SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur tengah melaksanakan proyek renovasi besar untuk meningkatkan kualitas Stadion Utama Kaltim.
Proyek yang dimulai awal tahun 2024 ini mencakup perbaikan lapangan, pembaruan sistem penerangan, dan renovasi infrastruktur utama stadion. Yudi Haryanto, Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Utama Kaltim, menyampaikan bahwa proses renovasi, yang meliputi pembaruan rumput dan sistem pencahayaan modern, diharapkan selesai pada akhir tahun.
“Selain lapangan dan pencahayaan, kami juga memperbaiki fasilitas gedung, menangani masalah kebocoran, serta meningkatkan sistem resapan air untuk kenyamanan pengunjung,” ujar Yudi.
Yudi menambahkan bahwa renovasi ini bertujuan untuk menciptakan stadion yang lebih aman dan berkualitas, siap mendukung event olahraga daerah dan nasional. Ia mengajak masyarakat bersabar selama proses berlangsung dan berharap perbaikan ini dapat memajukan dunia olahraga di Kaltim.
“Dengan renovasi ini, Stadion Utama Kaltim diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan olahraga yang memenuhi standar internasional dan mendorong semangat atlet lokal,” pungkasnya.
Program Wisata buah berbasis Sporturism oleh Dispora Kaltim
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Dispora Kalimantan Timur Kaltim terus memajukan program wisata buah berbasis sporturism, yang memadukan aktivitas olahraga dengan kebun buah sebagai destinasi wisata alam. Program ini dirancang untuk memperluas ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan, sambil memberikan manfaat kesehatan dan rekreasi bagi masyarakat.
Yudi Haryanto, Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Utama Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa inisiatif ini telah berjalan sejak 2021 dan terus berkembang. Konsep sporturism yang diusung bertujuan agar masyarakat dapat berolahraga sambil menikmati berbagai buah yang ditanam di sekitar area hijau ini.
“Lewat wisata buah ini, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebugaran dan lingkungan yang berkelanjutan. Setelah berolahraga, pengunjung dapat memetik langsung buah segar, seperti jeruk, mangga, jambu, dan durian,” kata Yudi.
Walau sebagian pohon buah masih dalam tahap pertumbuhan, Dispora Kaltim berharap agar hasil panen dapat dinikmati pengunjung dalam waktu dekat, dengan sebagian hasil kebun diberikan kepada masyarakat sekitar.
Menurut Yudi, area ini dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau multifungsi, bukan hanya sekadar lahan parkir atau gedung, tetapi juga kebun buah yang membawa manfaat bagi masyarakat setempat. Untuk menikmati wisata buah ini, masyarakat cukup membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, yaitu Rp 2.000 untuk anak-anak dan Rp 3.000 untuk dewasa, sementara parkir untuk sepeda motor dan mobil gratis. “Kami ingin menyediakan tempat bagi masyarakat untuk menikmati udara segar, berolahraga, serta merasakan interaksi langsung dengan alam,” tambahnya.
Dispora Kaltim berharap, program wisata buah ini akan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan fisik serta menikmati wisata yang ramah lingkungan. Selain itu, ini juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal berkebun dan pentingnya pelestarian alam.
Melalui program ini, Dispora Kaltim berharap dapat mendukung pengembangan ekowisata di Kalimantan Timur serta menawarkan aktivitas rekreasi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kelestarian alam
Kepala bidang peningkatan prestasi olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading meminta disetiap daerah siapkan atlet baru
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Pembibitan dan pencarian potensi atlet harus berasal dari kabupaten/kota. Di mana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) sudah petakan strategi.
Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading menyebut masing-masing daerah harus kumpulkan atlet. “Setelah semuanya ada, kemudian terkumpul seperti piramid dari masing-masing kabupaten/kota, dan muncul atlet-atlet baru untuk kita tampung,” ujar Rasman.
Nantinya, pihak provinsi yang akan memandu dan ambil alih menentukan di mana penempatan atlet yang baru itu, agar sesuai dengan cabang olahraganya. “Ada semua teknologinya itu, nah kami di provinsi ini tentu punya tanggung jawab besar, untuk kita lakukan pembinaan,” tegasnya.
