SWARAREPUBLIKA.com, NUSANTARA — Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah memadati kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk memperingati Hari Lahir ke-100 NU atau satu abad NU, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan yang digelar di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN ini menjadi momentum doa kebangsaan sekaligus wujud dukungan NU terhadap pembangunan Nusantara sebagai ibu kota masa depan Indonesia.

Peringatan satu abad NU diisi dengan tausiyah kebangsaan dan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto sekaligus Ketua Umum PP Pergunu PBNU. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Timur, jajaran Pengurus Wilayah NU Kalimantan Timur, serta unsur TNI dan Polri.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual yang kokoh. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan dan toleransi menjadi ruh penting dalam membangun peradaban baru di Nusantara. “IKN ke depan akan menjadi laboratorium kerukunan.

Saat ini kami sedang membangun masjid negara dalam satu kompleks peribadatan yang juga mencakup klenteng, basilika, dan pura sebagai simbol nyata toleransi di Indonesia,” ujar Basuki. Senada dengan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan peran strategis NU dalam mengawal pembangunan daerah dan IKN.

Ia berharap NU terus mengambil peran terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan harmoni di tengah proses pembangunan. “NU memiliki kekuatan besar dalam menjaga persatuan. Kami berharap doa bersama ini menjadi ikhtiar agar Kalimantan Timur dan IKN terhindar dari konflik maupun bencana,” kata Seno.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur, KH. Muhammad Ali Cholil, menjelaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan satu abad NU memiliki makna khusus. Menurutnya, kehadiran NU di IKN merupakan bentuk keterlibatan umat dalam mendoakan keberhasilan pembangunan Nusantara.

“Kami ingin warga NU turut mendoakan agar target Ibu Kota Politik pada 2028 dapat tercapai. Ke depan, kami juga merencanakan peringatan Hari Santri di Masjid Negara serta kirab tongkat dan tasbih dari Jakarta ke Nusantara sebagai simbol kepemimpinan yang berlandaskan spiritualitas,” ujarnya.

Melalui peringatan satu abad NU ini, diharapkan terjalin sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan nilai spiritual, kebangsaan, serta toleransi, demi mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang inklusif dan berlandaskan persatuan dalam keberagaman.

Humas Otorita IKN

Suasana diskusi interaktif antara tim PLN, Aparat penegak hukum dan warga setempat dalam sesi tanya jawab terkait rencana pembangunan SKTT 150 kV

SWARAREPUBLUKA.com, Dalam rangka mendukung keandalan pasokan listrik sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan transparan dan partisipatif, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menggelar sosialisasi pembangunan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Kuaro dengan Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2025. Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1) ini merupakan bagian penting dari tahapan perencanaan dan pengamanan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan strategis di Kalimantan Timur.

Proyek SKTT ini dirancang untuk memperkuat sistem kelistrikan kawasan IKN dan wilayah sekitarnya agar tetap andal dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan perangkat desa dan kecamatan, unsur TNI dan Polri, Kejaksaan, hingga masyarakat yang berada di sekitar jalur rencana pembangunan SKTT. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan mampu membangun pemahaman bersama serta memperkuat komunikasi sejak tahap awal pelaksanaan proyek.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa pembangunan SKTT 150 kV GI Kuaro–GIS 4 IKN memiliki peran strategis dalam menopang sistem kelistrikan Kalimantan Timur, khususnya untuk mendukung pengembangan kawasan IKN. Menurutnya, penggunaan kabel bawah tanah juga sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota yang ramah lingkungan.

“Pembangunan SKTT ini tidak hanya untuk memperkuat pasokan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan IKN yang mengusung konsep green, beautiful, dan forest city. Karena itu, PLN berkomitmen menjalankan setiap tahapan proyek secara transparan dan sesuai regulasi,” ujar Basuki. Sementara itu, Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung kelancaran proyek.

Ia menyampaikan bahwa masukan dan aspirasi warga menjadi bahan pertimbangan penting dalam menyempurnakan perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang utuh terkait rencana pembangunan SKTT, sekaligus dapat menyampaikan saran dan masukan secara langsung.

Hal ini menjadi dasar bagi PLN dalam memastikan proyek berjalan aman, bertanggung jawab, serta memperhatikan aspek teknis, sosial, lingkungan, dan keselamatan,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan, guna mendukung terwujudnya sistem kelistrikan yang kuat bagi kawasan Ibu Kota Nusantara dan Provinsi Kalimantan Timur secara keseluruhan. 

