Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Balikpapan sudah semakin dekat, tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz terus bergerak dengan turun langsung ke masyarakat.

Seperti yang dilakukan Abdulloh S Sos di Perumahan Graha Indah RT 56, Balikpapan Utara, Senin (2/10/2020) malam. Abdulloh mengungkapkan, pertemuan dirinya bersama warga di Graha Indah merupakan "Kampanye Biologis" untuk mensosialisasikan pasangan RM-TA ke masyarakat.

Warga yang hadir tergabung dalam Lima RT yang ada diseputaran Kelurahan Graha Indah, baik RT 56, RT 10, RT 11, RT 62. "Alhmadulillah, kampanye hari ini sukses, masyarakat dari lima RT tersebut bisa memahami dari sosok dan figur Pak Rahmad dan Thohari,"kata Abdulloh.

Warga juga bersedia untuk memilih pemimpin yang dimasa pandemi covid-19 saat ini berani mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Balikpapan. Lanjut Abdulloh, "dirinya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dan bukan hanya kepada warga yang berada dikawasan Balikpapan Utara saja, melainkan akan terus melakukan sosialisasi di Enam Kecamatan yang ada di Balikpapan"tuturnya.

Politisi Golkar tersebut juga mengungkapkan, selain melakukan kampanye, dirinya juga mendengarkan dan menampung aspirasi apa saja yang ingin disampaikan warga. Seperti yang diungkapkan Andi Darwin warga RT 56 yang meminta perbaikan Fasilitas Umum (Fasum) berupa Poskamling yang memang kondisinya memprihatinkan.

Mendengar keluhan tersebut, Abdulloh akan mencoba untuk merealisasikan permintaan warga dengan menggunakan APBD Balikpapan melalui Keluraha dan subsidi secara pribadi, baik melalui paslon nantinya atau melalui aspirasi DPRD Dapil Balikpapan Utara.

Selama melakukan kampanye, Abdulloh melihat antusias warga yang sangat luar biasa untuk memenangkan pasangan RM-TA khusunya yang berada di Balikpapan Utara. Abdulloh sendiri menargetkan 80 sampai 85 Persen perolehan suara dukungan untuk paslon RM-TA di Balikpapan Utara.

"Mudah-mudahan aja target tercapai, dan kita bisa memenangkan paslon RM-TA di Pilkada Balikpapan 9 Desember mendatang,"tandasnya.

SWARAREPUBLIKA-Tujuan dari pemilihan kepala daerah adalah untuk mensejahterakan masyarakat diwilayahnya. Masing masing calon kepala daerah punya peran tersendiri untuk mengadu gagasan serta ide ide yang cemerlang yang tentunya dapat memikat hati masyarakatnya,Minggu(1/10/2020).

Program visi misi pada masing masing calon itu sangat berbeda namun pada intinya adalah sama sama untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, di Indonesia sendiri masing masing calon kandidat kepala daerah saling bersaing dengan adu gagasan lewat visi misinya.

Salah satu pakar komunikolog Indonesia Emrus Sihombing menyampaikan tentang keberadaan calon tunggal yang dihadapkan dengan 2 pilihan antar 1 pasangan calon dan satu kotak kosong. Emrus memberikan pandangannya tentang adanya suatu gerakan yang memenangkan kotak kosong dengan alasan menyelamatkan Demokrasi.

Menurut Emrus itu adalah pandangan perspektif mereka saja mengisyaratkan menyelamatkan demokrasi, jika memang ingin demokratis kenapa tidak menghadirkan calon independen, maka dapat bertarung didalam ring jangan diluar ring, kata Emrus.

Emrus menambahkan, dengan adanya kotak kosong terjadi di suatu daerah namun pada saat pencoblosan dan dinyatakan menang program program apa yang bisa digulirkan ke masyarakat visi misi nya tidak ada.

Bukan juga kita harus memenangkan calon tunggal tapi kritiklah gagasan dan ide ide programnya baik dari level operasional hingga terukur, pastinya masyarakat punya keputusan dalam memilih pemimpinnya di daerahnya masing masing, jelas Emrus.

Lihat kedepannya jangan sampai masyarakat menunggu 3 sampai 5 tahun hanya dipimpin seorang pejabat yang tidak memiliki program jangka panjang dalam kesejahteraan masyarakat seperti peningkatan ekonomi masyarakat dan pembangunan.