Rasman berencana melakukan pembinaan secara sistematis dan berkelanjutan. Nanti pihaknya akan lakukan pembinaan secara intens. “Apakah melalui SKOI (Sekolah Khusus Olahragawan Internasional) atau PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar),” bebernya.
Bahkan, menurutnya bila perlu dibuka PPLM (Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa) untuk menjamin kualitasnya tetap terjaga. “Nanti mungkin kita laksanakan namanya PPLM, jadi setelah lulus dari SKOI atau PPLP, dia melanjutkan ke PPLM,” ujarnya memungkasi.
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Kejuaraan daerah hingga provinsi dianggap penting untuk mengasah kemampuan atlet dan pelatih untuk bersiap menuju kejuaraan di luar Kalimantan Timur (Kaltim).
Terlebih, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) belum lama usai dengan menempatkan Kaltim di urutan ke 8. Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading menyebutkan, dengan tidak adanya kejuaraan, tentu tidak bisa mengukur kemampuan atlet.
“Bagaimana tahu ada pelatih gulat, potensi atlet ini dan itu umpamanya, jika tidak pernah ada pertandingan. Jangan mengharap pertandingan di kejuaraan provinsi,” ujar Rasman.
Dia menekankan kejuaraan-kejuaraan di tingkat kabupaten/kota, supaya tahu bahwa ternyata di daerah tersebut ada atlet. “Nanti ketika sudah ada atletnya disitu, kemudian kita akan turunkan tim coaching clinic atau tim pemandu bakat,” jelasnya.
Menurutnya dengan adanya pemanduan bakat ini, ada pengetahuan bahwa anak tersebut berpotensi di cabang olahraga yang mana. “Kita tahu anak ini cocoknya di mana, misalnya di bola, atau bisa juga di basket dan dimana saja,” pungkasnya.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Rasman Rading meminta pada daerah untuk cari anak-anak yang memiliki potensi di bidang olahraga. “Maka saya atas nama pribadi, maupun Kabid PPO Dispora Kaltim, untuk melakukan pembibitan, dan coaching clinic,” kata Rasman.
Nantinya, setelah dilakukan pembibitan, dilanjutkan dengan pemanduan bakat. Setelah ditemukan bakat olahraganya. Kemudian, dilanjutkan dengan perekrutan pelatih-pelatih yang punya kompetensi. Sehingga daerah tidak hanya mengandalkan provinsi.
“Jadi punya tanggung jawab di masing-masing kabupaten/kota untuk merekrut bibit-bibit baru. Kalau memang disitu ada prestasi, iya sampaikan pada provinsi,” tegasnya.
Rasman menegaskan, nantinya provinsi akan membantu dalam pembinaan selanjutnya, yang diserahkan pada instansi olahraga yang ada di provinsi.
“Kalau semuanya mengandalkan provinsi, sebanyak apapun uangnya, maka kita tidak akan sanggup. Berikutnya kabupaten/kota harus rutin melakukan kejuaraan,” jelasnya.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pengurus cabang olahraga di kabupaten/kota juga diminta untuk turut serta dalam mensukseskan kejuaraan.
Kepala bidang peningkatan prestasi olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Langkah-langkah strategis sudah diterapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk pembibitan atlet. “Langkah-langkah strategis sebenarnya kalau mau intens betul-betul melakukan pembinaan,” kata Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO), Rasman Rading.
Dia menyebutkan bahwa pembinaan atlet usia dini harus dimulai dari ulunya. Basis kabupaten/kota dan pengurus cabang harus dilibatkan. “Kalau mau serius, sebetulnya Dispora yang ada di kabupaten/kota, kemudian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) nya dan pengurus cabangnya punya tanggung jawab besar,” imbuhnya.
Ketiganya punya tanggung jawab dalam hal pembibitan mulai dari kampung, kecamatan dan kabupaten/kota, dan itu harus ada. “Harus ada melakukan pembibitan, karena manusia tidak hanya ada di Samarinda, tidak hanya ada di Kutai Kartanegara (Kukar) dan Balikpapan saja,” tuturnya.
