Berau Coal Serahkan Bantuan Bus Sekolah ke-BUMK

BERAU-PT. Berau Coal serahkan tiga unit bus sekolah ke-BUMK (badan usaha Milik Kampung) Lanuk Permai. Penyerahan ini merupakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), penyerahan dilaksanakan di Balai Mufakat, Selasa (12/11/2019) kemarin.

Tiga unit bus diserahkan itu, masing-masing dibagi untuk Kampung Long Lanuk sebanyak dua bus dan satu bus untuk Kampung Tasuk. Bupati Berau,

Muharram dalam sambutanya mengharapkan, penyerahan bus seperti ini, dapat ditingkakan lagi kedepan.

Menurutnya, penyerahan bus yang berlangsung dalam kesempatan tersebut ia anggap wajar. Sebagai bentuk perhatian serius kepada masyarakat yang masuk dalam lingkar tambang.

Selain itu Muharram juga menuturkan, bahwa dunia pendidikan saat ini yang ada di desa-desa juga mulai berkembang. Dan fasilitas dari Dinas Pendidikan belum sepenuhnya terjangkau di semua titik-titik.

"Oleh karena itu, disatu sisi kalau ingin membangun fasilitas pendidikan yang ada di semua dusun di Berau, tapi tidak memperihatinkan berapa jumlah murid di situ. Tentu juga ini ia anggap tidak efesien dari sisi pembangunan dan penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Muharram.

"Oleh karena itu salah satu solusinya adalah, dengan bantuan alat transportasi inilah," katanya.

"Mudah-mudahan ini dapat menjadi bagian solusi terhadap transportasi anak-anak kita, khususnya yang memang pelajar ini jarak rumah ke sekolahnya berjauhan," paparnya.

Melalui momentum tersebut, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada PT Berau Coal atas gagasan yang berlangsung pada saat itu, dan mudah-mudahan apa yang diberikan ini manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

"Kita juga doakan semoga harga batu bara naik, sehingga dimasa yang akan datang bantuan berupa bus ini bisa bertambah," terangnya.

Selain itu ia juga, berpesan kepada pihak kampung penerima bus, agar seyogyanya menjaga aset tersebut dengan baik. Meski diketahui dalam pengelolaanya diserahkan oleh BUMK, dirinya meminta kepada Kepala Kampung untuk tak melepaskan begitu saja. Dan perlu dikontrol sehingga aset yang diberikan ini dapat dimanfaatkan dengan jangka waktu yang lama.

"Kalau berbicara BUMK, konotasinya pasti terdapat biaya transpot dan biaya oprasional. Oleh karena itu ia harapkan BUMK untuk tak mengambil untung terlalu tinggi," harapnya.

"Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran bus ini justru memberikan fasiltas yang mudah bagi warga dalam melanjutkan pendidikan," tambahnya.

Disela penyerahan bus yang berlangsung, dihadiri Manager Comdev PT Berau Coal, Hikmawati, Dewan Perikan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Ilyas Nasir, Kepala DisdiK Berau Murjani, pihak kampung Tasuk dan Kampung Longlanuk, dan beberapa tamu undangan lainya.

Sementara itu, Manager Comdev PT Berau Coal, Hikmawati, menambahkan. Penyerahan bus yang berlangsung dalam kesempatan tesebut merupakan salah satu program pemberdayaan, Yayasan Dharma Bakhti Berau Coal (YYDBC).

Lanjut ia terangkan, semua program PPM PT Berau Coal itu, harus berasaskan dua poin. Diantaranya, bagaimana dalam hal ini PT Berau Coal menyediakan SDM, serta membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat.

Sehingga, melalui program ini, harapannya kedua poin yang tadi dapat tercapai. Selain itu, perlu diketahui juga untuk program PT Berau Coal sendiri, ada 11 kampung yang nantinya akan disasar yang diantaranya, dalam penyedian transportasi sekolah. Sampai saat ini ia terangkan pihaknya akan tetap berkontribusi, diharapkan dapat menjadi program wajar 12 tahun.

"Hal ini juga melihat dari ijin PT Berau Coal sendiri yang Insyaallah akan berakhir di tahun 2025," ungkapnya.

Tentunya program ini juga ia harapkan menjadi salah satu perisiapan pihaknya dalam mengupayakan bagaimana program-program PT. Berau Coal dapat bermuara membuat kampung menjadi mandiri.

"Alasan kami memberikan kepada BUMK ini yakni dalam rangka untuk memberikan kesempatan untuk usaha, dan membuka lapangan pekerjaan seperti yang menjadi tujuan awal kami," terangnya.

Untuk saat ini hanya dalam penyerahan bus sekolah hanya terfokus di dua kampung yakni Tasuk dan Long Lanuk untuk tahun ini.

Meski demikian, ia menarget ditahun depan, untuk 9 kampung lainya juga dapat tercapai. Perlu diketahui juga program yang dilaksanakan pihaknya tersebut, selain kampung mendapatkan kontribusi dalam pengelolaan bus nya.

Tentu ini juga akan menambahkan pendapatan asli kampung, dan para pelajar yang akses dari rumahnya jauh untuk kesekolah, dapat terjamin keselamatannya, dalam menuntut ilmu kesekolah mereka masing-masing.

"Bus yang kami berikan ini juga dari sisi saftynya sudah diatur sesuai dengan standar yang ada," tandasnya.

Penulis: Fadli