DPRD Balikpapan gelar rapat paripurna terkait nota penjelasan walikota Balikpapan atas Raperda tentang APBD tahun 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota Balikpapan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, Selasa (19/8/2025)

Proses ini menjadi tahapan penting dalam siklus penyusunan APBD yang harus diselesaikan secara tepat waktu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Alqadri, menegaskan bahwa mekanisme pembahasan anggaran telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 15 Tahun 2024 mengenai pedoman penyusunan APBD.

Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa kepala daerah bersama DPRD wajib menyelesaikan pembahasan paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir. Hal ini bertujuan agar program pembangunan dan layanan publik di tahun berikutnya dapat segera berjalan tanpa hambatan.

Alwi menjelaskan, setelah Nota Penjelasan dari Wali Kota disampaikan, dokumen tersebut akan diteruskan kepada seluruh fraksi di DPRD Balikpapan untuk dipelajari secara detail. Setiap fraksi akan menelaah substansi Raperda, mulai dari aspek pendapatan daerah, belanja, hingga prioritas pembangunan kota.

Hasil kajian ini kemudian dituangkan dalam pemandangan umum fraksi yang berisi masukan, kritik, maupun saran konstruktif terhadap rancangan anggaran. “Melalui pemandangan umum, fraksi-fraksi memiliki kesempatan memberikan evaluasi sekaligus rekomendasi kepada pemerintah daerah. Semua itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD agar pelaksanaan APBD benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Alwi.

Ia menambahkan, pembahasan APBD tidak boleh mengalami keterlambatan. Jika prosesnya molor, maka akan berdampak langsung pada realisasi program-program pembangunan yang sudah direncanakan. Kondisi ini tentu bisa merugikan masyarakat karena berbagai kegiatan pelayanan publik menjadi tertunda.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Balikpapan telah menjadwalkan rapat paripurna berikutnya dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi. Rapat tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025. “Kami berharap semua pihak dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pandangan secara objektif, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Balikpapan,” tutup Alwi.

Dengan tahapan ini, DPRD Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjaga keterbukaan, akuntabilitas, dan sinergi bersama pemerintah kota dalam menyusun APBD 2025 yang berpihak pada kepentingan publik

(ADV/DPRD Balikpapan)

 
DPRD Balikpapan gelar rapat paripurna terkait rancangan APBD perubahan 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan yang cukup besar dibandingkan APBD murni.

Pernyataan ini ia sampaikan usai Rapat Paripurna DPRD Balikpapan dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota mengenai Rancangan Peraturan Daerah APBD Perubahan 2025, Selasa (19/8/2025). Menurut Alwi, perubahan ini mencerminkan adanya perbaikan proyeksi pendapatan daerah. “Tadi sudah disampaikan Nota Penjelasan Wali Kota yang diwakili oleh Wakil Wali Kota.

Secara umum, APBD murni 2025 yang semula Rp4,2 triliun naik menjadi Rp42,6 triliun dalam rancangan perubahan,” jelasnya. Selain itu, ia menyebutkan belanja daerah juga ikut meningkat sebesar 3,41 persen. Sementara itu, pembiayaan daerah yang pada APBD murni hanya Rp378 miliar, kini bertambah menjadi Rp492 miliar.

Alwi menekankan, lonjakan ini harus dibarengi dengan peningkatan kinerja perangkat daerah. “Kenaikan anggaran tentu harus diikuti dengan kerja keras, terutama dari Dispenda untuk memastikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai,” ujarnya.

Meski demikian, Alwi mengakui bahwa realisasi PAD pada tahun 2024 masih belum sesuai harapan. Namun, ia optimistis kondisi tersebut dapat diperbaiki di tahun berjalan. “Memang tahun lalu PAD kita tidak tercapai, tetapi dengan evaluasi dan langkah strategis yang sudah dibahas, kami yakin di akhir 2025 target bisa diraih. Karena sebesar apapun program pemerintah, akan sia-sia bila PAD tidak maksimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa DPRD siap memberikan dukungan penuh kepada Dinas Pendapatan Daerah agar mampu mencapai target yang ditetapkan. “Harapan kami, dengan kerja keras seluruh pihak, khususnya Dispenda, pendapatan daerah Balikpapan bisa meningkat signifikan.