Cerdaskan masyarakat mengambil keputusan yang terbaik secara otonomi, jangan mengiring masyarakat untuk memilih hal hal tertentu seperti memenangkan kotak kosong (kokos), tegas Emrus.

  

SWARAREPUBLIKA- Pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari Azis menyasar pemilih muda/milenial melalui pendukungnya Relawan Rahmad. Sosialisasi gencar dilakukan ditempat kumpul anak muda untuk mengaet pemilih kelas menengah dan kaum milenial seperti café atau warung kopi.

Sejumlah Relawan dibagi beberapa tempat dengan mengikuti aturan protokol kesehatan tentu dengan semangat yang tinggi.

“Warga balikpapan ini pintar dan patuh patuh, Relawan Rahmad mencoba menggaet pemilih-pemilih milenial dan kelas menengah,” ujar Ketua Relawan Rahmad Achmad Toyib, Sabtu malam (31/10/2020).

Sambil mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan, mereka mengajak kaum milenial untuk tidak acuh maupun golput pada pilkada Balikpapan. Mereka pun menyampaikan visi-misi maupun program prioritas yang akan dilakukan pasangan Rahmad – Thohari jika terpilih.

“Karena angka golpot tertinggi dari mereka-mereka, ketika saya bertanya dengan beberapa teman mereka malas ikut pemilu karena mereka merasa tidak ada yang baru dilakukan dari paslon,” katanya.

Relawan Rahmad bahkan mengingatkan, bahwa pentingnya milenial untuk peduli dan terlibat dalam pilkad. “Relawan Rahmad mencoba manggaet anak -anak muda untuk berani berkarya di politik disaat banyak sekali milenal cuek dan acuh,” tandasnya.

Kata dia, banyak kaum milenial yang sebelumnya cuek, kini peduli pada pilkada Balikpapan yang akan menentukan masa depan kota.

“Relawan Rahmad berhasil menggerakan, menyelamatkan masa muda dari membuang waktu sia sia jadi berjuang untuk kebaikan kota,” ujarnya.

Toyib berharap pada pilkada ini, anak muda lebih berperan sehingga keinginan mereka bisa tersuarakan melalui paslon yang ada.

“Harapannya agar anak muda Balikpapan bisa menyuarakan atau menyampaikan apa yang mereka inginkan untuk kotanya,”tukasnya.

 

Menyusul viralnya Video yang sudah beredar diduga walikota Balikpapan sedang mengacungkan jari sebagai simbol Kotak / Kolom Kosong dalam kegiatan pada rangkaian Pilkada Balikpapan 2020 adalah suatu tindakan yang telah melanggar aturan Netralitas Kepala Daerah.

Dalam UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemda ditegaskan bahwa : Pasal 76 ayat 1. Bunyinya, *Kepala daerah* dan wakil kepala daerah dilarang *membuat keputusan yang secara khusus memberikan keuntungan* pribadi, keluarga, kroni, golongan tertentu, atau *kelompok politiknya* yang *bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.* Pasal 78 ayat 2.

Pasal ini menyebutkan bahwa *kepala daerah* dan wakil kepala daerah *dapat diberhentikan*. Salah satunya pada huruf e yang berbunyi jika melanggar larangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sebagaimana dimaksud Pasal 76 ayat 1, kecuali huruf c, huruf i dan huruf j.

Saat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut jelas Walikota Balikpapan tidak dalam keadaan cuti. Sehingga tindakan tersebut berpotensi memecah belah persatuan masyarakat Kota Balikpapan yang saat ini sedang tahapan penyelenggaraan Pilkada 2020 yang diikuti oleh Pasangan Calon Tunggal.

Selain itu, Undang–Undang pemilihan kepala daerah UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 71 Ayat 3 yang mengatakan *‘’dilarang menggunakan kewenangan*, program dan kegiatan yang menguntungkan atau *merugikan salah satu pasangan calon* baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih ‘’.

Agus Amri selaku Kuasa Hukum Pasangan Calon Kepala Daerah Rahmad -Thohari azis akan melaporkan kepada Mendagri agar segera diambil langkah tegas untuk dan menjatuhkan sanksi tegas atas pelanggaran aturan netralitas tersebut.

 

 

BALIKPAPAN - Rapat pleno pemberhentian Rona Fortuna sebagai Ketua dan anggota Laskar Merah Putih Kota Balikpapan digelar Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur di aula Rumah Dinas Ketua DPRD Balikpapan Jalan ARS Muhammad Balikpapan, Kamis (29/10/2020) malam tadi.

