Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, menegaskan pentingnya pembaruan armada mobil tangga guna menunjang misi penyelamatan, terutama di gedung-gedung tinggi yang kian menjamur di kota ini, Selasa (15/4)

Ia menilai, kondisi kendaraan yang ada saat ini sudah terlalu tua dan berisiko menurunkan efektivitas dalam situasi darurat. “Mobil tangga yang kita miliki usianya sudah hampir dua dekade. Idealnya kita bisa menambah satu unit baru untuk memperkuat kesiapan,” ujar Usman, menyoroti kebutuhan akan sarana pendukung modern.

Seiring dengan pertumbuhan gedung bertingkat lebih dari 10 lantai di Balikpapan, kebutuhan akan peralatan penyelamatan dan pemadam kebakaran yang canggih pun menjadi semakin mendesak. Usman menekankan bahwa keberadaan mobil tangga sangat krusial untuk menjangkau titik-titik evakuasi yang sulit diakses.

“Kalau terjadi insiden, setidaknya dengan alat yang memadai, proses penyelamatan bisa dilakukan lebih cepat,” imbuhnya.

Meski peralatan yang ada masih dianggap memadai hingga 2025, Usman memperkirakan kebutuhan akan bertambah jika pos-pos pemadam kebakaran diperluas. Dalam skenario penambahan pos baru, Balikpapan diperkirakan memerlukan tambahan 6 hingga 10 unit kendaraan pemadam.

“Penambahan unit ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keberadaan pos baru,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa penambahan armada juga perlu diiringi dengan rekrutmen personel. Setidaknya, tiga pos baru membutuhkan sekitar 60 tenaga tambahan agar operasional berjalan optimal.

“Ini harus benar-benar menjadi perhatian,” kata Usman dengan nada serius.

Saat ini, BPBD Balikpapan mengoperasikan sekitar 25 unit kendaraan pemadam, dengan 15 hingga 18 unit aktif bergerak saat terjadi kebakaran. Sementara sisanya tetap siaga di pos untuk menjamin kesiapan tanggap darurat di seluruh wilayah kota.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Pemerintah kota bersama DPRD Balikpapan sidak diperumahan khatulistiwa 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama jajaran DPRD melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bozem di kawasan Perumahan Pesona Katulistiwa, Balikpapan Tengah, pada Senin, 14 April 2025.

Inspeksi mendadak ini dilakukan untuk meninjau progres proyek sekaligus memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi Wibowo, yang menyatakan bahwa pembangunan bozem merupakan inisiatif pihak pengembang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pengendalian banjir. Proyek ini dinilai strategis mengingat kawasan tersebut kerap mengalami genangan air saat hujan deras turun.

“Lahan yang sedang dikerjakan saat ini luasnya sekitar 3.000 meter persegi. Ini merupakan bagian dari total lahan hampir satu hektare yang telah dialokasikan untuk pembangunan bozem,” terang Agung dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, dari total luas lahan yang direncanakan, sebagian besar akan menjadi aset milik Pemkot Balikpapan. Sementara lahan selebihnya masih menjadi tanggung jawab pengembang. Proses administrasi pengalihan aset kini tengah difasilitasi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).

Menurut Agung, keterlibatan aktif pemerintah diperlukan agar proses ini tidak menyimpang dari peraturan dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Lebih jauh, Agung menekankan pentingnya keberadaan bozem sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir perkotaan.

Bozem berfungsi untuk menampung air hujan sementara sebelum dialirkan secara bertahap ke Sungai Ampal. Hal ini penting agar tidak terjadi lonjakan debit air secara tiba-tiba ke wilayah hilir.

“Kalau tidak ada bozem, air dari kawasan atas akan langsung mengalir ke permukiman di bawah, seperti di RT 45, 55, 56, dan 57. Ini tentu akan memperbesar risiko banjir,” jelas Agung.

