Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN-Memulai tugasnya sebagai Wali Kota Balikpapan pada Senin, 3 Maret 2025. Pada hari pertama menjabat Rahmad Mas'ud mengungkapkan komitmennya untuk mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.

Dalam rapat perdana yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bagus Susetyo, Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Muhaimin, serta sejumlah pejabat dan Kepala OPD, Camat, dan Lurah, Rahmad menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembangunan harus berbasis pada kebutuhan masyarakat.

"Prioritas utama kami adalah memastikan setiap pembangunan yang dilakukan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Balikpapan," tegasnya kepada wartawan.

Selain itu, Rahmad mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan efisiensi anggaran, akan mengurangi kegiatan seremonial, perjalanan dinas, dan pelatihan-pelatihan yang tidak berdampak langsung pada masyarakat. Fokus utama anggaran akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik yang bermanfaat bagi warga.

“Seremonial dan perjalanan dinas akan kami kurangi, sementara pembangunan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat akan menjadi perhatian utama,” kata Rahmad.

Wali Kota juga menambahkan bahwa tidak ada program khusus dalam 100 hari kerja, karena ia dan jajarannya akan fokus pada pencapaian visi jangka panjang untuk kemajuan Kota Balikpapan.

“Semua program kami akan berjalan sesuai dengan visi misi kami, dengan tujuan yang lebih besar untuk kesejahteraan warga kota,” ungkapnya.

Efisiensi anggaran, menurut Rahmad, tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penghematan hanya akan dilakukan pada kegiatan yang tidak mendesak, sementara program yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat akan tetap dilaksanakan sesuai rencana.

Selain itu, Rahmad juga mendorong agar kegiatan konsultasi dan koordinasi yang biasa dilakukan oleh ASN dapat dilakukan secara daring. Ini dianggap sebagai langkah yang efisien dan akan mengurangi biaya perjalanan dinas.

“Kami ingin memanfaatkan teknologi untuk efisiensi yang lebih baik. Banyak hal yang bisa dilakukan secara daring,” tambah Rahmad.

Dengan kebijakan efisiensi ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap dapat memaksimalkan anggaran yang ada untuk pembangunan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan membawa kota ini ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Heru resandy Setia Kesuma

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan resmi meluncurkan Layanan Sobat UMKM Terpadu pada Jumat (28/2/2025).

Peluncuran yang berlangsung di halaman Kantor DKUMKMP ini dipimpin langsung oleh Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma.

Layanan baru ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memperoleh informasi, pendampingan, serta perizinan usaha. Heruressandy menegaskan bahwa UMKM merupakan sektor prioritas yang terus didorong oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

"UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan daerah, termasuk di Balikpapan. Saat ini, sektor ini menyumbang 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia," ungkapnya.

Sejalan dengan pentingnya sektor ini, DKUMKMP terus berupaya melakukan pengembangan agar UMKM di Balikpapan dapat tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas. Pemerintah kota juga menyediakan berbagai program pemberdayaan yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha lokal.

"Dengan adanya layanan ini, kami berharap UMKM di Balikpapan dapat berkembang lebih pesat dan memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional," tambah Heruressandy.

Anggaran Rp8 Miliar untuk Pengembangan UMKM Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pertumbuhan UMKM, DKUMKMP telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar pada tahun 2025.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), manajemen usaha, keuangan, serta digitalisasi usaha agar UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pasar.

Pada kesempatan tersebut, DKUMKMP juga menyerahkan berbagai sertifikasi kepada para pelaku UMKM di Balikpapan. Sertifikasi yang diberikan meliputi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk pencatatan ciptaan batik, sertifikasi halal untuk produk batik, serta laporan hasil uji masa simpan produk dari Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pekanbaru.

Selain itu, Muhammad Nasarudin Hamid dari Delkoff menerima sertifikasi One Village One Product (OVOP) bintang satu dari Kementerian Perindustrian. Heruressandy menambahkan bahwa Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan sertifikasi OVOP hingga bintang tiga dengan mengembangkan bahan baku lokal.

Salah satu komoditas yang sedang dikembangkan adalah kopi asal Kalimantan, yang kini mulai ditanam di lahan seluas 1,5 hektare.

"Kami terus mendorong pengembangan bahan baku lokal agar UMKM Balikpapan semakin mandiri dan dapat menghasilkan produk yang kompetitif di pasar," pungkasnya.

(ADV/Diskominfo/J)

Asisten III Bidang administrasi umum Sekretariat Daerah Kita Balikpapan Andi Sri Juliarty

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-128 Kota Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menerima bantuan berupa satu unit mesin Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dari PT PLN.

