SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam upaya memperkuat kerja sama strategis demi pengamanan infrastruktur kelistrikan, PLN Group se-Kalimantan Timur menggelar audiensi bersama Kapolda Kalimantan Timur yang baru, Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., pada Rabu (14/5/2025) di Kantor Polda Kaltim, Balikpapan.

Pertemuan ini menjadi momen penting bagi PLN untuk menjalin sinergi lebih erat dengan kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan aset dan kelancaran proyek-proyek ketenagalistrikan di wilayah Kaltim. Dalam audiensi tersebut hadir General Manager PLN UID Kaltimra, Maria Gunawan; Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Ferdyan Hijrah Kusuma; Direktur Keuangan PLN Nusa Daya, Zulhendri; perwakilan dari PLN UIP3B Kalimantan, serta PLN Icon Plus. PLN menyampaikan apresiasi atas komitmen Polda Kaltim dalam mendukung pembangunan dan distribusi listrik yang aman dan andal.

Dukungan tersebut dinilai sangat vital, mengingat infrastruktur kelistrikan merupakan objek vital nasional yang perlu dilindungi secara optimal. Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan kesiapan institusinya untuk terus bersinergi bersama PLN. "Infrastruktur kelistrikan adalah objek vital nasional yang perlu kita amankan bersama. Kami siap meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam berbagai aspek, demi terciptanya situasi yang kondusif bagi pelayanan listrik dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Berbagai isu krusial menjadi topik pembahasan dalam pertemuan ini, mulai dari pengamanan aset, pengawalan proyek strategis, hingga upaya penertiban pemakaian listrik ilegal yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Ferdyan Hijrah Kusuma mengungkapkan, "Kami mengapresiasi dukungan dari Polda Kaltim yang bukan hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga memberikan kepastian dan kelancaran dalam pelaksanaan proyek ketenagalistrikan." Senada dengan itu, General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menambahkan bahwa koordinasi yang solid dengan aparat kepolisian menjadi kunci keberhasilan proyek di lapangan.

“Koordinasi yang solid dan respons cepat dari Polda Kaltim dalam memberikan pengawalan proyek PLN sangat kami apresiasi. Hal ini menunjukkan komitmen yang sama dalam melayani masyarakat melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal,” ujarnya.

Ia juga menyebut tantangan di lapangan kerap kali kompleks, sehingga kehadiran aparat keamanan sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan ketepatan penyelesaian proyek. Audiensi ini menjadi langkah awal yang kuat bagi kedua institusi untuk terus berkolaborasi demi memastikan tersedianya listrik yang aman, handal, dan merata bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

(")

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Suasana berbeda tampak mewarnai halaman SMAN 7 Balikpapan pagi itu. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UP Kaltimra) hadir langsung menyapa para siswa melalui kegiatan edukatif yang dikemas secara menyenangkan dan interaktif, (6/5/2025)

Dengan mengusung tema “Listrik Aman di Sekolah dan Rumahku”, tim PLN NP UP Kaltimra memperkenalkan pentingnya kesadaran terhadap bahaya kelistrikan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa tidak hanya diajak mendengarkan materi, tetapi juga menyaksikan simulasi nyata mengenai potensi bahaya listrik dan cara penggunaan alat elektronik secara aman.

Video edukatif dan sesi interaktif membuat suasana belajar terasa lebih hidup, terlebih ketika beberapa siswa berani tampil untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan dari tim PLN. Kepala SMAN 7 Balikpapan, Muryanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inisiatif PLN yang langsung turun ke sekolah memberikan edukasi.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, karena masih banyak siswa yang belum memahami risiko dari penggunaan listrik. Kami menyambut baik kehadiran PLN NP UP Kaltimra dan berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke depan,” ujarnya.

Dari pihak PLN NP UP Kaltimra, Assistant Manajer Rizki Dian Fitiranto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya pelajar. “Belajar tentang listrik itu penting, tapi kami ingin menyampaikannya dengan cara yang tidak membosankan. Harapannya, siswa bisa membawa pulang pengetahuan yang bermanfaat untuk diterapkan di rumah maupun di sekolah,” tuturnya.

Acara ditutup dengan pemberian bingkisan bagi siswa yang aktif bertanya dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Meski digelar secara sederhana, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bahwa belajar keselamatan listrik bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan kepedulian sejak dini terhadap pentingnya keselamatan kelistrikan.

