SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - PT Kaltim Kariangau Terminal memasuki periode Natal dan Tahun Baru 2025 dengan tingkat kesiapan yang lebih menyeluruh, karena perusahaan melihat masa Nataru sebagai periode dengan intensitas logistik yang meningkat dan memerlukan pengelolaan operasional yang stabil.

PT KKT memperkuat kesiapan peralatan, meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta menata sistem kerja agar seluruh proses dapat berjalan tanpa hambatan.

Jum'at (12/12/2025), Direktur Utama PT KKT sekaligus Plh. Direktur Operasi dan Teknik Enriany Muis menjelaskan bahwa persiapan dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan seluruh lini memiliki ritme kerja yang selaras dan mampu merespons peningkatan arus barang.

Dinamika terminal yang bergerak cepat, di mana aktivitas bongkar muat menunjukkan peningkatan signifikan, jumlah kontainer yang masuk dan keluar lebih rapat, serta kedatangan kapal yang terjadi dalam interval yang lebih pendek, sehingga perusahaan menyusun strategi operasional yang lebih terukur. “Setiap divisi mempersiapkan langkah antisipasi agar distribusi tugas, pola koordinasi, dan pengendalian lapangan dapat berlangsung konsisten. Seluruh proses dirancang agar perusahaan mampu menyesuaikan diri dengan puncak arus tanpa mengurangi kelancaran layanan, ” tuturnya.

Salah satu elemen penting dalam persiapan ini adalah kesiapan peralatan utama, termasuk tiga unit Quay Container Crane (QCC) milik PT KKT yang sudah terelektrifikasi penuh sejak Agustus 2025. Peralatan ini menjadi komponen inti pada layanan dermaga karena kemampuan operasionalnya menentukan kecepatan dan ketepatan bongkar muat. “Elektrifikasi menghadirkan efisiensi energi dan menurunkan tingkat emisi, sehingga mendukung langkah PT KKT untuk memperkuat penerapan prinsip Green Port yang kini tercermin dalam pola operasi harian QCC,” jelas Enriany.

Peningkatan kapasitas container yard juga menjadi fokus utama. Penambahan extension sitting plate memberikan ruang tambahan bagi penataan kontainer, sehingga tim lapangan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola pergerakan barang pada saat volume mencapai titik puncak. Area yang lebih luas membantu mengurangi potensi penumpukan dan memungkinkan proses bongkar muat dilakukan dengan alur yang lebih teratur.

Peningkatan kapasitas ini menjadi landasan untuk menjaga kelancaran logistik selama masa Nataru yang identik dengan kepadatan arus. Dari sisi sumber daya manusia, PT KKT menerapkan sistem kerja 24 jam dalam tujuh hari melalui pola shift yang memastikan operasional berlangsung tanpa henti. Briefing pergantian shift dilakukan secara rutin agar setiap tim menerima pembaruan kondisi lapangan dan memahami prioritas pekerjaan.

Pelaporan berkala memastikan arus informasi bergerak cepat, sehingga setiap perubahan situasi dapat ditindaklanjuti secara langsung. Koordinasi menyeluruh meliputi area dermaga, pergerakan internal, gate operation, hingga proses dokumentasi layanan yang bergerak dalam satu alur operasional.

“Dengan menjaga kepercayaan pengguna jasa menjadi komitmen utama PT KKT. Ketepatan waktu menjadi standar yang dipertahankan, terutama pada periode dengan lonjakan permintaan. Ia menekankan bahwa persiapan Nataru bukan sekadar upaya jangka pendek, tetapi bagian dari langkah perusahaan untuk mempertahankan kualitas layanan pada bulan berikutnya. Pendekatan ini menunjukkan orientasi PT KKT terhadap keberlanjutan operasional dan peningkatan kualitas pelayanan secara bertahap,” tambahnya.

Enriany menegaskan bahwa melihat periode Nataru sebagai kesempatan untuk menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mengelola lonjakan arus logistik melalui layanan yang stabil dan infrastruktur yang andal. SDM yang terlatih dan sistem kerja yang tertata menjadi elemen kunci dalam mencapai tujuan tersebut. Seluruh persiapan ini diarahkan agar pelanggan menerima layanan yang dapat diandalkan pada saat kebutuhan logistik berada pada titik tertinggi, sekaligus memperkuat posisi PT KKT sebagai terminal yang siap menghadapi dinamika operasional dalam skala lebih besar,” tutupnya.

