Anggota DPRD kota Balikpapan Muhammad Hamid

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Balikpapan pada Minggu, 17 Agustus 2025, berlangsung khidmat meskipun cuaca mendung menyelimuti langit kota.

Upacara yang dipusatkan di halaman BSCC Dome ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, pelajar, hingga para wakil rakyat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas jalannya upacara. Ia menilai momen sakral peringatan kemerdekaan ini bukan sekadar prosesi tahunan, tetapi sarat dengan nilai sejarah dan pengingat bagi generasi penerus bangsa. “Alhamdulillah, upacara hari ini berjalan khidmat dan lancar meskipun di bawah cuaca yang mendung. Semua prosesi bisa terlaksana dengan baik,” ujar Hamid usai mengikuti upacara.

Menurutnya, usia delapan dekade kemerdekaan Indonesia adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus menatap masa depan. Tema perayaan tahun ini yang menekankan semangat persatuan, kemandirian, serta kesejahteraan, menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat, termasuk warga Balikpapan.

Hamid menilai, pembangunan di Balikpapan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Sejumlah infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan hingga sistem drainase, semakin tertata dan memberi wajah baru bagi kota. “Kita melihat Balikpapan tiap tahun mengalami kemajuan yang sangat baik. Dari sisi infrastruktur, baik jalan maupun drainase, sudah mulai tertata dengan rapi,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan tantangan di masa mendatang tidaklah mudah. Sebagai salah satu pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan harus mampu beradaptasi dengan perubahan besar yang akan terjadi. Ia menekankan pentingnya kebijakan pemerintah daerah yang selaras dengan arah pembangunan nasional agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Harapan ke depan, semoga program dan visi-misi Wali Kota bisa terus diselaraskan dengan kebijakan yang matang. Balikpapan harus mampu beradaptasi karena kita juga merupakan pintu gerbang IKN,” tegasnya. Lebih lanjut, Hamid menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Menurutnya, kemajuan kota tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat dalam menjaga persatuan, kondusivitas, serta partisipasi aktif dalam pembangunan. “Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan ini selaras, tidak hanya untuk memperindah kota, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.

Hamid menutup dengan pesan agar masyarakat Balikpapan tidak melupakan semangat perjuangan para pahlawan. Ia berharap momentum HUT RI ke-80 dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama mewujudkan Balikpapan yang semakin maju, sejahtera, serta siap menyongsong perannya sebagai penopang utama IKN.

“Semoga dengan semangat kemerdekaan ini, Balikpapan bisa semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutupnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

 
Anggota DPRD kota Balikpapan Iwan Wahyudi 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Balikpapan pada Minggu, 17 Agustus 2025, berlangsung penuh khidmat di halaman BSCC Dome.

Upacara ini menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen bangsa, tak terkecuali bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi. Usai mengikuti jalannya upacara, Iwan menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan dapat merayakan kemerdekaan bersama masyarakat. Ia menilai tema peringatan tahun ini, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, mencerminkan semangat kolektif yang harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan berdaerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa merayakan kemerdekaan ke-80 dengan penuh semangat dan kebersamaan. Ini momentum penting untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen membangun kota,” ungkapnya.

Menurut Iwan, peringatan hari kemerdekaan bukan hanya seremoni, tetapi juga pengingat tanggung jawab DPRD sebagai lembaga legislatif. Ia menegaskan, DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan memiliki kewajiban menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

“Momentum ini harus memacu DPRD agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat melalui kebijakan yang tepat dan bermanfaat,” ujarnya menegaskan.

Iwan juga memberi apresiasi kepada pasukan pengibar bendera yang dinilainya mampu menularkan semangat juang. Ia menilai kekompakan seluruh unsur, baik eksekutif maupun legislatif, merupakan kunci mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menjadi prioritas agar mampu membuka lapangan kerja baru. “UMKM adalah motor penggerak ekonomi. Semangat entrepreneur yang tumbuh di masyarakat harus kita dukung penuh,” katanya.

Tak hanya soal ekonomi, Iwan menekankan bahwa Balikpapan sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) harus siap menghadapi tantangan besar. Stabilitas politik, keamanan, serta pemerataan akses pendidikan disebutnya sebagai pondasi utama. Ia berharap warga Balikpapan bisa merdeka dalam ekonomi, pendidikan, hingga rasa aman dari persoalan klasik seperti banjir dan kemacetan.

