SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA — Tim bola tangan (handball) Kalimantan Timur (Kaltim) menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Bola Tangan 2026 di Surabaya. Dari 12 atlet yang diturunkan, Kaltim berhasil mengamankan tiga gelar juara pertama dan satu posisi runner-up dari kategori indoor dan beach.

Kejurnas Junior Bola Tangan 2026 berlangsung pada 3-8 Agustus 2026. Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga bola tangan di Kaltim, sekaligus menunjukkan kemampuan atlet muda daerah bersaing di level nasional. Tiga medali emas masing-masing diraih melalui kategori beach putra, beach putri, dan indoor putri.

Sementara satu medali perak diperoleh dari kategori indoor putra. Pelatih tim handball Kaltim, Yulianto Efendi Sir, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras atlet selama menjalani persiapan hingga pertandingan. Ia mengakui persaingan di kejuaraan berlangsung ketat, terutama saat menghadapi tim Jawa Timur sebagai tuan rumah.

“Awalnya kami tidak menyangka hasilnya bisa sebagus ini. Salah satu lawan terberat tentu tuan rumah Jawa Timur. Namun, berkat kerja keras dan perjuangan para atlet, kami mampu membuktikan kualitas Kaltim di tingkat nasional,” ujar Yulianto.

Keberhasilan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Kaltim, terutama dalam pembiayaan keberangkatan dan kebutuhan operasional tim selama mengikuti kejuaraan. Di antara para atlet yang turut mengukir prestasi tersebut terdapat Zahir Rasydien, 14, siswa SMPN 4 Balikpapan. Zahir telah menekuni olahraga bola tangan selama kurang lebih empat tahun.

Baginya, kesempatan memperkuat Kaltim di tingkat nasional menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri. Persaingan ketat di lapangan, khususnya ketika menghadapi tim tuan rumah, tidak menyurutkan semangat Zahir. Ia bersama rekan-rekannya terus berjuang hingga mampu membawa pulang prestasi untuk Kaltim.

“Motivasi terbesar saya bukan sekadar logam yang ada di tangan ini, tetapi setiap proses berat yang membentuk saya hingga layak memegangnya,” tutur Zahir.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Latihan, kelelahan, hingga berbagai tantangan selama menjalani proses sebagai atlet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian tersebut.

“Motivasi saya adalah rasa hormat terhadap keringat, air mata, dan malam-malam panjang ketika tidak ada orang yang melihat, tetapi saya tetap memilih untuk bangkit dan berlatih lebih keras. Trofi ini menjadi bukti bahwa rasa lelah itu terbayar,” katanya.

Selain Zahir, sejumlah atlet lain juga menjadi bagian dari tim yang membawa pulang medali untuk Kaltim. Di antaranya De Andro Saputra Sir, 19, dan Robert Alensky Allu Yatu, 18, yang turut meraih medali emas. Kemudian Hendrikus Bao Rabu dan Yohanes Anjas Saputra juga ikut mencatatkan prestasi dalam kejuaraan tersebut.

Di balik keberhasilan itu, para atlet berharap prestasi yang mereka raih dapat menjadi perhatian bagi pemerintah untuk meningkatkan pembinaan bola tangan di daerah. Salah satu yang masih menjadi perhatian adalah keterbatasan fasilitas latihan dan dukungan akomodasi, terutama bagi atlet yang berasal dari wilayah pelosok seperti Krayan Sentosa dan Long Ikis.

De Andro dan Robert berharap capaian di tingkat nasional tersebut dapat membuka peluang pembinaan yang lebih baik bagi atlet-atlet muda Kaltim. Menurut mereka, fasilitas yang memadai akan membantu atlet mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan peluang untuk bersaing pada ajang yang lebih tinggi. Bagi Zahir dan rekan-rekannya, torehan di Surabaya bukan sekadar soal medali.

Prestasi tersebut juga menjadi bentuk penghargaan kepada keluarga, pelatih, pemerintah daerah, dan masyarakat Kaltim yang selama ini memberikan dukungan. “Kemenangan ini dari dalam hati saya persembahkan untuk orang tua yang selalu mendukung, serta para pelatih yang tidak pernah lelah membimbing dan mendorong saya untuk terus berusaha keras dan pantang menyerah,” tutup Zahir.

