Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan telah mengajukan usulan perpanjangan rute Balikpapan City Trans (BCT) di wilayah Balikpapan Utara hingga Kilometer 23.

Usulan ini muncul dari forum kerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bertujuan khusus untuk mendukung mobilitas pelajar agar lebih mudah menjangkau sekolah menggunakan angkutan massal yang terjadwal, aman, dan terjangkau.

Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman menjelaskan bahwa usulan perluasan rute ini merupakan tanggapan atas kebutuhan masyarakat yang semakin luas, terutama bagi keluarga yang memiliki anak sekolah di wilayah sekitar Kilometer 23.

"Usulan ini muncul dari forum OPD. Harapannya, anak-anak sekolah bisa lebih mudah mengakses transportasi umum hingga Kilometer 23," ujarnya pada Rabu (25/2/2026).

Wilayah Kilometer 23 saat ini memiliki sejumlah sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang menjadi tujuan belajar bagi banyak pelajar dari berbagai kecamatan di Balikpapan. Namun, akses transportasi publik yang terbatas membuat sebagian besar pelajar harus bergantung pada kendaraan pribadi atau angkutan tidak resmi yang seringkali tidak aman dan mahal.

Perpanjangan rute BCT diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut dan memberikan pilihan transportasi yang lebih baik bagi para pelajar. Selain mendukung mobilitas pelajar, perpanjangan rute hingga Kilometer 23 juga bertujuan untuk memperkuat konektivitas antara pusat kota dengan kawasan pinggiran yang sedang berkembang pesat.

Wilayah tersebut kini mulai mengalami pertumbuhan jumlah penduduk dan pembangunan fasilitas umum, sehingga kebutuhan akan transportasi publik yang handal semakin meningkat.

"Kita melihat potensi perkembangan di wilayah Kilometer 23 yang cukup besar. Perluasan rute ini akan menjadi investasi bagi perkembangan wilayah tersebut ke depannya," jelas Kepala Dishub.

Pihak Dishub telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan untuk mengidentifikasi titik-titik sekolah yang akan dilayani oleh rute yang diperpanjang. Selain itu, juga dilakukan pemetaan terhadap jalur yang paling optimal untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan koridor eksisting BCT.

"Kita bekerja sama erat dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan bahwa rute yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan para pelajar dan sekolah," tambahnya.

Pengembangan rute hingga Kilometer 23 merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Balikpapan untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Dengan demikian, diharapkan tingkat kemacetan dapat ditekan dan kualitas udara kota tetap terjaga. "Perluasan rute ini juga mendukung visi Wali Kota Balikpapan untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman menuju smart city," pungkas Kepala Dishub dengan penuh optimisme.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Haemusri

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan kondisi ketahanan pangan daerah dalam keadaan terkendali.

Melalui Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, berbagai langkah antisipatif ditempuh guna menjamin ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga hingga perayaan Idulfitri.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri, menegaskan bahwa stok beras yang tersedia saat ini berada pada level aman. Berdasarkan data terbaru, cadangan beras mencapai kurang lebih 7.000 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun.

“Stok beras kita saat ini sekitar 7.000 ton. Itu mencukupi sampai bulan 5 sampai bulan 7. Jadi untuk ketersediaan pangan aman,” ujar Haemusri, Rabu (25/2/2026).

Tak hanya fokus pada ketersediaan pasokan, pemerintah daerah juga melakukan intervensi pasar untuk meredam potensi lonjakan harga menjelang bulan puasa. Salah satu upaya yang telah dilaksanakan adalah penyelenggaraan pasar murah pada 9–15 Februari 2026 di kantor baru Dinas Perdagangan.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah distributor besar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Selain pasar murah, program gerakan pangan murah juga rutin digelar sebanyak tiga kali dalam sepekan. Melalui program ini, warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.

“Nanti pasar murah akan dilakukan lagi dengan melibatkan Kadin Balikpapan. Konsepnya peduli dan berbagi untuk masyarakat,” jelas Haemusri.

