Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan keluarga (PPK) Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan daerah melalui partisipasinya dalam forum bergengsi Apeksi Ladies Program yang digelar bersamaan dengan Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung pada 7 hingga 9 Mei 2025 di Surabaya ini mengusung tema “Dari Perempuan untuk Negeri”, yang menjadi wadah bagi para istri wali kota se-Indonesia untuk saling bertukar pikiran, berbagi inspirasi, serta membahas isu-isu krusial yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Nurlena menjelaskan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga platform penting untuk mendiskusikan strategi pembangunan berkelanjutan dari sudut pandang perempuan. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan dalam forum tersebut adalah penguatan peran Posyandu dalam menekan angka stunting di daerah.

“Kami sangat menekankan pentingnya Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan keluarga. Ini bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan,” ujar Nurlena saat dihubungi pada Jumat (9/5/2025).

Selain isu kesehatan, forum ini juga menjadi ajang promosi kekayaan budaya daerah. Dalam kesempatan tersebut, Nurlena tampil anggun mengenakan batik khas Balikpapan bermotif Kelubut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Batik tersebut mencerminkan identitas lokal sekaligus memperkenalkan warisan budaya Kalimantan Timur kepada peserta dari seluruh Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Balikpapan bukan hanya kota industri dan energi, tetapi juga kota yang kaya akan budaya dan tradisi. Nanti dalam parade budaya, kami akan mempersembahkan busana adat Mahligai yang sarat makna dan filosofi,” ungkapnya dengan antusias.

Tak hanya berdiskusi, para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti lomba memasak makanan khas Surabaya, rujak cingur, yang diikuti Nurlena dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi simbol kekompakan dan kehangatan di antara para peserta. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Apeksi Ladies Program juga menyelenggarakan aksi penanaman pohon.

Langkah ini menunjukkan komitmen nyata para perempuan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan upaya penanggulangan perubahan iklim. Nurlena berharap, kegiatan ini mampu membangun sinergi antardaerah, memperkuat jaringan kerja antar TP PKK se-Indonesia, serta menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terlibat aktif dalam pembangunan.

Menurutnya, peran perempuan sangat vital, bukan hanya di rumah tangga, tetapi juga dalam mewujudkan visi besar bangsa. “Melalui forum ini, saya melihat semangat yang luar biasa dari para perempuan Indonesia. Dengan kolaborasi dan semangat kebersamaan, saya yakin kita bisa membawa perubahan positif untuk negeri,” tutupnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Rentetan musibah kebakaran kembali menghantui Kota Balikpapan selama Mei 2025. Dalam kurun waktu sembilan hari pertama bulan ini, sudah tiga kejadian kebakaran tercatat di beberapa wilayah berbeda, memicu kekhawatiran akan potensi meningkatnya kasus serupa di masa mendatang, (9/5/2025)

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menyerukan kepada seluruh warga untuk lebih waspada dan meningkatkan disiplin dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya yang berhubungan dengan potensi pemicu kebakaran.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengungkapkan bahwa insiden terbaru terjadi di kawasan Balikpapan Timur, tepatnya di lingkungan SMKN 5 Lamaru. Peristiwa itu sempat membuat panik warga sekitar dan pihak sekolah, namun berkat kecepatan respons petugas pemadam kebakaran, api berhasil dikendalikan sebelum meluas lebih jauh.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa ruang kelas dan fasilitas sekolah mengalami kerusakan cukup parah akibat api. Kerugian materiil masih kami data," ujar Usman.

Dua kejadian kebakaran lainnya melanda permukiman padat di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Barat. Kedua insiden itu menyebabkan sejumlah rumah warga terbakar dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat.

"Sebagian besar kasus kebakaran bisa dicegah jika masyarakat lebih berhati-hati. Kami terus mengingatkan agar tidak meninggalkan kompor menyala, rutin mengecek kondisi instalasi listrik, dan menghindari penumpukan barang mudah terbakar di rumah," jelasnya.

Usman juga menyoroti pentingnya peran ibu rumah tangga dalam menjaga keamanan rumah tangga dari bahaya api. Ia mengingatkan agar aktivitas di dapur tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan tanpa pengawasan. “Sering kali kebakaran dipicu oleh kelalaian kecil, seperti lupa mematikan kompor,” tambahnya. Sebagai langkah strategis, BPBD Balikpapan akan menggencarkan program edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Kegiatan ini akan difokuskan di wilayah permukiman rawan serta sekolah-sekolah, agar kesadaran mengenai pencegahan kebakaran dapat meningkat di semua lapisan masyarakat.

