Sri Wartini menjelaskan akan pentingnya membangun kompetensi pemuda agar tidak menjadi tenaga kerja akan tetapi juga sebagai pelaku usaha kreatif 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim terus mendorong generasi muda untuk bertransformasi menjadi agen perubahan. Berbagai program dirancang untuk membuka wawasan, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja maupun bisnis.

Plh Kepala Dispora Kaltim, Sri Wartini, menekankan pentingnya membangun kompetensi pemuda agar tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu berperan sebagai pelaku usaha kreatif. “Kami memberikan pelatihan untuk memperluas wawasan mereka. Dengan menghadirkan narasumber berpengalaman, kami ingin memastikan pengetahuan yang disampaikan dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri Wartini.

Dispora Kaltim juga memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter kewirausahaan. Program pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun mentalitas tangguh sebagai bekal menghadapi tantangan berwirausaha. “Berbisnis tidak cukup hanya mencoba sekali atau dua kali. Pemuda harus memiliki mental baja untuk menghadapi kegagalan. Kami memberikan contoh nyata agar mereka percaya bahwa dengan keterampilan, kerja keras, dan ketekunan, kesuksesan dapat diraih,” tambah Sri.

Melalui pelatihan ini, Dispora Kaltim ingin mengubah pola pikir generasi muda agar tidak lagi hanya bergantung pada peluang kerja formal. Pemuda diharapkan mampu menciptakan peluang kerja, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. “Kami mendorong pemuda untuk memanfaatkan peluang besar di sektor ekonomi kreatif yang saat ini berkembang pesat, khususnya di Samarinda dan daerah lainnya di Kalimantan Timur,” jelasnya.

Program ini juga melibatkan pendampingan intensif untuk memastikan keberlanjutan pelatihan. Dengan dukungan yang berkelanjutan, Dispora optimis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga menjadi penggerak utama pembangunan daerah di masa depan. “Kami mengajak seluruh pemuda Kaltim untuk lebih berani berinovasi, menciptakan perubahan positif, dan memberikan dampak besar bagi masyarakat,” tutup Sri Wartini.

Langkah strategis yang dilakukan Dispora Kaltim diharapkan dapat menjawab tantangan era modern, di mana kreativitas dan keberanian menjadi kunci utama kesuksesan. Dengan membangun mentalitas, keterampilan, dan semangat inovasi, pemuda Kalimantan Timur diyakini mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

(ADV/ Dispora Kaltim)

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim Hasbar

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Olahraga kini menjadi fokus utama Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berdaya saing. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), berbagai program telah dirancang untuk mengoptimalkan potensi pemuda di bidang olahraga sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di daerah tersebut.

Hasbar, seorang Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik atau kompetisi, melainkan alat penting untuk membentuk nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama. Ia juga mendorong generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan olahraga di berbagai tingkatan.

“Olahraga adalah sarana pembangunan karakter. Pemuda yang aktif dalam olahraga tidak hanya mengembangkan dirinya tetapi juga membantu meningkatkan IPP di Kaltim,” ujar Hasbar.

Dispora Kaltim telah meluncurkan sejumlah program, mulai dari turnamen lokal, pelatihan atlet muda, hingga kampanye gaya hidup sehat. Hasbar juga menekankan pentingnya pengadaan fasilitas olahraga di berbagai daerah agar lebih banyak pemuda yang bisa berpartisipasi.

“Kami ingin memastikan pemuda Kaltim memiliki akses yang memadai untuk mengembangkan bakat mereka. Dukungan dari pemerintah, sekolah, dan komunitas olahraga sangat penting untuk mencapai ini,” tambahnya.

Selain mencetak atlet berbakat, program olahraga juga diharapkan dapat membangun generasi muda yang memiliki daya juang tinggi, keterampilan kepemimpinan, dan semangat kerja sama. Nilai-nilai ini tidak hanya penting di dunia olahraga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami percaya olahraga adalah katalisator bagi kemajuan sosial, budaya, dan ekonomi Kaltim. Dengan semangat ini, generasi muda Kaltim dapat menjadi agen perubahan positif di berbagai bidang,” tutup Hasbar.

Dengan strategi yang terfokus, Kaltim berharap dapat menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, sekaligus membangun masyarakat yang sehat dan berdaya saing tinggi.

(ADV/Dispora Kaltim)

Pelaksana Harian Kepala Dispora Kaltim Sri Wartini menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur olahraga 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Sri Wartini, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur olahraga dalam mendukung pembinaan dan prestasi atlet daerah. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019, yang mendorong setiap daerah untuk menyediakan fasilitas olahraga yang berkualitas guna meningkatkan potensi atlet.

