Rapat terkait Sosialisasi ASB non fisik pada rencana kerja dan anggaran (RKA-SKPD) tahun anggaran 2026

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan mulai menerapkan Analisa Standar Biaya (ASB) untuk seluruh kegiatan non-fisik di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026.

Kebijakan ini diambil guna menciptakan keseragaman harga, mendorong efisiensi, serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, mengungkapkan penerapan ASB merupakan bagian dari aksi perubahan yang dirancang oleh peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) Eselon III di Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Selama ini, kata dia, masih sering ditemukan perbedaan anggaran yang signifikan untuk kegiatan serupa di dua OPD berbeda, meski dilaksanakan di lokasi yang sama dengan fasilitas identik. Ia mencontohkan, sebuah kegiatan sosialisasi untuk 100 peserta di satu OPD dapat menghabiskan Rp25 juta, sementara OPD lain dengan konsep dan fasilitas sama justru menganggarkan hingga Rp35 juta.

“Padahal komponen kegiatannya sama, ada MC, snack, makan siang, serta perlengkapan seperti bloknote,” jelas Muhaimin di Balai Kota, Senin (11/8/2025).

Perbedaan mencolok juga ditemukan pada pengadaan barang. Misalnya, harga kertas HVS per rim di satu OPD tercatat Rp70 ribu, sedangkan di OPD lain bisa mencapai Rp90 ribu dengan kualitas setara. “Kalau selama ini pakai SSH, yang penting tidak melebihi batas tertinggi, misalnya Rp85 ribu.

Tapi tetap saja ada ketidaksinkronan. Dengan ASB, harga, kualitas, dan jumlahnya akan seragam,” tegasnya. Penerapan ASB, lanjut Muhaimin, akan memudahkan pemeriksaan anggaran sekaligus menutup celah perbedaan harga yang tidak wajar. Sistem ini juga akan diintegrasikan dengan e-katalog dan e-purchasing, sehingga proses lelang maupun pembelian barang dan jasa bisa berlangsung lebih cepat dan akurat.

Ia menekankan, tujuan kebijakan ini bukan sekadar menghemat pengeluaran, tetapi memastikan efisiensi berdasarkan analisa yang terukur. “Kalau sudah ada patokan ASB, tinggal klik di sistem, semua harga otomatis sama dan aman saat diaudit,” pungkasnya.

Dengan adanya kebijakan ini, Pemkot Balikpapan berharap tata kelola anggaran daerah semakin akuntabel, mengurangi potensi pemborosan, dan memastikan setiap rupiah digunakan secara tepat sasaran.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Muhaimin 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Paripurna ke-24 Masa Sidang III Tahun Sidang 2024/2025 pada Senin, 11 Agustus 2025.

Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD ini dipimpin pimpinan dewan dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, yang membacakan sambutan resmi Wali Kota Rahmad Mas’ud.

Sidang paripurna tersebut membahas dua agenda strategis. Pertama, penandatanganan kesepakatan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025.

Kedua, pengumuman penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Balikpapan Tahun 2024-2044 yang menjadi panduan pembangunan industri jangka panjang. Dalam sambutannya, Rahmad menegaskan KUA-PPAS adalah dokumen krusial yang menjadi landasan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dokumen ini berisi arah kebijakan, prioritas program, dan proyeksi plafon anggaran sementara, yang akan menjadi acuan seluruh perangkat daerah dalam merencanakan kegiatan pembangunan. Rahmad mengakui proses pembahasan KUA-PPAS kerap diwarnai dinamika dan perbedaan pendapat.

Namun, ia menilai hal tersebut justru memperkaya gagasan dan menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat. “Melalui forum ini, kita saling melengkapi ide sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan masyarakat Balikpapan,” ujarnya. Ia mengapresiasi pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas semangat kemitraan, saling menghormati, dan fokus pada kepentingan publik selama pembahasan.

