Safari ramadhan di rumah jabatan walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan secara resmi mengawali rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah melalui kegiatan pembukaan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa malam (24/2/2025).

Kegiatan ini menjadi titik awal komitmen pemerintah daerah dalam menghidupkan syiar Ramadan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di seluruh wilayah kota. Acara pembuka dihadiri Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bersama jajaran pejabat pemerintah kota, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Suasana kebersamaan terasa sejak awal kegiatan yang diawali dengan buka puasa bersama dalam nuansa penuh kehangatan dan kekeluargaan. Setelah berbuka, para tamu undangan melaksanakan salat Magrib berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih.

Momentum ibadah bersama tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan religius yang harmonis dan penuh toleransi. Safari Ramadan tahun ini dijadwalkan berlangsung sebanyak delapan kali selama bulan suci.

Kegiatan akan digelar secara bergilir di masjid-masjid yang tersebar di setiap kecamatan se-Kota Balikpapan. Selain menjadi wadah silaturahmi, agenda ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog dan penyampaian pesan-pesan keagamaan secara langsung kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan kesempatan berharga untuk melakukan pembinaan diri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan.

“Ramadan mengajarkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amal ibadah, serta menahan diri dari hal-hal yang tidak baik. Nilai-nilai tersebut harus terus kita jaga, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi atau istiqamah dalam menjalankan kebiasaan baik. Menurutnya, semangat tadarus Al-Qur’an, pengendalian diri, serta kepedulian sosial hendaknya terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam pelayanan publik.

Sebagai kepala daerah, Rahmad menekankan bahwa pemerintah harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia kembali menegaskan visi Balikpapan sebagai kota global yang nyaman dihuni semua kalangan dengan semangat Madinatul Iman, yakni kota yang menjunjung tinggi nilai religius, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman.

“Jika masing-masing pemeluk agama menjalankan ajaran dan syariatnya dengan baik serta saling menghormati, insyaallah Balikpapan akan tetap aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Satuan Polisi Pamong praja Boedi Liliono

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban umum tanpa menggelar razia atau sweeping besar-besaran.

Penegakan aturan tetap berjalan, namun dilakukan melalui pendekatan persuasif dan pembinaan yang lebih humanis. Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono, menyampaikan bahwa pola pengamanan selama Ramadan pada dasarnya tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Seluruh personel tetap bertugas sesuai standar operasional prosedur dan mengacu pada regulasi yang berlaku di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kami tidak merencanakan sweeping selama Ramadan. Jika ditemukan pelanggaran, langkah pertama yang kami lakukan adalah pembinaan. Pendekatannya dialogis dan persuasif, bukan represif,” ujar Boedi saat ditemui, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan agar suasana Ramadan dijaga tetap kondusif melalui cara-cara yang menumbuhkan kesadaran bersama. Ia menilai bulan suci seharusnya menjadi momentum memperkuat toleransi dan saling menghormati, bukan memunculkan ketegangan akibat tindakan penertiban yang berlebihan.

Meski tanpa razia, fungsi pengawasan tetap berjalan. Satpol PP akan melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk operasional tempat hiburan dan usaha sejenis.

Pembatasan jam operasional rumah biliar maupun tempat usaha tertentu tetap mengacu pada surat edaran resmi pemerintah daerah yang telah disosialisasikan sebelumnya.

“Aturan sudah jelas dan telah kami sampaikan kepada para pelaku usaha. Kami berharap semua pihak memahami serta mematuhi ketentuan tersebut demi menjaga ketertiban bersama,” tegasnya.

Boedi menambahkan, pihaknya telah melakukan pemberitahuan sejak awal agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika Ramadan berlangsung. Dengan komunikasi yang terbuka, ia optimistis masyarakat dan pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif menciptakan situasi yang aman dan nyaman.

Sebagai langkah preventif, Satpol PP juga akan meningkatkan patroli rutin di sejumlah titik strategis. Namun, patroli dilakukan secara terukur dan profesional, bukan dalam bentuk razia massal.

