Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud dalam sesi penanda tanganan SK pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahun 2024

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sumber daya aparatur sipil negara melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional ASN serta penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) formasi 2024.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 17- April 2025 di Balai Kota Balikpapan. Tidak hanya itu, rangkaian acara juga mencakup penyerahan SK pensiun bagi PNS yang akan memasuki masa purna tugas per 1 Mei 2025, beserta pemberian Tali Asih Korpri dan Tunjangan Hari Tua (THT).

Selain pelantikan, agenda hari itu juga dirangkaikan dengan pembukaan seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri tingkat Kota Balikpapan tahun 2025.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam sambutannya menegaskan pentingnya amanah dalam menjalankan tugas sebagai ASN dan P3K. Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan semata-mata soal status, namun bentuk tanggung jawab dan kepercayaan yang harus dijaga dengan dedikasi tinggi.

"Selamat kepada para pejabat fungsional dan P3K yang baru dilantik. Ini adalah bentuk penghargaan yang harus dibalas dengan kerja keras. Jangan pernah kendur semangatnya," ujarnya.

Rahmad juga menekankan bahwa menjadi ASN atau P3K adalah sebuah kesempatan langka yang patut disyukuri.

"Dari ratusan ribu warga Balikpapan, hanya sebagian kecil yang mendapat kesempatan ini. Ada yang menunggu sampai 10 tahun untuk berada di posisi ini. Jadi, buktikan dengan kinerja yang nyata," tegasnya.

Ia turut mengingatkan agar semangat kerja justru meningkat setelah menerima SK pengangkatan. "Kadang sebelum diangkat semangatnya luar biasa, setelah diangkat malah kendor. Jangan sampai itu terjadi. Saya yakin ASN Balikpapan mampu menjaga etos kerja," tambahnya.

Kepada ASN yang akan pensiun, Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian mereka selama ini. Ia berharap meskipun telah memasuki masa purna tugas, mereka tetap menjadi panutan di tengah masyarakat.

“Pensiun bukan berarti selesai berkontribusi. Pengalaman dan keteladanan Bapak-Ibu masih sangat berharga bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Rahmad mengakhiri sambutannya dengan ajakan kepada seluruh ASN dan P3K untuk terus menjaga semangat pelayanan dan memberikan yang terbaik demi kemajuan Kota Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Satpol-PP Balikpapan melakukan penindakan  penghentian pengupasan sementara lahan di balikpapan Timur

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas pengupasan lahan di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur.

Kegiatan tersebut untuk sementara waktu dihentikan karena pihak pengembang belum memenuhi seluruh persyaratan perizinan yang diwajibkan oleh pemerintah daerah. Langkah penghentian ini menyusul laporan dari warga sekitar yang mengeluhkan dampak lingkungan akibat aktivitas tersebut.

Salah satu yang paling disorot adalah terjadinya longsor yang nyaris merambah ke pemukiman warga, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kepala Satpol PP Kota Balikpapan, Boedi Liliono, menuturkan bahwa penghentian kegiatan dilakukan setelah timnya melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mendapati bahwa dokumen perizinan yang diperlukan belum lengkap.

“Setelah kami telusuri ke lapangan, ternyata pengembang belum mengantongi izin secara penuh. Kami tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut, karena ada risiko besar bagi keselamatan warga,” ujarnya pada Rabu (16/4/2025).

Menurut Boedi, kejadian longsor beberapa waktu lalu telah cukup menjadi alarm bahwa kegiatan tersebut berpotensi membahayakan. “Apalagi lokasi longsor berada tidak jauh dari pemukiman. Ini tentu membuat masyarakat panik. Keselamatan mereka menjadi prioritas utama kami,” lanjutnya.

Penghentian yang diberlakukan bersifat sementara tanpa batas waktu yang ditentukan. Namun demikian, Satpol PP memberi kesempatan kepada pengembang untuk segera menyelesaikan seluruh proses perizinan.

Jika kelengkapan izin bisa dipenuhi dalam waktu dekat, maka tidak menutup kemungkinan aktivitas pengupasan lahan akan diizinkan kembali.

“Jika semua dokumen sudah beres, kemungkinan bisa dilanjutkan dalam satu atau dua minggu,” jelas Boedi.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan dan Permukiman, juga akan terus memantau perkembangan dan memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Boedi pun mengimbau agar seluruh pengembang lebih disiplin dalam mematuhi regulasi sebelum memulai proyek, guna menghindari dampak lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar.

