PKS berikan Bantuan 15 unit bedah rumah di kelurahan Muara Rapak

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah kembali dirasakan warga Kota Balikpapan. Sebanyak 15 unit rumah tidak layak huni di Kelurahan Muara Rapak kini telah selesai diperbaiki melalui program bantuan bedah rumah dan diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat, Sabtu (27/12/2025) sore.

Seremoni penyerahan berlangsung di salah satu rumah penerima bantuan milik Misnawati, RT 23 Kelurahan Muara Rapak, yang dirangkai dengan doa bersama dan syukuran sederhana bersama warga sekitar. Program tersebut merupakan bagian dari agenda nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Anggota DPRD Kota Balikpapan Komisi III, Japar Sidik, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata peran wakil rakyat dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah pusat. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hasil usulan dan pengawalan yang dilakukan secara berkelanjutan agar dapat direalisasikan di daerah. “Alhamdulillah, hari ini bantuan bedah rumah telah rampung dan secara simbolis diserahkan kepada 15 penerima. Program ini kami kawal agar benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat bagi warga Muara Rapak,” ujar Japar Sidik.

Ia menjelaskan, setiap unit rumah menerima bantuan senilai Rp20 juta, yang dialokasikan untuk pembelian material bangunan sebesar Rp17,5 juta dan upah tukang Rp2,5 juta. Perbaikan difokuskan pada rumah dengan kondisi rusak berat, terutama pada bagian atap, lantai, dan dinding.

Sementara itu, perwakilan anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Ust Son Haji, mengungkapkan bahwa kuota bantuan bedah rumah untuk wilayah Kaltim sebenarnya cukup besar, mencapai sekitar 200 unit. Namun keterbatasan waktu pelaksanaan membuat realisasi di Balikpapan tahun ini baru menyentuh sebagian kecil penerima. “Kuotanya cukup banyak, tetapi karena waktu pelaksanaan terbatas, program ini baru menjangkau 15 rumah. Kami berharap ke depan jumlah penerima di Balikpapan bisa bertambah,” tuturnya.

Adapun kriteria penerima bantuan meliputi rumah tidak layak huni dengan kerusakan pada atap, lantai, dan dinding atau dikenal dengan istilah Aladin. Selain itu, rumah harus memiliki legalitas yang jelas, seperti sertifikat, segel, HGB, IMTN, atau IMB, serta dilengkapi dokumen kependudukan. Pengajuan bantuan dilakukan melalui RT setempat dan diteruskan ke DPRD.

Terkait keterbatasan anggaran, Japar Sidik menegaskan bahwa peran swadaya warga tetap dibutuhkan jika terdapat kebutuhan tambahan di luar pagu yang telah ditetapkan pemerintah. Di sisi lain, Ketua Kelompok Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Suwignyo, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan tersebut.

Ia menilai program bedah rumah sangat membantu warga dan berharap dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas. “Program ini sangat bermanfaat. Kami berharap ke depan kuotanya bisa ditambah karena masih banyak rumah warga di Muara Rapak yang membutuhkan perbaikan,” pungkasnya.

(ADV/*)

Lokasi wisata Riam Baru Padas, Desa saing Prupuk, yang menjadi salah satu fokus pengembangan program TJSL PLN UIP KLT untuk mendorong pariwisata berbasis masyarakat dan ekonomi berkelanjutan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya ditandai oleh berdirinya menara transmisi atau beroperasinya gardu induk, tetapi juga oleh tumbuhnya harapan dan peluang baru bagi masyarakat di sekitarnya. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) berupaya memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat yang nyata dan berkelanjutan, (22/12/2025)

Komitmen tersebut ditegaskan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui Program TJSL Desa Berdaya Saing Prupuk yang telah berjalan dengan baik. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat seiring dengan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Program Desa Berdaya Saing Prupuk dilaksanakan oleh PLN UIP KLT melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah sekitar proyek.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen PLN, termasuk Manager UPP KLT 4, serta para pemangku kepentingan terkait. Melalui program ini, PLN menghadirkan sejumlah intervensi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, antara lain peningkatan akses air bersih, penguatan kapasitas BUMDes dan UMKM lokal, penyediaan sarana pendukung pemasaran produk, serta pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat. Intervensi tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.