(*)

SWARARAPUBLIKA.com BERAU – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor ketenagalistrikan, yang menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) pada Kamis, 8 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubdit PPI ESDA dan IPTEK Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis Jamintel Kejagung RI, Agus Eko Purnomo, S.H., M.Hum., Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT Ferdyan Hijrah Kusuma, Manager PLN UPP KLT 2 Jefri Sambara Palelleng, perwakilan PLN PUSMANPRO, serta tim pelaksana dari konsorsium DISTRACO, KARYA MEGA SARANA,  DUTA HITA JAYA (KSO). Rangkaian kegiatan diawali dengan rapat koordinasi di Kantor UPP KLT 2 di Berau.

Dalam pertemuan itu, Agus Eko Purnomo menegaskan pentingnya pengawasan dari Kejagung sebagai bagian dari pengamanan proyek. "Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai hukum.

Dengan pengawalan yang tepat, potensi penyimpangan bisa dicegah dan manfaat proyek bisa maksimal bagi negara dan masyarakat," ujarnya. Ferdyan Hijrah Kusuma menyambut baik keterlibatan Kejagung dalam proyek ini. “Aspek kepatuhan hukum sangat krusial dalam proyek strategis nasional. Dukungan dari Kejagung memberi kepercayaan lebih bagi kami dalam menjalankan proyek ini secara akuntabel dan transparan. Tantangan lapangan seperti AGHT pun bisa diatasi bersama,” jelasnya.

Secara terpisah, General Manager PLN UIP KLT Raja Muda Siregar menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi tersebut. “Kami berterima kasih atas dukungan Kejagung RI dalam pengawalan proyek interkoneksi listrik Kalimantan Timur–Kalimantan Utara. Pengawasan menyeluruh ini memastikan proyek dilaksanakan dengan tata kelola yang baik.

Kami optimistis target penyelesaian 2025 dapat tercapai,” ucapnya. Sebagai bentuk nyata sinergi, rombongan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik proyek. Salah satu yang ditinjau adalah jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung Redeb–Talisayan di Desa Suaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.

Peninjauan ini bertujuan untuk melihat langsung progres pembangunan dan mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini. Di sela-sela kunjungan, Manager PLN UPP KLT 2 Jefri Sambara Palelleng menyampaikan semangat timnya. “Kehadiran Bapak Agus Eko dan jajaran memberikan motivasi besar. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target dan terus berkoordinasi dengan Kejagung serta pihak terkait,” ungkapnya.

Monev ini menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi antara PLN dan Kejagung RI dalam mengamankan dan menyukseskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Diharapkan, melalui sinergi teknis dan hukum yang kokoh, proyek ini dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan wilayah Kalimantan dan kesejahteraan masyarakat.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mengambil langkah strategis dalam memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan General Manager Raja Muda Siregar, manajemen UIP KLT secara resmi menandatangani tiga komitmen utama sebagai bentuk nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), (5/5/2025)

Tiga pilar komitmen tersebut mencakup penciptaan lingkungan kerja yang aman, setara, dan bebas diskriminasi; perlindungan keanekaragaman hayati serta rehabilitasi lahan yang terdampak; hingga aksi nyata menghadapi perubahan iklim global. "Keberlanjutan tidak cukup hanya dibicarakan ia harus dijalani, ditegakkan, dan diwariskan.

Perubahan iklim dan tantangan sosial adalah fakta yang harus kita hadapi bersama. Hari ini, kita memilih menjadi bagian dari solusi," tegas Raja Muda Siregar dalam sambutannya. Lebih dari sekadar formalitas, penandatanganan komitmen ini menjadi simbol pergeseran budaya di tubuh PLN UIP KLT menuju tingkat kematangan keberlanjutan yang lebih tinggi.

Transformasi ini sekaligus menegaskan langkah serius PLN dalam mendukung masa depan energi yang bersih, adil, dan berwawasan lingkungan. Integrasi prinsip ESG dalam operasional kelistrikan di Kalimantan Timur menjadi bagian dari kontribusi nyata PLN terhadap target nasional Net Zero Emission 2060.

Melalui langkah ini, UIP KLT tidak hanya menjalankan misi bisnis, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan nilai-nilai sosial di wilayah kerjanya. Dengan komitmen yang telah ditegaskan, PLN UIP KLT siap menjadi motor penggerak perubahan menuju sistem energi yang hijau dan berkelanjutan.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) memperingati Hari Ulang Tahun ke-6 pada Rabu (7/5), dengan menggelar Townhall Meeting di Selasar Gedung New Site Office (NSO) PT KPB. Acara ini dihadiri oleh jajaran Direksi, Dewan Komisaris, serta ratusan Perwira PT KPB.

Mengusung tema "Becoming a Pillar of Future Energy", peringatan ini mencerminkan perjalanan dan transformasi PT KPB sebagai bagian vital dalam mewujudkan ketahanan dan keberlanjutan energi nasional, (8 Mei 2025) Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti, menegaskan bahwa perayaan ini menjadi momentum reflektif atas fondasi awal perusahaan dan apresiasi atas kontribusi seluruh insan KPB. “Tema ini adalah cerminan nyata perjalanan kita  dari pondasi menuju prestasi.

