Alwi AlQadri bersama dengan pemilik persiba Balikpapan Mohammad Rafil Perdana dan Ceo Ichsan Rahmansyah diacara buka puasa bersama

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemilik Persiba Balikpapan, Mohammad Rafil Perdana, mengundang Alwi Al Qadri dalam acara buka puasa bersama (bukber) pada Senin (24/3/2025). Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk membahas masa depan Persiba, terutama terkait kelanjutan kiprahnya di Liga 2 Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Alwi bertemu langsung dengan Rafil, yang turut didampingi oleh CEO Persiba, Ichsan Rahmansyah. Keduanya menyampaikan apresiasi kepada Alwi dan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, atas dukungan mereka dalam mengantarkan Persiba kembali ke Liga 2.

“Mereka berharap kami bisa kembali berjuang bersama untuk membawa Persiba promosi ke Liga 1. Kami juga membahas pendanaan dan sponsor guna memperkuat tim. Saya pribadi siap, tinggal menunggu Pak Wali Kota pulang dari umrah,” ujar Alwi.

Selain itu, diskusi juga menyoroti kepemilikan klub. Alwi menegaskan pentingnya memastikan Persiba tetap bermarkas di Balikpapan dan tidak berpindah kepemilikan ke pihak luar.

“Kami ingin agar saham Persiba juga dimiliki oleh orang Balikpapan. Jika seluruh saham dipegang pihak Jakarta, ada kekhawatiran klub bisa dijual ke luar daerah. Jadi, kami ingin ada kejelasan mengenai hal tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, manajemen Persiba berencana mengadakan pertemuan lanjutan dengan Alwi dan Rahmad Mas’ud setelah Lebaran untuk membahas lebih dalam mengenai pembagian saham klub.

“Mereka terbuka untuk membahas pembagian saham. Setelah Lebaran akan ada pertemuan lanjutan. Intinya, kami siap bekerja sama dan mencari sponsor untuk membawa Persiba naik ke Liga 1,” tutup Alwi. (*)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama dengan wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo menghadiri Safari Ramadhan di Masjid Islamic Center Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak seluruh masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan ini disampaikan dalam Safari Ramadan yang berlangsung di Masjid Balikpapan Islamic Centre, Minggu malam (16/3/2025), bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus mengungkapkan rasa syukur atas berkah bulan Ramadan sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang kepada Al Mukarrom Habib Zein Al Habsyi dari Kota Solo yang hadir untuk memberikan tausiyah kepada warga Balikpapan.

“Malam ini adalah malam yang penuh berkah. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185: 'Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu, dan pembeda antara yang hak dan batil',” ujarnya.

Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya kitab suci, tetapi juga pedoman hidup yang relevan di setiap era. Bagus menilai nilai-nilai dalam Al-Qur’an mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan zaman, termasuk ketimpangan sosial, degradasi moral, dan krisis lingkungan. “Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk menjadikan kota ini lebih inklusif, religius, dan berkelanjutan. Kami menjadikan nilai-nilai kejujuran (shiddiq), kepedulian (rahmah), dan keadilan (‘adl) sebagai fondasi utama dalam pembangunan, baik dalam sektor ekonomi, transformasi digital, penguatan sumber daya manusia, maupun infrastruktur perkotaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya tentang mengenang turunnya wahyu, tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam kehidupan nyata. Ia mengajak seluruh warga untuk memperkuat persatuan, meningkatkan literasi Al-Qur’an, serta menjadi pribadi yang memiliki integritas, semangat kerja keras, dan kepedulian sosial.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat, baik pemerintah, komunitas, maupun sektor swasta, untuk bersinergi membangun Balikpapan yang bersih, aman, dan sejahtera sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga mengapresiasi program Sedekah Jariah Ramadan (Sejadah), sebuah gerakan berbagi yang melibatkan siswa SD dan SMP negeri di Balikpapan. “Gerakan ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian dan keikhlasan kepada anak-anak sejak dini.

