Brimob Kaltim Datang Bantu Polisi Pukul Mundur Massa di Depan Gedung DPRD Balikpapan BALIKPAPAN – Polisi yang berjaga di depan gedung DPRD Kita Balikpapan Kalimantan Timur mendapatkan bala bantuan dari Brimob.

Ada sekitar 100-an anggota Brimob Polda Kaltim lengkap dengan kendaraan pengurai masa datang dari arah samping gedung DPRD Kota Balikpapan.

“Ayo ayo Brimob maju Brimob Maju!” teriak Wadansat Brimob Polda Kaltim AKBP Slamet Hermawan, SIK, MM. Kedatangan mereka langsung disambut antusias oleh para polisi yang berjaga. Begitu bantuan datang, barikade polisi langsung merangsek maju menghalau massa.

Mereka juga pakai water canon dan mobil vulcano untuk memukul mundur massa. AKBP Slamet Hermawan mengatakan, “massa kali ini berniat ingin rusuh karena sudah bakar ban, melempari gedung dengan botol minum dan menjebol pagar Kantor DPRD Kota Balikpapan,” ujarnya. Kamis (8/10).

Brimob Polda Kaltim menghalau massa ke arah Balikpapan Plasa. Dan meminta perwakilan Korlap massa aksi untuk menyampaikan langsung ke pihak DPRD Kota Balikpapan.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kalimantan Timur dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim.

BALIKPAPAN,Adanya pelarangan bagi pedagang asongan yang berjualan disekitaran area pelabuhan ternyata masih belum bisa ditertibkan secara maksimal oleh pihak Pelindo 4, Kamis(8/10/2020).

Ketua FKMPPSB (Forum Komunikasi Masyarakat Pedagang Pelabuhan Semayang Balikpapan) H Amir Syarifudin yang didampingi kuasa hukumnya Ardiansyah mengatakan Seluruh pedagang yang berjualan di lantai 2 adalah pedagang yang di Fasilitasi oleh pihak Pelindo 4 karena semenjak tahun 2017 kios pedagang diarea bawah tersebut dibongkar dan diberikan uang bongkaran kios sebesar Rp 1.500.000.

"Kenyataan di lapangan tidak sejalan dengan apa yang terjadi sementara manager pelindo 4 sudah memberikan surat edaran larangan bagi pedagang asongan berjualan didalam area lantai bawah pelabuhan", faktanya pedagang asongan masih saja lalu lalang/ mondar mandir berjualan di area lantai bawah,kata pedagang lantai 2.

Para penumpang kapal baik yang mau berangkat atau pun yang turun tidak mau mampir kelantai 2, dengan alasan naik tangga dan tidak mungkin bawa barang bawaan, penumpang selalu beranggapan bahwa kami yang berjualan dilantai 2 harga nya mahal mahal padahal yang sesungguhnya barang dagangan kami ini harganya lebih murah dari pada yang dijual oleh pedagang asongan yang berkeliaran di area pelabuhan.kata H Amir.

Sekarang ini kami bingung harus bayar dengan apa sewa tempat ini 30 juta pertahun, sementara keadaan Bangsa kita ini diserang wabah virus Corona salah satunya Balikpapan, "bisa disaksikan yang membeli dagangan kami", sangat menyedihkan tidak ada pengunjung yang mau naik ke kios kami dilantai 2, jelasnya.

Kami yang tergabung di forum komunikasi masyarakat pedagang pelabuhan Semayang Balikpapan (FKMPPSB) bermohon kepada pihak Pelindo 4 untuk sementara kami pedagang yang dilantai 2 di ijinkan untuk berjualan asongan di lantai bawah sampai pandemi covid 19 berakhir, tegasnya.

Ardiansyah Kuasa hukum dari pedagang dilantai 2 menyampaikan bahwa kami akan membuat agenda pertemuan dengan pihak Pelindo 4 mudah mudahan disetujui jika memang tidak ada tanggapan maka kami akan meminta kepada DPRD untuk melakukan RDP ( Rapat dengar pendapat),ungkapnya.