Pemerintah menargetkan agar proyek ini dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Di sisi lain, pengembang juga diminta untuk mempercepat proses administrasi yang berkaitan dengan legalitas dan pengalihan aset agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Agung juga menyampaikan harapannya agar masyarakat sekitar dapat turut serta dalam mengawasi pelaksanaan proyek ini. Menurutnya, partisipasi aktif warga sangat penting agar pembangunan berjalan transparan, tepat waktu, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemkot Balikpapan sendiri menilai bahwa pembangunan bozem ini merupakan solusi jangka menengah dalam menanggulangi banjir, sembari menunggu rencana besar lain seperti perbaikan sistem drainase utama dan revitalisasi sungai.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, pengembang, dan masyarakat, diharapkan proyek ini bisa menjadi model penanganan banjir terpadu di kawasan-kawasan permukiman lain yang menghadapi tantangan serupa di Kota Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas kesehatan Kita Balikpapan Alwiati 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) memberikan kemudahan baru bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya. Kini, seluruh warga dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis di Puskesmas tanpa perlu menunggu momen ulang tahun seperti ketentuan sebelumnya.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini merupakan bentuk perluasan program Kementerian Kesehatan yang sebelumnya hanya ditujukan bagi warga yang sedang berulang tahun. Sayangnya, pendekatan tersebut tidak mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk membuka akses layanan ini setiap hari bagi semua kalangan.

“Ketika layanan dibatasi hanya untuk yang berulang tahun, partisipasinya sangat minim. Sekarang kami buka untuk siapa saja agar manfaatnya lebih dirasakan luas oleh masyarakat,” ungkap Alwiati, Senin (14/4/2025).

Alwiati menegaskan bahwa seluruh Puskesmas di Balikpapan sudah siap menjalankan layanan ini. Tenaga medis, fasilitas, serta sistem pencatatan telah disiapkan agar warga bisa langsung mendapatkan layanan tanpa prosedur rumit.

Namun demikian, ia mengakui bahwa respon masyarakat masih tergolong rendah. “Dari pemantauan kami, belum terlihat lonjakan signifikan dalam jumlah kunjungan. Padahal ini kesempatan bagus untuk memeriksa kondisi kesehatan secara berkala dan gratis,” jelasnya.

Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, DKK berencana mengadakan kegiatan sosialisasi langsung di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut akan menyasar berbagai titik di kota Balikpapan untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya deteksi dini terhadap potensi penyakit.

“Kami akan hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan lapangan. Harapannya, makin banyak yang sadar pentingnya memeriksakan diri sejak dini,” tambah Alwiati.

Ia juga memastikan bahwa prosedur pendaftaran sangat mudah. Warga hanya perlu membawa KTP saat datang ke Puskesmas. Data tersebut kemudian akan langsung dimasukkan ke dalam sistem aplikasi kesehatan nasional yang telah terintegrasi.

Dengan program ini, Pemkot Balikpapan berharap masyarakat semakin sadar pentingnya langkah preventif dalam menjaga kesehatan. Selain itu, diharapkan pula bisa mengurangi beban biaya pengobatan di masa depan melalui deteksi dini yang lebih terstruktur dan mudah diakses.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Camat Balikpapan Utara Muhammad Fadli 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Warga Jalan Tepo, Kilometer 10 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, semakin resah akibat banjir yang kian parah. Genangan air yang sebelumnya hanya muncul saat hujan deras, kini kerap terjadi dan dengan volume yang lebih besar.

Kondisi ini dikaitkan langsung dengan aktivitas pembangunan jalan tol yang tengah berlangsung di kawasan tersebut. Camat Balikpapan Utara, Muhammad Fadli, menyatakan bahwa pemerintah kecamatan tidak tinggal diam dan terus mencari solusi untuk mengurangi dampak lingkungan dari proyek strategis nasional ini.

Ia mengakui, kawasan tersebut memang sudah lama rawan banjir, namun setelah pembangunan jalan tol dimulai, situasinya semakin memburuk.

“Memang sejak lama area ini kerap tergenang. Tapi sejak proyek jalan tol berjalan, intensitas dan volumenya jauh meningkat,” ungkap Fadli, Senin, 14 April 2025.

Fadli menegaskan bahwa meskipun proyek ini berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, sinergi lintas instansi tetap diperlukan demi menjawab keresahan masyarakat.