Alhamdulillah, melalui program ini berhasil terkumpul dana sebesar Rp 259.057.500 yang telah diserahkan kepada Pengurus Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre,” ungkapnya. Bagus berharap program ini tidak hanya menjadi ladang amal jariah, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang saleh dan salihah, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni, dalam bingkai Madinatul Iman,” pungkasnya.

(*)

Apical Buka Puasa Bersama dan Temu Media 

SWARAREPUBLIKA, Balikpapan, 21 Maret 2025 – Apical, perusahaan pengolah minyak nabati global terkemuka, kembali menegaskan komitmen keberlanjutannya melalui kegiatan buka puasa bersama dan temu media. Dalam acara ini, Apical memaparkan perkembangan inisiatif Apical 2030 yang diluncurkan pada 2022, sekaligus memperkuat dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di Balikpapan.

Prama Yudha Amdan, Head of Corporate Communications Apical, menegaskan bahwa strategi keberlanjutan perusahaan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB dan berpegang pada filosofi usaha RGE, yaitu 5Cs – Good for Community, Country, Climate, Customer, and Company.

“Sebagai pengolah minyak nabati, Apical beroperasi dengan prinsip berkelanjutan dan bertanggung jawab agar produk yang dihasilkan memberikan manfaat luas. Mulai dari kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng hingga bahan bakar, semuanya mencerminkan konsep #DariDapurSampaiAvtur,” ujar Prama.

Kemajuan Apical2030

Memasuki tahun ketiga, program Apical2030 mencatat kemajuan signifikan. Dalam pilar Kemajuan Inklusif, Apical telah menjangkau 12 desa di Aceh Singkil dan 3 desa di Kutai Timur melalui program Sustainable Living Villages (SLV). Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, serta membuka peluang pendapatan alternatif, seperti budidaya madu Trigona di Aceh Singkil dan kakao di Kutai Timur.

Dari segi Kemitraan Transformatif, Apical telah mencapai 93% dari target kolaborasi 100% dengan pemasok dalam implementasi kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Secara keseluruhan, realisasi Apical2030 telah mencapai 68%. Di pilar Aksi Iklim, Apical menargetkan pengurangan 50% emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030.

Hingga saat ini, emisi GRK telah berhasil diturunkan sebesar 21%. Sementara itu, di pilar Inovasi Hijau, sekitar 87% dari target telah terealisasi, dengan sisa 13% masih dalam tahap pengembangan.

Dukungan Berkelanjutan untuk UMKM

Selain fokus pada keberlanjutan, Apical juga berkomitmen mendukung UMKM.Melalui PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), Apical menjalankan berbagai program pemberdayaan, pelatihan, dan pendampingan bagi UMKM agar lebih mandiri dan berkembang. Sebagai contoh, Apical memberikan bantuan kemasan bagi UMKM kerupuk udang di Kelurahan Jenebora, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kemasan ini didesain khusus oleh tim Apical untuk meningkatkan daya saing produk. Randy Suwenli, Manajer Social, Security, and License (SSL) PT KRN, menjelaskan bahwa selain bantuan kemasan, UMKM juga didorong untuk mencantumkan logo halal, nomor PIRT, dan informasi kontak pemesanan.

“Dengan rebranding menjadi ‘Kerupuk Udang Jenebora’, produksi mereka meningkat dari kurang dari 50 kg menjadi 100 kg per bulan,” kata Randy.

Apical juga bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan dalam memberikan pelatihan manajemen usaha laundry bagi 12 UMKM di Kampung Salok Baru, Kelurahan Karingau. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi para pengusaha laundry agar lebih kompetitif.

“Kepedulian terhadap UMKM ini berdampak besar bagi pelaku usaha, khususnya perempuan, karena mereka bisa tetap bekerja dari rumah sambil mengasuh anak. Kini, omzet bruto kelompok laundry meningkat dari Rp5 juta menjadi Rp7 juta per bulan,” tambah Randy.

Ke depan, Apical melalui PT KRN akan terus memperluas dukungan bagi UMKM agar semakin berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, 10 Maret 2025 – Memanfaatkan momen Ramadan yang penuh berkah, PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mengadakan Rapat Monitoring Kinerja 2025 yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial Berbagi Kebahagiaan Ramadan kepada anak yatim dhuafa.