Menutup pesannya, Iwan yang hadir mengenakan busana adat menegaskan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan bangsa. “Insya Allah, melalui sinergi antara pemerintah dan DPRD, hakikat kemerdekaan yang sejati dapat benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan Hj Iim

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu, 17 Agustus 2025, tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa.

Hal itu juga dirasakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Iim, yang menghadiri upacara di halaman BSCC Dome Balikpapan bersama jajaran pemerintah, TNI, Polri, pelajar, serta masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, Iim menegaskan bahwa semangat persatuan dan kerja sama adalah modal utama untuk mengisi kemerdekaan. Ia menilai, sebagai kota yang berperan penting sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kemajuan bangsa.

“Ya, sesungguhnya hari ini hari yang bersejarah untuk kita semua. Kita patut bersyukur atas capaian 80 tahun kemerdekaan kita. Balikpapan juga harus menjadi bagian dari kebahagiaan ini, sesuai dengan tema nasional kita, bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” ujar Iim.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat untuk terus memaknai arti kemerdekaan, bukan hanya sebatas mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan dengan semangat kemerdekaan ini, kita kembali menjadi masyarakat yang paham betul bagaimana memaknai arti kemerdekaan. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan, termasuk mendukung program presiden dan kepala daerah,” lanjutnya.

Tak hanya menyoroti pembangunan, Iim juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban kota. Menurutnya, suasana kondusif adalah syarat utama agar Balikpapan dapat tumbuh sebagai kota penyangga IKN yang nyaman dan layak huni. “Mari kita sama-sama terus menjaga Balikpapan tetap kondusif sebagai beranda Ibu Kota yang nyaman dihuni untuk kita semua,” tegasnya.

Dalam bidang pembangunan daerah, Iim menyebut DPRD bersama pemerintah terus berkomitmen mengutamakan program prioritas, seperti penanganan banjir, peningkatan kualitas pendidikan, serta layanan kesehatan.

Ia menilai semangat perjuangan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebijakan dan penggunaan anggaran daerah yang tepat sasaran. “APBD kita sekarang sudah mencapai 4 sekian triliun. Ini menjadi momen baik agar Balikpapan terus berproses dan berkembang, sehingga benar-benar menjadi kota yang nyaman dihuni untuk semua,” pungkasnya.

Melalui pesannya, Iim mengajak seluruh masyarakat Balikpapan untuk tidak hanya bangga dengan usia panjang kemerdekaan, tetapi juga aktif berkontribusi nyata. Baginya, kemerdekaan adalah amanah yang harus terus dijaga, diisi, dan diwariskan dengan karya nyata bagi generasi mendatang.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Wakil ketua DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Suasana khidmat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Balikpapan yang dipusatkan di halaman BSCC Dome, Minggu 17 Agustus 2025. Ribuan peserta hadir, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, hingga masyarakat umum.

Upacara berlangsung meriah sekaligus penuh makna, menjadi refleksi atas perjalanan panjang bangsa sekaligus pengingat akan jasa para pahlawan. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, turut hadir dan menyampaikan pesan kebangsaannya.

Ia mengapresiasi kerja keras Pemerintah Kota Balikpapan dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan dengan baik. Menurutnya, kemeriahan perayaan ini menunjukkan bahwa semangat persatuan masih terjaga di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah peringatan HUT RI di Kota Balikpapan berjalan luar biasa. Terima kasih kepada panitia dan pemerintah kota atas kerja kerasnya sehingga acara ini sukses,” ujar Taqwa usai upacara.

Pada kesempatan tersebut, Taqwa yang hadir mengenakan pakaian adat Bugis menekankan pentingnya merawat keragaman budaya di Balikpapan. Ia menilai, keberagaman suku dan adat yang hidup di kota ini justru menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan membangun daerah.

“Balikpapan ini dihuni berbagai macam suku dan budaya. Ini kekayaan yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Taqwa menegaskan komitmen DPRD Balikpapan dalam mendukung program pembangunan yang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota. Menurutnya, ada sejumlah sektor prioritas yang terus diperjuangkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, antara lain pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dasar. “Harapan kami pembangunan ini terlaksana dengan baik dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Momentum HUT ke-80 RI, menurut Taqwa, bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga panggilan untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian, dan bekerja bersama demi kemajuan kota serta kesejahteraan seluruh warganya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momen refleksi bagi seluruh elemen bangsa. Bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Gasali, peringatan 17 Agustus adalah kesempatan penting untuk mengingat jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun kota.

