SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi yang mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Usman, berdasarkan informasi dari BMKG, aktivitas gempa kini tidak hanya terjadi di wilayah yang selama ini dikenal rawan gempa, tetapi juga mulai dirasakan di beberapa daerah di Kalimantan, seperti Berau dan Kutai Timur.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya perubahan pola aktivitas kegempaan yang perlu diantisipasi bersama.
“Sekarang isu kebencanaan yang perlu mendapat perhatian adalah gempa bumi. Beberapa wilayah di Kalimantan sudah mulai merasakan getaran gempa, sehingga masyarakat harus mulai meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. Rabu(17/6/2026)
Ia menjelaskan, BPBD Balikpapan saat ini terus mempelajari berbagai regulasi dan prosedur penanganan bencana gempa sebagai bagian dari upaya mitigasi. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan mulai memahami langkah-langkah pencegahan dari lingkungan terdekat, termasuk memperhatikan kualitas konstruksi bangunan agar lebih tahan terhadap guncangan.
Usman menuturkan bahwa meskipun sebagian besar gempa yang tercatat masih berada pada magnitudo rendah, potensi gempa dengan kekuatan yang lebih besar tetap perlu diantisipasi. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko ketika bencana terjadi.
Selain ancaman gempa bumi, Balikpapan juga perlu memperhatikan potensi dampak lanjutan berupa gelombang tsunami. Posisi geografis kota yang berada di kawasan pesisir membuat masyarakat harus memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa besar yang berpotensi memicu tsunami.
Menurutnya, aktivitas patahan di wilayah Sulawesi, khususnya sekitar Palu, dapat memberikan dampak yang perlu diwaspadai oleh daerah lain di sekitarnya, termasuk Balikpapan.
“Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir harus mengetahui tanda-tanda alam yang tidak biasa, seperti air laut yang tiba-tiba surut. Mereka harus paham ke mana harus menyelamatkan diri dan keluarga jika situasi darurat terjadi,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Balikpapan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Namun, penyampaian informasi dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Usman menegaskan bahwa upaya tersebut bukan untuk menakut-nakuti warga, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa potensi bencana dapat terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan individu, keluarga, dan lingkungan menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Dulu mungkin puluhan hingga ratusan tahun tidak pernah ada gempa yang dirasakan di Kalimantan. Namun sekarang kondisinya mulai berubah. Karena itu kita harus lebih siap dan lebih waspada,” tutupnya.
(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)