Anggota DPRD kota Balikpapan Baharuddin Daeng Lalla 

SWARAREPUBliKA.com, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan, Baharuddin Daeng Lala, menyoroti pentingnya percepatan proyek peningkatan dan pelebaran Jalan Letjen Suprapto di Balikpapan Barat. Ia menilai, infrastruktur tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dikenal sebagai cikal bakal Kota Balikpapan itu.

Menurut Baharuddin, kondisi jalan utama di kawasan tersebut sudah lama memerlukan perhatian serius pemerintah. “Kalau bicara pembangunan fisik yang paling urgent di Balikpapan Barat, itu ya peningkatan Jalan Letjen Suprapto. Sudah beberapa tahun ini belum dilaksanakan. Padahal kalau dilebarkan, dampaknya besar sekali,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Ia menjelaskan, Balikpapan Barat memiliki peran strategis karena menjadi pusat kegiatan ekonomi lama yang masih aktif hingga kini. Di wilayah itu terdapat dua pelabuhan penting, yakni pelabuhan rakyat dan pelabuhan milik Pelindo, yang berfungsi sebagai titik bongkar muat logistik, bahan bangunan, serta kebutuhan pokok. “Banyak barang dari luar yang dibongkar di pelabuhan Balikpapan Barat, termasuk koral, batu, dan material lainnya. Kalau jalan sempit dan rusak, tentu menghambat arus distribusi,” jelasnya.

Baharuddin menegaskan, pelebaran Jalan Letjen Suprapto tidak hanya akan memperlancar distribusi barang dan jasa, tetapi juga memperindah tata kota. Ia optimistis proyek tersebut dapat memicu munculnya sentra ekonomi baru. “Kalau jalan itu sudah diperlebar, arus barang lancar, pengusaha diuntungkan, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya. Kota pun terlihat lebih tertata,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebut Pemerintah Kota melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah memiliki perencanaan lanjutan proyek dari kawasan Baru Tengah hingga Baru Ujung. “Saya sudah berkomunikasi dengan Dinas PU. Katanya perencanaannya sudah ada, tinggal menunggu waktu pelaksanaan. Mudah-mudahan pada 2027 bisa terealisasi dengan maksimal,” katanya penuh harap.

Terkait persoalan lahan yang terdampak, Baharuddin memastikan bahwa warga mendukung penuh rencana pemerintah. “Dinas PU menyampaikan bahwa ganti rugi diberikan lebih dulu sebelum pengerjaan dimulai. Jadi warga tidak keberatan, asal prosesnya dilakukan secara terbuka dan adil,” ungkapnya.

Ia menutup dengan keyakinan bahwa peningkatan infrastruktur dasar seperti Jalan Letjen Suprapto akan menjadi motor penggerak kemajuan Balikpapan Barat. “Kalau infrastrukturnya kuat, ekonomi tumbuh, tata kota membaik, dan citra Balikpapan sebagai kota maju akan semakin nyata,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kebijakan penghapusan Jasa Pelayanan (JP) bagi tenaga kesehatan non-dokter di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius DPRD setempat. Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menilai langkah tersebut perlu ditinjau kembali agar tidak memunculkan ketimpangan di antara para tenaga medis.

Gasali mengungkapkan, informasi terkait penghapusan JP diterima langsung dari sejumlah tenaga kesehatan di lapangan. Berdasarkan keterangan yang ia peroleh, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) memang tidak mengalami pemotongan. Namun, insentif JP yang sebelumnya rutin diberikan kini sepenuhnya dihapus bagi tenaga kesehatan non-dokter. “Alhamdulillah, biar pemerataan. Itu adalah satu kebijakan dari teman-teman kesehatan,” ujar Gasali, Senin (10/11/2025).

Meski begitu, ia menilai evaluasi tetap perlu dilakukan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan kesenjangan di internal tenaga medis. Menurutnya, keadilan dan pemerataan merupakan prinsip penting yang harus dijaga, terutama bagi tenaga kesehatan yang berperan langsung dalam memberikan pelayanan publik. “Yang jelas, kita coba lihat nanti kondisinya seperti apa. Tapi paling tidak pemerataan itu pasti berjalan,” ucapnya.

