Kepala Bidang peningkatan prestasi olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, menegaskan bahwa penerapan sport science (ilmu olahraga) menjadi elemen vital dalam menyusun program pelatihan atlet, terutama dalam aspek pembinaan fisik.

Rasman menjelaskan bahwa tanpa pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan pengukuran yang jelas, program pelatihan berisiko tidak memberikan hasil maksimal. “Pelatihan yang disusun dengan baik pun bisa gagal jika tidak ada indikator yang tepat. Sebagai contoh, pada pelaksanaan PON terakhir, kami gagal mencapai target yang diinginkan,” ujarnya.

Menurutnya, sport science memberikan pendekatan berbasis data yang memungkinkan evaluasi program pelatihan secara lebih objektif. Negara-negara seperti China, Jerman, dan Korea Selatan telah membuktikan bahwa penerapan ilmu olahraga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan prestasi atlet.

“Dengan menggunakan ilmu olahraga, pelatih dapat lebih tepat dalam mengidentifikasi potensi atlet, merancang program latihan yang sesuai, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan pada waktu yang tepat. Keputusan yang diambil pun lebih berdasarkan data ilmiah, bukan hanya sekadar insting,” tambah Rasman.

Lebih lanjut, penerapan sport science tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan teknis, strategi, dan mental atlet. Rasman berharap agar program pelatihan fisik yang disusun oleh KONI Kaltim segera mengadopsi pendekatan ilmiah ini untuk meningkatkan kualitas atlet Kaltim.

“Agar dapat bersaing di level internasional, penerapan sport science harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap program pelatihan,” tutupnya.

(ADV/Dispora Kaltim)

Rasman Rading memberikan masukan agar pelatih tetap waspada akan persiapan yg dilakukan oleh daerah lain 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) menekankan pentingnya implementasi pola persiapan yang telah disusun untuk menghadapi Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengingatkan pelatih agar tetap waspada dengan persiapan yang dilakukan oleh daerah lain. "Pola yang diterapkan oleh daerah lain harus kita perhatikan. Jangan sampai kita lengah dalam aspek teknik dan strategi," ungkap Rasman.

Dalam ajang Pra POPNAS yang berlangsung di Kendari, Dispora Kaltim menargetkan agar seluruh cabang olahraga dari daerah ini bisa lolos ke babak selanjutnya. Mengingat hanya dua peringkat teratas yang berhak melaju ke POPNAS, mereka menaruh harapan besar untuk meraih hasil maksimal. "Target kami jelas, semua cabang olahraga harus lolos. Peringkat pertama dan kedua yang lolos, jadi kita ingin semua bisa melaju," tegasnya.

Meski optimis, Rasman juga mengingatkan bahwa daerah lain, terutama dari wilayah IV yang mencakup Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sulteng), akan menjadi pesaing berat. Terutama dalam cabang bulu tangkis, di mana Jatim diperkirakan menjadi salah satu kekuatan utama.

"Jatim, Sulsel, dan Sulteng kami anggap sebagai pesaing kuat, terutama di bulu tangkis. Kami harus siap menghadapi mereka," jelasnya.

Rasman juga menyoroti beberapa cabang olahraga yang menjadi unggulan, seperti pencak silat dan sepak bola. Menurutnya, Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup kuat di pencak silat, sementara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga akan menjadi lawan tangguh di sepak bola. "Untuk cabang pencak silat, NTT adalah pesaing utama. Sementara di sepak bola, Sulsel dan Sulbar memiliki tim yang kuat," tambahnya.

Namun, Rasman optimis dengan persiapan yang matang dan kekompakan tim, Kaltim dapat meraih hasil yang diinginkan. "Asalkan tim solid dan tidak ada masalah psikologis, saya yakin kita bisa lolos semua," tuturnya.

Dalam menghadapi Pra POPNAS, Dispora Kaltim menilai pentingnya kekompakan dan kekuatan tim, meskipun ada cabang olahraga yang lebih dominan dan ada pula yang lebih membutuhkan penguatan. "Tim yang kuat harus saling melengkapi," tutupnya.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga Dispora Kaltim Junaidi 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Proses seleksi mitra untuk pengelolaan Hotel Atlet Samarinda sedang berlangsung melalui mekanisme *beauty contest*, dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur bertugas sebagai pihak yang mengoordinasi seluruh tahapan.

Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga Dispora Kaltim, Junaidi, menyatakan bahwa empat investor telah menunjukkan ketertarikan mereka untuk bekerja sama dalam pengelolaan hotel tersebut dengan skema Kerja Sama Pemanfaatan Aset (KSP). "Keempat investor sudah mengajukan proposal mereka, dan saat ini BPKAD sedang memproses nama-nama mereka untuk tahap selanjutnya," jelas Junaidi.

Lebih lanjut, Junaidi menjelaskan bahwa setiap calon mitra diwajibkan untuk menyusun dokumen kerangka acuan kerja sebagai bagian dari proses seleksi. Dokumen tersebut akan dievaluasi oleh BPKAD untuk memastikan bahwa nilai investasi serta skema kerja sama yang diajukan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

"Setelah evaluasi terkait investasi, kami akan melanjutkan pembahasan mengenai pola kerja sama yang tepat, kontribusi yang diberikan kepada pemerintah, serta pembagian hasil yang saling menguntungkan," tambahnya.

Proses seleksi ini melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti Dispora, BPKAD, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Badan Penanaman Modal, Badan Pendapatan Daerah, dan biro hukum Pemerintah Provinsi, yang semuanya bekerja sama untuk memastikan bahwa skema kerja sama yang akan terjalin memenuhi standar teknis, hukum, dan finansial.

Hotel Atlet Samarinda, yang memiliki 273 kamar, diharapkan dapat menjadi aset yang menguntungkan bagi daerah. Dispora Kaltim berharap seleksi mitra pengelola dapat segera diselesaikan agar hotel ini dapat beroperasi secara maksimal, mendukung perkembangan sektor olahraga, dan berkontribusi pada perekonomian Kalimantan Timur.

(ADV/J)

Hasbar Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mendorong pemuda untuk membangun sikap mandiri dalam dunia kewirausahaan, meskipun berbagai hambatan masih menjadi tantangan utama.

Meski telah dilaksanakan sejumlah pelatihan kewirausahaan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membantu pemuda untuk menumbuhkan rasa percaya diri sehingga mereka bisa mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dan memulai usaha mereka sendiri.

Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, mengungkapkan bahwa meskipun pelatihan intensif sudah dilaksanakan, mengubah pola pikir pemuda dan menanamkan mentalitas kewirausahaan yang mandiri bukanlah proses yang instan. “Proses membangun mentalitas mandiri memerlukan waktu dan pendekatan yang sistematis.Tidak dapat dicapai dalam waktu singkat,” jelas Hasbar.

Ia juga menambahkan, ketakutan untuk memulai usaha menjadi salah satu hambatan terbesar yang dihadapi pemuda. Dari 200 peserta pelatihan, hanya sebagian kecil yang berani mengambil langkah pertama dalam memulai bisnis mereka. “Banyak peserta yang sudah menguasai teori bisnis, tetapi mereka masih ragu untuk memulai. Keberanian untuk melangkah adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi,” ungkapnya.

Dalam upaya menciptakan pemuda yang lebih siap berwirausaha, Dispora Kaltim tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan praktis, tetapi juga berkomitmen untuk membentuk mentalitas yang tangguh dan percaya diri dalam menghadapi dunia bisnis.

“Dengan pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan yang tidak henti-hentinya, kami berharap dapat menghasilkan pemuda yang kreatif, inovatif, dan lebih siap untuk menjadi wirausahawan mandiri,” tutup Hasbar.

(ADV/Dispora Kaltim)

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim Hasbar Mara

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) akan menggelar festival musik di Teras Samarinda pada 30 November 2024. Event ini bertujuan untuk mengangkat potensi musik dari kalangan pemuda Kaltim dan memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

Hasbar Mara, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa festival ini awalnya dijadwalkan pada 16-17 November, namun terpaksa diundur karena kendala terkait lokasi yang belum tersedia. "Kami telah mengajukan permohonan tempat ke Plh Dispora, namun karena masalah ketersediaan venue, kami memutuskan untuk menggeser tanggal pelaksanaan ke 30 November," kata Hasbar.