Prestasi tiga emas dan satu perak di Kejurnas Junior 2026 diharapkan menjadi momentum bagi pembinaan olahraga bola tangan Kaltim agar semakin berkembang, sekaligus melahirkan lebih banyak atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (*)

SD no 22 Balikpapan Timur

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ketersediaan air bersih dan kondisi lingkungan SDN 022 Balikpapan Timur menjadi sorotan setelah hujan deras mengguyur Kota Balikpapan pada Senin (20/7/2026).

Selain memicu akses jalan menuju sekolah berubah menjadi berlumpur, hujan juga memunculkan kekhawatiran orang tua terhadap kesiapan sarana dan prasarana sekolah yang baru beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Dalam kondisi tersebut, seorang wali murid dilaporkan terpeleset saat mengantar anaknya ke sekolah akibat jalan yang licin. Peristiwa itu menambah kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan siswa maupun kelengkapan fasilitas dasar yang masih perlu dibenahi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengakui akses menuju SDN 022 memang masih menjadi kendala ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

"Memang medannya masih seperti itu," ujar Irfan saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan akses jalan menuju sekolah bukan menjadi kewenangan Disdikbud karena tidak masuk dalam nomenklatur instansinya. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar penanganan jalan tersebut dapat segera dilakukan.

"Kami tidak bisa memperbaiki jalan karena tidak ada nomenklaturnya di kami. Sementara ini kami masih berkoordinasi dengan Dinas PU untuk perbaikan jalan menuju sekolah tersebut. Mudah-mudahan pada perubahan anggaran nanti bisa dianggarkan," jelasnya.

Selain akses jalan, perhatian juga tertuju pada ketersediaan air bersih di SDN 022. Menurut Irfan, untuk sementara kebutuhan air di sekolah dipenuhi melalui pemanfaatan Water Treatment Plant (WTP) yang berada di kawasan sekitar.

"Akhirnya kita pakai WTP di situ," katanya.

Terkait informasi adanya dugaan penggalangan sumbangan sukarela melalui komite sekolah maupun komite kelas untuk membantu penyediaan air bersih, Irfan mengaku belum menerima laporan resmi. Ia memastikan akan melakukan pengecekan karena penyediaan fasilitas air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab Dinas Pendidikan.

"Nanti saya cek. Setahu saya kita menggunakan WTP perumahan. Kalau soal air nanti saya cek lagi, karena itu memang masuk ranah kami," tegasnya.

SDN 022 Balikpapan Timur resmi mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 dan saat ini menampung siswa kelas I dan II sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Balikpapan memperluas layanan pendidikan.

Meski telah beroperasi, sejumlah orang tua saat di minta keterangan berharap seluruh sarana dan prasarana dasar segera disempurnakan. Mereka menilai kebutuhan seperti air bersih, akses jalan yang layak, serta fasilitas penunjang lainnya seharusnya telah tersedia sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Menurut mereka, pemenuhan fasilitas dasar sekolah sebaiknya tidak bergantung pada sumbangan sukarela yang dibahas melalui rapat komite sekolah. Walaupun mekanisme tersebut diperbolehkan sepanjang sesuai ketentuan dan disepakati bersama, kebutuhan dasar sekolah dinilai tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dari beberapa Orang tua murid juga menyoroti kondisi lingkungan sekolah saat musim hujan. Berdasarkan pengalaman beberapa bulan lalu, kawasan sekolah menerima aliran air cukup besar dari wilayah yang lebih tinggi sehingga membawa lumpur ke lingkungan sekolah.

Mereka khawatir sistem drainase yang ada saat ini belum mampu menampung debit air dalam jumlah besar. Di sisi lain, pembangunan SDN 022 Balikpapan Timur diketahui masih berada dalam masa pemeliharaan.

Sejumlah pekerjaan, seperti penyelesaian pagar dan drainase, masih terus dilakukan oleh pihak pelaksana. Karena itu, para orang tua berharap seluruh kekurangan dapat segera diselesaikan sebelum musim hujan tiba.

Mereka menegaskan bahwa berbagai masukan yang disampaikan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap keberadaan sekolah baru, melainkan wujud kepedulian agar SDN 022 Balikpapan Timur benar-benar siap menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta didukung fasilitas yang memadai bagi seluruh peserta didik.

