Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri

SWARAREPUBLIKA.com Balikpapan , Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh peran strategis Ikatan Karate-Do (Inkado) Kalimantan Timur. Organisasi ini dinilai memiliki andil besar dalam membina generasi muda melalui olahraga bela diri karate yang mengedepankan pembentukan karakter, disiplin, dan mental juang.

Pernyataan tersebut disampaikan Alwi saat menghadiri pelantikan pengurus baru Inkado Kaltim di Ballroom Swiss-Belhotel Internasional, Balikpapan, pada Sabtu (16/11/2024). Menurut politisi dari Partai Golkar ini, pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga karate di wilayah Kalimantan Timur.

“Melalui pembinaan dan prestasi yang diraih para atletnya, Inkado diharapkan dapat mengharumkan nama Kalimantan Timur di kancah nasional maupun internasional,” ujar Alwi dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa olahraga, khususnya karate, merupakan sarana efektif untuk membentuk generasi muda yang berkualitas dan berkarakter kuat. Alwi juga menyampaikan bahwa DPRD Balikpapan siap mendukung segala kegiatan positif, termasuk pembinaan olahraga. Dukungan tersebut tidak hanya sebatas pada apresiasi, tetapi juga meliputi penyediaan fasilitas dan peluang untuk pengembangan olahraga di kota ini.

“Kami akan terus mendorong agar kegiatan seperti ini mendapatkanv5 dukungan yang layak. Ini adalah investasi penting bagi masa depan generasi muda kita,” tambahnya. Pelantikan pengurus baru Inkado Kaltim ini turut dihadiri sejumlah tokoh olahraga dan pejabat daerah, yang menandakan pentingnya acara tersebut bagi perkembangan olahraga bela diri di Kalimantan Timur.

Alwi pun berharap agar para pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan organisasi serta masyarakat. Ke depan, Inkado Kaltim diharapkan mampu terus berkontribusi dalam meningkatkan semangat olahraga dan mencetak lebih banyak atlet unggul.

Dengan pengelolaan yang profesional, Inkado dinilai dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak prestasi olahraga Kalimantan Timur yang semakin gemilang. Hal ini juga sejalan dengan harapan DPRD Balikpapan agar sektor olahraga dapat menjadi kebanggaan daerah, setara dengan bidang pembangunan lainnya.

Melalui sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, dan masyarakat, sektor olahraga di Kalimantan Timur diproyeksikan akan terus tumbuh, membawa dampak positif bagi generasi muda dan kemajuan daerah.

(ADV/J)

Wakil ketua DPRD kota balikpapan Muhammad Taqwa di kegiatan konsolidasi 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, turut hadir dalam acara Konsolidasi Daerah (Konsolidasi) yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan pada Kamis (16/11/2024).

Acara ini bertujuan untuk memantapkan persiapan seluruh pemangku kepentingan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Konsolidasi dihadiri oleh berbagai perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kota Balikpapan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Balikpapan, serta anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Balikpapan.

Taqwa dalam sambutannya menegaskan pentingnya langkah kolaboratif ini untuk memastikan kelancaran pemilu. "Kami berharap, seluruh warga Kota Balikpapan dapat berpartisipasi aktif dalam pemilu, dengan tingkat partisipasi yang tinggi, dan yang terpenting, pemilu ini harus berjalan kondusif," ungkap Taqwa.

Menurutnya, perbedaan pendapat dan pilihan adalah hal yang wajar dalam setiap proses kontestasi, namun kedamaian dan keteraturan tetap harus diutamakan. Taqwa juga mengapresiasi upaya Forkopimda bersama Polresta Balikpapan yang telah menyusun skema pengamanan yang matang untuk memastikan kelancaran pemilu.

Ia menambahkan bahwa niat baik dan ikhtiar dari semua pihak sangat penting agar Pilkada kali ini berlangsung damai dan menghasilkan pemimpin yang dapat membawa perubahan positif bagi Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur. Selain itu, Taqwa menyentuh tantangan teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan Pemilu 2024, terutama terkait dengan pengurangan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ia menjelaskan, "Dengan penggabungan beberapa TPS, diperkirakan dalam satu TPS akan ada sekitar 400 hingga 500 pemilih. Hal ini bisa memicu antrian panjang saat proses pencoblosan." Meski demikian, Taqwa optimis KPU akan terus mengedukasi masyarakat mengenai lokasi-lokasi TPS agar warga bisa datang lebih awal guna menghindari kerumunan.