Pemilihan waktu dan tempat yang tepat dianggap penting untuk memastikan acara ini dapat menarik perhatian banyak pengunjung dan berlangsung dengan sukses. "Tujuan kami adalah membuat festival ini semeriah mungkin, dengan kehadiran penonton yang ramai. Keberhasilan acara ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat," tambahnya.

Festival musik ini akan menampilkan 22 grup band dari Kaltim, dengan peserta yang berusia antara 16 hingga 30 tahun dan merupakan warga asli Kaltim. Pendaftaran terbuka tanpa biaya dan tanpa proses seleksi tambahan, namun hanya untuk grup band—penampilan solo tidak diperbolehkan. "Begitu kuota 22 grup band terpenuhi, kami akan menutup pendaftaran. Kami ingin memberikan fokus pada penampilan grup band dalam festival ini," ujar Hasbar.

Sebagai bentuk apresiasi, Dispora Kaltim menyediakan hadiah total senilai Rp23,5 juta, dengan juara pertama berhak menerima Rp10,5 juta, juara kedua Rp7,8 juta, dan juara ketiga Rp5,2 juta.

Dispora Kaltim berharap festival ini dapat menjadi platform yang bermanfaat untuk menggali bakat musik pemuda lokal, sekaligus mempererat hubungan antar komunitas musik di wilayah Kalimantan Timur.

(ADV/Dispora Kaltim)

Dispora Kaltim gagas turnamen Sepakbola antar OPD

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur menggagas Liga Sepakbola antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya mempererat solidaritas sekaligus mendukung kesehatan pegawai pemerintah. Kompetisi ini resmi dimulai pada Selasa (5/11/2024) dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga non-ASN, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Liga ini tidak sekadar bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi medium untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat melalui kegiatan fisik. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman, mengungkapkan bahwa turnamen ini dirancang untuk memotivasi para pegawai agar lebih peduli terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh.

“Olahraga adalah elemen penting yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Dengan kondisi tubuh yang sehat, produktivitas kerja pun akan meningkat,” ujar Rasman.

Ia menambahkan bahwa olahraga harus menjadi bagian dari kebiasaan harian para pegawai demi menjaga keseimbangan hidup. Selain mengedepankan manfaat kesehatan fisik, Rasman juga menyoroti pentingnya peran olahraga dalam menjaga kesehatan mental.

“Kegiatan fisik membantu merangsang hormon kebahagiaan, yang berkontribusi besar terhadap kestabilan emosional dan kesejahteraan pegawai,” jelasnya.

Dispora Kaltim juga memastikan dukungan fasilitas yang memadai agar program ini dapat berjalan dengan optimal. Rasman mengajak seluruh pegawai pemerintah untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Kami ingin menciptakan budaya olahraga di lingkungan kerja, sehingga menjadi kebiasaan positif yang berdampak luas,” tambahnya.

Melalui Liga Sepakbola ini, Dispora berharap dapat memberikan inspirasi tidak hanya bagi pegawai pemerintah, tetapi juga masyarakat luas, terutama anak-anak muda, untuk lebih aktif dalam kegiatan olahraga.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi jangka panjang,” kata Rasman.

Dispora Kaltim optimistis, program ini mampu memberikan dampak positif, baik dalam mempererat hubungan antar pegawai maupun mendorong pola hidup sehat di kalangan masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kejuaraan Silat Kaltim di PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara Raihan Penghargaan Emas perak Perunggu

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan keunggulannya dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara dengan perolehan 2 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Pencapaian ini membuktikan potensi besar para pesilat Kaltim di kancah nasional.

Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman, menilai hasil tersebut menjadi landasan kuat untuk mempersiapkan masa depan cabang olahraga pencak silat di wilayahnya. Menurutnya, pembinaan jangka panjang yang sistematis harus menjadi prioritas.