DPRD akan terus mengawal dan memberi dukungan agar PAD tahun 2025 tercapai,” pungkas Alwi.

Dengan kenaikan APBD Perubahan 2025 ini, DPRD menilai ada peluang besar untuk mempercepat pembangunan kota. Namun, keberhasilan pelaksanaannya sangat ditentukan oleh konsistensi pemerintah daerah dalam mengelola pendapatan dan menjaga belanja daerah tetap efektif serta tepat sasaran.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan dari Komisi 1 Andi Arif Agung

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan refleksi mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat. Bagi Anggota DPRD Kota Balikpapan, Andi Arif Agung, usia delapan dekade kemerdekaan bukan hanya sekadar catatan sejarah, tetapi juga momentum untuk menatap masa depan dengan visi yang lebih jelas, terutama bagi Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, delapan puluh tahun bagi perjalanan sebuah bangsa masih tergolong usia muda. Namun, Indonesia telah membuktikan kemajuan yang cukup signifikan, begitu pula Kota Balikpapan yang kini mampu berdiri sejajar dengan kota-kota besar lain di tanah air. “Dengan capaian saat ini, saya melihat pemerataan pembangunan dalam 10 tahun terakhir sudah mulai berada di jalur yang tepat,” ungkap Andi usai mengikuti upacara peringatan HUT RI di BSCC Dome, Minggu (17/8/2025).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Balikpapan kini menjadi magnet baru bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk datang, menetap, bahkan mencari peluang hidup.

“Balikpapan sudah seperti madu yang menarik banyak orang. Kita tidak bisa menahan arus migrasi ini. Karena itu, warga, khususnya generasi muda, harus mampu mengambil peran penting dan tidak kehilangan momentum,” tegasnya.

Dari sisi pembangunan, Andi menilai langkah Pemerintah Kota cukup progresif. Sejumlah program strategis masuk dalam kesepakatan KUA-PPAS 2026, mulai dari penyediaan fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan sekolah menengah pertama yang terus bertambah setiap tahun, serta rencana pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur yang kini masuk tahap multi years. “Ini bentuk agresivitas positif dari kepala daerah, dan DPRD tentu mendukung penuh agar pembangunan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Andi juga menekankan pentingnya konsistensi arah pembangunan kota yang berorientasi pada pemenuhan hak dasar warga, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Baginya, jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik, maka daya saing Balikpapan akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan global.

“Momentum kemerdekaan ke-80 ini harus menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan sekadar proyek atau angka-angka. Yang terpenting adalah bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, insya Allah Balikpapan akan tumbuh menjadi kota yang lebih modern, layak huni, dan berdaya saing,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan H Yusri

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa. Di Kota Balikpapan, semangat kemerdekaan ini turut disuarakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Yusri, yang menegaskan pentingnya persatuan, kontribusi generasi muda, serta konsistensi pembangunan daerah.

Menurut Yusri, momentum kemerdekaan adalah saat yang tepat untuk memperkuat kembali rasa kebangsaan. Ia menekankan, pesan lama yang berbunyi “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman. “Tetaplah kita menjadi negeri makmur. Negeri yang diberkahi oleh Allah SWT dan memberi manfaat bagi umat di sekitarnya,” ungkapnya usai mengikuti upacara di BSCC Dome, Minggu 17 Agustus 2025.

Lebih jauh, Yusri menilai bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati dengan upacara atau simbol-simbol patriotik. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah bagaimana generasi muda mampu mewujudkan nilai-nilai perjuangan itu dalam kehidupan sehari-hari. “Bagi anak muda, maknai hari kemerdekaan ini dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan. Itu yang penting. Karena keberadaan kita akan dinilai dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan orang lain,” pesannya.

Selain berbicara tentang peran generasi muda, Yusri juga menyinggung arah pembangunan Balikpapan. Ia menilai kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud sudah berjalan sesuai aspirasi masyarakat, dengan visi dan misi yang jelas. Ia pun optimistis program-program prioritas, termasuk penanganan banjir, akan tetap dijalankan konsisten.