Menanggapi adanya perbedaan perlakuan, di mana dokter masih menerima JP sementara tenaga kesehatan lainnya tidak, Gasali menduga hal itu berkaitan dengan struktur profesi dan tanggung jawab masing-masing. “Mungkin ya, kalau dokter masih ada dan nakes tidak, karena mungkin ada profesi di sana kan,” tuturnya.

Kendati demikian, Gasali berharap Pemkot Balikpapan tetap memperhatikan kesejahteraan seluruh tenaga kesehatan tanpa membeda-bedakan jabatan atau profesi. Pemerataan, kata dia, menjadi kunci untuk menjaga semangat kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kalau nanti memungkinkan, kita akan komunikasikan lagi dengan OPD terkait agar bisa ditemukan solusi,” jelasnya.

Ia menegaskan, Komisi IV DPRD Balikpapan akan terus memantau perkembangan kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. “Kita tahu, keuangan daerah memang sedang berat. Tapi harus ada keseimbangan antara efisiensi anggaran dan penghargaan terhadap kerja keras tenaga kesehatan,” tegas Gasali.

Ia menutup dengan harapan agar setiap kebijakan yang menyangkut tenaga kesehatan disusun secara partisipatif. “Kalau bisa dilakukan pemerataan, ya harus diupayakan. Karena yang penting itu keadilan,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD Balikpapan dari partai PKS Laisa Hamisah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November menjadi refleksi mendalam bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan. Bagi Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Laisa Hamisah, momentum ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan panggilan bagi generasi muda untuk meneladani semangat juang dengan tindakan nyata di masa kini.

“Jadi gini, mari kita merenungkan jasa para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan segala demi kemerdekaan Indonesia ini,” ujar Laisa saat ditemui, Senin (10/11/2025).

Ia menilai, makna Hari Pahlawan tidak boleh berhenti pada upacara atau penghormatan simbolik. Lebih dari itu, peringatan ini seharusnya menjadi pengingat agar setiap warga negara, terutama generasi muda, mampu menumbuhkan semangat pengabdian, tanggung jawab, serta cinta tanah air. “Hari ini, Hari Pahlawan bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga panggilan untuk kita generasi sekarang melanjutkan semangat pahlawan melalui pengabdian nyata, seperti yang dicontohkan para pejuang kita dulu,” tuturnya.

Menurut Laisa, nilai-nilai luhur yang diwariskan para pahlawan seperti keberanian, persatuan, dan keikhlasan harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan, di tengah derasnya arus modernisasi, semangat kebersamaan dan gotong royong justru semakin dibutuhkan. “Mari kita rawat nilai-nilai persatuan, keberanian, dan cinta tanah air di tengah tantangan zaman,” katanya menegaskan.

Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat Balikpapan Selatan itu menambahkan, semangat kepahlawanan kini dapat diwujudkan melalui kerja dan pengabdian tulus di berbagai bidang. “Kepahlawanan itu tidak selalu soal senjata dan perang, tapi bagaimana kita bisa memberi manfaat, bekerja dengan ikhlas, berjuang demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Laisa juga menautkan makna perjuangan dengan nilai-nilai spiritual. Ia mengutip Surah At-Taubah ayat 20, bahwa mereka yang berjuang di jalan Allah dengan ikhlas akan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi-Nya. “Ayat ini mengajarkan bahwa pahlawan sejati adalah pejuang ikhlas untuk kebaikan umat,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Laisa mengajak seluruh warga Balikpapan untuk meneguhkan semangat kebangsaan. “Mari jadikan Hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat tekad, rasa syukur, dan tanggung jawab kita terhadap bangsa dan daerah,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota komisi IIi DPRD Balikpapan Laisa Hamisah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya memperkuat pembangunan infrastruktur dasar di kawasan Balikpapan Selatan terus menjadi fokus perhatian Komisi III DPRD Kota Balikpapan. Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Laisa Hamisah, menegaskan bahwa persoalan utama di wilayah tersebut masih berkutat pada sistem drainase dan penerangan jalan umum (PJU) yang belum merata.

