Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menyampaikan beberapa pencapaian peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Balikpapan terus mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor selama kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud. Berbagai indikator pembangunan mencerminkan kemajuan signifikan, sejalan dengan visi kota yang mengusung konsep Madinatul Iman sebuah kota yang terkemuka, nyaman, dan berkelanjutan.

Salah satu pencapaian utama adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang menjadi tolok ukur dalam kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Pada 2021, IPM Balikpapan tercatat di angka 81,07, dan terus meningkat hingga mencapai 82,62 pada 2024. Wali Kota Rahmad Mas’ud mengapresiasi kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam mendorong peningkatan ini.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kenaikan IPM ini membuktikan bahwa program yang kami jalankan memberikan dampak positif bagi warga Balikpapan,” ujar Rahmad Mas’ud, Kamis, 6 Maret 2025.

Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga berhasil menekan angka kemiskinan. Pada 2021, persentase kemiskinan mencapai 2,89 persen, namun pada 2024 turun menjadi 2,23 persen salah satu yang terendah secara nasional. Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami terus memperkuat program bantuan sosial yang tepat sasaran, memberdayakan UMKM, serta mendorong investasi agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Balikpapan juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2021, angka pengangguran mencapai 8,94 persen, namun turun menjadi 6,22 persen pada 2024. Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya menciptakan lapangan kerja melalui berbagai program strategis.

“Kami mendorong investasi dan pembangunan infrastruktur agar bisa membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Selain itu, program pelatihan keterampilan juga kami tingkatkan agar tenaga kerja Balikpapan semakin kompetitif di dunia industri,” tambah Rahmad Mas’ud.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Balikpapan sejalan dengan pertumbuhan kota yang lebih maju, nyaman, dan berdaya saing.

Dengan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat serta strategi pembangunan yang terarah, Balikpapan siap menghadapi tantangan sebagai kota global yang tetap menjunjung nilai-nilai Madinatul Iman serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

(ADV/Diskominfo/J)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud dan Wakil Wali Kota Bagus Susetyo terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan sebagai program prioritas. Berbagai kebijakan strategis telah disusun guna memastikan akses yang lebih luas dan merata bagi seluruh masyarakat.

Di sektor pendidikan, Pemkot Balikpapan akan melanjutkan serta memperluas cakupan program-program unggulan. Salah satunya adalah penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik kelas 1 SD dan kelas 7 SMP sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dasar.

Selain itu, subsidi SPP bagi siswa SD dan SMP swasta juga tetap diberikan untuk membantu meringankan beban orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka. Tak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga merencanakan pembangunan satu unit sekolah baru di Balikpapan Utara.

Langkah ini diambil untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah peserta didik dan mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah yang ada. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan komitmennya dalam memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

“Kami ingin setiap anak di Balikpapan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, baik di sekolah negeri maupun swasta. Oleh karena itu, kami terus memperkuat program subsidi dan pembangunan sekolah baru,” ujarnya, Kamis 6 Maret 2025.

Sementara di bidang kesehatan, berbagai langkah strategis disiapkan untuk meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan. Salah satunya adalah pemberian subsidi BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga seluruh warga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

Selain itu, pembangunan dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara juga tengah dipersiapkan. Pembangunan ini bertujuan untuk mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat, sehingga mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.

Pemkot juga menginisiasi pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru di Kecamatan Balikpapan Selatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam kebijakan pemerintahannya.

“Kami ingin memastikan setiap warga memiliki akses kesehatan yang layak, tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Oleh karena itu, pembangunan RSUD dan puskesmas baru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Balikpapan,” jelasnya.

Dengan berbagai program prioritas ini, Pemkot Balikpapan optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sejahtera bagi seluruh warganya. Langkah-langkah tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Balikpapan sebagai kota global dalam bingkai Madinatul Iman.

(ADV/Diskominfo/J)

Ketua TP PKK Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kota Balikpapan akan menjadi tuan rumah perhelatan nasional yang mencakup Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK), Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK, serta perayaan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025 dan diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Ketua Tim Penggerak PKK Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan melalui rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sesuai arahan dari pemerintah pusat.

“Kami telah melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan Balikpapan sebagai tuan rumah. Acara ini akan dihadiri sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah, dengan total pengunjung yang diperkirakan mencapai 5.000 hingga 10.000 orang,” ujar Nurlena, Rabu (5/3/2025).