Acara ini diikuti oleh seluruh pegawai dan bertujuan untuk memastikan pencapaian target kinerja serta mempererat kepedulian sosial di bulan suci. Dalam rapat yang digelar bersama Direktorat Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), PLN UIP KLT memaparkan strategi dan rencana aksi untuk mencapai target kinerja tahun ini.

Hadir mewakili direksi, Executive Vice President (EVP) Manajemen Rantai Pasok, Pandi Tirtoutomo, turut memberikan arahan dan dukungan terhadap pencapaian yang ditargetkan. Plh. General Manager PLN UIP KLT, A. Alamsyah, menegaskan bahwa strategi dan implementasi yang telah dirancang secara matang akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target kinerja 2025.

“Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi dari seluruh tim, kami optimistis dapat meraih hasil maksimal,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh General Manager PLN UID Kaltimra, Maria Gunawan, Vice President Pengembangan Talenta Area 4, Fiena Firmawati Rasulia, serta jajaran manajemen PLN Group lainnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, PLN UIP KLT menyalurkan bantuan melalui Program Berbagi Kebahagiaan Ramadan 1446 H yang disalurkan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP KLT. Program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mempererat tali silaturahmi serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

“Ramadan adalah momen kebersamaan dan kepedulian. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat serta membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa,” tambah Alamsyah.

EVP Manajemen Rantai Pasok, Pandi Tirtoutomo, juga mengingatkan pentingnya berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama. “Sebagaimana diajarkan dalam Islam, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Momentum Ramadan ini mengingatkan kita untuk terus berbagi dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Acara berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah singkat, serta ditutup dengan buka puasa bersama. Momentum ini semakin mempererat solidaritas seluruh pegawai PLN UIP KLT dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh semangat di bulan suci Ramadan.

(*)

Ketua AJI Balikpapan Erik Alfiansyah mendampingi jurnalis Balikpapan Pos Moeso Novianto 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan mengecam keras aksi kekerasan yang menimpa jurnalis Balikpapan Pos, Moeso Novianto. Insiden ini terjadi di Pengadilan Negeri Balikpapan pada Rabu (19/3/2025) sekitar pukul 15.30 Wita.

Menurut laporan, Moeso diserang oleh seorang pria yang diduga memiliki hubungan dengan terdakwa kasus pencabulan yang tengah menjalani sidang vonis. Sejak awal, Moeso aktif meliput kasus tersebut, yang menyeret seorang oknum pelatih sebagai pelaku terhadap atlet di bawah umur. Sidang putusan yang seharusnya digelar hari itu ditunda hingga Senin, 24 Maret 2025.

Seusai sidang, Moeso berada di area pengadilan dan berbincang dengan petugas keamanan.

Tiba-tiba, terdakwa J berteriak ke arahnya, mempertanyakan identitasnya dengan nada konfrontatif. “Apa kamu Moeso?” tanya terdakwa J, sebagaimana ditirukan Moeso.

Moeso yang merasa tidak ada masalah pun balik bertanya, “Apa? Kenapa? Ada apa?” Tak ingin terjadi perselisihan, Moeso memilih menjauh dan duduk di area parkir motor bersama jurnalis Tribun Kaltim, Zainul.

Namun, beberapa saat kemudian, seorang pria berbadan besar mendekatinya dan menuduhnya melakukan kekerasan terhadap terdakwa J. “Kamu yang mukul adikku, ya?” bentak pria tersebut. Moeso menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan kekerasan. Namun, pria itu tetap berusaha menyerangnya.

Moeso berhasil menghindari pukulan, tetapi pria tersebut meludahi wajahnya. Moeso pun bereaksi hingga terjadi perkelahian. Pria itu lantas memukul serta memiting lehernya.

“Mau mati kah kamu?” kata pria tersebut, menurut kesaksian Moeso. Situasi akhirnya dilerai oleh orang-orang di lokasi. Moeso yang mengalami lebam di pipi kiri segera melaporkan insiden ini ke Polresta Balikpapan.