Taqwa juga memberikan imbauan kepada petugas PPS dan PPK yang akan bekerja di garda terdepan pelaksanaan pemilu untuk menjaga kesehatan mereka. Pasalnya, kegiatan ini membutuhkan fokus tinggi, terutama saat proses perhitungan suara yang biasanya berlangsung hingga larut malam. "Jaga kesehatan dan konsentrasi agar tugas ini bisa berjalan dengan lancar," pesan Taqwa.

Dengan persiapan yang matang dan kerjasama yang solid antar semua pihak, Taqwa berharap Pilkada Serentak 2024 di Kota Balikpapan dapat berjalan sukses, aman, dan damai.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Suwanto jalani reses masa sidang I Tahun 2024/2025

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Potensi besar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balikpapan Tengah terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kota Balikpapan, Suwanto, mengungkapkan harapannya agar produk-produk lokal dapat berkembang lebih pesat, terutama di sektor retail dan perhotelan.

Usai menggelar reses bersama 182 pelaku UMKM, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP), serta Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi, di kediamannya di RT 69, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Suwanto menyatakan komitmennya untuk memperkuat pemasaran produk lokal. “Saya berharap, semua retail di Kota Balikpapan turut serta mendukung pemasaran produk-produk lokal kita,” ujar Suwanto pada Rabu (13/11/2024).

Sebagai tindak lanjut, Suwanto berencana mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen seluruh retail, khususnya di wilayah Balikpapan Tengah. Ia berharap rapat ini dapat mendorong keterlibatan aktif retail dalam membantu pemasaran produk UMKM. "Kami akan diskusi dengan pihak retail agar mereka bersedia memasarkan produk lokal Balikpapan. Ini langkah strategis untuk memperluas jaringan pasar,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain retail, Suwanto juga mengajak perguruan tinggi di Balikpapan untuk bersinergi dengan menyelenggarakan berbagai event promosi UMKM. Tak hanya itu, ia menilai hotel-hotel di Kota Balikpapan sebagai peluang besar untuk memasarkan produk lokal. “Produk UMKM kami sangat beragam, mulai dari makanan, minuman, hingga ecoprint. Dengan pemasaran yang baik, UMKM bisa meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi, turut mendukung langkah ini. Ia melihat potensi UMKM di wilayahnya sangat menjanjikan. Bahkan, ia telah berdiskusi dengan manajemen Hotel Pasifik dan Neo untuk membuka ruang pameran produk UMKM di lobi hotel. “Saya ingin produk UMKM kami dapat dikenal lebih luas melalui hotel-hotel ini,” ujarnya.

Namun, Agung juga menekankan pentingnya inovasi dari para pelaku UMKM untuk menarik minat pembeli. Ia berkomitmen menjembatani pertemuan antara pelaku UMKM dan pihak hotel untuk membahas lebih lanjut peluang kerjasama tersebut. “Bayangkan jika ada permintaan hingga 10 toples besar sehari, perputaran ekonomi UMKM bisa meningkat signifikan,” ungkapnya.

Melalui berbagai upaya ini, DPRD dan Kecamatan Balikpapan Tengah optimistis produk UMKM lokal dapat memiliki daya saing yang kuat di pasar retail dan perhotelan. Dengan sinergi yang baik, pelaku UMKM diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Nelly Turuallo reses dikarang Anyer, Kelurahan Karang Jati Balikpapan Tengah 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Memasuki masa sidang I tahun 2024/2025, Nelly Turuallo, SE, yang kembali terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, menunjukkan komitmennya untuk menjadi penghubung yang efektif antara aspirasi masyarakat dan kebijakan legislatif.

Dengan tujuan untuk lebih responsif dan akomodatif terhadap kebutuhan masyarakat, Nelly menggelar acara serap aspirasi di lingkungan RT 33 Karang Anyer, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah.

Acara reses ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Dinas Pendidikan, Sekcam, Ketua LKM Balikpapan Tengah, serta perwakilan dari beberapa RT dan warganya. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan, usulan, serta harapan mereka, mulai dari masalah pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.

