang disampaikan mahasiswa, seperti distribusi pertanian, kebutuhan guru, penerangan jalan dan pengawasan kendaraan berat, Rahmad meminta perangkat daerah terkait segera melakukan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.

Ia turut mengapresiasi cara mahasiswa menyampaikan aspirasi secara santun, berbasis data, dan mengedepankan solusi. Menurutnya, kritik konstruktif merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan pelayanan publik serta memperkuat kualitas demokrasi di daerah. Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis.

Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan serta membuka ruang komunikasi yang berkelanjutan dengan kalangan mahasiswa dan masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

.