Pengawasan distribusi pangan pun diperketat melalui sinergi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Badan Pangan Nasional, serta aparat kepolisian yang tergabung dalam Satgas Pangan. Inspeksi mendadak secara berkala dilakukan untuk memastikan tidak terjadi hambatan distribusi maupun praktik penimbunan.

“Tujuannya untuk mengendalikan distribusi pangan, memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga,” tegasnya.

Hingga kini, hasil pemantauan Satgas Pangan menunjukkan tidak adanya laporan penimbunan bahan pokok di wilayah Balikpapan. Pemerintah juga terus mengingatkan para distributor dan pelaku usaha agar menjaga etika distribusi selama momentum Ramadan dan Idulfitri.

Haemusri turut mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Kami harapkan masyarakat tidak panic buying, karena ketersediaan pangan kita cukup,” tandasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan aparat pengawas, Pemkot Balikpapan optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan 1447 Hijriah dapat terjaga secara konsisten.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

 
Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan penguatan jaminan produk halal terus berjalan. Hingga saat ini, tercatat delapan rumah potong unggas di kota ini telah mengantongi sertifikat halal, sebagai bentuk komitmen menghadirkan kepastian bagi masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menyampaikan bahwa capaian tersebut menempatkan Balikpapan sebagai salah satu daerah dengan jumlah rumah potong unggas bersertifikat halal terbesar di Kalimantan. Menurutnya, keberadaan fasilitas yang telah tersertifikasi menjadi langkah strategis dalam menjaga ketenangan dan kepercayaan konsumen.

“Sudah ada delapan. Itu cukup banyak, bahkan kita termasuk yang terbesar di Kalimantan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, proses sertifikasi dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Sertifikasi halal, kata dia, bukan sekadar formalitas administratif, melainkan jaminan bahwa proses pemotongan hewan telah memenuhi kaidah syariat dan standar kebersihan yang ditetapkan.

“Ini penting, terutama untuk pemotongan hewan. Kita ingin prosesnya lebih syariah, lebih paten, dan terjamin,” tegasnya.

Meski demikian, Rahmad menilai jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan. Pemerintah kota membuka peluang penambahan lokasi rumah potong bersertifikat halal, termasuk di kawasan pasar tradisional agar distribusi layanan lebih merata. Ia juga menyoroti perlunya pembinaan berkelanjutan di sentra perdagangan rakyat.

Menanggapi informasi bahwa fasilitas pemotongan bersertifikat halal belum tersedia di Pasar Pandansari, Rahmad memastikan akan segera dilakukan koordinasi dan sosialisasi bersama pihak terkait. “Nanti akan kita sosialisasikan melalui Kemenag,” katanya.

Tak hanya fokus pada rumah potong, Pemkot Balikpapan turut mendorong jaminan halal bagi produk olahan pelaku usaha mikro, seperti pedagang pentol dan salome yang banyak dikonsumsi masyarakat. Menurut Rahmad, makanan siap santap menjadi prioritas pengawasan karena langsung dikonsumsi warga.

“Yang paling penting itu makanan yang langsung dikonsumsi masyarakat. Kita ingin memastikan kehalalannya, karena makanan itu masuk ke tubuh kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, prinsip halal dan tayyib harus berjalan beriringan. Pemerintah kota, lanjutnya, akan melakukan pembenahan secara bertahap demi memastikan seluruh produk pangan yang beredar benar-benar aman, halal, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan resmi menambah jumlah armada Balikpapan City Trans (BCT) menjadi 24 unit, setelah menerima tambahan lima unit bus baru menjelang Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan. Peningkatan armada ini menjadi bukti konkret dukungan terhadap layanan angkutan massal yang kini semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan mobilitas sehari-hari.

Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penumpang dari waktu ke waktu menjadi dasar utama pengajuan penambahan armada kepada pemerintah pusat.

"Animo masyarakat menggunakan BCT saat ini sangat tinggi. Karena itu, Dirjen Perhubungan Darat mengusulkan adanya penambahan unit untuk memperkuat layanan," ujarnya dalam keterangan yang disampaikan pada Rabu (25/2/2026).