"Jangan sampai kita lengah atau lalai. Sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seluruh kekurangan sebaiknya segera diselesaikan," ujar salah seorang orang tua murid.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

dr. Andi Satya Adi Saputra pimpin DPD Golkar Samarinda periode 2026-2031

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kota Samarinda menetapkan dr. Andi Satya Adi Saputra sebagai Ketua DPD Golkar Samarinda periode 2026–2031. Andi Satya terpilih secara aklamasi dalam Musda yang digelar di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Pelaksanaan Musda tersebut sekaligus mengakhiri penantian setelah agenda yang sebelumnya direncanakan pada April 2026 sempat mengalami penundaan. Dalam proses pemilihan, Andi Satya menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan.

Ia kemudian memperoleh dukungan penuh dari 15 pemegang hak suara sah dalam forum Musda. Dengan hasil tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur itu resmi dipercaya memimpin organisasi partai berlambang pohon beringin di tingkat Kota Samarinda untuk lima tahun ke depan.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Andi Satya menyampaikan tekadnya untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan perolehan suara Golkar pada Pemilu 2029. Menurutnya, posisi Golkar Samarinda saat ini masih memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kekuatan politik utama di Kota Tepian.

Karena itu, konsolidasi kader dan mesin partai akan menjadi salah satu fokus kepemimpinannya. “Target kita tentu bagaimana Golkar Samarinda bisa kembali ke puncak kejayaan. Mudah-mudahan pada Pemilu 2029 nanti kita bisa meraih suara terbanyak untuk DPRD Kota Samarinda,” kata Andi Satya.

Saat ini, Golkar menempati posisi kedua dalam perolehan kursi DPRD Kota Samarinda dengan delapan kursi. Jumlah tersebut hanya terpaut satu kursi dari Partai Gerindra yang memiliki sembilan kursi. Siapkan Diri untuk Pilwali Samarinda Selain target Pemilu 2029, Andi Satya juga tidak menutup peluang untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda mendatang. Ia mengungkapkan, dirinya telah menandatangani pakta integritas yang menjadi bagian dari arahan DPD Partai Golkar tingkat provinsi.

Salah satu poinnya berkaitan dengan kesiapan ketua terpilih untuk mengikuti kontestasi Pilwali Samarinda pada periode mendatang.

“Pakta integritas dari DPD tingkat I sudah kita tanda tangani. Salah satu arahannya adalah ketua terpilih harus siap maju dalam Pilwali Kota Samarinda yang akan datang,” ungkapnya.

Dengan adanya mandat tersebut, Andi Satya menyatakan kesiapannya menjalankan amanah partai sekaligus mempersiapkan langkah politik untuk menghadapi agenda demokrasi di tingkat daerah. Momentum Bangun Konsolidasi Baru Sementara itu, Ketua Panitia Musda XI DPD Golkar Samarinda, Arie Wibowo, menyambut baik terpilihnya Andi Satya secara aklamasi.

Menurutnya, hasil Musda menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat soliditas internal partai. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa energi positif bagi seluruh kader dan meningkatkan kinerja organisasi hingga tingkat bawah. “Harapan kita bersama, di kepengurusan yang baru ini ada semangat baru, kantor baru, dan Golkar Samarinda bisa semakin melesat untuk meraih kemenangan,” ujar Arie.

Dengan berakhirnya Musda, kepengurusan Golkar Samarinda periode 2026–2031 diharapkan segera melakukan konsolidasi internal dan menyusun strategi politik menghadapi berbagai agenda demokrasi mendatang, termasuk Pemilu 2029 dan Pilwali Samarinda. (*) 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kota Balikpapan memperkuat sinergi dengan Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan melalui audiensi dan silaturahmi yang berlangsung di Kantor PN Balikpapan, Kamis (16/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih erat dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Rombongan DPC KAI Balikpapan dipimpin langsung Ketua Presidium DPC KAI Kota Balikpapan, Adv. Hairul Bidol, SH, MH, CPSP, CLMA, CLA, didampingi jajaran presidium serta Sekretaris DPC KAI Balikpapan.

Kehadiran mereka disambut Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan, Abdullah Mahrus, yang didampingi Panitera PN Balikpapan, H. Munir Hamid. Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kedua belah pihak membahas pentingnya membangun komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi yang berkelanjutan antara organisasi advokat dan lembaga peradilan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penegakan hukum di Kota Balikpapan.

