Sekkab Kukar Sunggono

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, mengajak masyarakat untuk menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam setiap transaksi yang dilakukan. Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar akan membantu Bank Indonesia (BI) dalam sosialisasi sistem pembayaran secara digital ini di Kukar.

“Kami ingin masyarakat menggunakan QRIS karena sistem ini dibuat untuk mengembangkan pembayaran, termasuk untuk keamanan transaksi keuangan,” kata Sunggono. Sunggono juga mengatakan bahwa pembayaran pajak daerah Kukar sudah menggunakan transaksi digital.

Dengan meluncurkan program Sistem Pajak Online, Bangun Tidur Etam Bisa Bayar Pajak (Si Pajol Betijak). Program ini merupakan inovasi digitalisasi pajak daerah, yang memungkinkan wajib pajak membayar tagihan pajaknya melalui QRIS.

Atas inovasi ini, Pemkab Kukar mendapatkan penghargaan bidang Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 3 Oktober lalu.

Penghargaan ini diberikan karena inovasi Si Pajol Betijak berjalan dengan baik sepanjang 2022. Inovasi ini sudah berjalan sekitar tiga tahun, tetapi terus disempurnakan tiap tahun. Selain itu, Sunggono juga mendorong pelaku UMKM untuk menggunakan QRIS.

Agar masyarakat yang sudah memiliki QRIS bisa membayar dengan uang digital. Ia juga mengapresiasi kontribusi BI Provinsi Kaltim terhadap perkembangan ekonomi di Kukar.

Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut dan ditingkatkan. “Di Kukar ada sekitar 60 ribu UMKM. Dari jumlah ini masih ada yang belum menggunakan QRIS karena tidak semua UMKM berada di daerah perkotaan.

Kami sarankan UMKM yang di pedesaan juga mengunduh QRIS, untuk persiapan jika ada pembeli yang mau membayar pakai QRIS,”pungkasnya (ADV/Diskominfo Kukar)

Sekda Kukar Sunggono membacakan pesan tertulis Bupati Edi Damansyah dalam acara expose pelaksanaan MTQ ke 44

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengatakan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah ajang yang tidak hanya mencari qori dan qoriah, hafidz dan hafidzah terbaik, tetapi juga upaya untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Alquran sebagai pedoman hidup.

Hal ini disampaikan Edi dalam pesan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Dr. Sunggono pada acara ekspose pelaksanaan MTQ ke-44 Tingkat Kabupaten Kukar Tahun 2023 yang akan digelar di Kecamatan Kota Bangun Darat. Edi juga membuka Rapat Kerja LPTQ Kabupaten Kukar yang berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis (2/11/2023). “MTQ adalah sarana untuk mendorong umat Islam lebih rajin membaca, memahami, dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Alquran.

MTQ juga adalah cara untuk menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi, dengan membentuk pribadi-pribadi yang cerdas namun tetap tawadhu,” kata Edi. Edi juga mengapresiasi kesiapan Kecamatan Kota Bangun Darat sebagai tuan rumah MTQ ke-44. Ia berharap, panitia pelaksana dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan amanah.

“Saya yakin Camat Kota Bangun Darat selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana bersama jajarannya dapat menyelenggarakan MTQ ke-44 ini dengan sukses. Saya harap kalian dapat menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, mulai dari pemondokan kafilah, arena lomba, sarana parkir, fasilitas kesehatan, keamanan, dan kenyamanan, serta fasilitas-fasilitas lainnya yang mendukung MTQ,” ujarnya.

Edi juga berharap, ekspose ini dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan MTQ, dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan dari MTQ tahun sebelumnya.

“Kita harus belajar dari pengalaman, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kelebihan. Kita juga harus belajar dari Kecamatan Loa Kulu yang telah menjadi tuan rumah MTQ ke-43 tahun 2022 yang lalu, sehingga MTQ tahun ini harus lebih baik lagi,” ujarnya. Edi juga meminta LPTQ Kabupaten Kukar untuk merumuskan kembali pola pembinaan peserta MTQ, agar tidak hanya sebatas training center (TC), tetapi juga memiliki kurikulum yang berkelanjutan.

“Pembinaan peserta MTQ harus dilakukan secara terus-menerus, agar mereka dapat menguasai materi lomba dengan baik. Pembinaan juga harus melibatkan alumni-alumni juara MTQ, agar mereka tetap terlibat dengan LPTQ dan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.(ADV/Diskominfo Kukar)