Kejadian ini diduga berkaitan dengan pemberitaan kasus pencabulan yang terus dikawal oleh Moeso. Menanggapi insiden ini, Ketua AJI Balikpapan, Erik Alfian, menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat ditoleransi.

“AJI Balikpapan mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Pers memiliki hak dan kewajiban untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, dan hal ini dilindungi oleh hukum,” ujar Erik.

Ia mengingatkan bahwa kebebasan pers dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 ayat (3) UU Pers menegaskan bahwa pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi tanpa ancaman atau tekanan.

Lebih lanjut, Pasal 18 UU Pers juga menyatakan bahwa siapa pun yang menghambat atau menghalangi tugas jurnalistik dapat dikenakan sanksi pidana.

Pernyataan Sikap AJI Balikpapan Menanggapi insiden ini, AJI Balikpapan menyampaikan beberapa sikap:

1. Mengecam segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, terutama saat menjalankan tugasnya. Pekerjaan jurnalistik adalah bagian dari kepentingan publik dan dilindungi oleh hukum.

2. Mendesak Kapolres Balikpapan beserta jajarannya untuk segera mengusut kasus ini dan memastikan pelaku diproses sesuai hukum. Tindakan tersebut telah melanggar Pasal 18 ayat (1) UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

3. Mengimbau semua pihak untuk menghormati kerja jurnalistik serta menjunjung tinggi kebebasan pers di Indonesia. Jurnalis memiliki hak hukum dalam menjalankan tugasnya, sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 UU Pers.

4. Meminta perusahaan media untuk menjamin keamanan jurnalis, terutama saat meliput kasus-kasus sensitif. Perusahaan pers bertanggung jawab memberikan perlindungan dan dukungan hukum bagi jurnalis yang mengalami ancaman.

5. Menegaskan bahwa jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, seharusnya menggunakan mekanisme hak jawab dan koreksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 butir 11 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

AJI Balikpapan berharap aparat kepolisian segera bertindak untuk memberikan rasa aman bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya serta menegakkan hukum terhadap pelaku kekerasan. (*)

JMSI Balikpapan dan Kukar berbagi Takjil dibulan ramadhan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan dan JMSI Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi sosial dengan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat, Kamis (13/3/2025).

Kegiatan ini berlangsung di depan kantor JMSI Balikpapan, Jalan Telagasari, Balikpapan Kota, dan disambut antusias oleh warga. Sejumlah anggota JMSI dari kedua wilayah turut serta dalam aksi ini. Ketua JMSI Kukar, Bayu Surya Gandatama, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian JMSI terhadap masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan belum sempat menyiapkan makanan berbuka puasa,” ujar Bayu.

Sekretaris JMSI Balikpapan, Sandi Kurniawan, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antara pengurus JMSI Balikpapan dan Kukar. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, tidak hanya di Balikpapan tetapi juga di wilayah lainnya,” kata Sandi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bendahara JMSI Balikpapan, Ahmad Riyadi, yang ikut membagikan takjil kepada pengendara dan pejalan kaki di sekitar lokasi. Ahmad Riyadi menyampaikan harapannya agar aksi sosial ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

“Kami berharap inisiatif kecil ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran JMSI sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang media, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial,” ungkapnya.

Aksi sosial ini mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas. Mereka mengapresiasi kepedulian JMSI dalam berbagi di bulan penuh berkah ini.

JMSI Balikpapan dan JMSI Kukar berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial di masa mendatang, dengan harapan dapat semakin mempererat hubungan antara media dan masyarakat.

(*)

Asosiasi pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Balikpapan gelar buka Puasa bersama anak sekolah SLB, anak tunanetra serta penghuni pantai asuhan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Balikpapan menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan 90 anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB), anak tunanetra, serta penghuni panti asuhan di Balikpapan. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dinas terkait yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut.