Gasali menegaskan, kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia melalui perjuangan panjang harus dijaga dengan kerja nyata. “Dengan momen 17 Agustus, tentunya kita menggugah seluruh masyarakat, khususnya di Kota Balikpapan, bahwa begitu besar jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Kita harus peduli dan mengapresiasi mereka,” ujarnya usai mengikuti upacara peringatan di BSCC Dome Balikpapan, Minggu 17 Agustus 2025.

Ia menambahkan, generasi muda menjadi kunci keberlanjutan semangat perjuangan tersebut. Antusiasme anak muda dalam merayakan HUT RI dinilainya dapat menjadi energi baru untuk memperkuat karakter bangsa sekaligus memperkenalkan Balikpapan sebagai kota yang modern, aman, dan berdaya saing. “Harapan saya, dengan adanya peringatan ini, Balikpapan semakin mandiri, semakin kuat ekonominya, dan mampu mempromosikan semangat kemerdekaan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Gasali menekankan bahwa pembangunan adalah wujud konkret dalam mengisi kemerdekaan. Ia menyebutkan sejumlah proyek strategis yang tengah berlangsung, mulai dari pembangunan fasilitas umum hingga layanan kesehatan.

Menurutnya, pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota menjadi hal penting agar Balikpapan siap menghadapi berbagai tantangan, apalagi dengan posisinya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). “Baru-baru ini ada beberapa pembangunan. Mudah-mudahan ke depan, di wilayah timur juga akan dibangun fasilitas seperti dome dan rumah sakit,” terangnya.

Sebagai penutup, Gasali mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan bukan hanya ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat rasa persatuan. “Mari kita jadikan kemerdekaan ini bukan hanya peringatan, tapi juga momentum untuk memperkuat rasa persatuan dan membangun kota yang kita cintai bersama,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

DPRD Balikpapan bersama Pemerintah kota resmi menyepakati Pembangunan RS Balikpapan Timur 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Harapan warga Balikpapan Timur untuk memiliki fasilitas kesehatan sendiri akhirnya semakin dekat menjadi kenyataan. DPRD Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota resmi menyepakati pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur sebagai salah satu program prioritas Wali Kota Rahmad Mas’ud yang masuk dalam visi-misinya.

Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan Rapat Paripurna ke-25 Masa Sidang III Tahun 2025, pada Rabu (13/8/2025).

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menjelaskan bahwa rencana ini telah melalui pembahasan panjang di Badan Anggaran (Banggar). Awalnya, Pemkot mengajukan pembiayaan proyek selama dua tahun, namun DPRD mendorong agar dilakukan dalam tiga tahun. “Pertimbangannya untuk menyesuaikan dengan kekuatan fiskal daerah. Memang ada informasi bantuan dari provinsi, tetapi sifatnya baru pemberitahuan dan belum pasti nilainya,” ujar Alwi.

Bantuan provinsi yang diperkirakan mencapai Rp250 miliar, menurut informasi yang beredar, akan dialokasikan khusus untuk interior dan pengadaan alat kesehatan, bukan pembangunan fisik. Sementara itu, konstruksi fisik akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan estimasi total sekitar Rp270 miliar.

Pembangunan direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap awal dimulai pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp50 miliar, kemudian dilanjutkan dua tahun berikutnya hingga tuntas sesuai target. “DPRD mendukung penuh program ini. Harapannya, tiga tahun ke depan, Balikpapan Timur sudah memiliki rumah sakit sendiri,” tambah Alwi.

Meski fokus awal pada pembangunan fisik, DPRD dan Pemkot mengakui masih ada pekerjaan lanjutan seperti rekrutmen tenaga medis dan penyiapan operasional. “Soal SDM nanti dibahas setelah bangunan selesai. Sekarang, prioritas kita adalah memastikan konstruksi berjalan sesuai rencana,” jelas Alwi.

Warga Balikpapan Timur selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan di pusat kota. Dengan hadirnya rumah sakit baru, akses layanan diharapkan menjadi lebih cepat dan merata, sekaligus memperkuat sistem kesehatan Kota Balikpapan secara keseluruhan.