Sebagai bagian dari persiapan, pihaknya berencana menggelar rapat pleno di Kantor PKK Balikpapan. Rapat ini akan melibatkan pengurus TP PKK Kota Balikpapan serta perwakilan OPD terkait guna merinci kebutuhan teknis acara. “Iya, nanti kami akan membahas secara detail kebutuhan untuk kelancaran acara. Termasuk susunan acara, karena ini akan dihadiri peserta dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Balikpapan berkomitmen memastikan kesiapan akomodasi bagi para tamu, yang terdiri dari kepala daerah, pejabat tinggi, dan delegasi lainnya. Hotel-hotel di kota ini diharapkan siap menampung peserta serta memberikan pelayanan terbaik.

“Ini menjadi peluang besar bagi sektor perhotelan dan UMKM untuk meningkatkan layanan mereka, seiring dengan kedatangan ribuan peserta,” tambah Nurlena.

Selain itu, acara ini menjadi momentum strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam memperkenalkan produk unggulan mereka. “Kami akan menyediakan area khusus bagi UMKM untuk memamerkan dan menjual produk mereka. Produk seperti kerajinan tangan, makanan khas, serta hasil olahan lokal akan menjadi prioritas,” jelasnya.

Kegiatan ini dirancang berlangsung selama dua hari, dengan sebagian besar rapat digelar di hotel, sementara acara utama akan berlangsung di gedung pemerintahan kota. Efisiensi anggaran menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaannya.

Dalam pertemuan PKK, agenda utama akan membahas program strategis yang berfokus pada pemberdayaan keluarga, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. “Harapannya, hasil dari pertemuan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Nurlena.

Dengan berbagai persiapan teknis dan kolaborasi lintas sektor, Balikpapan diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang sukses serta semakin dikenal sebagai kota yang dapat menggelar event berskala nasional.

“Kami optimistis acara ini tidak hanya meningkatkan citra Balikpapan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama sektor UMKM dan pariwisata,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Balikpapan dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kegiatan strategis nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

(ADV/Diskominfo/J)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya memastikan ketersediaan air bersih yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. Dengan kondisi geografis yang tidak memiliki sungai sebagai sumber utama air baku, kota ini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengungkapkan bahwa saat ini kota tersebut mengalami defisit air baku mencapai 920 liter per detik. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah mengandalkan pasokan dari Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam dalam lima tahun mendatang.

“Kami harus mencari solusi terbaik karena Balikpapan tidak memiliki sungai sebagai sumber air baku. Saat ini, kami sedang mengupayakan suplai air dari sumber regional seperti Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Rahmad Mas’ud pada Kamis, 6 Maret 2025.

Bendungan Sepaku Semoi yang berlokasi di Penajam Paser Utara diproyeksikan menjadi pemasok utama air baku bagi Balikpapan. Selain itu, Pemkot juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sungai Mahakam sebagai sumber tambahan pasokan air bagi kota ini.

Selain memastikan sumber air baku yang memadai, Pemkot Balikpapan juga memperkuat infrastruktur pengolahan dan distribusi air. Langkah-langkah strategis yang tengah dilakukan meliputi peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air, modernisasi jaringan distribusi, serta pengurangan tingkat kebocoran dalam sistem perpipaan.

“Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyediakan akses air bersih yang layak bagi seluruh warga. Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya menjaga ketahanan dan keberlanjutan air bagi generasi mendatang,” tambah Rahmad Mas’ud.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot juga menggencarkan program konservasi air. Masyarakat didorong untuk menggunakan air secara bijak, baik dalam skala rumah tangga maupun industri, dengan penerapan teknologi hemat air.

Melalui berbagai langkah ini, Pemkot Balikpapan optimistis dapat mengatasi tantangan ketersediaan air bersih dalam lima tahun ke depan. Dengan kerja sama berbagai pihak, distribusi air bersih diharapkan semakin merata dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

(ADV/Diskominfo/J)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya menanggulangi permasalahan banjir yang kerap terjadi di berbagai titik. Dalam lima tahun ke depan, pengendalian banjir tetap menjadi prioritas utama, dengan fokus pada pembangunan Bendungan Pengendali (Bendali) Hulu Sungai Ampal sebagai solusi jangka panjang.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat berbagai strategi untuk mengatasi banjir. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan sistem drainase, pembangunan infrastruktur pendukung, serta penataan ruang berbasis kota berkelanjutan.

“Pemkot berkomitmen mengurangi titik-titik rawan banjir di Balikpapan. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal, yang berfungsi untuk mengendalikan aliran air dan mencegah genangan di pusat kota,” ujar Rahmad Mas’ud, Kamis (6/3/2025).