(ADV/*)

PLTU Kalselteng 2 beroperasi penuh sebagai tulang punggung penting dalam sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan 

SWARAREPUBLIKA.com, Kalimantan Timur  - Komitmen PT PLN (Persero) untuk menghadirkan layanan listrik yang andal di Kalimantan semakin kuat. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui tata kelola yang bersih dan akuntabel, (28/11/2025)

Sebagai langkah nyata, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menggandeng Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk meninjau langsung Progress Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) terhadap sejumlah proyek vital.

Peninjauan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah strategi pengamanan ganda yang bertujuan memastikan kelancaran, akuntabilitas, dan kepastian hukum dari proyek-proyek yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Kegiatan strategis ini dipimpin oleh General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, dan Kasubdit IV.C Direktorat IV Kejaksaan Agung RI, Suyanto, S.H., M.Hum.

Tim gabungan meninjau dua lokasi proyek utama yakni PLTU Kalselteng 2 (2 x 100 MW) di Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang perannya krusial dalam menopang pasokan daya listrik hingga ke Kalimantan Timur.

Peninjauan juga dilakukan pada Proyek GIS 150 kV 4 IKN di Kalimantan Timur, infrastruktur yang vital untuk mendukung suplai energi Ibu Kota Nusantara. Sinergi dengan Kejaksaan Agung ini menjadi kebutuhan mendasar bagi PLN. Proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang bersifat strategis di bawah lingkup PLN UIP KLT yang seringkali rentan terhadap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, terutama isu lahan dan berpotensi risiko hukum.

Dengan pendampingan PPS, PLN berupaya melindungi proyek dari seluruh risiko dalam penyelesaian proyek, memastikan setiap anggaran digunakan tepat sasaran, dan menjamin pembangunan berjalan sesuai jadwal demi kepentingan rakyat. Menanggapi kolaborasi ini, Kasubdit IV.C Direktorat IV Kejaksaan Agung RI, Suyanto, S.H., M.Hum. menyatakan, “Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk dukungan penuh Kejaksaan terhadap pembangunan strategis.

Dengan mengintegrasikan aspek hukum, teknis, dan tata kelola internal secara langsung, kami berharap setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan sangat baik, sehingga hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat tanpa ada penyimpangan.” Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan komitmen PLN. “Upaya ini membuktikan bahwa PLN tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tata kelola yang transparan dan taat hukum.

Dukungan dari Kejagung ini sangat penting untuk menghilangkan keraguan dan hambatan di lapangan. Tujuan kami jelas, setiap proyek yang kami kerjakan harus selesai tepat waktu, beroperasi andal, dan segera memberikan manfaat maksimal berupa listrik yang stabil bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan.” Dengan dilaksanakannya peninjauan dan pengawalan PPS ini, PLN mempertegas komitmennya untuk menjalankan proyek pembangunan infrastruktur dengan akuntabilitas tertinggi, memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar kembali menjadi energi yang kuat dan berkesinambungan untuk masa depan bangsa.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dan industri hulu migas dalam membantu pemulihan pascabencana. Penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta posko-posko penanganan darurat di wilayah terdampak.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari genset, paket sembako dan makanan siap saji, air mineral, perlengkapan sanitasi, selimut, tenda keluarga, matras, perlengkapan bayi, hingga obat-obatan dan peralatan kesehatan. Selain itu, disertakan pula peralatan kebersihan guna mendukung proses pemulihan lingkungan pascabencana.

Bantuan kemanusiaan tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, bersama Kepala SKK Migas melalui pengiriman kargo udara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jalur udara dipilih untuk memastikan bantuan dapat segera menjangkau daerah-daerah yang mengalami kendala akses akibat terputusnya sarana transportasi darat. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab moral dan kepedulian Kementerian ESDM bersama SKK Migas dan KKKS. Kami ingin memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, sekaligus mempercepat penanganan darurat dan pemulihan di lapangan,” ujarnya, Rabu (11/12).