Untuk itu, pihak kecamatan telah menggandeng Komisi III DPRD Balikpapan serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk meninjau langsung lokasi terdampak. Beberapa langkah awal telah disiapkan, termasuk rencana normalisasi saluran air di area muara dan pengajuan pelebaran drainase untuk mempercepat aliran air hujan.

Fadli juga menyebutkan bahwa pihaknya akan mengusulkan kepada PPK proyek tol agar menyediakan sistem pengalihan air sementara. Dalam waktu dekat, tepatnya 25 April, akan digelar pertemuan antara pihak kecamatan, PPK jalan tol, dan pelaksana proyek dari PT Adikarya.

Pertemuan itu bertujuan menyusun langkah teknis penanganan banjir secara terpadu. Saat ini, sekitar 600 kepala keluarga di RT 5 dan RT 6 Karang Joang terdampak langsung.

“Kita tak bisa menghindari konsekuensi lingkungan dari proyek besar. Tapi yang terpenting adalah komitmen semua pihak untuk menekan dampaknya,” tegas Fadli.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam upaya perlindungan lingkungan melalui penguatan regulasi terkait bahan berbahaya dan beracun (B3).

Hal ini tercermin dari dukungan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kedaruratan B3 yang kini tengah dibahas bersama DPRD Kota Balikpapan. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menilai bahwa raperda tersebut merupakan langkah strategis untuk meminimalisir risiko bencana yang dapat ditimbulkan oleh limbah B3.

Usai menghadiri rapat paripurna DPRD di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada Senin (14/4/2025), ia menekankan pentingnya regulasi ini untuk memastikan kesiapsiagaan dalam penanganan kedaruratan lingkungan.

“Raperda ini adalah inisiatif penting dari DPRD Balikpapan dalam rangka memperkuat tata kelola pengelolaan risiko lingkungan. Dengan adanya perda ini, koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menangani situasi darurat akibat B3 akan menjadi lebih terpadu dan responsif,” ujar Bagus.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu latar belakang penyusunan raperda ini adalah tragedi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Barat pada tahun 2018. Insiden tersebut bukan hanya menyebabkan kerugian material dan kerusakan ekosistem laut, namun juga menimbulkan trauma sosial bagi warga pesisir.

“Peristiwa itu menjadi pembelajaran besar bagi kita semua. Maka melalui regulasi ini, kami berharap ada langkah antisipatif yang lebih konkret demi mencegah terulangnya kejadian serupa,” tambahnya.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas industri dan percepatan pembangunan ekonomi di Balikpapan, volume limbah B3 pun mengalami peningkatan. Hal ini menuntut adanya kebijakan yang mampu mengatur dengan tegas tata kelola limbah berbahaya tersebut.

Bagus menjelaskan bahwa Pemkot bersama DPRD telah melakukan kajian komprehensif terhadap sektor-sektor yang berpotensi terdampak limbah B3. Sektor seperti pertambangan, migas, energi, dan penyediaan air bersih menjadi perhatian utama dalam kajian tersebut.

Dengan hadirnya raperda ini, Pemerintah Kota berharap akan tercipta sistem penanganan kedaruratan B3 yang lebih cepat, terstruktur, dan akuntabel.

“Kami ingin masyarakat terlindungi dan lingkungan tetap terjaga dalam jangka panjang,” tutup Bagus.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Camat Balikpapan Utara Muhammad Fadli Faturrahman 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menanggapi meningkatnya laporan warga terkait upaya penipuan yang menyaru sebagai program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), Pemerintah Kecamatan Balikpapan Utara bergerak cepat dengan meningkatkan kewaspadaan publik melalui berbagai kanal informasi.

Camat Balikpapan Utara, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengungkapkan bahwa aksi penipuan tersebut menyasar masyarakat dengan modus meminta data pribadi melalui media yang tidak resmi. Para pelaku, kata dia, kerap mengaku sebagai petugas pemerintahan dan meminta informasi seperti nomor KTP, KK, hingga data rekening bank.

