Komisi IV DPRD kota Balikpapan RDP dengan Disporapar, satpol PP terkait dengan sejumlah musisi yang mengajukan permohonan kelonggaran waktu selama bulan Ramadhan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Sejumlah musisi di Kota Balikpapan mengajukan permohonan kepada pemerintah kota agar diberikan kelonggaran waktu tampil selama bulan Ramadan. Aspirasi ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama Komisi IV DPRD Balikpapan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora), serta Satpol PP, dengan tujuan mencari solusi agar mereka tetap bisa berkarya tanpa melanggar norma yang berlaku selama bulan suci.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengungkapkan bahwa para musisi mengeluhkan terbatasnya kesempatan tampil di berbagai acara, baik di perhotelan maupun dalam event yang digelar oleh berbagai organisasi.

Mereka berharap adanya regulasi yang memungkinkan mereka tetap tampil sebelum berbuka puasa atau setelah salat tarawih hingga menjelang sahur. “Kami memahami keresahan para musisi yang ingin tetap berkarya selama Ramadan. Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah kota agar dapat dipertimbangkan dengan tetap memperhatikan norma yang berlaku,” ujar Gasali usai pertemuan pada Senin (24/2/2025).

Selain membahas jam tampil, para musisi juga menyoroti minimnya keterlibatan mereka dalam agenda seni dan budaya kota. Dengan jumlah musisi yang mencapai sekitar 500 orang, mereka merasa belum sepenuhnya mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam berbagai acara, terutama di sektor perhotelan dan hiburan malam.

Mereka berharap pemerintah dapat membuka lebih banyak ruang bagi mereka agar tetap bisa memperoleh penghasilan di bulan Ramadan. Gasali menyatakan bahwa selama ini Disparpora telah berupaya memberikan ruang bagi musisi lokal dalam berbagai kegiatan kota.

Namun, ia mengakui bahwa masih ada banyak musisi yang belum terakomodasi dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan lebih memperhatikan keterlibatan para musisi dalam berbagai agenda seni dan budaya di Balikpapan. “Sektor seni dan budaya merupakan bagian penting dari kota ini, termasuk kontribusi para musisi lokal.Kami akan berupaya mencari solusi agar mereka tetap bisa tampil tanpa bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai yang berlaku selama Ramadan,” jelasnya.

Di sisi lain, beberapa pihak mengingatkan bahwa kebijakan mengenai jam operasional hiburan malam dan kegiatan seni di bulan Ramadan harus tetap mempertimbangkan aspek budaya dan religi yang dijunjung masyarakat Balikpapan.

Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah kota dapat menemukan kebijakan yang seimbang antara kepentingan para seniman dan penghormatan terhadap norma sosial dan agama. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan komunitas musisi, diharapkan sektor seni dan budaya di Balikpapan dapat terus berkembang tanpa mengabaikan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat.

Diskusi ini menjadi langkah awal bagi para musisi dalam memperjuangkan hak mereka sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah demi ekosistem seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan di kota ini.

(ADV/J)

Anggota komisi II DPRD kota Balikpapan TaufiQul Rahman

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Menjelang bulan suci Ramadan, Komisi II DPRD Kota Balikpapan menaruh perhatian besar terhadap kondisi pasar tradisional, terutama yang baru direvitalisasi. Salah satu pasar yang menjadi fokus utama adalah Pasar Klandasan, yang beberapa bulan lalu selesai direnovasi.

Untuk memastikan pemeliharaannya berjalan optimal, Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, bersama timnya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin, 24 Februari 2025.

Dalam sidak tersebut, Taufik menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan penataan pasar agar tetap nyaman bagi pengunjung dan pedagang. Menurutnya, revitalisasi pasar yang telah dilakukan harus diimbangi dengan pemeliharaan yang baik agar tidak terkesan kumuh atau terbengkalai. “Pasar Klandasan sudah ditata dengan baik setelah revitalisasi. Namun, jika tidak dirawat dengan maksimal, kondisinya bisa cepat memburuk. Jangan sampai ada sarang laba-laba atau kesan kurang terawat karena itu bisa menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja,” ujarnya.