Selain memberhentikan Rona Fortuna, rapat pleno yang dihadiri 6 Ketua Markas Anak Cabang LMP Kota Balikpapan ini juga menunjukkan Amrin sebagai Ketua Plt Marcab LMP Balikpapan.

Pemberhentian Rona Fortuna sebagai Ketua Marcab LMP Kota Balikpapan karena dianggap melanggar komitmen loyalitas tanpa batas yang sebelumnya telah diucapkannya serta tidak melaksanakan perintah satu komando yakni mendukung pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz yang maju pada Pilkada Balikpapan 9 Desember 2020 mendatang.

Apalagi beredarnya video Rona Fortuna yang menyampaikan pernyataan sikap tenang dukungannya terhadap Kolom/Kotak Kosong bersama Rizal Effendy, siang tadi.

Ketua Mada LMP Kaltim Abdulloh mengatakan, sesuai komitmen Laskar Merah Putih yakni satu komando loyalitas tanpa batas, interuksi atau perintah dari Mabes (Markas Besar) sampai ke Mada, harus dilaksanakan atau dipatuhi oleh seluruh pengurus maupun anggota.

"Pahit maupun getir, interuksi atau perintah harus dilaksanakan," kata Abdulloh didampingi Ketua Harian Mada LMP Kaltim Heriyanto SE, Sekretaris Mada LMP Kaltim Muhammad Thohir.

Terkait pleno pada hari ini, tambah Abdulloh, LMP memang harus tegas mana kala sudah ada yang tidak komitmen apa yang diperintahkan dan sudah menyimpang ya diputuskan dipecat atau mengundurkan diri. Salah satunya pelanggaran yang dilakukan Rona Fortuna, yakni Ketua Macab LMP Balikpapan yang mengkampanyekan Kotak/Kolom Kosong dalam sebuah kegiatan.

"Komitmen kita. Laskar Merah Putih, mulai Mada Kaltim maupun Macab Kota Balikpapan sudah sepakat bahwa dukungan Pilkada, baik di Balikpapan maupun di kota yang lain, kita harus satu komando mendukung Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz sebagai paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan maju dalam Pilkada Balikpapan," tukasnya.

Lebih lanjut, Abdulloh menjelaskan, karena melanggar komitmen dan tidak bisa menjalankan interuksi maupun tidak satu komando, maka hari ini Rona Fortuna diberhentikan sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan dan dicabut keanggotaannya.

"Dari pada membuat malu Laskar Merah Putih Kota Balikpapan yang sudah eksis dan menyatukan persepsi, dan tidak menjalankan perintah, ya kita harus laksanakan. Jadi, mau tidak mau kita pecat, kita ganti. Bukan sebagai ketua saja, tetapi juga sebagai anggota Laskar Merah Putih Kota Balikpapan," tandas Abdulloh.

Sementara itu, Rona Fortuna saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, pemberhentian dirinya sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan dan mencabutan sebagai anggota LMP karena melakukan deklarasi dan orasi mendukung Kotak/Kolom Kosong, sudah menjadi konsekwensi organisasi yang harus diikuti.

"Itu tidak perlu dibahas, tidak perlu diklarifikasi. Sebagai seorang organisasi harus tahu dan paham dalam hal itu," kata Rona.

Dia menambahkan, secara organisasi tentang pemberhentian sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan sudah benar secara organisasi, karena apa yang saya ucapkan harus diikuti oleh perbuatan yang dirinya dilakukan. "Konsekwensinya ya seperti ini.

Bahkan akan ada pencabutan SK penonaktifan, bahkan pengeluaran dari keanggotaan," tambahnya. Meski diberhentikan sebagai Ketua Macab LMP Balikpapan dan dicabut keanggotaannya, dirinya berharap LMP tetap kompak, jaya, dan tambah besar.

Karena dirinya berada di LMP bukan setahun dua tahun. "Jadi saya tetap berdoa, semoga Laskar Merah Putih tambah jaya, tambah besar," tutupnya.

Hadir dalam rapat pleno ini Ketua Harian Macab Balikpapan Yudi Akbar, Sekretaris Macab Balikpapan Zulfikar Zulkarnain, Pengurus-pengurus Mada dan Ketua-Ketua Markas Anak Cabang (Marcab) dan Ketua Srikandi LMP Balikpapan.