Sebelum adanya penambahan, armada BCT yang beroperasi hanya sebanyak 19 unit yang melayani dua koridor aktif di wilayah kota. Ketersediaan armada yang terbatas sempat menjadi tantangan bagi pihak Dishub dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat dari masyarakat.

Namun, dengan kedatangan lima unit bus baru ini, kapasitas layanan diharapkan dapat meningkat secara signifikan dan mengakomodasi lebih banyak penumpang setiap harinya. Operasional BCT saat ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Balikpapan dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang berlaku hingga 1 Juli 2027.

Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup penyediaan armada, tetapi juga meliputi pemeliharaan, pengelolaan rute, serta pelatihan bagi sopir dan petugas yang bertugas di setiap unit bus.

"Tingginya animo masyarakat terhadap BCT menunjukkan bahwa layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau sangat dibutuhkan di Kota Balikpapan," jelas Kepala Dishub.

Penambahan armada ini juga diharapkan dapat meningkatkan frekuensi keberangkatan bus, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama di setiap halte yang telah tersebar di berbagai titik strategis kota. Selain itu, peningkatan armada juga menjadi langkah antisipatif menghadapi pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat di Balikpapan.

"Kita harus siap menjawab kebutuhan transportasi yang semakin besar seiring dengan perkembangan kota. Penambahan armada ini menjadi langkah awal yang sangat penting," tambahnya.

Dengan jumlah armada yang lebih banyak, diharapkan layanan BCT dapat lebih merata dan menjangkau lebih banyak wilayah di kota.

(ADV /J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kabid Bidang PSU Disperkim Kota Balikpapan Edy Saputra. ST

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mempercepat proses penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) perumahan dari pihak pengembang kepada pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan kawasan permukiman sekaligus upaya memperkuat pengendalian persoalan perkotaan seperti banjir, peningkatan infrastruktur lingkungan, serta optimalisasi pelayanan publik bagi warga.

Kepala Bidang PSU Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Edy Saputra ST, menegaskan bahwa percepatan penyerahan PSU menjadi prioritas agar seluruh fasilitas umum di kawasan perumahan dapat segera tercatat sebagai aset pemerintah kota. Dengan begitu, pemerintah memiliki kewenangan penuh dalam melakukan pemeliharaan maupun pengembangan.

“Ketika PSU sudah diserahkan dan masuk dalam daftar aset daerah, kami bisa langsung melakukan penanganan. Mulai dari perbaikan drainase, peningkatan kualitas jalan lingkungan, hingga pengelolaan ruang terbuka hijau. Tujuannya jelas, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, PSU mencakup berbagai fasilitas vital seperti jalan lingkungan, sistem drainase, ruang terbuka hijau, lahan ibadah, hingga lahan pendidikan. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan warga sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Menurut Edy, selama PSU belum resmi diserahkan, ruang gerak pemerintah dalam melakukan intervensi masih terbatas. Karena itu, Disperkim terus berkoordinasi dengan para pengembang untuk mempercepat kelengkapan dokumen administrasi serta memastikan kesiapan lahan sebelum proses serah terima dilakukan.

Data hingga akhir 2025 mencatat sebanyak 22 kawasan perumahan telah menyerahkan PSU kepada Pemkot Balikpapan sejak 2023. Namun, sebagian penyerahan dilakukan secara bertahap atau parsial sesuai regulasi yang berlaku.

“Regulasi memang memperbolehkan penyerahan secara parsial, misalnya lahan ibadah atau lahan pendidikan lebih dulu diserahkan. Yang terpenting, manfaatnya bisa segera dirasakan warga dan aset tersebut dapat kami kelola dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pengembang menjadi kunci dalam mempercepat proses penyerahan PSU. Dengan kolaborasi yang solid, Pemkot Balikpapan optimistis seluruh PSU perumahan dapat tertib administrasi dan terintegrasi dalam sistem pengelolaan aset daerah.

Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mewujudkan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan layak huni, sejalan dengan visi pembangunan Kota Balikpapan yang semakin tertata dan berkelanjutan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edy Gunawan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edy Gunawan menyampaikan bahwa rumah penampungan sementara yang terletak di Gunung Pasir, yang dulunya dalam kondisi terbengkalai, kini telah mendapatkan perbaikan menyeluruh.

Dalam wawancara pada Selasa, 24 Februari 2026, Edy menjelaskan bahwa fondasi bangunan telah diperkuat dan struktur utama dibangun kembali, dengan fasilitas kamar mandi yang sudah siap digunakan secara optimal.

"Saat ini, kami tengah dalam tahap persiapan untuk menyediakan peralatan dalam seperti tempat tidur, lemari, dan kebutuhan dasar lainnya agar penghuni merasa lebih nyaman," jelas Edy.

Tempat yang juga dikenal dengan sebutan rumah SPA ini kini beroperasi dengan standar yang lebih baik dan layak huni. Pengawasan dilakukan oleh tenaga terampil dan petugas keamanan yang profesional, dengan pembagian tenaga yang jelas: dua orang untuk menangani penghuni perempuan, dua orang untuk laki-laki, dan satu orang khusus sebagai petugas keamanan.

Operasional rumah penampungan berjalan selama 24 jam nonstop, termasuk penyediaan makanan yang teratur setiap hari. Sebagai tempat singgah sementara, rumah penampungan ini berfungsi untuk memberikan perlindungan dan pemulihan bagi penghuninya.

Setelah kondisi fisik dan psikologis mereka membaik, pihak dinas akan menanyakan kesediaan untuk mengikuti program pelatihan keterampilan di Samarinda. Beberapa pilihan pelatihan yang ditawarkan antara lain menjadi barista atau pembuat roti, yang memiliki prospek kerja yang cukup menjanjikan mengingat kebutuhan akan tenaga di bidang tersebut masih tinggi.

Setelah menyelesaikan pelatihan selama beberapa bulan dan menguasai keterampilan yang diajarkan, para peserta akan dibawa kembali ke Balikpapan dan pihak dinas akan membantu mencari kesempatan kerja di tempat yang sesuai, seperti kafe atau usaha makanan yang menjadi binaan dinas.

Sampai saat ini, telah ada empat orang yang melalui proses penanganan di rumah penampungan, dengan dua di antaranya sudah berhasil dikirim ke Samarinda untuk mengikuti pelatihan.

"Banyak di antaranya terpaksa tinggal di tempat penampungan akibat kurangnya perhatian keluarga, masalah lingkungan sekitar, dan pola hidup yang tidak mendukung perkembangan mereka," ujar Edy,

menambahkan bahwa salah satunya adalah anak berusia 9 tahun yang kini kondisinya sudah membaik dan akan ditempatkan di sekolah yang ada di Samarinda.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan program pendidikan gratis, termasuk pembagian seragam sekolah bagi peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini tetap dilaksanakan meskipun pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian anggaran akibat efisiensi belanja.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan proses pendataan ukuran serta jumlah siswa baru, khususnya untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pendataan tersebut menjadi dasar dalam proses produksi dan distribusi seragam agar tepat sasaran. “Kami masih melakukan pendataan ukuran dan jumlah siswa baru. Pemesanan juga sudah mulai diproses untuk digunakan pada Juni atau Juli 2026, sebagaimana pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Ia menekankan bahwa program seragam sekolah gratis merupakan salah satu prioritas utama pemerintah kota di sektor pendidikan. Karena itu, program tersebut tidak masuk dalam daftar kegiatan yang terdampak pengurangan anggaran.

“Program ini tetap berjalan. Seberapa pun ketatnya anggaran, ini tetap didahulukan karena menjadi prioritas Pak Wali,” tegasnya.

Pada tahun ajaran 2025/2026, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan sekitar 92.000 stel seragam untuk siswa baru jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Setiap siswa menerima tiga jenis seragam, yakni seragam nasional (merah putih untuk SD dan putih biru untuk SMP), batik sekolah, serta seragam pramuka.