Taufik juga menyoroti alokasi anggaran pemeliharaan yang telah disiapkan bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, termasuk Pasar Klandasan, yang mencapai Rp100 juta. Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga fasilitas pasar tetap dalam kondisi baik. “Pasar ini harus tetap terjaga kebersihannya dan dirawat dengan baik. Jangan sampai dana pemeliharaan yang ada tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga pasar kembali terlihat kumuh setelah direnovasi,” tambahnya.

Selain Pasar Klandasan, Komisi II juga memberikan perhatian pada pasar lain seperti Pasar Sepinggan dan Pandansari, yang berperan sebagai pasar induk regional. Menurut Taufik, selain kebersihan dan pemeliharaan bangunan, aspek penataan parkir dan bongkar muat barang juga menjadi faktor penting dalam kelancaran aktivitas di pasar.

“Kami ingin memastikan bahwa pasar-pasar di Balikpapan terkelola dengan baik. Penataan parkir dan proses bongkar muat harus lebih terorganisir agar pasar lebih nyaman dan tertib. Jika pasar terkelola dengan baik, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bisa meningkat,” jelasnya.

Komisi II DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mengawasi dan mendorong pemeliharaan pasar agar masyarakat dapat menikmati fasilitas yang lebih nyaman. Pasar yang bersih, rapi, dan terawat diharapkan dapat mendukung perekonomian lokal serta memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli, terutama menjelang Ramadan yang biasanya meningkatkan aktivitas jual beli.

(ADV/J)

Komisi II DPRD kota Balikpapan sidak disejumlah pasar di Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Menjelang Ramadan 2025, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar guna memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga.

Sidak ini dilakukan pada Senin, 24 Februari 2025, dengan menyasar Pasar Klandasan, Pasar Sepinggan, dan Pasar Pandansari. Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Subari, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait stok pangan menjelang bulan suci.

Ia menekankan pentingnya memastikan pasokan tetap tersedia agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat. "Kami dari Komisi II DPRD Balikpapan turun langsung ke pasar-pasar besar untuk memantau dua hal utama. Pertama, memastikan stok bahan pokok mencukupi.

Kedua, mengawasi pergerakan harga agar tidak terjadi kenaikan yang merugikan warga," ujar Subari dalam wawancara dengan wartawan. Dalam sidak tersebut, pihaknya berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli guna memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi pasar.

Dari hasil pemantauan awal, sebagian besar bahan pokok masih tersedia dengan harga yang relatif stabil. Meski demikian, Subari mengingatkan agar semua pihak tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan harga menjelang Ramadan. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

"Kami meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang belum tentu benar mengenai kenaikan harga. Panic buying justru bisa memperburuk keadaan dan memicu inflasi. Kami pastikan pasokan aman dan terkendali," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, DPRD Balikpapan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan serta instansi terkait guna mengendalikan harga bahan pokok. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mengusulkan operasi pasar jika diperlukan.

"Kami siap mengusulkan operasi pasar guna menjaga keseimbangan harga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok," tutup Subari.

(ADV/J)

Komisi II DPRD Balikpapan Sidak dibeberapa pasar di Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Subari, mengungkapkan hasil inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar besar di Balikpapan, seperti Pasar Klandasan, Sepinggan, dan Pandansari, pada Senin, 24 Februari 2025.

Sidak ini menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas utama, seperti cabai, bawang merah, serta bahan pokok lainnya. “Harga di lapangan memang mengalami kenaikan. Hal ini perlu diantisipasi agar tidak semakin membebani masyarakat,” ujar Subari kepada awak media setelah melakukan sidak.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi II DPRD Kota Balikpapan berencana menelusuri rantai distribusi barang guna memastikan tidak ada praktik spekulasi yang menyebabkan lonjakan harga secara tidak wajar. “Langkah selanjutnya, kami akan turun langsung ke distributor untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan,” tegas Subari.