“Untuk pembangunan kota, wali kota Balikpapan pasti tetap melaksanakan amanat warganya. Insya Allah, semua program akan dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Pada usia kemerdekaan yang ke-80 tahun, Yusri mengajak masyarakat Balikpapan untuk tidak hanya merasakan nikmat hasil perjuangan para pahlawan, tetapi juga terus bersyukur serta menjaga warisan tersebut dengan berkontribusi nyata. “Merdeka 80 tahun bukanlah waktu yang singkat.

Jangan sampai kita menyia-nyiakan nikmat tinggal di negeri ini, khususnya di Kota Balikpapan yang kita cintai,” tutupnya. Bagi Yusri, peringatan kemerdekaan menjadi penegasan bahwa bangsa ini akan kuat jika seluruh elemen bersatu, saling mendukung, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih sejahtera.

(ADV/DPRD Balikpapan)

 
Anggota DPRD kota Balikpapan Laidsa Hamisah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penuh makna bagi masyarakat, tidak hanya sebagai ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya melanjutkan perjuangan melalui pembangunan nyata di berbagai bidang.

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, usai mengikuti upacara peringatan HUT RI di BSCC Dome Balikpapan pada Minggu, 17 Agustus 2025. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kerja kolektif untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota yang semakin maju.

“Dengan memperingati 80 tahun Indonesia, kita mengenang jasa para pahlawan. Namun bukan hanya itu, setelah ini kita harus kembali membangun kota kita yang tercinta, terutama Balikpapan, agar lebih baik dan lebih maju lagi,” ujarnya.

Laisa menegaskan, arah pembangunan kota perlu difokuskan pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan. Ia mengakui bahwa meski perkembangan sudah terlihat, masih banyak kebutuhan warga yang harus dipenuhi.

“Pembangunannya harus lebih diperhatikan lagi, terutama peraturan jalan, sarana pendidikan, dan sarana kesehatan. Pendidikan sampai saat ini masih ada kekurangan. Tapi Alhamdulillah tahun depan sudah ada rencana pembangunan, di antaranya Islamic Center dan rumah sakit di Balikpapan Timur,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Balikpapan. Menurutnya, kota ini adalah miniatur Indonesia yang menjadi contoh bagaimana perbedaan bisa menyatu dalam harmoni.

“Harapan kami, Balikpapan bisa menjadi lebih baik dan lebih maju lagi di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud. Semoga pembangunan kota ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” tuturnya.

Menutup pesannya, Laisa mengingatkan bahwa di usia ke-80 tahun Indonesia merdeka, Balikpapan harus berani berdiri sejajar dengan kota-kota besar lain di Tanah Air, baik dalam hal pelayanan publik, penyediaan fasilitas umum, maupun tata kelola perkotaan. Semangat “bersatu, berdaulat, dan berkeadilan” harus terus dihidupkan dalam setiap langkah pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan Jafar Sidik 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan sekaligus menumbuhkan tekad baru dalam membangun daerah.

Anggota DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk bersama-sama berkontribusi nyata, terutama bagi generasi muda.

Usai mengikuti upacara HUT RI di BSCC Dome, Minggu (17/8/2025), Japar menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah warisan berharga yang diperoleh dari pengorbanan para pejuang bangsa. Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui karya nyata.

“Usia 80 tahun kemerdekaan ini bukan hanya angka, melainkan pengingat bagi kita semua untuk bekerja lebih keras. Kita ingin Balikpapan semakin maksimal dalam pembangunan, baik infrastruktur maupun kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya.

Japar menekankan pentingnya sinergi antar elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil peran aktif dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan. “Generasi penerus harus berani tampil dan berkolaborasi. Kita tidak boleh terlena dengan kenyamanan, melainkan harus semakin kuat menghadapi tantangan yang ada,” katanya menegaskan.

Selain menyoroti peran pemuda, Japar juga menilai bahwa hubungan erat antara DPRD dan Pemerintah Kota Balikpapan menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Ia menilai sinergi yang baik akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari infrastruktur dasar hingga peningkatan pelayanan publik.