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan partisipasi sejumlah KKKS yang beroperasi di wilayah Sumatera Bagian Utara agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan aktual di lokasi pengungsian. “Penyaluran bantuan kami lakukan secara berkelanjutan. Hari ini, bantuan seberat 12 ton 146 kilogram telah dikirim, terdiri dari tenda besar, genset, dan jet cleaner, yang langsung diberangkatkan menggunakan pesawat kargo menuju lokasi terdampak,” ungkap Djoko, Kamis (12/12).

Melalui sinergi ini, Kementerian ESDM, SKK Migas, dan KKKS berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi bencana alam.

GM PLN UIP KLT Basuki Widodo menyerahkan plakat kepada kepala kejati Kalimantan Utara sebagai simbol apresiasi dan komitmen berkelanjutan dalam kerjasama kelembagaan 

SWARAREPUBLIKA.com, TANJUNG SELOR – Tongkat estafet kepemimpinan boleh berganti, namun benang merah sinergi antara PLN dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kejati Kaltara) tetap terjaga. Hal itu tampak jelas dalam agenda audiensi yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara, sebuah pertemuan yang kembali menghadirkan semangat kolaborasi setelah sebelumnya terjalin erat dengan pimpinan Kejati sebelumnya.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini mempertemukan jajaran pucuk pimpinan kelistrikan di Kalimantan. Hadir GM PLN UIP KLT Basuki Widodo, membawa semangat baru dalam percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah utara Pulau Kalimantan, bersama GM PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli memastikan sisi distribusi tetap selaras dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Turut hadir pula PLN UIP3B Kalimantan, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum (SRM KKU) Endah Trianingtiyas, mewakili GM PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, memperkuat komitmen PLN pada pengoperasian transmisi dan pengatur beban. Audiensi ini menjadi ruang diskusi yang lebih dari sekadar seremonial. PLN dan Kajati Kaltara membahas penyelarasan dukungan hukum untuk program strategis PLN mulai dari percepatan pembangunan jaringan listrik, pengamanan aset negara, pendampingan proses investasi, hingga mitigasi potensi risiko hukum di lapangan.

Di tengah masifnya pembangunan kelistrikan di Kaltim–Kaltara, kehadiran Kepala Kejati yang baru membuka peluang penyegaran kerja sama untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan berlandaskan kepastian hukum. Semua langkah ini tidak terlepas dari misi besar PLN untuk rakyat, menghadirkan layanan listrik yang aman dan andal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pihak PLN menilai bahwa kesinambungan dukungan dari Kejati Kaltara adalah fondasi penting bagi kelancaran proyek-proyek strategis kelistrikan. Dengan tingginya aktivitas pembangunan transmisi, gardu induk, hingga penguatan jaringan untuk mendukung kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi, kolaborasi lintas institusi menjadi kunci utama.

GM PLN UIP KLT Basuki Widodo menegaskan pentingnya sinergi ini. “Kami di PLN UIP KLT meyakini bahwa kecepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan harus berjalan berdampingan dengan kepastian hukum. Dukungan Kejaksaan Tinggi Kaltara adalah energi tambahan bagi kami untuk terus memastikan setiap proyek berjalan transparan, akuntabel, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, seluruh kerja keras ini bermuara pada satu tujuan: menghadirkan PLN untuk rakyat.”

Audiensi ini menjadi penanda bahwa sekalipun wajah pemimpin berubah, komitmen untuk menjaga keberlangsungan layanan publik tetap menyala. Dengan komunikasi yang terbangun baik antara PLN dan Kejati Kaltara, seluruh agenda percepatan kelistrikan di Kalimantan diharapkan dapat berjalan tanpa hambatan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Pertemuan yang digelar di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara itu ditutup dengan optimisme bahwa sinergi kelembagaan akan semakin kokoh, menyongsong masa depan Kaltara yang lebih terang bagi rakyat dan pembangunan berkelanjutan.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) turut mengambil peran dalam penguatan karakter generasi muda melalui keikutsertaannya sebagai narasumber pada kegiatan Sharing Session: Kelas Inspirasi yang digelar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 Samarinda.