Menurutnya, penelusuran ini penting dilakukan untuk mengetahui faktor utama penyebab kenaikan harga, apakah karena gangguan distribusi, peningkatan biaya transportasi, atau ada faktor lain yang mempengaruhi. Komisi II DPRD Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

“Kami tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadan untuk memainkan harga. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penindakan,” tambahnya.

Meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, Subari memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di pasar masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, ia menekankan pentingnya pemantauan rutin menjelang Ramadan agar lonjakan harga tidak semakin tinggi. “Stok saat ini cukup, tetapi kami harus tetap waspada. Jika distribusi terganggu, lonjakan harga bisa terjadi sewaktu-waktu,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying, karena hal tersebut justru dapat memperburuk situasi dan mempercepat kenaikan harga. “Belanjalah sesuai kebutuhan. Jangan sampai kepanikan di masyarakat justru membuat harga semakin naik,” pesannya.

Komisi II DPRD Balikpapan berharap langkah ini dapat membantu menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau selama Ramadan.

(ADV/J)

Komisi II DPRD Balikpapan Subari

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Menjelang Ramadan 2025 dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah di Aula Kantor Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, pada Senin, 24 Februari 2025.

Langkah ini diambil guna membantu masyarakat, terutama kelompok rentan, mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Subari, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota dalam menyelenggarakan pasar murah.

Ia menilai kegiatan ini sangat efektif dalam menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga, terutama menjelang Ramadan. “Pasar murah ini merupakan upaya positif dari Pemerintah Kota bekerja sama dengan instansi terkait dan para distributor.

Selain meringankan beban masyarakat, ini juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok yang kerap mengalami kenaikan saat Ramadan,” ujar Subari usai melakukan pemantauan.

Dalam pasar murah ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan. “Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan lonjakan harga kebutuhan pokok,” tambah Subari.

Ia juga menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota dalam menjaga kestabilan ekonomi lokal. Oleh karena itu, ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan semakin diperluas cakupannya agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Kami di Komisi II DPRD Balikpapan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain membantu masyarakat, pasar murah juga merupakan langkah preventif untuk mengendalikan inflasi di daerah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Subari juga menekankan pentingnya pengawasan dalam distribusi barang agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan secara berlebihan. “Distribusi yang lancar berperan besar dalam menjaga kestabilan harga di lapangan. Kami akan terus melakukan pengawasan agar program ini berjalan sesuai harapan,” tegasnya.

Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani oleh kenaikan harga, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih tenang dan nyaman.

(ADV/J)

Ketua komisi II DPRD kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, meninjau operasi pasar gas LPG 3 kg bersubsidi di RT 42, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, pada Senin (24/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan gas subsidi dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Operasi pasar ini melibatkan Dinas Perdagangan bidang Perekonomian serta Patra Niaga, dengan menyediakan 360 tabung gas LPG 3 kg yang didistribusikan secara merata di wilayah Batu Ampar.

Fauzi Adi Firmansyah menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan ketersediaan gas subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan. "Dari hasil koordinasi dengan Dinas Perdagangan, operasi pasar ini akan dilakukan dalam tiga tahap di beberapa kelurahan di Balikpapan Utara, dengan jumlah kuota yang sama," ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat, mengingat kebutuhan gas melon biasanya meningkat menjelang Ramadan. "Kami di Komisi II DPRD akan terus mencari solusi agar distribusi gas LPG 3 kg lebih merata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.

Meskipun pemenuhan kebutuhan gas bersubsidi tidak dapat dilakukan sekaligus, ia memastikan bahwa distribusi akan dilakukan secara bertahap agar dapat menjangkau lebih banyak warga. DPRD Kota Balikpapan bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mengawasi serta mengupayakan ketersediaan gas subsidi yang memadai bagi masyarakat.

(ADV/J)

Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Budiono

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyoroti berbagai permasalahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Pasar Klandasan, Kecamatan Balikpapan Kota. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), ia menemukan sejumlah kendala yang perlu segera ditangani demi kenyamanan pedagang dan pengunjung.