“Dewan akan terus mendukung langkah pemerintah kota. Dengan kolaborasi yang solid, setiap program pembangunan bisa berjalan lebih efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Japar mengingatkan bahwa pembangunan tidak semata soal fisik, melainkan juga menyangkut penguatan karakter dan pemberdayaan masyarakat. Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. “Kemerdekaan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita isi dengan kontribusi nyata, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun kegiatan sosial yang memberdayakan masyarakat,” tambahnya.

Dengan penuh optimisme, Japar percaya bahwa jika semangat kolaborasi terus terjaga, Balikpapan akan berkembang menjadi kota yang maju, modern, sekaligus tetap nyaman dihuni. “Mari kita rawat semangat kemerdekaan ini. Apa yang sudah diperjuangkan para pahlawan harus kita lanjutkan dengan kerja nyata untuk Balikpapan yang lebih baik,” tutupnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

 

Ketua komisi 1 DPRD kota Balikpapan danang Eko Susanto 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada Minggu, 17 Agustus 2025, menjadi momen penuh makna bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagi Anggota DPRD Kota Balikpapan, Danang Eko Susanto, peringatan ini bukan hanya sekadar upacara tahunan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan sekaligus meneguhkan komitmen menjaga persatuan bangsa. Menurut Danang, usia delapan dekade Indonesia merdeka merupakan capaian bersejarah yang patut disyukuri.

Namun, rasa syukur itu tidak cukup hanya dengan perayaan seremonial. Ia menegaskan, yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mampu mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan tetap setia pada nilai kebangsaan. “Kesan saya, mudah-mudahan dengan peringatan 17 Agustus 1945 yang ke-80 ini kita tetap saling memberikan cinta damai, saling appreciatepheeikjatim, dan menjaga NKRI. Itu yang paling penting,” ujarnya usai mengikuti upacara di BSCC Dome Balikpapan.

Politisi muda tersebut menekankan bahwa bangsa Indonesia bisa bertahan hingga saat ini karena adanya semangat kebersamaan yang diwariskan para pejuang. Menurutnya, di tengah tantangan global yang kian kompleks, masyarakat harus semakin solid, tidak mudah diadu domba, dan terus mengedepankan rasa persatuan. “Kita harus bisa saling menguatkan, bergandeng tangan untuk membangun bangsa, termasuk di Balikpapan,” tambahnya.

Tidak hanya menyampaikan pesan untuk masyarakat umum, Danang juga menaruh perhatian besar pada generasi muda sebagai penentu arah bangsa di masa depan. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin serta menghindari pengaruh buruk yang bisa merusak masa depan. “Pesan saya kepada generasi muda, ayo lebih giat lagi dalam belajar.

Karena ilmu pengetahuan itu modal penting untuk menghadapi masa depan. Yang kedua, jauhi narkoba. Jangan sampai generasi kita rusak karena hal-hal negatif seperti itu,” tegasnya.

Selain pendidikan, Danang juga mendorong pemuda untuk menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme. Baginya, rasa cinta tanah air tidak hanya diwujudkan dengan mengikuti upacara bendera, tetapi juga melalui kontribusi nyata di lingkungan sekitar. “Tingkatkan nasionalisme dan patriotisme, itu harus terus ditanamkan.

Karena tanpa itu, kita akan kehilangan jati diri bangsa,” ungkapnya. Sebagai wakil rakyat, Danang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kota dalam membangun Balikpapan. Ia berharap semangat HUT ke-80 ini menjadi energi baru yang mendorong seluruh elemen masyarakat bekerja sama menciptakan kota yang lebih baik.

“Harapannya, kita semua bisa saling bekerja sama demi Balikpapan yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” pungkasnya

(ADV/DPRD Balikpapan)

Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri dimomen HUT RI ke 80 di Bscc Dome

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Balikpapan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang bangsa.