Kesepakatan ini menandai dimulainya salah satu proyek strategis daerah yang akan diawasi ketat pelaksanaannya, agar selesai tepat waktu dan sesuai standar pelayanan kesehatan yang diharapkan masyarakat.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota DPRD kota Balikpapan Dapil Balikpapan Timur Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, memastikan pihaknya akan mengawal secara penuh realisasi pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur yang telah resmi disepakati bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Kesepakatan tersebut diformalkan dalam Rapat Paripurna ke-25 Masa Sidang III Tahun Sidang 2024/2025, Rabu (13/8/2025).

Gasali menuturkan, rumah sakit ini merupakan harapan besar masyarakat Balikpapan Timur yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Persetujuan anggaran dan skema pelaksanaan menjadi titik awal penting menuju pembangunan yang nyata. “Ini sudah lama dinantikan warga Balikpapan Timur. Harapan kami, tahun ini proses lelang fisik bisa dimulai sehingga pekerjaan konstruksi segera berjalan,” ujarnya.

Pembangunan akan dilakukan dengan skema tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun. Menurut Gasali, pola ini dipilih agar keberlanjutan proyek tetap terjamin hingga tuntas. “Anggarannya sudah kami setujui. Kami ingin kesepakatan tiga tahun ini berjalan sesuai rencana, sehingga rumah sakit bisa segera dimanfaatkan,” jelasnya.

Lokasi rumah sakit berada di kawasan Lamaru, tepat di depan Polsek Balikpapan Timur. Lahan utama berukuran 25 x 300 meter telah dibebaskan sejak dua tahun lalu. Selain itu, tersedia lahan tambahan yang direncanakan untuk area parkir. “Untuk lahan parkir, nanti akan diupayakan pembebasan agar fasilitasnya lebih lengkap dan memadai,” tambah Gasali.

Ia menilai keberadaan rumah sakit ini sangat penting untuk memperpendek jarak layanan kesehatan bagi warga. Selama ini, pasien dari Balikpapan Timur yang membutuhkan penanganan darurat harus dibawa ke rumah sakit di pusat kota, yang memakan waktu cukup lama. “Dengan rumah sakit di Balikpapan Timur, penanganan akan lebih cepat dan risiko keterlambatan bisa berkurang,” ungkapnya.

Gasali menegaskan, DPRD tidak hanya sebatas menyetujui anggaran, tetapi juga bertanggung jawab mengawasi kualitas pengerjaan. “Kami akan memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan memenuhi standar pelayanan kesehatan. Rumah sakit ini harus menjadi kebanggaan warga,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai akan menjadi penunjang utama peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, rumah sakit ini diharapkan mampu mengakomodasi pertumbuhan penduduk, terlebih dengan semakin berkembangnya wilayah Balikpapan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN).

Dengan dukungan penuh DPRD dan Pemkot, proyek ini diyakini dapat selesai tepat waktu serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

(ADV/DPRD Balikpapan)

  
Anggota DPRD  Balikpapan Dapil Balikpapan Timur Suriani

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Harapan warga Balikpapan Timur untuk memiliki fasilitas kesehatan memadai akhirnya terwujud. Melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan pada Rabu (13/8/2025), disepakati rencana pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur. Keputusan ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun aspirasi tersebut diperjuangkan.

Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan Balikpapan Timur, Suriani, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas kabar baik tersebut. “Alhamdulillah, ini yang sudah lama ditunggu. Pertumbuhan penduduk di Balikpapan Timur terus meningkat, apalagi dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) dan potensi pariwisata yang besar. Rumah sakit sudah menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Suriani menegaskan, keberadaan rumah sakit di kawasan timur kota akan sangat vital, khususnya untuk penanganan medis darurat. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan panjang menuju Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo di pusat kota. “Kadang jarak yang jauh membuat pasien tidak sempat mendapatkan pertolongan tepat waktu,” tegasnya.

Berdasarkan rencana, rumah sakit akan dibangun di lahan milik Pemerintah Kota seluas 2–3 hektare di kawasan Lamau, tepat di depan Polsek. Fasilitas yang dihadirkan diharapkan lengkap dengan peralatan medis utama, serta didukung tenaga kesehatan profesional. “Dokter-dokternya harus kompeten dan layanan maksimal demi keselamatan pasien,” kata Suriani.