Kegiatan berlangsung di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur pada 11 Desember 2025 dan dihadiri sekitar 100 siswa yang mengikuti sesi dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, SKK Migas Kalsul diwakili oleh Wisnu Wardhana, SE., Ak., MSc.

Alih-alih hanya memaparkan tugas dan fungsi industri hulu migas, Wisnu justru menitikberatkan materi pada perjalanan hidup, nilai karakter, serta prinsip perjuangan yang membentuk dirinya hingga dapat berkarier di sektor strategis nasional.

Ia membagikan pengalaman mengenai disiplin, etos kerja, kejujuran, dan keberanian menghadapi hambatan sejak masa sekolah hingga dunia profesional. Para siswa SRT 24 Samarinda menyambut sesi ini dengan sangat antusias. Mereka aktif berdialog, bertanya, hingga berbagi cerita pribadi kepada narasumber.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan kebutuhan besar siswa terhadap sosok panutan yang dapat memberikan perspektif baru tentang cita-cita dan masa depan. Kepala Sekolah SRT 24 Samarinda mengapresiasi kontribusi SKK Migas Kalsul dan berharap kelas inspirasi dapat menjadi kegiatan rutin.

Menurutnya, pembekalan motivasi dan cerita perjalanan hidup tokoh-tokoh inspiratif dapat membantu siswa membangun kepercayaan diri, keberanian bermimpi, serta kemauan untuk meningkatkan prestasi tanpa memandang latar belakang keluarga. Secara terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris, menegaskan bahwa investasi terbesar bagi masa depan bangsa adalah pengembangan generasi mudanya.

Kehadiran Wisnu Wardhana sebagai narasumber disebut sebagai bentuk komitmen SKK Migas Kalsul untuk berbagi wawasan dan memberikan motivasi kepada siswa.

“Anak-anak di SRT 24 Samarinda adalah bagian dari masa depan Kalimantan Timur dan Indonesia. Kami berharap sesi inspirasi ini dapat menumbuhkan semangat, karakter, dan kepercayaan diri mereka untuk terus belajar, berjuang, dan mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki,” ujar Azhari.

Pemegang program Jejaring Dewi Erna Permana Puskesmas Manggar Baru 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Puskesmas Manggar Baru terus berupaya mengoptimalkan program jejaring meskipun sejumlah tantangan masih dihadapi. Pemegang Program Jejaring, Dewi Erna Permana, mengungkapkan beberapa kendala sekaligus fokus utama program kesehatan tahun 2026 pada Rabu (3/12/2025).

Menurut Dewi, tantangan terbesar saat ini adalah kesibukan fasyankes jejaring dan pemegang program yang membuat pertemuan bulanan sulit dijadwalkan. “Kadang waktunya tidak ketemu, apalagi menjelang akhir tahun. Banyak fasilitas yang sibuk menyelesaikan laporan,” jelasnya.

Selain itu, miskomunikasi dengan pasien juga kadang terjadi, terutama saat menjelaskan alur rujukan atau pemeriksaan lanjutan. Namun Dewi menegaskan bahwa hal tersebut dapat diantisipasi melalui komunikasi by phone yang selalu tersedia jika ada kendala. Meski terdapat hambatan, Puskesmas Manggar Baru tetap fokus memperkuat program prioritas di tahun mendatang, yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan TB.

Ketiga penyakit ini dinilai masih membutuhkan penanganan intensif karena prevalensinya cukup tinggi. “Program wajib seperti TB, hipertensi, dan DM akan tetap kami perkuat karena itu bagian dari target nasional juga,” katanya.

Fasilitas jejaring juga diharapkan dapat lebih aktif dalam skrining dini agar kasus dapat ditemukan lebih cepat. Upaya ini akan dipadukan dengan peningkatan edukasi kepada masyarakat dan penanganan kasus penyerta lainnya yang memerlukan rujukan ke puskesmas.

Dewi menambahkan bahwa kolaborasi yang kuat antara puskesmas dan jejaring sangat diperlukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan menyeluruh. Ia berharap tahun depan koordinasi dapat berjalan lebih lancar dan intensif. “Harapan kami, semua fasyankes bisa terus menjaga komitmen dan berkomunikasi lebih baik. Dengan begitu, layanan kesehatan untuk warga Manggar Baru akan semakin berkualitas,” tutupnya.