Menurut Laisa, drainase di sejumlah titik belum berfungsi optimal karena ketidakseimbangan ukuran saluran dari hulu hingga hilir. “Masalah utama di Balikpapan Selatan masih soal drainase. Ada bagian yang besar di hulunya, tapi menyempit di tengah dan hilir. Akibatnya air tidak mengalir lancar dan menimbulkan genangan, terutama di kawasan pasar dan jalan utama,” jelasnya, Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan, kondisi ini menyebabkan beberapa kawasan menjadi langganan genangan setiap kali hujan deras. “Contohnya di sekitar pasar, air cepat tergenang. Memang sudah ada dua titik pekerjaan yang berjalan, tetapi perlu pemerataan agar seluruh jalur tersambung baik. Beberapa lokasi terkendala karena drainase berdekatan dengan rumah warga yang permanen,” ungkapnya.

Selain masalah saluran air, Laisa juga menyoroti perlunya peningkatan PJU di wilayah selatan. Ia menilai penerangan tidak hanya berdampak pada keindahan kota, tetapi juga menyangkut keamanan warga. “Kami memperjuangkan agar wilayah selatan mendapat tambahan PJU, terutama di area rawan kejahatan. Kota Terang bukan hanya slogan, tapi upaya nyata menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Laisa menyebut, beberapa wilayah seperti Sepinggan Raya, Sepinggan Baru, dan Sepinggan Induk telah mendapatkan pemasangan lampu jalan baru. “Kami tidak fokus di satu RT saja, tapi dibagi merata. Alhamdulillah, tahun ini banyak terealisasi. Tahun depan kami tetap perjuangkan tambahan lewat aspirasi dewan,” katanya.

Ia juga mengusulkan pemasangan lampu di kawasan Jalan Mumpin Faisal hingga Manggar dan kilometer 8 arah Samarinda. “Daerah itu rawan karena minim penerangan dan sering dijadikan tempat nongkrong remaja. PJU di sana penting untuk mengurangi potensi kerawanan,” tambahnya.

Selain itu, Komisi III juga berkoordinasi dengan pemerintah kota dan provinsi untuk mendorong pengembangan jalan tembus di kawasan selatan. “Itu memang jalan provinsi, tapi sudah kami sampaikan agar diakomodasi. Minimal ada pemasangan patok atau lampu sementara di jalur yang gelap,” terangnya.

Laisa berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya berpusat di tengah kota, tetapi juga merata hingga ke wilayah pinggiran. “Masyarakat di Balikpapan Selatan berhak menikmati fasilitas yang sama. Pembangunan harus adil dan menjangkau semua lapisan,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah hadir dalam upacara ditaman makam pahlawan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap 10 November kembali menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat Balikpapan. Tahun 2025 ini, momen tersebut dimaknai bukan sekadar rangkaian upacara, tetapi sebagai kesempatan untuk membangkitkan kembali nilai perjuangan dan pengabdian di tengah kehidupan modern.

Suasana haru yang terasa di Taman Makam Pahlawan (TMP) Balikpapan mengingatkan seluruh peserta upacara bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari keberanian generasi terdahulu yang mempertaruhkan jiwa raga mereka. Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, yang turut menghadiri upacara bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan masyarakat, menyampaikan bahwa Hari Pahlawan seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pejuang harus diterjemahkan menjadi tindakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa pengorbanan pahlawan adalah sumber inspirasi yang tidak boleh dilupakan dan harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan publik di daerah. Dalam penyampaiannya, Fauzi menuturkan bahwa tantangan zaman kini berbeda jauh dengan era perjuangan kemerdekaan.

Jika dulu para pahlawan harus berperang mengusir penjajah, maka generasi saat ini dihadapkan pada persoalan kesejahteraan, ketidakmerataan ekonomi, hingga problem sosial yang memerlukan keberanian dalam mengambil keputusan dan komitmen untuk bekerja dengan integritas. “Kita menikmati hasil perjuangan para pahlawan. Kini kewajiban kita adalah melanjutkan semangat itu melalui langkah-langkah nyata yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” ucapnya.