Pendekatan ini diyakini lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus menjaga stabilitas keamanan kota. Kendati mengedepankan pembinaan, Boedi menegaskan bahwa tindakan tegas tetap akan diberlakukan apabila ditemukan pelanggaran berulang yang tidak mengindahkan imbauan.

“Yang kami utamakan adalah kesadaran bersama. Ramadan adalah bulan penuh berkah, mari kita saling menghormati dan menjaga ketertiban agar Balikpapan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepada Dinas kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Momentum Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjaga keseimbangan kondisi fisik. Menyambut bulan suci tahun ini, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tetap memprioritaskan kesehatan selama menjalankan puasa.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan kesehatan agar tetap berjalan optimal sepanjang Ramadan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kesadaran individu menjadi faktor utama dalam menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami kondisi kesehatannya masing-masing, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Ia mengingatkan agar pasien dengan hipertensi, diabetes, maupun gangguan jantung tidak menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.

“Kami ingin warga Balikpapan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan tetap dalam kondisi sehat. Bagi yang memiliki penyakit tertentu, pengobatan jangan sampai terhenti hanya karena berpuasa. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Alwiati menjelaskan, penyesuaian jadwal minum obat dapat dilakukan di luar jam puasa, seperti saat berbuka maupun sahur, sesuai arahan dokter. Yang terpenting, lanjutnya, kepatuhan terhadap aturan minum obat tetap dijaga agar kondisi tubuh tetap stabil selama Ramadan. Selain kepatuhan pengobatan, ia juga menyoroti pentingnya pola makan yang teratur dan bergizi seimbang.

Menu sahur dan berbuka dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan. Konsumsi makanan berminyak dan minuman tinggi gula sebaiknya dibatasi guna mencegah lonjakan gula darah.

“Jangan berlebihan saat berbuka. Makan secara bertahap dan tetap kontrol asupan gula agar tubuh tidak kaget setelah seharian berpuasa,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala sakit yang muncul selama Ramadan. Jika mengalami batuk, pilek, demam, atau keluhan lain yang mengganggu, warga diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan cepat.

Melalui langkah antisipatif dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat, DKK Balikpapan berharap ibadah puasa tahun ini dapat dijalankan dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Dinas Pemuda Olahraga dan pariwisata Kota Balikpapan gelar event Ramadan Balikpapan Vaganza 129

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan menghadirkan agenda bertajuk Ramadhan Balikpapan Vaganza 129.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang memadukan nuansa religius Ramadan dengan geliat industri kreatif daerah. Event tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu,  27–28 Februari 2026, mulai pukul 16.00 Wita hingga selesai, bertempat di ruang kreatif Gedung parkir  Klandasan Balikpapan.

Sejumlah agenda menarik telah disiapkan untuk mengundang partisipasi masyarakat, di antaranya Mini Expo Kreatif, bazar kuliner khas Ramadan, kegiatan berbagi takjil, lomba kreatif, lomba bedug, serta penampilan seni hadrah yang akan menambah semarak suasana.

Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan subsektor industri kreatif berbasis religi kepada masyarakat luas.

Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mendorong pelaku usaha dan komunitas kreatif agar tampil lebih percaya diri dan inovatif.

“Melalui Ramadhan Balikpapan Vaganza 129, kami ingin menyediakan wadah bagi pelaku industri kreatif, khususnya di sektor religi, untuk menampilkan karya dan produknya secara langsung kepada masyarakat. Ini juga bagian dari upaya memperluas jejaring dan peluang pasar mereka,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (23/2/2026).

Ratih menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perayaan semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia menilai perputaran ekonomi masyarakat cenderung meningkat selama Ramadan, sehingga momentum tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal.

“Ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis religi. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan komunitas kreatif di Balikpapan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha dapat terus terjalin untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Balikpapan.

Masyarakat pun diajak untuk turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap produk-produk kreatif lokal sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, – Menyambut bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam kondisi optimal.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama menjalankan ibadah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa peningkatan kesiapsiagaan telah dirancang jauh hari sebelum Ramadan dimulai.