Sri mengungkapkan bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga mendorong perlunya pembaruan dan peningkatan fasilitas yang ada. Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, diharapkan dapat mendukung perkembangan atlet dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. “Semakin tingginya minat masyarakat terhadap olahraga menuntut kami untuk memastikan fasilitas yang ada dapat memenuhi kebutuhan serta mendukung kemajuan atlet,” ujar Sri.

Pemerintah Kaltim menempatkan pengembangan fasilitas olahraga sebagai salah satu prioritas utama. Infrastruktur yang memadai dianggap krusial untuk menggali potensi atlet daerah agar dapat bersaing di level nasional dan internasional. Sri juga merujuk pada Inpres Nomor 3 Tahun 2019 yang menginstruksikan pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang memenuhi standar nasional maupun internasional.

“Kami berharap fasilitas yang dibangun dapat mendorong atlet untuk meraih prestasi lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Selain itu, pembangunan fasilitas olahraga di Kaltim juga bertujuan untuk menjadikan provinsi ini sebagai tuan rumah bagi event olahraga berskala besar, baik nasional maupun internasional. Dengan fasilitas yang memadai, Sri berharap Kalimantan Timur dapat menjadi pusat pembinaan atlet yang siap bersaing di panggung dunia, serta mendukung ambisi Indonesia dalam mengembangkan sektor olahraga.

Pembangunan fasilitas olahraga ini juga sejalan dengan rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), yang diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga dengan fasilitas bertaraf internasional.

“Dengan keberadaan IKN, kami optimistis fasilitas olahraga di Kalimantan Timur akan setara dengan standar internasional, membuka peluang bagi atlet kita untuk bersinar di kancah global,” pungkas Sri Wartini.

(ADV/Dispora Kaltim)

Stadion Utama Palaran Samarinda akan dilakukan renovasi 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Pekerjaan renovasi Stadion Utama Palaran di Samarinda diperkirakan akan membawa dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi daerah. Sri Wartini, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, menyatakan bahwa meskipun keputusan akhir belum diambil, kemungkinan besar stadion akan mengimplementasikan sistem lapak berbayar untuk meningkatkan pengelolaan dan menjaga kebersihan serta keamanan.

“Melalui penerapan lapak berbayar, diharapkan pengelolaan stadion bisa lebih tertata, menjaga fasilitas tetap bersih, dan meningkatkan keamanan,” kata Sri Wartini.

Ia juga menambahkan bahwa dana yang terkumpul dari sistem ini dapat digunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas stadion dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Sri Wartini menyampaikan bahwa kerjasama antara berbagai instansi terkait, terutama Dinas Perindustrian, sangat penting untuk menggali potensi ekonomi yang ada di sekitar stadion.

“Stadion ini bisa lebih dari sekadar tempat olahraga. Ini juga bisa menjadi wadah untuk mempromosikan produk lokal, seperti barang-barang UMKM dan industri olahraga. Sebagai contoh, produk pin olahraga yang diproduksi oleh pengrajin lokal bisa dipasarkan di sini,” jelasnya.

Kerja sama dengan UMKM ini diharapkan bisa membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka di area stadion. Dengan demikian, stadion bukan hanya berfungsi sebagai pusat olahraga, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak perekonomian daerah.

“Semoga stadion ini tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah ini,” tutup Sri Wartini.

(ADV/Dispora Kaltim)

 

Sri Wartini tengah merancang pembangunan fasilitas olahraga Pickball

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) semakin serius dalam memperkenalkan olahraga pickleball yang tengah naik daun di Indonesia. Sebagai langkah awal, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim tengah merancang program pembangunan fasilitas olahraga untuk mendukung pertumbuhan olahraga ini di wilayah setempat.

Sri Wartini, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispora Kaltim, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan fasilitas olahraga berkualitas di stadion-stadion besar, seperti Stadion Palaran dan Stadion Kadrie Oening.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan olahraga modern yang mudah diakses oleh masyarakat luas. “Pickleball adalah olahraga yang mudah dimainkan oleh siapa saja, dari segala usia. Kami yakin dengan fasilitas yang memadai, olahraga ini akan berkembang pesat di Kaltim,” ujar Sri Wartini.

Pickleball, yang menggabungkan elemen-elemen dari tenis, badminton, dan pingpong, semakin populer karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel. Sri Wartini juga mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas olahraga pickleball di Kaltim tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi daerah ini untuk menjadi tuan rumah turnamen olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya fasilitas ini, Dispora Kaltim berharap dapat menciptakan ekosistem olahraga yang lebih dinamis, sambil mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga. Tidak hanya itu, mereka juga berharap dapat melahirkan atlet-atlet lokal yang berprestasi di tingkat nasional.