Fauzi yang dikenal aktif memperjuangkan kepentingan ekonomi rakyat menegaskan bahwa pahlawan masa kini tidak lagi ditentukan oleh atribut militer. Guru yang memberikan inspirasi, pelaku UMKM yang bertahan dalam keterbatasan, maupun pemimpin yang menjalankan amanah dengan jujur—semuanya memiliki peran besar dalam membangun bangsa. Mereka, kata Fauzi, adalah wajah-wajah pejuang modern yang menjadi motor perubahan di daerahnya masing-masing, Senin (10/11/2025)

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran generasi muda. Pemuda Balikpapan, menurutnya, harus berani keluar dari zona nyaman dan tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Perubahan tidak akan terjadi apabila kaum muda memilih diam dan menyerahkan tanggung jawab kepada pihak lain. “Semangat kepahlawanan akan hidup ketika kita berani memberi kontribusi, sekecil apa pun bentuknya,” ujarnya.

Menutup pesannya, Fauzi mengingatkan bahwa ancaman terbesar saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan mental yang diwujudkan dalam sikap acuh, egois, dan pasif terhadap perubahan. Hari Pahlawan, menurutnya, harus menjadi pemantik bagi seluruh warga untuk kembali bergerak, berkarya, dan menjadi pahlawan dalam peran masing-masing—baik sebagai pendidik, pelaku usaha, pekerja, maupun warga yang menjaga lingkungannya.

Ia berharap nilai-nilai perjuangan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi menjadi energi moral yang menguatkan langkah Balikpapan menuju masa depan yang lebih berdaya saing, berkeadilan, dan penuh semangat gotong royong.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Setiap 10 November, bangsa Indonesia kembali mengenang jasa para pahlawan yang mengorbankan nyawa demi kemerdekaan. Di Balikpapan, peringatan Hari Pahlawan 2025 menjadi momen refleksi sekaligus ajakan untuk menyalakan kembali semangat perjuangan melalui peran generasi muda.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menekankan bahwa makna Hari Pahlawan tidak terlepas dari sejarah panjang bangsa sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang diraih tidak serta-merta membuat Indonesia aman; pertempuran demi mempertahankan kedaulatan bangsa masih harus dilalui.

“Setelah proklamasi, negeri ini belum stabil. Peristiwa pertempuran di Surabaya menjadi bukti keberanian rakyat yang menolak penjajah kembali berkuasa,” ungkap Alwi, Senin (10/11/2025).

Perjuangan di Surabaya, menurut Alwi, menjadi simbol keberanian dan pengorbanan sejati. Semangat itulah yang kini harus diteruskan oleh generasi masa kini, meski bentuk perjuangannya berbeda dari masa lalu. “Para pejuang Surabaya menunjukkan pantang menyerah. Kini, tantangan kita adalah menyalurkan semangat itu melalui cara yang relevan dengan zaman,” lanjutnya.

Alwi juga menyoroti peran generasi muda dalam menjaga dan mewujudkan kemerdekaan. Pendidikan, prestasi, dan kedisiplinan menjadi wujud nyata penerusan semangat para pahlawan. “Makna Hari Pahlawan kini adalah menyiapkan generasi penerus yang tangguh. Adik-adik harus belajar dengan baik, berprestasi, dan mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk olahraga. Itu adalah perjuangan modern kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, penghormatan terhadap pahlawan tidak cukup dilakukan setahun sekali, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata sehari-hari. “Dulu mereka berjuang di medan perang, sekarang kita berjuang lewat pendidikan, pengabdian, dan prestasi. Itu cara kita menghormati pengorbanan mereka,” pungkas Alwi.

(ADV/DPRD Balikpapan)

 

Ketua komisi III DPRD kota Balikpapan H Yusri 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 di Halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (10/11/2025), berlangsung khidmat dan penuh makna.

Dalam momen bersejarah itu, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, mengajak seluruh generasi muda untuk meneladani nilai perjuangan para pahlawan dengan menyalurkannya melalui aksi nyata dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni mengenang jasa para pejuang, tetapi juga waktu yang tepat untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air serta kesadaran akan tanggung jawab generasi penerus bangsa.“Hari Pahlawan banyak memberikan pelajaran berharga. Kita harus mensyukuri kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, karena tanpa perjuangan para pahlawan, bangsa ini tidak akan berdiri seperti sekarang,” ujar Yusri seusai upacara.