Total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai kurang lebih Rp20 miliar. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Disdik memperkirakan kebutuhan seragam akan bertambah sekitar 100 hingga 200 stel, menyesuaikan jumlah peserta didik baru. Kendati demikian, hak setiap siswa untuk memperoleh tiga stel seragam tetap dipastikan terpenuhi. Selain program seragam gratis, sejumlah kebijakan prioritas lain juga tetap dipertahankan.

Irfan memastikan program SPP gratis, subsidi SPP, serta tambahan penghasilan bagi guru tidak dihentikan meski terjadi pemotongan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat.

“Walaupun ada efisiensi anggaran dari pusat, program prioritas pendidikan di Balikpapan tetap berjalan. SPP gratis masih ada, subsidi SPP tetap, dan tunjangan tambahan penghasilan guru juga tidak dihentikan,” jelasnya.

Tak hanya sekolah negeri, dukungan terhadap sekolah swasta pun terus berlanjut. Pada tahun ajaran sebelumnya, sebanyak 13 sekolah swasta mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah kota.

Jumlah tersebut berpotensi meningkat pada tahun ajaran mendatang, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Tahun lalu ada 13 sekolah swasta yang kami dukung penuh. Untuk tahun ajaran baru, jumlahnya bisa saja bertambah tergantung situasi dan kebutuhan,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Sosial Balikpapan Edy Gunawan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil menampung individu tanpa identitas yang ditemukan di kawasan depan sebuah rumah sakit di kota ini pada awal pekan ini.

Dalam wawancara pada Selasa, 24 Februari 2025, Edy mengungkapkan bahwa kondisi orang tersebut saat ditemukan oleh petugas lapangan menunjukkan tanda-tanda tidak sehat, dengan dugaan faktor bulan puasa yang sedang berlangsung menjadi salah satu penyebab utama kondisi fisiknya yang lemah.

"Kondisi saat ditemukan memang kurang baik, mungkin karena bulan puasa atau faktor kesehatan lainnya. Kami langsung mengambil langkah untuk membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan menyeluruh," ucap Edy dalam wawancaranya.

Setelah melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh di fasilitas kesehatan kerja sama seperti puskesmas atau rumah sakit terkait, pihak dinas akan membawanya ke Rumah Penampungan  yang terletak di pusat kota jika dinyatakan dalam kondisi fisik yang stabil dan layak untuk dipindahkan.

"Penanganan kasus tanpa identitas ini menjadi bagian dari upaya terus-menerus kami dalam menjaga kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan yang penuh dengan nilai kasih sayang," jelas Edy dengan tegas.

Di tengah suasana bulan Ramadan yang penuh berkah dan kebaikan, program bantuan rutin yang telah berjalan selama bertahun-tahun di Dinas Sosial tidak pernah berhenti atau berkurang. Setiap bulan secara teratur, bantuan berupa pangan, sandang, dan dukungan kesehatan diberikan bagi kelompok anak disabilitas dengan kondisi berat serta orang tua terlantar yang tidak memiliki keluarga atau sumber penghasilan.

"Besok hari Kamis (26/2), kami akan menyerahkan bantuan beras dari kejaksaan tinggi daerah sebanyak sekitar 400 karung masing-masing 5 kilogram ke panti asuhan LKSA di berbagai kecamatan," ungkapnya.

"Pemberian bantuan ini dilakukan dengan sistem by name by address agar sasaran tepat dan tidak terjadi penyimpangan," tambahnya. Jumlah dan jenis bantuan yang diberikan setiap bulan disesuaikan dengan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD Kota Balikpapan.

Bagi kelompok disabilitas yang jumlahnya mencapai sekitar dua ribu orang di seluruh wilayah kota ini, fokus prioritas bantuan diberikan kepada mereka yang tidak dapat melakukan aktivitas apapun.