Proyek ini akan dikerjakan menggunakan skema kontrak multiyears selama tiga tahun. Desain awal bangunan direncanakan setinggi dua lantai, namun fleksibel untuk dikembangkan sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Suriani mengingatkan agar pelaksanaannya dipercayakan kepada kontraktor berpengalaman. “Jangan sampai seperti proyek lain yang mangkrak. Pekerjaan harus sesuai target, spesifikasi teknis, dan tepat anggaran,” pesannya.

Pembangunan ini mendapat dukungan penuh DPRD karena sejalan dengan visi-misi Wali Kota Rahmad Mas’ud. Anggaran fisik diperkirakan mencapai Rp270 miliar dari APBD Kota Balikpapan. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Kaltim, yang nominalnya masih menunggu kepastian, direncanakan untuk pengadaan peralatan medis dan penataan interior rumah sakit.

Suriani menilai, pembangunan rumah sakit bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Balikpapan Timur. “Ini kabar yang sangat menggembirakan. Harapan kita, rumah sakit ini menjadi pusat pelayanan kesehatan yang aman, lengkap, dan profesional,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Yono Suherman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk turut memeriahkan momen bersejarah ini, Senin (11/8/2025)

Ia mengajak warga mengibarkan bendera merah putih secara serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2025 serta menghias lingkungan dengan atribut kemerdekaan.

Menurut Yono, peringatan HUT RI bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan kembali rasa persatuan, kebanggaan, dan cinta tanah air. “Mari kita hidupkan semangat kemerdekaan dengan memasang bendera merah putih di rumah, kantor, maupun tempat usaha. Hiasi lingkungan dengan umbul-umbul, baliho, poster, dan ornamen bernuansa merah putih,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa semarak peringatan kemerdekaan juga menjadi ajang memperkuat gotong royong di tengah masyarakat. Yono mengapresiasi inisiatif warga yang setiap tahun menyelenggarakan lomba, pawai, hingga kegiatan seni dan budaya untuk memeriahkan Agustusan.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh perayaan tetap dilandasi rasa hormat terhadap simbol negara. “Kita harus ingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati adalah hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Menghormati bendera dan simbol-simbol kemerdekaan merupakan wujud penghargaan sederhana namun sarat makna,” tegasnya.

Yono berharap imbauan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Ia mendorong ketua RT, RW, dan pihak kelurahan untuk mengajak warganya berpartisipasi, sekaligus menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan agar suasana kota terasa lebih indah dan nyaman.

Selain itu, Yono mengajak generasi muda untuk berperan aktif dengan ide-ide kreatif, seperti membuat mural bertema perjuangan, menggelar pentas seni, atau memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif mengenai nasionalisme. “Kita perlu memastikan semangat merah putih tetap berkobar di hati generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, Yono optimistis peringatan HUT ke-80 RI di Balikpapan akan berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna. Ia meyakini, partisipasi seluruh elemen masyarakat akan mempererat persatuan di tengah keberagaman, sekaligus menjadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dijaga dan diisi dengan hal-hal positif bagi kemajuan bangsa.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kota Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI pada 2025.

Pencapaian ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gazali, yang menilai keberhasilan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah kota dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak. “Kita mendorong dan mengapresiasi capaian ini. Balikpapan sudah berada di kategori utama, dan ini tentu membanggakan,” ujar Gazali kepada wartawan, Senin (11/8/2025).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa prestasi ini seharusnya menjadi awal untuk melangkah lebih jauh. Salah satu prioritas yang ia soroti adalah pemerataan fasilitas ramah anak di seluruh wilayah kota, khususnya ketersediaan ruang bermain yang memadai di setiap kecamatan.

Menurutnya, fasilitas publik yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. “Ke depan, kita ingin di setiap kecamatan ada ruang-ruang bermain yang layak dan ramah anak.

Harapannya, Pemerintah Kota bisa memprioritaskan penganggaran untuk mewujudkan hal ini,” tegasnya. Gazali memastikan DPRD akan memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan fasilitas tersebut, termasuk pembahasan anggarannya bersama perangkat daerah terkait.

Ia menekankan, fasilitas ramah anak tidak hanya terbatas pada taman bermain, tetapi juga meliputi ruang terbuka hijau, jalur pejalan kaki yang aman, hingga area rekreasi yang mudah diakses masyarakat.

Selain pembangunan fisik, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat program edukasi dan pembinaan anak serta remaja melalui sekolah dan kegiatan komunitas. Langkah ini dinilainya dapat mendukung aspek perlindungan anak yang menjadi indikator utama dalam penilaian KLA.