“Kami akan menggandeng RT, kelurahan, serta institusi pendidikan untuk menyampaikan informasi tentang cara menghindari bahaya kebakaran, penggunaan APAR, dan prosedur evakuasi darurat,” tegas Usman.

Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan. Warga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan kondisi yang dapat memicu kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko bencana bisa ditekan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mempertegas langkah nyatanya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan generasi bebas stunting.

Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, Pemkot menggelar pertemuan koordinasi yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendorong tercapainya status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan di dua kelurahan, yakni Klandasan Ilir dan Klandasan Ulu, pada Kamis, 8 Mei 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menuturkan bahwa pencapaian status ODF di dua wilayah tersebut merupakan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak. Ia menekankan bahwa ODF bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan yang layak dan mendukung kesehatan masyarakat.

“Ini bukan hanya seremoni semata. ODF adalah wujud nyata dari kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh elemen, dari pemerintah, LSM, hingga warga, yang telah berperan aktif,” ujar Alwiati.

Selain mengedepankan upaya peningkatan sanitasi, Dinas Kesehatan juga menggencarkan program Gerakan Bersama Posyandu Berantas Stunting atau yang dikenal dengan sebutan Gempur Stunting. Program ini menjadi andalan Pemkot Balikpapan dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.

Menurut Alwiati, Gempur Stunting bukan hanya program rutin, tetapi merupakan gerakan yang lahir dari kepedulian mendalam terhadap masa depan anak-anak Balikpapan. “Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan optimal.

Ini hanya bisa terwujud jika ada kerja sama antara kader posyandu, tenaga kesehatan, dan tentu saja para orang tua,” tegasnya. Melalui Gempur Stunting, posyandu difungsikan sebagai pusat edukasi gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Para kader dibekali pengetahuan serta pelatihan intensif agar mampu mendeteksi dan mencegah gejala stunting sejak dini. Edukasi tentang pola asuh dan konsumsi makanan bergizi juga terus disosialisasikan secara masif. Alwiati juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi persoalan kesehatan masyarakat.

Ia menyebut bahwa keterlibatan aktif dari aparat kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, hingga kelompok pemuda sangat menentukan keberhasilan berbagai program tersebut. Melalui sinergi dua agenda utama ini ODF dan Gempur Stunting  Pemkot Balikpapan menunjukkan keseriusannya dalam membangun kota yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial.

Komitmen untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing ditegaskan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. “Dengan kerja sama semua pihak, kita akan wujudkan Balikpapan sebagai kota yang sehat lahir dan batin, dimulai dari keluarga,” tutup Alwiati penuh optimisme.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Dinas Perpustakaan dan Arsip kota Balikpapan gencarkan wisata edukasi pada peserta didik SD dan PAUD

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disputakar) Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak-anak sejak usia dini. Salah satu upaya yang konsisten dilakukan adalah melalui program wisata edukasi yang menyasar peserta didik dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD).

Kepala Bidang Perpustakaan dan arsip Kartini, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi dirancang sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendidik. Anak-anak diajak menjelajahi dunia literasi melalui berbagai aktivitas menarik di lingkungan perpustakaan.

“Kami menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan anak, seperti IGRA, GCKI, dan Himpaudi. Mereka membantu mengatur jadwal kunjungan, dan kami memberikan layanan literasi kepada anak-anak yang datang,” jelas Kartini saat ditemui di Gedung Disputakar, Rabu (7/5/2025).

Dalam setiap kunjungan, anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan ruang perpustakaan, tetapi juga mendapatkan materi edukatif yang disampaikan langsung oleh pustakawan dan pendongeng profesional.

Materi yang diberikan pun bervariasi, mulai dari nilai kejujuran hingga kisah-kisah inspiratif yang sarat pesan moral. “Pendongeng kami membawakan cerita yang mengandung nilai-nilai positif. Tujuannya adalah membentuk karakter anak sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan,” tambah Kartini.