Rahmad pun menginstruksikan seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan menyusun Rencana Kerja SKPD tepat waktu, agar pelaksanaan program prioritas serta perubahan anggaran 2025 berjalan efektif. Terkait penetapan Perda Rencana Pembangunan Industri 2024-2044, Rahmad menyebut kebijakan ini menjadi landasan kuat bagi pengembangan industri yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

“Peraturan ini akan menjadi panduan dalam memajukan sektor industri yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutan, Rahmad mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif demi mewujudkan Balikpapan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Rapat ini menjadi tonggak penting yang menegaskan komitmen bersama dalam menetapkan kebijakan strategis, baik untuk kebutuhan anggaran tahunan maupun arah pembangunan industri selama dua dekade mendatang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ratih Kusuma di acara Balikpapan coffee Fest 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Di tengah aroma kopi yang semerbak, Festival Kopi Balikpapan Selatan menyuguhkan kegiatan berbeda: Debat Pemuda. Lomba ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengutarakan ide dan solusi kreatif demi kemajuan pembangunan kepemudaan di Balikpapan.

Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Balikpapan sebagai bagian dari rangkaian festival. Kepala Dispora, Ratih Kusuma, menuturkan bahwa debat ini dirancang agar anak muda berani menyampaikan gagasan secara terbuka.

“Kami ingin mendengar langsung apa yang ada di pikiran mereka. Ide-ide tersebut bisa menjadi masukan berharga untuk program kepemudaan,” jelasnya.

Peserta diberikan beragam tema strategis seperti wirausaha kreatif, pemanfaatan teknologi, hingga pelestarian lingkungan. Mereka dinilai berdasarkan kekuatan argumen, kemampuan komunikasi, serta keunikan ide yang ditawarkan. Ratih mengungkapkan bahwa pemenang debat akan mendapat kesempatan mewakili Balikpapan di ajang Youth City Changers (YCC) dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

“Ini kesempatan emas untuk mengharumkan nama kota di tingkat nasional,” ujarnya.

Selain kompetisi, debat ini juga mendorong terbangunnya jejaring antar-komunitas. Banyak peserta hadir dengan konsep matang, termasuk rancangan program berbasis teknologi dan inovasi sosial. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa anak muda Balikpapan siap berkontribusi secara nyata.

Ke depan, Dispora berencana menggelar Debat Pemuda secara rutin di luar festival. “Kami ingin membangun budaya diskusi yang sehat dan produktif. Ketika pemuda terbiasa berdialog, mereka akan lebih siap memimpin di masa depan,” tegas Ratih.

Dengan kemasan yang inspiratif, Debat Pemuda dalam Festival Kopi membuktikan bahwa event kreatif bisa menjadi panggung lahirnya pemimpin muda yang visioner untuk Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan Ratih Kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Aroma kopi khas menyeruak di Balikpapan saat Balikpapan Coffee Fest 2025 resmi digelar. Selama tiga hari penuh, festival ini menjadi panggung kreatif bagi pelaku usaha muda, UMKM lokal, dan pecinta kopi untuk berinteraksi, memamerkan inovasi, serta memperkuat jejaring bisnis di industri yang terus berkembang pesat di Kota Minyak.

Balikpapan Coffee Fest 2025 merupakan inisiatif Forum Wirausaha Pemuda bekerja sama dengan bidang kepemudaan. Sebanyak 24 stan meramaikan acara, mulai dari kafe, kedai kopi, hingga pelaku UMKM dari Balikpapan Selatan dan wilayah lain. Mereka tak hanya menyuguhkan racikan kopi bercita rasa khas, tetapi juga menampilkan kreativitas olahan yang memikat lidah dan mata pengunjung.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadispora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival ini lahir dari tren positif pertumbuhan usaha kopi di kota tersebut.

“Kami melihat tren kopi di Balikpapan terus meningkat. Melalui festival ini, kami ingin memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berpromosi sekaligus saling bertukar pengalaman,” ujarnya.

Tak hanya pameran, rangkaian acara juga mencakup talk show, lomba bertema kopi, serta atraksi demo barista. Dalam sesi tersebut, pengunjung bisa menyaksikan langsung teknik pengolahan kopi mulai dari pemilihan biji terbaik, metode penyeduhan, hingga strategi pemasaran yang efektif.

Ratih menegaskan, Balikpapan Coffee Fest 2025 bukan sekadar ajang jual beli, tetapi juga wadah kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat. “Kami ingin melihat respon warga terhadap industri kopi. Masukan dari sini akan menjadi bahan evaluasi untuk menggelar acara yang lebih besar dan kreatif di masa mendatang,” tuturnya.