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan bahwa makna kemerdekaan harus dijadikan pengingat akan perjuangan para pahlawan sekaligus motivasi untuk terus membangun negeri, khususnya di daerah. Menurut Alwi, tema nasional tahun ini, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, sangat tepat dengan kondisi bangsa saat ini.

Ia menilai persatuan antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama bagi terwujudnya kesejahteraan. “Tema ini jangan hanya berhenti di spanduk atau slogan. Bersatu dan berdaulat harus diwujudkan melalui gotong royong antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun Indonesia, termasuk Kota Balikpapan,” ujarnya usai mengikuti upacara HUT RI di BSCC Dome Balikpapan, Minggu (17/8/2025).

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan sikap menghormati sejarah dan jasa para pahlawan. Malam sebelum upacara, Alwi bersama Wali Kota Balikpapan, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh masyarakat menghadiri renungan suci di Taman Makam Pahlawan. “Renungan ini menjadi pengingat agar kita tidak melupakan pengorbanan para pejuang. Itu yang utama dalam setiap peringatan kemerdekaan,” tegasnya.

Tidak hanya berbicara tentang sejarah, Alwi juga memberi pesan khusus kepada generasi muda. Menurutnya, pemuda harus menjadikan kemerdekaan sebagai energi positif untuk berkontribusi nyata. “Saya berpesan kepada anak-anak muda Balikpapan, bekerjalah keras, tingkatkan kemampuan, dan jadilah pribadi yang bermanfaat. Dengan begitu, kalian turut memberi sumbangsih bagi pembangunan bangsa dan kota ini,” ucapnya.

Selain itu, ia mengapresiasi tradisi masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai lomba saat perayaan 17 Agustus. Bagi Alwi, lomba bukan sekadar hiburan, tetapi sarana memperkuat persaudaraan dan menanamkan nilai kebersamaan. “Kegiatan seperti lomba panjat pinang atau tarik tambang sangat baik, asalkan kita tidak melupakan makna utama, yakni menghormati perjuangan para pendahulu,” katanya.

Alwi berharap peringatan HUT RI ke-80 ini dapat memperkokoh rasa persatuan dan menjadi inspirasi untuk menatap masa depan dengan optimisme. “Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata, komitmen, serta karya terbaik dari kita semua,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan Halili AdiNegara 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Balikpapan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ajang perenungan tentang arti kemerdekaan. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Balikpapan, Halili Adinegara, yang menegaskan bahwa kemerdekaan sejati harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk membangun bangsa, khususnya di tingkat daerah.

Halili mengatakan, usia 80 tahun kemerdekaan adalah anugerah besar yang patut disyukuri. Ia menekankan bahwa setiap peringatan hari bersejarah ini sebaiknya tidak hanya dipenuhi dengan upacara dan simbolik, tetapi juga diiringi dengan evaluasi terhadap perjalanan bangsa.

“Memaknai kemerdekaan di usia 80 tahun ini, tentu kita patut bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk merayakannya. Harapannya, di HUT ke-81 mendatang, kita bisa kembali berkumpul dan merenungkan arti penting dari perjuangan para pendiri bangsa,” ujarnya usai menghadiri upacara di BSCC Dome, Minggu (17/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Halili menekankan pentingnya peran generasi muda. Menurutnya, pemuda harus menjadi garda terdepan dalam membawa perubahan melalui inovasi dan kreativitas.

“Saya berharap anak-anak muda kita benar-benar menjadi ujung tombak. Mereka yang nanti bergerak, berinovasi, dan membawa bangsa ini semakin maju,” tegaskan.

Selain menyoroti peran pemuda, Halili juga menyinggung pembangunan di Balikpapan. Salah satu isu yang menurutnya harus segera ditangani adalah masalah banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah. Ia menilai penanganan banjir membutuhkan keseriusan, baik dari pemerintah maupun dukungan masyarakat.

“Kita fokus bagaimana banjir ini bisa teratasi. Kalau biasanya selutut, paling tidak bisa turun jadi semata kaki. Itu yang kita harapkan bersama. Saya melihat Dinas PU tetap berkomitmen, dan mudah-mudahan pembangunan kota bisa terus berjalan,” jelasnya.