“Kami melakukan sosialisasi dan edukasi di enam kecamatan agar masyarakat memahami potensi risiko dan cara pencegahannya. Antisipasi harus dilakukan sejak dini,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas warga, terutama pada malam dan dini hari. Karena itu, BPBD menyiapkan enam posko siaga yang tersebar di setiap kecamatan dengan dukungan sekitar 60 hingga 70 personel yang bertugas secara bergantian.

“Setiap kecamatan memiliki satu UPTD, dan di Balikpapan Barat serta Balikpapan Utara kami tambahkan pos pembantu karena tingkat kerawanannya lebih tinggi. Seluruh pos beroperasi 24 jam penuh,” tegasnya.

Sejumlah kawasan dipetakan sebagai wilayah rawan kebakaran, seperti Balikpapan Barat yang padat penduduk, kawasan Perapatan di wilayah selatan, serta Gunung Sari di Balikpapan Tengah yang berada di perbukitan. Balikpapan Timur juga menjadi perhatian khusus karena masih terdapat rumah berbahan kayu yang mudah terbakar.

Selain kebakaran, BPBD turut mewaspadai dampak hujan deras dan angin kencang. Sampai saat ini, kondisi cuaca memang didominasi hujan, namun belum berdampak signifikan.

“Ada beberapa pohon tumbang dan genangan, tetapi dapat ditangani cepat dan surut dalam waktu singkat,” jelas Usman.

Ia menegaskan, koordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, serta OPD terkait terus diperkuat demi memastikan respons cepat dan terpadu. “Kami ingin Ramadan berlangsung aman, damai, dan penuh keberkahan. Petugas tetap siaga maksimal meski menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepada Dinas Pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN,  – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Balikpapan kembali menyelenggarakan program sosial bertajuk Sejadah atau Sedekah Jariah Ramadan Berkah selama bulan suci Ramadan tahun ini. Program yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada para siswa di seluruh kota, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, Senin(23/2/2026)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, S.Ag., M.Si., menjelaskan dalam wawancara pada hari ini bahwa konsep program ini tetap konsisten dengan tahun sebelumnya, dengan fokus pada penggalangan bantuan dari siswa untuk rumah ibadah yang membutuhkan.

“Kita masih seperti tahun lalu, masih ada program Sejadah. Sejadah itu Sedekah Jariah Ramadan Berkah. Kita kumpulkan dari seluruh siswa-siswi untuk kemudian disalurkan ke beberapa rumah ibadah, seperti masjid,” ujarnya.

Menurut Irfan Taufik, seluruh sedekah yang dihimpun dari para siswa – baik dalam bentuk uang maupun barang kebutuhan – akan dialirkan secara merata ke rumah ibadah yang telah ditentukan melalui koordinasi dengan pihak terkait. Selain sebagai bentuk bantuan sosial yang bermanfaat, program ini juga berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sejak dini.

“Ini semacam mengajarkan anak-anak kita untuk berbuat bersedekah di bulan Ramadan supaya sedekahnya itu jariah. Kita serahkan ke masjid misalnya, namun tidak menutup kemungkinan juga kepada tempat ibadah agama lain yang membutuhkan,” katanya.

Selain program Sejadah, sekolah-sekolah juga didorong untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan amaliah Ramadan lainnya yang dapat memperkaya pengalaman spiritual siswa. Kegiatan tersebut meliputi pengajian rutin, tausiyah dengan narasumber ahli, hingga Pesantren Ramadan yang dapat diikuti secara sukarela.

Namun, pihak Disdik tidak mengatur teknis pelaksanaan secara rinci, memberikan keleluasaan kepada masing-masing sekolah untuk mengembangkan kegiatan sesuai dengan kondisi lokal.

“Secara umum kita atur dilaksanakan kegiatan amaliah Ramadan. Ada pengajian, ada tausiyah, ada Pesantren Ramadan dan seterusnya. Untuk teknisnya, sekolah berkoordinasi dengan komite sekolah dan orang tua siswa agar kegiatan berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” jelas Irfan Taufik

Ia menambahkan bahwa pihaknya memberikan keleluasaan kepada setiap sekolah untuk berinovasi dalam mengisi kegiatan Ramadan, selama tetap sesuai dengan edaran yang berlaku dan memperhatikan prinsip inklusivitas bagi semua siswa tanpa memandang agama.