*PON

 

SWARAREPUBLIKA-Melalui cek fakta pada pilkada Balikpapan 2020, dapat menekan berita-berita hoaks, dengan menyajikan informasi secara fakta dan benar.

Kamis, 29 Oktober 2020 BALIKPAPAN-Selama tiga hari, anggota AMSI (Asosiasi Medi Siber Indonesia) Kalimantan Timur (Kaltim), mengikuti training cek fakta, untuk debat pilkada Balikpapan 2020.

Cek fakta merupakan program AMSI pusat, didukung GNI (Google News Initiative), kemudian AMSI di daerah mendapat kesempatan untuk melaksanakan cek fakta khususnya pilkada 2020.

AMSI Kaltim menjadi bagian dalam cek fakta di pilkada 2020, khususnya Kota Balikpapan. Pelatihan diikuti 17 peserta dari berbagai media dan anggota AMSI Kaltim, berlangsung mulai tanggal, 27-29 Oktober 2020, memakai google meet.

Trainer cek fakta, Nurfahmi Budiarto, Fact Checker Tersertifikasi GNI dan Zainal A. Ishaq Fact Checker Tempo, menyampaikan materi kepada peserta. Baik terkait, materi penelusuran video dan gambar, didunia maya terkait kebenaran informasi diterima. Peserta juga mendapatkan materi, keamanan digital.

Trainer AMSI Nurfahmi menyampaikan, berbagai tools dapat digunakan untuk memverifikasi berita, untuk mengetahui kebenaran informasi diterima.

Ketua AMSI Pusat wensesleus menyampaikan, bahwa pelatihan cek Fakta ini penting, karena hoaks sering kali menumpang di peristiwa besar. Dan indonesia saat ini dalam 2 peristiwa besar yaitu pandemi covid19 dan Pemilukada.hoaks seputar dua peristiwa ini lumayan besar dan mengganggu kenyamanan dan keadaban publik.

Tugas media adalah menjadi clearing house, rumah bagi publik untuk mencari jawaban atas informasi yang diragukan kebenarannya, dan disitulah pentingnya wartawan memahami cara kerjanya cek fakta.

Senada Zainal A. Ishaq Fact Checker Tempo bahwa, tidak ada kata menyerah, seorang jurnalis, mencari sebuah kebenaran berita atau informasi diterima. Ketua AMSI Kaltim Sumarsono menyampaikan Terima kasih kepada trainer, dan kawan-kawan AMSI Kaltim telah mengikuti pelatihan cek fakta ini.

Semoga saja, menjadi ilmu masing-masing, untuk dapat digunakan saat cek fakta pada debat pilkada Balikpapan nanti. "Tidak hanya itu, dengan pelatihan itu juga. Menjadi penting bagi anggota AMSI untuk dipakai di media masing-masing," katanya, Kamis (29/10/2020).

Sementara, diakhir acara Project Asisten AMSI Sarah mengapresiasi pelatihan ini, telah berjalan dengan baik. "Semoga progran cek fakta nanti, dapat berjalan lancar, dan materi disampaikan dapat diterima dengan baik," harapnya.

 

SWARAREPUBLIKA,- Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2020, Ditlantas Polda Kaltim mengeluarkan sebanyak 735 lembar surat teguran dan 279 lembar surat tilang kepada para pelanggar di wilayah Kalimantan Timur, Rabu (28/10/2020).

Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol. Singgamata mengatakan, beberapa jenis pelanggaran yang menjadi prioritas utama dalam Ops Zebra Mahakam 2020 ini yakni melawan arus, tidak memakai helm, tidak memakai safety belt, mengemudikan ranmor dalam pengaruh alcohol, melebihi batas kecepatan, menggunakan HP saat berkendara, pengendara dibawah umur, dan kelengkapan surat-surat.

Kombes Pol. Singgamata menambahkan pelaksanaan kegiatan tetap mengedepankan pola preemtif dan preventif.

“Ketika menemukan warga atau masyarakat yang tidak menggunakan masker, tidak kami lakukan penilangan. Tetapi justru kami berikan penyadaran dan berikan masker,” ujarnya.

“dominasi jenis pelanggaran hingga dihari kedua ini diantaranya, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan safety belt dan melawan arus”tambah Singgamata Mengenai tujuan utama dari operasi ini, Kombes Pol. Singgamata mengatakan pihaknya ingin ini membangun kesadaran masyarakat dalam berkendara yang aman.