Menariknya, dalam upacara tersebut Halili hadir dengan mengenakan busana adat Madura. Ia mengaku sengaja mengenakan songkok khas Madura sebagai wujud kebanggaan terhadap tanah kelahirannya. “Karena saya lahir dari daerah itu, maka saya wajib menampilkan kebesaran adat sendiri. Bahkan songkok ini saya pesan langsung dari Madura, prosesnya juga sekitar dua minggu,” tuturnya sambil tersenyum.

Melalui refleksi, pesan, dan harapan yang ia sampaikan, Halili menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati setiap 17 Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan lewat kerja nyata, kepedulian sosial, serta keseriusan membangun daerah agar mampu bersaing di tengah tantangan global.

Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis Balikpapan akan berkembang menjadi kota modern yang tetap menjaga jati diri budaya, sekaligus menjadi rumah yang sejahtera bagi seluruh warganya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD Balikpapan Vera Yulianti

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di halaman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Minggu (17/8/2025) pagi.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih serta pembacaan teks Proklamasi berjalan lancar meski sempat diguyur hujan gerimis. Anggota DPRD Kota Balikpapan, Vera Yulianti, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan upacara.

Menurutnya, suksesnya acara tak lepas dari kerja keras komandan upacara, para peserta, pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), hingga para pelajar yang turut menampilkan seni budaya khas Balikpapan melalui tari kolosal. “Upacara tadi berjalan tertib dan penuh khidmat. Saya sangat kagum dengan penampilan Paskibraka yang dibawakan para pelajar Kota Balikpapan. Mereka menjalankan tugasnya dengan baik meskipun cuaca kurang mendukung,” ungkap Vera.

Lebih lanjut, Vera menekankan bahwa peringatan kemerdekaan ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan mewujudkan bangsa yang lebih bermartabat. Ia mengajak masyarakat untuk terus berjuang demi kemajuan Indonesia. “Mari kita bersama-sama memajukan negara ini hingga terwujud masyarakat yang kuat, bermartabat, dan sejahtera. Indonesia maju karena bangsa ini bersatu. Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” tegasnya.

Selain itu, Vera mengajak masyarakat Balikpapan untuk menjaga keharmonisan dengan semangat Madinatul Iman, yakni kota yang religius, damai, serta menjunjung tinggi nilai keimanan, toleransi, dan kemanusiaan. Menurutnya, hal ini sejalan dengan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. “Seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, memiliki peran penting dalam menyiapkan Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat di masa depan. Dengan semangat kemerdekaan, kita bisa menghadapi berbagai tantangan sekaligus menatap masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Vera optimistis, Balikpapan sebagai bagian dari bangsa besar Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata. “Mari kita siapkan generasi muda dengan semangat kebangsaan yang kokoh agar Indonesia benar-benar siap menyongsong era Indonesia Emas,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Wakil ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman hadir dalam agenda perolehan remisi narapidana di rutan Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Balikpapan. Pada momen bersejarah ini, sebanyak 1.267 narapidana memperoleh remisi, baik Remisi Umum maupun Remisi Dasawarsa.

Pemberian pengurangan masa pidana tersebut juga mencakup anak binaan yang dinilai memenuhi syarat pembinaan. Prosesi penyerahan remisi berlangsung khidmat pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, secara simbolis menyerahkan remisi bersama Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman.

Dalam keterangannya , Yono menekankan bahwa remisi bukan sekadar keringanan hukuman, melainkan penghargaan negara atas kedisiplinan dan perilaku baik yang ditunjukkan selama menjalani masa pidana. Ia berharap kesempatan ini mampu menjadi titik balik bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan.

“Penerima remisi adalah mereka yang menunjukkan sikap baik dan disiplin selama di rutan. Kami berharap perilaku positif itu tidak berhenti di sini, tetapi juga dibawa ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Yono.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa DPRD mendukung penuh program pembinaan di rutan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya sebatas menjalani hukuman, tetapi juga mencakup pemberdayaan agar warga binaan mampu beradaptasi kembali setelah bebas. “Seperti yang disampaikan Pak Wali, setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Remisi menjadi momen refleksi agar pengalaman masa lalu dijadikan pelajaran berharga, bukan untuk diulang kembali,” tambahnya.

