PLN Rampungkan GI 150 kV Batulicin Baru, Perkuat Daya Dukung KEK Setangga

Dirut PLN Darmawan Prasodjo meninjau langsung Instalasi kelistrikan di GI 159 kV Batulicin Baru/ Setangga

SWARAREPUBLIKA.com, TANAH BUMBU – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menegaskan perannya sebagai penggerak utama penguatan infrastruktur kelistrikan nasional dengan menyelesaikan pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Batulicin Baru/Setangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Infrastruktur strategis ini menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi kawasan industri, khususnya industri smelter bahan baku baterai milik PT Anugerah Barokah Cakrawala (ABC). Keberhasilan pembangunan GI tersebut mendapat perhatian langsung Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri peresmian Pabrik Bahan Prekursor Baterai PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) di KEK Setangga, Selasa (13/1).

Dalam kesempatan itu, Darmawan juga meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan yang disiapkan PLN untuk mendukung ekosistem industri berbasis hilirisasi. Darmawan menegaskan, pengembangan kawasan industri nasional tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan listrik yang andal dan berkelanjutan.

Menurutnya, PLN hadir bukan sekadar sebagai penyedia energi, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Keandalan listrik menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi. PLN berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan listrik industri terpenuhi secara aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai unit yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan, PLN UIP KLT berperan sejak tahap perencanaan hingga realisasi pembangunan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga. Proyek ini diinisiasi untuk memenuhi kebutuhan daya listrik besar dari PT ABC sebagai salah satu tenant utama KEK Setangga, dengan kebutuhan mencapai 80 MVA guna mendukung operasional smelter bahan baku baterai.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa pembangunan gardu induk tersebut merupakan bagian dari strategi PLN dalam menjawab kebutuhan listrik sektor industri yang terus berkembang. “Pembangunan dimulai pada 4 Januari 2024 dan berhasil dilakukan pemberian tegangan pertama atau energize pada 27 Februari 2025.

Ini menjadi bukti kesiapan PLN UIP KLT dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri secara berkelanjutan,” jelas Basuki. Ia menambahkan, keberadaan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga tidak hanya menjamin pasokan listrik yang andal bagi PT ABC, tetapi juga membuka peluang masuknya tenant industri baru di KEK Setangga.

Dengan sistem kelistrikan berkapasitas besar dan andal, kawasan ini memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai pusat industri hilirisasi baterai dan industri turunan lainnya. Lebih lanjut, Basuki menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan ini turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Pasokan listrik yang stabil mendorong aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya. KEK Setangga pun diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

(ADV/*)