BALIKPAPAN(29/9/2020)Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh S sos, melaksanakan silaturahmi kepada masyarakat Balikpapan Utara dengan dihadiri tokoh masyarakat RT dan tokoh agama dan LPM. Dalam kegiatan tersebut merupakan hal yang sering dilakukan beliau untuk terus menjalin silahturahmi dengan seluruh tokoh masyarakat Balikpapan.

Ketua DPRD Abdulloh S sos, menyampaikan dengan menjalin silahturahmi ini ada banyak hal yang disampaikan terhadap keluhan keluhan masyarakat, seperti peningkatan sumber daya ekonomi masyarakat, kurangnya penerangan lampu jalan, keluhan banjir, dan kesehatan.

Masih Abdulloh, semua aspirasi masyarakat akan ditampung dan akan dipersiapkan dengan menggunakan APBD 2021 karena sudah tidak mungkin lagi dengan menggunakan anggaran tahun 2020 yang tersisa sekitar 3 bulan saja.

Situasi dimasa pandemi ini seluruh warga masyarakat harus menjaga pola hidup sehat, dan selalu berpatokan pada 3M salah satunya mencuci tangan dengan bersih, selalu menggunakan masker, dan hindari kerumunan orang banyak, tegas dulloh.

Beliau berpesan dalam ajang silahturahmi ini segala sesuatu yang bermanfaat pastinya akan mensejahterakan warga nya terutama kepada semua masyarakat kota Balikpapan, tidak hanya sampai disitu saja beliau silahturahmi ini akan dilakukan ke seluruh tokoh masyarakat yang ada di Balikpapan mulai dari utara, timur, barat, selatan, kota, tengah, jelas dulloh.

 

BALIKPAPAN – Merupakan suatu hak bagi setiap warga negara untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing, oleh sebab itu aparat keamanan wajib hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh warga negara Indonesia.

Dalam upaya menjalankan tugas Kepolisian sebagai pelayan masyarakat, Patroli Brimob Polda Kaltim Batalyon A Pelopor melaksanakan sambang dan pengamanan di gereja sebagai bentuk pelayanan khususnya kepada umat Nasrani yang sedang melaksanakan ibadah kebaktian di pagi hari, dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jamaah gereja saat melaksanakan ibadah. Minggu (27/9/2020).

“Pengamanan yang dilakukan Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim ini merupakan wujud hadirnya aparat keamanan di negara yang menyediakan pelayanan dan keamanan di setiap masyarakat, ditambah lagi status kita dalam kondisi tatanan kehidupan baru atau kebiasaan baru, di tengah pandemi Covid-19, Patroli Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim melaksanakan sambang dan pengamanan di sejumlah gereja dalam rangka pendisiplinan masyarakat dengan memberikan himbauan secara persuasif, edukatif, dan humanis, agar mematuhi protokol kesehatan,” ujar Plh. Danyon A Pelopor Kompol V. J. Parapaga, SIK.

Masih Plh. Danyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim Kompol V. J. Parapaga, SIK menambahkan, giat sambang dan pengamanan ini dilaksanakan oleh Batalyon A Pelopor di wilayah hukum Kota Balikpapan.

“Selama masih bisa kita jangkau, kita akan terus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam melakukan ibadah sebagai wujud bhakti Brimob untuk masyarakat,” tambah Kompol V. J. Parapaga, SIK.

Selain melaksanakan pengamanan, Kompol V. J. Parapaga melalui patroli Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim juga memberikan himbauan Kamtibmas kepada pengurus gereja agar selalu berkoordinasi dengan baik kepada pihak Kepolisian jika ditemukan hal-hal yg menonjol terkait dengan keamanan.

“Secara keseluruhan, giat pengamanan gereja-gereja di Kota Balikpapan yang dilaksanakan Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim dapat berjalan dengan aman dan tertib, serta sebagai implementasi Bakti Brimob Kaltim untuk masyarakat.” Pungkas Kompol V. J. Parapaga, SIK.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Da6⁶n kita akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya.