Nelly dalam sambutannya menekankan pentingnya komunikasi langsung antara wakil rakyat dan konstituen. Ia berharap dengan adanya interaksi ini, masyarakat dapat lebih terbuka dalam menyampaikan permasalahan mereka, sementara pihak pemerintah juga lebih memahami kondisi yang dihadapi masyarakat. "Tujuan saya adalah menciptakan komunikasi yang lebih transparan, sehingga kebijakan yang diambil dapat benar-benar mengakomodasi kebutuhan masyarakat," ujar Nelly.

Di kesempatan tersebut, Nelly juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Balikpapan Tengah yang telah mendukungnya dalam pemilihan legislatif, sehingga ia bisa terpilih kembali untuk masa jabatan 2024-2029. "Terima kasih kepada warga RT 32, 33, 38, dan 39 yang telah mendukung saya. Saya sangat bersyukur bisa kembali menjadi wakil rakyat," tambahnya dengan penuh rasa syukur.

Salah satu capaian yang disampaikan Nelly adalah pembangunan SMPN 27 yang hampir selesai dibangun di Kecamatan Balikpapan Barat. Sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi anak-anak di Balikpapan Tengah, terutama dalam memulai tahun ajaran baru dengan fasilitas yang lebih baik. "Saya berharap SMPN 27 ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Balikpapan," ujar Nelly.

Namun, dalam acara tersebut, beberapa keluhan warga juga disampaikan, salah satunya mengenai pelayanan BPJS Kesehatan kelas III. Ketua RT 33, Nur, menyampaikan bahwa banyak warga kesulitan membayar tunggakan BPJS dan berakhir tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan. "Saya mengusulkan agar tunggakan BPJS bisa dibayar setengahnya, agar warga bisa mendapatkan manfaat dari BPJS gratis," ujar Nur.

Selain itu, Ketua RT 39 juga mengungkapkan keluhan terkait sistem zonasi dalam penerimaan murid baru di sekolah negeri. Meskipun wilayah mereka dekat dengan sekolah, ternyata mereka tidak termasuk dalam zona tersebut, sementara zona yang diberikan justru berada jauh dari rumah. "Setiap tahun kami menghadapi masalah ini, sementara sekolah terdekat sudah penuh," kata Ketua RT 39.

Menanggapi keluhan tersebut, Nelly menyatakan bahwa dirinya akan membawa masalah ini ke DPRD untuk segera ditindaklanjuti. "Terkait BPJS, saya akan sampaikan ke pihak terkait untuk mencari solusi mengenai tunggakan dan persyaratan untuk beralih ke kelas III," jelas Nelly.

Ia juga berkomitmen untuk memperjuangkan sistem zonasi yang lebih adil agar anak-anak di RT 39 bisa mendapatkan pendidikan di sekolah yang lebih dekat dengan rumah mereka. Melalui kegiatan reses ini, Nelly Turuallo kembali menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Ia berharap dapat terus mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang lebih baik, serta menjadi wakil rakyat yang dekat dengan masyarakat. Nelly bertekad untuk terus meningkatkan kualitas hidup warga Balikpapan Tengah dalam masa jabatan yang baru ini.

(ADV/J)

Syarifuddin Oddang reses dilingkungan RT 13 Kelurahan Graha Indah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, menggelar reses masa sidang I tahun 2024 di lingkungan RT 13, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Kamis (14/11/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Jen Supriyanto, perwakilan Kelurahan Graha Indah, serta warga setempat.

Reses tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan terkait dampak pengupasan lahan mangrove oleh PT Lima Dua. Aktivitas ini diduga memperparah banjir di wilayah RT 11 dan RT 13. Salah seorang warga, Apri, menegaskan bahwa tindakan perusahaan tersebut sangat merugikan. "Kami tidak pernah mendapat sosialisasi sebelum pengupasan lahan dilakukan. Tiba-tiba mangrove di sekitar lingkungan kami sudah habis dipapas," ungkap Apri.

Apri juga mengaku pernah meminta perusahaan melalui Kelurahan Graha Indah agar tidak mengupas lahan sejauh 25 meter dari bibir parit. Namun, permintaan tersebut tidak diindahkan, dan seluruh area mangrove tetap dibabat. "Kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan di kantor kelurahan, tapi tidak ada tindak lanjut.Bahkan kami juga sudah mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi tidak ada respons konkret," keluhnya.