Budiono mengungkapkan bahwa kebersihan pasar, kondisi kamar mandi, serta infrastruktur atap yang mengalami kebocoran menjadi keluhan utama masyarakat. “Kami mendapat laporan dari pedagang dan pengunjung mengenai kebersihan pasar, terutama kondisi kamar mandi yang perlu segera diperbaiki.

Selain itu, ada beberapa titik atap yang bocor dan harus segera dievaluasi,” ujarnya kepada wartawan usai sidak pada Senin, 24 Februari 2025. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Budiono menegaskan DPRD siap mendukung alokasi anggaran tambahan jika diperlukan.

Menurutnya, perbaikan fasum dan fasos di Pasar Klandasan menjadi prioritas untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat. “Jika memang diperlukan tambahan dana untuk perbaikan, kami siap mendukung. Kenyamanan pedagang dan pengunjung harus diutamakan,” tegasnya.

Di samping itu, Budiono juga mengapresiasi penerapan sistem transaksi non-tunai berbasis QRIS di Pasar Klandasan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari modernisasi pasar yang akan memudahkan transaksi sekaligus meningkatkan transparansi retribusi kios.

“Pasar ini sudah mengadopsi sistem pembayaran QRIS, termasuk dalam retribusi kios. Ini langkah maju yang patut diapresiasi karena mendukung digitalisasi ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budiono menyoroti pentingnya penataan parkir dan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar pasar agar lingkungan semakin tertata dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, revitalisasi Blok D dan area los yang belum tersentuh perbaikan akan menjadi perhatian utama dalam penganggaran mendatang. “Kami ingin Pasar Klandasan ke depan menjadi ikon kota ini.

Dengan penataan yang rapi, fasilitas yang memadai, dan lingkungan yang nyaman, diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung,” tambahnya. Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Balikpapan akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan revitalisasi pasar tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakat.

“Kami berharap pasar ini tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga tempat yang nyaman bagi warga. Kami akan terus mengawal proses perbaikannya,” pungkas Budiono.

Dengan peningkatan fasilitas dan modernisasi sistem transaksi, Pasar Klandasan diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung perekonomian lokal, terutama menjelang Ramadan.

(ADV/J)

Anggota komisi II DPRD kota balikpapan Jafar Sidik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional guna memantau stabilitas harga bahan pokok. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sejauh ini belum terjadi lonjakan harga yang signifikan, dan ketersediaan komoditas masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menyatakan bahwa harga bahan pokok masih relatif stabil, meski ada kecenderungan kenaikan secara perlahan. “Saat ini belum terlihat lonjakan harga yang signifikan, tetapi ada indikasi kenaikan harga secara perlahan. Kami akan terus memantau agar tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar,” ujar Japar Sidik saat sidak di pasar, Senin (24/2/2025).

Ia menekankan pentingnya pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, khususnya menjelang Ramadan yang kerap memicu peningkatan harga. Sidak kali ini dilakukan di tiga pasar utama, yaitu Pasar Klandasan, Pasar Sepinggan di Balikpapan Selatan, dan Pasar Pandansari di Balikpapan Barat.

Beberapa komoditas yang menjadi fokus pemantauan meliputi cabai, bawang, daging ayam, dan daging sapi, karena bahan-bahan ini cenderung mengalami lonjakan harga saat Ramadan. Japar menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan tetap mencukupi dan harga tetap dalam batas wajar. “Kami ingin memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, baik dari dalam kota maupun luar daerah. Jika distribusi tidak mengalami hambatan, maka harga bahan pokok seharusnya tetap terkendali,” ujarnya.

DPRD Balikpapan juga menyoroti arus distribusi dari tingkat agen hingga pedagang eceran guna mengantisipasi potensi praktik penimbunan yang bisa menyebabkan lonjakan harga. Jika ditemukan pelanggaran seperti itu, pihaknya akan menindak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Jika ada praktik penimbunan yang menyebabkan harga naik secara tidak wajar, tentu akan kami tindak tegas,” tambahnya.

Melalui pemantauan ini, DPRD Balikpapan berharap masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan bahan pokok. Sidak semacam ini akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi pasar tetap stabil, terutama menjelang momen-momen penting seperti Ramadan.