Fasilitas ini telah dipasang di Halaman Balai Kota Balikpapan dan siap digunakan oleh masyarakat. Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menjelaskan bahwa bantuan dari PLN terdiri dari dua bagian, yakni mesin SPKLU serta hadiah untuk lomba lampu hias yang turut memeriahkan perayaan HUT Kota Balikpapan.

Mesin SPKLU ini dihadirkan bukan hanya untuk kebutuhan fasilitas pemerintah, tetapi juga dapat digunakan oleh masyarakat umum dan pengendara dari luar kota.

"PLN memberikan dua jenis bantuan, salah satunya adalah SPKLU yang bisa dimanfaatkan masyarakat Balikpapan maupun pengguna kendaraan listrik dari daerah lain," ujar Dio, sapaan akrab Andi Sri Juliarty, Senin, 3 Maret 2025.

Ia menambahkan bahwa keberadaan SPKLU ini merupakan bagian dari langkah konkret dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Dengan jumlah kendaraan listrik yang terus meningkat, fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Tak hanya warga Balikpapan, pengguna kendaraan listrik dari luar kota juga dapat menggunakan layanan ini. Untuk mengaksesnya, pengendara hanya perlu meminta izin di pos keamanan Balai Kota.

"Bagi kendaraan listrik dari luar kota yang ingin mengisi daya, cukup menghubungi pos security. Proses pengisian dilakukan melalui kartu atau aplikasi yang disediakan oleh PLN," jelasnya.

Dio juga berharap ke depan akan ada lebih banyak titik pengisian kendaraan listrik di berbagai lokasi strategis di Balikpapan.

"Kami berharap SPKLU ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan lebih banyak fasilitas serupa di kota ini.Dengan begitu, masyarakat semakin dimudahkan dalam menggunakan kendaraan listrik," tambahnya.

Pembangunan fasilitas ini sejalan dengan komitmen Pemkot Balikpapan dalam mengembangkan transportasi ramah lingkungan serta mengurangi emisi karbon. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang beroperasi, kualitas udara di kota ini diharapkan lebih terjaga dan polusi dari kendaraan berbahan bakar fosil dapat ditekan.

Melalui inisiatif ini, Pemkot Balikpapan berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengadopsi kendaraan listrik serta mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Muhammad Arif Fadhilah 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali menggelar kegiatan Safari Ramadan yang akan berlangsung di enam kecamatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memberikan dukungan kepada masjid-masjid di berbagai wilayah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Balikpapan, Muhammad Arif Fadhilah, menyampaikan bahwa pembukaan Safari Ramadan dijadwalkan pada Selasa, 4 Maret 2025, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan.(Jumat /28/2/2025)

"Safari Ramadan ini merupakan agenda rutin yang digelar Pemkot Balikpapan setiap tahunnya. Tahun ini, kegiatan akan dilaksanakan di delapan titik, dimulai dari Rumah Jabatan Wali Kota, kemudian berlanjut ke tujuh masjid yang tersebar di berbagai kecamatan," ungkap Arif.

Setiap kunjungan akan diisi dengan penyerahan bantuan kepada masjid yang diberikan langsung oleh Wali Kota Balikpapan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pejabat pemerintah dan masyarakat.

Menurut Arif, pelaksanaan tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah ingin memastikan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat dapat memperkuat kebersamaan, khususnya dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

"Safari Ramadan ini menjadi momen penting bagi para pimpinan dan pejabat Pemkot Balikpapan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat serta jamaah masjid. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa," tambahnya.

Rangkaian acara Safari Ramadan akan dimulai setelah salat Isya dengan berbagai kegiatan, termasuk tausiyah, doa bersama, serta penyerahan bantuan kepada masjid. Melalui kegiatan ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung berbagai kegiatan sosial keagamaan selama Ramadan.

“Kami berharap Safari Ramadan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas ibadah masyarakat. Ini adalah momen yang tepat untuk berbagi dan memperkuat tali persaudaraan di antara kita semua,” pungkas Arif.

(ADV/Diskominfo/J)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Muhaimin

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan menyesuaikan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, menegaskan dengan adanya perubahan jadwal kerja, ASN tetap diharapkan menjaga semangat dan profesionalisme. "Selamat menyambut bulan Ramadan. Selama bulan suci ini, jam masuk kerja bagi ASN Pemkot Balikpapan sedikit bergeser. Biasanya dimulai pukul 08.00 pagi, kini menjadi 08.30. Meskipun ada pengurangan waktu kerja, kami berharap ASN tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Muhaimin di Balai Kota pada Jumat, 28 Februari 2025.