Menanggapi hal itu, Syarifuddin Oddang menjelaskan bahwa persoalan ini telah dibahas dengan PT Lima Dua, dan beberapa solusi mulai dirumuskan. Namun, ia menyayangkan ketidakhadiran DLH dalam reses tersebut. "DLH memiliki kewenangan atas izin pengupasan lahan ini. Kami akan mengundang mereka dalam dialog khusus bersama warga untuk mencari solusi yang sesuai aturan," ujar Oddang.

Oddang memastikan bahwa upaya penanganan drainase di wilayah RT 11 dan RT 13 telah dimasukkan dalam APBD Perubahan 2025. "Penanganan drainase ini menjadi prioritas. Tahun depan, pekerjaan akan dimulai," katanya.

Hal ini diperkuat oleh Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum, Jen Supriyanto, yang menyebutkan anggaran perbaikan drainase diperkirakan di bawah Rp 1 miliar. "Meskipun usulan ini mendadak, proyek ini tetap kami prioritaskan," jelasnya.

Selain persoalan drainase, warga juga menyampaikan aspirasi terkait penerangan jalan umum (PJU) dan parkir liar yang kerap mengganggu lalu lintas di kawasan Graha Indah. Aspirasi ini akan terus diperjuangkan untuk meningkatkan kenyamanan warga setempat.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Sufyan Juhri Gelar reses pertama di Rt 6 Kelurahan Lamaru Balikpapan Timur

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PKB, Sufyan Jufri, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Balikpapan Timur. Hal ini ia sampaikan dalam Reses Masa Sidang I Tahun 2024/2025 yang berlangsung di RT 6, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, pada Jumat (15/11/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat. Isu utama yang disampaikan warga mencakup pemerataan akses kesehatan dan peningkatan sarana pendidikan di wilayah tersebut.

Menurut Sufyan, reses merupakan momen penting untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. “Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi saya untuk memahami kebutuhan warga, terutama di Kelurahan Lamaru,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan diperjuangkan secara bertahap, dengan melibatkan pemerintah kota dalam mencari solusi. "Setiap masalah akan kami perjuangkan satu per satu melalui koordinasi yang baik dengan pemerintah. Harapannya, solusi dapat segera diwujudkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sufyan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan terhadap tugasnya sebagai anggota DPRD. “Terima kasih kepada warga Balikpapan Timur, khususnya Kelurahan Lamaru. Saya berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Salah satu warga, Ruslan, menyampaikan keluhan terkait sulitnya akses ke fasilitas kesehatan. “Kami berharap ada peningkatan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Lestari, seorang ibu rumah tangga, yang menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sarana pendidikan. “Sekolah di wilayah kami perlu perhatian, baik dari fasilitas maupun jumlah tenaga pendidik,” katanya.

Menanggapi hal ini, Sufyan mengakui bahwa kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas utama. Ia berkomitmen untuk mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera menindaklanjuti kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat menangani masalah ini. Dengan kolaborasi yang baik, solusi terbaik dapat segera diwujudkan untuk masyarakat Balikpapan Timur,” tutupnya.

(ADV/J)

Hj Muliati jalani reses pertamanya di RT 01 Kelurahan Baru Ulu

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Hj Muliati, anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi Partai Golkar yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Barat, kini resmi menempati posisi di Komisi I DPRD Balikpapan. Keputusan ini merupakan bagian dari hasil pembentukan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) yang rampung pada akhir Oktober 2024.

Penempatan Hj Muliati di Komisi I sesuai dengan bidang utama yang menjadi fokus komisi tersebut, yaitu sektor pemerintahan dan hukum. Komisi I saat ini dipimpin oleh Danang Eko Susanto sebagai Ketua, Simon Sulean sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Najib sebagai Sekretaris.

Dalam menjalankan tugas barunya, Hj Muliati menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal demi masyarakat. Ia memandang perannya di Komisi I sebagai kesempatan besar untuk memperjuangkan aspirasi warga, terutama di Balikpapan Barat.

“Saya akan bekerja keras dalam menjalankan tugas di Komisi I, terutama memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi warga.Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Hj Muliati saat ditemui usai menggelar reses di RT 01 Kelurahan Baru Ulu pada Rabu (13/11/2024).