BALIKPAPAN – Tim Patroli motor Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melaksanakan patroli kewilayahan malam hari di Jl. Gajah Mada, Klandasan Ilir Kota Balikpapan Selasa (22/09/2020) dini hari tadi sekitar pukul 00.40 WITA.

Kegiatan patroli kewilayahan malam hari kali ini dilakukan oleh tiga personil Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim. Plh. Danyon A Pelopor Kompol V. J. Parapaga, SIK mengatakan bahwa kegiatan patroli kewilayahan malam hari tersebut untuk mengantisipasi kerawanan curat, curas dan curanmor (3C), maupun gangguan kamtibmas lainnya.

“Tujuan dari patroli kewilayahan malam hari tersebut, untuk mengantisipasi kerawanan curat, curas dan curanmor (3C), maupun gangguan kamtibmas lainnya,” kata Kompol V. J. Parapaga kepada Humas Brimob Kaltim, Selasa (22/9).

Menurut Kompol V. J. Parapaga, selain itu, kegiatan patroli kewilayahan malam hari tersebut juga sambang ke pemukiman penduduk untuk memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Petugas juga memberikan himbauan agar mematuhi protokol kesehatan dengan memberi imbauan dengan selalu memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir serta selalu menjaga jarak atau kerumunan (AKB),” ujar Plh. Danyon A Pelopor.

Sementara itu Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK juga berharap, dengan di adakannya kegiatan patroli kewilayahan malam hari secara rutin, akan mencegah pelaku tindak kejahatan dalam melakukan aksinya.

“Kita berharap patroli kewilayahan malam hari ini bisa membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dengan kehadiran personil Kepolisian ditengah-tengah waktu istirahat masyarakat,” pungkasnya.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kalimantan Timur dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat. Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya.

Swararepublika,Ir H. Ahmad Basir, Merupakan Tokoh Pengusaha di Balikpapan dan juga sekaligus CEO PT. Permata Abadi, telah menerima penghargaan dari Tim Pemenangan Kotak Kosong. Penghargaan diberikan karena Ir. H. Ahmad Basir merupakan Pejuang Demokrasi di Balikpapan dan tokoh yang selalu aktif dalam kegiatan sosial dimasyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Kotak Kosong DR. H. Abdul Rais, SH. MH, didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan Kotak Kosong Yudi Firman Alimin dan Haris Syamtah di Sekretariat AHB Centre Prum BDS II, Jumat (18/09/2020) Penghargaan yang diberikan Tim Kotak Kosong yakni Karikatur Perjalanan perjuangan Ahmad Basir dalam melakukan kegiatan sosial dimasyarakat, dan juga sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan untuk menegakkan Demokrasi di Kota Beriman ini.

Ir. H. Ahmad Basir yang mana dirinya sempat maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan sebagai bakal calon Wali Kota Balikpapan, Namun gagal akibat kurangnya koalisi Partai Pendukung yang memiliki kursi di Parlemen/Legislatif.

Pria Berkacamata yang biasa disapa AHB ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pemenangan Kotak Kosong dengan memberikan penghargaan kepada dirinya sebagai pejuang demokrasi kota Balikpapan.

“Saya tadi kaget juga, tiba-tiba diserahi plakat /penghargaan yang diserahkan langsung oleh beliau, dimana keterangan tertulis adalah Pejuang Demokrasi. Suatu penghargaan buat saya karena beliau memberikan ini (plakat penghargaan) kepada saya karena dianggap sebagai penjuang demokrasi,” ujar AHB.

Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan keluarga. manifestasi AHB sendiri ke depannya adalah bagaimana benar-benar menjaga demokrasi yang ada di Kota Balikpapan. AHB menjelaskan dengan kontestasi Pilkada yang sekarang berjalan di Balikpapan.