Melalui serangkaian program ini, Disdik Balikpapan berharap bulan Ramadan dapat menjadi momentum pembentukan karakter siswa yang komprehensif, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam mengembangkan kepedulian sosial dan kualitas spiritual mereka untuk menjadi generasi yang lebih baik.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepada Dinas Pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik, S.Ag, M.Si.

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Balikpapan telah menetapkan kebijakan penyesuaian jam belajar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini mengacu pada surat edaran bersama dari sejumlah kementerian terkait pengaturan kegiatan belajar mengajar di masa puasa.

Senin, 23 Februari 2026, Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa pihaknya secara penuh mengikuti edaran bersama yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Agama.

“Pertama kita mengikuti surat edaran bersama. Di situ diatur tentang kebijakan masuk sekolah dan libur sekolah.Selain itu juga diatur tentang apa yang harus dilakukan sekolah dalam pemberian pembelajaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian durasi jam belajar menjadi poin utama dalam kebijakan tersebut, dengan tujuan memastikan pembelajaran tetap efektif tanpa memberikan beban berlebihan kepada siswa yang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, sekolah juga didorong untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan berkaitan dengan Ramadan.

“Melakukan penyesuaian jam belajar tentu. Kemudian mengikuti kegiatan-kegiatan Ramadan. Jadi sekolah mengatur bagaimana pengaturan terkait kegiatan Ramadan di sekolahnya masing-masing,” katanya.

Menurut Irfan, kegiatan Ramadan yang dapat dilaksanakan di sekolah antara lain Pesantren Ramadan, pengajian, tausiyah, hingga berbagai bentuk kegiatan ibadah yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Pelaksanaan spesifik kegiatan tersebut diserahkan kepada kebijakan masing-masing sekolah.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan seluruh kegiatan Ramadan di sekolah tetap memperhatikan aspek inklusivitas. Siswa non-Muslim akan tetap difasilitasi untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan agama mereka masing-masing.

“Non-Muslim beribadah sesuai dengan keyakinannya. Di beberapa sekolah ada Pesantren Ramadan dengan guru agama Islam, ada juga kegiatan yang dilakukan saudara-saudara kita yang non-Muslim dengan ibadahnya di sekolah,” jelasnya.

Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, setiap sekolah diwajibkan membuat laporan pelaksanaan selama masa Ramadan. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi Disdik Balikpapan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi.

“Semua ada laporan. Masing-masing sekolah membuat laporan terkait kegiatan yang dilaksanakan,” tambahnya.

Melalui kebijakan ini, Disdik Balikpapan berharap kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan optimal selama bulan Ramadan, sekaligus menjadikan momen tersebut sebagai momentum pembentukan karakter siswa melalui kegiatan keagamaan yang positif serta memperkuat nilai-nilai toleransi antar umat beragama.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kantor Pemerintah kota Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) kembali menghadirkan program keringanan bagi para wajib pajak. Melalui kebijakan ini, masyarakat diberikan kesempatan melunasi kewajiban pajaknya tanpa dikenakan denda administrasi untuk jenis pajak tertentu.

Program yang berlangsung sejak 1 Agustus hingga 30 September 2025 ini mencakup Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), pajak reklame, pajak air tanah, hingga Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Khusus untuk PBB-P2, pembebasan denda berlaku atas tunggakan sejak 2020 hingga 2024.

Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah sekaligus dorongan agar masyarakat lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya. “Kami menyadari masih ada warga yang menunggak pajak karena berbagai faktor. Dengan pembebasan denda administrasi, harapannya masyarakat semakin termotivasi untuk melunasi kewajiban. Pajak yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan publik,” jelas Idham, Senin (29/9/2025).

Selain keringanan, BPPDRD juga mengingatkan bahwa jatuh tempo pembayaran PBB-P2 tahun 2025 berakhir pada 30 September. Untuk mempermudah warga, jam layanan pembayaran di Kantor BPPDRD di Jalan Jenderal Sudirman No. 02 diperpanjang hingga pukul 16.30 Wita.