“Regulasi bukan sekadar formalitas. Ini menyangkut keamanan lingkungan dan kenyamanan warga. Jangan sampai lalai hanya karena mengejar target,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Dishub Balikpapan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan Jukir Liar

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan terus meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan parkir sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban, akuntabilitas, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Parkir, Dishub menggelar monitoring di sejumlah titik pada Rabu, 16 April 2025.

Kegiatan tersebut menyasar kawasan Jalan Jenderal Sudirman serta beberapa titik strategis lainnya seperti Pasar Balikpapan Permai, Pasar Klandasan, dan area depan Toko Jakarta. Dari hasil pemantauan, tim Dishub menemukan tiga juru parkir (jukir) liar yang langsung diberikan teguran lisan karena tidak memiliki izin resmi.

Selain itu, seorang jukir binaan diberikan Surat Peringatan (SP) 1 karena tidak menyetorkan hasil parkir sesuai ketentuan yang berlaku. Plt Kepala Dishub Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata bentuk penegakan hukum, tetapi juga bagian dari pembinaan terhadap para jukir yang telah tergabung dalam sistem resmi.

“Kami tidak ingin sistem parkir dikelola secara semrawut. Semua jukir harus mengikuti aturan yang ada, baik soal izin maupun kewajiban menyetor hasil parkir,” ujar Zulkifli.

Dalam kegiatan ini, Dishub juga melakukan pendataan ulang terhadap jukir binaan. Identitas, lokasi kerja, hingga kelengkapan atribut resmi seperti tanda pengenal menjadi fokus verifikasi untuk memastikan profesionalisme dalam pelayanan parkir. Zulkifli turut mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan bila menemui jukir yang tidak menggunakan atribut resmi atau mematok tarif parkir melebihi ketentuan.

“Kami membuka ruang pengaduan bagi warga. Peran serta masyarakat penting dalam membangun sistem parkir yang tertib dan nyaman,” jelasnya.

Dengan strategi pengawasan yang berkelanjutan, Dishub berharap pengelolaan parkir di Balikpapan dapat berjalan lebih baik, memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa, serta berkontribusi maksimal terhadap pemasukan daerah.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kawasan rencana Ruang terbuka hijau (RTH) di Balikpapan Timur

SWARAREPUBLIKA, Balikpapan - Kecamatan Balikpapan Timur bersiap menghadirkan wajah baru berupa ruang terbuka hijau (RTH) yang dirancang sebagai ikon kawasan. Lahan seluas 7.800 meter persegi yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, kini dipersiapkan untuk dikembangkan menjadi ruang hijau multifungsi yang menyatu dengan kebutuhan masyarakat.

Camat Balikpapan Timur, Mustamin, mengungkapkan bahwa RTH tersebut akan dibangun di area berpagar eks lahan milik pemerintah. Kawasan ini akan diubah menjadi ruang publik yang tidak hanya menawarkan kesejukan, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang aktivitas warga.

"Rencananya akan kami lengkapi dengan jogging track, kolam renang, serta area khusus untuk pelaku UMKM agar bisa tumbuh dan berkembang," kata Mustamin pada Rabu (16/4/2025).

Meski pembangunan masih berada di tahap perencanaan awal, pihak kecamatan optimistis proyek ini akan menjadi daya tarik baru bagi Balikpapan Timur. Saat ini, perancangan teknis sedang dilakukan oleh konsultan dan akan segera disampaikan ke Bappeda serta Wali Kota Balikpapan untuk ditindaklanjuti. "Prosesnya masih dalam rancangan.

Anggaran dan pelaksanaan nanti akan menyesuaikan hasil desain dari konsultan. Harapan kami, RTH ini bisa menjadi kebanggaan dan simbol baru wilayah timur," jelasnya. Terkait kepemilikan lahan, Mustamin memastikan bahwa area tersebut merupakan aset pemerintah pusat maupun provinsi. Pemanfaatannya akan dikelola bersama Pemerintah Kota Balikpapan melalui skema penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Lahan ini sepenuhnya milik pemerintah. Kita ingin memaksimalkannya agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.

