PLT Asisten III Sekretaris kabupaten Kukar Dafip Haryanto 

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi dan memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Plt Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Dafip Hariyanto, yang mengatakan bahwa pemerintahan saat ini harus dinamis, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Pemerintahan tidak hanya menyelesaikan masalah umum, tetapi juga membangun sistem pelayanan publik yang adil, transparan, dan akuntabel,” kata Dafip, Kamis (2/11/2023).

Dafip menjelaskan bahwa inovasi dan perbaikan pelayanan publik ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wabup Kukar, Edi Damansyah dan Rendi Solihin, yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026. Salah satu misinya adalah memantapkan birokrasi yang bersih, efektif, efisien, dan melayani.

“Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Untuk itu, Pemkab Kukar melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar mengadakan Forum Konsultasi Publik, yang merupakan komunikasi dua arah antara penyelenggara pelayanan dengan masyarakat.

Forum ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan solusi bersama terkait dengan pelayanan di bidang Kesra. “Kami ingin mendengar aspirasi dan masukan dari masyarakat, agar kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik,” kata Dafip. Dafip juga menyampaikan beberapa pelayanan yang diberikan oleh bagian Kesra Setkab Kukar, seperti hibah, akte pendirian yayasan gratis bagi rumah ibadah, dan beasiswa bagi masyarakat Kukar.

Ia berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan tersebut dengan baik, dan melaporkan jika ada oknum yang mencoba menyalahgunakannya. “Jika ada oknum yang mengambil keuntungan dari masyarakat atas pelayanan yang diberikan. Sampaikan bukti dan laporkan kepada kami. Kami segera berikan sanksi yang tegas atas pelanggaran tersebut,” tutupnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Pelaksanan FTBI di SMP Negeri I Tenggarong

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Bahasa daerah asli Kutai merupakan salah satu warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mengadakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di SMP Negeri 1 Tenggarong, Kamis (2/11/2023).

Acara ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Kukar, Bidang Pemerintahan dan Kesra, Didi Ramyadi, yang mewakili Bupati Edi Damansyah. Didi mengatakan bahwa festival ini bertujuan untuk menanamkan nilai cinta dan kebanggaan terhadap bahasa daerah kepada generasi muda. Ia berharap agar generasi muda dapat menguasai dan mengajarkan bahasa daerah kepada orang lain.

“Kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikan bahasa ibu, karena itu adalah bagian dari identitas kita. Siapa lagi yang akan menjaganya selain kita dan anak cucu kita,” ucap Didi. Didi juga mengapresiasi anak-anak yang mampu berbahasa asing, tetapi ia menegaskan bahwa bahasa daerah tidak boleh terlupakan.

Ia mengatakan bahwa bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga simbol kearifan dan budaya lokal. “Bahasa daerah bukan hanya sebagai bahasa ibu atau alat komunikasi saja, tetapi yang terpenting adalah sebagai bagian dari identitas bangsa kita,” tambahnya.

Festival ini diikuti oleh siswa-siswi SD dan SMP di Kukar, yang berlomba dalam berbagai bidang, seperti seni mendongeng, betarsul, menyanyi, belocoan, dan lain-lain. Didi berpesan agar para peserta bersemangat, rajin, dan tekun dalam belajar. “Selamat berlomba, menang atau kalah tidak menjadi soal. Yang terpenting adalah bersemangat, rajin, dan tekun dalam belajar,” tutupnya.(ADV/Diskominfo Kukar)