Selain memperjuangkan hak masyarakat, Hj Muliati juga berharap dapat mendukung program-program pemerintah kota, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak positif. “Kerja sama yang baik dengan pemerintah dan masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan kebijakan yang membawa manfaat bagi semua pihak,” tambahnya.

Dengan semangat dan tekad yang baru, Hj Muliati berkomitmen menjadikan tugas ini sebagai bentuk pengabdian untuk masyarakat. Ia siap memberikan kontribusi nyata, terutama bagi masyarakat Balikpapan Barat yang menjadi wilayah perwakilannya.

Penempatan Hj Muliati di Komisi I diharapkan dapat memperkuat peran DPRD Balikpapan dalam melaksanakan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran demi tercapainya tujuan pembangunan kota yang lebih baik.

(ADV/J)

Sisca Anggreni reses di kelurahan Klandasan Ilir dihalaman Gedung Bumi Putra

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Sisca Anggreni, memanfaatkan Reses Masa Sidang I Tahun 2024/2025 untuk menyerap aspirasi warga Kelurahan Klandasan Ilir. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 14 November 2024, di halaman Gedung Bumi Putera.

Puluhan warga hadir untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka. Sisca menyatakan, reses adalah momentum penting bagi wakil rakyat untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. "Ini bukan sekadar kegiatan rutin. Reses adalah sarana esensial untuk memahami keluhan dan harapan warga secara langsung," ungkap Sisca.

Ia menambahkan, setiap aspirasi yang disampaikan akan dikawal agar dapat direalisasikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Salah satu isu yang mendapat perhatian utama dalam reses ini adalah permasalahan pengelolaan sampah. Warga mengeluhkan kurangnya frekuensi pengangkutan sampah yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik.

Menanggapi hal tersebut, Sisca menegaskan bahwa persoalan sampah harus segera ditangani karena dampaknya sangat luas. "Penumpukan sampah tidak hanya memengaruhi kebersihan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Saya akan memastikan bahwa isu ini menjadi prioritas dalam program pemerintah daerah," katanya dengan tegas.

Selain sampah, warga juga mengeluhkan kondisi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Permasalahan yang diangkat meliputi jalan rusak yang belum diperbaiki hingga kebutuhan instalasi air baku baru di wilayah tersebut.

Sisca menilai hal ini sebagai tanggung jawab bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik. "Saya akan mengawal langsung persoalan ini agar menjadi agenda prioritas. Keluhan warga, seperti jalan rusak dan kebutuhan air bersih, tidak boleh dibiarkan tanpa solusi nyata," ujarnya.

Lebih lanjut, Sisca menegaskan bahwa reses bukanlah sekadar formalitas. Ia berkomitmen memperjuangkan setiap aspirasi warga dengan penuh tanggung jawab. "Tugas saya sebagai wakil rakyat adalah memastikan bahwa setiap suara yang disampaikan mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang konkret," tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Sisca berharap setiap masalah yang diangkat dapat terselesaikan dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Aspirasi warga menjadi landasan penting dalam membangun Klandasan Ilir yang lebih nyaman dan layak huni.

(ADV/J)

Muhammad Hamid gelar reses pertama di RT 65 Kelurahan Sepinggan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, menggelar reses pertama Masa Sidang I Tahun 2024/2025 di wilayah pemilihannya, Balikpapan Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (14/11/2024) sore di Jalan Marsma S. Iswahyudi RT 65, Kelurahan Sepinggan, dengan antusiasme warga yang cukup tinggi.

Hadir dalam acara tersebut anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, anggota DPRD Provinsi Kaltim Damayanti, perwakilan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM Balikpapan, tokoh masyarakat, Ketua RT 65, serta warga dari RT 20 dan RT 65.

Dalam sambutannya, Muhammad Hamid menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya dalam Pemilu 2024. “Kehadiran saya di sini untuk menyapa dan berterima kasih kepada Bapak dan Ibu semua yang telah memilih saya, Pak Syafruddin, dan Bu Damayanti. Kami bertiga akan mengemban amanah yang diberikan,” ungkap Hamid.