Dengan sinergi antara legislatif, eksekutif, dan peran aktif masyarakat, Gazali optimistis Balikpapan bukan hanya mampu mempertahankan kategori utama, tetapi juga meraih predikat tertinggi, KLA Paripurna, pada evaluasi mendatang.

“Capaian ini patut kita syukuri, tetapi jangan berhenti di sini. Kita harus memastikan seluruh anak di Balikpapan, tanpa terkecuali, memiliki akses ke lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota komisi IV DPRD kota Balikpapan Hj Iim

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kota Balikpapan kembali mencatat prestasi gemilang dengan mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak terus dijaga.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj. Iim, mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama antara pemerintah kota, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa predikat ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan pemicu untuk bekerja lebih maksimal.

“Kita bersyukur Balikpapan mempertahankan predikat utama, tapi ini berarti kita harus melangkah lebih jauh. Masih ada banyak hal yang perlu dibenahi,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Hj. Iim menyoroti sejumlah persoalan yang masih mengemuka, seperti keberadaan anak-anak yang bekerja atau berjualan di jalanan, kasus anak putus sekolah, serta angka stunting yang memengaruhi tumbuh kembang generasi muda. Menurutnya, masalah ini membutuhkan pendekatan lintas sektor yang konsisten.

“Anak-anak yang kita temui di jalan memang sering tertangkap razia, hilang sebentar, lalu kembali lagi. Artinya, kita butuh solusi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan KLA sejatinya diukur dari kebahagiaan dan kesejahteraan anak, bukan sekadar penghargaan. “Jika anak-anak bahagia, mereka akan tumbuh dengan prestasi dan potensi yang optimal. Kebahagiaan adalah pondasi generasi emas,” tegasnya.

Hj. Iim juga mendorong pemerintah kota untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses penuh terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan dari segala bentuk eksploitasi. “Anak-anak yang putus sekolah harus kembali belajar. Stunting pun harus ditekan, karena semua ini saling terkait,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dan dunia usaha, Hj. Iim optimistis Balikpapan mampu meraih predikat KLA Paripurna di masa mendatang. “Harapan kita, tingkat kebahagiaan anak-anak meningkat, sehingga Balikpapan benar-benar melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Penghargaan ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat kebijakan, program, dan fasilitas yang berpihak pada anak, agar setiap anak Balikpapan tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan membahagiakan.

(ADV/DPRD Balikpapan)

Anggota komisi IV DPRD kota Balikpapan Hj Iim

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj. Iim, menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya angka stunting di kota ini. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Hj. Iim menilai, penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga peran aktif DPRD. “Kemarin saya membaca pemberitaan bahwa Kepala Dinas Kesehatan tengah mencari pola agar angka stunting dapat ditekan, bahkan kalau bisa dihilangkan. Saya pun berinisiatif menemui beberapa Kepala Puskesmas yang bisa saya jangkau untuk berdiskusi langsung mengenai penyebabnya,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Menurutnya, peran lintas sektor menjadi kunci utama. DPRD, kata dia, siap bersinergi dengan tenaga medis dan pemerintah daerah untuk mencari langkah konkret. “Saya sampaikan ke salah satu Kepala Puskesmas, apa yang bisa kami lakukan bersama? Mari kita bergandengan tangan mencari solusi. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Politisi ini menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting akan berdampak luas, termasuk mendukung terwujudnya target Kota Layak Anak (KLA) dan Kota Sehat yang sedang diupayakan Balikpapan. “Jika stunting bisa ditekan, generasi kita akan tumbuh lebih sehat dan cerdas. Ini sejalan dengan visi menjadikan Balikpapan sebagai kota yang ramah anak sekaligus kota sehat,” jelasnya.

Hj. Iim juga mendorong adanya program intervensi yang menyentuh akar masalah, seperti peningkatan gizi anak, edukasi bagi orang tua, serta penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi. Ia menilai, komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan akan menjadi modal penting untuk mengatasi stunting secara berkelanjutan.

“Tidak cukup hanya dengan program sesaat. Harus ada pendampingan dan pemantauan yang konsisten, agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi yang solid, ia optimistis Balikpapan dapat menekan angka stunting dan mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, serta siap bersaing. 

(ADV/DPRD Balikpapan)