"Bagi mereka yang masih mampu bekerja, kami akan berikan pelatihan keterampilan sesuai minat dan kemampuan masing-masing untuk meningkatkan daya saing serta kemandirian mereka di masa depan," jelas Edy.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com Balikpapan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan memastikan kabar yang menyebut adanya patahan lempeng bumi yang berpotensi memicu gempa besar di wilayah Kalimantan Timur adalah tidak benar.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan koordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menelusuri kebenaran informasi yang beredar luas di media sosial.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu isu tersebut mencuat di tengah masyarakat. Ia mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah menghubungi BMKG untuk meminta klarifikasi resmi terkait potensi aktivitas seismik di wilayah Kalimantan Timur, Selasa (24/2/2025)

“Begitu muncul informasi itu, kami langsung berkoordinasi dengan BMKG. Hasilnya ditegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks,” ujar Usman.

Meski isu tersebut dipastikan tidak benar, BPBD tetap mengambil langkah mitigasi sebagai bentuk kewaspadaan. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD kabupaten/kota lain di Pulau Kalimantan, terutama di daerah yang memiliki riwayat aktivitas seismik relatif lebih sering, seperti Tarakan dan kawasan yang berdekatan dengan wilayah Filipina.

Usman menjelaskan, berdasarkan informasi teknis dari BMKG, potensi gempa di Indonesia bagian timur umumnya dipengaruhi oleh zona patahan aktif seperti yang terdapat di sekitar Palu. Sementara itu, Balikpapan dinilai tidak berada pada jalur patahan aktif yang berisiko tinggi.

“Kalaupun ada aktivitas gempa di wilayah lain, kemungkinan dampaknya ke Balikpapan sangat kecil, bahkan bisa jadi tidak terasa,” jelasnya.

Secara geografis, Balikpapan memiliki kontur wilayah berbukit dengan karakteristik tanah yang berbeda dari daerah rawan likuefaksi seperti Palu. Selama ini, jenis bencana yang lebih dominan terjadi di Balikpapan adalah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi serta pergerakan tanah lokal.

“Untuk kejadian gempa besar yang berdampak signifikan di Balikpapan, sejauh ini belum pernah terjadi. Ancaman yang lebih sering kita hadapi justru banjir dan longsor akibat hujan,” tambahnya.

BPBD Balikpapan juga terus menjalin komunikasi aktif dengan BMKG dan melaporkan perkembangan situasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui jalur koordinasi provinsi.

Sistem pemantauan gempa nasional, lanjut Usman, bersifat terpusat dan terintegrasi sehingga setiap aktivitas seismik dapat terdeteksi dan diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah.

“Kalau ada potensi yang membahayakan, pasti akan ada peringatan resmi. Untuk saat ini, berdasarkan informasi BMKG, isu tersebut tidak benar,” tegasnya.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial. Warga diminta hanya merujuk pada sumber resmi pemerintah dalam memperoleh informasi kebencanaan.

“Kita tetap waspada terhadap potensi bencana, karena perubahan alam bisa saja terjadi. Tetapi jangan sampai informasi yang tidak benar menimbulkan kepanikan,” pungkas Usman.

Hingga saat ini, BPBD memastikan kondisi Kota Balikpapan dalam keadaan aman dan terkendali.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik, S.Ag, M.Si

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Transformasi digital di lingkungan sekolah mulai diperkuat Dinas Pendidikan Kota Balikpapan melalui program pemasangan CCTV terintegrasi di sejumlah satuan pendidikan.

Inisiatif ini dirancang sebagai langkah awal membangun sistem pengawasan dan layanan informasi berbasis teknologi yang lebih transparan dan akuntabel, Selasa (24/2/2026)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa program tersebut masih dalam tahap uji coba terbatas. Pada fase awal, implementasi dilakukan di tujuh sekolah yang terdiri dari empat SD dan tiga SMP.

“Program ini masih dalam tahap pilot project. Kami terapkan dulu di tujuh sekolah untuk melihat efektivitasnya sebelum diperluas,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, sistem akan mulai berjalan efektif pada 2026 setelah seluruh perangkat dan infrastruktur pendukung rampung dipersiapkan. Menurutnya, langkah ini penting agar tidak ada kendala teknis saat program dioperasikan secara penuh.