“Ini sangat berbahaya karena bisa digunakan untuk membobol rekening atau menyalahgunakan identitas seseorang. Kami tekankan bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan, termasuk aktivasi IKD, hanya dilakukan lewat jalur resmi pemerintah,” ujar Fadli dalam video imbauan yang dirilis Jumat, 11 April 2025.

Ia menambahkan, pihak kecamatan kini intens melakukan sosialisasi dan imbauan agar masyarakat tidak terjebak dalam jebakan siber. Informasi disampaikan melalui media sosial, spanduk, dan kerja sama dengan kelurahan serta ketua RT. Masyarakat pun diminta untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi, terutama jika permintaan datang dari pesan singkat, telepon, atau media sosial yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

“Jika menerima informasi mencurigakan, segera konfirmasi ke RT, lurah, atau langsung ke kantor kecamatan. Jangan pernah memberikan data pribadi kecuali melalui jalur resmi,” tegasnya.

Upaya ini, lanjut Fadli, bukan hanya sekadar respons terhadap kasus yang terjadi, tetapi juga bagian dari strategi membangun kesadaran digital di tengah masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk saling mengingatkan satu sama lain dan membentuk benteng perlindungan bersama terhadap maraknya kejahatan siber.

“Semoga kita semua selalu dijauhkan dari tindak penipuan digital yang semakin canggih dan menyesatkan,” tutupnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kerja Bhakti massal dikawasan bukit cinta kecamatan Balikpapan Tengah bersama DInas Pekerjaan Umum 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya menekan pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah terus digalakkan Pemerintah Kecamatan Balikpapan Tengah. Jumat pagi, 11 April 2025, Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi Wibowo, memimpin langsung aksi kerja bakti massal di kawasan Jalan Bukit Cinta bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan melalui UPTD Drainase dan Bozem.

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kelurahan, Bhabinkamtibmas, hingga partisipasi aktif masyarakat sekitar. Aksi bersih-bersih ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan yang tercemar akibat kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan.

“Kami turun langsung untuk membersihkan sampah yang selama ini dibuang sembarangan di Bukit Cinta. Ini bentuk tanggung jawab bersama menjaga lingkungan,” ujar Agung saat memantau kegiatan.

Menurutnya, kawasan Bukit Cinta telah lama menjadi titik rawan pencemaran akibat sampah rumah tangga dan material lain yang menumpuk. Ironisnya, lokasi ini masih sering dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal oleh warga, meski bukan merupakan titik TPS (Tempat Pembuangan Sementara) maupun TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Agung pun menegaskan pentingnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Jika saluran air tersumbat, genangan dan banjir bisa terjadi. Ini tidak hanya merusak infrastruktur, tapi juga mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada kebersihan, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan secara kolektif. Ia berharap dengan sinergi semua pihak, warga akan lebih sadar dan ikut menjaga kebersihan kota.

“Balikpapan ini rumah kita bersama. Mari kita jadikan kota ini lebih bersih, sehat, dan nyaman dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air dan bahu jalan,” tutupnya.

Aksi ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong sekaligus peringatan tegas bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud melakukan pertemuan dengan ketua Dewan Penasehat KADIN Indonesia 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan krusial terkait penyediaan air bersih di wilayahnya.

Tantangan ini terus menjadi fokus utama dalam pembangunan, dengan langkah terbaru yang melibatkan pertemuan antara Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, dan Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan Pimpinan Arsari Group.

Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta manajemen Perumda Tirta Manuntung Balikpapan ini, secara khusus membahas peluang investasi di sektor penyediaan air bersih untuk masyarakat Balikpapan.

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan solusi yang berdampak langsung bagi kehidupan warga.

"Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan dari Bapak Hashim Djojohadikusumo. Kami membahas banyak hal, terutama mengenai dukungan bagi pembangunan Kalimantan Timur, dan yang paling mendesak adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Balikpapan," ungkap Rahmad Mas'ud, Kamis, 10 April 2025.

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan awal dari kesepakatan antara Pemkot Balikpapan dan Arsari Group untuk segera mengimplementasikan program-program prioritas yang dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan distribusi air bersih di kota tersebut.