Ia menekankan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan. Kemerdekaan, katanya, tidak hanya diwariskan, tetapi juga harus dijaga dan diisi dengan kontribusi nyata demi kemajuan daerah. > “Kita sudah merdeka sepenuhnya, namun tugas kita sekarang adalah memastikan makna kemerdekaan itu tetap hidup di hati anak muda. Karena sejatinya, masa depan bangsa ada di tangan mereka,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yusri menegaskan bahwa peran generasi muda sangat strategis dalam memajukan Kota Balikpapan. Anak muda, katanya, bukan hanya penonton perubahan, melainkan pelaku utama yang menentukan arah kemajuan kota.l “Anak muda Balikpapan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan. Mereka perlu terus berprestasi dan membawa nama baik daerah di berbagai bidang,” tuturnya.

Ia juga menyinggung dukungan pemerintah dan DPRD terhadap pelajar yang berkompetisi dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII di Penajam Paser Utara (PPU). Dukungan itu, lanjut Yusri, merupakan bentuk nyata komitmen untuk mendorong generasi muda agar terus berjuang dan berprestasi.“Semoga para pelajar Balikpapan bisa meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama kota,” harapnya.

Menutup pesannya, Yusri mengingatkan bahwa semangat para pahlawan hendaknya tidak berhenti di peringatan tahunan, melainkan diwujudkan dalam tindakan dan karya nyata setiap hari.  “Mari terus menjaga semangat persatuan dan perjuangan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan Muhammad Hamit 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamit, mengajak masyarakat untuk memaknai peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan dalam berbagai bidang kehidupan.

Menurutnya, makna kepahlawanan tidak hanya dimiliki mereka yang berjuang di medan perang, tetapi juga sosok-sosok yang berjuang melalui ilmu, pengabdian, dan keikhlasan, seperti guru dan santri. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengabdian mereka tidak pernah berhenti, dan peran mereka sangat besar dalam membentuk karakter serta kemajuan bangsa,” ujar Hamit, Senin (10/11/2025).

Ia menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moral kepada generasi muda. “Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana pendidikan dijalankan dengan tulus dan penuh dedikasi,” lanjutnya.

Selain guru, Hamit juga menyoroti kiprah ulama dan santri yang turut mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan. Ia menyinggung peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Sheikh Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 sebagai bukti nyata bagaimana semangat keagamaan menjadi kekuatan besar dalam mempertahankan tanah air. “Resolusi jihad itu menjadi simbol bagaimana santri dan ulama ikut berjuang melawan penjajah. Sekarang, semangat itu harus kita wujudkan dengan cara berbeda, yaitu berjuang melalui karya, ilmu, dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Hamit menambahkan, inti dari perjuangan para santri dan guru terletak pada keyakinan dan ketulusan. Meski dengan keterbatasan, mereka tetap yakin bahwa perjuangan mereka akan membawa perubahan. “Keyakinan itu yang perlu diwarisi. Guru masa kini juga harus percaya bahwa profesinya adalah bentuk perjuangan yang bernilai,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan Hari Pahlawan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai pengabdian, semangat kebersamaan, dan cinta tanah air dalam setiap langkah kehidupan. “Kita perlu meneladani para pahlawan masa lalu—baik yang mengangkat senjata di medan perang maupun mereka yang berjuang lewat ilmu dan keikhlasan seperti guru dan santri,” pungkas Hamit.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Yono Suherman dimomen Hari Pahlawan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyerukan agar peringatan Hari Pahlawan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi dijadikan momentum untuk menyalakan kembali semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, semangat para pahlawan tidak boleh berhenti di halaman sejarah. Justru, nilai-nilai pengorbanan dan pengabdian yang mereka wariskan harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah.“Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa kemerdekaan dan pembangunan yang kita nikmati saat ini bukan sesuatu yang mudah diraih. Tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu melalui karya nyata dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Yono menegaskan, makna kepahlawanan masa kini dapat diwujudkan dalam banyak bentuk, mulai dari kerja keras, tanggung jawab sosial, hingga kontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menilai, generasi muda memiliki peran penting untuk melanjutkan estafet perjuangan tersebut dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman. “Anak muda harus menjadi sosok yang kreatif, produktif, dan memiliki kepedulian sosial. Itu wujud nyata dari semangat kepahlawanan di masa sekarang,” tuturnya.