(ADV/Puskesmas)

Penyerahan penghargaan kepada PT PLN (Persero) UIP KLT Sebagai mitra pendukung pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dalam kegiatan bussines matching tahun 2025 di Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) dalam memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat kembali memperoleh pengakuan.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi memberikan penghargaan kepada PLN UIP KLT sebagai mitra pendukung pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Penghargaan tersebut diterima oleh Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Teddy Kristianto, dalam kegiatan Business Matching 2025 yang berlangsung di Ballroom Nusantara Hotel Max One Balikpapan, Senin (9/12/2025).

Apresiasi ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya berorientasi pada keandalan sistem, namun juga mampu menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan pelaku IKM serta pemerintah daerah, PLN UIP KLT menunjukkan bahwa sektor energi dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan mandat pembangunan ketenagalistrikan nasional dengan pendekatan inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “PLN tidak hanya membangun jaringan transmisi, gardu induk, dan pembangkit untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan, tetapi juga memastikan kehadiran proyek-proyek tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

PLN UIP KLT memiliki wilayah kerja yang cukup luas, meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Ketiga wilayah ini memegang peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk penguatan pasokan listrik bagi kawasan industri dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini, serangkaian proyek strategis nasional sedang dikerjakan, mulai dari pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi hingga gardu induk, dengan seluruh proses pembangunan dijalankan berdasarkan prinsip keberlanjutan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat, PLN UIP KLT juga aktif melibatkan warga sekitar proyek melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Dukungan tersebut mencakup pendampingan, penguatan kapasitas usaha, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah guna menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perkembangan industri.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Balikpapan turut memberikan apresiasi atas konsistensi PLN UIP KLT dalam mendukung pelaku IKM. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah merupakan kunci terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat lokal. Dengan penghargaan ini, PLN UIP KLT semakin mengukuhkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis energi.

PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sosial dan ekonomi di wilayah Kalimantan sebagai bagian dari percepatan pembangunan nasional.

(ADV/*)

Pemegang program Jejaring puskesmas Manggar Baru Dewi Erna Permana 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Evaluasi jejaring fasilitas kesehatan menjadi salah satu fokus utama Puskesmas Manggar Baru dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Dewi Erna Permana, Pemegang Program Jejaring, pada Rabu (3/12/2025). Dewi menjelaskan bahwa setiap tahun puskesmas mengumpulkan laporan dari seluruh fasyankes jejaring untuk menilai jumlah kasus yang ditemukan selama satu tahun penuh. Data tersebut meliputi hipertensi, diabetes, tuberkulosis, hingga kondisi gizi ibu hamil. “Setiap fasyankes wajib melaporkan datanya. Dari situ kami bisa melihat gambaran kesehatan masyarakat Manggar Baru dalam satu tahun,” ujar Dewi.

Evaluasi tahunan ini menjadi dasar dalam menentukan arah program kesehatan di tahun berikutnya. Jika ditemukan tren peningkatan kasus tertentu, puskesmas akan memperkuat edukasi, pemeriksaan rutin, atau penanganan kolaboratif bersama jejaring. “Evaluasi ini tidak sekadar laporan, tetapi menjadi acuan strategi kesehatan,” tambahnya.

Dewi menyebut jejaring sejauh ini cukup efektif karena fasyankes secara konsisten mengirimkan laporan. Ketersediaan data membuat puskesmas bisa melakukan analisis risiko lebih cepat dan tepat sasaran. Bahkan, jejaring membantu mempercepat penemuan kasus secara signifikan.

Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama terkait waktu dan kesibukan fasyankes dalam menyusun laporan. Namun komunikasi intensif, baik melalui pertemuan maupun telepon, membantu memastikan semua fasilitas tetap aktif berkontribusi. “Yang terpenting, semua fasyankes memiliki kesadaran bahwa laporan mereka sangat berpengaruh terhadap kebijakan kesehatan,” jelas Dewi. Ia berharap evaluasi jejaring semakin baik di tahun mendatang untuk memastikan seluruh program kesehatan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan warga.

(ADV/Puskesmas)