Ia menjelaskan, reses ini menjadi kesempatan untuk mendengar langsung keluhan warga. Salah satu masalah utama yang diangkat adalah persoalan air bersih yang menjadi kebutuhan mendesak di wilayah tersebut. “Saya yakin persoalan di RT 20 dan 65 ini terkait air bersih PDAM Balikpapan.

Ini akan menjadi perhatian serius kami,” katanya. Aspirasi Warga dan Upaya Solusi Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Jamilah, warga RT 65, mengusulkan bantuan tambahan biaya untuk sumur bor agar air bisa mengalir ke setiap rumah.

Selain itu, ia juga meminta perbaikan jalan dan lapangan. Sementara itu, Neni Triana dari RT 20 mengeluhkan jadwal distribusi air PDAM yang tidak menentu. “Kami berharap air PDAM minimal mengalir seminggu sekali. Sekarang kami harus membeli air dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per tandon,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Fransiska dari PTMB menyatakan pihaknya akan mencatat semua keluhan warga untuk ditindaklanjuti. “Semua laporan akan kami tampung dan upayakan solusinya,” ujarnya.

Komitmen Tindak Lanjut Muhammad Hamid menegaskan komitmennya untuk mendorong PDAM meningkatkan pelayanan air bersih, khususnya di wilayah Sepinggan. Ia juga mengusulkan agar pipa distribusi air diperbaiki dan dibuat lebih efisien. “Kami akan terus menekan PDAM agar distribusi air tidak hanya untuk dataran rendah. Pipa distribusi juga harus diperbaiki agar tidak berliku-liku,” tegasnya.

Hamid menambahkan, meskipun ia berada di Komisi IV, ia akan mendorong Komisi II DPRD Balikpapan, yang bermitra langsung dengan PDAM, untuk segera menindaklanjuti aspirasi warga. “Kami dari Fraksi PKB akan memastikan hak-hak warga benar-benar diperjuangkan,” pungkasnya.

Kegiatan reses ini diharapkan menjadi awal solusi atas berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Sepinggan, khususnya terkait kebutuhan air bersih dan infrastruktur lainnya. 

(ADV/J)

 

 

Doris Eko Rian Desyanto reses di RT 42 klandasan Ulu 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Doris Eko Rian Desyanto, mengadakan kegiatan reses masa sidang I Tahun 2024/2025 di RT 42 Kelurahan Klandasan Ulu, pada Rabu, 13 November 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah warga setempat dengan tujuan utama untuk menampung aspirasi masyarakat dan mempererat hubungan antara wakil rakyat dan warga.

Reses menjadi momen penting bagi Doris untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat. "Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga. Setiap warga memiliki kebutuhan, dan tugas saya di sini adalah untuk mendengarnya, agar bisa diteruskan ke pihak-pihak yang berwenang," ungkap Doris.

Selama kegiatan, warga Klandasan Ulu mengungkapkan berbagai masalah yang tengah mereka hadapi. Salah satu keluhan utama adalah terkait layanan kesehatan, khususnya mengenai ketidakmerataan manfaat BPJS Kesehatan kelas 3. Beberapa warga menyatakan kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan jangkauan manfaat BPJS.

Selain masalah kesehatan, isu pendidikan juga menjadi sorotan utama. Beberapa orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai sistem zonasi sekolah yang dianggap menyulitkan mereka dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak-anak mereka.

Mereka berharap ada perbaikan dalam kebijakan zonasi yang dapat memberikan kemudahan dalam akses pendidikan. Menyikapi keluhan tersebut, Doris menyatakan bahwa dirinya akan segera menyampaikan masalah-masalah yang muncul dalam reses ini kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang.

Ia berjanji akan terus berjuang agar aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti. "Saya akan berusaha agar setiap aspirasi yang masuk dapat direspons dengan cepat dan tepat. Tujuan kami adalah untuk mengatasi masalah ini demi kesejahteraan warga, baik dalam sektor kesehatan, pendidikan, dan aspek lainnya," ujar Doris dengan tegas.

Kegiatan reses yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan wakil rakyat mereka, menyampaikan keluhan, serta berdiskusi mencari solusi terbaik bagi masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari.