Selain mendengarkan dongeng, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan buku. Mereka diarahkan untuk memilih bacaan yang menarik, sesuai usia dan minat mereka. Kartini menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan membaca sejak dini, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cinta buku dan haus pengetahuan.

“Jika anak-anak sudah menyukai buku, maka mereka akan terus membawa kebiasaan itu hingga dewasa. Ini adalah fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas dan berwawasan luas,” ujarnya.

Program wisata edukasi ini berlangsung hampir setiap hari dengan jumlah kunjungan yang cukup tinggi. Dalam sehari, Disputakar bisa menerima tiga hingga empat sekolah, tergantung jadwal yang telah disusun. Setiap kunjungan bisa melibatkan 40 hingga 60 anak per sekolah, sehingga total pengunjung dalam sehari bisa mencapai 300 anak.

Disputakar berharap melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan, tetapi juga mulai mencintai dunia membaca. Dengan begitu, budaya literasi dapat berkembang secara berkelanjutan di Kota Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan kesiapan program seragam gratis untuk peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026. Program tahunan ini kembali digulirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan yang merata dan meringankan beban ekonomi keluarga peserta didik.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa seragam sekolah saat ini tengah dalam tahap produksi dan direncanakan akan didistribusikan kepada seluruh siswa penerima pada bulan Juni 2025.

“Kami menargetkan proses produksi rampung pada akhir Mei. Dengan begitu, pendistribusian bisa segera dimulai awal Juni agar siswa menerima seragam sebelum tahun ajaran baru dimulai,” ujarnya pada Rabu (7/5/2025).

Tahun ini, jumlah penerima manfaat diprediksi mengalami peningkatan sekitar dua persen dibandingkan tahun sebelumnya. Irfan menyebutkan bahwa kenaikan tersebut terjadi seiring bertambahnya jumlah peserta didik serta pembukaan beberapa sekolah baru di sejumlah wilayah Balikpapan.

Total penerima mencakup sekitar 13 ribu siswa tingkat SD, 14 ribu siswa SMP, dan 10 ribu anak PAUD. Para siswa SD dan SMP akan menerima tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, seragam batik, dan seragam pramuka. Untuk siswa SD, seragam nasional berwarna merah putih, sedangkan bagi siswa SMP berwarna biru putih.

Sementara itu, siswa PAUD akan menerima seragam batik sebagai bagian dari paket bantuan. “Penambahan sekolah baru dan peningkatan jumlah penduduk tentu berdampak pada jumlah penerima. Oleh karena itu, kami bekerja keras agar proses produksi berjalan lancar dan pendistribusian tidak mengalami keterlambatan,” jelas Irfan.

Program seragam sekolah gratis ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan perlengkapan pendidikan anak. Selain meringankan beban ekonomi, program ini juga dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena mereka dapat memulai tahun ajaran dengan semangat dan perlengkapan yang memadai.

Disdikbud Balikpapan terus berupaya memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan yang layak. Melalui program ini, pemerintah bertekad memperkuat akses pendidikan yang setara dan inklusif bagi seluruh masyarakat Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga Ratih Kusuma bersama dua pemuda inspiratif yang mewakili Balikpapan di ajang Nasional Youth City Changers 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dua pemuda inspiratif asal Kota Balikpapan mendapat kehormatan untuk mewakili daerahnya dalam ajang nasional Youth City Changers (YCC) 2025 yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Acara yang digelar pada 5 hingga 7 Mei 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), dengan tema besar “Orang Muda untuk Negeri”.

Kehadiran perwakilan Balikpapan dalam forum bergengsi ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda kota ini memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

Dua sosok yang diberangkatkan adalah Agung Widiyanto dan Misa Wulandari. Agung dikenal sebagai Duta Pemuda Balikpapan 2025 dan aktif di berbagai kegiatan kepemudaan, sedangkan Misa merupakan pendiri Yayasan Sinar Kebaikan Bersama (SKEMA), sebuah lembaga yang fokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat rentan.

Pelepasan keduanya dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kebanggaan serta harapan besar terhadap kontribusi mereka di ajang tersebut.

“Keikutsertaan mereka adalah bukti bahwa Pemerintah Kota Balikpapan serius memberi ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami bangga pada semangat dan dedikasi mereka,” ujar Ratih, Selasa (6/5/2025).