(ADV/J)

Ketua komisi II DPRD kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyoroti rendahnya aktivitas jual beli di lantai dua dan tiga Pasar Pandansari, Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Komisi II mengusulkan revitalisasi dengan konsep baru yang lebih menarik bagi pengunjung.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyampaikan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan pada Senin, 24 Februari 2025. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan lantai atas pasar tersebut masih jauh dari optimal. "Kami sudah mengecek langsung dan menemukan bahwa lantai dua dan tiga belum dimanfaatkan secara maksimal.

Oleh karena itu, kami mengusulkan agar area ini dialihkan menjadi tempat hiburan seperti arena bermain anak," ujar Adi.

Menurutnya, kehadiran wahana hiburan di dalam pasar tradisional dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, aktivitas jual beli pun diharapkan ikut terdongkrak.

Usulan ini mendapat tanggapan positif dari dinas terkait yang membuka peluang untuk pengembangan area bermain di lantai dua dan tiga Pasar Pandansari. Adi mencontohkan keberhasilan konsep serupa di Pasar Rapak Plaza, di mana lantai tiga yang sebelumnya sepi kini ramai setelah dibangun wahana permainan anak.

"Kami optimistis jika hal ini diterapkan di Pasar Pandansari, maka akan terjadi peningkatan jumlah pengunjung secara bertahap.Dampaknya tentu positif bagi para pedagang," tambahnya.

Selain mengusulkan area hiburan, Komisi II juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pasar agar lebih nyaman bagi pengunjung. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi kebersihan, aksesibilitas, serta ketersediaan fasilitas umum yang memadai.

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya mengubah wajah Pasar Pandansari, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pedagang lokal. Adi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses ini agar benar-benar terealisasi. "Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan para pedagang untuk memastikan revitalisasi ini dapat berjalan dengan baik dan tidak sekadar menjadi wacana," pungkasnya.

Dengan rencana ini, Pasar Pandansari diharapkan dapat kembali menjadi pusat ekonomi yang hidup serta ruang interaksi sosial yang nyaman bagi masyarakat Balikpapan Barat.

(ADV/J)

Wakil ketua DPRD Balikpapan Budiono hadiri pasar murah di kelurahan Gunung Bahagia 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang bulan suci Ramadhan, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah kota dalam menggelar pasar murah.

Program ini menjadi bagian dari strategi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa. Pelaksanaan pasar murah melibatkan berbagai pihak, termasuk perbankan, distributor, dan sektor swasta, untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Budiono menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar tetap dapat memenuhi kebutuhannya tanpa terbebani lonjakan harga. "Harga harus tetap standar, tidak boleh ada kenaikan yang tidak wajar, tapi juga tidak boleh terlalu rendah agar tidak menimbulkan gejolak di pasar rakyat," ujar Budiono kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

Ia mengingatkan bahwa keseimbangan harga perlu dijaga agar tidak berdampak negatif terhadap pedagang di pasar tradisional. Meski pasar murah menawarkan harga lebih terjangkau, pemerintah harus memastikan bahwa selisih harga dengan pasar tradisional tidak terlalu jauh sehingga tidak merugikan pelaku usaha kecil.

Lebih lanjut, Budiono menjelaskan bahwa pasar murah hanya berlangsung dalam periode tertentu menjelang Ramadhan. Pemerintah kota juga berencana menggelar pasar Ramadhan sebagai langkah lanjutan untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga yang stabil selama bulan puasa. "Kalau harga di pasar murah terlalu rendah dibanding pasar tradisional, tentu pedagang lokal bisa terdampak. Oleh karena itu, keseimbangan harga harus tetap dijaga," tambahnya.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pelaku usaha yang menyambut baik inisiatif pemerintah dalam membantu menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Dengan adanya pasar murah dan pasar Ramadhan, diharapkan inflasi dapat terkendali serta masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah kota bersama DPRD Balikpapan akan terus memantau perkembangan harga serta memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

(ADV/J)