“Persiapan teknis dan pembangunan sistem sedang kami matangkan. Targetnya, 2026 sudah bisa berjalan optimal,” katanya.

Melalui sistem tersebut, orang tua nantinya dapat memantau aktivitas anak selama berada di sekolah secara daring. Akses diberikan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan kata sandi khusus yang terhubung ke akun masing-masing wali murid.

“Orang tua bisa memantau langsung proses belajar mengajar di dalam kelas. Tapi tentu ada pembatasan akses demi menjaga privasi dan keamanan,” tegasnya.

Selain pemantauan visual, sistem ini juga diintegrasikan dengan absensi digital. Setiap siswa yang melakukan presensi akan otomatis tercatat dan notifikasi kehadiran dikirimkan kepada orang tua.

“Begitu anak melakukan absensi, orang tua langsung menerima pemberitahuan. Jadi mereka tahu anaknya sudah hadir di sekolah dan berada di dalam kelas,” jelas Irfan.

Ke depan, Disdik juga menyiapkan pengembangan fitur pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan identitas siswa terdeteksi otomatis melalui kamera. “Kami sedang menyiapkan integrasi face recognition berbasis AI agar verifikasi kehadiran lebih cepat dan akurat,” tambahnya.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan pada 2026. Jika sistem dinilai efektif dan berdampak positif, maka pada 2027 program ini direncanakan diperluas ke seluruh SD dan SMP di Balikpapan.

“Kalau hasil evaluasi menunjukkan manfaat besar, tentu akan kami kembangkan secara bertahap ke semua sekolah,” tutupnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

  1. Safari Ramadan 1447 H Dimulai, Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi dan Spirit Madinatul Iman
  2. Ramadan 2026, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan Kedepankan Pendekatan Humanis Tanpa Razia
  3. DKK Balikpapan Tekankan Pentingnya Pola Hidup Sehat Selama Ramadan 2026
  4. Ramadhan Balikpapan Vaganza 129, Perpaduan Syiar Ramadan dan Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal
  5. BPBD Balikpapan Perkuat Kesiapsiagaan Ramadan, Enam Posko Siaga Aktif 24 Jam
  6. Program Sejadah Kembali Digelar, Disdik Balikpapan Ajak Siswa Bersedekah di Ramadan
  7. Disdik Balikpapan Sesuaikan Jam Belajar Selama Ramadan, Sekolah Diminta Gelar Amaliah
  8. Pemkot Balikpapan Perpanjang Program Keringanan Pajak Sampai Akhir September
  9. Disparpora Dorong Pelaku Ekraf Balikpapan Daftarkan Karya ke HAKI
  10. Puskesmas Balikpapan Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan, Dinkes Minta Dukungan Pusat
  11. DPMPTSP Optimis Capai Target Investasi Rp22 Triliun, Sektor Nonmigas Mulai Tumbuh
  12. Disparpora Balikpapan Kembangkan Layanan Wisata 24 Jam, Perkuat Keamanan Dan Pelayanan
  13. DLH Balikpapan Tegaskan Retribusi Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama
  14. Dorong Digitalisasi, Disparpora dan BI Balikpapan Terapkan Pembayaran Non-Tunai di Destinasi Wisata
  15. DLH Balikpapan Targetkan Pengurangan Sampah 50 Persen Lewat Bank Sampah dan TPST
  16. Dishub Balikpapan Peringati Harhubnas 2025, Angkat Transportasi sebagai Penopang Pembangunan
  17. Dishub Balikpapan Perketat Pengawasan Dugaan Truk Batu Bara di Jalan Umum
  18. Dishub Balikpapan Siapkan Rencana Induk Transportasi, Berlaku Awal 2026
  19. Rahmad Mas’ud Tinjau Progres Jembatan Beton Penghubung Kampung Baru
  20. Wakil Wali Kota Balikpapan Sampaikan Nota Keuangan APBD 2026: Anggaran Adalah Amanah Rakyat