Youth City Changers merupakan forum strategis yang mempertemukan pemuda dari 98 kota anggota APEKSI. Tujuan utamanya adalah menciptakan wadah kolaborasi antar pemuda kota, sekaligus menjadi ajang pertukaran gagasan serta inovasi yang bisa diadaptasi dan diterapkan di daerah masing-masing. Selama tiga hari, para peserta mengikuti beragam kegiatan, mulai dari diskusi tematik, lokakarya, hingga aksi sosial yang membahas isu-isu penting seperti digitalisasi, lingkungan hidup, kewirausahaan, serta peran pemuda dalam demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Partisipasi dua pemuda Balikpapan ini diharapkan membawa dampak positif sepulangnya mereka dari forum. Selain memperluas jaringan dan menambah wawasan, keikutsertaan mereka juga menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di Balikpapan untuk terus aktif dan berkontribusi bagi kota tercinta.

Pemerintah Kota pun menaruh harapan besar agar ide-ide segar yang mereka bawa pulang bisa menjadi pemicu lahirnya inovasi baru dalam program kepemudaan di masa depan.

Kelurahan Margasari Sosialisasi dan pelatihan bahaya Kebakaran 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kelurahan Margasari. Pada Selasa, 6 Mei 2025, Kelurahan Margasari menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Bahaya Kebakaran Permukiman yang menjadi bagian dari program Kampung Iklim (ProKlim) Tegar.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dalam skema penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) berbasis hutan dan lahan dari Program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF) Provinsi Kalimantan Timur. Bertempat di Kantor Kelurahan Margasari, pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari perwakilan rukun tetangga (RT) dan masyarakat sekitar.

Tujuannya adalah membekali warga dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi risiko kebakaran di kawasan padat penduduk. Acara ini turut dihadiri oleh Lurah Margasari Hendra Jaya Prawira, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Kasi Kesos Kecamatan Balikpapan Barat, serta narasumber dari BPBD Kota Balikpapan dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan.

Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai penyebab umum kebakaran di lingkungan permukiman, teknik pemadaman api skala kecil, serta praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesiapsiagaan bencana, sebanyak 32 RT di wilayah Margasari juga menerima bantuan APAR yang akan digunakan sebagai alat mitigasi di lingkungan masing-masing.

Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira, menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kesiapan warga dalam menghadapi ancaman kebakaran. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk edukasi, tetapi juga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap bencana.

“Kami ingin masyarakat benar-benar memahami langkah awal menghadapi kebakaran. Kesiapan ini penting untuk menyelamatkan jiwa dan mengurangi kerugian. Ini bagian dari upaya kita membangun kampung yang adaptif dan siap siaga,” ucap Hendra.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini dan berharap inisiatif serupa dapat diterapkan di kelurahan lain di Balikpapan.

“Terima kasih kepada BPBD, DLH, dan Pertamina RU V yang telah bersinergi dalam kegiatan ini. Kami ingin semangat pencegahan ini terus menyebar dan menjadi budaya di masyarakat,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu merespons ancaman kebakaran dengan cepat dan tepat, sekaligus berkontribusi dalam pencapaian target pengurangan emisi dengan menjaga kawasan permukiman tetap aman dari kebakaran.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan terus memperkuat peranannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan potensi lokal, seperti produk hasil laut, (6/5/2025)

Komitmen ini tampak dari kunjungan koordinasi yang dilakukan Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) Berkah Bahari ke kantor Disdag. Kelompok usaha yang masih terbilang baru ini bergerak di sektor pengolahan dan pemasaran hasil laut, dengan fokus pada produk-produk seperti abon ikan, kerupuk udang, dan olahan cumi.

Produk-produk tersebut tidak hanya bernilai ekonomis tinggi, tetapi juga memiliki daya saing untuk dipasarkan secara lebih luas, termasuk melalui platform digital. Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar, menyambut baik kehadiran Poklahsar Berkah Bahari dan menegaskan komitmen Disdag untuk mendukung kemajuan usaha tersebut.

Ia menilai bahwa potensi kelautan Balikpapan masih belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki prospek besar untuk mendorong perekonomian masyarakat pesisir.