Melihat antusiasme tinggi, Dispora berencana menetapkan Balikpapan Coffee Fest sebagai agenda tahunan. Tahun depan, konsep acara akan diperluas dengan lomba-lomba baru, kreasi kopi unik, dan pertunjukan barista yang lebih atraktif. “Harapannya, ekosistem kopi di Balikpapan semakin kuat dan membuka peluang luas bagi generasi muda untuk terjun di dunia usaha,” pungkas Ratih.

Dengan memadukan unsur edukasi, hiburan, dan peluang bisnis, Balikpapan Coffee Fest 2025 diharapkan menjadi ikon baru sektor kreatif serta memperkuat citra kota sebagai salah satu pusat geliat kopi di Kalimantan Timur.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Rafiuddin S.T, M.T

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mengintensifkan upaya percepatan penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari para pengembang perumahan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memastikan fasilitas publik yang ada di kawasan permukiman dapat dikelola secara optimal oleh pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiuddin, menjelaskan hal tersebut usai menghadiri rapat evaluasi bersama empat pengembang, yakni Perum BDI, Citra City, Green Village, dan Regency, pada Jumat (8/8/2025) di Balai Kota.

Menurutnya, rapat ini menjadi sarana membahas kesiapan administrasi sekaligus hasil verifikasi lapangan sebelum proses serah terima dilakukan. Ia menyampaikan bahwa tim Disperkim telah melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi PSU di masing-masing perumahan. Tahapan berikutnya adalah verifikasi ulang untuk memastikan kelengkapan persyaratan sesuai ketentuan.

“Tahap awal sudah selesai, dan kami akan verifikasi ulang. Mudah-mudahan semua memenuhi standar sehingga dapat segera kami terima,” ungkapnya.

Rafiuddin menekankan bahwa evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas, mulai dari jalan lingkungan, drainase, taman, hingga penerangan umum, benar-benar layak pakai. Proses ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Balikpapan selaku ketua tim verifikasi.

“Dari laporan sementara, tidak ada hambatan berarti. Tinggal melengkapi administrasi dan memastikan kondisi di lapangan sesuai aturan,” jelasnya.

Ia mengingatkan, kewajiban penyerahan PSU telah diatur tegas dalam Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 serta Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 5 Tahun 2013. Disperkim, kata dia, akan terus mengingatkan pengembang agar mematuhi ketentuan tersebut. “Kami tidak bosan mengimbau, karena ini kewajiban yang memang harus dilaksanakan,” tegasnya.

Sampai saat ini, masih ada sejumlah pengembang yang belum menyerahkan PSU, meski beberapa sudah menunjukkan kemajuan. Ada yang telah menyelesaikan penyerahan, ada pula yang sedang mengajukan permohonan resmi.

Rafiuddin berharap seluruh proses bisa berjalan cepat, mengingat keberadaan PSU sangat penting bagi kenyamanan warga. Dengan percepatan ini, Pemkot Balikpapan optimistis pengelolaan fasilitas umum di kawasan perumahan akan lebih terjamin.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan, memperbaiki layanan publik, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala. Bidang Keolahragaan Disparpora Balikpapan M. Norhan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Balikpapan tahun ini akan semakin semarak. Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) menggelar Turnamen Antar Kampung (Tarkam) tingkat kecamatan yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Agustus 2025 di Balikpapan Tennis Stadium.

Ajang ini mempertandingkan tiga cabang olahraga, yaitu bola voli, bulu tangkis, dan senam beregu.

Kepala Bidang Keolahragaan Disparpora Balikpapan, M. Norhan, menjelaskan bahwa lomba ini dirancang sebagai sarana olahraga rekreasi sekaligus pelestarian olahraga tradisional.

“Voli putri minimal usia 35 tahun dan putra minimal 40 tahun. Aturan ini juga berlaku pada bulu tangkis ganda putra dan putri. Sementara senam dan aerobik terbuka untuk semua kalangan,” jelasnya.

Selain pertandingan, panitia menyiapkan jalan santai pada 24 Agustus pagi yang terbuka untuk seluruh masyarakat. Rute yang ditempuh akan melewati sejumlah titik strategis kota sehingga menjadi sarana promosi keindahan Balikpapan.

Norhan menambahkan, Tarkam ini merupakan hasil kolaborasi antara bidang prestasi, olahraga rekreasi dan tradisional, serta pendidikan olahraga. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antar warga sekaligus menjaga semangat kemerdekaan.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah olahraga, hiburan, dan silaturahmi,” ujarnya.

