Opening ceremony festival Topeng Nusantara tahun 2023

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan masyarakat yang sejalan dengan visi dan misi pembangunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan Festival Topeng Nusantara untuk pertama kalinya. Festival ini berlangsung di Taman Kota Raja Tenggarong, bekerja sama dengan Solo International Performing Arts (SIPA).

Tema yang diusung adalah Mystical Mask of Nusantara. Menurut sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Slamet Hadiraharjo, festival ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan hiburan kepada masyarakat tentang seni topeng tradisional.

“Kami ingin masyarakat tertarik untuk mempelajari dan melestarikan seni budaya topeng tradisional Kalimantan, khususnya Kutai dan Dayak,” kata Slamet. Festival ini menampilkan berbagai tarian topeng dari Nusantara, terutama dari Kutai. “Tarian topeng dari Kutai merupakan tarian yang jarang ditampilkan, sehingga belum terkenal, seperti tari jepen atau lainnya,” ujar Slamet.

Bupati Edi juga berharap festival ini dapat menjaga dan melestarikan adat istiadat Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura, yang merupakan identitas dan keunikan bangsa Indonesia. “Mari kita pelihara budaya kita agar tetap menjadi kebanggaan generasi mendatang,” tutupnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Ilustrasi pondok pesantren Kukar

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Sebagai bagian dari program Kukar Berkah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan memberikan bantuan dana operasional kepada 27 pondok pesantren (ponpes) di wilayahnya.

Bantuan ini diberikan dalam bentuk dana hibah sebesar Rp 100 juta per ponpes yang langsung ditransfer ke rekening resmi yayasan ponpes yang terpilih. Menurut Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, bantuan ini sudah dimulai sejak tahun lalu, dengan 16 ponpes sebagai penerima.

Untuk tahun 2023, targetnya adalah 27 ponpes, yang terdiri dari 10 ponpes dari APBD reguler, dan 17 dari APBD Perubahan. “Dana hibah bantuan operasional pondok pesantren ini dalam bentuk uang yang langsung masuk ke rekening yayasan ponpes senilai Rp 100 juta,” kata Dendy pada Kamis (9/11/2023).

Dendy menjelaskan, bantuan ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang mengharuskan 53 ponpes di Kukar mendapat bantuan hingga tahun 2026. Jika tahun ini target 27 ponpes tercapai, maka sisanya akan diupayakan pada tahun berikutnya.

“Seharusnya selesai di tahun 2026, mungkin 2024 bisa rampung target sesuai 53 ponpes. Makanya di 2023 ini, APBD perubahan kita usulkan lagi,” tuturnya. Dendy menambahkan, dana operasional ini harus digunakan untuk keperluan ponpes, seperti honor guru, administrasi, dan alat tulis kantor (ATK).

Yayasan ponpes juga harus melaporkan penggunaan dana secara transparan dan akuntabel. “Kalau tidak ada laporan pertanggungjawaban, maka tahun depan tidak akan dapat lagi,” tegasnya.(ADV/Diskominfo Kukar)