
Memasuki pembahasan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2020 dan Murni Tahun 2021, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Balikpapan telah melakukan pembahasan anggaran.
Salah satu anggaran yang telah dibahas yakni anggaran Percepatan Penanganan Covid -19 untuk tahun 2021, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan,Selasa (18/08/2020).
RDP dipimpin langsung Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S Sos didampingi Ketua Komisi IV Muhammad Taqwa, sejumlah anggota Komisi IV, Kadis DKK Dr Andi Sri Juliarty, Kepala RSUD Beriman Dr Ratih Kusuma.
Diketahui, Lajunya penyebaran kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19, setiap harinya terus bertambah, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, sudah mencapai 1055 kasus covid 19, Hal inilah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan Bersama DPRD Balikpapan melakukan langkah-langkah serta persiapan-persiapan terhadap beberap hal yang menunjang untuk percepatan penanganan Covid -19.
Seperti yang dijelaskan Abdulloh seusai memimpin RDP bersama DKK dan RSUD Balikpapan' Terjadinya peningkatan kasus covid-19 di Balikpapan yang frekuensinya sangat tinggi , untuk itu ada beberapa hal yang harus disiapkan, salah satunya perlengkapan yang diperlukan DKK dan perbaikan fasilitas di RSUD, guna percepat penanganan covid 19 di kota Balikpapan.
"RDP yang dilakukan kali ini membahas terkait tingginya jumlah kasus Covid 19 di kota Beriman ini, serta membahas anggaran untuk perlengkapan penanganan covid -19 yang diperlukan DKK dan juga perbaikan Fasilitas di RSUD Balikpapan"jelas Abdulloh.
Lanjut Abdulloh" tidak ada hal yang spesifik didalam pembahasan ' hanya saja menambahkan kegiatan-kegiatan apa saja yang belum teranggarkan di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021"paparnya. Adanya penambahan dari kedua Instansi yakni DKK dan RSUD Balikpapan ,Maka dari itu semua akan dialokasikan kembali ke APBD Tahun 2021.
Abdulloh mengatakan untuk RSUD Balikpapan merupakan Badan Layann Umum Daerah (BLUD), namun ditengah kondisi covid-19 saat ini tidak ada pasien yang datang ke RSUD, Artinya untuk saat ini RSUD tidak ada pemasukan, dimana ' sebelum adanya pandemi segala bentuk pengeluaran RSUD sudah tercover dari pasein yang datang berobat.
"Ditengah pandemi saat ini, RSUD Beriman tidak ada pemsukan, sehingga kesulitan untuk membayar operasional, baik itu gaji dokter, perawat dan penambahan fasilitas penunjang medis, untuk itu harus dibantu melalui APBD kota Balikpapan,"ungkap ketua DPRD Balikpapan. "Anggaran yang dibutuhkan RSUD balikpapan untuk mensupport semua itu kurang lebih 12 miliar ,dan itu wajib untuk disupport"lanjutnya.
Masih Abdulloh, "Selain itu, ada beberapa peralatan, yang bekerjasama dengan PT PAMA, dimana perusahaan tersebut menyiapkan mesin swab dan rumah sakit harus menyiapkan gedung dan peralatan pendudkung sehingha ketika mesin swab tersebut siap, maka alat tersebut sudah langsung bisa digunakan"katanya.
Sementara itu, terkait alokasi anggaran covid-19 untuk DKK saat ini belum teralokasi di KUA-PPAS 2021, akan tetapi dalam pembahasan tadi sudah dibahas, yang mana untuk semua penanganan covid-19 ,akan dimasukan di KUA-PPAS 2021.
Tambahan kebutuhan yang diajukan DKK untuk pelayanan masyarakat diantaranya peralatan medis, mobil swab keliling, penambahan tenaga medis dan honor tenaga medis.
Mengenai penambahan tenaga medis ini dilakukan dikarenakan banyak tenaga medis yang mengundurkan diri, baik yang kerja di RSUD maupun di DKK, untuk itu perlu diadakan rekrutmen tenaga medis baru, untuk mengganti tenaga medis yang mengundurkan diri akibat ketakutan dalam menangani covid-19.
"Perlu adanya penambahan anggaran untuk menunjang semua itu , kebutuhan anggaran yang diajukan DKK mencapai 25,5 Miliar"jelas Abdulloh.
Saat awak media ini mempertanyakan alokasi anggaran yang diajukan di perubahan, Abdulloh menjelaskan, jika untuk anggaran perubahan ada, namun dirinya belum bisa memastikan berapa besarannya.
"Untuk dianggaran perubahan ada, tapi saya belum mengetahui besarannya, yang saya jelaskan saat ini untuk di KUA-PPAS 2021,"pungkasnya.