Namun, hampir semua wilayah yang ada di Kaltim ini, pasti terdapat bibit-bibit atlet, yang bisa saja kedepannya jika dibina, punya prestasi yang gemilang. “Tapi seluruh wilayah di Kaltim ini semua punya potensi, tetapi mungkin hanya tidak teridentifikasi,” tegasnya.
Sehingga, pengurus kabupaten/kota harusnya bisa jeli dan peka dalam mencari atlet yang ada di masing-masing plosok desa.
Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana olahraga Dispora Kaltim Junaidi SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) ungkap interior yang ada di Hotel Atlet dirasa sudah cukup maksimal.
Terlebih ada rencana Hotel Atlet akan difungsikan dan dibuka untuk umum dengan mengacu pada harga pasaran guest house yang ada. Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi menyampaikan kualitas dari Hotel Atlet memang tak kaleng-kaleng. “Kalau untuk interior sekarang ini saya rasa sudah cukup memadai. Jadi, bisa kita perkirakan sama dengan tingkat hunian yang ada itu,” kata Junaidi.
Dia bahkan sudah berkonsultasi dengan Indonesian Hotel General Manager Assossiation (IHGMA) yang ada di Kaltim untuk menanyakan kualitasnya. “Saya bertanya dengan teman-teman IHGMA di Kaltim sendiri, tingkatannya sudah sekitar bintang 3,” tuturnya.
Sehingga kata Junaidi, jika seandainya dengan standarisasi bintang 3 itu, kemudian pemenang dari beauty contest mau melakukan perubahan interior, pihaknya tak keberatan. “Mungkin mereka punya ciri khas, misalkan saja seperti Hotel Haris yang terkenal dengan ciri khasnya dengan berwarna oranye,” tuturnya.
Di mana, menurut Junaidi mungkin mereka punya ciri khas dengan penambahan penambahan dan sebagainya. “Tapi harapannya tidak menghilangkan kesan Hotel Atletnya. Karena lokasinya juga merupakan gedung sarana dan prasarana olahraga harapan saya sih,” imbuhnya.
Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana olahraga Dispora Kaltim Junaidi
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi menyebutkan sudah ada empat investor yang mengajukan pada pihaknya. “Sudah ada empat investor yang mengajukan kepada kami, dan kami ajukan ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) keempatnya,” kata Junaidi
. Sementara untuk persyaratannya, dia tak mengetahui secara detail. Namun memang harus melalui beauty contest untuk mengetahui pengelolanya nanti. “Saya kalau untuk ke arah beauty contestnya itu, kita pasti membuat kerangka acuan kerjanya dulu. Seperti apa, lalu ada penilaian setelah kerangka acuannya kerjanya sudah ditetapkan,” tegasnya.
Junaidi menerangkan, setelah keluar kerangka acuan kerja sudah ditetapkan, baru lah BPKAD Kaltim akan melakukan penilaian-penilaian. “Teman-teman dari BPKAD yang akan melakukan penilaian-penilaian. Kemudian setelah penilaian rate investasi yang dilakukan, yang ada disitu karena milik pemerintah,” jelasnya.
“Berapa sih nilai semuanya, nanti ada keseimbangan investasi, lalu di kerja samakan dengan pihak lain dan kemudian membuahkan hasil,” lanjutnya. Kemudian akan ditetapkan berapa nilai kontribusi terhadap pemerintah daerah. Kontribusi tetap dan bagi hasil.
“Begitu kira-kira langkah-langkahnya untuk penilaian beauty contest,” jelasnya. Namun, yang pasti kata Junaidi akan ada dibentuk tim penilaian dari pemerintah bagi beauty contest ini. Yang melibatkan Dispora, BPKAD, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (untuk investasi dan penanaman modal), Bappenda (pajak) dan Biro Hukum.