Lebih jauh, Yono menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang berkarakter kuat dan berjiwa nasionalis. Karena itu, pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam membentuk generasi penerus yang tangguh dan berintegritas.“Pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membangun warga yang memiliki kesadaran sosial dan cinta tanah air,” tegasnya.

Di akhir, Yono mengajak masyarakat Balikpapan untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan berperan aktif dalam kegiatan sosial serta lingkungan. Menurutnya, di situlah nilai-nilai kepahlawanan sejati tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali di momen hari pahlawan 10/11/2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Momentum Hari Pahlawan 10 November menjadi pengingat bagi seluruh bangsa untuk kembali menyalakan semangat perjuangan para pendahulu. Di Kota Balikpapan, peringatan tahun 2025 ini dimaknai bukan sekadar seremoni, melainkan dorongan untuk mewujudkan nilai kepahlawanan dalam kehidupan nyata.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa semangat juang para pahlawan hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi kemajuan daerah. Ia menilai, perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan di medan perang, melainkan melalui kerja keras, dedikasi, dan tanggung jawab moral terhadap bangsa.

“Kita harus bersyukur, karena tanpa pengorbanan para pendahulu, tidak mungkin kita menikmati kemerdekaan dan kemajuan seperti sekarang. Tugas kita adalah menjaga, melanjutkan, dan mengisi kemerdekaan dengan akhlak baik serta semangat membangun untuk nusa dan bangsa,” ujar Gasali usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan, nilai kepahlawanan perlu dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, ekonomi, sosial hingga lingkungan. Menurutnya, setiap tindakan kecil yang bermanfaat bagi masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang mencerminkan semangat pahlawan sejati. Gasali juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa.

Ia mendorong para pelajar dan mahasiswa di Balikpapan untuk menumbuhkan semangat belajar, mengasah keterampilan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. “Menuntut ilmu dan berbuat hal-hal positif adalah wujud perjuangan masa kini. Dengan itu, kita melanjutkan cita-cita para pahlawan untuk menjadikan Balikpapan semakin maju dan menjaga persatuan bangsa,” tuturnya.

Peringatan Hari Pahlawan di Kota Beriman tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan motivasi bersama. Nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan diharapkan terus hidup dalam tindakan nyata masyarakat Balikpapan membangun kota dengan semangat persaudaraan, gotong royong, dan pengabdian tanpa pamrih. 

(ADV/DPRD Balikpapan)

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali di acara pelepasan atlet Popda XVII kaltim 2025

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN — Sebanyak 322 atlet pelajar terbaik Kota Balikpapan resmi dilepas untuk berlaga pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Kalimantan Timur 2025. Upacara pelepasan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (10/11/2025), berlangsung penuh semangat dan kebanggaan.

Acara ini dihadiri jajaran DPRD Kota Balikpapan, para pelatih, serta orang tua atlet yang turut memberikan dukungan moral bagi putra-putri mereka. Tahun ini, Popda XVII akan diselenggarakan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 20–27 November mendatang.

Ajang dua tahunan ini akan mempertemukan para atlet muda berbakat dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Sebanyak 14 cabang olahraga akan dipertandingkan, disertai sejumlah cabang eksibisi yang menjadi ajang pembinaan talenta baru.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa bangga dan harapan besar terhadap kontingen muda kota Beriman. Ia menegaskan, para atlet yang diberangkatkan tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga semangat juang dan kehormatan Balikpapan. “Kita semua berharap dan mendoakan agar para atlet bisa mencapai target tertinggi, yaitu juara umum. Mereka membawa nama baik Kota Balikpapan, jadi kami ingin mereka tampil maksimal dan penuh percaya diri di setiap cabang yang diikuti,” ujar Gasali.

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet bukan hanya hasil dari latihan fisik semata, tetapi juga buah dari disiplin, kerja keras, dan keteguhan mental. Ia pun mengingatkan para atlet agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga kekompakan dan kerendahan hati dalam setiap pertandingan. “Kemenangan sejati bukan hanya soal medali, tapi bagaimana mereka bisa menunjukkan semangat pantang menyerah dan membawa nilai-nilai positif bagi kota ini. Itu yang paling penting,” tambahnya.