Sungai Ampal dipilih sebagai prioritas utama karena menjadi salah satu daerah aliran sungai (DAS) yang berkontribusi besar terhadap banjir di wilayah perkotaan. Dengan adanya bendali ini, diharapkan volume air yang mengalir ke daerah hilir saat curah hujan tinggi dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Selain fokus pada Sungai Ampal, Pemkot Balikpapan juga bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk menangani banjir di Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur. Kawasan ini kerap mengalami genangan akibat sistem drainase yang kurang optimal, sehingga diperlukan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas saluran air.

Upaya lain yang dilakukan meliputi normalisasi sungai, perbaikan saluran drainase di berbagai titik rawan, serta penguatan regulasi tata ruang guna mencegah alih fungsi lahan yang dapat memperburuk kondisi banjir.

Tak hanya itu, Rahmad Mas’ud juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

“Penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Kami mengimbau warga untuk menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah yang diterapkan, Pemkot Balikpapan optimistis dapat mengurangi titik banjir secara bertahap, menciptakan lingkungan yang lebih aman, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Selama bulan Ramadan, aktivitas belajar-mengajar di sekolah tetap berlangsung meskipun mengalami beberapa penyesuaian. Siswa sempat menikmati libur awal Ramadan pada 27 Februari hingga 5 Maret 2025. Setelah itu, mereka kembali mengikuti kegiatan pembelajaran mulai 6 Maret hingga 25 Maret 2025.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan telah mengeluarkan surat edaran terkait jadwal pembelajaran selama Ramadan. Edaran ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF).

Siswa akan kembali mendapatkan libur menjelang Idulfitri, yakni pada 26 Maret hingga 8 April 2025.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa pihaknya mendorong sekolah untuk mengadakan berbagai kegiatan keagamaan guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa selama Ramadan.

“Kami berharap sekolah menggelar kegiatan seperti tadarus Al-Qur'an, pesantren kilat, kajian keislaman, serta berbagai kegiatan sosial,” ungkapnya.

Meski pembelajaran tetap berjalan, durasi jam belajar di sekolah mengalami pengurangan. Siswa masuk sekolah pada pukul 07.30 WITA, dengan waktu belajar yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Siswa PAUD belajar selama 60 menit, sementara SD kelas I dan II mendapatkan waktu pembelajaran 90 menit.

Adapun SD kelas IV, V, dan VI mengikuti pembelajaran selama 150 menit, sedangkan jenjang SMP atau paket B tetap menjalankan jam pelajaran seperti biasa, yaitu 1 jam 30 menit per sesi. Selain penyesuaian jam belajar, Disdikbud juga menggagas program sosial bertajuk Sodaqoh Jariyah Ramadan atau Gerakan Sajadah.

Program ini mengajak siswa untuk bersedekah secara sukarela dalam bentuk uang yang akan dikumpulkan melalui MKKS/K3S di masing-masing kecamatan pada 6-12 Maret 2025. Tidak hanya itu, siswa juga diajak untuk melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC).

Sedekah yang telah terkumpul akan disalurkan saat Salat Subuh berjamaah, meskipun penyerahannya hanya diwakili oleh perwakilan siswa dan sekolah jenjang SMP secara bergantian.

“Selain disalurkan ke BIC, dana dari Gerakan Sajadah juga akan diberikan ke berbagai masjid melalui Disdikbud Balikpapan, termasuk dalam kegiatan Safari Ramadan,” tambah Irfan.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas Sosial kota Balikpapan Edi Gunawan gencarkan program bansos khusus anak yatim piatu

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Menyambut bulan suci Ramadan, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan terus menggencarkan program bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu, khususnya anak-anak yatim piatu. Langkah ini diharapkan dapat memberikan keringanan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edi Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan untuk memastikan bantuan sosial ini tersalurkan secara tepat sasaran. Bantuan yang diberikan berasal dari berbagai sumber, termasuk pemerintah pusat, provinsi, serta program khusus dari Dinsos Kota Balikpapan.

“Saat ini kami masih dalam tahap pendataan agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang membutuhkan mendapatkan haknya, terutama di bulan Ramadan ini,” ujar Edi Gunawan dalam wawancara pada Rabu (5/3/2025).

Selain itu, Dinsos Kota Balikpapan juga menerima kunjungan dari perwakilan pemerintah pusat di Jakarta yang membahas program bantuan bagi anak-anak yatim piatu. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menyalurkan bantuan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Edi menjelaskan bahwa bantuan tidak hanya diberikan saat Ramadan, tetapi juga berlangsung sepanjang tahun bagi anak-anak yatim piatu yang telah terdaftar dalam sistem Informasi Administrasi Pemberian (IAPI).