“Saya sudah mengikuti tahapannya tapi secara konstitusional saya tidak bisa lanjut ke tahapan berikutnya karena tidak memenuhi kursi sesuai yang dipersyaratkan. Sekali lagi, atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerhati, dan semua masyarakat yang memberikan ruang kepada kami untuk berbuat yang terbaik demi kesejahtraan masyarakat Balikpapan,” ungkapnya.

AHB menambahkan Perihal kontestasi Pilkada, pihaknya secara langsung telah menyampaikan melalui Konfrensi Press, bahwa dirinya tidak bisa maju dalam kontestasi Pilkada Balikpapan karena tidak memenuhi persyaratan yang telah disyaratkan, Akan tetapi dirinya juga mengimbau kepada masyarakat Balikpapan untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada di Balikpapan ini dan jangan golput.

“Mari bersama-sama masyarakat kita untuk hadir ke TPS memilih pilihan sesuai dengan hati nurani kita masing-masing, seperti yang pernah disampaikan beberapa ahli bahwa pada Pilkada ini memang pilihannya ada dua, ada yang nyata gambar-gambar dan ada yang tidak nyata atau yang dikenal dengan kolom kosong,” kata AHB "sekali lagi masyarakat punya hak untuk itu, dan kita berharap penyelenggara Pemilu dan seluruh aparat terkait, bersama -sama mendukung program pemerintah dalam Pilkada ini dengan memberikan ruang seluas-luasnya untuk masyarakat agar aktif berpartisifasi dalam Pilkada 2020 mendatang"pungkasnya.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Kotak Kosong DR. H. Abdul Rais SH MH mengatakan, dalam kesempatan kali ini Tim Kotak Kosong datang ke Seketariat AHB untuk memberi penghargaan atau kenang-kenangan sebagai PEJUANG DEMOKRASI Kota Balikpapan.

Rais menjelaskan “Karena kita tahu jalannya tahapan pencalonan ini, di Balikpapan ada 45 kursi dengan pasangan calon harus mendapatkan 9 kursi untuk mengusung pasangan calon menjadi Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Balikpapan, dari 45 kursi yang ada jika dibagi 9 maka ada 5 pasangan calon atau kontestan yang dapat dipilih oleh masyarakat"katanya.

"namun,sayang sangat disayang sampai pendaftaran kedua yang dibuka oleh KPU, ternyata partai Politik besar ini hanya menyalonkan /mengusuang satu Figur, hingga tersisa 5 kursi dari dua partai,” kata Rais.

Selaku Tim Pemenangan Kotak Kosong, pihaknya melihat Ahmad Basir begitu semangat untuk membangun demokrasi dan berjuang untuk mendapatkan kursi sembilan tersebut. Sampai di akhir masa perpanjangan pendaftaran tak satupun partai politik yang bergeser ke Ahmad Basir. “Kami sebagai Tim Pemenangan Kotak Kosong melihat kenyataan di lapangan bahwa Demokrasi ini tidak berjalan.

karena masing-masing partai hanya mengusung satu kandidat saja. Seharusnya, partai-partai besar itu mengusung dan memberikan edukasi pendidikan politik supaya dia mencalonkan figur-figur dari internal partai maupun di luar partainya.

Tapi ini tidak terjadi,” ungkapnya. "Untuk itu, dari Tim Pemenangan Kotak Kosong memberikan penghargaan kepada Ahmad Basir ini sebagai Pejuang Demokrasi dalam bentuk plakat."tutur Rais.

“Meski kota Balikpapan dengan satu pasangan calon, masyarakat bisa memilih dan pilihannya adalah mencoblos atau menggunakan hak pilihnya melalui KOLOM KOSONG atau KOTAK KOSONG,” pungkasnya

Spripim Kabaharkam Polri - Di hari kedua kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Jumat, 18 September 2020, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menyempatkan mengunjungi obyek vital nasional (Obvitnas) PT Pertamina Refinery Unit V di Balikpapan.

Dalam kesempatan ini Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorpolairud Baharkam Polri, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Kaden Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Kabag Farmapol Pusdokkes Polri, dan Kadomat Slog Polri.