Ketua Presidium DPC KAI Kota Balikpapan, Hairul Bidol, menegaskan organisasinya berkomitmen untuk terus menjalin hubungan yang harmonis dengan Pengadilan Negeri Balikpapan. Menurutnya, sinergi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap penyelesaian berbagai persoalan hukum, baik melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi.

"Kami siap membangun komunikasi dan kolaborasi yang positif dengan PN Balikpapan demi mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat," ujar Hairul.

Ia menilai, silaturahmi tersebut bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kemitraan yang saling mendukung antara advokat dan institusi peradilan.

Melalui sinergi yang semakin erat, DPC KAI Balikpapan berharap koordinasi antara organisasi advokat dan Pengadilan Negeri Balikpapan dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menciptakan sistem peradilan yang lebih profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Berita ini sudah dirombak dengan gaya jurnalistik yang lebih mengalir, menghilangkan pengulangan, dan menonjolkan nilai beritanya tanpa mengubah substansi informasi.

(ADV/*)

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Samarinda memastikan Musyawarah Daerah (Musda) akan digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Fugo Hotel. Pelaksanaan agenda lima tahunan tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan dari jadwal awal yang ditetapkan pada 18 April 2026.

Ketua Panitia Pelaksana Musda, Arie Wibowo, mengatakan penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi yang saat itu dinilai belum kondusif. Kini, seluruh tahapan persiapan telah diselesaikan sehingga Musda siap dilaksanakan sesuai agenda.

"Seluruh persiapan sudah rampung. Insyaallah Musda akan digelar pada 8 Agustus di Fugo Hotel sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar Arie, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Samarinda.

Arie menjelaskan, tahapan penjaringan bakal calon ketua DPD juga telah berakhir. Hingga batas akhir pendaftaran, hanya satu kader yang mengembalikan berkas pencalonan, yakni dr. H. Andi Satya.

Dengan demikian, anggota DPRD Kalimantan Timur tersebut dipastikan menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda pada Musda kali ini. Figur dr. H. Andi Satya dikenal memiliki pengalaman di bidang kesehatan sekaligus aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan dunia politik. Selama berkiprah di Partai Golkar, ia dinilai mampu membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta berperan menjaga soliditas internal partai.

Sebelum maju sebagai calon ketua definitif, dr. H. Andi Satya telah dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda. Selain itu, ia juga pernah menempati sejumlah posisi strategis dalam struktur kepengurusan partai.

Sebelumnya, jabatan Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda dipegang secara definitif oleh H. Hendra. Setelah mendapat penugasan di tingkat DPD Partai Golkar Kalimantan Timur sebagai Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), posisi tersebut sempat diisi secara sementara. Kepemimpinan kemudian dijalankan oleh Sapto sebelum akhirnya estafet kepemimpinan dilanjutkan kepada dr. H. Andi Satya sebagai Pelaksana Tugas hingga pelaksanaan Musda tahun 2026.

Dengan hanya satu kandidat yang mendaftar, Musda Golkar Samarinda diperkirakan akan lebih difokuskan pada proses pengesahan kepemimpinan baru serta penyusunan arah dan strategi partai dalam menghadapi agenda politik di tingkat daerah pada periode mendatang.

(*)

Anggota komisi 2 DPRD Balikpapan Dapil Utara Jafar Sidik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Kesulitan mendapatkan akses air bersih yang selama ini dialami puluhan warga RT 21 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, akhirnya mendapat solusi. Melalui upaya pengawalan aspirasi yang dilakukan Anggota DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, bantuan fasilitas hidran umum dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) resmi direalisasikan dan diserahkan kepada warga, Senin (15/6).

Program tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak sekitar 20 kepala keluarga yang hingga kini belum terjangkau jaringan pipa induk air bersih. Kehadiran fasilitas hidran umum diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu pembangunan jaringan permanen di kawasan tersebut.

Bantuan yang diberikan mencakup pemasangan satu meteran induk, dua unit tandon penampung air berkapasitas masing-masing 2.500 liter atau total 5.000 liter, serta 20 drum berkapasitas 200 liter yang dibagikan kepada setiap rumah tangga penerima manfaat.

Japar Sidik menjelaskan, awalnya warga mengusulkan pemasangan jaringan pipa induk secara langsung kepada PTMB. Namun setelah dilakukan koordinasi dan kajian teknis, diketahui bahwa ketersediaan anggaran untuk pembangunan jaringan tersebut maupun program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih belum memungkinkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat.