Kepala bidang Pembudayaan olahraga Dispora Kaltim AA Bagus Saputra Sugiarta
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Di Kalimantan Timur (Kaltim), upaya pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas masih menghadapi sejumlah tantangan. Meskipun demikian, semangat juang yang ditunjukkan para atlet Kaltim di ajang Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) layak mendapatkan apresiasi tinggi.
Para atlet disabilitas dari Kaltim membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi di kancah nasional. Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, AA Bagus Saputra Sugiarta, menegaskan pentingnya mempertahankan semangat ini. "Semangat atlet disabilitas kita harus dijaga dan ditingkatkan agar regenerasi terus berjalan," ungkapnya.
Bagus menilai bahwa diperlukan program yang terstruktur untuk memastikan munculnya atlet-atlet disabilitas unggul di masa depan. Regenerasi dan pencarian bibit atlet disabilitas di Kaltim, menurut Bagus, memang masih menemui kendala.
Dia berharap pihak National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim dapat menyusun program jangka panjang yang dapat mendorong munculnya talenta baru di bidang olahraga. "Kami sempat berdiskusi dengan Ketua NPCI Kaltim terkait program regenerasi atlet disabilitas. Kami membicarakan pentingnya membina generasi penerus di bidang ini," ujar Bagus.
Bagus juga menekankan bahwa NPCI telah melakukan berbagai inisiatif, termasuk sosialisasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kaltim. Di SLB, para guru olahraga turut aktif dalam proses pencarian bakat untuk menemukan siswa-siswa yang berpotensi menjadi atlet.
"Para guru olahraga di SLB telah mendukung NPCI dalam upaya pencarian bakat dengan meneruskan sosialisasi ke para siswa. Proses pemilihan calon atlet pun telah diatur dengan kriteria yang sesuai," tambahnya.
Selain itu, Dispora bersama NPCI Kaltim juga berusaha mendekati penyandang disabilitas secara langsung guna memahami minat mereka dalam berolahraga. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi dan minat para disabilitas dalam olahraga, sehingga terbentuk kelompok atlet yang solid dan siap bersaing.
Sementara itu, Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menyatakan dukungannya terhadap para atlet disabilitas ini dengan mendorong pemberian bonus bagi mereka yang berprestasi. Ia menyarankan agar NPCI dan para orang tua atlet mengajukan proposal terkait bonus bagi atlet disabilitas yang berprestasi.
“Kami mendorong agar NPCI atau keluarga atlet mengajukan bonus, sehingga Dispora dapat mengupayakan alokasi anggaran, baik untuk tahun ini maupun tahun mendatang,” jelas Agus.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para atlet disabilitas di Kaltim untuk terus berprestasi, sekaligus memotivasi munculnya atlet-atlet baru di masa depan.
Kepala UPTD pengelolaan prasarana olahraga Dispora Kaltim Dispora Kaltim Junaidi
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat ada 273 kamar tersedia dan siap pakai di Hotel Atlet. Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi menyebutkan jumlah kamar itu terdiri dari tujuh lantai.
“Untuk fasilitas kita ada 273 kamar dengan 7 lantai.Kalau untuk kelengkapannya sih kita sudah cukup lengkap.Cuma mungkin line nya mungkin masih seadanya,” tuturnya.
Kemudian tidak menggunakan bed cover dan hanya spray biasa. Inilah dengan kelengkapan-kelengkapan yang lainnya. “Ada kamar itu yang double atau twin, kemudian termasuk sebetulnya dia ada extra bet lagi di bagian bawahnya, dan ada yang single bed ada dua pilihan saja,” jelasnya.
Junaidi juga mengungkapkan bahwa untuk pemanfaatan ruangan lainnya, juga ingin dilakukannya. Seperti Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). “KSP atau pihak ketiga yang mengelola operasionalnya. Akan tetapi, nanti pastinya saya berharap sih ada bentuk pengawasan juga dari pemerintah,” tuturnya.
“Seperti apa untuk pengawasannya saya juga belum tahu. Tapi yang pasti untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya. Dia tak ingin dengan adanya KSP ini justru merugikan pemerintah provinsi Kaltim sendiri.