Doris berharap bahwa setiap aspirasi yang diterima dapat menjadi landasan bagi pembuatan kebijakan yang lebih baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Balikpapan. Dengan adanya reses ini, Doris berharap ke depan, hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat semakin erat, serta permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan cara yang efektif dan tepat sasaran.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Fadillah gelar reses di kelurahan Damai Rt 29

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fadillah, menggelar reses masa sidang I Tahun 2024/2025 di RT 29, Kelurahan Damai pada Rabu, 13 November 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah warga setempat, yang menjadikannya sebagai momen untuk mempererat silaturahmi sekaligus menampung berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat di wilayah tersebut.

Fadillah menjelaskan bahwa reses merupakan kesempatan penting untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi dari masyarakat, terutama di Kelurahan Damai. “Melalui reses ini, saya berharap dapat menyerap berbagai aspirasi yang nantinya akan kami perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk solusi yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya dengan penuh semangat.

Beberapa isu yang disampaikan oleh warga antara lain terkait dengan kurangnya perhatian terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang dirasa kurang diminati oleh masyarakat. Menurut warga, minimnya fasilitas dan dukungan dari pemerintah membuat UMKM lokal kesulitan berkembang.

Selain itu, banyak warga yang mengeluhkan kurangnya fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sekitar wilayah mereka, yang menyebabkan permasalahan kebersihan dan lingkungan yang kurang terkelola dengan baik. Masalah infrastruktur juga menjadi sorotan utama.

Warga mengungkapkan keluhan mengenai kondisi jalan yang rusak dan berlubang, yang semakin memperburuk kenyamanan dan keselamatan mereka saat beraktivitas. Mereka berharap pemerintah dapat melakukan pengecoran jalan untuk meningkatkan kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

Menanggapi keluhan tersebut, Fadillah memastikan bahwa aspirasi warga akan dibawa ke dalam pembahasan dengan OPD terkait. “Saya akan pastikan semua aspirasi yang disampaikan warga menjadi perhatian serius kami. Semoga keluhan ini dapat segera ditindaklanjuti demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Damai,” tuturnya.

Reses ini bukan hanya menjadi ajang untuk menampung aspirasi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat. Harapannya, dengan adanya dialog langsung seperti ini, berbagai permasalahan yang ada dapat segera ditemukan solusinya bersama, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Kelurahan Damai.

(ADV/J)

Muhammad Taqwa jalani resesnya di jalan Aw Syahrani Rt 54 no 54 Alam Baru Kelurahan Batu Ampar 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, menggelar reses masa sidang I Tahun 2024/2025 di Jalan Aw Syahrani, RT 54 No 54, Alam Baru, Kelurahan Batu Ampar pada Rabu, 13 November 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat serta mempererat hubungan antara wakil rakyat dan warga setempat. Dalam kesempatan tersebut, Taqwa menegaskan bahwa reses adalah momen penting bagi dirinya untuk mendengarkan langsung keluhan, harapan, serta kebutuhan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Balikpapan, seperti di Kelurahan Batu Ampar.

"Reses ini kesempatan bagi saya untuk menyerap aspirasi warga, mendengar keluhan mereka, dan berupaya mencari solusi yang terbaik melalui kerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," ujar Taqwa.

Beberapa isu yang menjadi perhatian utama dalam reses kali ini adalah sektor kesehatan dan pendidikan. Warga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap akses layanan kesehatan yang masih terbatas serta kualitas pendidikan yang masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan orang tua dan siswa.

Selain itu, masalah pasokan air baku juga menjadi keluhan warga, terkait dengan distribusi air bersih dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) yang belum maksimal. Warga meminta peningkatan kualitas dan kuantitas pasokan air bersih.

Tidak kalah penting, masalah infrastruktur juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) dan kondisi jalan yang memerlukan pengecoran. Mereka berharap adanya perbaikan fasilitas jalan dan PJU untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan di lingkungan mereka.

Taqwa menanggapi semua aspirasi tersebut dengan serius dan berkomitmen untuk menyampaikan permasalahan ini kepada pihak terkait, termasuk OPD, guna mencari solusi yang tepat. "Kami akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan memastikan masalah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah," tegasnya.

Kegiatan reses ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan langsung kepada wakil rakyat, sekaligus memberikan harapan agar permasalahan yang ada segera ditangani demi kesejahteraan bersama.

(ADV/J)