“Beberapa kelas di pencak silat Kaltim memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Pembinaan harus dilakukan terpadu, konsisten, dan berkesinambungan,” ujar Rasman. Ia juga menyoroti pentingnya komitmen para atlet untuk tetap berlatih secara serius demi meraih prestasi lebih tinggi.

Rasman menekankan bahwa Kaltim memiliki waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menuju PON berikutnya. Ia meminta dukungan dari Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kaltim agar atlet potensial dapat dilatih secara intensif, mulai dari aspek fisik hingga penguasaan strategi. “Jika pembinaan ini dilakukan sejak sekarang, saya percaya atlet kita tidak hanya mampu bersaing di level nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” tegasnya.

Sebagai bagian dari persiapan, sejumlah pesilat muda telah disiapkan untuk mengikuti Pra-POPNAS di Kendari pada 23 November 2024.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi momen untuk menyiapkan generasi penerus yang dapat menggantikan atlet senior di masa depan. “Regenerasi adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Tanpa regenerasi, kita akan kesulitan menghadapi tantangan ke depan,” kata Rasman.

Ia juga menyebut bahwa kejuaraan silat lokal yang baru-baru ini digelar telah menghasilkan banyak calon atlet berbakat. Dengan fokus pada pembinaan intensif dan regenerasi, pencak silat Kaltim diharapkan mampu terus mempertahankan dominasinya di kancah olahraga nasional.

Langkah strategis ini juga menjadi kunci agar pencak silat Kaltim semakin diperhitungkan di ajang internasional.

(ADV/Dispora Kaltim)

Tim Drum Band yang siap dalam berlaga di piala Raja Hamengkubuwono x 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kini memiliki akademi drum band yang terdiri dari 18 atlet muda, yang sudah menjalani pelatihan intensif sejak Maret 2024.

Para atlet ini tengah mengikuti kejuaraan Piala Raja Hamengkubuwono X yang berlangsung di Yogyakarta.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Saputra Sugiarta, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini merupakan kompetisi pertama yang diikuti oleh akademi drum band yang baru dibentuk tersebut. "Karena ini adalah partisipasi pertama mereka, kami menargetkan kemenangan. Tidak ada pilihan lain selain juara umum," ujar Bagus.

Ia menambahkan bahwa meskipun akademi ini baru berdiri selama delapan bulan, persiapan untuk kejuaraan ini hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu. "Akademi sudah berjalan sejak Maret 2024, namun untuk persiapan lomba kali ini, latihan lebih difokuskan dalam beberapa minggu terakhir," jelasnya.

Kontingen yang beranggotakan para pelajar ini sepenuhnya didukung oleh Dispora Kaltim, yang juga menanggung biaya keberangkatan mereka. "Mereka tergabung dalam Dispora Drum Korps, yang anggotanya adalah pelajar. Meskipun kami tidak ingin terlalu fokus pada hadiah, yang terpenting adalah pengalaman berkompetisi," tegas Bagus.

Kejuaraan ini menjadi ajang penting bagi akademi drum band Dispora Kaltim untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka di level nasional.

(ADV/Dispora Kaltim)

Pelepasan Tim Drum Band mengikuti kejuaraan Piala Raja Hamengkubuwono x 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi melepas tim drum band yang akan mengikuti kejuaraan bergengsi, yaitu Piala Raja Hamengkubuwono X, untuk pertama kalinya. Acara pelepasan digelar di Lapangan Kantor Dispora lama, yang terletak di Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Saputra Sugiarta, menjelaskan bahwa pihaknya menerima undangan resmi dari Pemerintah Provinsi Yogyakarta untuk mengikuti kejuaraan marching band ini.

“Kami menerima undangan dari Pemprov Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam Turnamen Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengkubuwono X, yang akan berlangsung pada 16-17 November 2024,” ungkap Bagus.

Dispora Kaltim mengirimkan atlet langsung dari Akademi Drum Band yang dimilikinya. Sebanyak 18 personel, yang terdiri dari atlet drum band, akan berlaga dalam kejuaraan ini, didampingi oleh empat orang manajer dan pelatih.

"Tim kami akan berkompetisi di kategori drum band battle, dan kami akan bertanding melawan tim dari tiga provinsi lainnya, yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta," tambah Bagus.