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.

Proses pendataan sendiri mencakup anak-anak yatim piatu di bawah usia 18 tahun, baik yang tinggal di panti asuhan maupun yang diasuh oleh keluarga atau kerabat. Data yang telah dikumpulkan kemudian dikirimkan ke pemerintah pusat untuk diverifikasi lebih lanjut.

“Kami juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan validitas data penerima bantuan,” tambah Edi.

Dengan adanya program bantuan ini, Dinsos Balikpapan berharap anak-anak yatim piatu dapat merasakan kebahagiaan Ramadan dan memperoleh dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk bantuan materi maupun layanan sosial lainnya.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edi Gunawan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan terus mengoptimalkan program rumah singgah guna memberikan perlindungan sementara bagi warga yang terlantar. Program ini bertujuan menampung pendatang yang tidak berhasil mendapatkan pekerjaan atau tempat tinggal layak di kota tersebut.

Kepala Dinsos Balikpapan, Edi Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana rumah singgah agar dapat memberikan kenyamanan bagi mereka yang membutuhkan.

“Kami memastikan rumah singgah tetap beroperasi dengan baik. Sarana dan prasarananya terus kami lengkapi karena keberadaannya sangat penting bagi mereka yang datang ke Balikpapan namun belum mendapatkan tempat tinggal,” ujar Edi Gunawan saat diwawancarai, Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, jumlah warga yang memanfaatkan rumah singgah saat ini masih stabil, tanpa lonjakan berarti. Namun, sebagai kota strategis yang menjadi pintu gerbang Kalimantan Timur, Balikpapan sering menjadi tujuan bagi para pendatang yang ingin mengadu nasib. Sayangnya, tidak semua berhasil, sehingga membutuhkan tempat tinggal sementara sebelum dipulangkan ke daerah asal.

“Tahun lalu, banyak pendatang dari luar daerah yang kami tampung sementara, lalu kami bantu proses pemulangan mereka menggunakan kapal. Saat ini, belum terlihat lonjakan signifikan, tapi kemungkinan peningkatan akan terjadi di pertengahan atau akhir tahun,” tambahnya.

Selain menangani warga terlantar, Dinsos Balikpapan juga berupaya mencegah anak-anak agar tidak hidup di jalanan. Pengawasan terus dilakukan untuk memastikan mereka tidak terjerumus dalam lingkungan yang rawan permasalahan sosial.

Saat ini, terdapat tiga rumah singgah yang aktif beroperasi, salah satunya berlokasi di Tagana dan Gunung Pasir. Meskipun kapasitasnya terbatas, fasilitas ini masih mampu menampung mereka yang membutuhkan tempat tinggal sementara.

Dengan adanya rumah singgah, Dinsos Balikpapan berharap dapat memberikan perlindungan bagi warga yang terlantar serta membantu mereka menemukan solusi terbaik untuk masa depan yang lebih baik.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas Sosial Edi Gunawan mengambil langkah proaktif terhadap anjal dan manusia gerobak dimasa bulan ramadhan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi berbagai permasalahan sosial yang kerap muncul selama bulan Ramadan, seperti meningkatnya jumlah anak jalanan (Anjal) dan manusia gerobak di berbagai titik kota.

Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edi Gunawan, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko serta tenaga pengawas untuk memantau situasi ini. Menurutnya, lonjakan jumlah Anjal dan manusia gerobak di bulan Ramadan bukanlah fenomena baru, melainkan tren yang kerap terjadi akibat meningkatnya aktivitas bersedekah di masyarakat.

“Balikpapan dikenal dengan tingginya kepedulian sosial selama Ramadan. Namun, hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab,” ujar Edi Gunawan, Rabu (5/3/2025).

Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk memastikan pengawasan dan penertiban berjalan efektif. Langkah ini dilakukan agar kondisi kota tetap nyaman, terutama menjelang akhir Ramadan yang biasanya semakin ramai.

“Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan guna menjaga ketertiban kota. Fokus kami adalah memastikan Balikpapan tetap nyaman bagi seluruh warganya,” lanjut Edi.

Selain itu, Dinsos juga mencermati adanya indikasi pihak-pihak yang mengkoordinir Anjal dan manusia gerobak di beberapa lokasi strategis, seperti area pasar Ramadan. Meski demikian, pendekatan yang diambil lebih bersifat persuasif, dengan memberikan edukasi dan pengarahan sebelum tindakan lebih lanjut diterapkan.