Demi menjaga sportivitas, pertandingan akan diawasi wasit resmi di setiap cabang. Disparpora juga menggandeng mitra swasta untuk dukungan fasilitas, logistik, hingga hadiah. Kehadiran sponsor membuat kegiatan ini semakin meriah.

Kepala Disparpora Balikpapan, CI Ratih Kusuma, menegaskan bahwa Balikpapan kembali dipercaya menjadi tuan rumah Tarkam oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk kali kedua. “Tahun lalu kita sukses menggelar acara ini, sehingga Balikpapan kembali mendapat kepercayaan. Ini menjadi kebanggaan tersendiri,” tegasnya.

Antusiasme warga terlihat dari pendaftaran yang terus meningkat. Penyelenggara optimistis Tarkam akan berjalan sukses dan berpotensi menjadi agenda tahunan. “Kami ingin Tarkam tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga mendorong budaya hidup sehat di Balikpapan,” pungkas Ratih.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus berkomitmen memperluas pembangunan ruang bermain anak di seluruh wilayah kota.

Program ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu lima tahun mendatang, mencakup seluruh 34 kelurahan dan enam kecamatan. Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menyebut bahwa pembangunan taman bermain anak akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas ini sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak melalui ruang bermain yang edukatif dan aman. “Rencana kami dalam lima tahun semua wilayah sudah harus memiliki ruang bermain anak, tapi pelaksanaannya tentu mengikuti ketersediaan dana dari pemerintah,” ujar Heria saat ditemui, Kamis (7/8/2025).

Sejauh ini, Balikpapan telah memiliki tiga taman bermain anak yang berada di kawasan Balikpapan Kota dan Balikpapan Selatan, yaitu di Taman Wiluyo Puspoyudo, Taman Bekapai, dan Balikpapan Islamic Center (BIC). Ke depan, DP3AKB berupaya memperluas jangkauan pembangunan agar merata di semua kecamatan.

Tak hanya di ruang publik, Heria juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki pembangunan taman edukatif di lingkungan rumah ibadah. Saat ini, satu taman bermain sudah tersedia di lingkungan masjid, dan tahun ini DP3AKB mengupayakan pembangunan taman serupa di gereja Protestan di Balikpapan Selatan.

Komunikasi juga tengah dilakukan dengan pengurus rumah ibadah Hindu, Buddha, dan Katolik agar fasilitas serupa bisa hadir mewakili komunitas mereka. Menurut Heria, pembangunan satu unit taman bermain membutuhkan dana antara Rp300 juta hingga Rp500 juta, tergantung pada spesifikasi dan standar nasional yang diterapkan.

Untuk taman dengan fasilitas lebih lengkap, biaya bisa melebihi angka tersebut. Pada tahun anggaran 2026, DP3AKB telah mengusulkan pembangunan tambahan taman bermain melalui APBD. Selain itu, pada APBD Perubahan 2025, mereka juga mengajukan penambahan ruang bermain di Taman Tiga Generasi. “Kami berharap usulan ini dapat diterima dan terealisasi,” ucap Heria.

Terkait ketersediaan lahan, Heria menambahkan bahwa Pemkot siap memanfaatkan aset milik pemerintah atau fasilitas umum yang telah dihibahkan. Ia menegaskan lokasi taman bermain tidak harus berada di kantor kelurahan, asalkan status lahan sudah resmi menjadi milik pemerintah.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kota Balikpapan kini tengah mempersiapkan diri menghadapi verifikasi nasional dalam ajang Penilaian Kota Sehat tahun 2025. Balikpapan akan menjadi salah satu dari tiga kota di Kalimantan Timur yang mewakili provinsi dalam ajang bergengsi tersebut, bersama Kota Samarinda dan Bontang.

Berbeda dengan dua kota lainnya yang telah lebih dulu dinilai, Balikpapan dijadwalkan menjalani verifikasi pusat pada 20 Agustus mendatang. Dalam proses penilaian ini, Balikpapan diharuskan memenuhi sembilan tatanan Kota Sehat yang meliputi berbagai sektor krusial, mulai dari kawasan permukiman, pendidikan, transportasi, pariwisata, pasar sehat, hingga penyediaan fasilitas umum yang ramah bagi semua kalangan.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi internal dan verifikasi tingkat provinsi, masih terdapat sejumlah indikator yang belum mencapai standar, bahkan sebagian besar masih berstatus “rapor merah”. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengakui bahwa pihaknya masih harus bekerja keras untuk memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran kecamatan dan kelurahan kini tengah dimobilisasi untuk mempercepat proses pembenahan. “Kami sudah melakukan koordinasi ulang dan mendesiminasikan informasi kepada semua pengampu tatanan. Harapannya, indikator yang masih lemah bisa segera dibenahi sebelum tim pusat melakukan penilaian,” jelas  Alwiati.

