Fraksi PKS dan PPP Soroti Infrastruktur dan Pelayanan Publik dalam APBD 2025
SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Fraksi Gabungan PKS dan PPP melalui juru bicara mereka, Jafar Sidik, dalam pandangan umum terhadap APBD 2025 menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap pengembangan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
Hal ini dianggap mendesak mengingat peran strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Jafar menyampaikan bahwa alokasi anggaran yang tepat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini. "Pembangunan infrastruktur harus meliputi perbaikan jalan, drainase, pemukiman, dan pengelolaan sampah.
Selain itu, peningkatan akses terhadap air bersih menjadi prioritas utama, karena hingga kini masih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat," ujar Jafar pada Senin (18/11/2024). Fraksi ini juga mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan kota di tengah peningkatan jumlah penduduk.
Mereka menilai bahwa pertumbuhan penduduk yang signifikan membutuhkan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik guna menjaga kualitas hidup masyarakat. Dalam aspek pelayanan publik, Jafar menyoroti perlunya efisiensi birokrasi dan peningkatan akses layanan. "Pelayanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan harus ditingkatkan agar masyarakat merasakan layanan yang cepat dan berkualitas," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelayanan publik yang optimal akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Selain itu, Fraksi Gabungan PKS dan PPP mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak sosial akibat pertumbuhan penduduk. "Sebagai kota penyangga IKN, Balikpapan akan menghadapi lonjakan jumlah penduduk, baik dari pekerja maupun pendatang," jelas Jafar.
Oleh karena itu, pemerintah harus mempersiapkan langkah mitigasi, termasuk pembangunan fasilitas umum dan peningkatan layanan sosial. Dengan strategi yang matang dan alokasi anggaran yang tepat, Jafar optimis Balikpapan mampu menghadapi perannya sebagai kota penyangga IKN. "Pemerintah kota diharapkan memanfaatkan peluang ini untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.
Berbagai usulan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang sebagai penyangga utama IKN.
(ADV/J)