Pembangunan RTH ini juga digadang-gadang menjadi percontohan bagi pengembangan ruang hijau serupa di wilayah lain. Apabila proyek ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat, pihak kecamatan akan mengusulkan pengembangan RTH di titik-titik strategis lainnya.

"Untuk saat ini kita mulai dari satu lokasi dulu. Tapi jika berjalan sesuai harapan, kami siap mereplikasinya di tempat lain," pungkas Mustamin.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

29 ormas Kalimantan Audiensi dan Silaturahmi ke Kesbangpol Kota Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Rencana pendirian organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Kota Balikpapan menuai gelombang penolakan. Sebanyak 29 Ormas daerah menyampaikan keberatannya secara resmi melalui audiensi di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan pada Rabu (16/4/2025).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin operasional untuk GRIB Jaya.

“Karena adanya penolakan dari sejumlah Ormas, kami belum bisa memberikan izin. Kami khawatir jika dipaksakan, situasi bisa memanas dan memicu konflik di masyarakat,” ujarnya.

Sutadi menjelaskan bahwa secara administratif, GRIB Jaya memang telah terdaftar sebagai Ormas nasional di Kementerian Hukum dan HAM. Namun, untuk dapat beroperasi di daerah, organisasi tersebut tetap harus melalui proses koordinasi dan pengawasan dari Kesbangpol setempat.

Ia menyampaikan bahwa seluruh masukan dari Ormas daerah akan diteruskan kepada Wali Kota Balikpapan dan menjadi bahan pembahasan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kami bertugas memfasilitasi, sementara keputusan akhir ada di tangan kepala daerah,” tegasnya.

Dalam forum audiensi, perwakilan 29 Ormas menyuarakan kekhawatiran atas potensi konflik yang mungkin ditimbulkan oleh kehadiran GRIB Jaya. Salah satu tokoh senior ormas di Balikpapan, Andin Syamsir, menilai GRIB Jaya memiliki rekam jejak perselisihan dengan Ormas lain di beberapa daerah.

“Kami ingin Balikpapan tetap damai. Jangan sampai konflik dari daerah lain merembet ke sini,” ujar Andin yang juga menjabat Ketua DPW Laskar Pangeran Antasari Kaltimtara.

Ia menambahkan, penolakan terhadap GRIB Jaya bukan hanya terjadi di Balikpapan, tetapi juga muncul di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta beberapa wilayah di Kalimantan Timur seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.

Sebagai bentuk sikap resmi, 29 Ormas menyampaikan pernyataan tertulis yang berisi tiga poin penting.

Pertama, Kami gabungan 29 Ormas/LSM daerah Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Mendukung penuh RUU TNI sebagai upaya memperkuat profesionalisme kesejahteraan prajurit dan peran strategis TNI dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Nasional 

Kedua, mendukung langkah Kesbangpol Balikpapan dan tidak mengizinkan Ormas GRIB Jaya berdiri di balikpapan guna menjaga kondusifitas kota Balikpapan Kalimantan Timur 

Ketiga, menolak pendirian GRIB Jaya demi menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan masyarakat.

Tak hanya itu, mereka juga menyampaikan dukungan penuh kepada Polres Balikpapan agar terus menjaga situasi aman dan damai di kota ini.

“Kami mengapresiasi Kesbangpol yang merespons aspirasi kami dengan baik. Harapannya, keputusan yang diambil nanti benar-benar mempertimbangkan suasana damai yang sudah ada,” tutup Andin.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkahnya adalah dengan merencanakan pembangunan Puskesmas baru di wilayah Sepinggan Baru, yang lokasinya direncanakan berdekatan dengan kawasan Rumah Susun (Rusun) Sepinggan.

Namun, realisasi program ini masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dalam hal pendanaan dan ketersediaan tenaga medis. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara langsung secara penuh karena keterbatasan anggaran.

Dari total kebutuhan dana sebesar Rp 21 miliar, saat ini baru tersedia sekitar Rp 16 miliar.

“Pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru dilakukan bertahap karena dananya belum mencukupi. Saat ini kita belum masuk ke tahap pembangunan fisik, belum lagi membahas soal SDM-nya,” ujar Alwiati saat dikonfirmasi pada Rabu (16/4/2025).

Selain masalah anggaran, rekrutmen tenaga kesehatan juga menjadi hambatan tersendiri. Menurut Alwiati, formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini masih difokuskan untuk mengisi kekosongan di fasilitas kesehatan yang telah beroperasi, sehingga belum mampu menunjang pembukaan layanan baru.