(ADV/*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Duka kembali menyelimuti Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Seorang anak buah kapal (ABK) KM Madani Nusantara berinisial DN meninggal dunia dalam kecelakaan kerja saat proses pemuatan alat berat, Rabu malam, 28 Januari 2026.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita, sesaat sebelum kapal bertolak menuju Parepare, Sulawesi Selatan. Saat kejadian, kru kapal tengah melakukan tahapan awal pemuatan ekskavator ke atas dek kapal. Salah satu awak kapal, Kalasi I KM Madani Nusantara, Syukur, menjelaskan korban bertugas mengamankan posisi ekskavator dengan mengatur tali pengaman.

Tugas tersebut dilakukan untuk mencegah badan alat berat merusak struktur lantai kapal selama proses manuver. Menurutnya, DN berada di area sempit di sisi kapal yang berdekatan langsung dengan dinding kapal. Posisi tersebut membuat keberadaan korban sulit terpantau oleh operator alat berat maupun kru lainnya.

“Korban mengatur tali pengaman sambil menerima arahan dari Mualim Satu. Saat ekskavator bergerak, korban berada di titik yang sulit terlihat. Diduga terjadi blind spot sehingga korban terjepit,” ujar Syukur, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menegaskan, korban tidak terlindas ekskavator. Namun, benturan singkat antara badan alat berat dan dinding kapal mengenai bagian kepala korban dan menyebabkan cedera fatal. “Bukan terlindas. Korban hanya terjepit sesaat, tapi benturan itu mengenai kepala dan membuat korban tidak tertolong,” jelasnya.

DN diketahui merupakan kru dek aktif yang telah bergabung dengan KM Madani Nusantara selama kurang lebih 10 bulan. Korban lahir pada 2004 dan tercatat sebagai ABK yang bertugas tetap di kapal tersebut. Upaya evakuasi sempat dilakukan oleh kru kapal sekitar 20 menit setelah kejadian.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka berat di bagian kepala. Saat insiden terjadi, proses pemuatan masih berada pada tahap awal. Dari rencana pengangkutan dua unit ekskavator, baru satu alat berat yang berhasil dinaikkan ke atas kapal.

KM Madani Nusantara sendiri dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Semayang menuju Parepare sebelum tengah malam. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi terkait kelanjutan proses pelayaran maupun evaluasi keselamatan kerja pascakejadian tersebut.

(*/R)

GM PLN UIP KLT Basuki Widodo bersama  jajaran PLN Group Kalimantan Timur berfoto bersama Gubernur Kaltim H Rudi Mas'ud usai audensi dikantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda 

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA – PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempererat kolaborasi strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor ketenagalistrikan. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara manajemen PLN Grup Kalimantan Timur dengan Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (15/1/2026).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Basuki Widodo, dan dihadiri jajaran manajemen PLN UIP KLT serta perwakilan PLN Grup se-Kalimantan Timur. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan konstruktif, membahas penguatan sinergi antara BUMN kelistrikan dan pemerintah daerah.

Basuki Widodo menegaskan bahwa kerja sama lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pertumbuhan wilayah dan pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur. Menurutnya, sinergi yang solid antara PLN dan Pemerintah Provinsi akan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan listrik yang andal, berkelanjutan, dan merata bagi masyarakat.

“Kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu mendukung aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta program pembangunan daerah,” ujar Basuki Widodo.

Ia juga menambahkan, kehadiran sistem kelistrikan yang andal memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan iklim investasi, serta memperkuat daya saing daerah, khususnya dalam mendukung kawasan industri dan pusat-pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen PLN dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap koordinasi dan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna memperkuat layanan publik dan menunjang visi pembangunan Kalimantan Timur ke depan.

Audiensi ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara PLN dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus memperkuat kerja sama dalam menghadirkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

(ADV/*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Insiden mencekam terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, setelah Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Kartika IX dilaporkan mengalami kemiringan parah sesaat setelah sandar, Selasa (27/1/2026).

Kondisi tersebut menyebabkan proses evakuasi penumpang terkendala dan memicu kekhawatiran adanya penumpang yang masih terjebak di dalam kapal. Kapal yang diketahui berlayar dari Parepare, Sulawesi Selatan, itu dilaporkan miring sehingga menyulitkan akses keluar masuk kapal.

Petugas gabungan terpaksa menunda evakuasi lanjutan sambil menunggu posisi kapal kembali stabil demi menghindari risiko keselamatan yang lebih besar. Kapolsek KP3 Semayang Balikpapan, AKP Hari P., mengatakan bahwa fokus utama penanganan saat ini adalah menormalkan posisi kapal sebelum evakuasi dilakukan secara menyeluruh.