“Kelompok seperti Poklahsar Berkah Bahari adalah contoh nyata semangat wirausaha masyarakat kita. Dinas Perdagangan akan mendukung dari sisi pelatihan peningkatan mutu produk, fasilitasi sertifikasi halal dan PIRT, hingga promosi lewat e-commerce. Kami juga ingin mereka aktif mengikuti berbagai pameran dan expo agar produk lokal bisa semakin dikenal,” ujar Haemusri.

Pertemuan ini juga membahas sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM pengolahan hasil laut, mulai dari kebutuhan akan pelatihan higienitas, inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, hingga strategi penguatan merek (branding). Kelompok Poklahsar menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat membantu membuka akses permodalan serta jaringan distribusi yang lebih luas.

Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal, Disdag optimistis UMKM seperti Poklahsar Berkah Bahari dapat berkembang menjadi pelaku usaha mandiri yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Dukungan berkelanjutan diharapkan dapat menjadi katalis dalam mengangkat kekayaan sumber daya kelautan Balikpapan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang datangnya Hari Raya, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan, khususnya daging beku yang menjadi salah satu komoditas utama pada momen tersebut.

Salah satu inisiatif penting yang dilakukan adalah menggelar Rapat Penyusunan Neraca Pangan sebagai upaya memperkuat sistem ketahanan pangan daerah secara menyeluruh. Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih, menghadirkan sejumlah distributor daging beku serta Tim Kerja Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Bidang Kehewanan dan Peternakan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data riil dari para pelaku distribusi, terutama menyangkut arus pemasukan dan pengeluaran daging beku di Kota Balikpapan. Dalam sambutannya, Sri menekankan bahwa neraca pangan bukan sekadar catatan administratif, melainkan fondasi penting bagi perencanaan dan pengambilan kebijakan yang akurat di sektor pangan.

Ia menyebutkan bahwa dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi kekurangan maupun kelebihan pasokan yang bisa mengganggu stabilitas harga dan distribusi pangan.

“Penyusunan neraca pangan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah penting untuk memastikan pasokan pangan tetap aman, merata, dan dapat dijangkau oleh masyarakat,” ujar Sri pada Senin (5/5/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya data yang diperoleh dari para distributor agar selalu diperbarui secara berkala dan menggambarkan kondisi di lapangan secara akurat. Hal ini menjadi krusial terutama saat menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, ketika permintaan terhadap daging beku mengalami lonjakan tajam.

Menurut Sri, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kestabilan pangan. Diperlukan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menghadapi potensi gangguan distribusi atau lonjakan harga akibat tingginya permintaan. Ia menyatakan bahwa kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan akan memperkuat kesiapan daerah menghadapi tantangan ketahanan pangan.

“Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, kita dapat menjaga agar pasokan pangan strategis seperti daging beku tetap tersedia dan tidak mengalami kelangkaan,” tambahnya. Rapat ini menjadi bagian dari rangkaian langkah terintegrasi DKP3 Balikpapan dalam memperkuat sistem pangan lokal yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Pemerintah berharap, dari pertemuan ini akan lahir komitmen bersama untuk menyusun neraca pangan yang lebih realistis dan mampu menjadi alat prediksi dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan masyarakat. Melalui kebijakan dan koordinasi yang tepat sasaran, Pemkot Balikpapan menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas pangan, sekaligus menjamin bahwa masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok, terutama menjelang hari-hari besar yang sarat akan kebutuhan konsumsi.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DP3 Balikpapan Mohamad Bisri 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2025, permintaan akan hewan kurban di Kota Balikpapan kembali mengalami lonjakan. Tren peningkatan ini sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir, dan diperkirakan terus berlanjut seiring tingginya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban.

Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan memprediksi kebutuhan sapi kurban tahun ini bisa mencapai sekitar 3.000 ekor. Namun demikian, pasokan dari peternak lokal masih belum mencukupi untuk memenuhi permintaan tersebut secara keseluruhan.

“Kalau melihat data tahun lalu, jumlah sapi yang dipotong untuk kurban mencapai sekitar 3.200 ekor. Tahun ini kami perkirakan jumlahnya kurang lebih sama,” ungkap Mohamad Bisri, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DP3 Balikpapan, saat ditemui pada Senin, 5 Mei 2025.