Beberapa catatan penting yang menjadi fokus perbaikan antara lain adalah minimnya fasilitas bagi penyandang disabilitas di kawasan wisata, belum lengkapnya sejumlah dokumen administratif seperti surat keputusan, serta tidak berfungsinya Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di beberapa sekolah yang justru dialihfungsikan.

Di sektor pasar, terutama di Pasar Landasan, toilet dan sistem sanitasi masih belum memenuhi kriteria meski tengah dalam proses revitalisasi. Kondisi serupa juga ditemukan di beberapa terminal, yang belum menyediakan fasilitas sanitasi layak bagi pengguna. Meskipun tantangan yang dihadapi cukup beragam, dr. Alwiati tetap optimis.

Ia menilai bahwa sebagian besar program sebenarnya sudah berjalan, hanya saja perlu penguatan dalam aspek administrasi dan pelaporan. “Kita tinggal benahi sisi dokumentasi dan administratifnya. Kalau itu bisa dituntaskan, saya yakin Balikpapan mampu bersaing dan membawa nama Kalimantan Timur di kancah nasional,” tambahnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini dianggap sebagai tolok ukur penting dalam menilai sejauh mana kualitas pelayanan publik, kebersihan lingkungan, dan ketersediaan infrastruktur yang mendukung kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Balikpapan berharap, melalui pembenahan lintas sektor, kota ini dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota yang sehat, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya membangun sistem pengawasan internal yang kuat dan terintegrasi di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota, Kamis (7/8/2025).

Ia menyebut bahwa pengawasan bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi merupakan fondasi utama dalam memastikan jalannya pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan terbebas dari penyimpangan. “Di tengah era keterbukaan informasi dan meningkatnya pengawasan publik, pemerintah dituntut tidak hanya bekerja efisien, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui sistem pengawasan yang efektif,” ujar Bagus.

Bagus menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tugas Inspektorat semata. Menurutnya, seluruh kepala perangkat daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi integritas. Ia merinci bahwa pengawasan internal pemerintah saat ini mengacu pada Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), yang terdiri atas tiga garis pertahanan.

Pertama, pengendalian oleh pelaksana kegiatan masing-masing unit. Kedua, fungsi kontrol internal melalui unit manajemen risiko. Dan ketiga, peran Inspektorat sebagai pengawas independen yang melakukan penilaian menyeluruh terhadap efektivitas pengendalian di setiap OPD.

“Inspektorat adalah garda terakhir. Tapi pengawasan akan pincang jika lini pertama dan kedua tidak berfungsi optimal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran akan risiko dalam pelaksanaan program di masing-masing instansi. Menurutnya, budaya sadar risiko harus ditanamkan sejak awal agar OPD mampu mengidentifikasi dan memitigasi potensi masalah secara sistematis.

“Kita tidak bisa terus bekerja tanpa memperhitungkan risiko. Kepala OPD harus tahu betul di mana titik rawan dalam program kerjanya, lalu siapkan langkah mitigasi,” jelas Bagus.

Selain memperkuat sistem, ia menilai pengawasan yang baik harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan memiliki kapasitas analisis yang tajam. Karena itu, Pemkot Balikpapan berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi para auditor internal melalui pelatihan dan pengembangan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Bagus menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi hasil. Ia berharap setiap kepala OPD mampu membangun sistem pengawasan yang bukan hanya formalitas, tapi menjadi budaya kerja yang hidup dan aktif dalam setiap proses pemerintahan.

“Pengawasan bukan beban, melainkan bagian tak terpisahkan dari pelayanan publik yang berkualitas. Inilah komitmen kami untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota dengan tata kelola pemerintahan yang berintegritas tinggi,” tutupnya. 

