Kepala DPMD Kukar Arianto

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Tim Evaluasi dan Verifikasi Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan bimbingan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar. Bimbingan ini berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti oleh perangkat kecamatan yang menjadi anggota tim evaluasi, yaitu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). 

Bimbingan ini digelar selama lima hari dan bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman tim evaluasi dalam menetapkan dan mempertanggungjawabkan APBDes di setiap kecamatan. Selain itu, bimbingan ini juga bertujuan untuk mengajarkan aturan baru yang berlaku dalam evaluasi APBDes.

“Kami mengadakan Bimtek ini untuk pejabat tim evaluasi APBDes yang terkait dengan aturan yang berlaku. Ini adalah penyegaran, karena ada beberapa pejabat baru yang masuk ke kecamatan, seperti sekcam dan kasi PMD yang terlibat dalam tim evaluasi,” ujar Kepala DPMD Kukar, Arianto, Kamis (2/11/2023).

Arianto menjelaskan bahwa Bimtek ini menghadirkan beberapa materi pelatihan yang berkaitan dengan evaluasi APBDes. Materi pelatihan tersebut meliputi mekanisme evaluasi APBDes dan verifikasi pertanggungjawaban desa. “Kami terus mengawal proses ini agar desa dapat menjalankan kegiatan di desa dengan lancar,” ucap Arianto.

Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan APBDes di Kukar. Dengan demikian, APBDes dapat digunakan secara optimal untuk mendorong pembangunan dan pemberdayaan desa.(ADV/Diskominfo Kukar)

 
Ilustrasi kawasan pertanian di wilayah Kukar

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Bappeda Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk melakukan riset pertanian terpadu berbasis kawasan di Kukar. Riset ini bertujuan untuk mewujudkan mimpi besar Pemkab Kukar menjadi lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Plt Kepala Bappeda Kukar, Syarifah Vanesa Vilna, mengatakan bahwa Pemkab Kukar telah menetapkan lima kawasan pertanian yang berbeda di Kukar sebagai lokasi pertanian terpadu.

Lima kawasan tersebut adalah Kecamatan Marangkayu, Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong-Loa Kulu, Tenggarong Seberang I dan Tenggarong Seberang II. “Kami ingin menilai tingkat kelayakan usaha pertanian di kelima kawasan ini. Untuk itu, kami menggandeng tim peneliti dari UGM untuk melakukan riset yang akurat,” ucap Syarifah, Kamis (2/11/2023).

Syarifah menjelaskan bahwa riset ini akan memfokuskan tiga kecamatan sebagai lokasi sampel penelitian pilot project pertanian terpadu berbasis kawasan. Tiga kecamatan tersebut adalah Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong-Loa Kulu dan Tenggarong Seberang. Ketua Tim Peneliti dari UGM, Alia Bihrajihant Raya, mengatakan bahwa pertanian terpadu berbasis kawasan memiliki banyak keunggulan.

Salah satunya adalah luasnya wilayah pertanian pangan dan hortikultura di Kukar, yang dapat menjadi lumbung pangan bagi Kaltim dan IKN. “Kawasan pertanian terpadu di Kukar memiliki nilai strategis dan dapat memenuhi kebutuhan pangan di Kaltim dan IKN. Ini juga dapat menjadi penggerak pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kukar,” tutur Alia.

Riset ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi dan strategi pengembangan pertanian terpadu berbasis kawasan di Kukar. Dengan demikian, Kukar dapat menjadi daerah unggulan dalam bidang pertanian di Indonesia.(ADV/Diskominfo Kukar)