“Fasilitas ini diharapkan tidak hanya mendukung prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan gaya hidup sehat kepada masyarakat,” tambahnya.

Visi jangka panjang Dispora Kaltim adalah menjadikan olahraga pickleball sebagai sarana untuk membangun komunitas yang aktif dan inklusif. Olahraga ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan Kaltim dan mencerminkan semangat olahraga serta kebersamaan yang kuat di daerah tersebut.

“Kami yakin olahraga ini memiliki potensi besar untuk menjadi kebanggaan Kaltim, baik dalam hal prestasi maupun partisipasi masyarakat. Ini adalah langkah awal dalam menciptakan budaya olahraga yang lebih maju di daerah,” tutup Sri Wartini.

Dengan langkah ini, Kaltim berharap tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga sebagai pusat inovasi olahraga yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

(ADV/Dispora Kaltim)

Analis Kebijakan Ahli Muda Sulaiman

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA – Dispora Kaltim, melalui Sulaiman, Analis Kebijakan Ahli Muda, mengungkapkan rencana untuk mengadakan sebuah festival yang memadukan olahraga tradisional dengan pertunjukan seni budaya sebagai upaya untuk menjaga kelestarian warisan budaya lokal.

Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali berbagai jenis olahraga tradisional yang mulai terlupakan, sekaligus memberikan panggung bagi kesenian lokal untuk tampil dan berkembang. “Kami ingin menghidupkan kembali olahraga tradisional yang sarat akan nilai sejarah, sembari memberikan ruang bagi seni budaya lokal agar semakin dikenal,” ujar Sulaiman.

Selain menampilkan olahraga modern, festival ini juga akan menghadirkan sejumlah cabang olahraga tradisional yang jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Lewat festival ini, Dispora Kaltim berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya melestarikan tradisi dan budaya daerah. Tak hanya pertandingan olahraga, festival ini juga akan dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni khas Kaltim, yang bertujuan untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya lokal kepada publik.

Sulaiman menambahkan, acara ini tidak hanya fokus pada olahraga, melainkan juga sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat dan mengenalkan seni tradisional yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Kaltim. “Melalui olahraga tradisional, kami berharap masyarakat bisa merasakan kebahagiaan bersama sambil menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur,” kata Sulaiman.

Festival yang digelar oleh Dispora Kaltim ini akan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, dengan tujuan agar olahraga tradisional semakin dikenal luas, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, festival ini juga akan menjadi ajang untuk mempromosikan olahraga tradisional sebagai salah satu sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.

Dengan adanya festival ini, Dispora Kaltim berharap dapat memperkuat jati diri budaya lokal sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga dan menjaga warisan budaya mereka.

(ADV/Dispora Kaltim)

Sri Wartini Plh Kepala Dispora Kaltim gandeng perguruan tinggi untuk menciptakan ekosistem Olahraga yang lebih terintegrasi 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Dalam upaya mempercepat regenerasi atlet dan meningkatkan kualitas olahraga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng perguruan tinggi untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih terintegrasi.

Kerja sama ini menitikberatkan pada pembinaan talenta muda sekaligus memanfaatkan keahlian akademik perguruan tinggi dalam mengembangkan sektor olahraga, termasuk penyediaan program pelatihan dan pendidikan khusus.

Menurut Sri Wartini, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, perguruan tinggi dapat berperan strategis dalam mencetak pelatih, manajer, dan tenaga ahli olahraga. “Sumber daya atlet yang telah pensiun juga harus diberdayakan sebagai pelatih atau tenaga pendukung, sehingga pengalaman mereka tidak terbuang sia-sia,” ujar Sri.

Ia menekankan pentingnya regenerasi yang berkelanjutan untuk memastikan potensi atlet muda tergarap secara optimal. “Tanpa sistem pelatihan yang matang dan fasilitas yang memadai, bakat-bakat muda kita sulit berkembang,” tambahnya. Selain membina atlet, Dispora Kaltim juga menyoroti kebutuhan pendidikan untuk menyiapkan masa depan mereka di luar dunia olahraga.

Perguruan tinggi diharapkan menawarkan program studi seperti manajemen olahraga, pelatihan kepelatihan, dan bidang lain yang relevan. “Kami ingin memastikan para atlet memiliki karier yang berkelanjutan, baik sebagai pelatih, pengelola olahraga, maupun tenaga profesional lainnya,” jelas Sri.