Ketua komisi III DPRD kota Balikpapan Yusri 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Warga yang selama ini harus membayar untuk melintasi akses jalan di kawasan WIKA-Perumda kini bisa bernapas lega. Mulai bulan depan, biaya yang selama ini dibebankan kepada masyarakat resmi dihapuskan. Pemerintah Kota Balikpapan mengambil alih pembiayaannya, sehingga warga dapat menggunakan jalan tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan antara PT Wijaya Karya (WIKA), Perusahaan Umum Daerah (Perumda), dan DPRD Balikpapan. Setelah melalui proses diskusi yang cukup panjang selama 15 tahun, akhirnya semua pihak mencapai titik temu dan sepakat untuk menggratiskan akses jalan tersebut demi kepentingan warga.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keluhan masyarakat. “Kami sudah mendengar aspirasi warga yang merasa keberatan dengan adanya biaya akses jalan ini. Oleh karena itu, mulai bulan depan, tidak ada lagi pungutan karena seluruh biaya sudah ditanggung oleh pemerintah kota,” jelasnya.

Selain membebaskan biaya akses, pemerintah juga akan melakukan berbagai perbaikan guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Sejumlah fasilitas tambahan akan disiapkan, seperti pemasangan rambu lalu lintas, pembuatan markah jalan, serta peningkatan pencahayaan di sepanjang jalur tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat melintas.

Keputusan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Banyak yang merasa terbantu dengan adanya kebijakan ini, terutama mereka yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas. Seorang warga, Andi (45), mengungkapkan kegembiraannya atas kebijakan ini. “Kami sangat bersyukur akhirnya biaya akses jalan dihapuskan. Setiap hari saya melintasi jalur ini untuk bekerja, dan penghapusan biaya tentu sangat membantu meringankan pengeluaran kami,” katanya.

Dengan dihapusnya pungutan tersebut, diharapkan mobilitas warga semakin lancar tanpa terkendala biaya tambahan. Pemerintah juga berharap kebijakan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bagi sektor ekonomi dan transportasi di Balikpapan.

(ADV/J)

Komisi II Sidak Pasar Sepinggan Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pasar Sepinggan, salah satu pasar tradisional di Kota Balikpapan, akan segera direvitalisasi guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menegaskan pentingnya perbaikan pasar yang selama ini dinilai kurang tertata dan terkesan kumuh. Dalam kunjungannya ke Pasar Sepinggan, Budiono menyampaikan bahwa Detail Engineering Design (DED) untuk proyek revitalisasi telah tersedia. Kini, pihaknya bersama pemerintah kota tinggal menunggu penganggaran agar pembangunan bisa segera dimulai.

"DED-nya sudah ada, kita tinggal ketok anggaran dan segera bangun. Sehingga bisa dimanfaatkan agar lebih optimal," ujar Budiono saat diwawancarai, Senin (24/2/2025).

Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan kepadatan pengunjung dapat berkurang, sementara para pedagang mendapatkan ruang yang lebih nyaman dan layak untuk berjualan. Peningkatan fasilitas pasar juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah keberadaan pusat perbelanjaan modern.

Selain membahas rencana revitalisasi, Budiono juga menyoroti fluktuasi harga beberapa komoditas penting di pasar. Ia mencatat adanya kenaikan harga cabai dan telur meskipun pasokan masih tersedia dengan baik. "Kami bersama pemerintah kota akan terus memantau perkembangan harga di pasar agar lonjakan harga yang signifikan bisa dicegah, sehingga tidak memberatkan masyarakat," tambahnya.

Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan bahwa setelah revitalisasi, Pasar Sepinggan akan menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi semua pihak. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi pedagang, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan pasar secara keseluruhan.

Para pedagang menyambut baik rencana tersebut, meskipun ada kekhawatiran mengenai lokasi sementara selama proses pembangunan berlangsung. Mereka berharap pemerintah dapat menyediakan solusi yang tidak mengganggu aktivitas perdagangan.

Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadikan Pasar Sepinggan sebagai pusat perdagangan yang lebih layak dan modern, sehingga dapat terus berkembang di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan besar di Kota Balikpapan.

(ADV/J)