Melihat kondisi itu, dirinya bersama warga mencari alternatif yang lebih cepat agar kebutuhan air bersih tidak terus tertunda. “Setelah berdiskusi dengan masyarakat, saya mengusulkan penggunaan sistem hidran umum sebagai solusi sementara. Cara ini lebih cepat direalisasikan sehingga warga tidak perlu menunggu terlalu lama hingga pembangunan pipa induk dapat dilaksanakan,” ujar Japar.

Usulan tersebut kemudian dikawal hingga mendapat persetujuan dari manajemen PTMB. Dalam sistem yang diterapkan, air dari meteran induk akan ditampung terlebih dahulu di tandon komunal sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga. Meski menggunakan satu meteran induk, Japar memastikan mekanisme pembayaran tetap dilakukan secara adil dan transparan.

Setiap rumah tetap dilengkapi meteran tersendiri sehingga konsumsi air masing-masing pelanggan dapat dihitung secara akurat. “Tagihan akan disesuaikan dengan pemakaian yang tercatat pada meteran di setiap rumah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pembagian biaya penggunaan air,” jelas legislator dari Daerah Pemilihan Balikpapan Utara tersebut.

Ia menambahkan, sistem hidran umum tanpa bantuan daya dorong tambahan lebih cocok diterapkan di wilayah dataran rendah karena distribusi air mengandalkan gravitasi dari tandon utama. Menurut Japar, penyediaan akses air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus diperjuangkan sebagai wakil rakyat.

Karena itu, dirinya berkomitmen terus mengawal kebutuhan dasar masyarakat hingga terpenuhi secara menyeluruh. “Ini merupakan solusi jangka pendek yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Sementara untuk jangka panjang, kami akan terus memperjuangkan pembangunan jaringan pipa induk agar dapat direalisasikan dalam satu hingga dua tahun mendatang,” tegasnya.

Ia optimistis kapasitas pasokan air bersih di Kota Balikpapan akan semakin merata seiring peningkatan infrastruktur yang ditargetkan dapat terpenuhi pada periode 2027 hingga 2028. Keberhasilan program di RT 21 Graha Indah ini bukan kali pertama yang diperjuangkan Japar Sidik. Sebelumnya, pola penyelesaian serupa juga berhasil diterapkan di RT 87 Kelurahan Muara Rapak untuk membantu warga yang menghadapi persoalan akses air bersih.

Prosesi penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua RT 21, perwakilan PTMB, unsur Kecamatan Balikpapan Utara, Kelurahan Graha Indah, serta masyarakat penerima manfaat yang menyambut baik realisasi program tersebut.

(ADV/R)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, 31 Juli 2026 – Blue Sky Hotel Balikpapan kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu destinasi pernikahan unggulan di Kalimantan Timur dengan ambil bagian dalam Grand Royal Wedding Trend (GRWT) 2026, pameran pernikahan bergengsi yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan pada 31 Juli–2 Agustus 2026.

Berlokasi di Booth B-23, Blue Sky Hotel Balikpapan menghadirkan konsep pernikahan eksklusif melalui kolaborasi bersama LS Dekor sebagai penyedia dekorasi premium dan Queen Bridal, bridal house yang dikenal dengan koleksi busana pengantin elegan serta layanan profesional. Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi calon pengantin.

Pengunjung dapat memperoleh inspirasi dekorasi, berkonsultasi langsung dengan wedding specialist, hingga menikmati berbagai penawaran spesial yang hanya tersedia selama pameran berlangsung. Sebagai hotel berbintang empat yang telah dipercaya menjadi bagian dari berbagai momen istimewa masyarakat Balikpapan, Blue Sky Hotel menawarkan beragam pilihan Wedding Package yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasangan, mulai dari konsep intimate wedding hingga resepsi berskala besar di ballroom yang mewah dan representatif.

Selama penyelenggaraan Grand Royal Wedding Trend 2026, Blue Sky Hotel menghadirkan promo menarik berupa Wedding Package mulai dari Rp250.000 nett per orang dengan cashback hingga Rp5.000.000 untuk setiap pemesanan yang dilakukan selama periode pameran.

Penawaran ini menjadi kesempatan bagi calon pengantin untuk mendapatkan layanan pernikahan berkualitas dengan nilai lebih. Tidak hanya menyediakan venue, Blue Sky Hotel juga menawarkan layanan pernikahan yang lengkap, didukung tim profesional berpengalaman, pilihan menu berkualitas, pelayanan prima, serta fleksibilitas konsep yang dapat disesuaikan dengan karakter dan impian setiap pasangan.