Selain itu, Operasi Zebra Mahakam 2020 juga hendak meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat saat berkendara di tengah pandemi Covid-19, seperti misalnya wajib memakai masker dan tetap jaga jarak dalam kendaraan roda empat.

SUMBER: HUMAS POLDA KALTIM

 

SWARAREPUBLIKA-Demi terciptanya rasa kebersamaan dan untuk mempererat tali silaturahmi antar Warga Rukun Tetangga (RT) 68. Sugiarti yang merupakan ketua RT 68, bersama warganya Giat dalam melakukan Majelis Taklim, yang ber anggotakan kaum Ibu-ibu warga RT 68.

Kegiatan Majelis Taklim tersebut digelar di Musollah KUN-ANTA yang terletak dikawasan Perumahan Banyuwangi RT 68, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara . Mushallah KUN-ANTA merupakan tempat ibadah yang baru terbangun, dan satu-satunya Fasilitas Umum (Fasum) yang dimiliki warga RT 68.

Proses Pembangunan Mushallah Kun-Anta pun memerlukan waktu yang cukup panjang, bukan hanya soal pendanaan yang hanya berasal dari Swadaya masyarakat sekitar saja, namun lokasi tempat Mushallah tersebut, banyak menghadapi persoalan.

Berkat perjuangan warga RT 68 yang sangat gigih,akhirnya Mushallah tersebut dapat dibangun dan dapat dipergunakan warga sekitar untuk Beribadah, walaupun kondisi pembangunan nya baru mencapai 85%. Ini dibuktikan digelarnya Majelis Ta'lim di Mushallah tersebut, dan akan dijadikan kegiatan rutin ibu-ibu majelis ta'lim dalam setiap minggunya,kata Sugiarti.

“Jumlah anggota Majelis Taklim Kami sekitar 37 orang, kalau kaum Bapak-bapak lebih banyak lagi, dan kegiatanya pun akan dipusatkan di Musallah ini,”lanjut Ketua RT 68 Sugiarti pun mengucapkan terimakasih kepada warga RT 68 yang mana mereka semua bahu membahu ikut membantu dalam proses pembangunan mushallah Kun-Anta sampai saat ini.

“Alhamdulillah mushollah Kun-Anta sudah bias dipergunakan warga sekitar untuk melaksanakan Ibadah,walau pun kondisinya baru 85%, mudah-mudahan pembangunan Mushallah tersebut dapat rangkum secepat mungkin, demi kenyamanan masyarakan untuk Beribadah”pungkasnya.

BALIKPAPAN-- Pasangan calon tunggal Kepala Daerah Kota Balikpapan Rahmad- Thohari janjikan tiga hal ketika keduanya dinyatakan sebagai pemenang kontestan Pilkada Balikpapan 2020.

Saat berkampanye dihadapan pendukungnya, Rahmad mengatakan dirinya terinspirasi dari kebijakan adik kandungnya sendiri yang kini menjabat Bupati Penajam Paser Utara- Abdul Gofur Masud yang telah menggratiskan BPJS Kesehatan untuk pasien kelas tiga.

"BPJS Kesehatan ini akan kita minta untuk diringankan. Di penajam aja BPJS Kesehatan gratis, pendidikan gratis, masa Balikpapan tidak.

Malu saya sama adik Gofur, " Kata Rahmad seraya tertawa. Selain meminta keringanan BPJS Kesehatan, Rahmad juga menyatakan komitmen meng gratiskan biaya pendidikan hingga SMA sederajat. Ia tekankan generasi penerus di Balikpapan minimal berpendidikan terakhir SMA sederajat.

Ketua DPC Partai Golkar ini mengatakan, kebijakan ini secara khusus untuk mengakomodir warga Balikpapan kategori berpenghasilan rendah yang kesulitan membiayai sekolah anak-anak mereka.

"Sekolah dan kesehatan itu menjadi hak warga negara yang telah diatur oleh undang-undang bahwa setiap orang susah, fakir miskin, anak terlantar dan yatim piatu harus dipelihara oleh negara, " Ujarnya.

"Tentu saja kebijakan ini nantinya juga akan di dukung oleh pengembangan dan pembangunan infrastruktur penunjang seperti penambahan ruang belajar dan fasilitas kesehatan," kata Rahmad menambahkan.

Rahmad mengatakan, program tersebut telah disampaikan kepada Ketua DPRD Balikpapan- Abdullah, yang juga merupakan kader Partai Golkar.