Masyarakat kini juga bisa melakukan pembayaran melalui berbagai kanal, baik perbankan seperti Bankaltimtara dan Bank BJB, maupun platform digital seperti Gojek, Tokopedia, Pos Indonesia, hingga layanan Kontengan. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, turut mengapresiasi kontribusi masyarakat yang taat membayar pajak.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah berpartisipasi. Pajak adalah salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan kota. Mari bersama kita membangun Balikpapan demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Dengan sisa waktu yang terbatas, Pemkot Balikpapan mengimbau warga segera melunasi kewajiban PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Langkah ini tidak hanya menghindarkan dari risiko denda, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap kelancaran pembangunan kota.

(R)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga Ratih Kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) untuk mendaftarkan karya mereka ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah ini dilakukan agar karya lokal memiliki perlindungan hukum sekaligus memberi nilai tambah secara ekonomi.

Sosialisasi dan Pendaftaran HAKI Pada Rabu (24/9/2025), Disparpora menggelar kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran HAKI di Creative Center Gedung Parkir Klandasan, Balikpapan. Sebanyak 100 peserta dari berbagai subsektor ekonomi kreatif hadir dalam kegiatan ini, dengan 30 pelaku ekraf difasilitasi langsung untuk mendaftarkan karya mereka.

Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan pentingnya perlindungan karya melalui HAKI. “Upaya ini agar karya pelaku ekonomi kreatif tidak hanya dihasilkan, tetapi juga memiliki pengakuan hukum. Dengan begitu, mereka lebih percaya diri dalam memasarkan karyanya,” jelas Ratih.

230 Karya Sudah Terdaftar Sejak 2024 hingga 2025, sebanyak 230 karya ekonomi kreatif di Balikpapan resmi tercatat melalui fasilitasi pendaftaran HAKI. Capaian ini terwujud berkat kolaborasi Disparpora, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian, serta dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Pada 2024, Kemenparekraf memfasilitasi 100 karya, ditambah 10 karya melalui Disparpora. Tahun berikutnya, jumlahnya bertambah dengan 30 karya tambahan yang kembali difasilitasi. Biaya Lebih Terjangkau Ratih mengungkapkan, biaya pendaftaran HAKI secara mandiri bisa mencapai Rp1,3 juta.

Namun, melalui fasilitasi pemerintah, peserta hanya dikenakan sekitar Rp600 ribu. Persyaratan yang diperlukan antara lain memiliki KTP Balikpapan, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta rekomendasi dari pemerintah setempat. Harapan untuk Pelaku Ekraf Ratih berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran pelaku ekraf Balikpapan terhadap pentingnya HAKI.

“Kami berharap para pelaku ekraf semakin sadar akan pentingnya perlindungan hukum. Dengan HAKI, karya mereka tidak hanya aman, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing di pasar,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Pembangunan fasilitas kesehatan di Kota Balikpapan terus berjalan, mulai dari renovasi puskesmas hingga pembangunan rumah sakit baru. Namun, persoalan utama justru muncul dari sisi sumber daya manusia (SDM). Kekurangan tenaga kesehatan membuat layanan di sejumlah puskesmas belum berjalan sesuai standar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan telah menetapkan standar sembilan jenis tenaga kesehatan yang seharusnya tersedia di setiap puskesmas. Formasi tersebut meliputi dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga promosi kesehatan, analis laboratorium, hingga apoteker.

Namun, kenyataannya hampir semua puskesmas di Balikpapan belum memiliki formasi lengkap.

“Banyak puskesmas hanya punya sebagian tenaga kesehatan, sementara posisi penting lain belum tersedia,” kata Alwiati usai mendampingi Wakil Wali Kota Balikpapan meninjau Puskesmas Sepinggan Baru, Selasa (23/9/2025).

