Anggota DPRD Kaltim Abdul Jawad Sirajuddin

SAMARINDA, SWARAREPUBLIKA, com - Hasil reses anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Jawad Sirajuddin pada 20-27 Oktober 2023 lalu,  umumnya warga di Samarinda mengeluhkan jalan lingkungan yang belum di semenisasi dan jalan lingkungan belum dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum (PJU).

Diungkapkan Abdul Jawad Sirajuddin setelah menerima aspirasi dari masyarakat pada agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2023 lalu warga di Kelurahan Tani Aman, RT 06 dan RT 19 minta jalan lingkungan di permukiman mereka disemen.

Ditambahkan Legislator Dapil Kota Samarinda ini, meskipun Pemkot Samarinda telah mengalokasikan anggaran di setiap rukun tetangga seratus juta setahun melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya) ternyata tidak mampu menjangkau semua luasan jalan yang ada di setiap RT. “Fakta di lapangan kan berbeda. Misalnya ada jalan lingkungan panjangnya 3 kilometer, bahkan ada yang sampai 4 kilometer.

Nah ini kan tak terjangkau dengan anggaran itu (Pro Bebaya),” ujarnya. Politikus PAN ini juga menerima aspirasi warga di RT 13, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang. Warga di wilayah itu mengeluhkan terkait persoalan banjir yang kerap kali menggenangi pemukiman mereka.

“Ini karena drainase yang ada terlalu kecil, apalagi jumlah penduduk di sana yang semakin bertambah. Sehingga pada saat hujan, air dari parit itu meluap ke pemukiman warga,” ungkapnya. Selanjutnya, Jawad Sirajuddin, menerima aspirasi warga di Kecamatan Sungai Kunjang. Warga di sana mengeluhkan terkait kondisi bangun Posyandu yang terlalu kecil, bahkan tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan seperti AC dan kipas angin.

Pada umumnya, kata dia, warga kebanyakan mengeluhkan terkait kondisi infrastruktur, seperti jalan, saluran drainase hingga fasilitas publik lainnya.Seperti ada juga yang mengeluhkan terkait persediaan lampu jalan. Namun seringkali tidak terjangkau semua karena persediaan anggaran yang terbatas.(ADV/DPRD Kaltim)

Yenni sosialisasi Kebangsaan di muara pasir

SAMARINDA, SWARAREPUBLIKA.com - Wawasan kebangsaan merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia dan menjiwai karakter politik bangsa. Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Yenni Eviliana menyelenggarakan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang Ke-5 bersama masyarakat di Desa Mura Pasir, Kabupaten Paser. Jumat (10/11) beberapa waktu lalu.

Menurutnya seluruh anggota DPRD wajib melakukan sosialisasi secara luas, setiap bulan atau setidaknya tiga bulan sekali, sebagai bentuk penguatan terhadap prinsip-prinsip negara kita. Tanpa prinsip yang kuat dan kokoh kita ngak akan berhasil. “Sosialisasi kebangsaan sangat penting dilakukan guna untuk memperkuat identitas nasionalis serta meningkatkan semangat kebersamaan “ ujarnya.

Lanjut Yenni Eviliana yang merupakan anggota DPRD Kaltim dari Partai PKB dapil Paser , ia ingin menegaskan bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang spluralistik, di dalamnya terdiri dari beragam suku, adat istiadat, bahasa daerah, dan agama, tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke. “untuk itu, saya berharap pilar-pilar kebangsaan dapat tumbuh dan berkembang kembali di kalangan generasi muda, sehingga memperkuat rasa kebhinekaan dan cinta tanah air,”tutur Yenni.

Ditambahkannya melalui sosialisasi ini juga diharapkan mampu membentuk tokoh-tokoh yang dapat bertindak sebagai jaring pengaman sosial dalam menyebarkan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, khususnya di tengah pengaruh globalisasi yang kuat terhadap generasi muda. (ADV/DPRD Kaltim)

Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa gelar sosbang Di Sepinggan 

BALIKPAPAN, SWARAREPUBLIKA .com  - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa SH ΜΗ, dari Fraksi Partai Golkar, kembali melaksanakan sosialisasikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Kali ini, sosialisasi ditujukan untuk warga Perum Yuka RT 28 kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Selasa (21/11/2023) sore. Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi dua narasumber, yaitu H Nurdin Ismail dan Drs H Sutarno.

Dalam pembukaannya Yusuf Mustafa menjelaskan, Wawasan Kebangsaan ini bertujuan untuk menstimulus seluruh warga Balikpapan khususnya di RT 28 Sepinggan tentang nilai-nilai kebangsaan. Utamanya 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika.

"Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini merupakan program DPRD Kaltim, agar menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara agar cinta tanah air," kata suami dari anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni ini. Selain itu, menurut Yusuf, wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat mengingat, Indonesia memiliki beragam suku, agama dan golongan.

Dengan harapan tetap saling menghormati satu dengan yang lainnya. la juga berterima kasih kepada warga yang cukup antusias mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan sebab berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti kehidupan bertetangga yang harus hidup rukun dan saling menghormati .

Sementara itu, sebagai narasumber H Nurdin Ismail yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan Selatan menjelaskan, wawasan kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika. Merupakan cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan ketahanan bangsa.

Sedangkan, tujuan dan sasaran wawasan kebangsaan jelas Nurdin, diantaranya untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI, revitalisasi-reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. "Apalagi, disaat sekarang memasuki tahun politik. Yang mana seluruh warga Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang.

Diharapkan meskipun berbeda pilihan tapi kerukunan dan jiwa persatuan tetap diutamakan," kata Nurdin. la berharap ke depan nilai-nilai dalam Pancasila harus tetap dipertahankan sehingga tidak sekadar dihafal, tapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti toleransi dan kebersamaan antar warga yang hidup bergotong- royong.

"Alhamdulillah sampai saat ini walaupun jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 300an juta jiwa dengan beragam adat budaya, suku dan agama namun masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai serta saling tolong menolong," tandasnya. Sementara itu, Sutarno menambahkan, Pentingnya menjaga toleransi dilingkungan bertetangga. Karena kadang berbeda suku dan agama.

Jadi perlu menjaga toleransi kerukunan beragama. Yang terpenting lagi menjaga kearifan lokal. Disela-sela sosialisasi anggota DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa mencoba kemampuan para peserta sosialisasi untuk menghafal sila-sila dalam Pancasila. Dan sebagai bentuk kecintaan dengan NKRI, Diakhir acara seluruh warga diajak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. (*/ADV/San)