Menurutnya Abdullah menyetujui rencana program tersebut, setelah melihat kemampuan anggaran keuangan daerah.

"Keuangan daerah kita inshaAllah sanggup kok. Percayalah bapak ibu pembangunan kita ini atas berdasarkan RPJMD. Kalau tidak ada RPJMD tidak mungkin pembangunan itu terealisasi karena saya calon tunggal," kata Rahmad.

"Yang lain mohon maaf kolom kosong nggak ada RPJMD nya. Jadi saya pastikan pembangunan tidak ada, " Katanya menambahkan.

SWARAREPUBLIKA.com- Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim dipimpin Bripka Slamet melaksanakan penyemprotan cairan Disinfektan menggunakan mobil water canon disepanjang Jalan Jendral Sudirman, Kota Balikpapan, Senin pagi (12/10/20).

Hal ini dilakukan guna mencegah kemungkinan berkembang dan menularnya virus Covid-19 di wilayah Kota Balikpapan khususnya fasilitas umum atau tempat keramaian.

Plh. Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim Kompol V. J. Parapaga, SIK menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mencegah perkembangan dan penularan Covid-19. Penyemprotan di sudut-sudut ruang publik seperti halte, kompleks pemukiman, masjid, tempat umum lainnya.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan rajin mencuci tangan dengan sabun, juga untuk sementara waktu ini sampai batas waktu yang belum ditentukan jangan berkumpul jika itu kurang penting atau sekedar nongkrong, hindari keramaian dan tetap dirumah saja,” imbuh Kompol V. J. Parapaga, SIK.

Selain itu upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur terus digencarkan. Hal ini dilakukan untuk menekan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti yang dilakukan Kapolda Kalimantan Timur.dengan meluncurkan program “ETAM Ba-Masker”.

Gerakan Etam Ba-Masker ini digelar di seluruh jajaran Polda Kaltim diantaranya dengan memberikan himbauan untuk jaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan, melakukan razia kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, menggelar aksi bagi-bagi masker serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada warga masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang mengungkapkan, aksi bagi-bagi masker ini akan terus dilakukan disemua tempat yang menjadi pusat keramaian.

 

SWARAREPUBLIKA.com,Calon Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud dan Thohari Azis jika terpilih nanti beliau harus mengimplementasikan visi misinya untuk kesejahteraan masyarakat Balikpapan.

Minggu (11/10/2020)-Digelarnya pertemuan silahturahmi bersama GP Ansor Rahmad Mas'ud dan Thohari Azis mendapatkan dukungan penuh hal ini disampaikan langsung oleh ketua GP Ansor Balikpapan H Husni Kadri.

Kami akan selalu mendoakan kepada Pasangan ini, karena H Rahmad Mas'ud dan Thohari Azis adalah sosok yang berpengalaman dan mampu memajukan Balikpapan , kami siap untuk memenangkannya di tanggal 9 Desember 2020, ujar ketua GP Ansor.

Visi misi yang dimiliki RM dan TA akan sejalan dengan kemajuan Balikpapan kedepannya, sangat tepat jika pasangan ini memimpin Balikpapan yang kita cintai ini, Jelas Husni. H Rahmad Mas'ud pernah menjadi wakil walikota setidaknya beliau tahu persis apa yang akan dilakukan paling tidak program program yang baik pastinya akan di jalankan.

Kehadiran Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz mendapat kan kehormatan dengan menggunakan seragam kebesaran GP Ansor. Rahmad Mas'ud menegaskan Ajang pilkada ini jangan dijadikan suatu perselisihan diantara sesama umat, marilah kita bersatu untuk memajukan bangsa ini, jauhkan segala perbedaan jangan sampai terputus silahturahmi Kita.

"Di momen yang baik ini marilah kita bersatu menjaga kerukunan kita bersama, jangan dijadikan suatu perbedaan karena kita sebagai masyarakat Balikpapan Harus menjaga saling menghormati dan saling bergotong royong.

jaga persatuan dan kesatuan Bangsa Kita jangan sampai termakan isu yang tidak baik oleh karena itu segala sesuatu harus diluruskan jangan sekali kali kita terpancing dengan informasi yang belum tentu kebenaran nya.

ThohariAziz merupakan pribadi yang taat dalam beribadah beliau sangat dekat dengan Nahdatul ulama dan memang asli orang NU jadi semua isu diluar sana tidak benar, tegas Rahmad.