Kolaborasi ini diharapkan menciptakan atlet yang tidak hanya unggul di kancah nasional dan internasional, tetapi juga memperkuat komunitas olahraga di Kaltim. “Jika regenerasi dan kerja sama lintas sektor ini dilakukan secara konsisten, Kalimantan Timur bisa menjadi pionir dalam pengembangan olahraga yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(ADV/Dispora Kaltim)

Dispora Kaltim awal tahun 2025 akan kompetisi sepakbola antar kampung merencanakan 

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah merencanakan penyelenggaraan kompetisi sepak bola antar kampung (tarkam) pada tahun 2025. Kompetisi ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada talenta-talenta muda, terutama yang berasal dari wilayah pinggiran dan desa-desa terpencil, untuk menunjukkan kemampuannya di dunia sepak bola.

Melalui program ini, Dispora Kaltim ingin memberikan akses yang lebih luas bagi para pemuda di daerah-daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam bidang olahraga. Sulaiman, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, mengatakan bahwa sepak bola dipilih sebagai cabang olahraga pertama untuk kompetisi tarkam karena olahraga ini sangat digemari di seluruh Kalimantan Timur, termasuk di daerah-daerah yang lebih terpencil.

“Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer di seluruh Kaltim, termasuk di desa-desa.Kami ingin membuka peluang bagi mereka yang memiliki bakat, namun belum mendapatkan kesempatan untuk tampil,” ungkapnya.

Menurut Sulaiman, ajang tarkam ini akan menjadi wadah bagi generasi muda desa untuk menunjukkan potensi mereka, sekaligus sebagai sarana pencarian atlet sepak bola berbakat yang selama ini mungkin terabaikan.

“Kami ingin memastikan bahwa atlet berbakat tidak hanya muncul dari kota-kota besar, tetapi juga dari desa-desa yang memiliki keterbatasan fasilitas dan perhatian,” tambahnya.

Kompetisi sepak bola antar kampung ini akan diikuti oleh berbagai desa dan kelurahan di seluruh Kaltim pada tahun 2025. Selain menjadi ajang persaingan, turnamen ini juga akan menjadi jalur seleksi untuk memilih atlet-atlet yang akan mendapatkan pelatihan lebih lanjut di pusat pelatihan Dispora Kaltim.

Sulaiman menambahkan bahwa inisiatif ini juga sebagai upaya untuk mengembangkan potensi daerah-daerah yang kurang mendapatkan fasilitas olahraga. “Kompetisi ini adalah bentuk perhatian dari pemerintah untuk menggali dan mengembangkan bakat di daerah-daerah yang sebelumnya kurang mendapat sorotan,” ujar Sulaiman.

Meskipun saat ini kompetisi tarkam difokuskan pada sepak bola, Dispora Kaltim membuka kemungkinan untuk mengembangkan kompetisi serupa di cabang olahraga lainnya di masa depan. “Sepak bola kami pilih karena tingginya antusiasme masyarakat, tetapi kami tidak menutup kemungkinan untuk memperluas kompetisi ini ke cabang olahraga lain di kemudian hari,” tandas Sulaiman.

Dengan digelarnya kompetisi ini, Dispora Kaltim berharap dapat menciptakan iklim persaingan yang sehat dan merata di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Diharapkan pula bahwa ajang ini dapat memberi dampak positif bagi perkembangan olahraga di Kaltim dan mencetak atlet yang lebih inklusif serta berpotensi lebih luas.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga Dispora Kaltim Junaidi menyampaikan Pengelolaan Hotel Atlet Dispora Kaltim membentuk Tim pelaksana kerjasama pemanfaatan 

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur tengah merancang pembentukan Tim Pelaksana Kerjasama Pemanfaatan (KSP) untuk mengelola Hotel Atlet yang terletak di sekitar GOR Kadrie Oening, Samarinda.

Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan potensi hotel melalui kemitraan dengan sektor swasta. Menurut Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga Dispora Kaltim, Junaidi, proses pembentukan tim KSP masih berada pada tahap awal. Pihaknya sedang melakukan kajian bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk menentukan model pengelolaan yang paling sesuai.

“Kami sedang mendiskusikan berbagai kemungkinan pengelolaan hotel ini bersama pihak terkait, untuk memastikan opsi terbaik yang menguntungkan semua pihak,” ungkap Junaidi.

Ia menambahkan, Dispora Kaltim bersama BPKAD sudah mulai merancang skema untuk pembentukan tim KSP, meskipun beberapa rincian masih dalam kajian oleh BPKAD. Sejauh ini, lanjut Junaidi, sudah ada empat perusahaan yang menunjukkan minat dalam proyek ini, meskipun mereka baru mengajukan profil perusahaan dan belum mengirimkan penawaran resmi.