Manager UPP KLT 1, Made Gita Prawira menyampaikan bahwa Program Desa Berdaya Saing Prupuk merupakan bagian dari pendekatan PLN dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan selaras dengan kondisi sosial masyarakat. “Program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dan memperkuat hubungan harmonis antara PLN dan warga sekitar proyek”, papar Made.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL merupakan satu kesatuan dengan proses bisnis PLN UIP KLT dalam membangun transmisi, gardu induk, dan infrastruktur pembangkit di Kalimantan. “PLN UIP KLT mengemban mandat strategis dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk memperkuat keandalan sistem listrik. Dalam setiap proses tersebut, kami memastikan pembangunan dilaksanakan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, termasuk melalui Program TJSL yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Basuki.

Basuki menambahkan bahwa dukungan sosial dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur. Melalui integrasi antara proyek ketenagalistrikan dan program TJSL, PLN berupaya menciptakan ekosistem pembangunan yang saling menguatkan. Program Desa Berdaya Saing Prupuk telah dilaksanakan secara bertahap dan menunjukkan progres yang positif.

Pelibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan program menjadi kunci agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Ke depan, PLN UIP KLT berkomitmen untuk terus mengintegrasikan pembangunan transmisi, gardu induk, dan pembangkit dengan program TJSL yang terencana. Melalui langkah ini, PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kalimantan.

(ADV/*)

Anggota DPRD Balikpapan dari PKS Jafar Sidik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya peningkatan kualitas hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Balikpapan terus dilakukan melalui program bedah rumah yang didukung oleh berbagai sumber pendanaan. Program ini tidak hanya bersumber dari pemerintah pusat, tetapi juga mendapat alokasi rutin dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan bedah rumah di kediaman Misnawati, warga RT 23 Kelurahan Rapak, pada Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa bantuan perbaikan rumah dapat berasal dari aspirasi anggota DPR RI maupun program yang dijalankan langsung oleh pemerintah kota.

Menurut Japar, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) secara konsisten menganggarkan program bedah rumah setiap tahunnya. “Melalui Disperkim, sekitar 250 unit rumah dibantu setiap tahun dengan nilai bantuan kurang lebih Rp25 juta per unit.

Anggaran tersebut sepenuhnya bersumber dari APBD Kota Balikpapan,” ujarnya. Meski demikian, Japar mengakui adanya kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang berpotensi mempengaruhi jumlah unit bantuan pada tahun mendatang. Namun ia menegaskan, keberlanjutan program bedah rumah tetap menjadi komitmen pemerintah daerah. “Jumlah unitnya bisa saja menyesuaikan, tidak selalu 250 unit. Tetapi yang pasti, program bedah rumah tetap berjalan setiap tahun,” katanya.

Terkait kuota bantuan untuk tahun berikutnya, Japar menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari dinas teknis. Saat ini, proses persiapan dan pendataan calon penerima bantuan masih akan segera dilakukan. Ia menambahkan bahwa pada 2026 akan dilakukan pembaruan data penerima, mengingat perencanaan program biasanya disusun satu tahun sebelum realisasi anggaran.

Selain itu, Japar mengingatkan masyarakat agar menyiapkan persyaratan administrasi secara lengkap, seperti KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung lainnya. Tahapan tersebut akan dilanjutkan dengan survei lapangan guna memastikan bantuan diberikan tepat sasaran.

“Proses ini penting agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

(ADV/*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (PT KKT) terus menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan kali ini memfokuskan perhatian pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya produsen amplang yang menjadi salah satu produk khas daerah.

Program tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Inisiatif ini juga selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam aspek pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan kemitraan yang inklusif.