Turut hadir Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltim. Sementara dari PT Pertamina RU V hadir Eko Sunarno (GM Pertamina RU V), M Daud (Vice Presiden PC & QA), dan Iskandar (SMOM RU V). Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, kedatangannya ke PT Pertamina RU V ini dalam rangka supervisi Obvitnas. Sebagai Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, ia berharap proses produksi di kilang-kilang milik Pertamina tidak terganggu selama pandemi mengingat peran strategis Pertamina untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Jangan sampai proses produksi di kilang-kilang Pertamina ini berhenti produksi, walaupun mungkin penurunan demand itu terjadi, tapi tidak boleh sampai terjadi penurunan proses produksi," kata Komjen Pol Agus Andrianto. Untuk itu, Kabaharkam Polri menekankan, jajaran Polri bersama TNI dan stakeholder lainnya terus berupaya fokus menjamin stabilitas keamanan. Karena kalau tidak aman, menurut Komjen Pol Agus Andrianto, apa pun tidak bisa dilakukan, termasuk pemulihan ekonomi.

"Jadi semua butuh aman," tegasnya. Selain itu, Komjen Pol Agus Andrianto juga menyampaikan apresiasi atas upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di jajaran Pertamina yang berlangsung baik.

Ia berharap upaya tersebut dapat mencegah munculnya klaster persebaran COVID-19 di lingkungan Pertamina yang dapat mengganggu proses produksi. Terakhir, Komjen Pol Agus Andrianto mengajak semua pihak yang hadir untuk sama-sama bergandengan tangan bersinergi memecahkan persoalan yang ada dan menjalankan amanat yang telah dititipkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Seluruh amanah yang diberikan, mari sama-sama kita jaga. Mumpung kita dikasih amanah. Kalau saya boleh sedikit mengungkapkan, saya bukan polisi yang baik, tapi berusaha, artinya selagi ada amanah kekuatan dan jabatan yang dititipkan Yang Maha Kuasa kepada kita, kapan lagi," ungkap Komjen Pol Agus Andrianto.

BALIKPAPAN – Dalam rangka untuk mencegah adanya Penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Kota Balikpapan, Brimob Polda Kaltim sampai saat ini masih meningkatkan Giat Patroli untuk laksanakan sosialisasi Inpres No 6 tahun 2020 kepada masyarakat dan antisipasi tindak pidana 3C, Sabtu malam 19 September 2020.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan di wilayah-wilayah pusat keramaian salah satunya di Jl. Jend. Sudirman Kota Balikpapan. menghimbau kepada pemilik warung dan warga nongkong yang tidak memakai Masker untuk wajib menggunakan masker.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara rutinitas dan secara bergantian adapun mekanismenya adalah selalu memberikan himbauan dan mensosialisasi Inpres No. 6 tahun 2020 kepada warga masyarakat yang telah di jumpai pada saat melaksanakan patroli adapun sasarannya adalah warga masyarakat yang nongkrong tetap untuk mematuhi Protokol Kesehatan selalu memakai masker bila keluar rumah guna mencegah penyebaran covid-19 di tengah tengah masyarakat s

1qqqmenghimbau kepada warga masyarakat yang ada di luar rumah bila tidak ada kepentingan untuk segera pulang ke rumah, dengan diadakannya tatanan Adaptasi Kehidupan baru setiap orang wajib untuk selalu mengikuti aturan protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid-19.

Di tempat terpisah Plh. Danyon A Pelopor Kompol V. J. Parapaga, SIK saat di hubungi beliau menghimbau, “kepada seluruh anggotanya yang melaksanakan patroli agar dalam pelaksanaannya dilakukan pada jam-jam yang rawan guna untuk mencegah terjadinya tindak pidana (3C) di wilayah hukum Kota Balikpapan, serta memberikan himbauan secara humanis kepada warga masyarakat untuk benar-benar patuh protokol kesehatan guna putus penyebaran Covid-19,” terang Kompol V. J. Parapaga. Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan.

Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kalimantan Timur dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat. Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

“Saat ini sudah banyak warga yang mulai patuh terhadap protokol kesehatan seperti banyak warga yang sudah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dan kita dari pihak Polri akan selalu menyuarakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan physical distancing diruang publik sesuai program dari Kapolda Kaltim yaitu Etam Ba-Masker,” pungkasnya.

Spripim Kabaharkam Polri - Hari ini, Kamis, 17 September 2020, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah memberikan pengarahan dalam rangka supervisi Ops Aman Nusa II di Mapolda Kaltim, Komjen Pol Agus Andrianto dan rombongan langsung bergeser ke Kampung Tangguh Nusantara Polda Kaltim yang ada di Kota Balikpapan.

Di Kampung Tangguh ini Kabaharkam Polri berkesempatan menggelar Bakti Sosial, Penanaman Bibit Tanaman Apotek, dan Panen Raya Kangkung. Baksos digelar dengan pendistribusian bantuan 500 kg pupuk, 1.000 kg beras, dan 25.000 masker.

Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat terdampak COVID-19. Adapun masker didistribusikan kepada para Danramil, Kapolsek, Camat, dan tokoh masyarakat. Sementara Penanaman Bibit Tanaman Apotek dan Panen Raya Kangkung merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dicanangkan Polri.

"Program Ketahanan Pangan adalah tindak lanjut dari apa yang dilaksanakan Kapolri dan Panglima TNI untuk menggelorakan ketahanan pangan karena dampak COVID-19.

Di jajaran Polri, Kapolri mengintruksikan kepada Kapolda dan Kapolres untuk membuat terobosan ketahanan pangan di seluruh Indonesia," jelas Komjen Pol Agus Andrianto dalam sambutannya. Komjen Pol Agus Andrianto menerangkan, kedatangannya ke Kaltim adalah atas undangan Kapolda untuk supervisi ketahanan pangan di Kaltim, program yang sudah dilaksanakan sebagai turunan dari program pemerintah pusat.

"Pandemi COVID ini dampaknya bukan hanya kesehatan tapi dampak lainnya pula, bahwa kita diambang resesi, dan COVID ini adalah bencana nasional. Ini kejadian bukan yang biasa, jadi kita tidak bisa bekerja secara biasa-biasa saja, harus ekstra," katanya. "Mudah-mudahan harapan pemerintah pusat bisa diimplikasikan di seluruh Indonesia, terutama di Kaltim.

Kaltim bisa bantu Indonesia menjadi Indonesia yang sehat, Indonesia yang bisa berdiri dengan kaki sendiri," harap Komjen Pol Agus Andrianto. Atas nama pemerintah daerah, Gubernur Kaltim, Isran Noor, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kabaharkam Polri atas kunjungan dan arahannya kepada masyarakat. Menurut Isran Noor, hal itu dapat menjadi gambaran bagaimana pihak kepolisian mengembangkan dan membangun ketahanan pangan nasional dalam menghadapi COVID-19.

"Kaltim secara umum kondisi Kamtibmas sejak dulu relatif kondusif, tidak pernah terjadi konflik sara, dan perannya terhadap bangsa cukup besar sebagai penghasil devisa negara dari sumber daya alam--ekspor, sampai Juni surplus untuk nilai ekspor kita karena pertumbuhan itu dibentuk oleh konsumsi, investasi, dan nilai ekspor," ungkap Isran Noor.

"Kedatangan Kabaharkam adalah sebuah berkah di sini. Mudah-mudahan upaya seperti ini terus dikembangkan," harapnya.

 

BALIKPAPAN- Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Irwasda Polda Kaltim, dari Kombes Pol. Drs. Edhy Moestofa, MH, kepada Kombes Pol. Jefri Yanus Endolemba Torunde, SIK, bertempat di Gedung Mahakam Mapolda Kaltim, Kamis Pagi (17/09/2020).

Kegiatan yang diawali dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan Pakta Integritas Jabatan tersebut, dihadiri pula oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Drs. Irlan Kustian, SH, dan pejabat utama Polda Kaltim.