Menurut Muhaimin, perubahan ini tidak akan mengganggu produktivitas ASN dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai ASN Pemkot Balikpapan telah menunjukkan kinerja yang baik selama ini, sehingga meski jam kerja sedikit berubah, mereka tetap bisa menjalankan tugas dengan optimal.

Selain penyesuaian jam kerja, Pemkot Balikpapan juga menggelar kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Halaman Balai Kota pada Jumat pagi. Kegiatan ini mencakup senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ASN. Langkah ini bertujuan untuk memastikan para pegawai dalam kondisi prima sebelum menjalani ibadah puasa.

"Kami ingin memastikan seluruh ASN mengetahui kondisi kesehatannya sebelum menjalani Ramadan. Dengan tubuh yang sehat, mereka dapat menjalankan ibadah dan tugas dengan lebih baik," jelas Muhaimin.

Germas kali ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian. Selain ASN, kegiatan ini turut dihadiri oleh para Kepala Sekolah se-Balikpapan yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama bulan puasa.

Muhaimin menambahkan bahwa Germas memang rutin diadakan setiap bulan, namun kali ini jumlah pesertanya meningkat karena bertepatan dengan persiapan memasuki Ramadan. Lebih lanjut, Muhaimin berharap agar seluruh ASN dan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan penuh semangat dan kesehatan yang prima.

"Semoga dengan persiapan yang baik, kita bisa menjalani bulan suci ini dengan lancar, sehat, dan penuh berkah," tambahnya. Melalui berbagai inisiatif ini, Pemkot Balikpapan berupaya memberikan contoh positif dalam menjaga kesehatan sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama bulan Ramadan.

(ADV/Diskominfo/J)

Lurah Margomulyo Aji Syarifah Nur Alifah 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kasus DBD di Balikpapan Barat Meningkat, Warga Diminta Waspada Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Balikpapan Barat, khususnya di Kelurahan Marga Mulyo, mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah RT melaporkan adanya warga yang terjangkit penyakit ini. Di RT 38 dan 39 tercatat dua kasus, sedangkan di RT 1 dan 2 masing-masing terdapat satu kasus. Lurah Marga Mulyo, Aji Syarifah Nur Alifah, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mengatasi penyebaran DBD.

Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Menurutnya, fogging bukan solusi utama dalam pemberantasan DBD, melainkan hanya digunakan sebagai langkah terakhir jika ditemukan kasus di suatu wilayah. "Fogging bukan solusi utama, melainkan langkah terakhir.

Yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan 5M, yaitu Menguras, Menutup, Mendaur ulang, Menghindari gigitan nyamuk, dan Memantau jentik di lingkungan sekitar," ujarnya, Kamis (27/2/2025). Ia menambahkan bahwa edukasi merupakan kunci dalam mencegah DBD.

Kelurahan bekerja sama dengan kader kesehatan dan puskesmas secara rutin mengadakan penyuluhan agar warga memahami bahaya nyamuk penyebab DBD.

"Kami mendukung penuh kegiatan puskesmas dalam memberikan edukasi kepada warga. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mengandalkan fogging," tambahnya.

Selain itu, kelurahan juga mendorong program pemberian kelambu dan pengelolaan tempat penampungan air yang lebih aman untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Meskipun curah hujan tinggi menjadi tantangan, berbagai langkah terus dilakukan guna menekan angka kasus DBD. Pemerintah mengimbau masyarakat segera melapor ke puskesmas jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD agar bisa mendapatkan penanganan medis lebih cepat.

Warga juga diharapkan aktif dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk untuk menekan risiko penularan lebih lanjut.

(ADV/Diskominfo/J)

Plt Kepala Diskominfo Adamin Siregar FGD membahas konsep smart city dan inovasi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas konsep smart city dan inovasi, Kamis (27/2/2025) di Hotel Swiss-Belhotel Balikpapan. Diskusi ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan kota pintar yang efisien dan modern.

Plt. Kepala Diskominfo Balikpapan, Adamin Siregar, yang juga Staf Ahli Bidang Sosial, Kesejahteraan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, menegaskan bahwa implementasi smart city selaras dengan visi Balikpapan sebagai kota global.

Menurutnya, penerapan kota pintar akan meningkatkan sinergi dan sinkronisasi dalam perencanaan pembangunan. "Pemkot Balikpapan juga berencana menerapkan program Balikpapan Bebas Kabel Udara pada 2026," ujar Adamin.