Ketua APJI Balikpapan, Yuli Shinta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program sosial perdana setelah pelantikan APJI pada 28 Februari 2025 lalu. Ia menegaskan bahwa APJI memiliki komitmen untuk aktif berkontribusi dalam berbagai program sosial serta pelatihan guna meningkatkan kualitas jasa boga di Balikpapan.

"Kami ingin memberikan manfaat tidak hanya bagi anggota APJI, tetapi juga bagi masyarakat. Setelah Ramadan, kami akan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan standar gizi, kebersihan, dan mutu makanan bagi para pelaku usaha jasa boga," ujar Yuli.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pengusaha jasa boga dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di sektor kuliner. Saat ini, APJI Balikpapan menaungi sekitar 60 usaha katering, namun organisasi ini juga membuka peluang bagi restoran, kafe, hingga warung makan untuk bergabung.

Menurut Yuli, penting bagi pelaku usaha kuliner untuk menjadi bagian dari APJI agar dapat mengikuti pelatihan yang berstandar nasional. Hal ini bertujuan agar makanan dan minuman yang disajikan memiliki kualitas yang sesuai dengan standar gizi dan keamanan pangan.

"Pelaku usaha makanan harus memahami pentingnya standar dalam jasa boga. Jangan hanya sekadar menerima pesanan tanpa memperhatikan kualitas dan keamanan pangan karena dampaknya bisa sangat serius," tegasnya.

Selain di Balikpapan, APJI juga dipercaya untuk mengawasi standar jasa boga di daerah lain seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Sepaku, dan Samarinda. Hal ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan mutu layanan makanan di Indonesia.

"APJI akan bersinergi dengan pemerintah dalam mengawasi dan meningkatkan standar jasa boga, tidak hanya di Balikpapan, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Kalimantan Timur," jelas Yuli.

Sebagai langkah konkret, APJI berencana membentuk sebuah yayasan yang akan berfokus pada pengembangan dan pengawasan standar jasa boga. Yuli menegaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal tetap menjadi prioritas dalam upaya ini agar kualitas makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi, mutu, dan kebersihan yang telah ditetapkan.

"Kami ingin memastikan bahwa sektor jasa boga di Balikpapan dan sekitarnya berkembang dengan baik, sesuai dengan standar yang telah ditentukan," pungkasnya.

(*)

Manager Persiba Balikpapan Wandi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Manajer Persiba Balikpapan, Wandi, meluruskan informasi yang beredar mengenai status Catur Adi Pranoto di dalam klub. Ia menegaskan bahwa Catur bukanlah petinggi Persiba Balikpapan dan tidak memiliki keterlibatan dalam pendanaan klub.

Dalam keterangannya pada Selasa (11/3/2025), Wandi menegaskan bahwa Catur hanya menjabat sebagai Direktur Teknik dengan tugas utama memantau kinerja pelatih serta pemain.

“Jadi, tidak ada hubungannya dengan kebijakan operasional maupun pendanaan klub,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wandi menekankan bahwa seluruh operasional Persiba Balikpapan sepenuhnya didanai oleh Rahmad Mas’ud, yang merupakan Wali Kota Balikpapan, dan Alwi Al Qadri, Ketua DPRD Balikpapan.

Menurutnya, dukungan penuh dari keduanya menjadi pilar utama dalam pengelolaan tim serta pengembangan prestasi Persiba Balikpapan. Terkait penangkapan Catur oleh Mabes Polri baru-baru ini, Wandi memastikan bahwa hal tersebut tidak berdampak pada operasional klub.

Ia menegaskan bahwa kejadian itu merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan aktivitas Persiba Balikpapan. Wandi berharap agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

Saat ini, fokus utama Persiba Balikpapan adalah membangun tim yang semakin solid setelah memastikan promosi ke Liga 2. Keberhasilan ini diraih usai merebut peringkat ketiga Liga 3 Nusantara dengan kemenangan atas PSGC Ciamis di Stadion Indomilk Arena.

“Tim saat ini sedang bersiap untuk menghadapi tantangan di Liga 2. Kami ingin memastikan Persiba terus berkembang dan meraih hasil terbaik,” tutup Wandi.

(*)