Kepala Disdukcapil Kukar Muhammad Irianto

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Identifikasi Kependudukan Digital (IKD) adalah aplikasi yang menyimpan data kependudukan warga, seperti KTP, KK, kartu pemilih, dan BPJS. Aplikasi ini dapat diunduh dan diakses melalui smartphone, sehingga memudahkan warga untuk mengurus administrasi kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar, Muhammad Irianto, saat dikonfirmasi pada Senin (30/10/2023) lalu, mengatakan bahwa jumlah pengguna IKD di Kukar sudah melebihi target yang ditetapkan untuk tahun ini. Ia menilai bahwa ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam mendorong digitalisasi.

“Pihaknya aktif dan terus melakukan sosialisasi dan aktivasi hingga desa-desa. Dan angka ini masih tertinggi di Kaltim,” ungkap Irianto. Untuk mengaktifkan IKD, warga tidak perlu mengganti KTP.

Warga cukup membawa smartphone mereka dan melapor ke petugas kecamatan di paten. Petugas akan memberikan QR Code yang harus dipindai oleh aplikasi IKD. Proses ini dilakukan secara fleksibel dan gratis. Mengaktivasi IKD ini karena gratis dan keuntungannya banyak bagi masyarakat

“Kami juga himbau masyarakat Kukar untuk segera mengaktivasi IKD ini karena gratis dan keuntungannya banyak bagi masyarakat,” ucap Irianto.

Sebagai informasi Kukar menjadi daerah dengan pengguna Identifikasi Kependudukan Digital (IKD) terbanyak di Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 20.500 warga Kukar yang mengaktifkan IKD.(ADV/Diskominfo Kukar)

 

Rumah produksi RPB Jahe didesa Jonggon jaya

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi sebagai penghasil jahe. Saat ini di desa tersebut sedang didirikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Jahe.

Hal ini di dasari beberapa waktu lalu, para petani jahe di desa ini mengalami kesulitan karena harga jahe yang murah dan adanya virus yang merugikan tanaman jahe.

Kepala Desa Jonggon Jaya, Muhammad Kholil, menyatakan bahwa RPB Jahe sudah hampir selesai dan akan segera beroperasi. Ia menunjukkan bahwa RPB Jahe diharapkan dapat memberikan solusi bagi para petani jahe di desanya.

“Pemerintah desa berkolaborasi dengan pihak swasta membangun RPB Jahe ini yang akan mengolah jahe menjadi produk-produk yang lebih bervariasi, seperti jahe instan, jahe kering, dan jahe bubuk.

Sebagian petani sudah mulai semangat lagi untuk menanam,” kata Kholil saat dihubungi pada Senin (30/10/2023) lalu. Selain membangun RPB Jahe, pemerintah desa juga mendapat bantuan bibit jahe sebanyak 10 ton dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.

Bantuan ini sangat berharga bagi para petani jahe yang ingin menanam jahe lagi, apalagi di musim hujan ini. Kholil berharap bahwa dengan adanya RPB Jahe dan bantuan bibit jahe, para petani jahe di Desa Jonggon Jaya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Ia juga berharap bahwa harga jahe dapat stabil dan tidak mudah berubah-ubah oleh pasar “Mudah-mudahan dengan adanya RPB ini harga jahe bisa stabil, jadi petaninya juga bisa sejahtera dan semangat menanam” tutup Kholil.(ADV/Diskominfo Kukar)