“Evakuasi masih berlangsung, namun belum bisa maksimal karena posisi kapal masih miring. Kami terus berkoordinasi dengan pihak kapal untuk meluruskan atau menormalkan kondisi kapal terlebih dahulu,” ujar AKP Hari P. di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, posisi kapal yang berhimpitan dengan dermaga membuat proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap. Petugas memilih langkah tersebut guna memastikan keselamatan penumpang dan tim penyelamat. “Karena kondisi kapal masih berhimpitan, evakuasi dilakukan satu per satu. Kami menunggu kapal benar-benar normal agar prosesnya aman,” jelasnya.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima petugas, diduga masih terdapat satu penumpang yang terjebak di dalam kapal. Namun hingga saat ini, tim gabungan belum dapat menjangkau lokasi tersebut karena kondisi kapal yang belum memungkinkan untuk dimasuki. “Informasi awal menyebutkan ada satu penumpang yang terjepit di dalam kapal. Namun kami belum bisa masuk karena kapal masih dalam kondisi miring,” katanya.

AKP Hari P. menambahkan, penanganan insiden ini telah dilakukan sejak pukul 07.00 Wita dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Sejumlah unsur yang terlibat antara lain Basarnas, TNI Angkatan Laut yang dipimpin langsung oleh Danlanal, Polair, KSOP, serta Pelindo. “Seluruh unsur terkait hadir dan terlibat langsung di lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkendali,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berupaya menormalkan posisi Kapal Dharma Kartika IX sebelum melanjutkan proses evakuasi lanjutan. (*)

Dirut PLN Darmawan Prasodjo meninjau langsung Instalasi kelistrikan di GI 159 kV Batulicin Baru/ Setangga

SWARAREPUBLIKA.com, TANAH BUMBU – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menegaskan perannya sebagai penggerak utama penguatan infrastruktur kelistrikan nasional dengan menyelesaikan pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Batulicin Baru/Setangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Infrastruktur strategis ini menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi kawasan industri, khususnya industri smelter bahan baku baterai milik PT Anugerah Barokah Cakrawala (ABC). Keberhasilan pembangunan GI tersebut mendapat perhatian langsung Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri peresmian Pabrik Bahan Prekursor Baterai PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) di KEK Setangga, Selasa (13/1).

Dalam kesempatan itu, Darmawan juga meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan yang disiapkan PLN untuk mendukung ekosistem industri berbasis hilirisasi. Darmawan menegaskan, pengembangan kawasan industri nasional tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan listrik yang andal dan berkelanjutan.

Menurutnya, PLN hadir bukan sekadar sebagai penyedia energi, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Keandalan listrik menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi. PLN berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan listrik industri terpenuhi secara aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai unit yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan, PLN UIP KLT berperan sejak tahap perencanaan hingga realisasi pembangunan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga. Proyek ini diinisiasi untuk memenuhi kebutuhan daya listrik besar dari PT ABC sebagai salah satu tenant utama KEK Setangga, dengan kebutuhan mencapai 80 MVA guna mendukung operasional smelter bahan baku baterai.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa pembangunan gardu induk tersebut merupakan bagian dari strategi PLN dalam menjawab kebutuhan listrik sektor industri yang terus berkembang. “Pembangunan dimulai pada 4 Januari 2024 dan berhasil dilakukan pemberian tegangan pertama atau energize pada 27 Februari 2025.

Ini menjadi bukti kesiapan PLN UIP KLT dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri secara berkelanjutan,” jelas Basuki. Ia menambahkan, keberadaan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga tidak hanya menjamin pasokan listrik yang andal bagi PT ABC, tetapi juga membuka peluang masuknya tenant industri baru di KEK Setangga.

Dengan sistem kelistrikan berkapasitas besar dan andal, kawasan ini memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai pusat industri hilirisasi baterai dan industri turunan lainnya. Lebih lanjut, Basuki menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan ini turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Pasokan listrik yang stabil mendorong aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya. KEK Setangga pun diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

(ADV/*)

Aksi simulasi dan peragaan ketangkasan oleh tim Security PLN sebagai bagian dari penguatan aspek keamanan dilingkungan kerja

SWARAREPUBLiKA.com, Balikpapan – PT PLN (Persero) Group Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pelaksanaan Apel Bersama Bulan K3 Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini digelar oleh PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) di halaman Kantor PLN UIP KLT, Balikpapan, Selasa (20/1/2026).