Dalam implementasinya, PT KKT melakukan pembelian produk amplang secara langsung dari pelaku UMKM yang tersebar di dua lokasi berbeda di sekitar kawasan operasional. Langkah ini diambil untuk membantu menjaga kesinambungan produksi UMKM, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat komunitas. Produk amplang yang telah dibeli tersebut kemudian dibagikan kepada berbagai pihak eksternal yang beraktivitas di lingkungan perusahaan, seperti mitra kerja dan tenaga pendukung, melalui program Jumat Berkah.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar kawasan pelabuhan. Enriany Muis menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan TJSL PT KKT. “Melalui program ini, kami ingin memberikan dukungan konkret agar UMKM, khususnya produsen amplang, dapat terus tumbuh dan berkelanjutan. Kehadiran perusahaan diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Ia menambahkan, program TJSL dan Jumat Berkah bukan sekadar kegiatan sosial sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Dengan konsistensi tersebut, PT KKT berharap dapat terus menciptakan nilai bersama, mendorong kemandirian UMKM, serta menjaga keharmonisan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Penampakan udara lokasi persiapan pembangunan GI 150 kV Sebuku yang akan memiliki kapasitas saya sebesar 39 MVA. Pembangunan ini merupakan komitmen PLN dalam memperkuat inter koneksi sistem kelistrikan Kalimantan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kabupaten Kotabaru

SWARAREPUBLIKA.com, KOTABARU,  – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan (UIP KLT) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan listrik untuk rakyat melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan, (22/12/2025)

Komitmen tersebut diwujudkan dengan rampungnya kegiatan survei lokasi dan joint inspection sebagai tahapan krusial rencana pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Sebuku di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan survei dilaksanakan selama empat hari, mencakup wilayah Kecamatan Selaru dan Kecamatan Sebuku.

Tahapan ini menjadi dasar penting dalam memastikan kesiapan lokasi pembangunan, sekaligus mengamankan titik konstruksi GI 150 kV Sebuku sebelum memasuki tahap pekerjaan konstruksi. Survei dilakukan untuk memastikan kesiapan clearing area, memfinalisasi titik lokasi gardu induk, serta mempersiapkan aspek teknis dan nonteknis konstruksi.

Pembangunan yang menggandeng PT Nusantara Power Construction (NPC) ini juga telah mengantongi izin dan koordinasi erat dengan Pemerintah Daerah setempat. Tujuannya satu yakni memastikan pembangunan selaras dengan kebutuhan warga dan tata ruang daerah. GI 150 kV Sebuku dengan kapasitas daya sebesar 30 Volt Ampere (MVA) akan terkoneksi dengan sistem kelistrikan Kalimantan, sehingga nantinya turut berperan dalam memperkuat jaringan utama dan meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Kotabaru dan sekitarnya.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa rampungnya survei lokasi menjadi tonggak penting dalam percepatan penguatan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan. “Pembangunan GI 150 kV Sebuku merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan listrik untuk rakyat yang andal dan berkualitas.

Dengan kapasitas 30 MVA, gardu induk ini akan meningkatkan keandalan pasokan, menjaga stabilitas sistem, serta memperkuat interkoneksi kelistrikan Kalimantan,” ujar Basuki. Ia menegaskan bahwa PLN berkomitmen melaksanakan proyek ini sesuai jadwal dan standar mutu yang ditetapkan. “Kami mengharapkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar proses konstruksi dapat berjalan lancar.

Keandalan pasokan listrik menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta menarik investasi di Kabupaten Kotabaru. Inilah wujud nyata PLN untuk rakyat,” tambahnya. Pembangunan GI 150 kV Sebuku ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sistem dan stabilitas tegangan, sekaligus meminimalisasi potensi gangguan kelistrikan.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memperluas akses energi yang andal dan merata, mendukung pengembangan industri kecil dan menengah, sektor pariwisata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kotabaru, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan daerah.

(ADV/*)

Perwakilan PLN UIP Kalimantan bagian Timur menerima penghargaan Indonesian SDGs Awards(ISDA) dan Indonesia CSR Awards (ICA) 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Jakarta, – Komitmen PT PLN (Persero) dalam menghadirkan pembangunan ketenagalistrikan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat kembali menuai pengakuan nasional.

Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) berhasil memborong sejumlah penghargaan prestisius dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan yang digelar oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) pada Rabu (17/12) di Birawa Hall, Bidakara Hotel, Jakarta Selatan.