Sebagai tokoh penting di KADIN Indonesia, Hashim Djojohadikusumo turut berkomitmen untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi investor nasional untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek pembangunan di Balikpapan, khususnya di sektor infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih dan energi.

"Beliau akan mengajak pelaku usaha nasional untuk berkontribusi dalam pembangunan Balikpapan. Ini adalah momentum yang sangat penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan," lanjut Rahmad.

Melalui sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan BUMD seperti Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, diharapkan solusi jangka panjang terkait penyediaan air bersih dapat terwujud. Program ini mencakup pengembangan infrastruktur perpipaan, pengolahan air baku, dan peningkatan cakupan layanan air bersih yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi Pemkot Balikpapan dalam menyongsong peran penting kota ini sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), di mana ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan vital untuk mendukung pertumbuhan wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Balikpapan optimistis bahwa kolaborasi antara berbagai pihak ini dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar air bersih sekaligus meningkatkan daya saing daerah untuk menarik lebih banyak investasi di masa mendatang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan Ratih Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pantai Manggar di Balikpapan kembali mencuri perhatian sebagai destinasi wisata unggulan pada libur Lebaran 2025. Selama periode 28 Maret hingga 7 April 2025, pantai ini mencatatkan angka kunjungan yang sangat memuaskan, dengan total 40.250 wisatawan.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil diperoleh juga cukup besar, mencapai Rp795 juta, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya tercatat sekitar Rp594 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa faktor utama yang mendorong lonjakan kunjungan adalah panjangnya libur Lebaran, yang berlangsung selama 11 hari, didukung dengan cuti bersama dan perayaan Hari Raya Nyepi.

“Pada tanggal 6 April 2025, tepatnya H+6 Lebaran, Pantai Manggar mencatatkan jumlah pengunjung terbanyak, yakni 8.313 orang, dan PAD pada hari itu saja mencapai Rp181,1 juta,” ujar Ratih dalam wawancara yang dilakukan pada Kamis (10/4/2025).

Selain pendapatan dari tiket masuk, PAD yang diterima juga berasal dari fasilitas yang disediakan di pantai, seperti lamin, saung, dan wisma. Fasilitas tambahan ini semakin membuat Pantai Manggar diminati oleh para wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang nyaman.

Tidak hanya itu, kios-kios yang dikelola oleh pelaku UMKM lokal turut memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian setempat. Ratih menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan pantai ini.

“Kami berencana menambah berbagai atraksi dan fasilitas baru. Selain gazebo, spot foto, dan musala, kami juga sudah membangun menara pemantau dengan anggaran di bawah Rp200 juta untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung,” jelasnya.

Selain itu, pihak Disparpora juga merencanakan perluasan area parkir di sepanjang Pantai Manggar. “Kami akan menambah beberapa tempat parkir untuk memastikan kapasitas yang ada mencukupi, terutama saat musim liburan,” ungkapnya.

Dengan berbagai pengembangan yang tengah direncanakan, Ratih berharap Pantai Manggar dapat terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan yang mendukung perekonomian kreatif dan pariwisata di Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Pariwisata, pemuda dan olahraga Ratih Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Prestasi membanggakan diraih Tim Nasional Indonesia U-17 dalam ajang Piala Asia U-17 2025. Pada laga kedua Grup C, Garuda Muda sukses menumbangkan Yaman dengan skor telak 4-1, Senin (7/4/2025), sekaligus memastikan langkah mereka ke babak perempat final dan meraih tiket ke Piala Dunia U-17 2025.

Keberhasilan tersebut menjadi catatan manis, apalagi mengingat sejumlah negara unggulan seperti Belanda dan Spanyol justru gagal melaju. Di balik pencapaian itu, terdapat sosok Daffa Zaidan El Fikri, pemain muda asal Balikpapan yang turut memperkuat tim asuhan Bima Sakti. Atas prestasi tersebut, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan menyampaikan apresiasi tinggi.

Kepala Disparpora Ratih Kusuma mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian Daffa, yang disebutnya sebagai salah satu talenta terbaik kota ini.