Kapolda Kaltim dalam amanatnya mengungkapkan, bahwa pergantian kepemimpinan ditubuh Polri merupakan suatu hal yang lumrah sebagai langkah penyegaran dan promosi bagi pejabat Polri yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi serta mengemban kepercayaan dan amanah yang dititipkan oleh Pimpinan Polri.Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si.

Selaku pimpinan Polda Kaltim juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas segala dedikasi, loyalitas dan pengabdian Kombes Pol. Drs. Edhy Moestofa yang telah banyak memberi kontribusi positif untuk kemajuan Polda Kaltim, khususnya dalam menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan internal di lingkungan Polda Kaltim selama kurang lebih 2 tahun 8 bulan.

Pada kesempatan ini, Kapolda Kaltim juga email selamat bergabung dan selamat jalan kepada Kombes Pol. Jefri Yanus Endolemba Torunde sebagai Irwasda Polda Kaltim yang baru.

Kapolda berharap, Kombes Pol. Jefri dapat menyesuaikan diri dengan wilayah di Polda Kaltim dan dapat memberikan warna yang baru bagi kemajuan Polda Kalimantan Timur.

KabidHumas Polda Kaltim Kombes Pol. Ade Yaya Suryana, SIK, MH, menerangkan pelantikan Irwasda Polda Kalimantan Timur ini dilaksanakan secara sederhana dengan mengutamakan protokol Kesehatan situasi Pandemi Covid-19. Kombes Pol. Drs. Edhy Moestofa, MH, yang sebelumnya telah berpengalaman Irwasda Polda Kaltim, kini mengemban tugas sebagai Irbid Itwil II Itwasum Polri.

 

BALIKPAPAN– Polling menjadi salah satu alat untuk melakukan penggiringan opini publik, terutama saat jelang pelaksanaan pesta demokrasi. Masyarakat diminta untuk dapat selektif terhadap polling yang berseliweran di media sosial maupun aplikasi messenger.

Apalagi jika polling tersebut tidak membatasi responden dalam memberi pilihan jawaban. Berarti, satu orang bisa klik berulang-ulang pada pilihan yang sama.

“Masyarakat harus hati-hati terhadap polling yang muncul di saat pesta demokrasi, seperti di pilkada yang tahapannya sedang berlangsung saat ini.

Karena polling ini sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk membentuk opini, untuk kepentingan politiknya,” kata M Izzul Mutho, peneliti Esa Komunika Kreatif kepada media ini, Senin (14/9/2020).

Saat ini, kata Izul, ada polling online yang bisa diklik beberapa kali oleh responden, sehingga mudah dimobilisasi untuk memilih calon tertentu, guna menggiring opini publik. Jika pun pembatasannya pada IP address, masih bisa menggunakan IP address lainnya dengan orang yang sama.

“Pindah lokasi wifi saja, sudah bisa klik lagi, orang yang sama. Jadi, polling ini tidak ilmiah. Berbeda dengan survey. Kegiatan survey, sepanjang dilakukan dengan metodelogi yang benar, itu dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Izul, yang kerap melakukan survey sosial politik terkait pesta demokrasi.

Izul menyangkan jika ada pihak yang memanfaatkan polling untuk membangun opini public terhadap sesuatu yang merugikan masyarakat.

Ia prihatin, masyarakat hanya menjadi korban kepentingan politik. “Masyarakat kita kan tidak paham, mana jajak pendapat yang ilmiah, mana yang tidak. Tahunya, oh, mayoritas pendapat orang begini ya. Ikut ah.. Lah, in ikan jadi salah.

Karena sample tidak teruji,” tegas Izul. Untuk itu, sekali lagi izul mengajak masyarakat untuk mewaspadai adanya polling online yang di share di messenger maupun media social.

Jika ada polling yang bisa diklik lebih dari satu kali untuk pilihan jawaban, maka sudah sepatutnya dicurigai dan tidak perlu diikuti serta dibagikan lagi kepada yang lain. “Kita sebagai masyarakat juga punya tanggungjawab social. Jangan ikut-ikutan share,” kata Izul.