Ajang tahunan ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang dinilai konsisten menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara terukur, berdampak nyata, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pada kategori Indonesian CSR Awards 2025, PLN UIP KLT berhasil meraih penghargaan GOLD melalui program Pengelolaan Air Bersih Desa Saing Prupuk di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Program tersebut dinilai berhasil membuka akses air bersih yang layak bagi masyarakat desa, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan, sekaligus mendorong kemandirian warga dalam pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Penilaian ICA dilakukan secara komprehensif, termasuk melalui site visit langsung oleh dewan juri CFCD.

Tak hanya itu, PLN UIP KLT juga mencatatkan prestasi gemilang pada ajang Indonesian SDGs Awards 2025 dengan meraih dua penghargaan sekaligus. Penghargaan GOLD diraih melalui program Pembinaan UMKM Balikpapan: Go Modern, Go Digital, Go Online yang dilaksanakan di Kota Balikpapan. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, penguatan legalitas, serta daya saing UMKM melalui transformasi manajemen dan pemasaran berbasis digital.

Sementara itu, penghargaan SILVER diraih melalui program Peningkatan Kompetensi melalui Pendidikan Berbasis Keterampilan Konversi Motor Listrik yang dilaksanakan di Balikpapan dan sekitarnya. Program ini menjadi wujud nyata dukungan PLN terhadap penguatan pendidikan vokasi sekaligus mendorong agenda transisi energi ramah lingkungan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti komitmen PLN dalam menjalankan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. “Penghargaan ICA dan ISDA 2025 ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim dan pemangku kepentingan.

PLN UIP KLT berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang berbasis kebutuhan masyarakat, berdampak nyata, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional kami,” ujar Basuki. Ia menambahkan, keberhasilan program TJSL tersebut tidak lepas dari kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas lokal, hingga mitra pelaksana, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Acara penganugerahan ini turut dihadiri Senior Manager Perizinan Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, bersama tim pengelola TJSL sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan program secara konsisten.

Melalui raihan ini, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan nilai tambah sosial, ekonomi, dan lingkungan seiring pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, sekaligus memperkuat peran PLN sebagai agen pembangunan berkelanjutan menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.

(ADV/*)

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda bersama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) bergerak cepat dalam membantu proses evakuasi tongkang bermuatan batu bara serta penanganan dampak insiden tertabraknya Jembatan Mahulu Samarinda, Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 05.30 WITA.

Begitu menerima laporan kejadian, Pelindo Regional 4 Samarinda langsung melakukan koordinasi intensif dengan SPJM, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan di wilayah setempat. Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan proses evakuasi berjalan aman, cepat, dan terkoordinasi dengan baik. Penanganan difokuskan pada pengamanan struktur jembatan, keselamatan alur pelayaran Sungai Mahakam, serta pencegahan potensi risiko lanjutan akibat posisi tongkang yang berada di sekitar area jembatan.

Sungai Mahakam sendiri merupakan jalur vital transportasi dan logistik bagi masyarakat Kalimantan Timur. Sebagai bagian dari respons tanggap darurat, SPJM mengerahkan dua kapal tunda, yakni TB Herlin II dan TB HNJ 09. Kedua kapal tersebut diturunkan untuk membantu proses penarikan dan pengamanan tongkang menuju lokasi labuh yang dinilai aman, sehingga tidak menimbulkan gangguan lanjutan terhadap jembatan maupun aktivitas pelayaran.

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menegaskan bahwa keterlibatan Pelindo dalam penanganan insiden ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan keamanan transportasi perairan. “Sejak awal kejadian, kami langsung berkoordinasi dan menurunkan dukungan operasional yang dibutuhkan. Keselamatan menjadi prioritas utama kami, baik bagi jembatan, pengguna sungai, maupun masyarakat sekitar. Seluruh proses evakuasi kami pastikan dilakukan sesuai standar keselamatan pelayaran,” ujar Capt. Suparman.