“Formasi CPNS memang diajukan, tetapi hanya cukup untuk menutup kekurangan yang ada di puskesmas yang sudah berjalan. Belum ada tambahan untuk fasilitas baru,” jelasnya.

Sementara itu, di lokasi lain seperti Puskesmas Muara Rapak, Dinas Kesehatan hanya melakukan perbaikan fisik, bukan pembangunan baru. Pekerjaan difokuskan pada penguatan struktur bangunan melalui pembangunan turap agar lebih aman. Secara keseluruhan, saat ini Kota Balikpapan telah memiliki 27 puskesmas yang tersebar di 34 kelurahan.

Menurut Alwiati, angka tersebut sudah cukup ideal bila mengacu pada standar nasional yang menetapkan satu puskesmas untuk melayani minimal 30.000 penduduk.

“Di kota lain, satu kecamatan kadang hanya punya satu puskesmas. Di Balikpapan, hampir setiap kelurahan sudah terlayani,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Pemkot Balikpapan tetap menaruh perhatian serius terhadap pengembangan fasilitas kesehatan. Komitmen pemerintah adalah menjaga akses layanan kesehatan tetap merata dan berkualitas, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal dan kesiapan sumber daya yang ada.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Kesbangpol kota balikpapan Sutadi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) segera memulai proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk tahun 2025.

Tahapan ini merupakan bagian penting dari rekrutmen calon anggota Paskibraka yang akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan mendatang.

Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, menyampaikan bahwa seleksi dilakukan kepada peserta yang telah dinyatakan lolos administrasi dalam proses pendaftaran online. Sistem pendaftaran tersebut menggunakan aplikasi resmi milik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang menjamin keterbukaan dan transparansi proses seleksi.

“Pendaftaran sudah ditutup dan seluruh prosesnya dilakukan secara online melalui aplikasi transparansi Paskibraka BPIP. Para peserta yang lolos verifikasi akan melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya,” jelas Sutadi pada Rabu (16/4/2025).

Dalam proses ini, BPIP telah menetapkan sejumlah kriteria, termasuk tinggi badan minimal. Untuk peserta putra ditetapkan 170-180 cm, sedangkan peserta putri minimal 165 cm. Total 165 peserta akan mengikuti seleksi, terdiri dari 90 peserta putra dan 75 putri.

Seleksi akan berlangsung pada 21 April 2025 di Gedung Tenis Indoor Balikpapan, mencakup tes fisik seperti Samapta, Peraturan Baris Berbaris (PBB), pemeriksaan kesehatan, serta tes psikologi. Sutadi menegaskan, seluruh tahapan akan dilakukan secara objektif.

“Tahapan seleksi mencakup PBB, tes kesehatan, psikotes, dan Samapta. Semuanya akan kami lakukan secara transparan dan profesional,” tegasnya.

Dari seleksi ini, akan dipilih tiga pasang terbaik dari masing-masing kategori putra dan putri untuk melaju ke seleksi tingkat provinsi. Satu pasang terbaik dari Kalimantan Timur nantinya akan diberangkatkan ke tingkat nasional, sementara dua pasang lainnya ditugaskan di tingkat provinsi.

“Jika ada satu pasang dari Balikpapan yang lolos ke nasional, dua pasang lainnya akan bertugas di provinsi. Setiap kabupaten dan kota mengirimkan dua pasang terbaik untuk bertugas di tingkat provinsi,” lanjutnya.

Di tingkat kota, Sutadi mengungkapkan pihaknya akan merekrut 43 orang anggota Paskibraka, terdiri dari 22 putra dan 21 putri. Proses seleksi dijadwalkan rampung pada Mei 2025.

“Bagi yang lolos seleksi Paskibraka Kota Balikpapan, mereka akan menjalani masa karantina selama 14 hari dan mendapatkan pelatihan intensif dari pelatih profesional,” tutup Sutadi.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

DP3AKB sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak melalui program Inovasi bertajuk lautan RT 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Upaya menekan angka kekerasan terhadap anak terus digalakkan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan.

Pada Selasa, 15 April 2025, DP3AKB kembali menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak melalui program inovatif bertajuk Lautan RT, yakni Pola Penguatan Pengasuhan Keluarga dari RT ke RT.