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menerima kunjungan resmi Kalapas Balikpapan Edy Susetyo bersama jajarannya

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya memperkuat sinergi antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan dan Pemerintah Kota Balikpapan terus digencarkan. Hal ini ditandai dengan kunjungan resmi Kepala Lapas Balikpapan, Edy Susetyo, beserta jajaran strukturalnya ke Balai Kota Balikpapan pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif serta membahas peluang kolaborasi dalam bidang pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Kedatangan rombongan Lapas disambut hangat oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Kepala Lapas, Edy Susetyo, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota atas perhatian yang selama ini telah diberikan. Ia menyebut dukungan Pemkot sangat membantu dalam pelaksanaan berbagai program pembinaan, baik dari sisi pelatihan keterampilan maupun kegiatan keagamaan dan sosial. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Wali Kota dan jajaran Pemkot Balikpapan.

Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif dan mendorong kemandirian warga binaan,” ungkap Edy Susetyo. Sementara itu, Wali Kota Rahmad Mas’ud menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program Lapas yang sejalan dengan semangat pembangunan manusia.

Ia menilai bahwa pembinaan di dalam Lapas merupakan bagian penting dari upaya rehabilitasi sosial, yang nantinya akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat ketika para warga binaan kembali ke tengah kehidupan sosial.

“Pemerintah Kota sangat terbuka terhadap sinergi semacam ini. Kami mendukung penuh program-program pembinaan yang tidak hanya memberi dampak positif bagi warga binaan, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya,” ujar Rahmad.

Melalui silaturahmi ini, Lapas Balikpapan berharap terjalinnya koordinasi yang semakin erat dengan berbagai sektor di pemerintahan. Sinergi yang berkelanjutan diyakini akan memperkuat layanan publik di bidang pemasyarakatan serta mendukung visi menciptakan Balikpapan sebagai kota yang ramah dan peduli terhadap rehabilitasi sosial.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Balikpapan Dukung Penuh Program Makanan Bergizi Gratis, 40 Titik Dapur Umum Disiapkan
  2. Pengukuhan Duta Pancasila dan Paskibraka, Pemkot Balikpapan Siapkan Pemimpin Muda Berintegritas
  3. Pemkot Balikpapan Dukung Penuh Pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
  4. Kesbangpol Balikpapan Perketat Pengawasan Bendera Nonresmi Jelang HUT ke-80 RI
  5. SiJempol, Inovasi Jemput Bola DPMPTSP Balikpapan Permudah Legalitas UMKM
  6. RPJMD 2025–2029 Disepakati, Pemkot Balikpapan Tegaskan Komitmen Bangun Kota Global yang Nyaman dan Humanis
  7. Export Center Balikpapan Diresmikan, Peluang UMKM Tembus Pasar Dunia Makin Terbuka
  8. Dishub Balikpapan Genjot Penataan Parkir dan Lalu Lintas, Siapkan Langkah Strategis Atasi Keterbatasan SDM
  9. Pemkot Balikpapan Ajak Ribuan Pelajar Rayakan HAN 2025 Lewat Senam Ceria dan Edukasi Perlindungan Anak
  10. Balikpapan Semarakkan HAN 2025 Lewat Ragam Kegiatan Edukasi Anak
  11. Orang Tua Lega, Pemkot Balikpapan Bagikan 92 Ribu Seragam Sekolah Gratis
  12. Pemkot Balikpapan Rancang Pemasangan CCTV di Seluruh Kelas, Orang Tua Bisa Pantau Anak dari Rumah
  13. Wali Kota Balikpapan Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis dan Pembangunan Sekolah Baru
  14. Media Center HUT Dekranas ke-45 Simbol Dukungan Nyata Untuk Pewarta
  15. Festival Kreatif Terbesar! Balikpapan Sukses Menjadi Tuan Rumah HUT Ke-45 Dekranas 2025
  16. Omzet UMKM Melejit! HUT Dekranas Balikpapan Raup Rp 3 Miliar dalam 3 Hari
  17. Pemkot Balikpapan Tangani Kasus Anak Dilarang Sekolah, Berikan Solusi Pendidikan di SKB
  18. Balikpapan Heboh! Ribuan Pengunjung Padati Expo Dekranas 2025
  19. Dari Balikpapan untuk Indonesia: Kearifan Lokal Bersinar di Expo Kerajinan Dekranas 2025
  20. Dinsos Balikpapan Perkuat Pencegahan Anak Terlibat Hukum Lewat Edukasi dan Pendekatan Komunitas