Ia menambahkan, Pelindo Regional 4 Samarinda juga terus menjalin komunikasi dengan pihak berwenang guna mendukung kelancaran proses investigasi serta memastikan alur pelayaran Sungai Mahakam tetap terkendali dan aman pascakejadian. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Tubagus Patrick, menjelaskan bahwa pengerahan kapal tunda merupakan bagian dari kesiapsiagaan SPJM dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. “SPJM memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan dan layanan maritim.

Begitu menerima informasi kejadian, kami segera mengerahkan TB Herlin II dan TB HNJ 09 untuk menarik dan mengamankan tongkang ke lokasi labuh yang aman, sehingga potensi risiko lanjutan dapat diminimalkan,” jelasnya. Menurut Tubagus Patrick, koordinasi solid antara Pelindo Regional 4 Samarinda, SPJM, serta instansi terkait menjadi kunci utama dalam memastikan penanganan insiden berlangsung efektif.

Seluruh tahapan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kelancaran aktivitas pelayaran. Pelindo Regional 4 Samarinda dan SPJM menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan berharap penanganannya dapat berjalan optimal. Ke depan, Pelindo bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dan langkah mitigasi risiko demi menjaga keselamatan pelayaran serta mendukung keberlanjutan transportasi air di Sungai Mahakam dan sekitarnya.

Sebagai BUMN kepelabuhanan dan layanan maritim nasional, Pelindo menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam situasi darurat, memberikan dukungan nyata bagi masyarakat, serta memastikan operasional kepelabuhanan dan pelayaran berlangsung secara aman, andal, dan berkelanjutan.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, JAKARTA — Periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang identik dengan peningkatan aktivitas perjalanan dan transaksi keuangan turut membuka celah bagi maraknya aksi penipuan. Kondisi tersebut mendorong PT Bank Danamon Indonesia Tbk untuk kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam bertransaksi selama masa liburan.

Tingginya mobilitas masyarakat, mulai dari pemesanan tiket, akomodasi, hingga belanja daring, kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan berbagai modus penipuan. Kejahatan ini tidak hanya terjadi secara konvensional, tetapi juga semakin banyak menyasar pengguna layanan digital perbankan. Consumer Lending Business Head Danamon, Enriko Sutarto, menegaskan bahwa masa liburan justru menjadi periode rawan bagi kejahatan finansial.

Menurutnya, pelaku penipuan kerap memanfaatkan situasi ketika masyarakat tengah fokus menikmati waktu bersama keluarga. “Liburan seharusnya menjadi momen beristirahat. Namun masyarakat perlu tetap waspada karena modus penipuan justru semakin aktif di periode seperti ini,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Danamon terus menggencarkan kampanye literasi dan keamanan transaksi melalui gerakan #JanganKasihCelah. Kampanye ini mengajak nasabah untuk lebih teliti, tidak mudah percaya, serta bijak dalam menggunakan berbagai produk dan layanan perbankan, termasuk kartu kredit, kredit tanpa agunan, dan aplikasi digital.

Enriko memaparkan sejumlah modus yang kerap muncul selama musim liburan, di antaranya agen perjalanan palsu, penipuan melalui tautan phishing, skimming ATM, penggunaan QRIS palsu, hingga peretasan data melalui jaringan Wi-Fi dan port pengisian daya USB di ruang publik.

Ia juga kembali menekankan bahwa Danamon tidak pernah meminta informasi sensitif nasabah. “Kami tidak pernah meminta OTP, PIN, CVV, maupun akses aplikasi D-Bank PRO. Jika ada pihak yang mengatasnamakan bank dan meminta data tersebut, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” tegasnya.

Selain upaya edukasi, Danamon memastikan sistem keamanan transaksi dan perlindungan data nasabah terus dijalankan sesuai dengan ketentuan regulator. Nasabah yang mendapati transaksi tidak wajar atau mengalami kehilangan kartu selama berlibur diminta segera melakukan pemblokiran melalui aplikasi D-Bank PRO atau menghubungi layanan Hello Danamon.

“Dengan kewaspadaan bersama, kami berharap masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman serta terhindar dari risiko kerugian finansial,” tutup Enriko.