Director of Sales & Marketing Blue Sky Hotel Balikpapan, Trisna Putra, mengatakan keikutsertaan dalam Grand Royal Wedding Trend 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman pernikahan yang berkesan bagi setiap pasangan.

"Kami percaya setiap kisah cinta layak dirayakan secara istimewa. Melalui kolaborasi bersama LS Dekor dan Queen Bridal, kami ingin menghadirkan solusi pernikahan yang lengkap, elegan, dan penuh kehangatan. Harapannya, setiap pasangan dapat mewujudkan hari bahagia yang akan dikenang sepanjang hidup," ujarnya.

Blue Sky Hotel Balikpapan mengundang seluruh calon pengantin beserta keluarga untuk mengunjungi Booth B-23 selama Grand Royal Wedding Trend 2026. Pengunjung dapat menikmati konsultasi gratis bersama tim wedding specialist, melihat inspirasi dekorasi dan busana pengantin, serta memperoleh berbagai promo eksklusif yang hanya berlaku selama pameran berlangsung.

Dengan mengedepankan kualitas layanan, kolaborasi bersama vendor terpercaya, dan berbagai penawaran menarik, Blue Sky Hotel Balikpapan optimistis dapat menjadi pilihan utama bagi pasangan yang ingin mewujudkan pernikahan impian dengan konsep elegan, berkesan, dan tak terlupakan.

(ADV/")

SWARAREPUBLIKA.com, PONTIANAK – Upaya mewujudkan kota yang lebih nyaman, ramah pejalan kaki, dan memiliki ruang publik yang berkualitas mendorong DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, mempelajari berbagai konsep penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, hingga pengembangan kawasan publik yang telah diterapkan Pemerintah Kota Pontianak. Rombongan DPRD Balikpapan diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Pontive Center, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah bertukar gagasan dan pengalaman mengenai pembangunan perkotaan yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat. Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki tantangan pembangunan yang berbeda. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antardaerah dinilai penting untuk saling memperkaya solusi dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan.

“Melalui pertemuan seperti ini, kita dapat berbagi pengalaman dan bertukar informasi terkait pembangunan daerah sehingga bisa menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Edi, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama berkaitan dengan berkurangnya dana transfer pusat serta penyesuaian kebijakan fiskal daerah. Meski demikian, Pemerintah Kota Pontianak tetap berkomitmen menjalankan pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.

Salah satu fokus yang terus dikembangkan adalah penyediaan ruang terbuka hijau, penghijauan kawasan perkotaan, pembangunan trotoar yang nyaman, serta penataan kawasan tepian Sungai Kapuas sebagai ruang publik yang dapat dinikmati warga. Edi menilai keberadaan ruang publik memiliki peran strategis dalam memperkuat interaksi sosial masyarakat yang beragam.

Karena itu, pemerintah terus memperluas ruang terbuka hijau dan menghadirkan fasilitas publik yang mampu menjadi tempat berkumpul bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Pemkot Pontianak juga menjalankan program perlindungan pohon melalui aplikasi Sipohon serta menerapkan konsep pedestrian yang aman, teduh, nyaman, dan saling terhubung antarwilayah.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak. Ia bahkan menyebut kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi rombongan DPRD Balikpapan. Menurut Yusri, tujuan utama kunjungan kerja ini adalah mempelajari sistem penataan pedestrian yang telah menjadi salah satu keunggulan Kota Pontianak.

Ia menilai jalur pejalan kaki yang terhubung dengan baik mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung wajah kota yang lebih modern. “Pedestrian di Pontianak memiliki konektivitas yang baik dan menjangkau berbagai kawasan. Ini menjadi referensi penting bagi Balikpapan untuk mengembangkan fasilitas serupa yang lebih terintegrasi,” katanya.

Hasil kunjungan tersebut, lanjut Yusri, akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kota Balikpapan dalam merancang pembangunan pedestrian ke depan agar tidak hanya dibangun secara parsial, tetapi tersambung antarkawasan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, kedua daerah juga sepakat bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara membuka peluang besar bagi kota-kota di Kalimantan untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman pembangunan, serta tumbuh bersama dalam menghadapi tantangan masa depan.

(*)