“Selanjutnya, kami akan meminta perusahaan yang berminat untuk mengajukan proposal lengkap, mencakup skema bagi hasil dan potensi dampak ekonomi bagi Pemerintah Provinsi Kaltim,” tambahnya.

Dispora Kaltim akan melakukan penilaian secara komprehensif terhadap proposal yang diterima untuk memastikan bahwa pengelolaan hotel tersebut akan memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah dan masyarakat.

“Tujuan kami adalah memastikan pengelolaan Hotel Atlet berjalan transparan dan efisien, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” pungkasnya.

(ADV Dispora Kaltim)

Dispora Kaltim jalin kolaborasi bersama Komite Olahraga Kormi untuk meningkatkan partisipasi Olahraga rekreasi 

SWARAREPUBLIKA.com, 6 dalam olahraga rekreasi dengan berbagai inisiatif dan dukungan yang terencana.

Tujuan utama adalah memperluas keterlibatan masyarakat dalam aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan. Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, mengungkapkan bahwa pihaknya menjalin kerjasama intensif dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) untuk mencapai tujuan tersebut.

“Kerja sama ini kami jalankan ugntuk membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Kaltim dalam mengakses olahraga rekreasi, serta meningkatkan partisipasi secara menyeluruh,” ujar Thomas.

Hingga saat ini, Kormi sudah mengelola 94 induk organisasi olahraga rekreasi, mengalami peningka jgntan signifikan dari sebelumnya yang hanya mencakup 75 induk. Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kormi merupakan langkah penting untuk mempopulerkan olahraga tradisional dan berbagai bentuk olahraga rekreasi lainnya di Kaltim.

Dispora Kaltim juga memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan anggaran yang tepat untuk pengembangan olahraga rekreasi, dengan memastikan setiap dana digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

“Anggaran untuk program-program olahraga rekreasi akan tetap dialokasikan setiap tahunnya, dengan format yang lebih fleksibel pada program-program yang berkembang, agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.

Dengan pengelolaan anggaran yang baik dan kolaborasi yang semakin kuat, Dispora Kaltim berharap dapat memperkenalkan lebih banyak jenis olahraga, terutama olahraga tradisional, kepada masyarakat setempat.

(ADV/Dispora Kaltim)

  1. Dispora Kaltim Galakkan Pemberdayaan Pemuda untuk Perangi Narkoba
  2. Dukung Generasi Muda Berprestasi, Zairin Zain Ajak Masyarakat Giatkan Olahraga Sejak Usia Dini
  3. Kaltim Siap Cetak Sejarah Baru di Pra Popnas 2024: Optimisme Tinggi Sambut Pertarungan di Kendari
  4. Dispora Kaltim Dorong Pemuda Menguasai Lebih dari Satu Bahasa untuk Hadapi Tantangan Global
  5. Generasi Muda Kaltim Didorong Aktif Ciptakan Inovasi untuk Masa Depan
  6. Atlet Kaltim Catat Prestasi Gemilang, Dispora Fokus Perkuat Pembinaan
  7. Dispora Kaltim Dorong Pengembangan Atlet Disabilitas Melalui Kolaborasi
  8. Dispora Kaltim Siapkan Berbagai Kegiatan Olahraga Menarik di Akhir Tahun 2024
  9. Dispora Kaltim Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga
  10. Kaltim Prioritaskan Regenerasi Atlet untuk Prestasi Gemilang
  11. Mendorong Olahraga di Daerah 3T: Dispora Kaltim Galakkan Inovasi
  12. Partisipasi Olahraga di Kalimantan Timur Alami Penurunan, Dispora Fokus pada Pengembangan Infrastruktur dan Kesadaran Masyarakat
  13. Dispora Kaltim Latih Atlet Kelola Keuangan untuk Masa Depan Stabil
  14. Dispora Kaltim Fokus Tingkatkan Olahraga di Daerah Terpencil
  15. Dispora Kaltim Berdayakan Pemuda untuk Perangi Narkoba
  16. Kaltim Bangun Venue Panjat Tebing Berstandar Internasional dengan Anggaran Rp14 Miliar
  17. DBON Kaltim Fokus pada Pengembangan Ilmu Olahraga untuk Optimalisasi Pembinaan Atlet
  18. Tantangan dalam Meningkatkan Fasilitas Olahraga di Kalimantan Timur: Keterbatasan Anggaran, Komitmen Tetap Tinggi
  19. Peningkatan Fasilitas Olahraga di Kalimantan Timur Diharapkan Dorong Atlet Muda Berprestasi
  20. Dispora Kaltim Perkenalkan Program Olahraga Inovatif untuk Membentuk Kebiasaan Sehat Anak