Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud, turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur, Wali Kota, dan Bupati dari seluruh Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Agustus 2024. Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo, yang menekankan pentingnya dukungan terhadap IKN dan persiapan perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia yang akan digelar di IKN pada 17 Agustus 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad menyampaikan bahwa kehadiran para kepala daerah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap perwujudan IKN sebagai simbol peradaban baru Indonesia. "Presiden menegaskan bahwa inilah langkah awal untuk menuju Indonesia emas tahun 2045," jelas Rahmad.

Presiden Joko Widodo, lanjutnya, sangat serius dalam memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, bukan sekadar upaya seremonial.

Rahmad menegaskan, "Kami mendukung penuh niat baik Presiden karena ini adalah langkah besar untuk menjaga martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar." Rahmad juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan kondisi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN kepada Presiden.

Salah satu isu penting yang dibahas adalah potensi kepadatan penduduk yang akan terjadi di Balikpapan pasca pemindahan IKN. "Saya sudah menyampaikan kepada Presiden mengenai pentingnya antisipasi terhadap lonjakan penduduk di Balikpapan," kata Rahmad.

Selain itu, Rahmad menyoroti masalah kemacetan yang semakin parah di Balikpapan akibat pertumbuhan kendaraan yang pesat. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota telah membuka alternatif jalan dan menganjurkan masyarakat untuk menggunakan Bus Sarana Angkutan Umum Massal, Balikpapan Citra Trans, sebagai upaya mengurangi kemacetan.

"Kami juga meminta dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini," tambahnya. Dengan berbagai tantangan yang ada, Rahmad berharap Balikpapan dapat terus berkembang seiring dengan pembangunan IKN dan menjadi kota yang siap menghadapi perubahan besar ini.

 

(Jm/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menyampaikan sambutan diacara pengukuhan pengurus masjid Agung AT- TAQWA Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pada Rabu malam (14/8/2024), Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, melantik pengurus baru Masjid Agung At-Taqwa untuk periode 2024-2029. Acara ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Agil Abu Bakar Al Qadri resmi diangkat sebagai Ketua Masjid Agung At-Taqwa, menggantikan Zulkifli yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan, Habib Mahdar Al-Qadri, serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan, M Dumairi, bersama seluruh pengurus yang baru dilantik.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud mengingatkan para pengurus baru untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh masyarakat. Menurutnya, pengurus harus mampu merangkul semua lapisan masyarakat demi memakmurkan masjid.

Rahmad menekankan pentingnya kebersamaan dan menghindari terjadinya perpecahan atau kecemburuan sosial. “Saya harap Habib dan pengurus dapat merangkul semua pihak, tanpa memandang perbedaan. Umat harus bersatu, dan kita semua bertanggung jawab dalam membina generasi muda melalui masjid,” jelas Rahmad.

Rahmad juga menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, politik, dan ekonomi yang penting bagi masyarakat. Ia berharap pengurus baru bisa terus menyebarkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda di Balikpapan.

“Masjid harus menjadi tempat di mana anak-anak kita selalu ingat kepada Allah, dan saya berharap kepengurusan yang baru ini dapat membawa perubahan yang lebih baik,” tambahnya. Dengan perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur, Rahmad menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi muda Balikpapan untuk bersaing dalam berbagai bidang.

Ia menekankan bahwa selain keterampilan dan kecerdasan, generasi muda harus memiliki dasar spiritual yang kuat. “Tanpa cinta terhadap Al Quran, kita akan kesulitan memastikan masa depan generasi muda kita,” tegas Rahmad. Ia menyatakan bahwa kesuksesan duniawi harus diimbangi dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam, agar generasi penerus tidak melupakan akar agamanya.

(Jm/Adv/Diskominfo Balikpapan)