Objek wisata Pulau Kumala Tenggarong

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com - Pulau Kumala, ikon wisata Kota Tenggarong, kini sedang dipercantik oleh Pemkab Kukar. Untuk mengembalikan kejayaan Pulau Kumala, Pemkab Kukar mengalokasikan Rp 8 Miliar untuk menambah dan meningkatkan fasilitas di pulau tersebut.

Salah satu fasilitas baru yang sedang dibuat adalah waterboom, yang sudah mencapai 30-40 persen progress. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin menyampaikan Pemkab Kukar terus berusaha untuk menyelesaikan waterboom ini.

Saat ini seluncuran airnya masih dalam pengiriman. Lanjutnya waterboom tersebut berada di tengah pulau, dekat dengan gokart. Selain itu, juga akan ada ornamen-ornamen lain yang akan memperindah pulau ini.

“Target kami adalah waterboom ini bisa selesai dan dibuka untuk umum akhir tahun ini,” Hara[ Rendi Solihin. Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan Pulau Kumala masih akan terus dilakukan pada tahun 2024.

Rencananya, akan ada kolam gelombang yang akan ditambahkan di sana. “Kami ingin terus mengembangkan Pulau Kumala. Kolam gelombang akan menjadi salah satu wahana baru di tahun depan,” tandasya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Slamet Hadi Raharjo, dirinya berharap waterboom ini bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Dengan banyaknya kunjungan dari wisatawan, Pulau Kumala bisa memberikan peningkatan pendapatan asli daerah.(ADV/Diskominfo Kukar)

Pembagian Mobil Ambulan oleh pemerintah kabupaten Kukar

TENGGARONG, SWARAREPUBLIKA .com- Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Pemkab Kukar memberikan lima mobil ambulans kepada kelurahan dan desa di Kecamatan Tenggarong. Salah satu mobil ambulans juga berfungsi sebagai mobil jenazah.

Empat mobil ambulans diberikan kepada Kelurahan Loa Tebu, Kelurahan Bukit Biru, Kelurahan Jahab, dan Kelurahan Loa Ipuh Darat. Keempat kelurahan ini berjarak cukup jauh dari RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang.

“Dengan mobil ambulans ini, pelayanan medis darurat bisa lebih cepat dan mudah” diungkapkan oleh Camat Tenggarong, Sukono, pada Selasa (17/10/2023) lalu. Ia mengatakan bahwa salah satu desa yang mendapatkan mobil jenazah adalah Desa Rapak Lambur.

Alasannya adalah karena desa ini memiliki TPU yang jauh dari pemukiman. “Kami harap dengan mobil jenazah ini, pelayanan pemakaman bisa lebih baik dan efisien,” kata Sukono. Sukono sangat senang dengan masyarakat di Kecamatan Tenggarong yang antusias dengan bantuan tersebut.

Dirinya mengingatkan bahwa kelurahan dan desa yang mendapatkan mobil ambulans harus bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemeliharaannya. Ini termasuk anggaran untuk operasional, pemeliharaan, dan bahan bakar, (ADV/Diskominfo Kukar)