Enam tahun dedikasi tiada henti demi masa depan energi yang bersih, efisien, dan berkelanjutan untuk negeri,” ungkap Bambang. Sejak berdiri pada 7 Mei 2019 sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), PT KPB mendapat mandat dari pemerintah untuk membangun dan mengoperasikan kilang minyak di Balikpapan. Bambang menambahkan,

“Melalui kerja sama, ketekunan, dan komitmen seluruh insan KPB, kini kita telah tumbuh menjadi entitas yang semakin kuat dan strategis.”

Usai Townhall Meeting, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Ngobras–Ngobrol Bareng Santai”, diskusi terbuka antara jajaran Direksi dan Komisaris dengan para Perwira. Forum ini menjadi wadah penyampaian aspirasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menyelaraskan visi dalam menghadapi tantangan energi ke depan.

Selama periode 2024–2025, PT KPB mencetak berbagai capaian penting dalam mendukung penyelesaian Proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe. Beberapa milestone yang dicapai antara lain penyelesaian Plant Stop Revamp, Ready for Start Up untuk unit CDU-IV Preflash, Gas Turbine Generator, Cooling Tower Utility, hingga instalasi Transfer Line Pipe dan unit HCU A/B/C.

PT KPB juga sukses dalam commissioning Sea Water Intake baru dan first crude oil in di Single Point Mooring 320.000 DWT. Proyek RDMP ini memiliki tiga tujuan utama: peningkatan kapasitas pengolahan dari 260 kbpd menjadi 360 kbpd, peralihan standar produk dari EURO II ke EURO V yang lebih ramah lingkungan, serta peningkatan kompleksitas kilang untuk mendorong efisiensi dan diversifikasi produk.

Proyek ini diharapkan memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Di sisi sosial, PT KPB konsisten mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar.

Melalui berbagai program pengembangan kapasitas SDM dan kontribusi sosial, PT KPB berupaya menciptakan lebih banyak peluang kerja berkualitas di Balikpapan dan sekitarnya. Dampak positif proyek juga terasa di sektor ekonomi lokal, mulai dari jasa penginapan, makanan, penyedia jasa, hingga vendor lokal yang mendukung operasional ribuan pekerja proyek.

Dari sisi kinerja keselamatan, PT KPB membukukan 100 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI), serta meraih rekor MURI untuk kegiatan bersih-bersih serentak terbanyak di fasilitas migas. Perusahaan juga menerima beragam penghargaan, termasuk Top Zero Accident, WISCA Award Level-4 Gold, dan The Downstream Energy Project of the Year dari Gulf Energy Information Excellence Awards 2024.

Pengakuan lainnya datang dari PFI Awards, The Asset Triple A, serta penghargaan atas inisiatif sosial dan lingkungan dari Pemprov Kaltim dan PT SMI. Dalam rangkaian peringatan HUT ke-6, PT KPB turut meluncurkan enam program sosial bertajuk: KPB Hijau, KPB Peduli Lingkungan, KPB Sehat Bersama Masyarakat (khitanan massal dan SADARI), KPB Beredukasi, dan KPB Berdaya.

“Enam kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kontribusi PT KPB terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Asep Sulaeman, VP Legal & Relation PT KPB.

Ke depan, PT KPB berkomitmen menjadi pengelola kilang masa depan yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada inovasi. Melalui kolaborasi dan semangat transformasi, PT KPB terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan energi yang bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA — PLN Group Kalimantan Timur semakin memperkuat sinerginya dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah tersebut. Hal ini ditandai dengan kunjungan audiensi PLN bersama Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (6/5/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan PLN, antara lain General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) Raja Muda Siregar, GM PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) Maria Gunawan, serta perwakilan dari UIP3B Kalimantan, Dita Agustiono.

Audiensi ini menjadi momen strategis untuk memaparkan berbagai program dan rencana kerja PLN di Bumi Etam. Dalam kesempatan itu, PLN menyampaikan perkembangan proyek-proyek ketenagalistrikan yang tengah berjalan, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk, yang merupakan bagian dari inisiatif strategis memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan Timur.

General Manager UIP KLT, Raja Muda Siregar, mengungkapkan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi terhadap pelaksanaan proyek PLN. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemprov Kaltim dalam memperlancar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Kolaborasi ini sangat penting untuk menjamin keandalan pasokan listrik, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi,” ujarnya. Gubernur Rudy Mas’ud pun memberikan tanggapan positif terhadap upaya PLN.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung upaya penguatan sistem kelistrikan demi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. “Pemprov Kaltim mendukung penuh program kelistrikan PLN. Listrik yang andal merupakan pondasi pembangunan. Kami siap membantu koordinasi lintas instansi demi kelancaran proyek,” tegas Rudy.