Pemerintah kota Balikpapam,dalam mengupayakan memutus mata rantai Virus Corona (Covid-19) yang  masih menerpa Kota Balikpapan, salah satunya dengan memberlakukan pembatasan Jam Malam, melalui surat edaran No 100/438 Tahun 2020. Namun Penerapan kebijakan pemberlakuan jam malam hingga pukul 22.00 Wita di wilayah kota Balikpapan tetsebut, sangat berdampak pada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Omset dari UMKM tersebut mengalami penurunan sangat drastis, tanpa mengetahui sampai kapan pembatasan jam malam ini berakhir.

Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Balikpapan Yaser Arafat mengapresiasikan surat edaran Pemerintah Nomor 100/438/ tentang pemberlakuan jam malam.

Dirinya melihat ada upaya dan usaha keras pemerintah kota Balikpapan untuk mengendalikan penyebaran covid agar tidak meningkat dan meluas di wilayah kota Balikpapan.

“Kami sangat mengapresiasi dan menghargai usaha pemerintah dalam memutus penularan virus corona(Covid-19)."tutur Yaser Masih Yaser "Hanya saja, bagi kami pelaku usaha, perlu kepastian sampai kapan dan berapa lama ini akan diberlakukan,” ungkapnya, saat dihubunging melalui aplikasi Whatsapp.

Menurut yaser ,bahwa di tengah pandemi covid-19 saat ini, membuat sektor ekonomi sedang melemah dan sangat tidak baik, daya beli masyarakat pun juga menurun ditambah lagi dalam mencari mata pencaharian menjadi sulit.

“Kami bisa paham dengan usaha pemerintah dalam memutus mata rantai covid -19, tetapi kami juga meminta pertimbangan maupun pemahaman dari pemerintah kota Balikpapan kepada pelaku usaha."pintanya.

"Contohnya, kenapa jam 10 malam, urgensinya apa? Karena sebagian orang ada yang sudah tutup ada yang buka. Apakah di atas jam 10 potensi covid lebih besar, padahal dari pagi hingga malam rentannya cukup banyak rentan terinfeksi virus corona,” ucapnya.

Yaser minta perlu adanya evaluasi apakah memang gara-gara jam atau karena banyaknya orang berkumpul menjadikan potensi penyebaran virus Covid-19, memgingat Pelaku usaha kecil yang beroperai di atas jam 10 malam volumenya tidak besar.

Menurut dirinya, Pemkot Balikpapan memperketat protokol kesehatan dengan menempatkan petugas protokol kesehatan di seluruh fasilitas publik yang ada di kota Balikpapan.

Tidak hanya di warung kopi, ditempat yang di indikasi dapat menimbulkan kerubunan masa, Kalau aktifitas tertinggi dan penyebaran terbanyak di pasar maupun minimarket, disitulah wajib dijaga dan diterapkan protokol kesehatannya.

Sementara di warung kopi tinggal menertibkan ownernya saja, tapi tetap diperbolehkan buka. Seluruh pengunjungnya diawasi betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Mereka duduk dan berjaga untuk mengedukasi kepada masyarakat yang berkunjung.

“Tapi kalau dengan pembatasan, itu membuat perekonomian masyarakat kembali terganggu.kecuali pemerintah memberikan konpensasi berupa bantuan kepada UMKM, tentu tidak masalah. Kondisi sekarang, mereka butuh hari ini belum tentu bisa makan untuk besok,” bebernya

“Jadi saya lebih cocok jika pemerintah menempatkan aparat dalam rangka mengawasi, mengedukasi kegiatan masyarakat di tempat mereka berkumpul, sehingga lama-lama mereka terbiasa,” imbuhnya. Untuk dijadikan catatan, UMKM merupakan penggerak ekonomi Balikpapan serta penyumbang PAD sebesar 60 persen di Indonesia.

“Jika ditekan kami khawatir akan menambah permasalahan di bidang ekonomi masyarakat kota Balikpapan”pungkasnya