Syabrany : Debat Pilkada Balikpapan Dipersiapkan Secara Optimal Oleh Seluruh Sekretariat KPU Balikpapan

SWARAREPUBLIKA, Pelaksanaan debat pilkada kota Balikpapan dalam pemilihan calon wali kota dan calon wakil walikota Balikpapan Tahun 2020 telah dipersiapkan sebaik mungkin oleh pihak penyelenggara KPU kota Balikpapan.

Debat pertama yang dilaksanakan di hotel grand jokro Sabtu (24/10/2020) dengan 1 pasangan calon yang akan menyampaikan visi dan misi nya adalah prioritas utama untuk membangun Balikpapan bersama dengan bergotong royong. Momen yang sangat penting bagi masyarakat Balikpapan untuk mendengarkan langsung program program kerja yang mensejahterakan masyarakat Balikpapan.

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Sabrany mengatakan kami selaku sekretariat akan memback up pelaksanaan debat kami bekerja semaksimal mungkin menggerakkan teman teman sekretariat untuk merencanakan melaksanakan dan akan mengevaluasi kedepannya.

Debat pertama memang tema yang diturunkan adalah masalah ekonomi, lingkungan hidup, tata ruang kota,dan tata kelola pemerintahan dalam persoalan covid 19. Ada 5 penelis yang menjadi Nara sumber dalam kegiatan debat pilkada kota Balikpapan, KPU kota Balikpapan akan melaksanakan 2 agenda debat pilkada ini.

Masih Sabrany, dengan melihat kondisi yang ada sekarang ini memang beredar dimasyarakat bahwa debat kedua tidak perlu dilaksanakan dengan alasan membuang buang anggaran artinya debat kedua bukan dibatalkan kami untuk yang di balikpapan atau local tetap stand by karena kami fokus terhadap logistic.

Ada proses yang harus dilalui kalo toh nantinya memang tidak jadi dilanjutkan debat yang kedua kami pastinya akan berkoordinasi dengan pasangan calon tersebut.

Kami selaku penyelenggara tetap stand by dan ini memang sudah disampaikan kepada pasangan calon yang jelas dengan adanya anggaran stand by tentunya dengan melihat debat pertama ini bagus dan dapat diterima kalangan masyarakat dengan baik, jelas Sabrany.

Debat pertama ini kami sudah sangat menghemat anggaran contohnya kami melaksanakan debat di hotel ini lebih murah dari pada harus melaksanaan debat diluar yang bisa memakan biaya miliaran, tegas Sabrany.

Intinya kami selaku pelaksana akan tetap stand by dan melihat Situasi jalannya debat pertama karena kami selaku sekretariat harus ada karena demi penyerapan anggaran dan agenda yang dipersiapkan untuk dua kali sesuai yang diharapkan dan disepakati oleh pasangan calon tersebut, pungkas Sabrany.