Apel bersama tersebut diikuti oleh jajaran manajemen dan pegawai PLN UIP KLT serta perwakilan PLN Group Kaltimra. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat penerapan budaya K3 di seluruh lini kerja, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 mengusung tema korporat, “Penguatan Sinergi Lintas Peran yang Inklusif, Kolaboratif, dan Pemanfaatan Teknologi Berkelanjutan untuk Mewujudkan Zero Harm Zero Loss.” Tema tersebut menegaskan komitmen PLN dalam menjadikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap proses bisnis perusahaan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa penerapan K3 tidak sebatas kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang tertanam kuat pada setiap insan PLN. Ia menekankan, keberhasilan pembangunan ketenagalistrikan tidak boleh mengorbankan keselamatan manusia maupun aset perusahaan.

“Keselamatan kerja adalah fondasi utama seluruh aktivitas PLN. Melalui Bulan K3 Nasional ini, kami ingin memastikan bahwa setiap target kinerja dan pembangunan dicapai dengan mengedepankan prinsip keselamatan. Zero Harm dan Zero Loss bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata yang harus dijalankan bersama,” ujar Basuki.

Selain apel, kegiatan juga dimeriahkan dengan peragaan keterampilan Tim Security PLN. Atraksi tersebut menampilkan simulasi teknik pengamanan dasar, bela diri, serta penanganan situasi darurat sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

Melalui peringatan Bulan K3 Nasional ini, PLN UIP KLT berharap budaya K3 semakin terinternalisasi di seluruh unit PLN Group Kaltimra, sehingga mampu mendukung pencapaian target pembangunan ketenagalistrikan nasional secara berkelanjutan dengan mengutamakan keselamatan dan perlindungan seluruh insan PLN.

(ADV/*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menutup tahun 2025 dengan kinerja arus petikemas yang relatif stabil, mencerminkan konsistensi operasional perusahaan di tengah dinamika industri logistik regional.

Sepanjang tahun lalu, terminal petikemas ini mencatatkan arus sebesar 200.418 TEUs, sebuah capaian yang menunjukkan ketahanan layanan meski dihadapkan pada perubahan pasar dan tekanan eksternal. Dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan arus petikemas pada 2025 memang cenderung lebih moderat.

Pada 2024, KKT mencatat pertumbuhan signifikan hingga sekitar 20 persen. Sementara pada 2025, realisasi arus petikemas tercatat sekitar 5 persen di bawah target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar logistik di wilayah Kalimantan, sekaligus menggambarkan dinamika distribusi barang dan kondisi ekonomi sepanjang tahun berjalan.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, menegaskan bahwa kinerja perusahaan tidak semata-mata diukur dari angka pertumbuhan, melainkan dari keberlanjutan operasional dan efisiensi proses layanan. Menurutnya, menjaga keandalan layanan di tengah fluktuasi pasar menjadi fokus utama perusahaan. “Sepanjang 2025, kami secara konsisten memastikan pelayanan tetap andal dan tepat waktu, meskipun terdapat tekanan eksternal yang berdampak pada volume bongkar muat,” ujar Enriany Muis dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026).

Sejalan dengan komitmen tersebut, KKT terus mendorong transformasi operasional melalui penerapan sistem digital Vehicle Mounted Terminal (VMT). Sistem ini berupa perangkat komputer yang terpasang langsung pada alat bongkar muat seperti reach stacker, RTG, dan head truck. Implementasi VMT dinilai membawa perubahan signifikan, mulai dari peningkatan akurasi pencatatan, pergerakan data secara real-time, hingga percepatan koordinasi antarpetugas di lapangan.

Di sisi lain, capaian arus petikemas selama 2025 juga dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Sekitar 10 persen muatan, seperti besi tua dan barang pindahan, tercatat beralih dari skema petikemas ke nonpetikemas. Selain itu, menurunnya intensitas sejumlah proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut berdampak pada berkurangnya distribusi material yang sebelumnya banyak menggunakan jalur petikemas.

Menghadapi tahun 2026, PT Kaltim Kariangau Terminal telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memperkuat kinerja perusahaan. KKT berkomitmen untuk terus bersinergi dengan para pemangku kepentingan dan mitra strategis, sekaligus menjajaki peluang pengembangan pasar baru. Salah satu potensi yang tengah dikaji adalah pengembangan komoditas Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah sebagai muatan unggulan baru.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas basis layanan serta mendorong pertumbuhan arus barang di masa mendatang. “Capaian 2025 menjadi pijakan penting bagi kami untuk merancang strategi ke depan. Perusahaan akan terus beradaptasi dengan perubahan pasar, menjaga kepercayaan pengguna jasa, serta memperkuat sistem operasional,” pungkas Enriany.

Sebagai simpul logistik strategis di Kalimantan Timur, KKT berupaya memastikan seluruh proses operasional berjalan efisien dan berkelanjutan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkesinambungan.(*)