Dari total kebutuhan tersebut, hanya sekitar 1.600 ekor sapi yang bisa disuplai oleh peternak lokal. Sisanya akan didatangkan dari luar daerah oleh para pedagang musiman. Adapun daerah yang menjadi sumber utama pengiriman sapi ke Balikpapan antara lain Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara.

Tidak hanya sapi, permintaan kambing kurban juga ikut meningkat. DP3 mencatat kebutuhan kambing tahun ini diperkirakan lebih dari 1.000 ekor. Namun, sebagaimana sapi, pasokan dari peternak lokal hanya mencakup sekitar 50 persen dari total kebutuhan.

Guna memastikan hewan kurban yang beredar aman dan layak konsumsi, DP3 telah menyiapkan sistem pemeriksaan kesehatan yang ketat. Setiap pedagang yang ingin menjual hewan kurban wajib mengurus izin penjualan melalui kelurahan terlebih dahulu. Setelah izin diperoleh, tim dari DP3 akan turun melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan yang ditawarkan.

“Hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberi stiker sebagai tanda bahwa hewan tersebut layak untuk dijual dan dikonsumsi,” jelas Bisri.

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Meskipun aktivitas jual beli hewan kurban belum terlalu ramai hingga awal Mei, DP3 telah lebih dahulu melakukan sosialisasi terkait pentingnya prosedur perizinan dan pemeriksaan kesehatan.

Biasanya, lonjakan aktivitas penjualan terjadi pada satu minggu sebelum Idul Adha. “Karena itu, kami mulai turun lebih awal untuk mengedukasi para penjual agar mematuhi aturan yang ada, terutama terkait administrasi dan kesehatan hewan,” tutup Bisri.

Langkah preventif ini menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjamin pelaksanaan ibadah kurban yang aman dan sehat bagi seluruh warganya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

  1. Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini, Dishub Balikpapan Edukasi Siswa TK Tri Asih 1
  2. Peringati HUT IBI ke-74, DP3AKB Balikpapan Gelar Layanan KB dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Serentak
  3. Pemkot Balikpapan Dorong Musisi Lokal Lewat Gebyar Karya Musik 2025
  4. Dorong Jiwa Wirausaha, Pemkot Balikpapan Bekali Pemuda Lewat Sosialisasi Kewirausahaan
  5. Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud Serukan Kolaborasi Demi Pendidikan Bermutu dan Membangun Peradaban
  6. Semarak Hardiknas 2025 di Balikpapan: Peluncuran Buku Anak “Aku Cinta Kota Balikpapan” Warnai Peringatan
  7. Ganung Pratikno: Balikpapan Pelajari Skema Kontrak Kerja Individu untuk Atasi Kekurangan Guru Honorer
  8. PPDB Resmi Berganti SPMB, Balikpapan Tegaskan Komitmen Pada Seleksi Adil Dan Inklusif
  9. Pemkot Balikpapan Genjot Pengelolaan Sampah Capai 50 Persen, Bangun Tiga TPPAS Baru
  10. Rahmad Mas’ud Apresiasi Semangat Duta Wisata Manuntung Balikpapan 2025
  11. Walikota Balikpapan Lantik ASN dan P3K Sekaligus Serahkan SK Pensiun dan Tali Asih Korpri
  12. Satpol PP Hentikan Sementara Pengupasan Lahan di Manggar, Balikpapan Timur
  13. Dishub Balikpapan Perketat Penertiban Parkir: Tindak Tegas Jukir Liar dan Evaluasi Sistem
  14. Balikpapan Timur Siap Hadirkan RTH Ikonik untuk Warga
  15. Kesbangpol Balikpapan Tanggapi Penolakan 29 Ormas Terhadap GRIP Jaya
  16. Pemkot Balikpapan Prioritaskan Puskesmas Baru di Sepinggan Meski Terkendala Anggaran dan SDM
  17. Balikpapan Siapkan Seleksi Ketat Paskibraka 2025, 165 Peserta Akan Bersaing
  18. DP3AKB Balikpapan Gaungkan Pola Asuh Positif Lewat Program Lautan RT
  19. Disparpora Balikpapan Bekali Pelatih dan Atlet Ilmu Sport Massage untuk Cegah Cedera
  20. Camat Balikpapan Tengah Dorong Pemerataan Pendidikan dan Perluasan Layanan Publik