Kejuaraan ini menjadi kesempatan penting bagi Kaltim untuk menunjukkan kualitas talenta drum band di tingkat nasional.

(ADV/Dispora Kaltim)

Ahli muda pemberdayaan pemuda Dispora Kaltim Hasbar

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggagas sejumlah inisiatif untuk mendorong potensi kreatif generasi muda di Benua Etam.

Dalam dua program unggulan, yaitu pelatihan konten kreator dan festival musik, Dispora Kaltim berupaya membekali para pemuda dengan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan era digital sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri.

Ahli Muda Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, menjelaskan bahwa kedua program ini merupakan jawaban atas tingginya minat generasi muda terhadap bidang kreatif, khususnya yang terkait dengan konten digital dan musik. “Kami melihat generasi muda sekarang sangat tertarik dengan media sosial dan dunia konten digital.

Pelatihan konten kreator ini diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan di bidang tersebut,” kata Hasbar. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung pada November 2024, dengan rincian tanggal yang masih dalam tahap konfirmasi.

Dispora Kaltim akan memilih sekitar 20 peserta berbakat yang memiliki antusiasme tinggi serta komitmen kuat dalam mengembangkan keterampilan digital.

ADV/Dispora Kaltim)

  1. Jadi Program Lanjutan Dispora Kaltim, Konten Kreator akan Dilanjutkan dengan Festival Musik
  2. Fokus Pembinaan Atlet, Dispora Kaltim Tegaskan Dualisme Organisasi Cabor Harus Dihindari
  3. Rangkaian Kegiatan Olahraga Akhir Tahun di Kaltim: Dari Kejuaraan Hingga Pemilihan Duta Olahraga
  4. KONI Kaltim Gelar Pelatihan Fisik untuk Pelatih, Dispora Kaltim Dukung Peningkatan Kualitas Olahraga di Daerah
  5. Dispora Tegaskan Akan Banyak Rangkaian Kejauraan Olahraga Hingga Akhir Desember Mendatang
  6. Penempaan Fisik, Mental dan Teknik, Dispora Tekankan Atlet yang Kuat dan Berkualitas
  7. Rutin Gelar Program Pemberdayaan Pemuda, Dispora Ingin Kabupaten/Kota Adopsi Pola Kegiatan
  8. Dispora Perkuat Kontribusi Pemuda dalam Pembangunan Daerah Melalui Kolaborasi Organisasi
  9. Hadirkan Bulu Tangkis di Liga OPD 2024, Sebut Mudah Diakses dan Populer Dikalangan Masyarakat
  10. Dorong Regenerasi Atlet Berbakat, Dispora Apresiasi Mitra Olahraga Rutinkan Kejuaraan
  11. Dispora Lakukan Renovasi pada Peningkatan Kualitas Stadion Utama Kaltim di 2024 Ini
  12. Dispora Rencakana Wisata Buah yang Dipadukan dengan Aktivitas Olahraga
  13. Dispora Kaltim Siap Petakan Potensi Atlet Sesuai Skillnya, Sebut akan Dibina Melalui SKOI dan PPLP
  14. Rasman Minta Pemerintah Daerah Peka untuk Langsungkan Kejuaraan Tingkat Kabupaten/Kota
  15. Rasman Minta Dispora, KONI dan Pengurus Cabang Kabupaten/Kota Turun Tangan Cari Potensi Atlet
  16. Dispora Sebut Pemerintah dan Pengurus Cabor Daerah Harus Cari Bibit Atlet Hingga ke Plosok
  17. Hotel Atlet Diklaim Standar Bintang 3, Dispora Harap Pergantian Interior Tak Hilangkan Kesan Olahraga
  18. Empat Investor Sudah Mendaftar Beauty Contest Pengelolaan Hotel Atlet, Tegaskan Diajukan ke BPKAD
  19. Pembinaan Atlet Disabilitas di Kaltim Butuh Dukungan, Semangat Atlet Peparnas Jadi Inspirasi
  20. Ada 273 Kamar Siap Pakai, UPTD Dispora Kaltim Ungkap akan Ada KSP untuk Pengelolaan Hotel Atlet