“Daffa ini anak yang luar biasa. Saya sudah mengikuti perjalanannya sejak bermain di Sekolah Sepak Bola, hingga saat dia berlatih di Solo. Keluarganya sangat mendukung, dan dia sendiri punya semangat serta dedikasi tinggi. Bahkan setahun lalu saat ia pulang ke Balikpapan, saya jemput langsung di bandara karena yakin dia punya masa depan cerah,” ungkap Ratih, Kamis (10/4/2025).

Ratih juga menyebutkan bahwa saat ini komunikasi langsung dengan Daffa terbatas karena aturan ketat yang diterapkan tim nasional. Namun, pihaknya terus memantau perkembangan sang pemain melalui jaringan rekan-rekan di lapangan.

“Saat ini Daffa masih fokus di Piala Asia. Karena aturan dari pelatih, dia tidak bisa menggunakan handphone. Tapi kami tetap mengikuti kabarnya dan selalu mendukung perjuangannya,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ratih menyatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan penghargaan khusus bagi Daffa. Ia menilai pencapaian ini menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet muda lainnya di Balikpapan.

“Saya akan komunikasikan soal pemberian bonus untuk Daffa kepada pimpinan. Ini penting agar semangat para atlet muda lainnya tetap terjaga,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini. Menurutnya, bibit unggul seperti Daffa lahir dari kompetisi-kompetisi lokal yang rutin digelar.

“Saya selalu hadir di event-event U-10 hingga U-13. Dari sana kita bisa melihat potensi. Klub-klub juga kami dorong untuk terus bekerja sama dengan Askot PSSI agar pembinaan berjalan maksimal,” tutupnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

  1. Wali Kota Balikpapan Sidak Hari Pertama Kerja, Pastikan Layanan Puskesmas Berjalan Lancar
  2. Wali Kota Rahmad Mas’ud Hadiri Safari Ramadan dan Serahkan Bantuan untuk Masjid
  3. Pemkot Balikpapan Gelar Wira Muda Expo 2025 untuk Dorong Generasi Muda Berwirausaha
  4. Lurah Graha Indah Ajak Warga Lebih Peduli Kebersihan Lingkungan
  5. Parkir Liar di Jalan MT Haryono Balikpapan Masih Jadi Kendala Kelancaran Lalu Lintas
  6. Pemkot Balikpapan Siap Eksekusi Pembangunan Bendali Ampal Hulu untuk Atasi Banjir
  7. Dishub Balikpapan Siapkan Strategi Atasi Kemacetan Selama Ramadan
  8. Satpol PP Balikpapan Gelar Operasi Yustisi, Tindak Pelanggaran Usaha Hiburan Selama Ramadan
  9. Banjir dan Longsor Terjang Balikpapan, Dinsos Bergerak Cepat Salurkan Bantuan
  10. Dinas Kesehatan Balikpapan Perkuat Program Pencegahan Stunting
  11. Wakil Wali Kota Balikpapan Ajak ASN Perkuat Iman dalam Pengajian Amaliah Ramadan
  12. Hujan Deras Picu Banjir di Balikpapan, Beberapa Titik Lumpuh
  13. DPU Balikpapan Intensifkan Pembersihan Drainase untuk Cegah Banjir
  14. Dinas PU Balikpapan Kerahkan Tim Bersihkan Saluran Pasca Banjir
  15. Heru Ressandy : Balikpapan Percepat Digitalisasi UMKM Lewat Platform Sobat UMKM
  16. Balikpapan Berkomitmen Menjadi Kota Nyaman dengan Harmoni Lingkungan dan Sosial
  17. BPBD Balikpapan Gelar Konferensi Pers Bahas Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran dan Cuaca Ekstrem diBulan Ramadan
  18. Balikpapan Perkuat Posisi Sebagai Kota MICE dan Sentra Ekonomi Kreatif
  19. Disparpora Balikpapan Beri Ruang Lebih Luas bagi Musisi Lokal
  20. Balikpapan Mantapkan Komitmen sebagai Kota Ramah Anak