“Jika ditemukan kasus seperti ini, kami tidak serta-merta memberikan sanksi. Sebagai langkah awal, kami akan mengedepankan pendekatan persuasif, tetapi jika situasi mengharuskan, tindakan tegas tetap akan dilakukan,” jelasnya.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan nyaman selama bulan Ramadan. Dengan pengawasan yang lebih ketat, Dinas Sosial optimistis permasalahan Anjal dan manusia gerobak dapat diminimalisir sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

(ADV/Diskominfo/J)

Lurah Manggar Balikpapan Timur Munir Achmad

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dalam upaya menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan, Lurah Manggar, Munir Achmad, mengimbau masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Munir menegaskan bahwa kekhusyukan bulan puasa harus dijaga dengan menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama dengan pihak terkait, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, guna memastikan setiap kegiatan berjalan dengan tertib dan aman.

"Untuk kegiatan tertentu, mari kita berkoordinasi dengan pihak keamanan, seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa, agar aktivitas, terutama bagi anak-anak muda, dapat terpantau dan terorganisir dengan baik. Dengan begitu, diharapkan kegiatan yang dilakukan membawa dampak positif," ujar Munir Achmad, Rabu (5/3/2025).

Terkait dengan berbagai perlombaan yang diadakan warga, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat menggelar kegiatan seperti balap lari. Namun, ia mengingatkan agar tetap ada pengawasan dari pihak berwenang guna mencegah potensi gangguan keamanan.

"Tidak ada larangan untuk perlombaan seperti balap lari, tetapi sebaiknya ada pihak yang mengkoordinir agar kegiatan dapat berjalan dengan aman dan tertib," tambahnya.

Sementara itu, Munir menegaskan bahwa kegiatan yang bersifat berbahaya, seperti balap liar dan perang sarung, tidak diperbolehkan. Hal ini sejalan dengan imbauan Kepolisian yang melarang aktivitas tersebut demi menghindari potensi risiko yang bisa menyebabkan cedera atau bahkan korban jiwa.

"Balap liar dan perang sarung sebaiknya ditiadakan. Jangan sampai terjadi karena dapat membahayakan nyawa dan menimbulkan kemudaratan. Lebih baik dihindari," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi narkoba dan minuman keras (miras) yang dapat merusak moral serta memicu gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Munir berharap agar seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Dengan demikian, ketertiban dan kenyamanan selama bulan suci dapat tetap terjaga.

(ADV/Diskominfo/J)

  1. Pemkot Balikpapan Batasi Jam Operasional Biliar Selama Ramadan
  2. Dinas Perpustakaan Balikpapan Perluas Akses Literasi Selama Ramadan
  3. Balikpapan Gencarkan Program Cegah Stunting dengan Deteksi Dini dan Peningkatan Kader Kesehatan
  4. TP PKK dan Pemkot Balikpapan Perkuat Program Strategis untuk Perangi Stunting
  5. DLH Balikpapan Siapkan Langkah Strategis Kelola Sampah Selama Ramadan 1446 Hijriah
  6. Layanan Publik di Balikpapan Tetap Optimal Selama Ramadan
  7. BPBD Balikpapan Siaga Penuh Antisipasi Kebakaran dan Cuaca Ekstrem di Bulan Ramadan
  8. Upaya Meningkatkan Minat Baca di Balikpapan, Perpustakaan Gencarkan Program Literasi
  9. Pemkot Balikpapan Prioritaskan Pembangunan Meski Terapkan Efisiensi Anggaran
  10. Jaga Kesehatan Selama Ramadan, Dinas Kesehatan Balikpapan Beri Imbauan
  11. Hari Pertama Menjabat, Wali Kota Balikpapan Tegaskan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga
  12. DKUMKMP Balikpapan Luncurkan Layanan Sobat UMKM Terpadu untuk Dukung Pelaku Usaha
  13. Pemkot Balikpapan Terima Bantuan SPKLU dari PLN untuk Dukung Kendaraan Listrik
  14. Pemkot Balikpapan Gelar Safari Ramadan di Enam Kecamatan
  15. Pemkot Balikpapan Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Gelar Germas untuk Jaga Kesehatan
  16. Kasus DBD di Balikpapan Barat Meningkat, Warga Diminta Waspada
  17. Balikpapan Bahas Smart City dan Inovasi, Fokus pada Efisiensi dan Modernisasi
  18. Wisata Edukasi Madu Margomulyo, Potensi Baru di Balikpapan Barat
  19. Margomulyo Kembangkan Penelitian Ekosistem Mangrove, Libatkan Peneliti Internasional
  20. DLH Balikpapan Gelar Aksi Bersih Sampah di Kawasan Mangrove untuk Peringati HPSN 2025