Audiensi ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat sinergi antara PLN Group dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus membuka jalan bagi realisasi proyek-proyek kelistrikan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan nilai sosial di tengah masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan bantuan renovasi untuk dua masjid yang berada di wilayah operasionalnya, yakni Masjid Al Mujahiddin di kawasan Sungai Kunjang dan Masjid Besar Ash Shabirin di Samarinda Seberang.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung oleh General Manager PT Pelindo (Persero) Cabang Samarinda, Suparman, didampingi Direktur SDM dan Umum SPJM, Rachmat Prayogi, kepada pengurus masing-masing masjid.

Kegiatan ini menjadi implementasi konkret dari pilar sosial dalam program TJSL SPJM tahun 2025. Senior Vice President Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan juga mendukung peningkatan kenyamanan dan kualitas ibadah masyarakat.

“Kami ingin memastikan kehadiran SPJM memberi dampak positif bagi warga sekitar pelabuhan,” ujarnya.

Masjid Al Mujahiddin berada di Jalan Revolusi, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, sementara Masjid Besar Ash Shabirin terletak di Jalan Bung Tomo, RT 12, Kelurahan Sungai Keledang.

Kedua masjid ini berada di kawasan padat penduduk dan menjadi sentra kegiatan keagamaan warga. Ketua Umum Masjid Ash Shabirin, Junaedi Nur, mengapresiasi bantuan dari SPJM yang menurutnya sangat membantu kebutuhan masjid yang belum tercukupi.

“Kami masih kekurangan fasilitas seperti genset, alat audio, sajadah, hingga sarana pembelajaran anak. Bantuan ini sangat berarti karena belum ada perusahaan lain yang memberikan perhatian seperti ini,” ucapnya.

Masjid Ash Shabirin sendiri telah berdiri lebih dari empat dekade dan menjadi salah satu ikon spiritual di Samarinda Seberang, terutama karena letaknya yang strategis sebagai gerbang kota dari arah Jembatan Mahakam. SPJM menekankan bahwa program TJSL tidak sekadar kewajiban perusahaan, tetapi juga wujud nyata membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Kami percaya kemajuan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutur Tubagus Patrick.

Tak hanya program renovasi rumah ibadah, SPJM juga aktif menjalankan berbagai program sosial lainnya seperti santunan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN untuk memastikan peran aktif perusahaan negara dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui sinergi dengan pemda dan pemangku kepentingan lainnya, SPJM berharap kontribusinya dapat memperkuat peran BUMN dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, Samboja, — Upaya memperkuat transformasi digital dan inklusi keuangan di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terus digalakkan. Kali ini, Otorita IKN menggandeng PT Pegadaian Area Balikpapan Kanwil IV serta Shopee dalam menyelenggarakan “Workshop IKN Digital Community” di Gedung BPU, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Selasa (6/5/2025)

Kegiatan tersebut dirancang untuk membuka wawasan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pentingnya adaptasi teknologi digital dalam menjalankan usaha. Melalui rangkaian materi dan diskusi, peserta dibekali pemahaman mengenai strategi digitalisasi, akses pembiayaan formal, serta edukasi investasi emas sebagai bagian dari literasi keuangan berkelanjutan.

Sebanyak lebih dari 50 peserta hadir, terdiri dari pelaku UMKM lokal, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dari Otorita IKN dan Pegadaian. Mereka antusias mengikuti pemaparan para narasumber yang merupakan praktisi dan ahli di bidang teknologi serta keuangan digital, yang membagikan kiat praktis dan solusi aplikatif untuk meningkatkan daya saing usaha di era modern.

Vice President PT Pegadaian Area Balikpapan, Tomy Djoko Tri Rahardjo, menegaskan peran aktif lembaganya dalam mendukung kemajuan UMKM. “Kami melihat potensi besar UMKM di wilayah Samboja.

Pegadaian hadir tidak hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra pemberdayaan masyarakat. Kami ingin UMKM tumbuh profesional, adaptif, dan akrab dengan teknologi digital,” ujarnya. Acara ini turut menghadirkan sesi interaktif yang membuka ruang konsultasi langsung bagi peserta.

Mereka berkesempatan mengeksplorasi produk dan layanan Pegadaian yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha. Workshop ini diharapkan menjadi pemicu terbentuknya ekosistem komunitas digital yang inklusif, sejalan dengan visi IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan yang berbasis teknologi dan kolaborasi.

(*)