Program ini meniru konsep yang diterapkan di Batam dan Singapura, di mana seluruh jaringan utilitas berada di bawah tanah demi meningkatkan keamanan dan estetika kota. Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi kota lain di Indonesia.

Integrasi dengan RKPD dan RPJMD Di tempat terpisah, Sekretaris Bappeda Litbang Balikpapan, Tommy Alfianto, mengungkapkan bahwa FGD ini juga membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 serta penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

"Penyusunan RPJMD harus sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri, di mana enam bulan setelah pelantikan, wali kota wajib menyusun dokumen ini," jelas Tommy.

Dalam FGD, berbagai tema strategis dibahas, seperti konsep inklusif dan modern, semangat efisiensi, serta inovasi dalam pembangunan kota. Selain membahas RPJMD, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih agar dapat diintegrasikan dengan kebijakan pembangunan.

"Visi-misi disusun secara teknokratif dan diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat, lalu disosialisasikan kepada berbagai kelompok," tambahnya.

Solusi Smart City untuk Kemacetan dan Banjir Salah satu hasil diskusi dalam FGD ini adalah upaya mengatasi kemacetan di Balikpapan. Solusi yang diusulkan tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur atau pelebaran jalan, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

"Pendekatan ini inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh warga," ujar Tommy. Selain itu, FGD juga membahas kerja sama dengan daerah lain terkait pengelolaan air dan mitigasi banjir. "Persoalan ini sudah sering dibahas, tetapi kami akan terus menggali solusi yang lebih inovatif dan efektif," pungkasnya.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan Balikpapan semakin siap menjadi kota pintar yang modern, inklusif, dan berorientasi pada inovasi demi kesejahteraan masyarakat.

(ADV/Diskominfo/J)

Lurah Margomulyo Balikpapan Barat  Aji Syarifah Nur Alifah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat, terus berinovasi dalam mengembangkan potensi daerahnya. Salah satu program terbaru yang kini tengah menjadi sorotan adalah wisata lebah madu berbasis edukasi.

Program ini diinisiasi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat dengan tujuan tidak hanya meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga memperkenalkan manfaat budidaya lebah madu kepada masyarakat luas.

Berkat kerja sama berbagai pihak, Pokdarwis di RT 20 Margomulyo berhasil membudidayakan lebah madu hingga menghasilkan produk berkualitas. Destinasi ini pun mulai menarik perhatian wisatawan yang ingin belajar tentang proses produksi madu secara langsung.

Selain itu, wisata ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru di Balikpapan Barat yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan objek wisata lainnya. Lurah Margomulyo, Aji Syarifah Nur Alifah, menyatakan bahwa pihaknya terus mendukung pengembangan wisata lebah madu ini, terutama dalam hal administrasi dan koordinasi.

"Kami selalu mendukung program berbasis masyarakat. Saat ini, budidaya lebah madu berkembang di Margomulyo melalui Pokdarwis Madu Masan yang telah mampu menghasilkan sekitar 50 liter madu per bulan," ujarnya pada Selasa (27/2/2025).

Menurutnya, budidaya ini dikelola oleh seorang pensiunan yang sebelumnya aktif dalam komunitas kesehatan. Selain menjadi aktivitas produktif bagi masyarakat, usaha ini juga berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

"Beliau sebelumnya aktif di komunitas stroke. Daripada tidak ada kegiatan, ia memilih berkebun dan membudidayakan lebah madu. Kami tentu sangat mendukung, termasuk dalam aspek administrasi, agar kelompok ini bisa berkembang lebih pesat," tambahnya.

Produk madu dari Margomulyo kini mulai merambah pasar yang lebih luas, termasuk di Kampung Melayu. Hal ini menunjukkan bahwa hasil budidaya lebah madu ini memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain itu, perkembangan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Angkasa Pura yang turut menyumbangkan bibit pohon Tabebuya guna menjaga ekosistem lebah.

"Kami berharap program ini semakin maju dan menjadi ikon wisata edukasi di Balikpapan Barat. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi warga, budidaya lebah madu juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Syarifah.

Dengan semakin dikenalnya wisata edukasi madu Margomulyo, diharapkan destinasi ini mampu menarik lebih banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar Balikpapan.

Keberadaan wisata ini tidak hanya memperkenalkan manfaat lebah madu, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

(ADV/Diskominfo/J)

Lurah Margomulyo Aji Syarifah Nur Alifah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat, terus berkomitmen dalam upaya pelestarian lingkungan dengan memperdalam penelitian ekosistem mangrove.

Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, serta biota laut yang hidup di kawasan tersebut, guna memahami manfaat ekologisnya bagi kota Balikpapan. Lurah Margomulyo, Aji Syarifah Nur Alifah, mengungkapkan bahwa penelitian ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari luar negeri. "Kami berencana menggandeng peneliti dari Inggris untuk mengkaji ekosistem mangrove di Margomulyo.

Fokus utama penelitian ini adalah mendokumentasikan jenis-jenis flora dan fauna khas, seperti bekantan dan kepiting endemik Balikpapan," ujar Syarifah, Kamis (27/2/2025). Program penelitian ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), NGO Bumi Kita, serta komunitas peduli lingkungan lainnya.

Selain itu, data yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi acuan ilmiah untuk pengambilan kebijakan dalam pelestarian mangrove. "Hingga kini, informasi mengenai keanekaragaman hayati di kawasan mangrove Margomulyo masih terbatas.

Dengan adanya penelitian ini, kami berharap dapat menghasilkan dokumentasi ilmiah berupa buku, video edukasi, serta data riset yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan," tambahnya. Guna merealisasikan program ini, Kelurahan Margomulyo juga mengajukan proposal pendanaan ke berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta seperti Pertamina, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami terus mengupayakan pendanaan agar penelitian ini dapat berjalan lancar. Targetnya, setelah Lebaran tahun ini, kegiatan penelitian dapat dimulai dengan pendampingan dari berbagai pihak," jelas Syarifah.

Margomulyo sendiri merupakan satu-satunya wilayah di Balikpapan yang masih memiliki ekosistem mangrove yang terjaga. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan semakin meningkat.

Selain itu, Margomulyo juga berpotensi menjadi destinasi ekowisata berbasis riset yang menarik perhatian wisatawan maupun ilmuwan. "Kami ingin kawasan mangrove ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat penelitian dan wisata edukasi.

Dengan kerja sama berbagai pihak, kami optimis Margomulyo bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya konservasi lingkungan," tutupnya.

Dengan adanya langkah konkret ini, Margomulyo berpeluang besar untuk dikenal sebagai kawasan konservasi dengan nilai ekologis tinggi serta pusat penelitian mangrove yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala  Dinas DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana.

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengadakan aksi bersih sampah di kawasan Mangrove Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Kamis, 27 Februari 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menata lingkungan kota serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan. Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengelola sampah di berbagai wilayah, termasuk di kawasan pesisir dan hutan mangrove.

"Dalam rangka peringatan nasional, seluruh Indonesia serempak menggelar aksi bersih sampah. Di Balikpapan, kami menugaskan petugas khusus untuk mengelola sampah di area pesisir dan mangrove," ujarnya.

Untuk kawasan pesisir, DLH Balikpapan telah menugaskan 80 petugas yang tersebar di 10 kelurahan serta 20 petugas di Kampung Atas Air. Sementara itu, di kawasan mangrove Margo Mulyo, pengelolaan sampah dilakukan oleh dua petugas yang dibantu satu pengawas, dengan dukungan dua unit excavator mini guna mengangkat sampah yang menempel di area tersebut.

Sudirman menjelaskan bahwa pengumpulan sampah di pesisir mencapai rata-rata 66 ton per hari, sedangkan di kawasan mangrove berkisar antara 6 hingga 9 ton, tergantung pada kondisi pasang surut air. "Saat air pasang, sampah terbawa dari laut, dan saat surut, sampah tertinggal. Ini menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah di wilayah pesisir Balikpapan," paparnya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, DLH Balikpapan juga menginstruksikan petugas untuk melakukan replanting di area mangrove yang terdampak aktivitas industri. Meski laporan kerusakan dari masyarakat masih terbatas, pihaknya siap mengambil langkah lebih lanjut jika ditemukan tindakan yang berpotensi merusak lingkungan.

Lebih lanjut, Sudirman menekankan bahwa program ini bukan sekadar aksi bersih sampah, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Kami mengajak warga untuk aktif memilah sampah domestik, seperti mengolah sampah organik menjadi kompos atau menjual sampah plastik kepada pengepul," ujarnya.

Melalui kolaborasi antara petugas, aparat, dan masyarakat, DLH Balikpapan berharap upaya pengelolaan sampah di kawasan Mangrove Margo Mulyo dapat menjadi contoh bagi pengelolaan lingkungan di seluruh kota.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga Balikpapan," pungkas Sudirman.

(ADV/Diskominfo/J)