Selain itu, Yono menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial. Ia mengingatkan agar tidak ada stigma yang membuat mantan narapidana terpinggirkan, karena dukungan lingkungan sangat menentukan keberhasilan mereka dalam membangun kehidupan baru. “Kami ingin masyarakat menerima mereka dengan tangan terbuka. Jangan biarkan mereka kembali terjerumus hanya karena tidak ada ruang untuk memperbaiki diri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan remisi. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk perhatian negara terhadap warga binaan yang mau berubah. “Remisi bukan hanya soal pemotongan masa hukuman, tetapi wujud penghargaan atas kedisiplinan dan partisipasi dalam program pembinaan. Tujuan akhirnya adalah agar setelah bebas, mereka bisa diterima, berkontribusi positif, dan tidak lagi mengulang kesalahan,” jelas Agus.

Pemberian remisi pada HUT RI ke-80 ini menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan juga menyentuh mereka yang tengah menjalani proses hukum. Dengan pengurangan masa pidana, para warga binaan diberi kesempatan untuk kembali menapaki jalan baru, meninggalkan masa lalu, dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Yono Suherman

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Balikpapan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan bangsa.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman, menekankan bahwa peran pemuda sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan cita-cita kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan yang dirasakan hari ini merupakan hasil jerih payah dan pengorbanan besar generasi terdahulu yang harus terus dihormati.

“Pemuda harus selalu mengingat jasa para pahlawan yang telah berkorban jiwa, raga, bahkan nyawa demi kemerdekaan. Dengan menghayati perjuangan itu, generasi sekarang diharapkan memiliki tekad yang sama untuk menjaga martabat bangsa,” ujar Yono usai mengikuti rangkaian peringatan HUT RI, Minggu 17 Agustus 2025.

Ia menegaskan, makna kemerdekaan tidak boleh dipahami sebatas seremonial tahunan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.

Pemuda, kata Yono, memiliki tanggung jawab besar untuk terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi, menjaga keamanan lingkungan, sekaligus memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat. “Kita tidak boleh berhenti hanya pada perayaan. Pemuda menjadi ujung tombak dalam membangun komunikasi yang sehat, memperkuat ketahanan ekonomi, dan menciptakan rasa aman di lingkungannya.

Dengan semangat itu, cita-cita besar bangsa akan lebih mudah diwujudkan,” jelasnya. Dalam kesempatan lain saat menghadiri kegiatan di Rumah Tahanan (Rutan) Balikpapan, Yono juga menyampaikan apresiasinya terhadap program pembinaan bagi warga binaan. Ia menilai keberadaan pelatihan keterampilan, kegiatan seni, hingga karya kreatif lainnya merupakan langkah positif yang memberi bekal berharga bagi mereka setelah kembali ke masyarakat.

“Program seperti pelatihan keterampilan, melukis, hingga kegiatan produktif lain sangat bermanfaat. Itu bukan hanya mengisi waktu, tetapi juga menjadi modal untuk mereka memulai kehidupan baru ketika bebas nanti,” ungkap Yono.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembinaan seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teknis, melainkan juga pembentukan karakter dan moralitas. Menurutnya, moral yang kuat akan membuat generasi muda maupun warga binaan lebih siap menghadapi tantangan hidup. “Pembinaan moral jauh lebih penting, karena dengan moral yang baik mereka bisa diterima kembali oleh masyarakat dan memberikan kontribusi positif. Harapan saya, nilai-nilai yang mereka pelajari bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Menutup pesannya, Yono mengajak seluruh generasi, khususnya kalangan muda, untuk menjadikan HUT RI ke-80 sebagai titik tolak memperkokoh persatuan dan gotong royong. Ia menegaskan bahwa masa depan bangsa ada di tangan pemuda yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku perubahan.

“Semoga semangat kemerdekaan selalu hidup dalam diri kita semua. Jangan pernah lelah berkontribusi, karena dari tangan pemuda lah masa depan bangsa ini ditentukan,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)