Sebagai Ketua Komisi IV yang membidangi pendidikan, pemuda, dan olahraga, Gasali menegaskan bahwa DPRD Balikpapan akan terus mendukung pembinaan atlet muda secara berkelanjutan. Ia menilai sinergi antara pemerintah, dewan, pelatih, sekolah, dan orang tua menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi berprestasi. “Kami di DPRD bersama Pemkot selalu berupaya memastikan pembinaan atlet berjalan baik. Dukungan tidak hanya dalam bentuk anggaran, tetapi juga melalui kebijakan yang berpihak pada pengembangan potensi pelajar di bidang olahraga,” jelas politisi Partai Golkar itu.

Gasali juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, guru olahraga, dan orang tua yang telah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kemampuan para atlet. Ia meyakini, kontingen Balikpapan kali ini terdiri dari para atlet terbaik hasil seleksi ketat dan pembinaan jangka panjang. “Kita sangat optimis dengan pembinaan yang sudah dilakukan. Atlet-atlet ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Saya yakin Balikpapan bisa meraih juara umum di Popda Kaltim tahun ini,” ucapnya penuh keyakinan.

Lebih jauh, Gasali menilai Popda bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga wadah untuk menempa karakter generasi muda. Melalui olahraga, para pelajar belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, serta semangat pantang menyerah—nilai-nilai yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Balikpapan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, DPRD, dan masyarakat, kontingen Balikpapan diharapkan mampu tampil gemilang di PPU.

Semangat juang mereka diharapkan tidak hanya menghadirkan kemenangan, tetapi juga menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi. > “Insyaallah, dengan kerja keras, doa, dan semangat kebersamaan, kita bisa membawa pulang prestasi gemilang. Ini bukan hanya perjuangan atlet, tapi juga kebanggaan seluruh warga Balikpapan,” pungkas Gasali.

(ADV/DPRD Balikpapan)

 

Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Muhammad Tagwa dari partai Gerindra

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia selalu diingatkan pada jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan. Namun bagi Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, makna Hari Pahlawan seharusnya tidak berhenti pada upacara peringatan dan tabur bunga semata.

Lebih dari itu, ia menilai momen ini harus menjadi refleksi sekaligus dorongan untuk menyalakan kembali semangat perjuangan dalam kehidupan modern. Taqwa menegaskan, meski zaman telah berubah, nilai-nilai kepahlawanan tetap abadi dan relevan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata dan pengorbanan di medan perang, maka kini bentuk perjuangan itu hadir dalam kerja keras, kejujuran, dan dedikasi untuk masyarakat. “Hari Pahlawan adalah cermin bagi kita untuk menilai sejauh mana kita telah berjuang, bukan melawan penjajah, tetapi melawan kemalasan, kebodohan, dan ketidakpedulian,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, setiap individu memiliki ruang untuk menjadi pahlawan di lingkungannya masing-masing. Guru yang mengajar dengan tulus, tenaga kesehatan yang melayani tanpa pamrih, hingga generasi muda yang berinovasi demi kemajuan bangsa, semuanya merupakan wujud nyata semangat kepahlawanan masa kini. “Perjuangan hari ini tidak harus di medan perang. Pahlawan modern adalah mereka yang bekerja dengan integritas, disiplin, dan ketulusan untuk kemajuan bersama,” tambah Taqwa.

Politikus yang dikenal dekat dengan kalangan muda itu juga menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Ia menilai kualitas pendidikan dan moral anak muda saat ini akan sangat menentukan arah masa depan Indonesia. “Kita ingin generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berakhlak. Karena semangat kepahlawanan sejati lahir dari karakter serta cinta tanah air,” tegasnya.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan gaya hidup yang kian individualistis, Taqwa mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan nilai kebangsaan dan semangat gotong royong. Menurutnya, peringatan Hari Pahlawan adalah momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali rasa kepedulian dan solidaritas sosial.

Ia berharap warga Balikpapan dapat menjadikan semangat 10 November sebagai inspirasi untuk berbuat nyata dalam pembangunan daerah. “Mari kita buktikan bahwa semangat para pahlawan tidak pernah padam. Jadikan semangat mereka sebagai energi untuk berbuat dari hal kecil, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)