Kegiatan ini berlangsung serentak di dua kelurahan, yaitu Sepinggan Raya dan Sepinggan, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti perwakilan warga, perangkat kelurahan, pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM), serta jajaran DP3AKB.

Di Sepinggan Raya, DP3AKB menggandeng Rio Dwi Setiawan, psikolog dari IPK Kaltim, yang memberikan pemahaman tentang pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Ia menekankan bahwa pola pengasuhan yang hangat dan konsisten akan memberikan dampak besar pada perkembangan emosional dan mental anak.

“Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang serta diberi batasan yang jelas, akan lebih siap menghadapi tantangan hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, di Sepinggan, sosialisasi diisi oleh Patria Rahmawaty dari HIMPSI Balikpapan. Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak merupakan pilar utama dalam pengasuhan.

Menurutnya, ketika anak merasa didengarkan dan dihargai, mereka cenderung memiliki kontrol emosi yang baik dan lebih terbuka terhadap orang tua.

“Kepercayaan dalam hubungan keluarga dibangun dari komunikasi yang hangat dan terbuka,” ujar Patria dalam penyampaiannya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Para peserta aktif bertanya dan berdiskusi, mencerminkan tingginya perhatian warga terhadap isu pengasuhan anak.

DP3AKB berharap program Lautan RT mampu mendorong peningkatan kesadaran orang tua untuk menerapkan pola asuh yang lebih empatik dan komunikatif, demi menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak di Kota Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga Ratih Kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan menyelenggarakan pelatihan bertema “Pencegahan dan Penanganan Cedera Melalui Sport Massage”.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 15 April 2025 di Platinum Hotel Balikpapan dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai cabang olahraga. Pelatihan ini menyasar para pelatih, atlet, serta tenaga pendukung yang selama ini menjadi garda terdepan dalam proses pembinaan atlet di Kota Minyak.

Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman dan keterampilan praktis tentang pentingnya pijat olahraga dalam mencegah cedera dan mendukung performa atlet secara optimal. Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, yang hadir membuka kegiatan ini secara resmi, menekankan bahwa sport massage bukan sekadar aktivitas relaksasi, tetapi telah menjadi bagian dari metode ilmiah dalam dunia olahraga profesional.

“Pijat olahraga sangat penting untuk mendukung pemulihan otot, mempercepat regenerasi tubuh, serta menjaga daya tahan fisik para atlet. Terutama bagi mereka yang menghadapi intensitas latihan dan kompetisi yang tinggi,” ujar Ratih dalam sambutannya. 

Ia juga menyoroti pentingnya peran pelatih dan tim medis dalam mengenali dan menangani cedera sejak dini. Menurutnya, pemahaman teknik pijat yang tepat akan sangat membantu dalam menurunkan risiko cedera berulang maupun jangka panjang.

“Cedera ringan, jika tidak ditangani dengan metode yang benar, bisa berujung fatal. Karenanya, pelatihan ini diharapkan bisa memperkaya pengetahuan praktis SDM olahraga kita,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan ini terdiri dari dua bagian, yaitu teori dan praktik langsung. Pada sesi teori, peserta diberikan pemahaman dasar tentang konsep sport massage dan manfaatnya bagi tubuh atlet. Selanjutnya, dalam sesi praktik, mereka diajarkan teknik-teknik pijat yang sesuai untuk kondisi sebelum latihan (warming up), sesudah latihan (cooling down), hingga teknik khusus penanganan cedera ringan.

Materi disampaikan oleh narasumber yang merupakan terapis olahraga berpengalaman, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga mampu langsung mempraktikkannya dengan baik. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi karena metode yang digunakan interaktif dan aplikatif.

Disparpora Balikpapan berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat menjadi agen penyebar ilmu di komunitas olahraga masing-masing. Dengan begitu, pendekatan perawatan fisik melalui sport massage dapat menjadi bagian rutin dari program pembinaan atlet.

“Target kami adalah menciptakan lingkungan olahraga yang tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga menjamin keamanan dan kesehatan fisik para atlet secara menyeluruh,” tutup Ratih Kusuma.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Camat Balikpapan Tengah Agung Budi Wibowo 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi Wibowo, menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung pelaksanaan program-program prioritas Pemerintah Kota Balikpapan hingga ke tingkat kelurahan.

Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan di tingkat kota, tetapi juga bagaimana implementasinya berjalan efektif di wilayah-wilayah kecil yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.

Dalam keterangan resminya pada Selasa, 15 April 2025, Agung menyampaikan bahwa pihak kecamatan aktif mendorong pelaksanaan berbagai program unggulan, termasuk sosialisasi program “Balikpapan Terang”.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerangan jalan dan lingkungan permukiman, guna menciptakan rasa aman bagi warga, terutama di malam hari. Selain itu, kecamatan juga membantu warga dalam proses pendaftaran BPJS Kesehatan gratis, khususnya bagi peserta kelas 3.

Menurut Agung, langkah ini penting agar seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya. Agung juga menyoroti perkembangan positif di sektor pendidikan, terutama dengan kehadiran SMP Negeri 27 yang baru saja dibuka di Balikpapan Tengah. Ia menyebutkan bahwa sekolah ini menjadi solusi bagi lulusan SD yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada SMPN 27 yang telah selesai dibangun. Ini mempermudah anak-anak SD di sini untuk melanjutkan tanpa harus ke luar wilayah,” ujarnya.

Namun, ia juga menyoroti masih minimnya jumlah SMP Negeri di wilayah padat penduduk seperti Karang Jati dan Karang Rejo. Saat ini hanya terdapat tiga SMP Negeri, yaitu SMPN 1, SMPN 22, dan SMPN 27, yang dirasa belum cukup untuk menampung kebutuhan masyarakat.

“Idealnya kita butuh setidaknya dua SMP Negeri tambahan,” jelasnya. Ia berharap Pemerintah Kota Balikpapan dapat mempertimbangkan pembangunan sekolah baru sebagai bagian dari perencanaan jangka menengah.

“Kami ingin pendidikan yang merata dan mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

  1. BPBD Balikpapan Usulkan Mobil Tangga Baru untuk Tingkatkan Penyelamatan di Gedung Tinggi
  2. Pemkot Balikpapan Tinjau Proyek Bozem Pesona Katulistiwa, Cegah Banjir di Kawasan Hilir
  3. DKK Balikpapan Sediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Setiap Hari di Puskesmas
  4. Banjir Kian Parah Imbas Proyek Tol, Camat Balikpapan Utara Dorong Penanganan Terpadu
  5. Pemkot Balikpapan Dorong Pengesahan Raperda Kedaruratan B3 untuk Perkuat Mitigasi Bencana Lingkungan
  6. Camat Balikpapan Utara Serukan Kewaspadaan terhadap Penipuan Digital Berkedok IKD
  7. Kerja Bakti Massal di Bukit Cinta, Camat Balikpapan Tengah Ajak Warga Stop Buang Sampah Sembarangan
  8. Pemkot Balikpapan Upayakan Solusi Air Bersih Melalui Kolaborasi Strategis dengan Arsari Group
  9. Pantai Manggar Catat Lonjakan Kunjungan Signifikan Selama Libur Lebaran 2025
  10. Daffa Zaidan Harumkan Nama Balikpapan, Disparpora Beri Apresiasi
  11. Wali Kota Balikpapan Sidak Hari Pertama Kerja, Pastikan Layanan Puskesmas Berjalan Lancar
  12. Wali Kota Rahmad Mas’ud Hadiri Safari Ramadan dan Serahkan Bantuan untuk Masjid
  13. Pemkot Balikpapan Gelar Wira Muda Expo 2025 untuk Dorong Generasi Muda Berwirausaha
  14. Lurah Graha Indah Ajak Warga Lebih Peduli Kebersihan Lingkungan
  15. Parkir Liar di Jalan MT Haryono Balikpapan Masih Jadi Kendala Kelancaran Lalu Lintas
  16. Pemkot Balikpapan Siap Eksekusi Pembangunan Bendali Ampal Hulu untuk Atasi Banjir
  17. Dishub Balikpapan Siapkan Strategi Atasi Kemacetan Selama Ramadan
  18. Satpol PP Balikpapan Gelar Operasi Yustisi, Tindak Pelanggaran Usaha Hiburan Selama Ramadan
  19. Banjir dan Longsor Terjang Balikpapan, Dinsos Bergerak Cepat Salurkan Bantuan
  20. Dinas Kesehatan Balikpapan Perkuat Program Pencegahan Stunting