Kondisi ini berdampak langsung pada mutu pelayanan. Misalnya, absennya tenaga promosi kesehatan membuat kegiatan edukasi masyarakat terkait pencegahan penyakit tidak berjalan maksimal. Sementara itu, keterbatasan tenaga gizi menyebabkan intervensi pada kasus stunting maupun gizi buruk masih belum optimal.

Menurut Alwiati, permasalahan yang dihadapi bukan hanya jumlah, tetapi juga distribusi tenaga kesehatan. Ada puskesmas yang memiliki kelebihan tenaga pada bidang tertentu, namun kekurangan total di bidang lain.

Hal ini menciptakan ketimpangan layanan antarwilayah di Balikpapan. Meski Pemkot Balikpapan telah berupaya menambah tenaga kesehatan melalui berbagai jalur rekrutmen, kebutuhan tetap jauh lebih besar daripada ketersediaan. Apalagi, pertumbuhan penduduk kota yang pesat dan kompleksitas masalah kesehatan di wilayah perkotaan membuat beban layanan semakin berat.

“Gedung bisa selesai dibangun dalam hitungan bulan, tapi menyiapkan tenaga kesehatan kompeten butuh waktu panjang, dari pendidikan hingga pelatihan,” ujarnya.

Untuk itu, Dinkes Balikpapan berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih, baik melalui kebijakan distribusi tenaga kesehatan maupun penambahan formasi di daerah. Dukungan ini dinilai penting agar layanan kesehatan dasar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

“Tanpa SDM yang cukup, infrastruktur hanya menjadi bangunan tanpa fungsi optimal,” tegas Alwiati.

Dengan keterbatasan ini, Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ketersediaan tenaga profesional yang mampu mengoperasikan layanan dengan standar terbaik.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. DPMPTSP Optimis Capai Target Investasi Rp22 Triliun, Sektor Nonmigas Mulai Tumbuh
  2. Disparpora Balikpapan Kembangkan Layanan Wisata 24 Jam, Perkuat Keamanan Dan Pelayanan
  3. DLH Balikpapan Tegaskan Retribusi Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama
  4. Dorong Digitalisasi, Disparpora dan BI Balikpapan Terapkan Pembayaran Non-Tunai di Destinasi Wisata
  5. DLH Balikpapan Targetkan Pengurangan Sampah 50 Persen Lewat Bank Sampah dan TPST
  6. Dishub Balikpapan Peringati Harhubnas 2025, Angkat Transportasi sebagai Penopang Pembangunan
  7. Dishub Balikpapan Perketat Pengawasan Dugaan Truk Batu Bara di Jalan Umum
  8. Dishub Balikpapan Siapkan Rencana Induk Transportasi, Berlaku Awal 2026
  9. Rahmad Mas’ud Tinjau Progres Jembatan Beton Penghubung Kampung Baru
  10. Wakil Wali Kota Balikpapan Sampaikan Nota Keuangan APBD 2026: Anggaran Adalah Amanah Rakyat
  11. Pemkot Balikpapan Siapkan Rekrutmen Guru Besar-Besaran Hadapi Kekurangan Tenaga Pendidik 2026
  12. Dinkes Balikpapan Intensifkan Vaksinasi, Kasus Campak Terkendali Meski Tetap Berstatus KLB
  13. Program Makan Bergizi Gratis Resmi Menggeliat di Balikpapan
  14. DKP3 Berikan Program Penyuluhan dan Bantuan Bibit Tanaman Untuk Warga Graha Indah
  15. Pemkot Balikpapan Perluas 25 Titik Layanan HIV, Dorong Akses Mudah dan Bebas Stigma
  16. Wali Kota Rahmad Mas’ud Temui Massa Aksi, Tegaskan Komitmen untuk Balikpapan
  17. Pemkot Sediakan Posko dan Layanan Keliling Terkait NJOP 2025
  18. Pemkot Balikpapan Tunda Penyesuaian NJOP PBB-P2, Pastikan Tak Bebani Warga
  19. BPPDRD Balikpapan Klarifikasi Isu Kenaikan PBB 3000 Persen
  20. Pemkot Balikpapan Hadirkan Layanan Aduan Dan Potongan Pajak Untuk Ringankan Beban Warga