Trantib-LH Balikpapan Selatan gelar pertemuan evaluasi kinerja sementara pertama Thun 2024

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Lingkungan Hidup (Trantib-LH) dari seluruh kelurahan di Kecamatan Balikpapan Selatan menggelar pertemuan evaluasi untuk menilai kinerja selama semester pertama tahun 2024, dari Januari hingga Juni.

Pertemuan ini tidak hanya bertujuan untuk meninjau kembali kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi juga mengidentifikasi masalah yang ada di tiap wilayah serta menyusun rencana kerja yang lebih efektif untuk periode berikutnya.

Kegiatan yang berlangsung di sebuah rumah makan di Kelurahan Gunung Bahagia pada 26 Agustus 2024 ini dibuka secara resmi oleh Kasi Trantib-LH Kecamatan Balikpapan Selatan, Akhmad Komaruddin. Dalam sambutannya, Akhmad menekankan bahwa evaluasi ini merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

"Koordinasi dan sinergi antara tim Trantib dan LH sangatlah penting untuk menjaga ketertiban umum serta kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing," tegas Akhmad. Ia juga menambahkan bahwa kesadaran dan komitmen bersama adalah kunci dalam menjalankan tugas dengan lebih efektif.

Dalam pertemuan tersebut, setiap perwakilan kelurahan diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan singkat terkait kondisi lapangan, seperti isu-isu ketertiban umum, penanganan sampah, penanganan kebencanaan, serta upaya penegakan peraturan daerah.

Diskusi ini memunculkan berbagai usulan program yang berfokus pada peningkatan patroli gabungan, kampanye kebersihan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung, serta komitmen bersama dalam penanganan kebencanaan agar masalah dapat diantisipasi lebih awal. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi wadah untuk membahas strategi operasional yang dirancang untuk meningkatkan kinerja tim dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Agus Surawan, Kasi Trantib-LH Gunung Bahagia, menekankan pentingnya menjaga sinergi dan solidaritas melalui silaturahmi rutin antar tim Trantib-LH. "Dengan silaturahmi ini, kita berharap kapasitas tim terus meningkat, dan komitmen bersama untuk mewujudkan kecamatan yang bersih dan tertib dapat terus dipupuk," ujar Agus.

Pertemuan evaluasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan dalam menjaga ketertiban dan kelestarian lingkungan di Kecamatan Balikpapan Selatan, sehingga ke depan, setiap wilayah dapat menjadi contoh dalam penerapan ketertiban dan kebersihan.

(Jm/ADV/Diskominfo balikpapan)

Seminar DKK Balikpapan dalam pekan menyusui sedunia di Hotel Grand Senyiur

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan memperingati Pekan Menyusui Sedunia dengan menggelar seminar bertajuk "Menutup Kesenjangan - Dukungan Menyusui untuk Semua" di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Senin, 26 Agustus 2024.

Acara ini menarik partisipasi dari 130 peserta yang berasal dari berbagai instansi seperti DP3AKB, Bappeda Litbang, Disdikbud, Disnaker, DPOP, serta organisasi seperti PKK dan Forum ASI Balikpapan.

Ketua Panitia Seminar, Lusita Hakim, mengungkapkan bahwa seminar ini rutin diadakan setiap tahun pada pekan pertama Agustus, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menyusui. “Seminar ini selalu kami gelar pada awal Agustus, sesuai dengan peringatan Pekan ASI Sedunia,” ujar Lusita.

Tahun ini, seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Asti Praborini, seorang dokter spesialis anak sekaligus Ketua dan Pendiri Praborini Lactation Team, serta Dr. Annisa Nurrachmawati, dokter dari Kalimantan Timur yang juga konsultan laktasi.

Dalam seminar ini, para narasumber menekankan pentingnya menyusui bagi kesehatan ibu dan bayi. Dr. Annisa menjelaskan bahwa ibu yang tidak menyusui berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara, yang kasusnya terus meningkat di Indonesia. "Setiap tahun, ada 68.858 kasus baru kanker payudara di Indonesia, atau sekitar 189 kasus per hari," ungkap Dr. Annisa.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar penderita kanker payudara menggunakan layanan BPJS, yang pada akhirnya membebani kapasitas rumah sakit. Dr. Annisa juga mengingatkan bahwa penggunaan susu formula pada bayi dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan pankreas, yang berujung pada kebutuhan suntik insulin seumur hidup.

“Susu formula dengan kadar gula tinggi dapat merusak pankreas bayi, sehingga mereka berisiko mengalami diabetes di masa depan,” jelasnya. Seminar ini tidak hanya ditujukan untuk ibu hamil, tetapi juga untuk kader dan anggota PKK yang diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan tentang manfaat menyusui kepada masyarakat luas.

Lusita berharap, melalui edukasi ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menyusui eksklusif demi kesehatan ibu dan anak. "Kami berharap semua peserta seminar dapat menyampaikan pesan ini kepada masyarakat, agar lebih banyak ibu yang memilih menyusui secara eksklusif," tutupnya.

(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)